[FF] That One Person, You

Tittle. : That One Person, You

Author : Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Sub Cast : Lee Donghae

Genre : Romance

Poster : Berta Yoonwonited/xoloveyoonwon

*ini hanya sebuah khayalan yg aku tuangkan dalam goresan tanganku*
* Don’t Copy Paste tanpa izin ne, setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati*

Happy Reading !!!

( alangkah baik sambil mendengarkan lagunya Jessica Jung, That one person, you)

that one person221

***

Siwon pov

Gemerlap bintang mulai bertebaran dihamparan malam. Memancarkan keindahan, mendamaikan hati yang dirundung gelisah.

Kini aku terlentang dirumput menghadap keatas pada bintang yang bertebaran dilangit sambil berpegangan tangan seorang yeoja yang teramat berarti dihidupku. Sentuhan tangannya yang begitu lembut, entah sampai kapan mampu aku rasakan?

Selalu hatiku bergejolak jika berada disampingnya. Antara bahagia dan takut. Bahagia karena aku masih bisa bersamanya. Takut karea dia bukan milikku seutuhnya.

Aku hanya mampu tersenyum getir. Sungguh aku ingin memiliki dia seutuhnya.

Inilah kisah sedihku tentang cinta yang belum terpenuhi. Semakin mendekat, semakin kuat sakit yang aku rasakan.

Im Yoona… Apa ini yang dinamakan cinta ? Apakah semakin menyakitkan saat kau melakukannya ? Semakin aku dekat denganmu. Perasaan ini tumbuh lebih besar.. Ini membuatku takut.

” Yoongie sampai kapan kita disini ? Kajja pulang ! ” ajakku lembut.

” Tunggulah sebentar lagi, oppa.
Aku masih ingin seperti ini, lebih lama lagi.” ujar yoona

Suaranya lembut, begitu indah. Telah menjadi nyanyian dalam telingaku.
Ya ! Aku tidak akan pernah bisa menolak keinginannya.

Aku memandang wajahnya tanpa seincipun terlewatkan. Dia benar-benar cantik.
Wajahnya… Ah aku sungguh tidak bisa mendeskripsikan dengan baik. Dia terlalu sempurna.
Dialah dewi yang turun dari surga..
Dewiku… Yoongphrodite !

” Siwon oppa, sampai kapan kau memandangiku ? Aku tahu aku sangat cantik.” ujarnya terkekeh.

” Ehh, siapa yang memandangimu?” dustaku.

” Meskipun aku buta, setidaknya hatiku masih mampu merasakannya. Oppa bahkan tidak pandai dalam berbohong.” ujarnya seraya memalingkan wajahnya kearahku. Yang membuat hidungnya menyentuh hidungku.

Mata rusanya yang kini telah hilang fungsinya bertemu dengan mataku.
Tubuhku bergetar setiap kali menatap matanya yang memancarkan kesedihan.

Mata yang dulu indah kini telah berubah. Setelah kecelakaan satu tahun yang lalu, yang merenggut fungsi kedua matanya menjadi buta. Dan kekasihnya yang sekarang terbaring koma dirumah sakit.

“Mian.” ujarku lirih

Aku melihat matanya memerah, nafasnya tersengal seperti mempunyai beban yang teramat sangat berat.

Kecelakaan itu memang memberi beban yang teramat sangat berat ke Yoongieku.
Merubahnya menjadi pribadi yang lebih tertutup.
Mata sembab yang menghiasai setiap hari-harinya.

20 tahun bukan waktu yang singkat untukku memahami seorang Im Yoona.
SAKIT ! Hatiku sakit melihatnya, ini jauh lebih sakit dibandingkan dengan patah hatiku ketika yoona menerima cinta Lee Donghae.
Jauh lebih perih dibandingkan dengan cemburuku ketika Yoona dicium Donghae.
Melihatnya begitu rapuh, sungguh seperti membunuhku secara perlahan- lahan.

” Disetiap pagi dan malammu. Selalu dan selalu aku melihat butiran air mata itu selalu ada. Sial, itu sungguh menggangguku Yoong.”

” Disini rasanya benar-benar sakit.” aku membawa tangannya didadaku.
Dia menangis terisak.

” S-siwon oppa, aku tidak tahu sejauh mana aku melukaimu ? Aku menangis.. Aku lelah, akupun tidak tahu jika itu akan melukaimu juga.”

“Jangan katakan bahwa aku tidak sama seperti biasanya, dulu. Ini tidak sepenuhnya benar. Kejadiaan itu yang merubahku seperti ini. Aku baik-baik saja meskipun sejujurnya tidak.”

