[FF] My Yeoja 8

 

Title : My Yeoja

 

Author : Choi Zuazua

 

Cast : Im Yoona, Choi Siwon

 

Other Cast : Find by yourself

 

Genre : Romance, angst, family, friendship

 

Rating : 17+

 

Poster : Berta Yoonwonited/xoloveyoonwon

 

*Hanya sebuah imajinasi yang ku tuangkan dalam goresan tanganku~ Don’t Copy paste tanpa minta ijin, arra ! Setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati*

 

Part 8

myyeojsbd

Happy Reading

 

****

 

Siang itu Siwon memiliki janji dengan Yoona untuk makan siang. Sejak ia masih berada dikantor pikirannya selalu menuju pada satu titik yaitu Yoona. Ada rasa cemas saat ia harus meninggalkan yeojanya itu dalam keadaan yang masih terlelap. Beruntung ia memiliki otak genius, sehingga ia masih bisa bersikap profesional dalam mengemban  tanggungjawabnya sebagai Ceo.

 

Dan disinilah sekarang ia berada. Menunggu yeojanya yang tak kunjung datang. 30 menit berlalu dengan sia-sia. Sampai seorang wanita menghampirinya.

 

Siwon sedikit tertegun dengan cara penampilan wanita itu. Bukannya terlihat sexy tapi malah terlihat menjijikkan dimatanya. Mungkin jika Siwon seorang ahjussi hidung belang, sudah pasti ia akan tergoda dengan cara penampilan wanita itu. Wanita itu seakan dengan sengaja memperlihatkan lekuk tubuh beserta buah dadanya yang seakan ingin keluar dari tempatnya.

 

Tidakkah wanita itu malu dengan cara berpakaiannya ?

Okay, jika wanita itu berada diclub malam sah-sah saja.. Tapi ini ditempat umum.

 

Jika bukan karena rasa keprofesional kerjaan, Siwon sungguh tidak sudi menyapa wanita itu. Wanita yang ia ketahui salah satu putri dari relasi bisnisnya waktu di China dulu. Wanita yang bernama Liu Wen, seseorang yang dulunya tergila-gila kepadanya.

 

Siwon masih teringat jelas jika dulu Liu Wen menyatakan ketertarikannya secara terang-terangan kepadanya. Bahkan sempat dulu Liu Wen menawarkan tubuhnya kepadanya. Dengan berbagai godaan-godaan yang Liu Wen gencarkan bertubi-tubi. Beruntung kala itu Siwon masih waras, sehingga ia tidak terjerumus masuk dalam perangkap wanita penggoda itu.

 

Bukan maksud Siwon merendahkan wanita itu, tapi memang itu kenyataan yang dialaminya. Liu Wen sangat sering melancarkan rayuan-rayuan syetan kepadanya. Mungkin dikarenakan Liu Wen sudah terlanjur terjerat akan pesonanya waktu itu. Sepenuhnya bukan salah Liu Wen jika wanita itu semakin tergila-gila kepadanya. Siwon pasti ikut andil didalamnya. Ya, Siwon mengaku sedikit bersalah dengan Liu Wen karena dulu sempat memanfaatkannya demi kepentingan pekerjaannya. Dengan dalih melakukan pendekataan, seakan-akan menunjukkan ketertarikannya.

 

“Sungguh suatu keberuntungan kita bertemu disini, Tampan.” sapa Liu Wen dengan binar bahagianya. Lalu tanpa sungkan bercipika-cipiki dengan Siwon.

 

Liu Wen seakan ingin terbang ke angkasa ketika berjumpa kembali dengan lelaki penguasa hatinya selama ini. Apalagi ketika Siwon tidak menolak saat diajak bercipika-cipiki.

 

Namun keadaan berbanding balik dengan apa yang dirasakan Siwon. Siwon merasa sial bertemu wanita penggoda itu. Sekali lagi jika bukan karena menghargainya sebagai seorang putri dari relasi bisnisnya sudah pasti Siwon tidak akan sudi bercipika-cipiki.  Jangankan hanya bercipika-cipiki bertemu kembali saja Siwon MALAS.

 

Sekedar basa-basi Siwon menanyakan ada keperluan apa Liu Wen berada diKorea. Yang dijawab wanita itu karena ada sebuah pekerjaan yang harus ia lakukan disini. Ia juga sebenarnya ingin mengenalkan rekan kerja sekaligus sahabatnya kepada Siwon. Namun sayang sepertinya sahabatnya itu belum balik dari toilet.

 

“Apa Kau tidak menyuruhku duduk ? Tidakkah kau merindukanku?” tanya Liu Wen seduktif. Membuat Siwon merasa muak serta jijik secara bersamaan.

 

“Bisakah kau bicara biasa saja ? Aku merasa tidak nyaman mendengarnya !” Siwon bahkan tidak mempersilahkan Liu Wen duduk. Terlihat jelas ia tidak ingin bersama wanita itu.

 

Liu Wen mendengus mendengarnya.

 

“Selain masih Tampan kau juga masih sama seperti dulu, Menyebalkan.”

 

Ketika Siwon akan membuka mulutnya untuk membalas perkataan Liu Wen, bibirnya mengatup terlebih dulu setelah mendengar teriakan seseorang yang menyuarakan nama Yoona sangat lantang.

