[FF] My Yeoja – Part 7

Title : My Yeoja

Author : Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Other Cast : Find by Yourself

Genre : Romance, Angst, Friendship,

Rating : 17+

Poster : Berta Yoonwonited/ xoloveyoonwon

 

*hanya sebuah imajinasi yang ku tuangkan dalam goresan tanganku*
*dont copy paste, tanpa minta ijin ne, setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati*

Part 7

myyeoja6

Happy Reading

****

#flasback
Yoona pov
Hujan kembali turun membasahi tanah hatiku yang mulai kering atau memang benar-benar kering. Mengilhami semua rasa sakit yang kian menderaku, membuatku jatuh terjerembab ke dalam pusaran kesakitan. Membawaku hanyut bersama serpihan-serpihan kecil hatiku yang tersisa dari puing-puing kehancuran.

Hari demi hariku penuh dengan kesakitan. Dari mana asalnya dan bagaimana bisa terjadi, aku bahkan tidak tahu. Satu-satunya yang aku tahu adalah bahwa aku sangat terluka.

Hatiku yang tadinya hangat perlahan menjadi dingin. Semua karenanya.. Karena dia..
Dia yang meninggalkanku selama-lamanya..

Dia hanya dia dihatiku…
Bagaimana bisa dia pergi ?
Dia hanya dia dihatiku..
Bagaimana bisa dia meninggalkanku ?
Aku bahkan belum sempat mengucapkan selamat tinggal..

( Cho Jonghyun [oc] , anggap ajh wajahnya Lee Jonghyun CNBLUE, hehe )

Cho Jonghyun, kekasihku.. Cinta pertamaku..
Pergi meninggalkanku karena kebodohanku..
Bodohnya aku tidak bisa menjaganya..
Bodohnya aku tidak membalas genggaman tangannya begitu erat..
Aku pikir selama aku membiarkan tanganku berada dalam genggamannya..
Dia tak akan melepaskanku..
Tetapi.. Kenyataan berkata lain..
Dia meninggalkanku..
Untuk selama-lamanya..

Cho Jonghyun, lihatlah aku yang sekarang terpuruk ini..
Lemah tak berdaya tanpamu..
Tiada gairah hidup sama sekali..
Aku bahkan tidak mengenali wajahku dikala aku bercermin..

Satu-satunya yang aku kenali adalah wajahmu. Wajah tampan, lembutmu. Satu Hal yang selalu aku ingat adalah senyumanmu. Aku mencoba terus menghapusnya. Tetapi semakin aku mencoba, malah semakin terlihat jelas.

Sejujurnya aku lelah, Jonghyun oppa. Bebaskan aku sebentar saja, tolong ! Agar aku bisa istirahat sejenak.. Melupakan sakit ini, sedetik saja.

Lepaskan aku, Cho Jonghyun !
Jika tidak bisa, mengapa kau tidak membawaku pergi bersamamu !

Cho Jonghyun, bagaimana bisa kau sekejam ini. Mengapa Kau pergi hanya membawa separuh nyawaku.?
Membuatku nampak bodoh ! Tidak bisa lepas darimu.

Aku yang kecil ini bahkan tidak sanggup berbicara. Seperti orang bodoh aku hanya menangis. Tenggelam dalam saat-saat bahagia milik kita yang hanya tinggal kenangan.

Disini.. Ditempat ini.. Tempat pertama kali kita bertemu..
Aku kembali merelakan diriku terjatuh untukmu..

Mencoba menemukanmu, kau yang tidak dapat ku lihat lagi didunia ini..
Hanya mampu melihatmu dalam sebuah ingatan tentang kenangan kita berdua..

Mencoba mendengarkanmu, kau yang tidak dapat ku dengar lagi didunia ini..
Hanya mampu mendengarmu didalam diamku, ketika merindukanmu..

Dibawah guyuran hujan ini, yang menerjangku tanpa ampun belas kasihan. Aku bahkan tidak merasakan apa-apa. Tiada rasa dingin atau semacamnya yang seharusnya menjalar diseluruh tubuhku.

Apakah aku sangat menyedihkan seperti ini ?

Yang terasa hanya rasa sakit dan rasa perih yang menjalar diseluruh hatiku.

Satu tahun tlah berlalu.. Tetapi semua masih terasa sama. Hanya kesakitan hatiku yang aku rasakan.
Aku bahkan sempat mengiris urat nadiku, berharap dengan itu aku menemukan jalan untuk datang kepadamu.

Namun semua seakan-akan hanya isapan jempol semata. Tuhan tidak pernah membiarkanku mati..
Apakah ini cara Tuhan yang menghukum kebodohanku ??

Yoona Pov End

****
Hujan begitu deras sore itu. Membuat siapapun merasa tidak nyaman. Begitu juga yang dirasakan seorang presdir cantik.

Entah mengapa perasaan Yuri mulai merasa tidak nyaman. Gelisah merundungnya sore itu. Hatinya mulai diselimuti rasa was-was. Mengkhawatirkan adik manisnya.

Pikirannya langsung tertuju satu nama yaitu Yoona.

” Oh God, apa yang terjadi dengan adik manisku? Kenapa aku menjadi khawatir seperti ini.” pikirnya berkecamuk.

Yuri segera menghubungi Yoona, namun sial ponselnya tidak aktiv.
Ia mulai kalut, pasti tlah terjadi sesuatu dengan adik manisnya itu.
Instingnya sebagai seorang kakak sangat kuat. Ya, karena tinggal Yoona satu-satunya yang ia miliki didunia ini. Kedua orang tuanya tlah meninggal.

Dengan cepat Yuri mengendarai mobilnya, meninggalkan perusahaan. Tiffany yang duduk disebelahnya pun tak kalah kalutnya khawatir. Ketika secara tiba-tiba Yuri mengajaknya pulang.

Mereka berdua disambut Kang Ahjussi dan beberapa maid lainnya. Memberi hormat, dengan menundukkan kepalanya.

Yuri dan Tiffany tidak menghiraukannya sedikitpun. Yang mereka lakukan adalah langsung berlari menuju kamar Yoona.

“Yoongie, eonni pulang sayang.”

Tidak mendapati siapupun,
perasaan takut mulai menyelimuti mereka. Tiffany segera keluar mencari Yoona diruangan lain.

“Yoongie, apa kau ada didalam?”

Hati Yuri mencelos, air matanya mulai jatuh membentuk aliran sungai kecil diwajah cantiknya, saat membuka kamar mandi.

KOSONG, Tidak ada satupun. Didalamnya.

Yuri keluar bersamaan dengan Tiffany yang keluar dari kamarnya. Raut wajah Tiffany tidak jauh beda dengan raut wajahnya.
Kedua wanita cantik itu sama-sama takut.

“Yoona tidak ada dikamarku ataupun dikamarmu, Yul. Semua maid juga sudah mencarinya diseluruh ruangan yang ada dirumah ini, tapi Yoona tidak ada.”

“Eottokhae Fany-ah? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Yoona?”

Yuri takut setengah mati, jika terjadi sesuatu dengan Yoona. Emosinya memuncak saat semua maid menunduk, takut.

“Sebenarnya apa saja yang kalian lakukan ? Kenapa bisa Yoona pergi dan tidak ada satupun yang tahu. Dan kau, Kang ahjussi bukankah aku sudah menyuruhmu menjaga Yoona?” tanya Yuri dingin, penuh kemarahan.

“Mianhae nona, tapi ta-..”

“Aku tidak menerima apapun alasan kalian. CEPAT CARI YOONA ! JANGAN PULANG SEBELUM KALIAN MENEMUKANNYA ATAU KALIAN AKAN TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA!” Bentak Yuri.

Beberapa tempat yang mungkin didatangi Yoona sudah didatangi Yuri dan Tiffany. Dan hasilnya sangat mengecewakan.

Tinggal satu tempat yang belum mereka datangi.

Taman Kampus !

Ya, Yoona pasti disana.

Benar dugaannya, Yoona berada disana dengan keadaan yang bisa dibilang mengenaskan.

Yoona, tiduran disana.
Tidak, mungkin lebih tepatnya ia membiarkan dirinya jatuh tersungkur dan tidak bisa bangun lagi. Ada sisa-sisa air mata diwajah pucatnya. Tubuhnya terasa dingin saat Yuri menyentuhnya.

Astaga.. Berapa lama adik manisnya berada disini?
****
Yuri merebahkan tubuhnya disamping Yoona. Wajah Yoona yang terlelap terlihat polos, seperti bayi.

Meskipun pucat tetapi tidak menutupi wajah cantiknya. Tangannya menelusuri wajah polos itu. Merapikan rambutnya, hingga mengelus pipi yang nampak sedikit tirus itu.

Airmata Yuri kembali mengalir, menahan gejolak hatinya yang mulai meronta. Tidak sanggup menerima keadaan adik manisnya setahun belakangan ini.

Hidup Yoona 180Β° berubah setelah kematian Jonghyun. Makan tidak pernah teratur, selalu mengurung diri dikamar. Tidak mau bicara dengan siapapun.

