[FF] My Yeoja – Part 4

Title : My Yeoja

Author: Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Other Cast : Find by yourself

Genre : Romance, Comedy (maybe), friendship, family, Nc ( maybe)

Rating : 17+

Poster : Berta Yoonwonited/ xoloveyoonwon

* Hanya sebuah imajinasi yang aku tuangkan dalam imajinasiku*
* Don’t copy paste tanpa minta ijin ne, setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati*

Part 4

My Yeoja4a.jpg

Happy Reading !!!

****

* Hyundai Departement Store *

Sepanjang perjalanan menuju ruang kerjanya, Siwon sedikit merasa ada yang janggal dengan informasi yang baru ia terima dari sekertaris Park barusan.

Ya jantungnya nyaris copot, ketika ia tahu Appa-nya telah menunggunya.
Tidak biasanya Appa-nya datang menemuinya secara langsung.
Bahkan Appa-nya sudah berada diruangannya sejak setengah jam yang lalu.

Banyak asumsi-asumsi yang menari-nari dikepala pintarnya.
Tentang keberadaan Appa-nya itu dikantor.
Seingatnya tidak ada masalah apapun yang terjadi di perusahaan.

Siwon tidak sedikitpun menanggapi beberapa pegawainya yang menyapanya dan memberinya hormat.
Ia tetap berjalan dengan langkah lebarnya semakin cepat.
Ingin segera sampai keruangannya.

” Sajangnim Tn.Choi sudah menunggu anda didalam sejak setengah jam yang lalu.” lapor sekertaris Park jungsoo.

“Bodoh ! Seharusnya kau memberitahuku lebih awal.” umpat Siwon.

“Maafkan saya sangjanim, tapi Tn.Choi yan-..”

Siwon berlalu begitu saja meninggalkan sekertaris Park yang sebenarnya ingin mengutarakan alasannya tadi.

Meskipun sudah terbiasa dengan sikap acuh, arogan bossnya tetap saja jauh didalam sanubarinya sekertaris Park merasa kesal.

Bagaimana tidak? Pagi-pagi bukannya mendapatkan sapaan manis ini malah mendapatkan umpatan dari boss-nya.

” Appa..” panggil Siwon.

” Appa pikir kau tidak datang.” jawab Tn.Choi tegas.

” Tidak ada alasan yang mengharuskan aku untuk tidak bekerja.” ujar Siwon santai.

Tn. Choi tersenyum mendengar ucapan anaknya.

” Ternyata uri Siwon sudah dewasa sekarang. Namun sayang kau tidak pernah memperkenalkan siapa kekasihmu kepada Appa.”

” Bukannya tidak Appa tapi belum.”
Siwon mulai mengerti alur pembicaraan ini.

” Itu bukan jawaban yang Appa ingin dengar. Apa perlu Appa membantumu mencarikankan teman kencan?” ujar Tn. Choi sarat akan kecewaan.

” Cih.. Aku pikir aku cukup tampan dan tidak perlu menerima bantuan murahan itu. Jika kedatangan Appa ingin membahas tentang perjodohan atau apapun tentang teman kencan, lebih baik Appa pulang.” cibir Siwon.

” Jika tidak ingin, bawa kerumah kekasihmu. Sudah satu tahun lamanya Appa membiarkanmu menentukan kehendakmu sendiri. Kali ini dengarkan Appa, pulanglah kerumah malam ini. Ingat Siwon umurmu itu sudah cukup matang untuk membina sebuah rumah tangga.” titah Tn.Choi tegas

” Aku tidak mau pulang dan melakukan hal konyol seperti yang dulu-dulu. Jika waktunya sudah tepat aku akan memperkenalkan pedampingku kelak langsung didepan Appa dan Eomma. Terimakasih atas kunjungannya, aku pikir aku harus mulai kerja Appa.”Pengusiran secara halus.

” Pulanglah kerumah jika tidak ingin membuat Eommamu sedih.” Tn.Choi lalu pergi.

“Sial! Aku bisa gila dengan semua ini.” teriak Siwon frustasi.

Siwon kesal dengan kedua orang tuanya yang selalu saja menjodohkannya dengan anak relasi bisnis kedua orang tuanya.
Baginya itu sebuah lelucon.
Karena , semua itu akan berakhir sia-sia belaka.

Percuma saja ia menerima tawaran itu jika ia sudah memiliki kekasih keturunan para dewi.
Namun Cantik saja bukanlah patokan tolak ukur untuk menjadi menantu dikeluarga Choi.

