[FF] My Yeoja – Part 9

 

Title : My Yeoja

Author : Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoon

Other Cast : Find by Yourself

Genre : Romance, Angst, Sad, family, friendship

Rating : 17+

Poster : Berta Yoonwonited/Xoloveyoonwon

*hanya sebuah imajinasi yang ku tuangkan dalam goresan tanganku~So, Don’t copy paste tanpa minta ijin, arra !!! Setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati*

Part 9

Happy Reading..

PhotoGrid_1453554127625

*zuanita D. Lestari, Note :

Sebelumnya author pengen cuap-cuap dikit. Mau dibaca syukur mau gk dibaca yawis ora popo 😀

Mengenai cast ataupun karakter tokoh yg tidak sesuai dg aslinya..
Hey ini hanya imajinasiku belaka..
Jd suka-suka author dong mau nambahin cast siapa ? Karakter nya gimana.. ? Bagi siapapun yang ngga suka author memasukkan cast Liu Wen mohon dimaklumi yah..

Sebelum memasukkan Liu Wen dlm cast terlebih dlm karakter yg sedemikian rupa, genit, sexy, penggoda, cinta mati sama Siwon, agak antagonis. Author sdh terlebih dlu mempertimbangkannya matang2. Author juga smpat mnta pndpt ma admin dan bbrpa readers mngenai Liu Wen, jd author sudah bisa memperkirakan reaksi readers.. Dan benar reaksi readers hmpir sama dg apa yg author sudah perkirakan 😦

Mengenai julukan
“Ahjumma berdada montok” yg author sematkan kpd Liu Wen.. Itu bukannya tanpa alasan..
Sebenarny kmren author juga sempat2 tny kpd bbrepa readers+admin.. Mengenai julukan apa yg pling cocok untuk liu wen dg karakter yg seperti diatas..
“Tante girang, Nasi Liwet, wewe gombel dsb..” itu bbrapa julukan yg author dpt dr bbrp readers. Tp mnurut author itu kurg cocok, krena apa ? Rada aneh aja gitu dlm ff julukan “nasi liwet” ini kan msakan khas indonesia, “wewe gombel” ini juga hantu khas Indonesia.. “Tante girang” setahu author Tante=bibi=ahjumma.. Masa iya pake “ahjumma girang” seperti kurang pas ajh gitu.. Oleh sebab itu author milih “ahjumma berdada montok” meskipun author tahu fisik asli Liu Wen itu tdk seperti itu.. Bisa dibilang berdada rata.. Tp kan balik lg ke cerita.. Author cuma pke nama ny saja dg karakter yg author ciptakan sendiri.. Jujur author juga gk suka sama liu wen mungkin itulah salh satu alsan knp author pake dia buat cast antagonis, ceritanya biar author bisa  ngerjain   tuh orang ,.. Klo pake cast yg lain author kurang tega lol

kmarin ada yg comment sepwrti ini..

“__..Sejak kapan liu wen dadanya besar kebalik tu besaran dadanya yoona eunni la liu wen ma tepos kalau gk percaya search aja digoogle atau lihat wgm siwon ma liu wen__..”

“__.. Dan julukan buat si ahjumma cina tuh aneh kan liu wen kan dadanya kecil hihiho__..”

Jujur sedikit sensi, tp its okay.. Ini kan saran juga.. Jd yh terimakasih yah 🙂 Author juga sebelum masukin cast Liu Wen udh search di mbah google kok mpe gedek2 liatnya.. Hhhihi

Mungkin alasan diatas cukup diterima readers mengenai liu wen dg julukanny  “ahjumma berdada montok”

Dimohon buat readers jangan lg sematkan kata “kurang panjang” dalam comment ny.. Enth knp author sllu sensi disaat membaca comment yg ada kata-kata itu..

Apa gini update panjang tapi 3minggu sekali, otte??

Terima kasih 🙂

Kembali ke part 9

                  ****

Dalam waktu yang telah berlalu. Bekas hati yang dulu pernah singgah, walau itu hanya sekejap. Namun nyatanya rasanya masih sama. Nyatanya mampu membuat sang pemilik hati tidak pernah berpaling.Tidak pernah lupa barang sejengkalpun.

Berapa banyak orang yang pernah singgah itu berubah. Atau seiring berputarnya sang waktu maupun sampai keadaan sudah tak lagi sama, sang pemilik hati akan terus semakin kian mendampa dengan apa itu yang bernama CINTA.

Walau hanya sepihak, walau hanya tak pernah terbalaskan. Ia akan tetap disitu, bertahan dalam cinta sepihaknya. Setidaknya ia hanya ingin selalu bertahan dengan cinta yang dimilikinya.

Meskipun sakit bertambah sakit !!
Meskipun perih bertambah perih !!
Hati kian merintih, menjerit dengan apa itu yang disebut CEMBURU. Ia ingin selalu bertahan semampu yang ia bisa. Sampai Tuhan benar-benar membuatnya dengan apa itu yang disebut LUPA.

Jika tidak bisa !!
Jika tidak pernah terjadi !!
Ia tidak akan merasa menyesal barang sedetikpun dengan apa yang hatinya rasakan!!
Dengan apa yang ia miliki !!

Ketika pertama kali ia melihatnya, cinta dan naluri itu bersemayam dihatinya. Katakan ia terburu-buru dengan apa itu yang disebut jatuh hati.

“Yoona-ya aku bahagia memiliki kenangan bersamamu, tapi mengapa rasanya sungguh menyakitkan disaat aku mengingatnya?”

“Katakan Yoona-ya !! Aku ini kenapa!? Rasanya benar-benar sakit!! Ketika kenyataan menyadarkanku bahwa kau sudah ada yang miliki!!”

“Seperti orang bodoh, aku bahkan tidak bisa membunuh perasaanku yang tak seharusnya untukmu.”

Sebuah poto manis berada ditangannya. Poto yang memperlihatkan hanya ada rona bahagia didalamnya.

Cih rona bahagia?
Oh tidak ..!!! Ia tidak bisa menyimpulkan seperti itu lagi.
Bodoh ..!!! Seharusnya ia tahu bila kenyataan yang terjadi sekarang tidak akan lagi sama dengan apa yang ada dalam poto itu.
Tidak lagi dan tidak pernah !!!

Terlepas dari semua itu, mungkin itulah salah satu kenangan berharga yang ia miliki. Bibirnya tersungging sebuah senyuman manis. Senyuman yang selalu digilai teman-teman yeoja-nya dikampus. Dan mungkin salah satunya seseorang yang berada dalam poto itu.

Poto yang memperlihatkan kekonyolan yang sebelum-belumnya tidak pernah ia lakukan. Ya hanya seseorang berwajah dewi itulah dengan segala tingkah chodingnya yang bisa menyeretnya masuk kedalam kekonyolan itu.