 

****

 

 

Brukk !!!

 

Yoona terjatuh setelah menabrak seorang namja yang terlihat tampan dengan kulit pucatnya.

 

“Agasshi gwaenchanayo ?” tanyanya khawatir.

 

DEG ! DEG ! DEG !

 

Jantung namja itu berdegup kencang tak terkendali sesaat melihat wajah Yoona. Meskipun terbanjiri lelehan airmata, kecantikannya tak memudar sedikitpun. Namja tampan yang memiliki kulit pucat  , bernama Cho Kyuhyun itu masih terpukau dengan kecantikan Yoona. Membuatnya nampak bodoh, berdiri mematung.

 

“YOONA NOONA.. OMO..” Teriak Sehun saat melihat Yoona terjatuh.

 

Sehun segera menghampiri Yoona, lalu membantunya berdiri.

 

“Dasar ahjussi bodoh ! Seharusnya kau menolong noona-ku.. Bukannya diam berdiri begitu saja.” umpat Sehun kepada Kyuhyun.

 

“Baby.. Gwaenchana ? Mana yang sakit ? Mengapa kau bisa jatuh seperti ini?” rentetan tiga pertanyaan sekaligus terlontar panik dari bibir Siwon.

 

Disaat Siwon ingin menyentuh Yoona, mengambil alih dari rangkulan Sehun. Tangannya terlebih dulu ditepis Sehun dengan kasar.

 

“Kyuhyun-ah..” Liu Wen juga ikut menghampiri mereka, lalu menepuk bahu Kyuhyun. Menyadarkannya kembali.

 

“Yakkk.. Bocah ingusan.. Berani sekali kau-..”

 

“Mengapa aku harus takut dengan ahjussi sepertimu. Pengkhianat ! Jangan Sentuh noona-ku !” sela Sehun dingin sambil menatap tajam Siwon.

 

Entah darimana datangnya keberanian Sehun melawan Siwon. Ia bahkan untuk pertama kalinya berani menepis tangan Siwon serta menyela ucapannya.

 

Sehun mungkin masih remaja, dan hanya terlihat sebagai bocah ingusan dimata Siwon selama ini. Namun Sehun pun bisa menjadi seseorang lelaki sejati yang siap melindungi wanitanya ketika disakiti orang lain.

 

Seperti halnya kejadian sekarang. Sehun akan melindungi Yoona noona-nya yang sedang tersakiti itu mati-matian. Tidak akan dibiarkan satupun seseorang menyakiti Yoona noona-nya. Oleh sebab itu langkah pertama yang ia lakukan adalah menjauhkan Yoona noona-nya dari orang yang menyakitinya yang dimatanya adalah Siwon.

 

Sehun marah, tidak terima ketika melihat Yoona noona-nya menangis.

 

Tersakiti.. Apalagi sampai terluka .

 

Sehun akan menjadi seseorang yang menyeramkan meskipun tak semenyeramkan Siwon ketika marah. Akan tetapi kemarahan Sehun saat ini berhasil membuat Siwon, Kyuhyun beserta Liu Wen tertegun.

 

Seseorang yang masih mengenakan seragam sekolah itu terlihat gagah-berani dengan sorotan mata tajamnya yang mampu mengintimidasi siapapun yang membantahnya. Bukan lagi seperti bocah ingusan yang menyebalkan dimata Siwon.

 

“Apa maksudmu ? Siapa yang kau sebut pengkhianat? ” seperti biasa Siwon tidak akan membiarkan dirinya takluk dengan siapapun kecuali Yoona. Membalas menatap tajam Sehun.

 

“Cihh.. Ahjussi tidak perlu berpura-pura polos setelah apa yang ahjussi lakukan dengan Ahjumma itu.” kali ini tatapan tajam Sehun mengarah  Liu Wen.

 

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan, Oh Sehun?” Siwon mengeram marah. Manakala Sehun menghadangnya disaat ia kembali ingin mendekati Yoona yang masih saja menangis.

 

“Ahjussi tidak mengerti peringatanku. Sudah ku katakan jangan berani mendekati Yoona noona-ku disaat tubuh ahjussi telah terkontaminasi tubuh selingkuhanmu.”

 

“Mwo ? Selingkuhan.. Yakk Oh Sehun kau salah paham. Yoona.. Yoona kau salah paham, baby.”

 

Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang Siwon berteriak-teriak sambil mengikuti Yoona yang dibawa Sehun.

 

Menyisahkan Kyuhyun dan Liu Wen yang sedikit ternganga menyaksikan pertunjukan tersebut.

 

Khususnya Liu Wen yang nyaris tidak percaya dengan apa yang dilihat. Siwon, lelaki yang dicintainya itu mengejar seorang wanita yang berada dalam rangkulan seorang bocah berseragam sekolah.

 

MENGEJAR WANITA !!

 

Perlu ditulis dengan huruf kapital semua. Kata-kata itu seakan kata teraneh yang pernah Liu Wen tahu.

 

Bagaimana mungkin ??

 

Dan..

 

Bagaimana bisa ??

 

Setahunya dalam kamus hidup seorang Choi Siwon, mengejar wanita itu tidak ada dalam hidupnya. Ya, karena Siwon tidak perlu melakukan semua jika para wanita lah yang langsung menawarkan dirinya kepadanya. Banyak pula wanita yang mengumpankan dirinya sendiri kepada Siwon.