Yuri memeluk Tubuh kecil Yoona. Ia merindukan saat-saat seperti ini. Hampir setahun lamanya ia tidak bisa leluasa memeluk adik manisnya.

“Mianhae Yoong, eonni tidak bisa menjagamu dengan baik.”

“Mianhae, aku tlah gagal menjadi seorang eonni. Meskipun begitu bisakah aku meminta satu hal kepadamu.”

“Kembalilah seperti dulu adik manisku. Eonni rindu rupa mu yang dulu. Eonni merindukanmu Yoong.”

“Kembalilah adik manisku. Duniamu tidak bisa berakhir seperti ini. Masih ada eonni dan Tiffany eonni yang selalu menjagamu sayang. Kau tidak sendiri. Masih ada eonni disampingmu sayang. Kembalilah dan balas pelukan eonni, jebal.”

“Eonni sakit melihatmu seperti ini.
Eonni sakit melihat mata binar indah ini mengeluarkan airmata. Eonni sakit melihat wajah cantik ini tenggelam dengan kesedihannya.Eonni sakit bibir ini selalu mengeluarkan isak tangisnya. Eonni sakit melihatmu memanggil namanya.”

“Jonghyun oppa.” igau Yoona

Membuat Yuri terisak mendengarnya.

“Saranghaeyo, adik manisku. Eonni harap tidurmu nyenyak dalam dekapanku.Jalja Yoongie..”

Yoona mendengar semuanya. Sejujurnya ia terbangun saat pertama kali Yuri memeluknya.
Yoona menangis dalam diamnya. Ia tlah menyakiti eonni-nya. Ia tlah membuat eonninya menangis. Ya Tuhan.. Mengapa semua terasa menyakitkan untuknya ?

“Mianhae eonni.. Maafkan aku yang tlah menyakiti eonni dengan keadaanku. Mianhae..”

“Aku juga merindukanmu eonni. Aku merindukan pelukanmu. Nado saranghaeyo, Yuri eonni.” Yoona berbalik memeluk Yuri sekarang. Menenggelamkan kepalanya diceruk leher eonninya. Isakannya semakin terdengar jelas.

Yuri terbangun saat merasakan basah dilehernya serta sebuah pelukan hangat yang mulai menjalar ditubuhnya. Yuri tersenyum mengetahui siapa yang sedang memeluknya.

Adik manisnya, Yoona.

“Wae gerae ? Apa ada yang sakit, Yoong? Uljima!” tanya Yuri khawatir.

Ia mengelus lembut rambut Yoona. Ada perasaan haru didadanya, saat mengetahui Yoona merespon perlakuannya. Setahun belakangan ini tidak sedikitpun Yoona mau merespon orang-orang disekitarnya.

Yoona semakin mempererat pelukannya, isak tangisnya terdengar pilu ditelinga Yuri.

“Mianhae eonni.. Hiks.. Mianhae hiks..” bisik Yoona

Seketika Yuri tersenyum haru. Bagaimana tidak malam ini Yuri mendengar kembali suara imut Yoona yang setahun belakangan ini tidak ia dengar.

“Adik manisku tidak pernah salah. Eonni bahagia mendengar suara imut mu lagi.” Yuri mempererat pelukannya dengan derai airmatanya.

” Yuri eonni.. Aku tidak bisa bernafas, jebal .” mendengar itu Yuri lalu melepaskan pelukannya dan Tersenyum.

” Mianhae, eonni terlalu senang.” Yoona cemberut.

“Aigoo.. Adik manisku lucu sekali, eoh.”

Yoona lalu memeluk Yuri lagi, menenggelamkan kepalanya didada Yuri. Yoona merasa nyaman tidur dalam dekapan Yuri.

“Tetaplah seperti ini, Yoong. Tidurlah ! Eonni selalu bersamamu.”
****
” Pagi Yuri eonni.” sapa Yoona riang sambil memberikan ciuman dipipi Yuri.

Yuri bersama maid yang melayaninya dibuat shock. Bukannya tingkah Yoona barusan berlebihan, hanya saja itu seperti sebuah keajaiban.

Okay Yuri sadar bahwasanya semalam Yoona tlah meresponnya, mau berbicara dengannya lagi. Meskipun tak panjang lebar.

Yeah pagi ini Yuri dibuat kembali tercengang dengan situasi pagi ini. Maksudnya adik manisnya selama setahun belakangan ini selalu mengurung diri dikamar. Jika makan selalu diantar dan itu pun terkadang tidak selalu dimakan. Pagi ini turun ke bawah ikut sarapan bersamanya.

Yoona sangat cantik pagi ini. Wajahnya pun nampak berseri-seri.

Bukannya Yuri tidak bersyukur adik manisnya tlah kembali. Hanya saja ada perasaan sedikit tidak nyaman mulai mendera hatinya. Entah perasaan apa itu.

“Pa..gi ju..ga Yoongie.” Yoona terkekeh melihat reaksi Yuri. Reaksinya hampir sama melihat hantu.

“Aigoo.. Yuri eonni seperti melihat hantu saja.” gurau Yoona.

“Yoongie.. Apa kau baik-baik saja?”

” Waeyo eonni ? Aku baik-baik saja.”

“Anniya. Eonni senang kau kembali seperti dulu, Yoong.”

“Maksudnya?”

“Ahh.. Iya ! Eonni apa aku sudah terlihat cantik? Hari ini aku ada kencan dengan Jonghyun oppa.” Yoona terlihat antusias.

“Yoona kenapa kau seperti ini lagi? Aku kira kau sudah kembali. Tidakkah kau lelah seperti ini terus?” gumam Yuri sedih.

Oh God, Yuri benar-benar benci situasi seperti ini .
Menyedihkan !

Senyuman manis merekah diwajah Yoona saat melihat siapa yang datang.

“Jonghyun oppa..” panggilnya senang. Yoona memeluk Siwan sepupunya.

“Yoongie buka matamu sayang, jebal ! Tidakkah kau tahu yang kau peluk itu bukan Jonghyun melainkan Siwan oppa, sepupu kita.” hati Yuri menjerit pilu.

“Yoongie ini aku. Siwan oppa!” bisik Siwan lirih.

Hati namja tampan itu sakit dengan kondisi adik manisnya yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa kekasihnya tlah tiada.

Pelan-pelan ia melepas pelukannya. Kedua tangannya menangkup wajah Yoona yang berseri-seri itu.

“Jonghyun oppa, ayo aku sudah siap untuk kencan kita kali ini.”

“Yoongie ini aku oppa-mu. Siwan oppa bukan Jonghyun. Sadarlah Jonghyun sudah meninggal!”

Yoona mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum cairan bening itu lolos dari mata bulatnya.

“Andwae.. ! Andwae.. ! Jonghyun oppa belum meninggal.”

“JONGHYUN OPPA, EODIEGA?” teriaknya hiateris.
Yoona berlari kesana-kemari mencari keberadaan Jonghyun.

“Jonghyun oppa.. Jonghyun oppa..” teriaknya berulang-ulang.

“Yoona sadarlah Jonghyun sudah pergi ! Cho Jonghyun sudah meninggal !” teriak Yuri.

“ANDWAE ! Jangan bicara seperti itu eonni!” bentak Yoona marah.

“Yuri eonni tidak pantas bicara seperti itu. Bagaimana bisa Yuri eonni mengatakan Jonghyun oppa sudah meninggal . Sedangkan dia mempunyai janji kencan denganku.”

PLAKK !

Tangan Yuri bergetar setelah menampar Yoona.

TIDAK !

Sejujurnya Yuri tidak pernah bermaksud melakukan itu. Semua terjadi secara refleks. Yuri hanya ingin Yoona sadar dan menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu sudah meninggal.

Yuri hanya ingin adik manisnya kembali, tidak menyedihkan seperti ini.

“YAA ! Yuri.. Apa yang baru saja kau lakukan, hah? Kau menyakitinya!” ujar Siwan kaget dengan tindakan Yuri.

“Siwan oppa.. Aku..aku tidak tahu.” Yuri seperti orang linglung.

“Astaga Yoongie.. Gwaenchana sayang?” Siwan memeluk Yoona yang menangis histeris sambil terus bergumam.

“Anniya..anniya.. Jonghyun oppa belum meninggal.”

Tubuhnya meluruh dalam dekapan Siwan. Ya, Yoona pingsan.
****
Malam itu setelah kejadian tadi pagi, Yuri menghampiri Yoona yang sedang bermain piano.

Ada senyum menyakitkan diwajah zombie Yoona.

“Yoona, maafkan eonni yang telah menamparmu . Maafkan eonni-mu yang bodoh ini. Sungguh Yoona eonni tidak pernah bermaksud melakukannya.” ujar Yuri lemah.

“Yoong, apa kau tidak mau memaafkan eonni, hmm?” tanya Yuri sambil menyentuh pundak Yoona.

Berhasil ! Yoona menoleh kepadanya.

“Stt..Eonni jangan berisik. Aku sedang bermain piano dengan Jonghyun oppa.”