Ia jelas masih ingat dengan baik dimana poto itu diambil. Dan kenapa poto itu bisa diambil. Ya, poto itu diambil ditempat ini, lebih pastinya di Apartementnya yang tepatnya berada dimeja makan.

Kenapa poto itu bisa diambil, itu karena dia. Dia yang memiliki wajah dewi.. Dia yang singgah dihatinya.. Dia adalah Im Yoona.

Yoona memaksanya bertingkah konyol, dengan berpose jelek. Namun sayang posenya sangat gagal. Yang tertangkap kameranya adalah bukannya wajah jeleknya, tetapi wajah imut-nya. Kedua pipinya mengembung dengan sempurna bersamaan bibirnya yang mengerucut, lucu. Membuat Yoona yang juga ikut berpose, terlihat gemas dengan sengaja menggunakan salah satu jari telunjuknya menusuk salah satu pipi yang mengembung itu.

Ingin sekali ia kembali dimasa-masa itu. Mengulang kembali saat-saat bersama Yoona. Tapi sayangnya dia bukanlah seorang yang mempunyai kekuatan-kekuatan super. Yang bisa memutar waktu.

“Akankah setiap hari hanya dirimu yang dilihat oleh hatiku, Yoona-ya ?”

Dalam diamnya ia selalu bertanya.
Dalam diamnya ia selalu memikirkannya. Bahkan dalam mimpinya pun Yoona selalu ada.

Yoona.. Yoona.. Yoona..
Nama itu selalu memenuhi hatinya hanya dengan memikirkannya.

Yoona.. Yoona.. Yoona..
Seseorang yang ditolongnya dari segerombolan brandalan-brandalan brengsek yang mengganggunya. Seseorang yang membuatnya marah tanpa sebab.. Seperti orang yang kesurupan iblis jahat hingga membuatnya memukuli, membabi buta brandalan-brandalan brengsek hingga mematahkan tangan brandalan-brandalan brengsek itu yang digunakan untuk menyentuh wajah Yoona, seseorang yang kala itu tak ia kenal.

Bahkan tangisan itu, tangisan yang keluar dari bibir pucat Yoona bahkan membuat ia merasakan sesak didadanya. Entah dapat dorongan darimana kala itu ia membiarkan dirinya memeluk Yoona. Menenangkannya, dengan ribuan kata-kata pelindungnya.

Semenjak kejadian itu, kejadian dimana Yoona digoda brandalan-brandalan brengsek. Ia tanpa harus berpikir dua kali langsung menawarkan dirinya mengajak Yoona ke Apartementnya. Tempat yang selama ini tidak pernah dijamah orang asing. Dan Yoona menjadi orang asing satu-satunya kala itu yang dibawa ke Apartementnya.

Dan dari sanalah berbagai “rasa” semua bermuara. Diam-diam menelusup kedalam hatinya, menempati ruang khusus yang sebelumnya belum ada yang menempati. Dan Yoona kembali menjadi satu-satunya yang memiliki ruang itu. Pemilik seluruh ruang hati Xi Luhan.

Kala itu Luhan ikut merasakan sakit yang dirasakan Yoona saat Yoona menceritakan semuanya. Tentang siapa dirinya, masalalunya dan alasan mengapa ia berada diKorea (ada dipart7), tanah kelahirannya. Tidak ada kecanggungan sama sekali disaat Yoona menceritakan kepada Luhan, seseorang yang Yoona anggap sebagai dewa penolongnya.

Hari bergulir minggu, minggu bergulir bulan.. Tanpa terasa Luhan sudah tinggal berdua bersama Yoona selama 2 bulan. Selama itu pula Luhan harus bekerja keras, karena uang bulanan dari Ayahnya yang berada diChina tidaklah cukup jika harus menghidupi kebutuhan masing-masing. Selama dua bulan pula Yoona belum pernah keluar sendirian jika tidak bersama Luhan.

Yoona menjadi bergantung dengan Luhan. Setiap hari yang hanya ia lakukan adalah menunggu pulang dari kampus. Setelah itu ia menghabiskan waktunya bersama Luhan, baik hanya mengobrol, bercanda, nonton tv atau bahkan menemani Luhan memasak.

Suatu hari Luhan pulang sangat larut, membuat Yoona merasa khawatir. Setibanya di Apartement Luhan langsung dibrondongi (?) pertanyaan oleh Yoona.

“Luhan-ah, kau darimana saja? Aku menunggumu.”

“Xi Luhan kau tidak apa-apa kan? Katakan apa yang terjadi ! Mengapa kau pulang larut. Aku sangat khawatir terjadi sesuatu kepadamu.”

Luhan tersenyum mendengarnya. Ia minta maaf karena membuat Yoona menunggu dan khawatir kepadanya. Ia juga mengatakan mungkin besok-besok ia akan pulang larut, dan meminta Yoona untuk tidak menunggunya pulang karena ada yang harus dikerjakan.

Merasa tidak mendapat alasan yang jelas. Yoona nekad membuntuti Luhan pergi. Ia sedikit tercengang saat Luhan berhenti dan masuk disebuah bar. Selama ia tinggal bersama Luhan, Luhan belum pernah mabuk dan tidak pernah minum-minuman berakohol. Merasa penasaran ia ikut masuk. Dan apa yang dilihat, sungguh membuatnya ingin menangis. Luhan bekerja sebagai bartender.

Luhan bekerja !!
Sesuatu yang tak seharusnya Luhan lakukan. Luhan pernah bilang bila ia diKorea itu untuk Kuliah. Sekarang ia tahu alasan Luhan bekerja. Ya, karena untuk menghidupi dirinya. Yoona merasa bodoh, selama ini ia tinggal tanpa memperhitungkan biaya hidupnya. Astaga.. Ia bahkan selalu hidup seperti biasanya sewaktu masih bersama keluarga yaitu mewah. Tidak sadar bahwa kemewahan yang ia dapat selama dari Luhan, ternyata membuat Luhan harus bekerja.

Karena itu Yoona mulai memutuskan untuk bekerja. Setidaknya ia harus bisa membiayai hidupnya sendiri tanpa harus merepotkan Luhan. Dengan kecantikan dan keahliannya menari ia memutuskan untuk bekerja sebagai penari bar. Dimana Luhan juga bekerja.

Luhan sangat marah kala itu. Ia bahkan mendiami Yoona. Dengan segala bujuk rayu dan permohonannya, Yoona akhirnya bisa meyakinkan Luhan untuk mengizinkannya bekerja sebagai penari bar. Yoona juga beralasan ia ingin kuliah juga bersama Luhan, setidaknya dari gajinya sebagai penari bar cukup untuk membiayai pendidikannya dan juga kebutuhannya.

Nama Yoona sangat terkenal dibar itu. Yoona menjelma menjadi primadona diclub itu. Banyak pula penari dan pekerja seks lainnya merasa iri kepadanya. Salah satunya Jiyeon, penari bar yang merasa tersingkir dengan adanya Yoona. Berulang kali ia berusaha menjatuhkan Yoona, namun tidak pernah berhasil.