 

Siwon juga terkenal dengan sikap angkuhnya yang setimpal dengan apa yang dimilikinya.

 

Harga dirinya terlalu tinggi jika hanya untuk sekadar mengejar wanita apalagi sampai mengemis cinta seperti yang ia lihat sekarang.

 

Itu jelas bukan gayanya !!

 

Siwon bahkan masih mati-matian menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.

 

Mungkinkah kamus hidup seorang Choi Siwon telah berubah ??

Tsk ! Seharusnya tak perlu ditanyakan lagi jika kenyataan yang dilihat telah menjawab semuanya. Mematahkan semua kamus hidup Choi Siwon yang selama ini Liu Wen ketahui. Begitu pula mematahkan kembali hatinya.

 

Malang sekali nasipnya !!

OMG.. Ia bahkan tadi dipanggil ahjumma.. Apakah wajahnya setua itu???

 

Liu Wen mendumel dalam hati.

 

“Menarik.” kata itu meluncur begitu saja dibibir Kyuhyun disertai senyuman evil. Liu Wen bergidik ngeri melihatnya.

 

“Apa kau mengatakan sesuatu, Kyu? Yang ku lihat sepertinya kau menyukai pertunjukan barusan? Apalagi tatapanmu dengan gadis kecil itu.”

 

“Ternyata kau memahamiku sangat baik. Mari kita pulang dan kau berhutang penjelasan kepadaku.” Kyuhyun tersenyum lebih tepatnya menyeringai evil.

 

****

 

“Aku mohon dengarkan aku dulu, baby.” mengeram frustasi, Siwon mengacak rambutnya. Entah yang keberapa kalinya.

 

Siwon mempercepat langkah kakinya, lalu memotong jalan Yoona dan Sehun. Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Seolah-olah tidak akan memberikan celah sedikitpun jalan untuk Yoona dan Sehun, lewat.

 

Sehun mendecakkan lidahnya kesal. Tangannya semakin erat merangkul Yoona noona-nya.

 

“Minggir kau Ahjussi !”

 

“DIAM !” Bentak Siwon.

 

“Kau yang seharusnya diam, Choi Siwon ! Jangan pernah membentak Sehunnie lagi didepanku!” sahut Yoona dingin.

 

Hati Siwon terluka mendengarnya.. Yoona, yeoja-nya memanggilnya tanpa embel-embel ‘oppa’. Bukankah Yoona tahu jika Siwon tidak suka akan hal itu !

 

Itu sama saja mengingatkannya dulu saat-saat pertama kali awal-awal Siwon mengejar-ngejar Yoona yang belum tertarik kepadanya.

 

“Jangan panggil aku seperti itu lagi, Yoong. Kau tahu kan aku tidak pernah suka.”

 

“Lalu apa urusanku, Siwon.”

 

“Tidakkah kau mengerti itu sama saja kau melukaiku.”

 

“Disini, siapa yang lebih dulu melukai hah?”

 

“Aku tidak melukaimu, Yoona. Terlintas dipikiranku pun tidak pernah. Kau han-..”

 

“BOHONG !!! Kau melukaiku Siwon !! Kau melukaiku.. Aku melihatnya sendiri, didepan mataku .”

 

” Apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau pikirkan. Kau salah paham, Yoona. Salah paham !”

 

“Apanya yang salah paham. Aku melihatmu bermesra-mesraan dengan ahjumma berdada montok itu.Sehun pun melihatnya, iya kan Sehun?”

 

Sehun yang ditanya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

 

“Cih, semua namja memang sama saja. Liat yang lebih besar sedikit saja langsung jelalatan.”

 

“Oh, pantas saja Siwon oppa tadi pagi tidak membangunkanku. Langsung pergi tanpa pamit.. Tidak memberiku morning kiss.. Tidak membuatkanku susu. Dasar kuda menyebalkan !!” Yoona masih menggerutu kesal sambil memukul-mukul Siwon dengan tas Hermes-nya.

 

“Berani-beraninya kau berselingkuh dibelakangku. Siwon oppa.. Kau bahkan telah melukai egoku. Berselingkuh dengan seorang Ahjumma yang tidak cantik sedikitpun. Oh dear.. Apa yang Siwon oppa liat dari ahjumma itu? Shit ! Pasti dadanya yang montok itu kan? Ya Tuhan.. Oppa.. Apa kau tidak puas dengan milikku hah? Sehun bahkan mengatakan ahjumma berdada montok itu mengerikan.”

 

“Siwon oppa mengapa diam saja, hah? Apa setelah melihat ahjumma berdada montok itu oppa akan berpaling dariku? Menyebalkan !”

 

“Meskipun milikku tak sebesar milik ahjumma itu, bukankah selama ini oppa sangat menikmatinya, huh. Siwon oppa bahkan sering memintanya lagi dan lagi. Tidak bisa dipercaya oppa-..” Siwon segera membungkan mulut Yoona dengan tangannya. Tidak akan membiarkan lagi Yoona berbicara mengenai pembicaraan18+ nya .

 

Demi banyaknya angsa yang berenang dirawa-rawa..

