[FF] My Yeoja – Part 5

Hay…aku balik lagi bawa lanjutan My Yeoja..

Maaf yah nunggu lama..
Oh ya.. Ternyata udah ada beberapa readers yg bisa nebak siapa adik manis Yuri.. Yeeeeiiii selamat chingu 🙂 *senyummanis

Semakin kesini mungkin alasan mngpa Yoona eonni nyembunyiin masa lalunya sedikit demi sedikit akan terkuak seiring hadirnya tokoh baru hhehe

Terima kasih berta eonni untuk poster yg selalu keren hihi
Terima kasih buat readers yg selalu setia comment hihi
Terima kasih silent readers,.. Aku hargai kok kalian semua.. Aku bersyukur ternyata masih ada yg mau membaca ff-ku ini..

Next part mungkin bakal digembok misalny nanti aq mampu bikin full NC yoonwon, tp kalau nggak mampu yah NC ny diskip, berarti nggak digembok..

Bismillah dulu sebelum baca !!!!

Title : My Yeoja

Author : Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Other Cast : find by yourself

Genre : Romance,friendship,family

Rating : 17+

Poster : Berta yoonwonited/xoloveyoonwon

* Hanya sebuah imajinasi yg ku tuangkan dalam goresan tanganku *

* Don’t crestoran e ne, tanpa minta ijin ! Setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati *

*Typo selalu ada*

Part 5

MY YEOJA 5a.jpg

Happy Reading !!!

****

Yuri pov
Siang ini aku berencana menemui sahabat lamaku .Ternyata waktu berlalu sangat cepat. Terakhir aku bertemu dengannya saat hari kelulusan kita dulu di Paris. Ku dengar dari Tiffany, sepupuku. Sekarang dia menjadi dosen disalah satu Universitas ternama disini.

Dan disinilah sekarang aku berada. Dikantin Kyung Hee. Berhubung ini jam istirahat jadi banyak mahasiswi/mahasiswa yang makan.

“Seandainya salah satu dari sekian mahasiswi yang ada disini ada adik manisku, aku pasti tidak akan sesakit ini.”

“Mungkinkah sekarang kau menjadi mahasiswi sama seperti mereka?” pikirku

“Yakk Yul mengapa kau melamun? Apa kau tidak menikmati makanannya?” tanya Jessica membuyarkan lamunanku.

“Ah gwaenchana Sica-ya. Aku hanya berpikir mungkinkah adikku sudah menjadi mahasiswi sekarang? Aku sangat merindukannya Sica-ya. Alasan kenapa aku Ke Korea sebenarnya bukan hanya urusan pekerjaan. Tetapi untuk mencari adikku juga.”

“Astaga Yul, sejak kapan adikmu menghilang? Aku baru tahu ternyata kau mempunyai seorang adik? Kaget Jessica.

Wajar saja dia kaget karena selama ini aku tidak pernah membicarakan tentang adik manisku itu. Tidak banyak pula mereka yang tahu bahwa aku bukanlah satu-satunya keturunan Kwon.

“Mianhae Sica-ya aku tidak pernah menceritakan tentang adikku selama ini. Dia pergi dari rumah semenjak 3 tahun yang lalu.”

“Kenapa bisa dia pergi? Maksudku apakah tlah terjadi sesuatu hingga membuatnya pergi dari rumah?”

“Ceritanya panjang Sica-ya. Dan itu terlalu sakit untuk ku ingat.” tanpa sadar aku meneteskan airmataku.

“Uljima Yul, aku pasti membantumu untuk menemukannya. Bukankah kau bilang dia ada disini?”

“Terima kasih Sica-ya. Ah sayang sekali Tiffany tidak bisa ikut hari ini.”

“Aku sampai lupa dengan si maniak pink itu. Bagaimana dia sekarang?”

” Sama sepertimu masih cantik dan tidak terlalu tinggi.” godaku tidak ingin terlarut dengan kesedihanku.
Setidaknya tidak saat bersama sahabat yang tlah lama tidak bertemu.

” Yakk percuma kau memujiku jika akhirnya menghinaku juga. Apa kau tidak lihat dirimu sekarang, tetap saja hitam.” serangnya balik.

“Ini sexy tau.”

“Tsk. Dasar kkab Yul.”