Kakak mana yang tidak sakit. Melihat adiknya seperti itu. Jelas-jelas adik manisnya sedang bermain piano sendirian. Tidak ada Jonghyun yang menemaninya. Ckck bagaimana bisa ada, jika Jonghyun saja sudah tidak ada lagi didunia ini.

“YAA ! Yuri eonni, apa kau ingin duduk dipangkuan Jonghyun oppa?” Yuri mengurungkan niatnya yang akan duduk disebelah Yoona.

Yang Yuri lakukan sekarang, bersimpuh disamping Yoona. Menaruh kepalanya dipaha adik manisnya itu. Ia menangis untuk sekian kalinya. Menangisi kondisi Yoona yang sekarang seperti mempunyai dunia yang diciptakan sendiri.

Tiffany menatap nanar pemandangan kakak-beradik itu. Pemandangan yang sangat menyesakkan dadanya. Kedua sepupunya itu sama-sama terlihat menyedihkan.

Tiffany menghampiri keduanya. Lalu ia menbangunkan Yuri untuk bangun.

” Yoona-ya ini eonni sayang. Sampai kapan kau seperti ini ? Apa kau tidak kasihan dengan eonni-mu ini?”

“Yoona-ya lihatlah betapa menyedihkannya eonni-mu. Begitu juga denganku. Eonni sakit melihatmu menyedihkan seperti ini.”

“Menganggap seolah-olah Jonghyun masih ada disisimu. Jonghyun sudah meninggal satu tahun yang lalu. DIA TIDAK ADA LAGI DIDUNIA INI. DIA SUDAH MENINGGAL, YOONA.”

Yoona menatap tajam Tiffany. Tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan.

“Tiffany eonni, Stop ! Berhenti mengatakan semua itu. Apa eonni tidak melihat Jonghyun oppa berada diseb-…” Yoona tidak lagi melanjutkan ucapannya.

“YAA eonni, kemana Jonghyun oppa? Mengapa dia tidak ada disini?” tanya Yoona panik.

“Dengar Yoona, Jonghyun sudah meninggal ! Dia tidak akan pernah ada lagi disini ! Berhenti bertingkah menyedihkan seperti ini !” ujar Yuri tegas sambil mengeratkan tangannya yang berada dipundak Yoona.

“Demi apa Yoona, tidak bisakah kau menerima kenyataan ! Jonghyun tlah pergi dan tidak mungkin kembali !”

Yoona meringis bukan hanya mendengarnya tetapi tekanan dibahunya terlalu kuat.

“Appo..”

“Sakit kan? Eonni juga sakit melihatmu seperti ini.” Yuri masih mencengkram kedua pundak Yoona kuat membuat tubuh Yoona bergetar.

“Yuri-ya lepaskan, kau tidak boleh kasar seperti ini.” lerai Tiffany merasa kasihan.

“Biarkan Fany-ah, biar dia sadar. Hidupnya tidaklah berakhir dengan kematian Jonghyun. Yoona harus melanjutkan hidupnya dengan baik. Sudah terlalu lama dia seperti ini dan aku tidak yakin cukup kuat melihatnya seperti ini lebih lama lagi.” ujar Yuri parau.

“Iya, tapi kita tidak bisa memaksanya Yul. Semua butuh proses dan waktu. Kau tidak lihat Yoona meringis kesakitan seperti ini.”

Yuri lalu melepaskan cengkramannya. Yoona takut, ia mulai takut melihat Yuri kasar seperti itu kepadanya. Tiffany yang menyadarinya lalu mendekatinya.

“Gwaenchana sayang. Kau tidak perlu takut.Yuri hanya ingin kau kembali seperti dulu, Yoong.”

“Kita balik ke kamar, arra !” Tiffany lalu membawa Yoona kekamarnya.
****

Sudah dua hari Yoona mengurung dirinya dikamar. Sepanjang hari yang ia lakukan hanya memikirkan Jonghyun. Setetes air mata mengalir dengan sendirinya. Saat ia mengingat kembali Jonghyun dalam setiap lembar memorinya. Satu-satunya cinta yang pernah ia kenal.

Jonghyun adalah nafas dalam kehidupannya. Dan sekarang nafas itu tlah tiada. Pergi merenggut membawa separuh nyawanya. Lantas bagaimana bisa ia kembali seperti dulu, ceria tanpa adanya beban.

Haruskah ia berpura-pura baik-baik saja. Disaat hatinya terus meronta memohon untuk tidak menerima kenyataan pahit itu.

Ia sakit, benar-benar sakit !

Ia sakit dengan keegoisannya yang hanya memperdulikan dirinya sendiri. Kejamnya dirinya yang tidak menyadari semua perasaan Jonghyun. Seandainya waktu itu ia bisa mencegah keegoisan dan kebodohannya mungkin Jonghyun masih berada disisinya. Memeluknya disaat menangis seperti ini.

Sungguh Yoona bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti itu. Sangat terlihat jelas ia bergantung kepada Jonghyun. Cinta Jonghyun senantiasa merubahnya.

Satu hal yang tidak bisa ia lakukan adalah membawa Jonghyun kembali kepadanya.
****
“IM YOONA PABO-YA ! JONGHYUN OPPA MIANHAE, JEONGMAL MIANHAE.”

“BOGOSHIPOYO..”

Yuri, Tiffany dan Sooyoung kaget mendengar teriakan Yoona.

Sooyoung, sahabat lama Yoona datang menjenguknya. Ia kemarin dihubungi Yuri memintanya untuk datang, menemui Yoona dengan tujuan Yoona kembali sadar dan menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu tlah meninggal. Yuri tahu Sooyoung, Yoona dan Jonghyun sangat dekat. Oleh sebab itu Yuri berharap dengan adanya Sooyoung, Sooyoung dapat membuat Yoona bisa bangkit dari keterpurukannya. Setidaknya Sooyoung ada sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Yoongie buka pintunya !” bujuk Yuri sambil menggedor-gedor pintu kamar Yoona.

“Yoona-ya ini Fany eonni sayang. Buka pintunya, jebal.” Ujar Tiffany memohon.

“Yoong, ini aku Sooyoung. Si tiang patner shiksin-mu. Hey, apa kau masih mengingatku? Ayolah Yoong buka pintunya. Tidak kah kau rindu kepadaku?” Sooyoung juga ikut memohon.

Sooyoung khawatir setelah tahu kondisi Yoona dari Yuri. Sebagai seorang sahabat ia merasa sangat menyedihkan tidak ada disisi Yoona disaat Yoona merasa terpuruk.

Oh andai saja ia tidak pindah ke Jepang setahun yang lalu, ia pasti tidak akan merasa menjadi sahabat paling menyedihkan diabad ini.

“YOONA CEPAT BUKA PINTUNYA ! APA KAU SUDAH TIDAK MENGANGGAP AKU EONNIMU.” teriak Yuri diambang kefrustasian.

“Yul eottokhae ? Apa kita dobrak saja pintunya.” usul Tiffany.

Dan…

CEKLEK !

terdengar suara pintu terbuka.

Berbeda dengan Yuri dan Tiffany yang sudah terbiasa dengan kodisi Yoona. Sooyoung benar-benar shock melihatnya.

Selama berteman, Sooyoung belum pernah melihat Yoona seperti itu. Benar-benar berantakan. Sama persis jika disandingkan dengan zombie.

Setahunya Yoona sangat menyukai kerapian dan selalu menjaga penampilannya. Bahkan Yoona menjadi yeoja terpopuler dikampusnya. Tapi kali ini, penampilannya sama sekali tidak mencermikan sebagai seorang yeoja yang paling disegani dan digilai seluruh anak adam & hawa yang ada dikampus.

Mata sembab karena menangis, entah sudah berapa lama. Terdapat pula cekungan hitam dibawah matanya.

Sooyoung yakin 100% Yoona benar-benar hancur. Terlihat dari sorotan matanya yang memendam kesakitan, keperihan bercampur dengan penyesalan yang merundung akan kesedihan.

“Apa maumu?” dengan suara serak Sooyoung mendengar Yoona menanyakan maksud kedatangannya.

“Biarkan kita masuk dulu, Yoong.” sahut Yuri.

“ANDWAE !” segar Yoona menahan Yuri agar tidak masuk ke kamarnya. Namun Yuri tetap memaksa, maka terjadilah aksi dorong mendorong kakak beradik itu. Karena kondisi fisik yang lemah, Yoona kalah.

Mereka bertiga akhirnya masuk ke kamar Yoona. Kamar yang tak jauh beda dengan keadaan pemiliknya.

Berantakan !

Alat-alat make up bertaburan dilantai. Ranjang yang terlihat lusuh, tak berbentuk lagi kerapiannya. Bantal-guling berserakan disana-sini. Banyak pula tisu berhamburan disekitar ranjang. Dan disekitar sofa yang ada dikamar itu.

Mereka bertiga lalu duduk disofa itu. Sedangkan Yoona masih mematung, berdiri diambang pintu.
Yoona hanya menatap kosong. Matanya benar-benar kosong. Seperti mata ikan yang ada dipasar atau ditempat pelelangan ikan.