Tidakkah Yoona malu dengan pembicaraannya 18+ nya itu ditempat umum. Terlebih didepan Sehun, yang masih polos .

 

Sehun tercengang dengan apa yang dilihat dan didengar, begitupun orang-orang yang berada diparkiran.

Sejujurnya Sehun sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Yoona noona-nya.

 

Melupakan Sehun dan orang-orang yang melihat pertunjukkan gratis itu. Siwon masih berusaha menghentikan aksi brutal Yoona yang masih memukuli tubuhnya. Sedikit kerepotan karena hanya bisa menggunakan satu tangannya.

 

Yoona melotot, saat Siwon berhasil mencengkram kedua tangannya. Ia ingin protes namun percuma, karena mulutnya masih dibungkam tangan Siwon yang satu.

 

Tak kehilangan akal, dengan nakalnya Yoona menggigit kuat tangan Siwon. Walaupun tak sampai berdarah namun cukup menghasilkan erangan saja sakit dari Siwon.

 

“Astaga.. Baby appo..”

 

“Itu balasan karena sudah membungkam mulutku, oppa.”

 

“Aku hanya ingin menghentikanmu berbicara, Yoong. Tidakkah kau sadar apa yang sedang kau bicarakan,eoh? Lihat.. Sehun saja sampai kebingungan seperti itu.”

 

Yoona langsung menoleh kearah Sehun. Ia meringis pelan mendapati raut wajah Sehun yang kebingungan.

 

“Apa kau sudah mengingatnya, baby? Ini cukup memalukan untukku. Seorang Ceo HDS terlibat pertengkaran dengan kekasihnya ditempat umum. Dimana sang kekasih melakukan tindakan kekerasan disertai membicarakan hal-hal yang berbau dewasa, terlebih didepan anak yang masih sekolah.” Yoona hanya bisa mendecakkan lidahnya kesal. Namjachingunya itu terlalu berlebihan. Aishh tapi ada benarnya juga jika memang harus dibilang memalukan.

 

“Eottokhae baby ? Akan berbahaya seandainya disini ada paparazzi yang melihat kita?” apa yang baru saja dikatakan Siwon, membuat Yoona menelan ludahnya merasa takut. Ia celingukan (?) kesana-sini memastikan amam.

 

****

 

Terjadi keheningan sejenak didalam mobil Yoona. Sebelum Siwon meluapkan rasa jengkelnya kepada Yoona, yang telah berani melanggar peraturannya.

 

Siwon terlebih dulu mengambil nafas sebanyak mungkin yang ia bisa. Demi untuk tetap menetralisir kemarahan yang mulai membara ditubuh atlentisnya.

 

Yoona dan Sehun hanya bisa berharap-harap cemas, melihatnya. Mereka bahkan sulit menelan salivanya sendiri. Mereka bertiga sengaja memilih masuk mobil untuk meluruskan titik permasalahannya yang terjadi antara Siwon dengan Yoona. Setidaknya didalam mobil Yoona tidak akan ada yang melihatnya jika saja nanti terjadi pertengkaran yang lebih besar lagi, kecuali Sehun yang masih setia membuntuti Yoona,  noona kesayangannya itu.

 

“Yoona.. Mengapa kau begitu membuatku marah?”

 

“Huh.. Apa tidak salah dia mempertanyakan itu? Jelas-jelas dia dulu yang membuatku marah.” gerutu Yoona dalam hati. Ia masih gugup menghadapi Siwon yang kini nampak seperti singa buas yang siap memangsa seekor rusa imut.

 

“Ba-bagian mana yang ku perbuat hingga membuatmu marah, oppa. Kita bahkan tahu siapa yang dibuat marah.. Dan siapa yang membuat marah.”

 

“Baiklah.. Kita harus mengakui kita sama-sama membuat marah dan dibuat marah.”

 

“Oh jadi Siwon oppa mengakui jika oppa berselingkuh dengan ahjumma berdada montok itu.”

 

“Tentu saja tidak, Yoong.”

 

“Lalu..? Mengapa Siwon mengakui kalau oppa yang sudah membuatku marah. Tsk padahal yang membuatku marah itu karena oppa berselingkuh dengan ahjumma berdada montok itu.”

 

“Berhenti Yoona ! Berhenti mengatakan aku berselingkuh dengan ahjumma yang kau sebut-sebut berdada montok itu!”

 

“Kenapa aku harus berhenti ?”

 

“Karena aku tidak pernah berselingkuh, Yoona. Satu-satunya yeoja-ku adalah kau, Yoona. Aku hanya ingin menjadi lelakimu. Mengapa kau tak tahu hatiku yang hanya untukmu.”

 

Siwon menatap Yoona tepat didepan matanya serius, tanpa sedikitpun mengurangi kelembutan serta ketenangan didalamnya. Tiada kebohongan sama sekali dimata itu. Yang ada hanya tatapan ketulusan yang berlumur cinta.

 

“Ta-tapi.. Siwon oppa terlihat mesra bersama ahjumma berdada montok itu. Siwon oppa bahkan merelakan pipi oppa bersentuhan dengan ahjumma dada montok itu. Selama kita menjalin kasih, Siwon oppa tidak pernah pergi dengan wanita lain, apalagi dengan ahjumma berdada montok itu. Apa..apa setelah semalam Siwon oppa mengetahui ceritaku dengan Jonghyun oppa, Siwon oppa mulai tid-..”