” Siwon oppa, bagaimana aku bisa berhenti dan kembali seperti dulu. Jika kenyataan selalu menghantam logikaku. Seperti orang bodoh aku hanya dapat seperti ini. Melukai serta merepotkanmu. Mianhae.” suaranya terdengar memilukan telinhaku. Cukup aku tidak mau mendengarnya lagi.

” Gwaenchana Yoong. Jangan pernah merasa seperti itu, jebal !
Semua akan baik-baik saja. Tak bisakah kau percaya padaku, hmm?”

” Yoong, aku merindukan senyummu yang selalu menghangatkan hatiku. Aku merindukan suaramu yang selalu nyaring ketika memarahiku. Aku rindu Yoongieku yang ceria,kuat dan berani. Berlebihan kah jika aku meminta seperti itu? Jika iya, tolong jangan pernah membiarkan mata indahmu mengeluarkan airmata lagi. Setidaknya tidak saat bersamaku.” aku berbicara seperti yang tenggorokannya tercekat.

” Bagaimana aku bisa tersenyum hangat, jika Donghae oppa terbaring koma. Bagaimana bisa, oppa? Aku.. Aku tidak mempunyai kekuataan untuk itu. Tolong jangan paksa aku untuk kembali. Jeongmal appoyo.”

Lidahku seakan kelu untuk berbicara. Aku hanya mampu mendekap tubuh yoona kedalam pelukanku.
Semakit erat pelukanku,semakin pecah pula tangisnya.

” Sudah tidak ada lagi harapan untuk bahagia.” ujarnya lemah disela tangisnya.

” Meski ini terdengar mustahil. Tapi aku harap kau mendengarnya. Aku janji, aku akan mengembalikan lagi duniamu. Aku akan berusaha dengan segenap raga dan jiwaku untuk mewujudkan harapanmu Yoong.”
pabbo ! Siwon pabboya ! Aku bukanlah Tuhan yang bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Entah apa yang ada dipikiranku. Aku hanya tidak ingin melihat Yoongieku semskin terpuruk. Aku hanya ingin memberikan harapan. Apapun caranya pasti akan aku lakukan.
Karena aku mencintainya dengan raga, raga yang selalu menjaganya.
Aku mencintainya dengan tangan, tangan yang selalu mendekapnya dalam pelukanku.
Aku mencintainya dengan, hati yang selalu mampu merasakan apa yang dirasakam hatinya.

Tanpa ku sadari malam semakin larut. Dia juga sudah terlelap dalam pelukanku. Karena tidak tega membangunkannya. Aku memutuskan untuk menggendongnya.

Sudah satu tahun lamanya, semenjak kecelakaan itu Yoona tinggal bersamaku. Kedua orang tuanya telah meninggal sewaktu dia masih sekolah dulu.

Aku merebahkan tubuh Yoona diatas ranjang dengan hati-hati. Tidak lupa pula menyelimuti tubuhnya.

Merapikan rambutnya lalu mencium keningnya lama. Ini sudah cukup bagiku.

Mengamati wajah cantiknya setiap malam. Aku tersenyum, mengingat setiap moment yang berharga bagiku adalah Yoona.
Terkadang disetiap aku memikirkannya saja dadaku terasa dipenuhi oleh Yoona. Tapi kembali lagi aku merasakan sesak didadaku, ketika seorang Im Yoona hanya mampu menrima kehadiranku sebagai sahabat. Ya hanya sahabat.

Waktu berputar begitu cepat. Aku merasa baru memejamkan mata dua jam yang lalu. Sekarang mataku terasa silau karena cahaya matahari yang masuk melalui ventilasi jendela.

Ketika aku membuka mata. Mendapati Yoona yang masih terlelap. Seperti biasa ketika tidur, wajahnya nampak polos seperti anak kecil yang tak berdosa.

Mengelus pipinya lembut lalu mencium keningnya. Seperti ini aku tidak ingin mengganggunya lagi.

* 1jam kemudian*

Aku kembali ke kamar setelah membuat sarapan. Menghampiri Yoona yang telah rapi dengan dress selutut berwarna biru. Seperti biasa, selalu terlihat cantik.
Aku menuntunnya ke meja makan.

” Biarkan oppa menyuapimu,ne.”

” Anniyo, aku bisa sendiri oppa.”

” Wae? Bukankah setiap hari seperti itu.”

” Mwoya? Itu karena kau yang selalu memaksa Tn. Choi.”

” Aku tidak pernah merasa memaksamu nona Im. Tapi baiklah jika kau berpikir seperti itu. Maka pagi ini tidak ada alasan untuk menolakku.”

” ckkckk sepertinya jiwa pemaksa telah mendarah daging ditubuhmu. Dadar Tn. Choi pemaksa! Jika seperti ini mana ada yeoja yang mau menjadi yeojachingumu.”