Yoona berubah dengan cepat. Luhan bahkan hampir tidak mengenalinya. Yoona sering berkencan dengan banyak pria. Bergonta-ganti pasangan layaknya ia sedang bergonta-ganti baju disebuah butik.

Yoona semakin digilai banyak pengunjung bar elit tersebut. Teman kencannya pun harus tergolong tampan, masih muda dan berkantong tebal. Jangan berpikiran terlalu jauh. Yoona bukan seorang pekerja seks. Ia hanya akan mengobrol, menemani minum. Dan hanya berciuman saja. Teman kencannya banyak pula dari kaum jet set, aktor, idol bahkan anak pejabat negara.

Luhan semakin geram melihatnya, ia merasa cemburu saat Yoona berkencan dengan banyaknya pria. Pernah sekali ia bertanya.

Mengapa Yoona harus bertingkah seperti wanita murahan seperti itu?

Mengapa Yoona harus berpura-pura menjadi wanita jahat dengan mematahkan hati teman kencannya setiap saat ?

Tidak ada jawaban yang terlontar dari bibir Yoona. Yang keluar hanya sebuah isakan dari bibir itu. Semakin membuat Luhan frustasi dan merasa bersalah telah membuat Yoona menangis.

Yoona menjelaskan hanya itu yang bisa ia lakukan untuk melupakan Jonghyun. Selama ia tidak pernah memaksa mereka untuk memberikan hatinya kepadanya, ia menganggap tak masalah. Ia hanya ingin menghargai setiap pria yang menawarkan hatinya kepadanya, tanpa harus terikat sebuah komitmen dalam hubungan serius. Biarlah ia berperan menjadi play girl, selama hatinya bisa. Setidaknya ia akan berhenti sampai menemukan seseorang yang bisa membuatnya berhenti.

Luhan meradang, ia bahkan mengumpat kepada Yoona. Tidak seharusnya Yoona seperti itu. Semua itu sama saja menyakiti dirinya sendiri. Dan menyakiti banyak hati. Termasuk hatinya !!!

Berbagai cara Luhan lakukan agar Yoona berhenti, Termasuk menawarkan hatinya untuk Yoona. Untuk memulainya dari awal. Ia tulus memberikan hatinya kepada Yoona. Meskipun ia tahu, hatinya seakan-akan sebagai kelinci percobaan bagi Yoona. Namun hasilnya ternyata nihil. Sepertinya jiwa play girl sudah melekat dalam jiwa Yoona. Yoona hanya bisa bertahan dengan Luhan hanya seminggu saja, tidak kurang tidak lebih.

Yoona memutuskan untuk tetap menjadi sahabat. Yoona menangis, tidak tahu harus bagaimana lagi. Semua terasa sulit.

Jujur Yoona nyaman bersama Luhan, ia menyayangi Luhan.. Akan tetapi arti nyaman dan sayang itu dalam lingkup persahabatan bukan lingkup percintaan sepasang kekasih. Dengan bercucuran airmata yoona berujar..

“Cinta bukan untuk dipaksa, namun untuk dibiarkan berjalan sendiri. Biarkan hati yang menuntun kepada siapa ia akan berlabuh.”

“Dan sekeras apapun kau memaksa jika hati tetap saja tak bisa melunak, semua akan berakhir sia-sia. Semakin kau memaksa hati yang tidak bisa menerimamu, semakin kuat pula sakit yang hatimu rasakan.”

Dari situ Luhan belajar, bahwa cinta memamg tidak bisa dipaksakan. Cinta tak harus memiliki. Luhan menerima setiap keputusan Yoona dengan berlapang dada. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Seakan semuanya baik-baik saja, Luhan tetap bertahan disisi Yoona. Bertahan dengan posisinya sebagai sahabat. Bertahan sebagai dewa penolong untuk Yoona. Sampai posisi itu sedikit demi sedikit tergantikan dengan kehadiran Siwon dihidup Yoona. Kehadiran Siwon mengubah segalanya. Tidak ada lagi yang namanya Luhan dan Yoona hidup bersama dalam satu atap.

                  ****

Luhan menyusut airmatanya yang tiba-tiba saja jatuh. Ketika memorinya baru saja menggilas balik tentang dirinya dan Yoona.

Tak lama senyumnya kembali mengembang setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.

Lihat..!!
Sungguh panjang umur sekali Yoona. Baru saja ia memikirkannya, Yoona langsung menghubunginya.

Sungguh sesuatu yang langka.. Maksudnya, selama Yoona resmi menjalin hubungan bersama Siwon. Bisa dihitung jari berapa kali Yoona menghubunginya. Tentu saja dalang dari semua itu karena Siwon, yang overprotektif.

“Yeobosseyo Yoona-ya..” XL

“Kau dimana, Luhan-ah..?” IY

“Kenapa ? Apa kau merindukan wajah babyface-ku..?” XL

“Menurutmu..?” IY

“Sepertinya begitu..Yoona-ya Aku juga merindukanmu.” XL

“Huh.. Kau dimana?” IY

“Aku selalu dihatimu nona Im.. Kkkeke” XL

“YAA.. Simpan dulu bualanmu Tn Xi. Katakan kepadaku kau dimana, Palli!” IY

“Aishh.. Tidak percaya sekali. Memangnya ada apa ? Sepertinya kau sedang sedih?” XL

“Luhan Jjang ..!! Tebakanmu selalu benar..” IY

“Apa kau baru saja memujiku ? Wahh sungguh hatiku merasa tersanjung noona.. Apa yang terjadi, hmm ?” XL

“Karena aku sudah memujimu, kau harus menemaniku Tn. Xi.. Tidak ada penolakan sama sekali ! Datanglah ke Apartement-ku ! Aku menunggumu, Annyeong~..” IY

Tutt..Tutt..

“Kebiasaan.. Aku benci itu Im Yoona..” gumam Luhan sebal.

Meskipun benci Luhan tetap tersenyum senang. Ckckk.. Benci macam apa itu ??

Luhan segera bergegas mengganti bajunya. Untuk segera menemui Yoona.. Banyak tanda tanya yang bersarang dikepalanya, selama ia dalam perjalanan.

“Ada apa denganmu, Yoona-ya ?”

“Apa telah terjadi sesuatu antara dirimu dengan Siwon ?”

“Mengapa kau menyuruhku datang ke Apartement-mu ? Bukankah itu sebuah larangan terbesarmu dari Siwon?”

                  ****

Mari kita tengok apa yang terjadi dengan YoonWon sebelumnya~

Sebelum Yoona dijemput Siwon, ia sempat berada dikamar kecil sebentar. Dan disana tanpa sengaja ia berhasil mendapatkan teraphi shock untuk jantungnya. Wajahnya memucat seketika dengan apa yang barusaja dilihat mata telanjangnya.