 

“Sstttt..” Siwon menaruh jari telunjuknya didepan bibir Yoona. Membungkamnya untuk berhenti berbicara.

 

“Baby, berhenti berpikiran hal-hal buruk tentangku dikepala cantikmu itu. Sudah aku katakan tidak akan ada yang berubah tentang cintaku kepadamu, kecuali yang kian harinya bertambah semakin besar. Terlepas dari semua ceritamu dimasa lalu. Hatiku ini hanya  untukmu, Yoona. Kau tidak perlu ragu lagi, karena aku menjamin. Tidak akan ada satupun wanita yang mampu mengalihkan hatiku. Jika seluruh semua ruang yang ada dalam hatiku sudah kau tempati, baby. Tidak akan ada celah sekecilpun untuk wanita lain menyusup kedalamnya. Karena aku tidak akan pernah membiarkannya. Bahkan jika kau bertindak dingin, menyakitiku. Aku tidak akan bisa  mendorongmu keluar dari sana.”

 

“Dengar Yoona kau hanya salah paham. Ahjumma berdada montok..  yang kau sebut-sebut itu dulu adalah putri salah satu relasi bisnisku sewaktu di China. Tidak ada hubungan lebih diantara kita selain hubungan kerja. Ahjumma berdada montok itu… Aishh mengelikan. Aku bahkan ikut-ikutan memanggilnya seperti itu. Ahjumma ber-.. Emm..dia maksudnya namanya Liu Wen. Umurnya sama denganku. Dia berada diKorea karena ada urusan pekerjaan. Dan pertemuan tadi itu sungguh ketidaksengajaan. Aku bersumpah aku tidak pernah berharap bertemu dengannya lagi. Karena aku, Malas ! Aku tidak suka dia !”

 

“Tapi Siwon oppa berci-..”

 

“Itu hanya refleks, baby. Apa perlu aku mengoperasi wajah tampanku ini, untuk melunturkan bekasnya. Jika kau yang menyurahnya aku akan melakukannya. Katakan apa yang kau inginkan, aku akan melakukannya. Katakan menangis..aku akan menangis. Katakan tersenyum.. Aku akan tersenyum. Katakan berguling-guling.. Aku akan berguling-guling. Bagaimana apa yang ingin kau katakan?”

 

“Tidak.. Cukup tersenyum dan selalu mencintaiku, oppa. Ingat jangan pernah berani-beraninya oppa mengoperasi wajah tampan ini. Karena aku tidak yakin apakah dokter terbaik dikorea ini bisa membuat wajah oppa lebih tampan lagi. Wajah ini sudah terlalu sempurna untuk mendampingi wajah sempurna cantikku.. Hhehe. Dan jangan pernah lagi berhubungan dengan ahjumma berdada montok itu lagi.”

 

“Siap Dewi Im-ku. Jadi Yeoja-ku ini sudah tidak marah lagi kan? Aigoo.. Baby kau sadar tidak, kau ini sedang cemburu..”

 

“Ya aku sadar kok, jika aku cemburu.”

 

Kini Siwon seakan-akan berjalan dimusim semi, yang penuh dengan keharuman bunga-bunga yang mulai bermekaran. Rasanya begitu membahagiakan saat untuk pertama kalinya Yoona mengakui bahwa dirinya cemburu.

 

“Ehem.. Kau harus dihukum, baby.”

 

“Mwoya ? Dimana letak kesalahanku kali ini, oppa.”

 

“Kau pasti tahu, baby. Dimana letak kesalahan itu. Dan berada dimana kita sekarang?”

 

“Kita berada dimobil.”

 

“Mobil siapa ini?”

 

“Mobilku.. ”

 

“Jadi…?”

 

“Hhehe.. Maaf tadi aku terburu-buru makanya aku menyetir sendiri oppa.”

 

“Anak pintar.. Jadi sekarang sudah tahu kan letak kesalahanmu dimana?”

 

Yoona hanya mengangguk polos. Dengan wajah tak berdosanya. Menghanguskan niat Siwon yang dari awal ingin meluapkan rasa jengkelnya. Siapapun yang melihatnya tidak akan ada yang tega melenyapkan wajah tak berdosa itu dengan tergantikan wajah sedih. Jika saja Siwon meluapkan amarahnya.

 

Mengacak rambutnya gemas.. Itulah pilihan yang tepat untuk menggatikan rasa jengkelnya.

 

Mengikis jarak diantara keduanya, Siwon semakin mendekatkan wajahnya. Matanya fokus menatap bibir merah ranum milik Yoona. Helaan nafasnya mulai menerpa wajah Yoona, alhasil wajah cantik itu menjadi merah padam.

 

“Engh.. Op-pa.. Bisakah oppa menyingkir. Disini masih ada Sehun.” bisik Yoona sangat pelan.

 

Siwon mengeram pelan mengetahui ia tidak bisa memberi hukuman Yoona disini.

 

“Sial. Kau beruntung baby dengan adanya Sehun disini. Jika tidak.. Kan ku pastikan, aku akan mengurungmu disini. Menciummu hingga lemas.. Menciummu sangat panas sampai kita sama-sama kehabisan nafas.” bisik Siwon tepat ditelinga Yoona. Tak lupa ia menjilat lalu menggigit telinga itu.