Oborolan kali ini harus berakhir sampai disini. Ya, karena ada sebuah pekerjaan yang harus aku kerjakan. Baru saja aku dapat kabar dari Tiffany, bahwa pertemuanku dengan patner kerjaku dimajukan waktunya. Tiffany tidak ikut karena harus mengatur pertemuan kerja sama kita.

“Sica-ya sungguh aku menyesal. Tidak mempunyai banyak waktu untuk mengobrol. Aku harus segera pergi. Banyak pekerjaan menantiku.”

“Ah aku lupa, kau seorang presdir sekarang.”

“Ya begitulah. Aku janji nanti malam aku akan berkunjung kerumahmu bersama Tiffany. Kita makan malam bersama, otte?”

” Arraseo.”

Aku dan Jessica lalu pergi dari kantin ini. Entah kenapa perasaanku sedikit berat meninggalkan kantin ini.

Aigoo ada apa dengan perasaanku?

Yuri pov end
*****
Yoona dengan awas matanya masih memperhatikan sekitarnya. Mata rusanya liar melihat kesana-kemari hingga menemukan satu objek yang mampu membuat lututnya terasa lemas.

Airmatanya mengepul menjadi satu disudut matanya.
Keringat mulai bercucuran dari dahi sampai turun kelehernya yang tertutup syal.
Kedua telapak tangannya berkeringat dengan mengepal sempurna.
Jantungnya berdetak lebih kencang dengan seiring langkah kakinya yang mendekati objek itu.

Yeah objek itu adalah seorang yeoja dengan kacamata hitamnya tepat beberapa meter berada didepannya. Dari gestur tubuh yeoja itu yang nampak dari belakang, mengingatkan Yoona kepada sesosok eonni-nya.

Benarkah itu eonninya?
Benarkah…?
Apa yang harus ia lakukan jika yeoja itu benar eonninya?

Yoona menggeleng kuat.

TIDAK !!

Ini pasti ada kesalahan pada matanya. Yaa mungkin matanya salah mengenali seseorang.
Tidak mungkin itu eonninya.
Tidak mungkin eonninya berada diKorea.
Ya, tidak mungkin eonninya mau repot-repot mencarinya setelah dengan mulut eonninya sendiri menyuruhnya untuk pergi.

Mengingatnya..
Membuat dadanya terasa sesak.
Tetapi..
Ada sebongkah perasaan rindu yang selama ini tersembunyi rapat-rapat. Terpendam dalam-dalam mulai muncul menggelitik hatinya.
Membuatnya seperti orang bodoh tetap mengejar seseorang tanpa suatu kepastian siapa sebenarnya orang itu.

Tunggu ! Kenapa yeoja yang dicurigai sebagai eonninya itu bersama Jessica Jung, dosennya?
Apakah itu sebuah jawaban jika yeoja itu bukanlah eonninya?
Mana mungkin eonninya kenal dengan dosen es itu?
Setahunya eonninya tidak mempunyai kenalan dari Korea semenjak mereka tinggal di Amerika.

Tubuhnya terpaku ditempat. Ketika asumsi-asumsi sepihaknya mulai menari-nari dikepala cantiknya.

Ia mulai takut jika asumsi-asumsi sepihaknya adalah salah besar.
Ia takut jika yeoja itu bukanlah eonninya.
Ia belum sanggup jika menerima kekecewaan yang akan menikam hatinya yang sekarang mulai tergelitik rasa rindu.

Cukup lama Yoona termenung, tidak menyadari jika yeoja itu telah pergi bersama mobilnya yang mulai melaju meninggalkan kampus.

“Yoong, kau ini kenapa? Tiba-tiba lari begitu saja meninggalkan aku dan Luhan?” tanya Krystal yang sekarang berada disampingnya.

“……”

” Yoona-ya gwaenchana? Wajahmu terlihat pucat !” seru Luhan khawatir.

Yoona tetap diam, masih larut akan dunianya. Bahkan lambaian-lambaian tangan Krystal tidak berarti apa-apa.

Luhan dan Krystal saling memandang khawatir.

“Luhan-ah tidak mungkin kan Yoona tersihir menjadi patung seperti ini?” tanya Krystal.

“Memangnya disini ada penyihir ya?” tanya balik Luhan polos.

“Dikampus ini memang ada, penyihir es tepatnya.” lanjut Luhan.

“Ne.. Sepertinya aku kenal?” ujar Krystal.

“Jelas saja, kau kan salah satu keluarganya. Tepatnya sih adiknya”

” Yakk.. Kau pikir siapa yang kau anggap penyihir es itu. Jika Jessica eonni tahu bisa mati kau Luhan-ah.”