“Nona gwaenchana ?”

Wajah itu.. Suara itu..
Yoona sangat mengenalnya..
Tubuhnya membeku disana.. Dengan nafas memburu dan wajah pucat pasinya..
Seseorang tolong sadarkan Yoona jika dirinya sedang terjebak dalam halusinasi kejam itu..!!!

“Nona apa ada yang sakit ? Aishh maafkan aku. Ini sungguh pertemuan yang tidak mengenakan. Bahkan kita bertemu untuk kedua kalinya dengan keadaan seperti ini. Mianhae nona aku tidak sengaja menabrakmu.”

Kyuhyun yang ternyata kembali bertemu dengan Yoona untuk kedua kalinya merasa senang. Ya, meskipun ada sedikit kesal karena untuk kedua kalinya ia harus bertemu dengan cara yang sama yaitu tanpa sengaja bertabrakan.

Kyuhyun merasa salah tingkah dipandang sedemikian rupa oleh Yoona. Siapa yang tidak salah tingkah jika dipandang yeoja seperti jelmaan dewi seperti itu. Memandangnya tanpa berkedip sedetikpun dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Noona.. Yoona noona..” terdengar teriakan yang berasal dari suara Sehun.

“Senang bertemu denganmu Yoona. Aku harap akan ada pertemuan ke tiga, ke-empat dan ke-sekian kalinya. Mianhae aku harus pergi.” pamit Kyuhyun karena tidak ingin berurusan dengan Sehun. Seseorang yang ia anggap sebagai adik Yoona. Seorang adik yang overprotektif kepada noona-nya.

Mendengar kata pergi semakin membuat tubuh Yoona menegang. Tubuhnya seakan kaku, membeku ditempat. Tidak bisa bergerak sama sekali.

Hanya hatinya yang mampu menjeritkan satu nama..

“Jonghyun oppa..”

#BIAR NGGA BINGUNG.. KEMARIN KAN AUTHOR BILANG JIKA CHO JONGHYUN ITU ( OC-> Anggap aja wajahnya Lee Jonghyun) DAN SEKARANG AUTHOR TEGASKAN YAH.. ANGGAP AJAH CHO KYUHYUN Dengan CHO JONGHYUN ITU MEMILIKI WAJAH YANG SANGAT MIRIP !!! Hhehe

“Akhirnya aku menemukanmu noona.”lega Sehun.

“Yoona noona gwaenchana ? Ahjussi sudah datang, hallo~..” Sehun mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka Yoona yang masih saja melamun.

Satu detik.. Dua detik.. Tiga detik..

Yoona kembali tersadar, setelah merasakan sebeuah jentikan dihidungnya yang berasal dari jari Sehun.

“Omo.. Oh Sehun, sejak kapan kau disini ? Dan apa yang baru saja kau lakukan ?” teriaknya antara kaget dan bingung.

“Uhh.. Mi-an-hae noona. Aku tidak berbuat ma-cam-macam ke-pada noona. Aku.. Aku hanya khawa-tir, kenapa noona hanya diam saja.” gugup Sehun, ia merasa takut melihat reaksi Yoona seperti itu. Belum pernah sekalipun Yoona berteriak tepat didepan mukanya.

“Oh Sehun pabo-ya !!! Mengapa jarimu sangat lancang sekali, eoh.” runtuk Sehun dalam kepalanya.

“Huh..” Yoona hanya menghela nafas berat.

“Yoona noona jangan marah, eoh. Sehun sungguh minta maaf.. Sehun hanya disuruh ahjussi mencari noona.” Sehun masih menunduk, tidak berani menatap Yoona.

“Siwon oppa sudah datang ?” tanya Yoona cepat.

“Ne..” Sehun hanya mengangguk ringan.

“Kajja kita kesana !!!” Yoona lalu menarik tangan Sehun, berjalan dengan tergesa-gesa.

Hanya karena sebuah sentuhan ringan itu mampu membuat Sehun tersenyum lebar dengan wajah kepiting rebusnya.

“Yes.. Yoona noona sudah tidak marah.” girangnya dalam hati.

….

                 ~Apartement

“Siwon oppa, bukannya tadi oppa ada rapat ?” tanya Yoona setibanya di Apartement. Sebelumnya mereka mengantarkan Sehun terlebih dahulu pulang kerumahnya.

“Baby, sore ini aku akan pergi ke Jeju seperti yang aku katakan sebelumnya. Apakah kau mau ikut?” tanya Siwon sembari memasukkan beberapa berkas kedalam tas kerjanya.

Pergi..!!!
Kata itu semakin membuat mata Yoona memanas. Ada rasa sesak yang menghampiri dadanya. Membuatya tidak nyaman, apalagi dengan kejadian yang dialaminya dikamar kecil. Yoona termangu dalam diamnya. Bayangan-bayangan wajah Jonghyun kembali menghantui dirinya.

“Baby, mengapa kau diam. Aku akan pergi.. Apa kau mau ikut pergi denganku? Kita bisa sekalian berlibur disana?” Siwon kembali melayangkan sebuah pertanyaan.

Pergi.. Pergi.. Pergi..
Yoona menggeleng tanpa sengaja. Alam bawah sadarnya menuntunnya untuk menolak. Menolak apapun itu. Entah menolak kenyataan yang baru saja ia lihat yaitu bertemu kembali dengan Jonghyun. Ataukah menolak untuk Siwon agar tidak pergi, disaat bayang-bayang masa lalunya kembali menyapa dirinya.

“Baby, gwaenchana ? Kau tidak mau ikut pergi bersamaku?” tanya Siwon khawatir.

“Stop ! Mengatakan pergi, oppa !” tanpa sadar Yoona berteriak, Siwon jelas semakin bingung dan khawatir.

“Waeyo? Apa aku tidak boleh pergi?”

“Siwon oppa jangan mengatakan itu.”

“Baby, katakan ada apa ? Kau aneh, kau membuatku bingung, Yoong. Jinja.. Aku benar-benar terburu-buru, baby. Jika melihatmu seperti ini, aku tidak bisa meninggalkanmu. Eottokhae?”

Yoona bingung, tidak tahu harus berbicara apa. Semua masih membingungkan untuknya. Haruskah ia mengatakan, jika dirinya bertemu dengan Jonghyun. Lalu bagaimana jika Siwon tidak percaya ?
Bagaimana jika Siwon menganggapnya mengada-ngada ?
Bagaimana jika Siwon marah ?
Yoona semakin gelisah, tangannya sudah meremas dressnya sendiri. Jika itu benar yang dilihat adalah Jonghyun, tapi mengapa Jonghyun tidak mengenalinya? Apa yang sebenarnya terjadi ?

Damn it …!!
Mungkinkah tadi ia berhalusinasi belaka ? Sama seperti kejadian waktu dulu ia mengejar orang yang ia anggap Jonghyun. Ya, mungkin saja seperti itu. Jonghyun sudah meninggal ..!! Jonghyun hanya masa lalunya ..!! Dan sekarang hanya ada Siwon..!! Siwon namjachingunya.. Seseorang yang ia cintai..!!