” Omo..Yoong, ternyata kamarmu tidak pernah berubah. Hanya saja kali ini benar-benar berantakan. Kau masih saja manja, Yoong. Mengurus kamar sendiri saja tidak becus.” celetuk Sooyoung yang mendapat tatapan tajam dari Yuri dan Tiffany.

GLEK !

” Matilah kau Sooyoung, kenapa mulutmu tidak bisa dikontrol.” runtuk Sooyoung dalam hati.

“Mm-Yoong se-bbe-narnya kedatangan a-..”

“Pulanglah ! Aku lelah !”

“Oh Tuhan situasi seperti ini benar-benar menyeramkan. Jantungku nyaris loncat dari tempatnya ketika tiba-tiba Yoona menyela omonganku.” Sooyoung masih terus membatin. Entah kenapa ia menjadi gugup dan sedikit takut.

“Yoong, dengarkan aku dulu. Aku merindukanmu. Maaf aku tidak ada disisimu disaat kau terpuruk seperti ini.” Sooyoung menghampiri Yoona, lalu memeluknya.

Yoona melepaskan pelukannya dengan kasar.

“Ini bukan Yoona, dia tidak pernah kasar terhadapku. Meskipun dia manja dan suka semena-mena tapi dia tidak pernah sedikitpun berbuat kasar kepadaku. Siapa kau sebenarnya?” tanya Sooyoung sedikit konyol.

“Youngie…” lirih Yoona.

“Ne, ini aku Sooyoung. Kau harus dengarkan aku baik-baik, arra !”

“Sekali ini saja dengarkan aku, sebagai sahabatmu aku sakit melihatmu seperti ini. Apalagi dengan kedua eonni-mu. Tidak bisakah kau kembali seperti dulu?”

“Tidak bisakah matamu melihat keadaan sekarang ini ? Tidak bisakah telingamu mendengarkan keadaan sekitarmu? Tidak bisakah kau menerima kenyataan? Sampai kapan, sampai kapan kau menyedihkan seperti ini?”

“Ayolah kau pasti ingat pertengkaran kita. Antara aku, kau dan Jonghyun sewaktu dicafe favorit kita ! Saat itu kau marah nyaris seperti orang gila.”

“Padahal waktu itu kau hanya salah paham. Jonghyun tidak menciumku. Karena posisi Jonghyun yang membelakangimu, itu membuatmu berpikiran Jonghyun menciumku. Ckck bagaimana bisa kau berpikir seperti itu. Jonghyun hanya meniup mataku, Yoong. Tidak lebih.”

“Kau pasti ingat setelah pertengkaran itu kau pergi. Lalu Jonghyun mengejarmu dan membawamu ke orang tuanya. Seperti yang selalu kau inginkan yaitu bertemu kedua orang tuanya. Namun takdir berkata lain. Malam itu ditengah perjalanan, kecelakaan menghampiri kalian. Kau terluka namun tak separah Jonghyun. Kecelakaan itu merenggut nyawa Jonghyun sebelum tiba dirumah sakit.

“Anniya.. Anniya Youngie.”

“Kau tidak bisa terus menyangkalnya, Yoong. Kematian Jonghyun itu nyata. Kau harus bisa kembali menata hidupmu lebih baik lagi. Jonghyun akan sedih melihatmu seperti ini.”

“Kau pasti ingat kata-kata ini..”

“Satu-satunya cinta yang ku kenal dalam hidupku adalah kau Yoona. Satu-satunya bibir yang pernah ku cium adalah kau Yoona. Satu-satunya rindu yang tak bisa kubendung lagi adalah kau Yoona.
Satu-satunya kesedihan yang menyesakkan dadaku adalah disaat kau menangis Yoona.”

“Yoona disaat nanti aku tidak bisa menggenggam tanganmu lagi, jangan pernah takut. Disaat nanti aku tidak bisa menjagamu lagi, berada disampingku jangan pernah bersedih. Percayalah ! aku mencintai dan menjagamu dimanapun aku berada. Aku pergi bukannya tak sayang. Tapi karena ini sudah waktunya untukku kembali pada-NYA.”

“Percayalah ! Suatu saat nanti akan ada seseorang yang mencintai dan menjagamu lebih baik dari pada aku. Akan ku pastikan dia akan mencintaimu lebih dari dirinya sendiri. Dia akan menjadi penggantiku paling terbaik dari yang terbaik.”

“Jadi, tetaplah tersenyum jangan pernah mengkhawatirkanku. Tersenyumlah dan tetaplah cantik seperti dewi, karena dengan itu aku bisa tenang disini. Hiduplah dengan baik meski itu tanpaku. Atau tolonglah hidup seolah-olah kau tidak mengenalku. Agar kau tidak perlu menangisi kepergianku. Aku sakit bila kau tak baik-baik saja karenaku. Selamanya aku mencintaimu,Yoona.”

Yoona mengingat semuanya. Kata-kata itu diucapkan Jonghyun sebelum ia pingsan setelah kecelakaan malam itu.

Yang bisa ia lakukan sekarang adalah menangis mengingat semuanya. Tidak, Jonghyun tidak boleh pergi. Ia bahkan belum meminta maaf dan mengucapkan selamat tinggal.

“DIA TIDAK PERGI YOUNGI ! DIA TIDAK BISA PERGI BEGITU SAJA !” Teriak Yoona terus menyangkal.

Yoona langsung berlari keluar dengan terseok-seok.

“Yoong, kau mau kemana?”

“Berhenti Yoona-ya !”

Yuri, Tiffany dan Sooyoung lalu mengejar Yoona.

“Yaak setelah kau mendengar semuanya, kau akan pergi begitu saja. Keterlaluan ! Terimalah kenyataan ini, eonni mohon.” ujar Yuri setelah berhasil meraih tangan Yoona.

“Anniya. Aku akan mencari Jonghyun oppa. Setidaknya aku harus menemukan pusarannya. Eonni tidak berhak menghalangiku. Lepaskan tanganku, eonni.”

“Yoongie, kau tidak akan bisa menemukan pusarannya disini.”

“Apa maksudmu eonni ? Jika Jonghyun oppa telah meninggal, seharusnya aku bisa menemukan pusarannya. Tsk apa kalian bertiga sedang mempermainkanku.? Aku tahu Yuri eonni kurang begitu suka dengan Jonghyun oppa, tapi meskipun begitu. Yuri eonni tidak bisa mempermainkanku dengan kematiannya.”

PLAK !

Yuri untuk kedua kalinya menampar Yoona.

“Cih, lihatlah sekarang Yuri eonni menamparku untuk kedua kalinya. Seharusnya aku tahu eonni tidak benar-benar menyayangiku.”

“Bicara apa kau, Yoona. Aku menyayangimu Yoona. Aku begini karena tidak ingin kau semakin terluka.”

“Omong Kosong. Dulu saat eomma dan appa masih ada Yuri eonni tidak pernah memukulku. Yuri eonni tidak pernah sekasar ini. Apa karena eomma-ku tlah tiada dan karena aku bukan adik kandungmu,Yuri eonni menjadi seperti ini.”

PLAK !

Tangan Yuri bergetar hebat. Yuri menangis merasa kecewa dengan Yoona. Bagaimana bisa adik manisnya berbicara seperti itu. Tidakkah itu begitu keterlaluan. Yuri sangat menyayangi Yoona, adik manisnya. Tidak peduli dari rahim mana Yoona terlahir.

“Kau menyakitiku Yoona. Tidak kah kau tahu eonni sangat terluka dengan keadaanmu yang sekarang ini. Eonni hanya ingin yang terbaik untukmu. Eonni tidak pernah mempermainkanmu, apalagi dengan kematian Jonghyun. Eonni tidak sekejam itu, Yoona. Meskipun eonni tidak begitu menyukai kekasihmu.”

“Yoona-ya apa yang barusan kau katakan itu keterlaluan. Itu menyakiti eonnimu. Jonghyun memang sudah meninggal. Dan dia dikebumikan oleh keluarganya ditempat kelahirannya yaitu Korea Selatan.” ujar Tiffany dengan linang airmatanya.

Yoona tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia benar-benar terguncang. Yang ia tahu ia harus menemukan pusaran Jonghyun, agar ia bisa percaya dan bisa menerima kenyataan bahwa kekasihnya memang sudah meninggal.

“Yoona masuk kedalam !” titah Yuri tegas. Yoona menggeleng tidak mau.

Yuri tetap memaksa, ia menyeret Yoona. Keduanya benar-benar terguncang.

“Yuri eonni, lepaskan aku.”

“Masuk Yoona!” bentak Yuri dingin.

Tiffany dan Sooyoung tidak bisa berbuat apa-apa. Selain mengikutinya dari belakang. Yuri benar-benar menyeramkan saat marah.

“YURI EONNI TIDAK BISA MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI. LEPASKAN !”

“DIAM YOONA ! KAU ITU ADIKKU SEHARUSNYA JIKA KAU MENDENGARKANKU , AKU TIDAK AKAN SEKASAR INI!”