“Tahu apa Jungie?” sahut Jessica dingin yang entah kapan berada diantara kita.

“Eon-nie….” gugup Krystal.

” Matilah kau Xi Luhan, mulutmu kenapa bisa bicara seperti itu disembarang tepat” batin Luhan.

Jessica masih menatap Luhan, Krystal, Yoona dengan tatapan esnya. Membuat mereka lebih tepatnya Krystal dan Luhan membeku ditempat.

Yoona.. Tentu saja ia masih menikmati dunia yang ia ciptakan sendiri.

“Kenapa kalian berkeliaran disini? Dan ada apa dengan Yoona?” tanya Jessica sedikit bingung.

“Apa Yoona membuat masalah lagi?” tanya Jessica penuh selidik.

“Tentu saja tidak.” sambar Luhan, ia lalu menyikut Yoona agak keras membuat Yoona mengaduh sakit.

“Yakk Appo..” teriak Yoona kaget.

“Huft kau tersadar juga dari sesi patungmu, Yoong. Sebenarnya kau ini kenapa? Berlari lalu mematung begitu saja. Ckck aneh.” cibir Krystal.

Yoona yang kembali tersadar dari lamunannya, dan otaknya mulai memproses cibiran Krystal barusan.
Langsung menatap Jessica penuh tanya.

“Sica eonni tadi itu siapa? Apakah.. Apakah temanmu?”

“Siapa yang kau tanyakan Yoona-ya? Aku tidak mengerti?” Jessica jelas saja bingung dengan pertanyaan Yoona.

“Yang berasama eonni tadi? Mana yeoja itu?” tanya Yoona dengan panik.

“Maksudmu yeoja yang bersamaku tadi. Dia sahabatku Yoona-ya. Sahabat lamaku diParis dulu.” Hati Yoona mencelos mendengarnya.

“Tidakkah di Amerika, Sica eonni?” tanya Yoona ingin menyangkal omongan Jessica.

“Anni, di Paris Yoong.”
Jawaban Jessica mematahkan hati Yoona.

Jadi, yeoja itu bukan eonninya?
Sia-sia ia mengejar bila kenyataan tidak sesuai dengan yang ia harapkan.

Tubuhnya limbung seketika, Luhan yang berada tepat disampingnya dengan sigap menangkapnya.

“Yoona…” pekik Krystal.

“Sebaiknya bawa Yoona keruang kesehatan Jungie. Sepertinya dia sakit.” titah Jessica ke adiknya.

“Tidak perlu, aku ingin pulang saja.” ujar Yoona.

“Tapi Yoona-ya benar yang dikatakan Jessica nuna. Wajahmu benar-benar pucat.” Luhan tentu saja tidak setuju dengan keinginan Yoona. Ia yakin ada yang disembunyikan Yoona.

“Gwaenchana Luhan-ah, aku tidak apa-apa sungguh.” yakin Yoona yang tidak sepenuhnya menyakinkan Luhan, Krystal maupun Jessica.

” Dasar keras kepala. Baiklah.. Baiklah kita bawa pulang saja yeoja keras kepala ini.” Krystal mengalah, karena ia tahu seberapa besarnya keras kepala sahabatnya itu.

*****
Bergegas, Yuri dan Tiffany pergi ke kantor Hyundai Departement Store untuk proses penandatangan kontrak.Sebuah tender proyek besar, pembangunan resort dipulau Jeju.

Perusahaan yang dipimpin Choi Siwon itu menjalin kerja sama dengan Kwon Enterprise yang dipimpin Kwon Yuri.

Bergegas kembali, Yuri dan Tiffany memasuki kantor dan menaiki lift yang membawa keduanya menuju ruangan Choi Siwon.

Setelah beberapa menit sampailah keduanya didepan ruangan Choi Siwon.

Tampak seorang namja yang cukup tampan diumurnya yang hampir berkepala empat menghampiri keduanya.

“Silahkan presdir Kwon dan Ms. Hwang..Presdir Choi sudah menunggu kedatangan kalian sejak tadi.” ujar sekertaris Park.

Tok..Tok.. Terdengar suara ketukan pelan ke arah pintu ruangan presdir.

” Presdir Choi, ini saya sekertaris Park.”

“Masuklah sekertaris Park!” ujar Siwon dari dalam dengan tegas.