 

Sekuat tenaga Yoona menahan erangannya. Tidak bisa dipungkiri jika bagian itu salah satu titik sensitifnya.

 

Sial ! Ia tidak boleh kalah dari Siwon.

 

“Apa karena ada Sehun disini,  oppa takut? Ayo oppa cium aku ! Sungguh, terdengar sangat menarik hukuman itu..” bisik Yoona seduktif.

 

Sial. Yeoja nya itu benar-benar menantangnya. Demi harga dirinya yang setinggi angkasa itu Siwon mengalah. Lebih baik menunda menghukum yeojanya daripada ia harus kehilangan reputasi yang selama ini ia bangun dan ia jaga didepan Sehun.

 

“Kali ini aku membiarkanmu menang, baby. Tapi tidak untuk nanti malam. Persiapkan dirimu dengan baik. Sebelum aku menghukummu diatas ranjangku.”

 

Siwon dan Yoona seakan tidak peduli dengan adanya Sehun. Mereka sama-sama masih mempertahankan posisi yang dibilang sangat intim itu.

 

Untuk kesekian kalinya Sehun mendecakkan lidahnya kesal. Berulang-ulang ia menghela nafasnya kasar. Kakinya menghentak-hentak keras.

 

“Yoona noona.. Ahjussi, sampai kapan kalian seperti itu terus? Hello.. Oh Sehun anak tampan disini.. Tidakkah kalian malu, memperlihatkan keintiman kalian didepan anak sekolah, sepertiku?”

 

“Tutup saja matamu, jika tidak ingin melihatnya !” ujar Siwon dengan sinisnya.

 

“Siwon oppa, menyingkirlah ak-..”

 

“Sttt.. Biarkan saja dia, Yoong. Siapa suruh dia mengikutimu.”potong Siwon.

 

“Noonaaaaa…” rengekan Sehun penuh aegyo.

 

“Jika oppa tidak mau menyingkir, jangan harap oppa bisa mendapatkan ‘jatah’ dariku.”

 

Ancaman dengan kata pamungkas ‘jatah’ itu nyatanya berhasil membuat Siwon membantah.

 

Chu !

Sebelum menyingkir Siwon menyempatkan bibirnya mengecup bibir Yoona.

 

“YAkkkk ahjussi..!!! Teganya dirimu mencium Yoona noona didepan mataku. Hiks.. Eomma.. Hikss ahjussi membuatku patah hati. Huwaaaa eommmaa….” teriak Sehun dengan tangisnya.

 

“Siwon oppa.. Lihat kelakuanmu, membuat Sehun menangis.” omel Yoona.

 

“Sudahlah baby, bukankah tadi aku sudah menyuruhnya menutup mata. Salah sendiri kenapa dia membantah.” Yoona mendelik mendengarnya.

 

“Hikss.. Noona…”

 

“Ne, uljima sayang. Katanya Sehun sudah besar ,tapi kenapa masih menangis. Uljima, sayang.” meskipun Yoona membujuknya lembut dengan memanggilnya sayang. Tak lantas membuat Sehun berhenti menangis. Tangisnya semakin kecang dengan terus memanggil eomma-nya. Benar-benar seperti anak kecil tidak lagi terlihat Sehun yang gagah berani.

 

Sehun marah.. Kesal.. Terharu.. Patah hati.. Setelah melihat semuanya. Membuatnya tak kuasa bila harus bersikap seolah baik-baik saja.

 

“Hey.. Kau bocah ingusan. Kau ini seorang pria mengapa menangis, eoh.” bukannya menenangkan Siwon malah mengejek Sehun.

 

“Pria pun punya hati yang lembut ahjussi. Hikss.. Noona peluk Sehun. Biasanya eomma selalu memelukku saat aku menangis.. Hikss.”

 

“ANDWAE..!!” Larang Siwon.

 

Yoona yang tidak mau ambil pusing mendengar tangisan Sehun, lantas menurutinya. Membuat Siwon cemberut, merasa cemburu.

 

Merasa Yoona noonanya menuruti kemauannya. Membuat Sehun tersenyum, lebih tepatnya mengejek Siwon.

 

“Noona sudah memelukmu kan ? Sekarang jangan menangis lagi, arra!”

 

“Asalkan noona janji tidak akan membiarkan ahjussi mencium noona lagi.”

 

“Yaa siapa dirimu meminta  Yoona melakukan itu!” semprot Siwon marah.

 

Seakan tak cukup dengan semprotan marahnya, Siwon menjitak kepala Sehun. Memberi peringatan tentang keinginannya yang jelas tidak bisa diterima Siwon.

Mungkin Yoona juga.,

 

“Hikss.. Noona appo. Ahjussi memukulku.” adunya ke Yoona.

Dengan manjanya ia memeluk Yoona dari samping, menaruh kepalanya dibahu Yoona.

 

Siwon mendengus kesal.

 

 

“Dasar bocah ingusan kekanakan.”

“Siwon oppa jangan memukul Sehunnie. Lebih baik jalankan mobilnya perutku sudah lapar, oppa.”

 

“Aku bahkan hanya menjitak, bukannya memukulnya. Lain kali aku akan benar-benar memukulmu, bocah ingusan.” gumam Siwon yang tak sepenuhnya serius.