Ada banyak pertimbangan-pertimbangan bagi Siwon untuk tetap masih merahasiakan kekasihnya sampai saat ini . hanya satu orang yang tahu yaitu sepupu sekaligus orang kepercayaannya.

Ada banyak hal yang belum ia ketahui tentang kekasihnya.
Ia tidak bisa secara paksa bertanya mengenai ini – itu kepada Yoona.
Baginya Yoona terlalu banyak misteri dalam kehidupannya dimasa lalu.

Terlepas dari itu semua, ia sudah terlanjur terikat oleh sebuah janji untuk tidak mencari tahu asal-asul Yoona sebelum bertemu dengannya.
Ia dituntut harus menjadi lelaki yang teguh dalam memegang janjinys agar tidak dianggap sebagai pecundang.

Yang bisa ia lakukan selama ini adalah menunggu, menunggu sampai Yoona siap dengan suka rela menceritakan tentang jati dirinya.

 

 Flashback

Brakkkkkkk..

Dentuman keras terdengar dari pintu yang dibuka secara kasar, jika diukur dari golongan seorang yeoja.

Yoona tersangka utama yang membuat kegaduhan siang itu.
Siap mendemostrasikan amarah yang dibalut kekecewaan dalam hatinya.
Tanpa memperdulikan keadaan sekitar, dan berada dimana ia sekarang.

Amarah yang mengendalikan dirinya untuk bertindak anarkis seperti itu melupakan sejenak gelar princess yang diberikan para fans-fans terutama fanboysnya selama ini.
Menyampingkan keanggunan serta kelembutan yang ada pada dirinya.
Menyisihkan raut marah dengan sorot mata tajam penuh kebenciaan akan kekecewaan.

Mata rusa yang selalu berbinar itu sirna ditelan akan kesedihan yang menyimpan kesakitan sarat akan ketakutan.

Yoona benar-benar merasa menyedihkan. Ia benci dengan tindakan kekasihnya yang baru saja ia kencani satu bulan yang lalu.

” APA MAKSUDNYA INI CHOI SIWON?”
teriaknya membahana sambil melempar banyak foto yang menampilkan wajahnya sendiri. Ada pula saat ia bersama Luhan, teman-temannya dan beberapa teman lelakinya.

Foto-foto itu sepertinya diambil secara diam-diam. Karena hasil dari gambar itu ada beberapa yang posisinya tidak diambil secara tepat.

Yoona jelas marah dengan tindakan Siwon yang menyuruh seseorang untuk menguntitnya. Beruntung ia segera mengetahui penguntit itu dengan sedikit bantuan Luhan.

Penguntit itu menceritakan semuanya tentang apa saja yang diperintahkan Siwon untuk mengorek informasi tentang dirinya dengan bayang-bayang ancaman dan beberapa pukulan dari Luhan.

“Baby aku bisa menj-…”

” APA KAU MAU MENJELASKAN APA, HAH?”

“Baby, tolong dengarkan ak-…”

” KAU MEMBUATKU TAKUT, CHOI SIWON. AKU NYARIS TIDAK PERCAYA KAU BISA MELAKUKAN TINDAKAN MURAHAN SEPERTI INI. AKU PIKIR KAU.. KAU BISA AKU JADIKAN TEMPAT UNTUK HATIKU TINGGAL, TEMPAT UNTUK MEMBUATKU NYAMAN. TAPI APA YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU. KAU MENYURUH SESEORANG UNTUK MENGUNTIT KEKASIHMU SENDIRI. SEBENARNYA APA YANG KAU CARI DARIKU?”

” DISAAT AKU MULAI BELAJAR MENERIMA KEHADIRANMU SEBAGAI SATU-SATUNYA, KAU MALAH MERUSAK SEGALANYA. AKU PIKIR KAU BERBEDA DARI MEREKA..BUKANKAH KAU TAHU AKU BENCI DENGAN MEREKA YANG MENCOBA MENCARI TAHU SIAPA AKU SEBENARNYA. TENTANG AKU.. ATAUPUN SEMUA MASA LALUKU. TAPI KENAPA KAU MELAKUKANNYA?”