Ketika Yuri, Tiffany dan sekertaris Park masuk. Siwon sedikit terperanjat dengan apa yang dilihat.
Ada raut keterkejutan diwajahnya. Tepatnya saat melihat Yuri.
Wajah Yuri langsung mengingatkannya dengan Yoona.
Benar-benar mirip, seperti bersaudara.

Yang membedakan hanya usia dan warna kulitnya.
Yuri terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan Yoona yang masih terlihat seperti seorang gadis remaja,Tsk padahal Yoona usianya tlah menginjak 23 tahun sedangkan Yuri berusia 29 tahun.

Jika Yoona memiliki warna kulit seputih salju yang membuatnya terlihat cantik, maka Yuri memiliki warna kulit kecokelatan yang membuatnya terlihat Sexy.

“Aigoo Choi Siwon apa yang kau pikirkan?”

” Fokus ! Fokuslah ! Didepanmu ini bukan Yoona, yeojamu.”

” Ckck dasar Choi Siwon, bisa-bisanya kau membanding-bandingkan yeojamu dengan rekan kerjamu sendiri!”

” Tsk bahkan kau mengakui bahwa rekan kerjamu itu sexy. Hey ingatlah yeojamu lebih sexy dari dia. Yeojamu bahkan lebih cantik dan menggairahkan dari dia!” runtuk Siwon dalam hati.

“Aku benar-benar berada distadium akhir merindukan baby Yoong-ku.” pikir Siwon.

“Ehmm.. Presdir Choi.” deheman sekertaris Park membuat Siwon gelagapan. Ia ketahuan sedang melamun.

Astaga ada rona merah diwajah tampannya.

Siwon tersenyum lebih tepatnya senyuman yang terlihat sangat konyol, karena itu merupakan senyuman yang dipaksakan.

Namun jangan panggil ia Choi Siwon jika tidak bisa menguasahi keadaan.

Dengan mata elangnya yang memperlihatkan ketegasannya, ia menatap Yuri dan Tiffany. Serta suara bass-nya memperlihatkan kesan maskulin kewibawaannya ia mempersilahkan Yuri dan Tiffany duduk.

Tanpa membuang waktu mereka semua mulai larut membicarakan tentang kontrak kerjasamanya.
Mengenai point-point yang ada
dalam surat kontrak serta kesepakatan-kesepakatan yang harus mereka patuhi selama terikat dalam kontrak proyek tersebut.

Semua berjalan lancar tanpa hambatan. Membuat mereka tersenyum akan kelegaan.

Setelah selesai penandatanganan kontrak kerjasama tersebut. Yuri dan Tiffany pamit undur diri.

*****
Yuri dan Tiffany berada dikediaman Jung malam ini. Menempati janji Yuri untuk makan malam bersama.

Ketiganya, Yuri, Tiffany serta Jessica bercengkrama didapur. Memasak sambil bergosip ria, memahas ini itu hingga tiada akhirnya. Hitung-hitung mereka bertiga mengenang masa-masa mengeyam pendidikan di Paris dulu.

“Hhaa.. Kemampuan masakmu masih saja payah Tiff.” ejek Jessica yang sepertinya tengah amnesia. Hey semua orang tahu putri sulung keluarga Jung itu paling payah jika berurusan masak.

“Yakk Jessi kau bicara seakan kau pandai memasak saja.” sebal Tiffany

Keduanya saling adu mulut saling menjatuhkan satu sama lain. Melupakan Yuri yang sedang masak sendiri.

“Aku akan memanggil Krystal dan teman-temannya untuk bergabung dengan kita. Apa kalian keberatan?” tanya Jessica.

” Tidak. Ini pasti menyenangkan, makan bersama-sama.” jawab Tiffany dengan senyum bulan sabitnya.

“Panggillah mereka Sica, aku akan menyiapkan ini dimeja makan.” Ujar Yuri yang tlah selesai memasaknya.

“Tidak perlu eonni, kita sudah
berada disini.” sahut Krystal

“Aigoo jungie kau ini tidak sopan sekali. Perkenalkan dirimu dulu, arra!” ujar Krystal dengan ice glarenya.

“Penyihir es mulai aktiv” celetuk Luhan.

“Yakk Xi Luhan, sopan sekali kau bicara dengan dosenmu.” marah Jessica.

“Haha nuna.. Kau tahu kan aku ini orangnya suka bercanda. Maafkan aku ne.” Luhan menatapnya dengan wajah melas. Terlihat imut.

