[FF] My Yeoja – 12

 

Title : My Yeoja

Author : Choi Zuazua/@zua_yoonwon

Cast : Choi Siwon Im Yoona

Other Cast : Find by yourself

Genre : Romance, angst, family, friendship

Rating : 17+

Poster : Berta Yoonwonited/xoloveyoonwon

~hanya sebuah imajinasi yg ku tuangkan dalam goresan tanganku
~don’t copy paste tanpa minta ijin, arra ! Setidaknya hargailah sebuah karya yang kau nikmati..!!!

Part 12

myyeoja11b

Warning~

Typo bertebaran dimana-mana !

Dengerin lagu..

~TWO PEOPLE~Park Jang Hyun, sewaktu Siwon nyanyiin Yoona lagu, ne..!!!

Happy Reading…

~Bismilllah..

****

“Yeobo.. Yeobo..!!!” ny. Choi tergopoh-gopoh menghampiri suaminya yang baru pulang.

“Ada apa yeobo, kenapa kau berteriak?” tanya ny. Choi khawatir jikalau terjadai sesuatu kepada sang suami.

“Yeobo.. Aku mempunyai kabar bahagia untukmu. Akhirnya aku bertemu juga dengan menantuku. Yeobo.. Aku sangat menyukainya. Kita bahkan saling berbincang dan dia memelukku sambil memanggilku ‘appa’.. Hahaa, yeobo.. Kau jangan iri ya, karena aku yang terlebih dulu bertemu dengan kekasih putra kita.” ada kilatan senang dan senyum sombong ke arah sang istri.

Ny. Choi hanya tersenyum lebih tepatnya senyuman mengejek. Tn. Choi berkerut dahi.

“Ada apa dengan senyumanmu itu, yeobo..?”

“Yeobo kau jangan merasa senang terlebih dulu, arra ! Sebelum yeobo bertemu dengannya, aku yang sudah terlebih bertemu dengan menantuku.”

“Apa ? Yang benar saja ?”

“Tentu benar,  aku juga sangat menyukainya yeobo. Dia yeoja yang sangat cantik dan menggemaskan. Apalagi wajah bangun tidurnya ketika memintaku dibuatkan susu, aigoo.. Itu sungguh manis yeobo..”

Tn. Choi mendengus ternyata dia kalah cepat dari sang istri.

“Yeobo kapan kau bertemu dengan Yoong?”

“Yoong..?”

“Iya, menantu kita..”

“Tunggu.. Seperti kau salah paham yeobo.. Menantu kita itu namanya Yoongie. Aku bertemu dengannya secara langsung diApartement Siwon.”

“Anniya, dia bercerita bahwa appanya memanggilnya Yoong. Dia juga bilang kepadaku bahwa dia kekasih putra kita.”

Tn Choi dan ny Choi jadi bingung tersendiri, sebenarnya menantunya yang sesungguhnya itu siapa..?
*lol

“Yeobo, sebenarnya menantu kita yang sesungguhnya itu siapa ? Yoong, yang bertemu denganmu atau Yoongie yang bertemu denganku?”

“Tentu saja yang bertemu denganku, Yoong. Dia yeoja sexy namun tetap ada disisi polosnya. Rambut blondenya membuatnya seperti boneka hidup.” tn. Choi benar-benar sudah terlanjur mencintai Yoona, yang diketahui namanya Yoong itu.  lol

“Yeoja sexy..? Yeobo kau ini bagaimana, jelas-jelas Yoongie lebih unggul.. Dia wanita cantik, polos dan menggemaskan. Apalagi sikapnya yang manis itu sangat cocok menjadi istri Siwon.” ngotot ny. Choi tetap bersikukuh dengan pilihannya.. Yoongie a.k.a Yoona.

“Yoong, lebih cocok sebagai pendamping putra kita !” tn. Choi tak kalah ngotot dengan pilihannya.

“Yoongie, yeobo..”

Mereka saling menatap tajam. Sebelum tn. Choi mengalah, tidak ingin bila nantinya mereka bertengkar hanya karena berselisih menantu.

“Yeobo.. Kita serahkan saja kepada Siwon. Dia memilih Yoong atau Yoongie. Meakipun aku tahu putra kita pasti memilih, Yoong. Ckck.. Ternyata putra kita seorang play boy..haha dia mewarisi sifatku saat muda.”

“Yaa ! Yeobo.. Siwon menjadi playboy kenapa kau tertawa. Aishhh anak sama ayah sama saja, menyebalkan !”