“Ayoo Yoona jangan biarkan dirimu kembali jatuh terjerembab kedalam pusaran bayang-bayang masa lalumu.. Jika tidak ingin menyakiti Siwon..!!” batinnya berteriak menyemagati.

“Baby.. Baby.. Kau tidak mendengarkanku?” Siwon bahkan mengguncang kedua bahunya.

“O-oh.. Siwon oppa. Mianhae..”

“Astaga.. Sebenarya apa yang terjadi ?” Siwon terlihat gusar.

“Gwaenchana oppa. Aku.. Aku hanya memikirkan sesuatu.” Yoona tak kalah gusar sendiri dengan jawabannya.

“Memikirkan apa?”

“Itu..Itu sesuatu yang tidak penting.”

“Sungguh..?”

“Ya sungguh, Siwon oppa tidak perlu khawatir. Jangan memikirkan apapun tentangku. Aku baik-baik saja.. Bukannya Siwon oppa buru-buru.”

“Tapi baby-..”

“Sttt…. Semua akan baik-baik saja. Siwon oppa hanya perlu berkonsentrasi tentang proyek oppa kali ini. Aku tidak ikut, aku tidak mau menggangu konsentrasi oppa. Siwon oppa berjanjilah bekerja keras, agar semua berjalan dengan lancar dan oppa cepat pulang.” Yoona menatap dalam mata Siwon. Menyakinkan Siwon bahwa semua baik-baik saja. Bukannya Yoona tidak ingin ikut.. Ia hanya merasa sedikit tidak baik-baik saja. Sedikit.. Tidak lebih.

“Benarkah hanya sedikit?” Batinnya kembali bersuara. Cepat-cepat ia menepisnya dengan memeluk Siwon. Seseorang yang selama ini membuat hatinya merasa tenang, nyaman dan selalu berbunga-bunga.

“Apa kau yakin tidak mau ikut, baby?” Siwon kembali bertanya, sedikit merasa ada yang janggal dengan yeoja-nya.

“Siwon oppa disana untuk bekerja, bukannya berlibur. Lagi pula jika ingin berlibur bersama aku tidak mau jika hanya dipulau Jeju. Setidaknya kita harua pergi ke luar Korea, oppa.” ujar Yoona sedikit merajuk.

“Mmh.. Baiklah. Baik-baiklah dirumah, arra ! Aku berjanji akan cepat pulang. Suruhlah Krystal untuk menemanimu. Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Jangan keluar malam jika sendiri. Makan dan tidurlah dengan teratur. Dan.. Jangan berani-berani dekat dengan pria lain. Ingat hubungi aku jika ada yang mengganggumu, baby !”

“Mengapa banyak aturan.. Huh menyebalkan.” cemberut Yoona saat Siwon memberinya banyak aturan.

“Ini demi kebaikanmu baby. Dan jangan pernah menbantah, arra ! Atau aku akan memberimu bodyguard untuk menjagamu,Yoong.”

“Yaa.. Siwon oppa hanya pergi 3 hari. Jangan berlebihan.. Yoongie kan bukan anak kecil.” rajuknya manja seraya memukul dada Siwon pelan.

“Ya.. Ya.. Ya.. Mana ada wanita dewasa merajuk manja seperti ini.” goda Siwon sambil menjepit hidung Yoona.

“Jadi, Siwon oppa tidak suka jika aku manja?”

“Oh.. Tentu saja aku sangat suka, baby. Kau semakin membuatku ingin membawamu kemanapun kaki ini berpijak, Yoong. Aku pasti sangat merindukanmu, Saranghaeyo.” bisik Siwon tepat dibibir Yoona.

“Aku juga sangat merindukanmu, Siwon oppa. Nado saranghaeyo..”
Tepat setelah selesai mengatakan itu, bibir tipis Siwon melumat sempurna bibir yang selalu menjadi candu untuknya. Saling menyalurkan hasrat masing-masing. Inilah ciuman yang akan selalu ia inginkan setiap waktu. Ciuman yang mampu membuat keduanya lupa diri. Ciuman yang mampu membuat jantung keduanya bekerja sangat keras. Ciuman yang mampu membuat keduanya mengerti tentang sebuah arti yang bernama CINTA.

“Aku pergi bekerja dulu.. Jaga rumah kita, ne. I Love You Im Yoona.” Siwon memang suka menyebut Apartement Yoona yang ia belikan itu sebagai rumahnya. Anni.. Lebih tepatnya rumah Siwon dan Yoona.

“Siwon oppa tidak perlu khawatir. Im Yoona dapat diandalkan. Dan.. I Love You to Choi Siwon.”

Senyum satu juta dollar itu, menyertai kepergian Siwon ke pulau Jeju. Senyum yang akan membuat Siwon ingin cepat-cepat pulang.

….

                  *****

“Sepertinya seseorang membohongiku?” ujar Luhan ketika Yoona sudah masuk kedalam mobilnya.

“Mungkin seseorang itu berubah pikiran, Luhan-ah..” ujar Yoona sambil tersenyum.

“Cepat sekali berubahnya.. Ini membuatku patah hati. Padahal seseorang itu menghubungiku untuk datang ke Apartement-nya. Aku pikir aku bisa istirahat atau buang air kecil disana.” ujar Luhan cemberut.

“Mungkin kau kurang beruntung, Luhan-ah. Semua akan indah pada waktunya, arra.. Hhehe. Dan ingat Apartementku bukan toilet umum.” ujar Yoona terkekeh pelan.

Luhan hanya mengedikkan bahunya, sebelum melajukan mobilnya kembali.

“Jadi, kita akan kemana Ny.Choi..?” tanya Luhan seraya menggodanya.

“Luhan-ah.. Jangan memanggilku seperti itu..” cicit Yoona malu.

“Waow.. Rupayanya Ny.Choi sedang tersipu sekarang.. Hhehe.” gelak tawa itu seakan menutupi hatinya yang nyut-nyut.an disetiap dirinya menggoda Yoona dengan mengolok-olok memanggilnya Ny. Choi. Bukan apa-apa.. Hanya disaat-saat tertentu Luhan menggodanya seperti itu. Ya, seperti contohnya sekarang. Luhan paham betul ada sesuatu yang terjadi dengan Yoona. Semua seakan terbaca dari pancaran mata bulat itu.

“Tidak ada yang tersipu Tn. Xi..” kenyataan bila Yoona tidak bisa mengelak dengan apa yang dikatakan Luhan. Wajah merona itu memperjelas semuanya.

“Lalu apa arti rona merah diwajahmu Ny. Choi.. Aigoo manis sekali Ny. Choi ini.. Bagaimana ini aku jadi ingin mengarunginya lalu membawanya pulang.” Luhan semakin gencar menggoda Yoona. Berharap dengan itu mengembalikan lagi pancaran indah, penuh binar dari mata bulat itu yang terihat meredup.