“Sudah-sudah kenapa kalian bertengkar. Kajja makan !” ujar Tiffany.

“Annyeong hasseyo eonni.. Jung Soojung imnida. Tapi eonni bisa memanggilku Krystal.”

“Annyeong hasseyo nuna.. Xi Luhan imnida.”

“Ne, nado annyeong. Hwang Tiffany imnida.. Kalian bisa memanggilku Fany Fany Tiffany.” balas Tiffany dengan eyessmilenya membuat Luhan dan Krystal terpaku akan senyum indah itu.

“Kwon Yuri imnida.” balas Yuri sambil tersenyum.

“Dimana si rusa? Kenapa tidak ikut makan bersama?” tanya Jessica melihat Yoona tidak ikut makan.

“Dia sudah tidur eonni, sepertinya si rusa itu kurang enak badan.”

“Ne, aku merasa sirusa itu agak sedikit aneh. Moodnya benar-benar buruk, membuatnya tidak mau makan.” timpal Krystal.

“Kenapa tidak membujuknya saja?” saran Tiffany.

“Percuma saja. Anak itu sungguh keras kepala. Katanya akan sia-sia jika makan dalam keadaan badmood, semua pasti terasa hambar.” jawab Luhan

DEG !
Kata-kata itu mengingatkan Yuri kepada adik manisnya.

“Sia-sia jika makan dalam keadaan badmood, semua pasti terasa hambar”

*Flashback*

” Sayang, ayo makan. Eonni tidak ingin melihatmu sakit nantinya.” bujuk Yuri sedari tadi.

Adiknya itu lagi menggelar aksi ngambek. Karena Yuri lupa membelikan boneka kesayangannya.

” Sayang maafkan eonni, ne? Eonni sungguh lupa tadi.”

“Yuri eonni menyebalkan. Hiks..hiks..”

” Jangan menangis sayang, eonni janji akan membelikanmu boneka rilakkuma yang paling besar. Tapi dengan satu syarat harus makan, ne?”

“Sia-sia jika makan dalam keadaan badmood, semua pasti terasa hambar.”

“Meskipun begitu setidaknya perutmu tidak akan kosong sayang.”

*flashback end

“Krys, bolehkah eonni melihat temanmu itu?” tanya Yuri penuh harap. Tidak tahu mengapa, ia ingin melihatnya saja.

“Yul, kau ini kenapa? Kita makan saja dulu!” cegah Tiffany dengan sikap aneh Yuri. Ia hanya tidak ingin Yuri dianggap lancang.

Mau tidak mau Yuri mengurungkan niatnya.
****

Dikediaman Choi makan malam tidak berjalan dengan harmonis. Karena ulah Siwon yang terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya atas makan malam itu.

Makan malam yang seharusnya membahas perjodohan dengan kolega ayahnya harus berakhir tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Appa, eomma bukankah sudah aku bilang. Aku tidak pernah berminat dengan perjodohan murahan ini.”

“Aku tidak minat dengan putri Tn. Song sedikitpun, bagiku dia tidak menarik sama sekali.”

“Bagaimana bisa appa dan eomma menjodohkanku dengan wanita yang bahkan tidak bisa membangkitkan libidoku sedikitpun.”

“Jika wajahnya tidak cantik, setidaknya tubuhnya harus bisa membangkitkan gairahku.”

” Ckck aku tidak bisa menikah dengan wanita seperti itu.”

“Aku tegaskan sekali lagi aku menolak perjodohan ini sangat keras. Bagiku tidak ada satupun wanita didunia ini yang bisa menggantikan posisi yeojaku dihati dan hidupkku.”

“Maaf, aku harus pergi. Selamat malam.” Siwon meninggalkan ruang makan itu begitu saja, tanpa merasa berdosa sedikitpun.

Tn. Song lalu membawa putrinya yang sekarang menangis tersedu-sedu atas penolakan Siwon yang kejam. Tn. Song menumpahkan segala sumpah serapahnya tentang penghinaan ini. Membuat Tn. Choi dan Ny. Choi kuwalahan meminta maaf.

Sungguh putranya itu benar-benar membuatnya malu. Ini puncak terbesar penolakan dari Siwon selama ini.