“KENAPA KAU MELAKUKANNYA? DISAAT AKU MULAI BELAJAR MEMBERITAHUMU TENTANG SIAPA AKU..APA KAU TIDAK TAHU SEBERAPA SAKITNYA AKU MENYEMBUNYIKANNYA SELAMA INI. DAN SEKARANG DENGAN TINDAKAN MURAHANANMU ITU, KAU BERHASIL MEMBUATKU KEMBALI MERASAKAN SAKIT SEMAKIN BANYAK.”

Nafas Yoona tersenggal-senggal setelah meluapkan segala amarah serta emosinya.

“Siwon oppa,aku kecewa kepadamu.” ujar Yoona lirih

Ruangan itu hening seketika. Beberapa orang yang ada disana masih terlihat shock bercampur bingung.
Setelah menyaksikan seorang yeoja yang tiba-tiba datang secara anarkis dengan membuka pintu secara kasar, lalu melempar banyaknya foto tepat diwajah pemimpin mereka.

Hey siapa dia?
Kenapa berani sekali bertindak tidak sopan dengan atasannya?
Membentak, bicara keras, itu bukanlah hal yang patut dilakukan kepada atasannya?
Tapi, tunggu tadi yeoja itu menyebutkan dirinya sebagai kekasih atasannya, benarkah demikian?

Setidaknya itulah beberapa pertanyaan yang bersarang dikepala mereka semua yang berada diruang itu.
Ruang yang dibiasanya dipakai untuk rapat.

Siwon mendekati Yoona yang kini tertunduk dan terisak pelan.
Bahunya naik-turun seirama dengan keluarnya isak tangis dari bibirnya.

“Baby, aku mohon beri aku kesempatan untuk bicara.”

“Kau..hiks jahat oppa, hiks.. Kau jahatt hikss..” ucap Yoona tersendat tangisnya.

” Ne.. Ne.. Oppa jahat. Tapi dengarkan oppa dulu, arra!” ucap Siwon setelah merengkuh Yoona.
Yang langsung dihadiahi sebuah pukulan didada bidangnya.

Siwon, lelaki itu bingung harus memulainya dari mana.
Keadaan yang sedang rapat sekarang benar-benar tidak menguntungkan.
Banyak bisikan-bisikan mulai terdengar ditelinganya dan itu membuatnya kesal sekaligus malu.
Secara selama ini ia terkenal dengan sikapnya yang keras, arogan, tetapi menjadi lembut seperti ini karena Yoona.

Ternyata bisikan-bisikan itu juga terdengar ditelinga Yoona, membuatnya tersadar jika ia tidak hanya berdua saja diruangan ini.
Sedikit melirik melalui ekor matanya Yoona dapat melihat jika diruangan ini ada banyak orang.
Astaga.. Ia baru saja membuat sebuah pertontonan gratis tentang tindakan anarkisnya.
Aigoo.. Sungguh malu sekali.

Satu-satunya cara untuk menyembunyikan wajah malunya adalah dengan menenggelamkan wajahnya didada bidang Siwon.

” Oppa.. Aku baru tahu disini banyak orang. Lakukan sesuatu oppa, jebal. Ini memalukan” ucapnya nyaris berbisik.

“Ehem..”
Siwon berdehem terlebih dahulu. Mengembalikan ketegasannya sebagai pemimpin.

“Rapat kali ini cukup sampai disini. Kalian semua bisa keluar dari ruangan ini”

Namun mereka semua seakan hanyut dalam pertontonan seperti yang ada di drama-drama, yang tersaji didepan matanya dengan Choi Siwon dan seorang yeoja cantik sebagai pemeran utamanya masih bergeming ditempatnya tanpa mengindahkan perintah atasannya.

” YAKK APA KALIAN TIDAK MENDENGARKANKU, HAH ? CEPAT PERGI SEBELUM AKU MEMECAT KALIAN SEMUA.” bentaknya dingin

Siwon yang arogan kini kembali.

Tatapannya menajam menyeluruh kesemua mata yang ada diruangan itu.
Membuat mereka semua langsung lari terbirit-birit.

Secara pelan-pelan Siwon melepas pelukannya.
Ditatapnya Yoona dengan penuh kelembutan.
Ia tersenyum manis berharap Yoona sedikit tenang.

” Sekarang izinkan aku berbicara, menjelaskan semua tindakanku yang kau anggap murahan itu.”

“……”

“Jujur Yoona, aku melakukan semua itu karena ingin mengenalmu lebih dekat dan dalam. Aku tidak bermaksud apa-apa.”

“Aku tidak tahu jika caraku itu membuatmu, marah, kecewa apalagi sakit. Tidak baby, aku tidak pernah bermaksud membuatmu seperti itu.”