Yuri lalu mengunci Yoona dikamarnya. Tidak peduli dengan teriakan-teriakan Yoona.

“Yuri eonni buka pintunya. Aku harus mencari Jonghyun oppa.”

“Yoona berhenti merengek dan bicara menyedihkan ! Tetaplah dikamarmu ! Renungkan kesalahanmu !”

“Yuri eonni, buka pintunya jebal !”

“Berhenti memohon Yoona ! Bukankah kau tahu eonni tidak bisa mendengarmu memohon seperti ini. Jangan buat aku menjadi kejam seperti ini, Yoona.”

“Jika kau masih tetap seperti ini. Tidak bisa menerima kematian Jonghyun, pergilah ! Pergilah Yoona!” Yuri putus asa menghadapi Yoona. Ia bahkan tanpa sadar menyuruh adiknya pergi.

Dan yang dilakukan Yoona esok harinya adalah pergi meninggalkan kediamannya. Terbang ke Korea Selatan.

Setibanya Yoona di Incheon, ia lalu menuju tempat pemakaman Jonghyun yang sebelumnya alamat tempatnya ia minta dari Sooyoung.

Setelah mendapati pusaran Jonghyun, Yoona menangis sejadi-jadinya. Melihat kenyataan didepan matanya. Hatinya sakit benar-benar sakit.

Karena semua itu ia mulai berubah. Dan memulai menata hidupnya kembali. Namun sayang Yoona tidak peduli lagi dengan yang namanya Cinta. Dengan wajah cantik keturunan dewi-nya itu. Yoona banyak mematahkan hati para namja.
*flashback End
Yoona menangis tersedu-sedu, tubuhnya bergetar hebat. Ia hanya menunduk tidak berani menatap Siwon. Takut Siwon tidak bisa menerima masa lalunya.

Sedangkan Siwon, namja itu juga ikut menangis. Dan itu untuk sekian kalinya ia menangis. Ya, hanya Yoona yang bisa membuatnya menangis.

“Baby..”

“Op-pa..”

“Stttt.. Uljima ! Berjanjilah tidak akan ada lagi airmata setelah ini.”

“Siwon oppa, setelah oppa tahu semuanya. Apakah.. Apakah oppa akan meninggalkanku?”

Tuk !

Siwon menjitak kepala Yoona.

“Aishh appo… Oppaa….”

“Bodoh ! Kenapa bisa kau bertanya seperti itu. Dengar tidak ada satupun alasan untukku meninggalkanmu, arra .” Siwon mencium kening Yoona lama. Membuat Yoona terpejam, menikmati ciuman itu.

Airmata Siwon mengalir, jatuh diwajah basah Yoona yang juga berlinang airmata.

Keduanya lalu saling menghapuskan airmata masing-masing. Dan tersenyum bersama, sebelum bibir mereka bertemu untuk sekian kalinya.

“Meskipun hatiku sakit mendengar semuanya. Akan tetapi cinta ini tidak pernah berubah. Rasanya masih tetap sama saat pertama kali aku merasakannya.” ujar Siwon sambil mengusap bibir Yoona setelah melepas ciumannya.

“Dasar kuda pervert sialan.”

“Mwoya?”

“Siwon oppa tlah membuat bibirku membengkak seperti ini.” rajuknya manja.

“Haha.. Itu sungguh sexy, baby. Oppa jadi ingin menyentuhmu lagi.” Siwon menyeringai mesum.

Yoona meringsut mundur dari Siwon. Tangannya mencengkram kuat selimut yang menutupi tubuh naked nya. Waspada jika Siwon tiba-tiba menerkamnya.

“Waeyo baby? Bukankah aku sudah melihatnya. Kau tidak perlu menutupinya sekuat itu.”

Wajah Yoona memerah, malu dengan ucapan frontal Siwon.

“Yaa Siwon oppa aku lelah tahu. Untuk bernafas saja aku nyaris tak sanggup.”

“Jinjayo? Aku bisa membantu memberimu nafas buatan, baby. Otte?”

“Siwon oppa berhenti berbuat mesum kepada gadis polos sepertiku.”

“Gadis polos ? Ckck itu tidak cocok untukmu malam ini baby. Mana ada gadis polos bisa seliar itu. Kau bahkan berani memimpin permainan kita, Yoong.”

“Itu.. Itu karena aku ingin men-… Ahh sudahlah lupakan ! Aku mengantuk oppa.”

“Ya Ya baby, jangan tidur dulu. Kita belum selesai.” Siwon merajuk sambil memeluk Yoona dari belakang. Ia mencium tengkuk Yoona berkali-kali. Mengganggu Yoona agar tidak bisa tidur.

“Siwon oppa aishh.. Ini geli oppa.” Yoona lalu membalikkan badannya. Tahu akan ulah Siwon yang tidak akan mau berhenti jika keinginannya tidak dituruti.

“Jangan cemberut begitu baby, kau membuatku semakin ingin mencumbumu, hehe.” goda Siwon dengan wajah mesumnya saat Yoona memperlihatkan wajah cemberut menggemaskannya itu.

“Aishh oppa..Jangan bicara mesum terus. Kau meracuni otak polosku tahu. Aku kan jadi malu.” wajah malu itu semakin terlihat menggemaskan dimata Siwon.

“Aigoo aku seperti ahjussi mesum saja jika wajahmu menggemaskan layaknya bayi begini, Yoong. Baiklah oppa berhenti, tapi biarkan oppa mencium wajah menggemaskan ini dulu.”

Siwon mulai menciumi seluruh wajah Yoona, tak terlewat sedikitpun.

Dari kening..

“Saranghaeyo.”

CHU ! CHU !

Kedua mata indah Yoona.

“Saranghaeyo.”

CHU !

Hidung sexy Yoona.

“Saranghaeyo.”

CHU ! CHU !

Kedua pipi menggemaskan Yoona.

” Saranghaeyo.”

Dan yang terakhir..

CHU !

Mendarat mulus dibibir ranum menggoda Yoona.

“Saranghaeyo.”

Siwon tersenyum manis setelah mengakhiri ciumannya. Wajahnya terlihat beribu-ribu kali lipat tampan.

“Nado saranghaeyo.” balas Yoona tulus. Yoona lalu mempraktikkan apa yang baru saja dilakukan Siwon diwajahnya ke wajah Siwon.

“Baby, ini benar-benar membahagiakan.”

“Kalau begitu Siwon oppa harus berkerja lebih keras lagi bersamaku, menjaga kebahagiaan ini.”

“Kau tidak perlu memintanya, baby. Pasti aku akan melakukannya. Bukankah kau tahu siapa aku. Choi Siwon tidak akan pernah membiarkan siapapun mengusik apa yang dimilikinya.”

“Aku tahu oppa. Yoongie kan pintar.”

“Ne Yoongie oppa memang pintar. Apalagi urusan ranjang, hehe.”

“Yaa Siwon oppa mulai lagi..”

“Hhe.. Mianhae. Oppa berbuat mesum hanya terhadapmu baby.”

“Aku juga tahu itu.” Yoona lalu meringsut kearah Siwon. Menyamankan posisinya untuk tidur. Tubuhnya sangat lelah akibat permainannya bersama Siwon.

“Tidurlah dan mimpikan oppa.”
Siwon mengusap-usap punggung Yoona membuat yeojanya itu semakin mengantuk menuju alam bawah sadarnya.

Deru nafas Yoona mulai teratur. Siwon menghela nafasnya berat.

“Mianhae baby, aku tidak tahu jika cinta pertamamu berakhir tragis seperti itu. Mianhae.. Oppa pernah memaksamu bertemu kedua orang tuaku . Sekarang oppa tahu alasanmu menolak karena kau pasti takut dengan kejadiaan itu. Mianhae oppa berjanji tidak akan lagi memaksamu. Oppa akan menunggumu sampai kau benar-benar bersedia bertemu kedua orangtuaku.”

Salah satu alasan Yoona selalu menolak bertemu kedua orangtua Siwon adalah traumanya terhadap kecelakaan yang menimpanya bersama Jonghyun dimasa lalu saat akan berkunjung kerumah orangtuanya Jonghyun.

“Yuri..? Eonninya Yoona bernama Yuri. Apakah Kwon Yuri rekan kerjaku itu eonninya Yoona? Jika iya kenapa marganya berbeda. Tsk apa yang kau pikirkan Choi Siwon, nama Yuri itu bukan hanya satu.” runtuk Siwon sebelum ikut terlelap bersama Yoona.

****

Yoona berjalan sambil terhuyung-terhuyung membukakan pintu yang terus diketuk berulang-berulang. Matanya setengah terpejam menahan kantuknya. Meskipun pagi tlah berlalu terganti siang, ia masih saja merasa ngantuk.

Siwon sengaja tidak membangunkannya, ia tidak tega membangunkan Yoona yang terlihat damai dalam tidurnya.

Setelah pintu terbuka.

Wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu tercengang dengan apa yang dilihat. Seorang yeoja yang tak lain dan tidak bukan adalah Yoona berdiri dihadapannya dengan ala kadarnya orang bangun tidur.