Benar-benar kejam putranya itu, jika tahu begini Tn. Choi tidak akan ikut campur lagi urusan percintaan putranya. Bukankah tadi putranya mengatakan bahwa dia sudah memiliki seorang yeoja yang mengisi hati dan hidupnya.
Yeoja seperti apa yang dicintai putranya itu?
Ia akan kembali bersabar dengan harapan apa yang dikatakan putranya itu sebuah kebenaran. Bahwasanya putranya tlah memiliki kekasih.

****

Setelah makan malam selesai Yuri dan Tiffany sudah pulang dari kediamaan Jung, bersamaan Yoona yang terbangun dari tidurnya.

Yoona Pov

Kini aku dan Luhan duduk bersebelahan didalam mobil. Luhan memutuskan untuk mengantarkanku. Sempat tadi aku menolak dan berencana naik taxi, akan tetapi Luhan melarangku.
Ah aku melupakan sesuatu..
Luhan pasti tidak akan membiarkanku pulang sendirian.

” Yoong.”

“Wae Luhan-ah?”

“Gwaenchana? Aku merasa kau tidak baik-baik saja.” ya Luhan mengertiku sangat baik.

Sedikit tersenyum tipis, aku mengangguk. Aku kehilangan mood untuk berbicara. Setelah kejadian dikampus tadi siang. Rasa kecewa itu masih ada, membuatku larut kedalam rasa sakit dari kekecawaan itu.

“Arraseo. Aku tidak akan memaksamu untuk bercerita. Aku tahu pasti tlah terjadi sesuatu. Aku akan menunggu sampai kau mau membaginya denganku, Yoong.”

Sudah aku katakan Luhan sangat mengenalku dengan baik. Dia tahu saat dia harus diam atau saat dia harus bicara. Itu membuatku merasa nyaman bersamanya.
Aku beruntung memiliki Luhan dihidupku.

Mataku melebar sempurna, aku nyaris kehilangan kesadaran saat melihat pemandangan diluar jendela kaca mobil Luhan.

” LUHAN-AH BERHENTI !!”

” CEPAT HENTIKAN MOBILNYA XI LUHAN!!” Aku berteriak seperti orang sinting.

” Wae Yoong?”

“HENTIKAN MOBILNYA LUHAN-AH, JEBAL!”

Setelah mobil Luhan berhenti, aku bergegas membuka pintu mobil Luhan dan berlari terburu-buru menyusuri terotoar sepanjang jalan.

Tanpa berkata aku terus berlari membawa secercah harapan setelah melihat pemandangan tadi.

Berkali-kali aku menbrak pejalan kaki lainnya, menghasilkan cacian dan makian dari mereka.

Tidak.. Aku tidak peduli lagi dengan semua itu.

Dengan nafas tersenggal aku terus berlari mencari sosok yang ku lihat tadi. Walaupun sekilas aku langsung bisa mengenali sosok itu.
Katakan saja aku gila !
Sekalipun hampir empat tahun aku tidak bisa melihatnya lagi, aku tetaplah tidak akan melupakan sosok itu.
Sosok yang pernah menjadi separuh nyawaku.

“Aku yakin itu dirimu, oppa.”

“Benarkah itu kau, oppa. Ataukah ini hanya halusinasiku belaka?”

Gumamku terus berlari dengan lelehan airmata diwajahku. Aku tidak peduli dengan tampilanku sekarang. Tidak peduli dengan kakiku yang mulai sakit akibat kram. Paru-paruku yang mulai terasa panas sangat-sangat membutuhkan asupan oksigen. Gila ini membuatku sangat sesak hingga aku harus tersenggal-senggal seperti orang sekarat seperti ini.

Dengan tangan gemetar, nafas tersenggal, kaki mulai kram hingga harus tertatih terseok-seok aku berusaha meraih tubuh namja yang saat ini berada didepanku.

” OPPA… !!” Aku meraihnya dengan kasar agar tubuh itu berbalik menatapku.

BUKAN ! Ternyata wajah itu bukan kau oppa. Kekecewaan itu kembali menikam hatiku semakin dalam.
Dalam waktu kurung dari 24jam aku harus merasakan kekecewaan seperti ini dari dua orang berbeda gender yang seakan kembali hadir dihidupku .

Tubuhku terjerembab ditrotoar. Aku tidak kuat dipermainkan seperti ini?
Wae ? Wae ?
Sebenarnya aku ini kenapa ? Hari ini benar-benar melelahkan untukku.
Tuhan tolong sadarkan aku dari halusinasiku ini.
Ini benar-benar menyakitkan Tuhan..
Empat tahun berlalu kenapa luka itu masih ada.