“Maafkan aku baby, jika caraku ini salah. Aku hanya ingin tahu semua tentangmu, tentang duniamu agar aku bisa mengimbangimu.”

“Sebelumnya aku pernah bertanya mengenai siapa dirimu sebenarnya, tapi kau hanya diam membisu. Sungguh itu membuatku frustasi. kau kekasihku, akan sangat lucu jika aku tidak tahu apa-apa tentangmu.”

“Aku ingin mengenalmu lebih dekat dan lebih dalam, itulah mengapa aku melakukan tidakan murahan itu.
Aku mencintaimu, Yoona.
Benar-benar menyakitkan disaat kau sudah menjadi kekasihku tapi masih pergi jalan dengan teman-teman lelakimu. Itulah mengapa aku melakukan tindakan murahan itu agar aku tahu siapa saja mereka yang masih menggodamu. Dan aku bisa menyuruh mereka untuk berhenti mendekatimu, meskipun itu sulit tapi aku tetap melakukannya dengan caraku sampai mereka benar-benar berhenti.”

” Aku mohon baby, ceritakan semua tentangmu agar aku tenang dan tidak takut jika suatu saat nanti seseorang dimasa lalu mu hadir, kau tidak akan meninggalkanku.”

” Aku tahu selama ini kau memberi jarak untukku mengenalmu lebih jauh, kau menyembunyikan jati dirimu karena aku tahu ada luka yang kau rasakan. Aku hanya ingin tahu separah apa luka itu, agar aku bisa membantumu mengobatinya. Aku mencintaimu, Yoona. Aku mohon maafkan lah tindakan murahanku.”

” Aku rasa, aku juga mulai mencintaimu oppa. Maka dari itu aku minta tolong.Bisakah, aku menjadikanmu tempat untuk hatiku tinggal, Tempat untuk membuatku nyaman. Bisakah oppa bertahan bersamaku?” tanya Yoona parau.

Siwon mengangguk mantap, berkali-kali.

” Terimakasih oppa. Ku mohon berjanjilah untuk berhenti mencari tahu tentangku. Berjanjilah untuk tidak mengungkit tentang masalaluku. Suatu saat nanti aku akan menceritakan semuanya.
Dan aku akan belajar dengan pelan-pelan memberitahumu tentangku. Aku mencintaimu, oppa.”

” Ne, aku berjanji Yoong. Tapi, bolehkan aku meminta sesuatu kepadamu?.”

” Apa ? Katankanlah ! Selama aku mampu akan ku beri, oppa.”

” Jauhi semua laki-laki yang ingin mendekatimu. Kau satu-satunya milikku dan jadikanlah aku satu-satunya milikmu.”

“Baiklah, oppa. Kau satu-satunya untukku sekarang. Mulai saat ini kaulah satu-satunya kekasihku. Tapi tolong, jagalah selalu janjimu.”

” Kau tidak perlu khawatir. Aku akan memegang janjiku, terimakasih Yoona-ya.” ucap Siwon tepat didepan bibir Yoona.

Tidak menunggu lama bibir keduanya lalu menyatu dalam sebuah ciuman manis penuh cinta.

 

 flashback End

 

****

 

Im Yoona, bagaimana caranya ia meyakinkan Yoona agar bersedia bertemu kedua orang tuanya?
Yoona selalu menolak, dan memiliki seribu alasan untuk tidak melakukan hal itu.
Dan dari sekian ribu alasan itu ada beberapa yang bisa diterima oleh logika Siwon, yang justru
Membuatnya mengalah karena takut kehilangan.

 

 FlashBack

“Yoongie…” panggil Siwon lirih

“Hmmmm..” jawab Yoona tidak kalah lirih.

Matanya masih terpejam, menikmati sisa-sisa orgasme.
Tubuhnya merasa lelah setelah permainan panasnya bersama Siwon barusan.

“Ahhh..Oppa..” desah Yoona ketika Siwon menggeratkan pelukannya.
Membuat juniornya yang masih berada didalam Yoona bergerak.

“Bagaimana ini baby, aku ingin membuatmu kembali mendesahkan namaku.” dengan jahil Siwon menggerakkan pinggulnya.

“Choi aHhh.. Shh iwon berhenti.”

“Hhehee.. Aku mencintaimu.”

Siwon mencium kening Yoona lama.

“Aku juga mencintaimu, oppa.”