 

Sehun yang melihat Siwon tak bisa berkutik selain menjalankan mobilnya seperti perintah Yoona noonanya. Merasa puas, setidaknya ada yang bisa mengalahkan Siwon.

 

****

 

Sesampainya disebuah lestoran khas masakan Jepang. Ketiganya lalu memesan menu makan siangnya.

 

Drtttttt..

 

Ponsel Siwon berbunyi. Ada panggilan dari sekartis Park yang mengharuskan Siwon segera kembali kekantor. Karena ada meeting dadakan dengan Kwon Enterprise mengenai kerjasamanya. Ada kemungkinan juga bahwa Siwon harus terbang ke Jeju bersama Direktur Kwon dan Miss Hwang guna meninjau lokasi pembangunan resort dipulau Jeju.

 

“Baby, sungguh aku minta maaf. Tidak bisa menemanimu makan siang. Aku harus balik ke kantor. Oh ya ada apa kau ingin ikut bersamaku, kepulau Jeju. Aku ada pekerjaan disana?”

 

“Yaa oppa.. Siwon oppa kan kesana bukannya liburan. Biar ku pikir lagi nanti, aku ikut apa tidak. Apa oppa belum makan siang kan?”

 

“Gwaenchana, aku akan makan dikantor nanti. Aku pergi dulu, baby.”  sebelum pergi Siwon mencium kening Yoona dan memberi sedikit perintah ke Sehun terlebih dulu.

 

“Yakk Oh Sehun, kau harus menjaga noona-mu ini baik-baik, arra ! Jangan biarkan yeojaku ini menangis apalagi terluka, arra !”

 

Meskipun sedikit kesal, Sehun tetap mengangguk meng’iya’kan.

 

“Hey ahjussi.. Seharusnya ahjussi tidak perlu menyuruhku seperti itu. Jika orang terakhir yang membuat Yoona menangis adalah ahjussi.” teriak Sehun setelah melihat Siwon yang semakin menjauh.

 

“Sehunnie, jangan berteriak seperti itu. Malu dilihat orang.” larang Yoona sambil terkekeh.

 

Sehun menyengir, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

 

“Hhehe.. Mian. Yoona noona tenang saja ya, selama ada Oh Sehun noona akan aman.” ucap Sehun sambil memukul dadanya beberapa kali.

 

“Aigoo.. Kau ini ada-ada saja..” kekeh Yoona.

 

Keduanya lalu menikmati makan siangnya dengan nikmat. Nampak Sehun terlihat sangat sangat menikmati makan siangnya kali ini. Baginya ini seperti sebuah kencan.

 

Yoona tak henti-hentinya tersenyum bahkan tertawa disela-sela candaan ataupun lelucon konyol Sehun. Alhasil membuat Sehun merasa bangga dan semakin bahagia karena bisa membuat noona kesayangannya itu tersenyum bahkan tertawa dan itu karenanya.

Seperti ini saja sudah cukup bagi Sehun. Bisa bersama Yoona, memiliki waktu dengannya, dan merasakan kasih sayangnya sudah berhasil membuat Sehun bahagia. Walaupun tidak bisa menjadi sepasang kekasih setidaknya Sehun merasa bersyukur bisa menjadi noona dan dongsaeng. Bagian yang terpenting adalah ia bisa dekat dengan Yoona.

 

*****

 

Klik.. Klik.. Klik.. Klik..

Klik.. Klik.. Klik.. Klik..

 

Bunyi jepretan poto dari dua orang berbeda gender yang diambil dengan cara sembunyi-sembunyi.

Ya, keduanya berhasil mengambil gambar Yoona dan Sehun yang sedang makan samil bercanda itu.

 

Satu orang yang memiliki gender laki-laki itu nampak puas dengan hasil bidikan lensa cameranya. Merasa pekerjaannya kali ini berjalan dengan sangat baik. Ia tsk henti-hentinya tersenyum melihat hasil kerjanya.

 

“Akhirnya aku menemukannya..”

 

 

Berbeda halnya dengan satu orang yang memiliki gender perempuan. Meskipun senyum kepuasan tak  luput dari wajahnya. Orang itu semakin terlihat kejam ketika seringaian jahatnya hadir diwajahnya.

 

Matanya menatap tajam poto itu. Berbagai rencana-rencana jahat mulai berkeliaran dikepalanya.

 

“Bersiaplah menunggu kehancuranmu, Im Yoona.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tbc 😀

 

Fiuhh sedikit lega akhirnya bisa ngelanjutin part ini juga..

 

#typo bergentayangan..

 

Part 8 benar-benar memeras otak saya.. Jika sblumny td ada yg smpt baca tp cuma stengah. . inilah hasil full partny. . meskipun tidak sama persis sama full part 8 yg sblumny datanya hilang..

 

Hihi.. Tadi sempat frustasi karena salah kirim emailnya.. Trus yang full part 8 ny datanya hilang.. Ditambah 2ff aq datanya juga ikut hilang.. Hiks Akan tetapi  aku merasa mendapatkan suntikan semangat dr readers..jd bisa lanjutin deh hhe..

 

Ku kirimkan kata terima kasih untuk readersku dan juga berta unni..