” Astaga Yoong, kenapa kau seperti ini?” Luhan merengkuhku dalam pelukannya.

“Luhan aku melihatnya.. Aku.. Aku melihat Jonghyun oppa.” aku terisak dalam pelukan Luhan.

” Yoongie sebaiknya kita kembali. Kau harus istirahat.” Luhan menggendongku ala bridal style menuju mobilnya. Aku tahu aku tidak akan kuat untuk berjalan kembali.

Yoona pov end

****
Disebuah restoran makanan korea yang tidak jauh dari lokasi insiden Yoona tadi, terlihat seorang yeoja keturunan china tidak terlalu cantik tengah memandang ke arah Yoona yang mulai berjalan menjauh dalam gendongan Luhan.

Ada kekehan lucu yang keluar dari mulut yeoja tersebut.

” Liu Wen, kau ini kenapa tertawa sendiri?”

“Haha.. Apa kau tadi tidak melihat kejadian konyol yang diperagakan seorang yeoja?”

” Mwo?”

” Tadi ada seorang yeoja yang berlari seperti orang sinting mengejar seorang namja. Wajahnya sangat berantakan dengan derai airmata. Sungguh nasib buruk menghampiri yeoja itu.”

“Maksudnya?”

“Bayangkan setelah dia susah payah mengejar hingga nyaris roboh tidak tahunya dia salah orang. Miris bukan?”

“Bagian mana yang lucu Liu Wen,seharusnya kau sebagai sesama yeoja harus memiliki rasa empati atau kasihan terhadap yeoja itu. Tidakkah menurutmu yeoja itu tengah mencari orang yang penting dihidupnya?”

” Ya Ya Ya terserah kau saja. Astaga.. Aku baru sadar ternyata baju yang kau pakai ini sama dengan baju yang dipakai namja yang dikejar yeoja itu.”

“Yakk apakah kau mau mengatakan bajuku ini pasarah, hah?”

“Haha.. Maaf.”

*****

Siwon memasuki apartementnya dengan keadaan hati yang kacau, atas insiden dirumahnya beberapa jam yang lalu.

Lalu ia menghampiri Yoona yang tertidur disofa dengan televisi yang masih menyala.

“Apa kau sangat lelah, baby. Hingga membuatmu tertidur disofa?” Siwon mengusap lembut pipi Yoona.

“Baby, bagamana ini aku sangat lelah menghadapi kedua orangtuaku.”

“Mereka kembali menjodohkanku dan aku kembali menyakiti mereka.”

“Baby, sampai kapan kita terus bersembunyi seperti ini?”

“Sebenarnya aku tidak apa-apa jika kita harus bersembunyi selamanya, asalkan kau tetap hidup bersamaku.”

“Tetapi, aku juga tidak bisa melupakan kedua orang tuaku begitu saja. Mereka menjodohkanku karena mereka tidak mengetahui keberadaanmu, baby. Mereka juga sangat ingin bertemu denganmu.”

” Apalah daya aku, jika kau selalu menolak bertemu. Tidak apa-apa jika hanya kita saja yang tahu tentang hubungan ini, itu sudah cukup untukku baby.”

“Huft apapun alasanmu nantinya aku tetap mencintaimu.”

” Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu, bahkan aku tidak segan melenyapkan mereka yang ingin mengambilmu dariku.”

“Aku mencintaimu, Yoona. Kau harus selalu ingat itu.” Siwon mengecup kening Yoona lama.
Yoona yang sebenarnya tidak benar-benar tidur merasakan sesak didadanya. Sesak akan rasa bersalahnya. Ia merasa bersalah dengan Siwon atas sikapnya yang ternyata menyakiti Siwon selama ini.

Apalagi ditambah isiden ketika ia mengganggap melihat Jonghyun kembali. Dengan kejam secercah harapan yang belum terpenuhi dimasalalu muncul dibenaknya.
Betapa kejamnya ia terhadap Siwon?

Seharusnya ia tahu bahwa Jonghyun hanya bagian dalam masa lalu yang seharusnya ia kubur dalam-dalam.

Seharusnya ia tahu!!
Sekarang ia tlah bersama Siwon, namja dengan sejuta rasa sayang dan cintanya yang tlah menawarkan masa depan manis kepadanya.