“Yoona, bisakah besok kau ikut denganku?” tanya Siwon seraya menatap lekat Yoona.

“Kemana oppa?” tanya balik Yoona.

” Makan malam dirumahku, aku ingin memperkenalkanmu kepada kedua orang tuaku, baby.”

Yoona menunduk, menghindar dari tatapan Siwon.

“Aku belum siap, oppa.” jawaban Yoona membuat Siwon kecewa.

“Siwon oppa, ku mohon jangan marah. Jika nanti aku sudah siap aku pasti mau. Jujur aku takut oppa.”

” Apa yang kau takutkan baby?”

” Keluargamu. Bagaimana jika mereka tidak merestui kita?”

” Ada aku yang selalu menggenggam tanganmu, baby. Aku yakin mereka akan merestui kita.”

“Sayangnya aku tidak oppa. Keluarga oppa itu terpandang, sedangkan aku.. Aku tidak punya siapa-siapa disini. Ditambah lagi kita dulu bertemu disebuah bar. Dan aku juga pernah menjadi penari bar.”

” Aku takut setelah mereka mengetahuiku, mereka tidak bisa menerimaku. Mereka pasti marah jika tahu kita tlah tinggal bersama selama ini.”

” Mereka pasti marah, jika tahu oppa yang menghidupiku selama ini. Lagipula aku belum berpikiran untuk menikah maksudku tidak diwaktu dekat ini. Maaf membuatmu kecewa, ada banyak hal yang aku takutkan tentang kita.”

“Pikirkan sekali lagi oppa. Aku tidak mau kita gegabah mengambil keputusan, yang hasilnya hanya akan membuat kita berpisah. Aku tidak mau.”

 Flashback End

 

 

Siwon pov

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Astaga memikirkan Yoona barusan membuatku tidak fokus dengan pekerjaanku kali ini.
Aku tidak menyangka, dengan memikirkan Yoona saja sangat menyita waktuku.

Tidak, kau tidak boleh seperti ini Siwon. Kau harus percaya pasti ada cara untuk mengatasi semua ini.
Percayalah niat baik, akan selalu berakhir baik.

” Masuklah sekertaris Park.” kataku setelah mendengar ketukan pintu itu semakin keras.

“Permisi sajangnim, ini beberapa berkas yang harus anda tandatangani.” ujar sekertaris Park.

“Ah, ne. Hyung.” ya jika hanya berdua seperti ini aku memanggilnya hyung.

Park Jungsoo atau yang lebih suka dipanggil Leeteuk ini adalah sekertarisku.

Bisa dibilang dia salah satu orang kepercayaan Appa dan aku.
Dia juga tahu seluk beluk tentang hubunganku dengan Yoona.
Selama ini dia selalu setia kepadaku, terlepas dari sikapku yang suka semena-mena atau lebih tepatnya kejam padanya.

“Hyung.” panggilku ketika dia mulai melangkah keluar.

“Ne, apa anda perlu sesuatu?” tanyanya masih menggunakan bahasa formal.

Aku benci dengan itu, haruskah aku berulang kali mengatakan kepadanya jika hanya ada aku dan dia tidak perlu menggunakan bahasa formal.

” Mianhae atas sikapku tadi pagi.”

“Gwaenchana Siwon-ah hyung sudah terbiasa.”

” Baguslah jika seperti itu.”

Dia menggelengkan kepalanya menghadapi sikapku yang mungkin dibilang menyebalkan.

Siwon pov end

 

****

 

* Kediaman Kwon *
Yuri menghela nafas kasar ketika kakinya menginjak di Rumah mewahnya.

Beberapa maid menyambut kedatangannya dengan senang.

” Fany-ah akankah kita menemukannya disini ?” tanya Yuri kepada Tiffany sepupunya.

“Aku percaya Yul, kita pasti menemukan adik manis kita. Sudah terlalu lama kita berpisah.” jawab Tiffany yakin.

“Aku merindukannya, sangat merindukannya.” tangis Yuri pecah mengingat adik manisnya yang tlah lama menghilang.

Kurang lebih selama 3tahun mereka berpisah. Selama 3tahun pula Yuri mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari adik manisnya itu.
Namun hasilnya hanya menuai kekecewaan.
Membuatnya seakan tidak berguna sebegai seorang Eonni.

“Kau pikir hanya kau yang merindukannya selama ini. Aku juga sangat merindukannya, Yul.” Tiffany ikut menangis dalam pelukannya bersama Yuri.