“Aku tidak terkejut lagi dengan keinginanmu itu. Tsk.. Siapa yang tidak ingin mengarunginya dan membawanya pulang ketika melihat seorang yeoja yang terlihat cantik dan manis secara bersamaan.” akhirnya mata yang terlihat meredup itu, mulai memancarkan kembali cahaya keindahannya.

“Narsis sekali, eoh. Aku jadi menyesal mengatakannya.” pura-pura Luhan dengan raut menyesalnya. Berbeda jauh dilubuk hatinya yang paling dalam yang penuh kelegaan.

“Awhh… Appo Yoona-yaaaaa..” jeritnya karena merasakan cubitan dipipinya.

“Menyebalkan..” desis Yoona tanpa merasa bersalah sedikitpun. Ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Omo.. Omo.. Ny. Choi marah,eoh. Apa sekiranya yang harus saya lakukan Ny. Choi untuk menebus kesalahan saya?” tanya Luhan dengan khas seorang maid yang melayani nyonya besarnya.

“Cukup berada disisiku, sampai aku benar-benar merasa bosan. Aku yakin ingatanmu sangat tajam. Jadi, aku tidak perlu menjelaskannya lagi, ne.” smirk evil itu seakan menandai kemalangan Luhan kali ini.

….

Yoona benar-benar tidak membebaskan Luhan barang sedikitpun. Sudah banyak toko yang Yoona datangi, alhasil kedua tangan Luhan banyak sekali terdapat kantong belanjaan.

Sepertinya jiwa shopha-hollict Yoona mulai kambuh disaat-saat seperti ini. Ya, disaat Yoona merasa sedih ia akan melampiaskan hasratnya untuk gila-gilaan berbelanja. Jujur saja Yoona hanya ingin lupa dengan kejadiaannya waktu dikamar kecil. Mungkin ia lelah, oleh sebab itu ia berancana mengganti warna rambutnya dan memanjakan tubuhnya selesai acara shopping-nya.

Hingga larut malam Yoona baru saja selesai dengan semua rencana-rencanya. Hasilnya benar-benar memuaskan. Tubuhnya terasa lebih segar bugar. Apalagi warna rambutnya yang terlihat mencolok itu semakin membuat Yoona berbeda dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya Yoona mewarnai rambutnya menjadi blonde, dan hasilnya sungguh tidak mengecewakan sama sekali. Ia terlihat seratus juta kali cantik, auranya semakin memancar. Memperlihatkan pesonanya sebagai gadis muda. Luhan bahkan sempat ternganga, terlalu terpesona dengan penampilan baru Yoona.

“Benarkah ini kau, Yoona.. Aigoo kau seperti manekin.”

“Aku tidak tahu jika blonde sangat cocok untukmu. Kau terlihat sangat mengagumkan. Aku berani bertaruh semua namja akan semakin menggilaimu.”

“Dan kau terlihat sexy, Yoong.”

Yoona hanya tersenyum menimpalinya. Berharap dengan perubahan penampilan rambutnya akan berdampak positif. Maksudnya Yoona berharap dipenampilan barunya ini, ia tidak akan lagi terbayang-bayang Jonghyun.

Mendengar pujian Luhan entah kenapa Yoona juga ingin mendengar pujian itu dari mulut Siwon. Aigoo.. Belum ada satu hari ia bahkan sudah merindukannya. Eottokhae ? Haruskah ia mengirimkan selca ke Siwon..?
Aigoo.. Sepertinya tidak perlu !!!
Lebih baik ia membuat penampilan barunya sebagai kejutan untuk Siwon. Dadanya berdebar-debar membayangkan bagaimana nantinya reaksi Siwon melihat penampilan barunya.. ?

                *****

“Wah.. Ternyata ini tempat tinggalmu. Pantas saja kau betah Yoong. Sampai-sampai tidak pernah datang lagi ke Apartementku.” sindiran halus itu terucap manakala Luhan sudah berada dalam Apartement Yoona, untuk pertama kalinya. Akhirnya waktu yang indah itu datang juga. Okay, keberuntungan berpihak kepadanya.

Matanya menyusuri setiap sudut Apartement mewah itu.

“Luhan-ah aku membawamu kesini bukan untuk menyindirku. Bukankah kita sudah tahu alasan mengapa aku tidak bisa lagi berkunjung.”

“Arra.. Arra.. Kau tidak perlu menjelaskan lagi. Ini seperti membuatku semakin jengkel, setiap tahu dibalik alasanmu berubah adalah Choi Siwon.”

“Mianhae..”

“Hey.. Mengapa kau jadi murung Yoona-ya.”

“Sebenarnya aku ingin berbicara kepadamu Luhan-ah.. Alasanku menyuruhmu kemari sebenarnya bukan hanya untuk menemaniku berbelanja. Tapi aku ingin bercerita.. Bahwa Aku.. Aku melihatnya kembali. Sungguh ini bukan halusinasiku. Aku bahkan melihatnya untuk kedua kalinya. Eottokhae?”

Melihat wajah bingung, gusar sekaligus ketakutan itu mengingatkan Luhan saat-saat dimana ia melihat Yoona pertama kalinya. Masih menjalankan perannya sebagai dewa penolong, Luhan kembali memeluknya. Luhan seperti merasakan devaju. Rasanya tetap sama.

Benar seperti devaju..
Yoona menumpahkan airmatanya dalam pelukan Luhan.
Sahabat yang merangkap sebagai Dewa penolongnya.. Selalu ada ketenangan dan kenyamanan saat ia berada dalam pelukan sahabatnya itu.

“Mungkin kau salah orang, Yoong. Bukankah Jonghyun sudah meninggal. Kita saling tahu kau seperti ini bukan untuk sekali.. Dua kali.. Aku mohon jangan biarkan kejadian yang kau lihat yang belum  itu benar, kembali mengusikmu. Tolong bersikaplah seperti sedia kala, saat dimana kau sudah terbiasa menerima kematian Jonghyun. Saat dimana kau sudah terbiasa menerima kehadiran Siwon dihatimu.”

meskipun Luhan patah hati dengan fakta dimana hati Yoona bisa menerima kehadiran Siwon. Luhan tetap tidak akan berdiam diri jika harus melihat Yoona kembali merasa dihantui Jonghyun. Luhan tahu betapa besar pengaruh Jonghyun dihidup Yoona. Maka dari itu ia akan selalu membawa-bawa Siwon disetiap Yoona kembali merasa berada dititik masa lalunya bersama Jonghyun. Karena ia tahu hanya Siwon yang bisa membuat Yoona berpaling dari masa lalunya.

“Benar.. Mungkin aku hanya salah orang. Aku tidak boleh berpikiran bahwa seakan-akan Jonghyun oppa masih hidup. Itu sama saja aku menyakiti Siwon oppa, Benarkan?”