“Aigoo yeobo.. Meskipun dulunya aku playboy, namun ketika aku sudah memilihmu aku menjadi namja-mu yang paling setia ‘kan? Percayalah yeobo.. Siwon pasti akan sepertiku yang rela bertekuk lutut dihadapan yeoja-nya. Dia akan memuja yeoja-nya, sama seperti aku memujamu.. Percayalah dia akan hanya setia pada satu yeoja yang diinginkan hatinya.. Seperti diriku yang selalu mencintaimu, yeobo..”

Ny. Choi masih saja tersipu setiap sang suami mengungkapkan rasa cintanya.. Memang benar jika putranya itu sangat mirip dengan suaminya.

“Aku juga selalu mencintaimu, yeobo. Betapa beruntungnya aku memiliki dua namja terhebat dihidupku dan aku akan semakin beruntung jika Yoongie menjadi menantu kita.”

Menghindari persaingan lagi, tn. Choi hanya tersenyum tipis. Meskipun sejujurnya dalam hatinya selalu berharap Yoong-lah yang menjadi menantunya.

Andai mereka tahu bahwa yang mereka perebutkan sebagai menantu adalah orang yang sama, bagaimana perasaan mereka nantinya ???

*haha

*****

Yuri dan Tiffany sangat tergesa-gesa mencari nomor apartement yang diberikan orang kepercayaannya sebelumnya mengenai tempat tinggal yoona.

Hati keduanya sama-sama berdebar seiring langkah kakinya yang sangat cepat. Sebuah senyum kelegaan sedikit menghampiri wajah Yuri dan Tiffany sebelum berganti wajah kebingungan ketika pintu didepannya terlebih dulu terbuka.

“Yuri !”

“Siwon !”

Kagetnya bersamaan.

“Siwon, kenapa kau ada disini?” tanya Tiffany cepat.

“Ini Apartementku. Apa yang kalian lakukan disini ? Oh- astaga.. Yuri, Tiffany maaf aku harus pergi !” Siwon teringat ia harus buru-buru menghampiri Yoona.

Siwon berlarian menuju lift yang akan membawanya kelantai bawah.

“Siwon.. Tunggu !” cegah Yuri.

“Yuri maaf, aku harus pergi ! Kita bisa bicara nanti !” teriak Siwon sebelum lift tertutup.

“Ige mwoya ? Apa orang kepercayaan kita salah memberikan alamat apartement Yoona ?” tanya Yuri frustasi-bingung-kesal-kecewa menjadi satu.

“Mungkin iya Yul, bukankah tadi Sehun bilang bahwa Yoona tinggal bersama dengan seorang ahjussi. Siwon tentu bukan seorang ahjussi. Gwaenchana kita bertemu saja dikampus besok, kalau tidak kita bisa bertanya lagi ke Sehun.” ujar Yuri sambil mengusap punggung Yuri, sebelum merangkulnya lalu kembali ke rumah.

****

“Luhan dimana Yoona ?” tanya Siwon tak sabaran, ia langsung menerobos masuk kedalam kamar Luhan.

Luhan hanya mendengus kesal, menganggap sikap Siwon yang tidak ada sopan santunnya sama sekali.

“Baby.. Ireonna..” Siwon langsung menepuk lembut pipi Yoona. Ia bertambah panik saat merasakan tuhuh Yoona yang sangat panas.

“Yaa ! Kenapa Yoona bisa seperti ini? Katakan apa yang terjadi !” Siwon merasa marah, entah kepada siapa.

“Aku menemukan Yoona dibar, sebenarnya apa yang terjadi, bukankah sudah lama Yoona tidak datang kesana?” tanya Luhan.

“Aishh, aku juga tidak tahu. Ketika aku kembali keruanganku, Yoona sudah tidak ada sana. Aku pikir dia pulang ke Apartement.” tidak bicara lagi Siwon langsung menggendong Yoona, membawanya kerumah sakit.

“Enghhh…” masih didalam Apartement Luhan, Yoona terbangun dalam gendongan Siwon.

“Baby…”

“Yoona-ya..”

“Appo..” lirih Yoona merasakan suhu tubuh yang tidak semestinya. Kepalanya juga trasa sakit akibat rasa pusing.

“Bertahanlah baby, kita akan sampai kerumah sakit, ne.” ujar Siwon menenangkan walau sejujurnya ia sedang berjuang melawan badai kekhawatirannya.

Luhan membukan pintu mobil untuk Siwon. Dibaringkannya pelan-pelan tubuh lemas Yoona didalam mobil.