” Istirahatlah, nanti sore kita akan bertemu dengan Sica.”

Yuri mengangguk dalam pelukan Tifffany.

 

****

 

*Kyung Hee University
” Astaga.. Astaga apa mataku ini tlah buta ? Hey teman-teman lihatlah seorang Im Yoona mulai kehilangan fashion-nya. Bukankah matahari sangat terik, kenapa dia memakai syal,?” ujar Jiyeon memancing emosi Yoona.

Jiyeon salah satu musuh bebuyutan Yoona dikampus.
Tidak, sebenarnya Yoona tidak mau berurusan sedikitpun dengan Jiyeon.

Jiyeon sendiri yang selama ini mengusik ketenangan Yoona.
Alasannya karena iri dengan kepopuleran Yoona, ia merasa tersisih dengan kehadiran Yoona.

Banyak namja dikampus yang mencintai Yoona. Menjadikan Yoona sebagai tipe idealnya.
Begitu juga dengan Krystal, namun bedanya Krystal orangnya lebih dingin, membuat para namja tak banyak yang berani mendekatinya.
Dan itu membuat Jiyeon merasa muak.

Ya, Yoona dan Krystal, dua yeoja yang dieluh-eluhkan di Kyung Hee.
Apalagi mereka berdua sangat akrab dan bersahabat dengan Luhan. Salah satu namja terpopuler di Kyung Hee.

3 sahabat yang memiliki pesona masing-masing itu mampu menarik perhatian semua anak adam yang ada di Kyung Hee.

” Ckkckk.. Kenapa kau diam Im Yoona? Apa suaramu tlah habis karena kegiatanmu semalam diranjang” Ujar Jiyeon tidak jera memancing emosi Yoona.

Yoona hanya menyunggikan senyum tipis disudut bibirnya.
Namun mampu melelehkan hati Suho dan Chanyeol ketika melihatnya.
Dua namja tampan, yang juga banyak disukai banyak yeoja di Kyung Hee salah satunya Yura dan Nana para dayangnya Jiyeon.

Krystal yang mulai geram mendengarnya, berdiri dari duduknya. Tangannya terasa gatal ingin segera menampar wajah Jiyeon karena tlah melecehkan Yoona.

Jika saja ia bisa, ingin sekali Krystal merobek mulut Jiyeon dengan tangannya sendiri.
Namun baru saja tangannya terangkat untuk menampar wajah Jiyeon, tangan satunya terlebih dulu dipegang Yoona.

” Waeyo? Kenapa kau menahannya? Apapakah semua yang aku katakan itu sebuah kebenaran.” ujar Jiyeon sinis.

Yoona tetap tersenyum, senyum meremehkan. Melihat itu Jiyeon merasa terbakar amarahnya.

“Kau bertanya kenapa aku menahannya? Cih, tangan Krystal terlalu berharga untuk menyentuh orang seperti dirimu.” Cibir Yoona.

“Yoona-ssi memang orang seperti apa Jiyeon itu?” tanya polos Yura.

Yoona menyeringai mendengarnya.

” Hey Jiyeon-ssi temanmu sedang bertanya, tidakkah kau ingin menjawabnya?”

Jiyeon naik pitam mendengarnya. Tanpa aba-aba tangannya meraih syal Yoona namun dengan segera tangannya ditahan Yoona.

Yoona sedikit gugup dengan tindakan Jiyeon barusan.
Bagaimana jika syalnya terlepas ?
Sudah pasti ia akan dipermalukan Jiyeon habis-habisan.

Jiyeon yang menangkap kegugupan Yoona , tersenyum evil .
Berbeda dengan Krystal yang mulai panik.

Jangan sampai syal itu terlepas.
Tangannya segera mendorong tubuh Jiyeon namun naas akibat dorongan Krystal, Jiyeon semakin erat menarik syal Yoona.
Membuat Yoona terbatuk, tercekik.

” Ya Jiyeon-ssi jauhkan tanganmu dari bidadariku!” seru Chanyeol panik.

“Kau menyakiti Yoona, bodoh!” umpat Suho.

Chanyeol dan Suho segera mendekat ke bangku Yoona.
Berusaha membebaskan Yoona dari serangan macan betina.

“Kalian tidak perlu sepanik itu, tidakkah kalian ingin tahu apa yang ada dibalik syal ini? Kalian pasti akan terkejut jika tahu bahwa Yoona tidak sepolos yang kalian pikir.” ujar Jiyeon membuat Chanyeol dan Suho penasaran.