Yang harus ia lakukan sekarang adalah meyakinkan hatinya lebih yakin lagi. Bahwa ia memang benar-benar mencintai Siwon. Ia harus meyakinkan dirinya sendiri lebuh yakin bahwa dirinya sangat menginginkan Siwon lebih dari apapun.

“Siwon oppa..” parau Yoona.

“Mianhae, maafkan aku yang tidak pernah bisa menuruti keinginan kedua orang tuamu.”

“Maafkan aku oppa..”

” Berjanjilah oppa, kau tidak akan melepaskanku apapun yang terjadi nantinya. Pertahankanku untuk selalu disisimu.”

Siwon jelas saja bingung dengan sikap Yoona? Apakah tadi yeojanya mendengarnya?

Yoona bangun dari tidurnya langsung mencium Siwon agresif.
Ciumannya dalam dan menuntut.
Tangannya dengan lihai membuka kancing kemeja Siwon.

Setelah kancingnya terlepas, tangannya mulai meraba abs Siwon.
Bibirnya masih mencumbu bibir Siwon terburu-buru. Ia menggigit bibir bawah Siwon membuat Siwon mengerang.

“Enghhhh..”

Tangan Yoona mulai turun meremas tonjolan yang ada diselangkangan Siwon. Membuat Siwon mendesah.
Tbc

Heuhh part 5 akhirnya kelar…

Hhaha nc ny dipotong tbc hhaha *ketawa setan.

Next part kalo sanggup bikin nc pasti diprotek jika tidak ya ngga..
Buat jaga-jaga yah .

Pw nya gampang kok hanya terdiri dari dua suku kata dan dua angka !!

Clue pw !

1. Satu suku kata bisa minta langsung ke author.

2. Satu suky kata lainnya bisa minta langsung ke berta eonni.

3. Sebutkan tanggal lahir author !
( tanggal lahir saya tepat sehari setelah kelahiran salah satu member suju yang memiliki zodiak Libra)

4. Sebutkan tanggal lahir berta eonni !
(Berta eonni berzodiak libra, tanggal lahirnya tepat sehari kelahiran salah satu lead dancer SNSD)

Setelah tahu semuanya penulisannya gini yah,
Contoh: YOONA19SIWON7

Yeah mudah kan, klo bingung kontak aja aku dan berta eonni !!

Terimakasih bukan tanpa alasan kenapa digembok takutnya nanti ada yg msih dibawah umur hhaha meskipun aku juga baru 19tahun sih setidaknya udah diatas 17+.. Tp bukan itu ajh, aku pengen tahu siapa saja yg baca ff aku gitu..

Mari berteman readers 🙂

Sertakan ID dan usia yah klo minta pw ny!!!

Selamat siang..

Advertisements

165 thoughts on “[FF] My Yeoja – Part 5

  1. Pasti yg dicari yuri ntu yoong deh adik manisx ntu,,, wah yoong u dah punya wonppa yg sangat mencintaimu npa mlah mikirin cowok masa lalux ntu si jonghyun sdar atuh yoong kan kasian wonppax apalagi lo wonppa mpek tau yoong msih mikirin cowok lain dia psti bkalan marah besar deh keren….

    Like

  2. Yg diliat yoona fikampus trnyta yuri adduhh pdhl mereka udh berada disatu tempat past dirumah krystal juga sma mgkn blum wktunya mreka bertemu
    Siapa jonghyun oppa ??
    Apa dia kekasinya yoona dlu ??
    Tmbh penasarn am jln ceritanya

    Liked by 1 person

  3. greget bgt kayanya susah bgt yuru ktmu yoona jd makin penasaran..
    author jjjang lah bkin crtnya bkin org baper kdang galau kdang gregetan..😆😆

    Like

  4. Semakin kesini makin seru aja nih sumpah penasaran bgt bikin readers tebak tebakan wkwk .Author, kok marga yuri sama yoona beda yah ._. .

    Like

  5. oohhh..jdi dulu yoona punya pacar,trus meninggal pas mau d knalin ama ortu nya.pntes aja dia nolak selama ini klo mau d knalin ama ortu ny wonpa,btw yuri itu kakak ny yoona??yuri yg rekan kerja wonpa kah?

    Like

  6. Nyesek bgt bacanya, smg yg di lihat yoona eonni itu bkn jonghyun takutny klo tu jonghyun yoona eonni balik lgi ke jonghyun kan kshan siwon oppa udh krs bgt perjuangin cintanya ke yoona eonni

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s