Yoona terlihat lucu, seperti anak kecil berusia 8 tahun dengan piama bergambar rilakkuma itu. Pasti Siwon yang memakaikannya. Sedang berdiri sambil mengucek kedua matanya.

Astaga.. Mungkinkah ia salah apartement?

Benak wanita setengah baya itu bertanya-tanya? Mengapa ada seorang anak kecil di apartement putranya ?

Mungkinkah anak kecil itu putri dari rekan kerjanya yang menginap di apartement putranya?

Tidak mungkin. Mana bisa seperti itu. Apartement putranya bukanlah tempat penitipan anak. Lalu siapa anak kecil itu? Apakah yeojachingu putranya ?

“Hoam.. Ahjumma sudah datang ! Masuklah ahjumma. Kebetulan sekali aku sedang lapar, buatkan aku susu , ne!” ujar Yoona sambil menggandeng wanita setengah baya itu. Sepenuhya Yoona belum sadar seutuhnya. Ia menganggap wanita setengah baya itu ahjumma yang biasanya datang untuk membersihkan apartement.

Sedangkan wanita setengah baya itu terlalu shock dengan perintah Yoona. Ia menurut saja saat Yoona menggandeng tangannya menuju dapur. Pikirannya masih berkecamuk, memikirkan siapa sebenarnya Yoona.

Yoona masih saja merengek manja.

“Ahjumma seharusnya aku kan sudah tidak minum susu lagi. Tapi berhubung aku lapar jadi ya tak apa-apa.”

“Mm..memangnya kau selalu minum susu setiap hari disini?” tanya Ny.Choi, wanita setengah baya itu penasaran.

Ia harus tahu siapa sebenarnya Yoona. Jika itu yeojachingu putranya. Ia harus bisa mendekatinya. Sejujurnya Ny.Choi telah jatuh cinta dengan yeoja yang dianggap anak kecil ini. Ny. Choi jatuh cinta saat pertama kalinya melihat Yoona. Baginya Yoona terlihat lucu serta menggemaskan dengan piama bergambar rilakkumanya. Pasti ada sesuatu dalam diri Yoona sampai-sampai putranya menyembunyikan keberadaannya. Tapi balik lagi mana mungkin putranya menjadikan anak kecil ini sebagai yeojachingunya?

“Aigoo ahjumma ini lupa ya. Aku kan memang tinggal disini. Sudah pasti setiap hari aku meminum susu disini. Ckck ahjumma kan tahu jika aku tidak meminum susu oppa pasti marah.” jawab Yoona cemberut.

“Jinja?” Ny. Choi semakin penasaran dengan jawaban Yoona.

“Ne, telingaku saja terasa panas saat mendengar omelannya. Siwon Oppa seperti ahjumma yang marah-marah jika seperti itu. Meskipun begitu aku tetap mencintainya.” ujar Yoona polos, penuh ketulusan.

Ny. Choi terkekeh mendengarnya.
Benarkah putranya seperti itu ?
Bukankah itu sesuatu yang langka, jika putranya memang benar seperti itu.

“Palli, minum dan habiskan. Biar oppa tidak marah seperti ahjumma kepadamu.” Ny. Choi masih saja terkekeh ketika memanggil putranya dengan sebutan oppa ke anak kecil dihadapannya itu.

“Gomawo ahjumma. Susunya sungguh enak, tidak seperti buatan Siwon oppa. Hhehe.. Yoongie mandi dulu.” ujar Yoona dengan senyum kekanakannya lalu mencium pipi Ny.Choi.

Ny. Choi yang mendapatkan perlakuan semanis itu. Tersenyum senang.

“Jadi namanya Yoongie. Astaga aku tidak menyangka selera putraku adalah anak kecil seperti itu. Yoongie.. Gadis yang manis. Meskipun tingkahnya seperti anak kecil tapi mengapa itu terlihat manis dimataku. Aigoo Yoongie neomu kyeopta.” gumam Ny. Choi.

Ny. Choi mengintari pantri putranya itu sembari menunggu Yoona mandi. Ia nyaris tidak percaya saat mendapati beberapa gelas dan piring couple dengan inisial masing-masing CS dan IY. Menggelikan jika ia mengingat sifat Siwon yang manly terlihat dingin dan arogan, penuh kharisma serta wibawa bisa bersikap romantis nan kekanakan seperti ini.

“Yoongie memang spesial. Ia bisa membuat putraku melakukan hal-hal yang tak pernah terbayang olehku sebelumnya.”

Ny. Choi lalu duduk disofa sambil menyalakan televisi. Tak berselang lama Yoona keluar. Ny. Choi tak berkedip melihatnya.

Benarkah ini Yoongie, anak kecil yang minum susu tadi ?

Yoona terlihat cantik, dewasa dan anggun dengan mini dressnya. Ny. Choi terpukau akan kecantikannya.

“Pantas saja putraku memilihmu, kau sungguh cantik seperti dewi.” batin Ny. Choi.

“Ahh.. Ahjumma ini siapa?” tanya Yoona yang sepenuhnya sudah sadar. Karena Yoona tak mengenali wajah Ny. Choi. Seingatnya ahjumma yang selalu datang itu wajahnya tak secantik ini.

“Ohh.. Apa anda menggantikan Cha ahjumma?” tanya Yoona polos.

Ny.Choi hanya mengangguk tidak tahu harus berbuat apa. Ketika Yoona menyimpulkan pertanyaannya sendiri. Ia tentu saja tidak boleh mengakui dirinya sebagai eomma Siwon. Jika tidak ingin putranya itu tahu kedatangannya disini. Ny. Choi datang secara diam-diam, berniat memberikan kejutan kepada putranya. Akan tetapi Ny. Choi malah terlebih dulu diberi kejutan dengan adanya Yoona diapartement putranya. Yoona yang selama ini disembunyikan putranya, dan kini Ny. Choi sudah tahu siapa yeojachingu putranya itu.

“Ehmm ahjumma maaf sepertinya aku tidak bisa menemani ahjumma membersihkan apartement. Aku ada janji dengan Siwon oppa. Aku permisi dulu, ne .” ujar Yoona menyesal.

“Gwaenchana, pergilah jangan biarkan putr-.. Ehmm maksudku Tuan muda menunggu.” ujar Ny. Choi hampir keceplosan.

Yoona tersenyum tanpa sungkan ia memeluk Ny. Choi lalu mencium pipinya sebelum pergi.

Ny. Choi lagi dan lagi tersenyum senang dengan sikap Yoona.

“Aku benar-benar menyukai Yoongie, menantuku.”
****

Diparkiran apartement Yoona dikagetkan dengan adanya Sehun disana.

Wajah Sehun terlihat tertekuk tidak semangat. Lebih tepatnya cemberut.

“Sehunnie kenapa kau ada disini ? Apa kau tidak sekolah?” tanya Yoona bingung karena Sehun masih mengenakan seragam sekolahnya.

“Noona hiks..” Sehun akhirnya memecahkan juga tangisannya. Tangisan yang ia pendam sedari tadi menunggu Yoona dari pagi.

“Omo.. Kau kenapa sayang?” tanya Yoona lembut seraya menangkupkan tangannya diwajah Sehun.

Rona merah langsung hadir diwajah cemberut Sehun. Rasa gugup melanda dirinya ketika Yoona memanggilnya sayang. Apalagi tangan halus Yoona yang menyentuh wajahnya, membuat tubuhnya seakan tersengat listrik.

“Noo-na, a-ku me-nunggumu.” ujarnya terbata-bata efek sentuhan Yoona sangat mematikan untuk Sehun. Mata rusanya menatap intens mata hazel milik Sehun. Membuat sang empunya semakin terpikat.

“Aigoo.. Oh sehun kenapa kau gugup seperti ini. Ini benar-benar mendebarkan. Tuhan jangan biarkan Yoona noona menatatapku seperti ini terus. Aku bisa mati berdiri, jinja.” hati Sehun memohon.

“Mwo ? Menungguku ?” tanya Yoona bingung dengan ekspresi menggemaskannya.

Lagi dan lagi Sehun harus bisa menetralisir jantungnya yang terus bertalu-talu.

“Noona jangan seperti ini terus. Jantungku bisa-bisa loncat dari tempatnya. Yoona noona sangat begitu menggemaskan. Aku kan jadi malu.” ujar Sehun berbisik sangat pelan, nyaris hanya ia yang mendengar.

“Sehunnie kau bicara apa? Noona tidak bisa mendengar dengan baik. Coba ulangi lagi!”

“Aishh Yoona noona, sehun kan malu. Kenapa harus mengulanginya lagi, aigoo” runtuk Sehun dalam hati.

“Pokoknya Sehun menunggu noona sedari tadi.Kenapa Yoona noona baru keluar dari Apartement. Ahjussi bilang noona kelelahan, apa itu benar?” ujar Sehun khawatir.

“Kapan Sehun bertemu Siwon oppa?”

“Tadi pagi.”

“Jadi Sehunnie menungguku sejak tadi pagi. Kau membolos sekolah, eoh?” tanya Yoona sambil memicingkan matanya.