“Uhuk..uhukk.. Le-pas ” ujar Yoona terbatuk-batuk.

Tangannya masih memegang erat syalnya ketika Jiyeon semakin kencang menarik syalnya.

” YA Jiyeon-sii kuperingatkan sekali lagi . Lepaskan tanganmu atau tanganku akan benar-benar melayang diwajahmu.” teriak Krystal sambil mencoba melepaskan tangan Jiyeon.
Yura dan Nana lalu menghalangi Krystal agar tidak bisa melepaskan tangan Jiyeon

” YAKK JANGAN IKUT CAMPUR KALIAN JIKA TIDAK INGIN MENYESAL!” Teriak Krystal memperingati Yura dan Nana seraya melemparkan tatapan dinginnya.
Membuat Yura dan Nana membeku, terdiam seketika.
Terlalu takut menghadapi ice glare baby Jung itu.

” Kenapa kau takut untuk melepaskannya Im Yoona ? Apa kau takut mereka akan tahu kelakuan jalangmu dibalik wajah polosmu.” Jiyeon semakin gencar memojokkan Yoona tanpa peduli keadaan Yoona yang mulai sulit bernafas.

Luhan yang baru masuk, mendapati keadaan Yoona seperti itu langsung berlari menghampiri Yoona.

” YAK kau pikir apa yang kau lakukan, HAH?” Luhan segera melepaskan tangan Jiyeon secara paksa lalu mencengkramnya kuat.
Membuat Jiyeon merintih sakit.

“Appo.. Luhan oppa”

“Aku akan benar-benar mematahkan tanganmu, jika aku melihatmu sekali lagi menyakiti Yoona.” ujar Luhan dingin lalu melepaskan tangan Jiyeon secara kasar.

“Yoona-ya gwaenchana?” tanya Luhan khawatir.

Semua mata yang ada diruang itu merasakan takut serta takjub dengan tindakan Luhan, khususnya para yeoja.

“Yak Chanyeol-ssi.. Suho-ssi kenapa kalian diam saja. Cepat carikan minum.. Ckck mengaku menyukai Yoona tapi tindakanmu tidak mencerminkan sama sekali sebagai namja yang menyukai Yoong.” cibir Krystal.

Chanyeol dan Suho lalu bergegas mencarikan minum.

” Yoong, gwaebchana?” tanya Krystal tak kalah khawatir.

Dengan menganggukkan kepala sambil terus terbatuk Yoona menjawab.

“Ini minumlah !”

Yoona langsung meminum air mineral pemberian Chanyeol, yang sebelumnya tutup botolnya dibuka Luhan.

” Gomawo, Chanyeol-ssi.” ujar Yoona lembut sambil tersenyum.
Membuat hati Chanyeol berbunga-bunga.

” Cheonma, lain kali kita akan melindungimu lebih baik lagi.” ujar Chanyeol tulus.

” Cih, tidak perlu. Kalian sungguh tidak berguna sama sekali.” sahut Luhan.

” Yaaaa apa yang kau bilang ?” seru Suho tidak terima.

“Ada apa ini ? Kembalilah ditempat masing-masing!” titah Jung Seosangnim dingin.

Kakak dari Krystal itu memberi efek yang mematikan selama mengajar.
Dengan aura dinginnya itu mampu melumpuhkan kegaduhan yang biasanya terjadi.

 

***

 
Yoona, segera dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan dari Luhan dan Krystal saat ketiganya berada dikantin kampus.

” Yoong, apa semalam kau melakukannya dengan Siwon oppa?”

” Yoona-ya, tidak baik jika kau terus menerus menuruti Siwon. Jangan membuat posisimu sulit seperti ini. Bagaimana jika aku tidak segera datang”

” Benar yang dikatakan Luhan, Yoong. Nafasku nyaris tercekat saat Jiyeon mau melepas syal mu tadi.”

” Aku akan memarahi Siwon oppa, jika dia terus-menerus membuatmu sulit seperti ini.”

” Gwaenchana ini yang terakhir. Terima kasih telah mengkhawatirkanku.” jawab Yoona tulus.

Tuk !
Luhan menjitak kepala Yoona pelan.
Namun reaksi Yoona terlalu berlebihan membuat Krystal mendengus sebal.