” Itu keahlianku. Dan satu hal lagi aku anggap itu sebuah pujian nona Im.”
Aku menyeringai dibalik hatiku yang sakit. Sejujurnya banyak diluar sana yeoja-yeoja yang menginginkanku sebagai kekasihnya.
Ya karena hatiku tetap mencintai Yoona, aku lebih memilih mengabaikan mereka semua. Apakah tragis? Ku pikir IYA.

*2 tahun kemudian*

Diam-diam aku menggigit bibir bawahku dan menutup mataku. Aku mencoba untuk menyembunyikan semua rasa sakit ini.

Tuhan.. Ku mohon tulikan telingaku saat ini juga. Agar aku tidak mendengar semua ini.
Sekali ini saja, percayalah ! Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi.

” Donghae oppa bagaimana harimu? Apa kau merindukanku?” suara Yoona terdengar menyakitkan.

“Tinggal beberapa hari lagi sudah 2 tahun semenjak kau meninggalkanku. Entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini sangat melelahkan. Namun ada satu hal yang tidak berubah adalah cintaku untukmu.”

” Eottokhae oppa? Aku harus bagaimana? Aku seperti wanita jahat yang terus menerus menyakiti Siwon oppa. Meskipun aku memeluk Siwon oppa,tetap saja aku terus memikirkanmu, senyummu,semua tentangmu.”

” Siwon oppa, dia terlalu baik untukku oppa. Aku hanya wanita jahat yang sampai saat ini masih mebcintaimu. Aku tidak bisa oppa.. Aku hiks…”

“Seperti orang bodoh aku bersimpuh disini setiap hari dipusaranmu. Menunggu oppa yang pasti tidak akan datang. Meskipun mataku dapat melihat lagi, tapi entah kenapa semua yang terlihat hanya kenangan tentang kita.”

” Kenangan saat kita berjalan sambil berpegangan tangan. Berbagi senyuman, canda, tawa luka bahkan sebuah ciuman yang akan diakhiri dengan pelukan. Sungguh itu terasa menyakitkan oppa.”

Berhenti ! Ku mohon berhenti ! Aku benci semua yang dikatakan Yoona. Ternyata satu minggu tidak cukup untuk menenangkan diri . Semua masih terdengar jelas.

SEPERTI ORANG BODOH YANG BERHARGA BAGIKU ORANG ITU YANG TIDAK AKAN PERNAH DATANG LAGI..
ITU SAJA BAGIKU.. ITU SUDAH CUKUP.

HANYA KENYATAAN BAHWA AKU MENCINTAIMU..
SATU-SATUNYA ORANG YANG TIDAK BISA MELIHATKU MESKIPUN AKU MELIHATNYA..
SATU-SATUNYA ORANG YANG TIDAK BISA MENDENGARKANKU MESKIPUN AKU MEMANGGILNYA..

APAKAH KAU BAHKAN MENGINGATKU??
APAKAH KAU PERNAH MEMIKIRKANKU??
SEKALI SAJA, TOLONG !!!!

SATU-SATUNYA HAL YANG DAPAT AKU LAKUKAN ADALAH MENANGIS.. TAPI SEPERTI ORANG BODOH AKU MENUNGGU..

SILAHKAN DATANG PADAKU SEKARANG !!!
DATANGLAH PADAKU SEPERTI INI..
KEINGINAN TERAKHIRKU HANYA SATU ORANG, KAMU ..

BAGIMU AKU BUKAN SIAPA-SIAPA..
HANYA SEORANG YANG KAMU KENAL..
ITU SAJA BAGIKU, SUDAH CUKUP..
HANYA ALASAN CINTA …

APAKAH KAU PERNAH MEMIKIRKANKU???
KAU CINTAKU SATU-SATUNYA..
HATIKU TIDAK BISA MEMBIARKAN KAU PERGI..
SEBANYAK AKU MENCINTAIMU..
SETIAP DETIK .. SETIAP MENIT..
SANGAT MENYAKITKAN !!!!

**Musim Dingin..

Salju pertama turun malam ini.
Yoona… ?? Bagaimana kabarnya?? Dia pasti suka melihat ini.
Astaga.. Hal sekecil ini saja mengingatkanku padanya.
Aku bahkan tidak kuasa jika tidak tersenyum. Mengingatnya saja rasanya masih sama..
Seperti ada ribuan kupu-kupu yang bertebaran diperutku..

” Hey kenapa kau disini tidak memakai mantelmu, ? Ckkckk kekanakan.” aku tetap diam ketika dia memasang mantel ditubuhku.

Dia berdiri didepanku, melingkarkan tanganku dipinggang rampingnya ( back hug)

Bukankah kita romantis? Melihat salju pertama turun sambil berbagi pelukan.
Cukup lama kita berada diposisi seperti ini. Sampai kemudian dia membalikkan badannya, dihadapanku.
Mengalungkan tangannya dileherlu, dia menatapku dengan lembut.