Sehun gelagapan dibuatnya. Jangan sampai Yoona noona-nya tahu jika ia memang sengaja bolos. Setelah melihat Siwon keluar sendirian tanpa ada Yoona disampingnya. Karena ia selalu penasaran jika itu berhubungan dengan Yoona noona-nya, lekas bertanya dimana Yoona noona-nya itu? Dan seperti biasanya Siwon selalu menjawabnya dingin dengan setengah malas. Uhh saat Sehun mengingat jawaban Siwon, ingin rasanya mencakar wajah dingin itu.

“Oh bocah ingusan. Tidak seharusnya kau repot-repot menunggu yeoja chinguku. Yoona tidak akan keluar pagi ini. Yeoja chinguku itu terlalu kelelahan. Jadi, kau tidak perlu mengganggunya pagi ini.”

“An-niyo noona, Aku tidak membolos sekolah. Aku memang pulang pagi , makanya langsung kemari.” jawab Sehun bohong.

“Jinjayo?” tanya Yoona masih penuh selidik.

“Ne noona. Mana mungkin aku membolos, aku kan tahu noona tidak suka juga aku begitu.” ujar Sehun dengan senyum manis.

“Anak pintar.” ujar Yoona seraya mengacak rambut Sehun gemas.

Sehun merasa bersalah kepada Yoona karena tlah membohonginya. Tapi mau bagaimana lagi Sehun lebih khawatir ketika tahu Yoona noona-nya itu kelelahan. Percuma jika ia sekolah jika pikirannya hanya ada Yoona, ditambah lagi ia tidak mendapatkan suntikan semangat dari Yoona sudah pasti ia tidak akan ada semangat sama sekali.

“Yoona noona tidak apa-apa kan? Kenapa bisa kelelahan seperti itu sampai-sampai baru keluar apartement siang ini. Tsk apa ahjussi yang membuat noona kelelahan ?” tanya Sehun cerewet.

“Ne.. Siwon oppa..” ujar Yoona kaget.

“Ahjussi memang menyebalkan. Ahjussi pasti menyuruh noona membersihkan seluruh apartementnya, iya kan? Sampai Yoona noona kelelahan.” sebal Sehun.

Andai Sehun tahu apa penyebab Yoona noona kesayangannya itu kelelahan. Bisa-bisa langsung pingsan dan patah hati diwaktu bersamaan.

“Aigoo.. Sehunnie kau ini semakin cerewet, eoh. Siwon oppa tidak seperti itu.”

“Lalu jika ahjussi bukan seperti itu. Apa yang dilakukan ahjussi kepada noona?” tanya Sehun polos.

GLEK ! Yoona menelan ludahnya sendiri. Haruskah ia bilang jika ia dan Siwon terlibat permainan sangat panas semalam. Tsk tentu saja Yoona tidak boleh mengatakan hal-hal dewasa seperti itu kepada Sehun yang masih polos itu.

“Ah Sehunnie, sepertinya noona harus pergi.” elak Yoona menghindari pertanyaan Sehun.

“Tunggu ! Noona mau kemana ? Biar Sehun antar.” cegah Sehun yang ternyata masih ingin bersama Yoona.

“Noona ada janji makan siang dengan Siwon oppa. Dan sepertinya noona sudah telat.”

Sehun mendengus mendengarnya.

“Ahjussi lagi.. Ahjussi lagi ! Menyebalkan !” ujarnya dalam hati.

“Yoona noona bolehkah aku ikut? Aku juga lapar noona?” tanya Sehun memelas lalu menghampiri Yoona yang sudah masuk mobil.

“Palli ! Masuklah !”

“YES.” Girang Sehun kesenangan.
****
Jika Yoona diizinkan sekali lagi. Jika Yoona diizinkan tidur lebih lama lagi. Mungkin rasa sakit itu tidak ada. Mungkin airmata itu tidak menetes disaat hatinya mengebu-gebu ingin berjumpa secepatnya dengan pujaan hatinya.

Pemandangan kali ini sekan meremas dadanya kuat-kuat. Kenapa ia baru menyadarinya sekarang ? Kenapa airmata baru mengalir sekarang ?

Yoona tidak tahu jika arti hidup ini untuk selalu menemukan orang baru. Ketika ia tiba dilestoran tempat janjiannya bertemu dengan Siwon untuk makan siang, seketika aroma cemburu menyambutnya dan saat itulah airmatanya menetes.

Siwon yang seharusnya tersenyum cerah menyambutnya. Terlihat cipika-cipiki dengan seorang yeoja yang menurutnya cukup err !

Sialan ! Yoona bahkan tidak tahu siapa yeoja err itu. Jika melihat penampilan yeoja itu yang kelewat sexy. Pakaiannya bahkan seakan mengundang seekor kucing garong untuk memangsanya. Dadanya terlalu besar terlihat mencuat ingin keluar dari tempatnya. Tapi.. Tunggu! Ternyata yeoja itu terlihat seperti seorang ahjumma. Tidak cantik sama sekali. Hanya dadanya saja yang terlihat menonjol. Wajahnya tidak sama sekali. Pikirnya.

Darimana namjachingunya itu mengenalnya ?
Dan ada hubungan apa ?

“Oh noona itu kan ahjussi. Siapa wanita yang bersama ahjussi? Mengapa dia mencium ahjussi noona?” tanya Sehun heran.

“Wah ternyata wanita itu, ahjumma sexy.”

“Bahkan dadanya terlihat mengerikan dimataku. Aigoo ahjumma itu genit sekali, noona.”

“Sehun tidak suka ahjumma sexy itu. Ckck apa ahjumma itu selingkuhannya ahjussi ?” cerocos Sehun heboh.

Hiks.. Hiks.. Hiks..

“Omo noona kenapa menangis? Aigoo nanti kecantikan noona luntur.” panik Sehun.

“Sehunnie hiks.. Rasanya mengapa sangat sakit. Melihatnya.” ujar Yoona dengan tatapan terluka.

Yoona telah termakan api cemburu untuk pertama kalinya. Biasanya jika ia cemburu belum pernah sekalipun ia menangis. Paling hanya merajuk atau ngambek saja. Mungkin karena ia tlah mencintai Siwon seutuhnya. Hingga ia tidak rela dan tidak suka melihat yeoja lain selain dirinya mencium Siwon.

Yang Yoona lakukan sekarang adalah berlari. Menjauh dari pemandangan yang baru saja melukai hatinya.

Brukkk !!

Yoona terjatuh setelah menabrak seorang namja yang terlihat tampan dengan kulit pucatnya.

“Agasshi gwaenchanayo?”tanyanya khawatir.

DEG ! DEG ! DEG !
Tbc pun tiba..

Hhaha *ketawa ala yoong

Maaf untuk keterlambatan My Yeoja nya πŸ™‚

Sebelumnya terimakasih buat berta eonni selaku admin di wp ini yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk update πŸ™‚

Dan terimakasih buat good readers yang selalu setia menunggu ff abal-abalanku πŸ™‚

Oh ya.. Aku mau minta maaf jika kemarin-kemarin yang minta pw lewat bbm, line or fb tpi balesanku lama. Sejujurnya aku kurang begitu aktif diakun sosmedku seperti fb, line.

Mungkin part 7 ini kurang begitu memuaskan. Karena mood aku yg sering berantakan sewaktu ngelanjutin ceritanya. Jadi tersendat-sendat ngelanjutin ceritanya, Karena beberapa faktor :

1. Gara2 ada salah satu readers comment tp comment itu menyinggung hati dan perasaan author+admin.

2. Baper liat MV ‘please contact me’
Bukan karena apa ? Tp rasanya nyesek ajh gitu sehabis nonton. Tiba2 langsung teringat daddy won. Dan seketika langsung berandai-andai.
“Ahh..andai saja lelaki diMv itu wonppa..”

Jujur sebenarny aku suka MV itu, apalagi LYF ganteng dan Yoong disitu terlihat cantik+natural aktingnya.. Tapi balik lagi aku pan Nited jd ada perasaan yh begitulah.. Nited pasti pd tahu..

Ditambah Yoong udh punya panggilan akrab Fengfeng.. Aigoo bukankah itu sangat manis? Hhaha

3. Liat TL yg rame pd bahas Yoona eonni yg katanya dilecehkan J-sone.
Disitu rasanya sesak bgt didada.. Kgk terima jika itu memang bnar2 terjadi. ! Ktanya pegang da** + pant** aku pan gg rela..

Meskipun sepertinya hoak tp ttp saja menjatuhkan mood ku buat lanjutin my yeoja..

4. Ada silent readers yg ngaku2 pake Id org lain.

Oh ya sebelum cuap cuap saya berakhir dimohon buat yang mau comment. Comment lah dg menggunakan kata2 yg baik, mau mengkritik+saran, gokil ataupun bercanda tp jangan sampai menyinggung perasaan dan hati org lain, arra .

Ini salah satu comment yg menurutku menyingung perasaanku dan admin.

(Iya nih, knp sihh harus pake Pw gk percaya sm riders yaa !! )

Kenapa saya bilang menyinggung perasaanku+admim ?
Padahal kalimatnya tidak menggunakan kata-kata kasar atau semacamnya.