” Awh.. Appo Luhan-ah..” ujar Yoona sambil mengelus kepalanya.

“Krystal-ahhh.. Luhann memukul kepala cantikkuuuuu” adunya dengan aegyo ke Krystal.

” Ckck berlebihan.” desis Krystal.

“Yoona-ya, dengarkan aku baik-baik.
Berhentilah berbuat mesum dengan Siwon. Ini demi kebaikanmu.”

” Gwaenchana Luhan-ah aku selalu bermain aman.”

Sakit hati Luhan, mengetahui Yoona sudah sejauh itu berhubungan dengan Siwon.

Yoona tersedak saat matanya melihat seseorang yang sangat ia rindukan selama ini.
Matanya menyipit menatap seseorang itu yang hanya terlihat dari samping.

Jatungnya tiba-tiba berdegup dengan cepat. Ketika ia semakin mengenali bentuk wajah itu.

” Yoona-ya gwaenchana? Pelan-pelan makannya!”

” aigoo Yoong, makanlah dengan hati-hati aku tidak akan meminta makananmu.”

Teguran dari Luhan dan Krystal tidak Yoona hiraukan sedikitpun.
Ia langsung berlari saat melihat seseorang itu melangkah pergi.

Sepontan Luhan dan Krystal memekik kaget dengan aksi Yoona yang tiba-tiba lari.

Yoona terus berlari sambil matanya menatap liar kearah sekitar.
Gara-gara kelangahannya, tidak sengaja menabrak beberapa orang yang berada dikoridor kampus. Membuatnya kehilangan jejak seseorang yang ia rindukan itu.

“Sial. Aku yakin itu dia” umpatnya dalam hati

.

.

Tbc.

 

Selamat malam..
Kembali hadir dengan Ff Abal-abalanku My Yeoja..
Adakah yang menantikannya?
Aku harap ada hhhehe

Jangan lupa pada Comment dan Like yethh !!
Jangan lupa juga berterima kasih ke berta eonni, yg selalu bersedia menampung ff ku ini.. Hhehe
Gomawo berta eonni :p

Maaf typo bergentayangan atau tidak sesuai dg harapan readers setidaknya aku sudah berusaha melanjutkan ff ini dg berbagai ide gilaku hihi..

Semoga dapat dinikmati,
Dan jadilah readers yang pintar menghargai setiap ff yang dibuat author..

Terimakasih semua yang tlah meluangkan waktunya untuk membaca dan comment !

Comment kalian berarti bagiku, cukup membuatku semangat dalam menulis..
Jujur aku suka comment yg pd suka nebak-nebak sok tahu.. Hihi itu bikin greget sama kyak aku waktu comment2 disetiap ff yg qu baca..

Sampai jumpa di My Yeoja Part 5,

#choiZuazua

Advertisements

163 thoughts on “[FF] My Yeoja – Part 4

  1. Knl yoona gak mau ktemu am org tuanya siwon ??
    Ohhh Jadi yuri @ ka2knya yoona
    Apa yg diliat yoona dikampusnya itu yuri
    Semoga yoona bisa segera bertemu dengan yuri dan tiffani

    Like

  2. penasaran sma masa lalu yoona knp blm bsa terbuka sma siwon??😥😥
    kan kasian siwon pa lg pas yoona tiba”ngamuk pas lg rapat sumpah kocak bgt ksian image siwon jd luntur.😆😆

    Like

  3. Di chap ini udh keliatan intriknya nihh😄 dr msa lalu yoona yg blm diketahui sm siwo trus yuri sm tifany yg lg nyari yoona dan entah knp sampe mereka nyari yoona yah😮😮
    Hrus baca chap selanjutnya ini mahh

    Buat authornya keren bgt buat ffnya tetep syemangat yahh💪💪

    Like

  4. Jadi yoona pernah bekerja di bar, karena sudah berpacaran dg siwon yg kaya sepertinya yoona berhenti bekerja dsna.
    Siapa yg dimksud yuri dan tifany adik yg manis,yoona kh?

    Like

  5. koq yoona smpe sgitunya yha nutupin khidupan kelam ny di masa lalu,,seburuk apa sih kehidupan yoona saat itu??
    penasaran ama yg di kejar yoona,apa mungkin seseorang dari masa lalu ny yha???
    aahh next part..

    Like

  6. Penasaran sma masa lalu yoona eonni, knp yoona eonni gk mau ktmu sma ortu siwon oppa. Gk sbr nih bca next part

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s