Luhan mengangguk disela-sela hatinya yang hancur.

“Anak pintar..” Luhan mengacak rambut Yoona dengan tersenyum getir.

“Jangan lupa “Yang Cantik” Luhan-ah..”

“Arraaseo. Anak pintar yang cantik..kkeke” kekehnya semakin mengacak rambut Yoona gemas.

“Yaa.. Berhenti !! Kau merusak rambut baruku, bodoh.”

“Apa kau bilang.. Bodoh ?”

“Ne.. Bodoh.. Luhan pabo-yaaaaaaaaaaaa…!!!”

“Awas kau rusa.. Aku tidak akan mengampunimu..!!!”

“Kyaaaaa… Ini gelii bodoh..”

“Apa..kau masih berani memanggilku bodoh.. Rasakan pembalasanku rusa..”

“Kyaaa… Hahaa… Luhan berhenti.. Hhahaa..”

Luhan semakin mengelitiki perut Yoona. Tanpa berniat berhenti. Meskipun Yoona sudah bergerak kesana-kemari diatas sofa itu. Tangan dan kakinya pun tak tinggal diam. Memukul.. Menendang.. Melawan Luhan agar berhenti menggelitikinya.

Hosh..hosh..
Nafas Yoona tersengal-sengal akibat ulah Luhan. Matanya bahkan mengeluarkan cairan bening yang biasa disebut airmata. Karena tidak mampu menahan kegelian dari serangan itu.

“Sungguh tidak keren jika kau ingin membunuhku dengan cara mengelitiku, Xi Luhan.” ujar Yoona sengit.

“Entahlah.. Lain kali ingatkan aku untuk menggunakan cara yang lebih keren lagi, Yoong.” sahut Luhan acuh tak acuh.

Yoona masih berbaring terlentang disofa. Sedangkan Luhan melangkahkan kakinya menuju dapur. Sekedar mencari sesuatu yang dapat dimakan untuk mengganjal perutnya yang terasa kosong.

“Yoona-ya.. Apa tidak ada makanan sama sekali?” teriak Luhan dari dapur.

“Kau bisa memasaknya sendiri, Luhan-an.” balas Yoona berteriak.

“Aku benar-benar menjadi maid tertampan ditahun ini. Dasar Im Yoona kejam sekali, kepadaku.” gumam Luhan pelan.

“Aku mendengarmu, Luhan-ah..” suara Yoona tiba-tiba muncul ditelinganya.

“Astaga.. Kau mengagetkanku rusa..” pekik Luhan.

“Hhehe.. Pweaseeeee….” aegyo Yoona. Membuat Luhan tersenyum geli.

“Bagaimana bisa kulkas ini kosong? Apa yang kau lakukan jika di Apartement, Yoona-ya ?”

“Aku melakukan apapun yang ku suka.. Tapi tidak untuk berada didapur.”

“Yeoja macam apa kau ini?”

Tuk.. !

“Yaa mengapa kau memukul kepalaku rusaaa…”

“Kau pikir apa yang kau tanyakan. Siwon oppa melarangku berada didapur, arra ! Jadi jangan salahkan aku bila kulkas itu kosong. Sepertinya ahjumma belum berbelanja.”

“Tetap saja kau ini seorang yeoja yang-..”

“Siapa bilang aku namja. Sudahlah sepertinya masih ada persediaan ramyun. Kau bisa memasaknya Luhan-ah. Kau tahu kan seumur hidup masakanku itu tidak pernah berakhir baik.”

Sambil memasak ramyun-nya, Luhan menyusuri dapur mewah tersebut. Sesak kembali didadanya saat matanya menemukan beberapa perabotan makan yang terlihat berpasang-pasang. Siwon dan Yoona sudah seperti sepasang suami-istri.

“Hey.. Kau melamun,eoh.”

“Anni.. Aku hanya berpikir.”

“Berpikir apa?”

“Memikirkanmu, Yoong. Memikirkan hubunganmu yang terlihat semakin jauh dengan Siwon.” ujar Siwon dalam hati.

“Ahh..Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup Choi Siwon bersamamu. Sungguh pria yang malang.” bohong Luhan.

“Kau bicara seolah-olah aku ini wanita buruk, Luhan-ah. Siwon oppa tentu saja bahagia hidup bersamaku. Jika tidak.. Mengapa dia harus repot-repot masih bertahan denganku. Aku sangat bersyukur memiliki Siwon oppa, terlepas dari sikapnya yang selalu berlebihan dan menyebalkan. Tetapi dia mencintaiku dengan tulus.. Mengisi kekuranganku dengan kesempurnaannya itu. Uhh.. Aku jadi merindukannya.”

“Lalu bagaimana denganku, Yoong.?” bisik Luhan dalam hati.

“Palli, makan ramyun mu. Simpan dulu kerinduanmu itu. Kau bisa menghubungi Siwon nanti.”

“Selamat makan…..”

*****

            ~pulau Jeju

Disebuah kamar hotel terdengar pekikan suara yang penuh kebahagiaan. Rasa syukur dan lega sedikit mengikis kegundahannya selama ini. Akhirnya penantian panjang itu ada titik terang. Secercah harapan mulai terlihat nyata dengan berita yang baru saja diterima.

“Fany-ah… Kita menemukannya..” pekik Yuri senang.

“Menemukan apa?” tanya Tiffany penasaran.

“Kita menemukan Yoona..!!!”

“Mwoya ? Apa aku tidak salah dengar ?”

“Tidak Fany-ah.. Kau tidak salah dengar. Aku bara saja dihubungi orang suruhan kita yang mencari Yoona. Dia melihat Yoona, Fany-ah..
Lihat ini poto-potonya..!!!”

Tunjuk Yuri memperlihatkan poto-poto Yoona yang sedang makan bersama Sehun.

“Ne.. Ini adik manis kita Yuri-ya. Aku tidak menyangka dia bisa tumbuh secantik ini. Terimakasih Tuhan..”

“Aku sudah tak sabar kembali ke Seoul. Aku ingin segera menjemputnya.”

“Nado Yuri-ya.. Tapi.. Apakah orang suruhan kita sudah tahu alamat tinggal Yoona?”

Apa yang ditanyakan Tiffany seakan menghanguskan secercah harapan itu.

“Aku yakin orang suruhan kita akan bekerja lebih keras lagi. Setidaknya dia sudah menemukan Yoona walau hanya berhasil mengambil potonya. Setidaknya poto-poto ini sedikit mengobati rindu kita.”

“Kau benar Yuri-ya.. Oh ya.. Suruh juga orang suruhan kita mencari tahu namja yang ada bersama Yoona. Mungkin dia bisa membantu mempertemukan kita dengan Yoona. Aku yakin dia mengenal baik Yoona. Terlihat dari keakraban dalam poto-poto ini.”