Hemm alasannya hanya karena coment.an diatas itu diakhiri tanda seru (!) sepele bukan ? Akan tetapi hal sepele itu mampu membuat emosi saya+admin meningkat tajam, merasa kesal.

Hemm sekedar informasi aja. Dalam bahasa indonesia tanda seru (!) digunakan untuk menegaskan sesuatu, untuk mengajak, untuk memaksa, untuk menyuruh, bahkan tanda seru (!) sering ditambahkan dalam percakapan ketika sedang marah/ berteriak.

Dan yang aku tangkap dari commet.an diatas . dia sekan menegaskan omongannya. Menegaskan penilaiannya bahwa author+admin tidak percaya sama sekali terhadap readers.

Beranjak dari hal tersebut sudah sewajarnya kita sesama nited yg dewasa harus menggunakan kata-kata yg bijak. Gunakan tanda seru (!) sesuai tempatnya. Atau jika tdk mau menyakiti perasaan org lain atau apapun sebagainya coba hindarilah tanda seru (!) di setiap comment yg kalian tulis.

Terimakasih untuk readers yg selalu setia menghargai ff ku πŸ™‚ Author+admin selalu percaya dg readers di wp ini. Tanpa readers ff author tidak akan berarti apa-apa.

Alasan mengapa part 6 diprotek karena pd part itu bnyk bgt mengandung unsur dewasa.
Yg namanya NC itu bukan untuk yg masih dibawah umur. Maka dari itu admin+author sepakat untuk memproteknya.

Dan juga pgen tahu siapa yg bnar2 good readers dan silent readers.

Buat silent readers jika mau minta pw dimohon ngga usah ngaku2 pake Id org lain. Mending jujur ajh gpp ko πŸ™‚ kalau malu buat jujur mending ngga usah tanya kan udh ada clue pw nya . kalaupun susah, tetaplah berusaha.. nyatanya bnyk yg bisa pecahin pw nya kok πŸ™‚

Sekian dari saya,,

Author

Choi Zuazua

Advertisements

142 thoughts on “[FF] My Yeoja – Part 7

  1. bener bener castnya pake yg baru2, sampe si LW muncul hehe

    yoona hebat juga bs langsung disukain sama ny. choi.. ga sabar baca part siwon kenalin yoona ke orangtuany πŸ™‚

    Like

  2. Walah malah muncul masalah baru tp gpp sih akhirnya Yoona ngerasain jg cemburu sama siwon hahahaha. Terus siapa ya yg ditambak sm Yonna? Jgn2 namja yg mukanya mirip Jonghyun, oohh noooo

    Like

  3. Sedih banget liat masalalu yoona. Lucu liat nyonya choi ketemu ma Yoona,,Yoona juga menggrmaskan banget… Omg akhirnya Yoona cemburu juga ma wonpa,,,

    Like

  4. Sedih banget masa lalu nya yoona . Dan akhirnya siwon tahu alasan yoona blm siap ktmu sama ortunya krna trauma masalalunya . Aduh lucu banget sih lihat tingkah nya yoona wktu sama ny.choi . yoona cemburu lihat siwon sama tuh cewek

    Like

  5. yaampun masa lalu yoona ngenea bgt yah
    sampe trauma ngk mau d ajak k rmh camer😣
    uhhh yoona pasti menggemaskan bgt pas nyonya choi liat dia😊
    udah cantik, lucu, masih muda lg
    gmn ngk setuju itu buat camer yg lg cari nanti hahaha😁
    next chap

    Like

  6. Ternyata masa lalu yoona miris yaa.. dan dia ke korea cuma buat nemuin puasara jonghyun oppa
    Alhamdulillah ny.choi setuju sama yoona
    Dan siapa wanita yg ketemu dgn siwon itu sampai yoona nangis??

    Like

  7. Ooo jadi yoona ounni itu trauma yaa gara2 cinta pertamanya jonghyun oppa mati kkecelakaan huff tragis kasian banget yoong ounni ampe2 gak mau di bawa kerumah camer nya ..
    Semiga aja mereka ngga berpisah ..

    Like

  8. hehe sblm.x maaf unnie ak loncat chapt. πŸ™‚ maafkan readermu yg satu ini
    ya ampun sedih bgt ternyata hidupnya yoona unnie 😦 ternyata mantannya yoong unnie meninggal wktu mau me rimah camernya huft..
    semoga yoona unnie cptan move on kau pasti bisa kan udah ada wonpa πŸ™‚ aduh ummanya wonpa udah kesemsem ama yoona unnie tuh πŸ™‚
    next chapt. Fighting unnie πŸ™‚

    Like

  9. sedih dengan kisah masa lalu yoona yang sebelumnya, semoga dia bisa bahagia bersama siwon. aku udah gk sabar buat baca part selanjutnya. author hwaiting

    Like

  10. Huhuhu sedih banget bacanya saat tau masa lalu yoong dulu 😭
    Ciee yoong yg udah ketemu ama camernya tanpa ia sadari πŸ˜€
    Jangan2 itu kyuhyun lagi

    Like

  11. Yoona anak kecil?? Berarti wonpa pfedofil dong. hihihi… tp pas udh dandan,beeuuhh aura f
    goddes’y keluar. Nyonya Choi aja biar kata berantakan lgsg jatuh cinta,aplg udh cantiikk…

    Ngebayangin sehun nangis2,ngerajuk manja,OMG…jd’y kyk apa yak.

    Author,aku cm mo saran aja sey,klo misalkan nyelipin foto yg lg menggambarkan situasi cerita,wlpun g plek2an sm jg gapapa.
    Kyk waktu yoona bangun tidur kyk anak kecil,masukin aja foto yoona yg rambut’y suka berantakan cantik or pas udh dandan,diliatin foto yg cantik bgt. Biar pas gitu thor ngebayangin’y… hehehehe…

    dan satu author,krn aku br baca my yeoja skrg,dan br liat komen author soal tanda seru,aku jd mikir komenan aku sblm2nya.
    Krn kebiasaan2 aku yg klo nulis sll d akhiri pake tanda seru,jd maaf klo ada yg kyyk gitu.
    Tidak bermaksud jelek atopun lain’y. hny saja klo aku itu suka kebisaan. pertanyaan aja,suka aku akhiri tanda seru bukan tanda tanya.
    B.Indonesia yg buruk memang klo aku mah,jd maklum yaa author klo sebelum2nya ada. hihihi… ^^v

    Like

  12. Nyesek bnget deh masa lalux yoongie ntu pi skarang yoong dah bahagia dg wonppa,,, wah ommax wonppa langsung suka gtu ama yoong keren deh, cpa namja yg bertabrakan dg yoong ntu ya???

    Like

  13. Jadi ity alasnnya kenapa yoona tidak mau bertemu dgn keluarganya siwon
    Kasian yoonanya psti dia cinta banget ama jonghyun ampe segitu menderitanya paat jonghyun udh gak ada
    Seneng juga ny choi langsung suka ama yoona tinggal nunggu tn choinya aj yg suka am yoona
    Siapa lagi yg ditabrak ama yoona ???

    Like

  14. Sya bacanya loncat dulu yahh thorπŸ˜„πŸ˜„ sangkin pensaranya sm chap selaanjunya jd yg chap 6 blm kebaca

    Stelah diaduk” sedih didpn di belakang malah di buat ketawa sendiri sm tingkah yoona sm camernyaπŸ˜„πŸ˜„

    Like

  15. Author daebakkk
    Di bagian flashbacknya dpt bgt feelnya yoona kehilangan orang yg sangat dicintainya 😦 syukur deh ibunya siwon suka sama yoona πŸ˜€ . dan untuk pertama kalinya yoong ngerasain cemburu wkwk

    Like

  16. Oh jadi yoona diusir oleh yuri gara gara kehilangan jonghyun dn yoona kabur dari rumah cuma buat nemuin makam jonghyun.
    Syukurlah kalau Ny Choi suka ama yoona.
    Yoona bener bener polos mungkin karena sering dmanja sama yuri.
    Siapa yg dtabrak yoona ya?

    Like

  17. Yoona bnar2 trpuruk bnget krna kmatian Jonghyun, smpai2 Yuri nyerah gtu ngadep’in adik manis.a yg sperti itu
    Aigoo, Ny. Choi ska dngan Yoona πŸ˜€ hahaha calon menantu ideal.a kahh
    Memang Siwon brsama siapa? Dan yg di tbrak Yoona it Kyuhyun kahh(?)
    Ap Yoona akan kmbali trbayang2 oleh masa lalu.a lgi(?) smoga tdak, udah ad Siwon di sisi.a ap lgi Ny. Choi mnyukai.a udah dpet lampu hijau klw gtu πŸ˜€

    Like

  18. Aaaa, bsr bgt ya cinta wonppa ke yoong eonni. Gk nyangka ny. Choi bsa langsg ska sma yoong eonni. Kira2 yoona eonni nabrak spa ya smpe deg, deg, deg

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s