 

Hhehe sepertinya ff My Yeoja ini gg jd dihapus… Kkeke td pas chat bbm.an ma nina unni dan debsi unni, ada niatan ngehapus ragara hilangny data part 8.. Aigoo mkasih yh eonnideul atas pengertiannya..

 

Misalnya ngga dapat feel.. Yah mau apa dikata.. Aku sudh brusaha ngetik ulang kelanjutan part 8 ini.. Hhehe

 

 

Ternyata Belajar dewasa itu menyakitkan ya..?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

126 thoughts on “[FF] My Yeoja 8

  1. Yoona cemburu buta ni ye hahaha
    Sehun oh sehun masih juga ngarep sama yoona padahal sudah tahu jelas keintiman mereka hehe
    Dan siapa yang ambil foto yoona sembunyi2 dan akan menghancurkan yoona??

    Like

  2. Unyu yahhh yoona cemburu ama siwon terus sehun lagii ngegemesin bangett..
    Padahal udah liat gimana yoona ama siwon berhubungan kek gitu kekekekekekekek..
    Semangka ounn😃..

    Like

  3. sapa itu yg mau ngehancurin yoong unnie ??
    omo yoona unnie cemburu tp ttp lucu :* sehun ngegemesin deh tp keren 🙂
    tp kalo nggk salah bknnya liu wen dadanya rata ya hem tp gk masalah 😀
    keep Fighting unnie 😉

    Like

  4. lucu lihat yoona cemburu… yoonwon kalau udah urusan bermesraan sweet banget. sekarang mau lanjut baca pary selanjutnya. author hwaiting

    Like

  5. yoona kalo marah gak tahu tempat. dia jadi lupa ada dimana trus asal nyerocos aja. cie, cie yoona udah cemburu ame siwon haha…
    siapa tuch dua orang yang motret yoona. siapa si namja trus siapa si yeoja yang punya tatapan licik itu?? ckckck…,,penasaran!?!

    Like

  6. yoona cemburunya luc nggak cuma marah tap mpe nangis udah gitu kalo marah nggak tahu tempat. haha
    siapa tuch dua orang yang motret yoona. trus siapa yang mau nyelakain yoona? jangan jangan liuwen?!

    Like

  7. Wahhh nambah orang baru lagi nih n kayaknya juga jahat
    Aigoo omongan yoong vulgar banget sih tentang 18+ apalagi didepan sehun 😱

    Like

  8. Ngiung ngiung ngiung…sehun bnr2 jd obat nyamuk.
    hahahaha…
    Mdh2an setiap pertengkaran wonpa & yoona,selalu d akhiri rentetan moment manis kyk cerita d atas.
    Ga perlu pake emosi,marah2,air mata secukup’y & saling mendengarkan+pengertian sat sm lain.
    Oohh…so sweettt…
    Klo setiap hukuman dpt ciuman dr wonpa,tiap hr mo bikin salah2 mulu deh. hihihihi…

    Heeuuhh…itu kyuhyun+ahjuma berdada montok yaa yg cekrak cekrek??
    mdh2an bikin masalah’y ga ush gede2 yaa…

    Like

  9. Haha gara2 cemburu liat wonppa cipika cipiki cwek lain yoong mrahx mpek sgitux pkek buka aibx sgala lgi dtempat umum n d depan sehun lagi pi untungx wonppa bsa menjelaskan kesalahpahamanx pd yoong ,,,wah cpa mereka yg memfoto yoong scr diam2 ntu ya? Trutama yg cwek ntu kyakx dia punya niat jahat pd yoong deh keren…..

    Like

  10. Hahaha lucu bget. Ajhuma berdada montok… kacian bget lieu wen…..
    yoona cemburu buta sampai sampai ngebongkar rahasianya ma swon hehe

    Like

  11. Ga mungkin sih Siwon suka sama Liu Wen apalagi dilihat dari cara bersikap Siwon ke Yoona yang beda sikapnya ke orang lain. Haha.. bacanya cepat gitu karena udh pernah baca cuma mengulang aja

    Like

  12. Ternyata yoona bisa cemburu juga yah kekekke
    Lucu liat momeng yoonwon ama sehun Pa lagi last yoona ngoceh2
    Makin penasaran am jaln ceritanya
    Kyuhyun siapa kok bisa tau yoona

    Like

  13. lucu juga yoona cemburu sama siwon cemburu sma ahjuma berada besar..😅😅
    ahhh sehun lucu bgt sih gemesin ga kebayang wjah cool sehun tp kelakuannya manja..😆

    Like

  14. Wah mau apa kyuhyun ama LW 😦 . Ngakak pas baca bagian rusa imut ngomel marahin siwon di depan umum hahahah. Kesian sehun liatin kemesraan yoonwon wkwk, makin seru nih my yeoja, cusss lanjutt

    Like

  15. OMG yoona lucu pas cemburu, sampek nyerocos ngomongin hal hal vulgar didepan umum.
    Sehun juga lucu pas nangis.hahahaha
    Siapa yg ambil foto yoona dan sehun, apa kyuhyun dan liu wen tapi kayaknya g mngkin

    Like

  16. Asek yoona eonni cemburu smpe nangis lgi, yoona eonni kyknya memg dh seutuhnya cinta ama wonppa.

    Yak, kira2 spa ya cewe yg mw hancurin yoona eonni???

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s