“Tanpa kita suruh, orang suruhan kita juga sudah menyelidiki namja ini. Kita hanya perlu bersabar sedikit lagi menunggu.”

Sebentar lagi, keluarga yang sempat berpisah itu akan segera bersatu kembali. Sebentar lagi rindu yang besar itu akan segera terobati dengan hidup kembali bersama-sama.

Ya, sebentar lagi..
Jika Tuhan menghendaki..
Semua terletak pada kuasa Tuhan..
Sebagai manusia kita hanya bisa berserah diri seraya berdo’a dan terus berusaha..
Jika kita yakin kita sudah berusaha keras dengan sangat baik.. Hasilnya pun akan baik.. Tuhan tahu mana yang terbaik untuk hamba-NYA !!!
Seperti kebanyakan yang dikatakan orang-orang semua akan indah pada waktunya..

……

Tbc..

Jangan protes moment YoonWon jika sedikit yah.. Setiap part ada porsinya masing-masing 🙂

Typo bergentayangan..
Mles benerin, because kepala sudah terasa mau pecah.. Pusing bgt ini kepala bagian depan..
Mata juga mulai ngantuk..

Tetap jaga kesehatan yah 🙂

Oh iya, saya mau bilang..

DiKecewain SAHABAT itu jauh lebih sakit dibandingkan diKecewain MANTAN PACAR !!!

Jujur setiap aku melihat poto mereka berdua ( sahabat mah teman baru ) hatiku terasa sesak..
Alasannya mungkin hanya sepele !!
Yaitu mengapa dulu disaat aku ajak poto bersama dia gk pernah mau, tapi setelah jauh dari aku. Mengapa dia mau diajak poto bersama teman baru itu. Waeyoo..? Berpoto sama temen sejak TK sampai SMA ajah dia selalu menolak ??
Lalu dengan teman baru mengapa mau ? Lebih sakitnya setelah tidak ada aku lol

Aku merasa bodoh, pernah ngemis untuk poto bareng.

Semoga dia masih baca setiap ff ini. Meskipun dia sudah tidak lg meninggalkan jejak.
Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu, berkumpul lagi bersama-sama 🙂

#amin

Selamat hari sabtu 🙂

Advertisements

144 thoughts on “[FF] My Yeoja – Part 9

  1. coba kalo yoona ikut ke jeju pasti dah ketemu sama yuri, tapi sayang yoona gak mau..

    dan salut buat luhan walaupun sakit hati tapi tetep bisa menunjukkan pembawaan yg baik jika di samping yoona dan malah masih bisa menghibur yoona…

    Like

  2. ayoo dong yoona mibe on dr jonghyun
    kasihan kan pangeran kita mu😄
    coba yoona ikut k jeju pasti dia ketemu yuri skrg
    luhan walaupun cinta nya cuma dlm hati, tp dia tetap melakukan hal” yg baik buat yoona
    next chap😉

    Like

  3. Untung yoona gak kebawa kondisi lg saat liat kyu yg mirip sama jonghyun
    Coba yoona ikut ke jeju pasti udah ketemu yuri,,sayangnya gak mau ikut

    Like

  4. kirain yoona unnie bakalan ikut ternyata blm ya knp coba gk ikut ke jeju (authornya punya rencana tersembunyi :D)
    ayolah yoong kau bisa move on kok dari sang mantan please kan udah ada wonpa 🙂
    Figjting unnie

    Like

  5. luhan baik banget sama yoona… aku terharu lihat luhan disini. udah gk sabar buat baca part selanjutnya. author hwaiting

    Like

  6. Eehh…salah,trnyata yg poto2 yoona itu suruhan’y yuri!! hehehehe #SotoyModeOn
    Tenang yuri,sebener’y udh deket kog adik manis’y,tinggal (bener) nunnggu waktu yg pas.
    aplg partner bisnis’y trnyta calon adik ipar. #Eeeaa…

    Pada nyata’y kehilangan sahabat yg udh d anggap kyk keluarga sendiri itu lbh mnyakitkan,drpd qt kehilangan pacar… 😦 #ikutancurhat

    Like

  7. Wah sebentar lagi yuri pasti dpat bertemu dg yoong adik manisx ntu deh n kasian bnget ama luhan krena cinta sepihakx ntu keren deg….

    Like

  8. Kasihan Siwon kalau Yoona masih nyimpen perasaan dan terus keinget sama Jonghyun. Luhan baik banget dengerin curhatannya Yoona, walaupun sakit. Semoga Yoona bisa ngelupain Jonghyun sepenuhnya deh

    Like

  9. Prihatin sih sama Luhan.. udh ada rasa dari dulu tapi ga pernah bisa diungkapin, malah Yoona sama orang lain sekarang. Mungkin Luhan deserve a better one? Haha. Hmm Yuri Tiffany udh tau Yoona dimana ya

    Like

  10. Kasian juga sama luhan ternyata di menyimpn perasaan lbh pada yoona tapi salut juga karena dia merelakan yoona sama siwon.
    Luhan kenapa gak sama krystal aja kekekek
    Semoga yuri secepatnha bisa bertemu dengan yoona

    Like

  11. yah gemes bgt kno yoona gmw ikut siwon biar ntr ketemu yuri..ksian bgt knp susah bgt yuri ktmu sma yoona..
    msh ggal paham ne thir knp pas awal ktmu sma kyuhyun yoona biasa z ga ngerasa kyu mrip sma jonghyun??..
    pa krna saat tu yoona lg cemburu maknya ga ngeh??😰😰

    Like

  12. Yg sabar ya luhan terjebak friendzone sama rusa cantik hihii, emang sedih bgt suka sama sahabat sendiri tapi ga terbalaskan 😦 . Kenapa yoona liat kyuhyun berasa liat jonghyun 😦 ntar gagal mupon deh wkwk. Siwon oppa kyknya bakal ketemu yuri unnie yeay, cepetan pulang oppa yoongie lagi dilema tuh hehehe

    Like

  13. Oh jadi jonghyun dan kyuhyun punya wajah yg sama, kirain jonghyun adeknya kyuhyun soalnya marganya sama. Hahahaha
    Sekarang udah paham sama penjelasan author.
    Akhirnya yuri udh dapet petunjuk tentang yoona dan semoga yuri nanti merestui hubungan yoona dan siwon

    Like

  14. Smoga Yuri udah bnar2 bsa nemu’in Yoona adik mnis.a biar twin brsatu lgi 😀
    Ksihan jga sma Luhan cinta.a tak trbalas kan, tpi yaa ap mau di kata jka jdoh Yoona it Siwon, aigoo….

    Like

  15. Luhan oppa, aku salut sma kamu biarpun hati oppa sakit aslkan yoona eonni bahagia, oppa rela. Ah, smg ke dtngan kyuppa gk mempengaruhi perasaan yoona eonni ke wonppa. Ya smg, yoonyulfany bsa ketemu ya 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s