” Siwon oppa, katakanlaj jika oppa baik-baik saja ! Tolong katakan itu !”

” Aku tidak cukup kuat lagi seperti ini. Aku mohon lupakan Yoona ! Lupakan wanita bodoh itu !” aku menggeleng kuat, menolak.

“Ak-..” ucapanku terpotong dengan ciumannya dibibirku.
DEG.. DEG.. DEG.. Sial jantungku seperti berdemo sekarang.

” Siwon oppa lupakan Yoona, jebal. Lupakan semua yang telah tetjadi. Dan ayoo bukalah lembaran baru denganku.”

” Apakah aku terlambat memintanya seperti itu? Maafkan aku oppa jika semua sudah terlambat. Aku yang tidak menyadari betapa baiknya dirimu.”

” Yoongie mencintaimu oppa. Yoongie mencintaimu. Cukup Yoona saja yang bodoh yang baru menyadari ketika oppa pergi meninggalkanku.”

” Yoongie tidak mau kehilangan oppa , karena yoongie tahu betapa sakitnya kehilangan. Yoongie yakin tidak cukup kuat lagi untuk merasakan kehilangan untuk kedua kalinya.”

” Apa oppa mau menerimaku yang baru menyadarinya ketika melihat oppa menangis, ketika melihat oppa pergi. Aku mencintaimu oppa.”

” Meskipun aku tetap seorang Im Yoona yang pernah menyakitimu. Tapi setidaknya ijinkan aku sebagai Yoongie untuk memulainya kembali denganmu. Mengubur masa lalu yoona dengan kenangan Lee Donghae. Dan membuka lebaran baru, dimasa depan ini sebagai Yoongie dengan membuat setiap moment yang berharga tentang kita.”

Aku tersenyum bersamaan dengan air mataku yang jatuh perlahan. Ya, penantianku kini terbalaskan

” Terimakasih Yoong, terimakasih untuk kesempatan ini.” kita sama-sama saling menghapuskan airmata masing-masing.

” Aku mencintaimu, Im Yoona. Aku mencintai segala hal tentang dirimu. Tidak peduli sebagai Yoona ataupum Yoongie. Aku tetap mencintaimu dari dulu, hari ini, esok, lusa dan sampai berhentinya detak jantungku. Aku akan tetap mencintaimu hingga aku terlahir kembali dikehidupan kedua nantinya. Begitu dengan seterusnya aku akan tetap mencintaimu.”

” Tolong, ingatlah aku yang hanya melihat padamu. Yang hanya merindukanmu. Aku tidak akan melupakanmu apalagi meninggalkanmu. Aku mencintaimu, dan membutuhkanmu.”

” Ne, nado arra oppa”

Aku langsung menciumnya lembut. Ya kita berbagi ciuman manis nan dalam.. Menyalurkan perasaan masing-masing. Mengulum, bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Aku menyesapnya lembut, menarik semua rasa manis bibirnya.. Saling beradu lidah.. Bertukar saliva masing-masing..
Sungguh ini luar biasa rasanya.
Akhir yang membahagiakan bagi seorang Choi Siwon Dan Im Yoona.

End..

Heuhhhhh ini tangan rasanya kram semuanya.. Waoww ff terpanjang ini..
Jangan lupa L+C !!
sorry for typo :v

Readers pintar akan meninggalkan jejak !!
Jika responny baik next time langsung lanjut My Yeoja !!

Terima kasih buay Berta eonni yang sudah mau berpatisipasi dalam ff ini yaitu dg Poster kerennya yang luar biasa menakjubkan.. Dan juga buat menyediakan lapakmu untuk post ff abal-abalanku..

Terima kasih juga buat readers yg selalu setia tanya lewat bm.. Aws ajh kalo sampai kgk baca ,, aku tabok pake sendal swallony sehun hihi *plakk

Advertisements

53 thoughts on “[FF] That One Person, You

  1. akhir yang membahagiakan walaupun awalnya cinta siwon oppa bertepuk sebelah tangan tapi akhirnya yoona eonnie menyadari cinta siwon oppa dan membalas cinta siwon oppa.kerennnnnn ceritanya…
    4 jempol.buat authornya 🙂

    Like

  2. Happy ending yeayy,, cinta siwon oppa terbalaskan walaupun awalnya friendzone wkwk. Hai kak izin baca ff di blog ini yaa salam kenal readers baruu hehe

    Like

  3. Akhir yg baik utk hubungan siwon oppa & yoong eonni, meskipun awalnya hanya cinta sepihak akhirnya cinta wonppa gk sepihak lgi (terbalaskn). Good, good, good. Feelnya dpt bgt hmpir aja nangis bcany 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s