“Siwon oppa, aku tidak mau kerumah sakit. Aku ingin pulang.” ujar Yoona lemah.

“Anniya, kita akan pergi kerumah sakit !” tegas Siwon.

“Siwon oppa, jebal..”

“Kau pikir apa yang kau minta Yoona, kita akan pergi kerumah sakit !” dilanda kekhawatiran yang teramat besar membuat Siwon tanpa sadar meninggikan suaranya.

“Jangan membentaknya ! Apa kau gila, hah !” Luhan tentu saja marah melihat sikap Siwon yang seperti itu.

“Hiks..hikss.. Appo oppa~..” pandangan Siwon dan Luhan langsung kearah Yoona yang sedang menangis.

Yoona menangis bukan hanya karena suhu tubuhnya yang tinggi. Bukan hanya karena rasa sakit dikepalanya. Bukan pula karena Siwon dan Luhan yang sedang bersisih tegang. Tapi karena hatinya yang merasakan sakit serta kecewa seakan menikamnya berkali-kali.

Jika boleh jujur Yoona merasa lelah.. Lelah hati yang merasa dipermainkan dengan kehadiran Kyuhyun yang ia anggap sebagai Jonghyun. Bukan karena ia masih mencintai Jonghyun, tetapi kenapa bisa ..?

Kenapa bisa orang yang bahkan makamnya saja ada , bisa hadir didepan matanya ? Kenapa harus kembali disaat hatinya sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Siwon.. Disaat ia sudah sangat mencintai Siwon. Disaat ia terbiasa hidup tanpa Jonghyun lagi.Tidakkah itu sangat mempermainkannya ?

“Baby,uljima.. Kita akan  pulang sekarang!” ujar Siwon mengalah.

Dengan begitu Siwon langsung masuk kedalam mobilnya.

“Siwon, biarkan aku ikut !” mohon Luhan.

“Jangan khawatir, aku akan menjaganya sangat baik ! Percayalah aku akan memastikannya baik-baik saja !” tolak Siwon kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kawasan itu.

….

Siwon tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun setelah Yoona diperiksa dokter. Tangan Yoona terpasang infus, dan itu menyakitkan untuk Siwon.

Jam sudah menunjukkan 03.00 dan Siwon tetap terjaga. Ia tidak akan membiarkan dirinya terlelap, takut sewaktu-waktu Yoona merasakan sakit sama seperti didalam mobil sewaktu menuju apartementnya tadi.

Meskipun demam Yoona sudah menurun, namun Siwon tetap mengompresnya, merawatnya semaksimal mungkin. Ia bahkan sampai melupakan makan malamnya.

“Enghhh..” Yoona mengerang pelan, mata Siwon yang hampir saja terlelap langsung terjaga sempurna kembali.

“Baby, Shhh.. Gwaenchana..” dengan sayang Siwon mengusap lembut kepala Yoona. Sedikit meremas tangan Yoona yang berada dalam genggamannya.

Dirasa Yoona kembali terlelap dalam mimpinya. Siwon menghentikan usapannya, terasa sedikit pegal pada tangannya mengingat hampir satu jam ia mengusap-usap kepala Yoona. Sebisa mungkin ia  membuat yeoja-nya selalu merasa nyaman.

****

Pagi mulai menyapa, sinar mentari mulai menerobos masuk kamar mewah tersebut. Membuat Yoona mulai terbangun dari mimpinya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Membiasakan sinar mentari yang menusuk matanya itu.

Memandang sekelilingnya, ia sedikit lega karena Siwon tidak membawanya kerumah sakit.

Yoona mulai mencari sosok jangkung itu.

“Dimana Siwon oppa ? Apa dia berangkat ke kantor ?” wajahnya yang sedikit pucat memberengut.

“Oh.. Baby, kau sudah bangun..” tanya Siwon sambil membawa satu nampan yang diatasnya ada semangkuk bubur dan segelas susu.

“Kenapa oppa meninggalkanku?” tanya Yoona merajuk, sakit membawa tingkat kemanjaannya meningkat.

“Mianhae baby, tadi aku membuatkanmu bubur.” setelah menaruh nampan itu diatas nakas yang berada disebelah ranjangnya. Siwon lalu membantu Yoona yang ingin duduk.

“Siwon oppa, jangan ulangi lagi. Aku tidak mau ditinggal sendiri..” seketika Siwon mengecup bibir yang barusaja mengerucut itu. Kemudian menaruh tangannya dikening Yoona.

“Syukurlah demammu sudah turun. Jangan sakit, arra !” tangan Siwon lalu beralih mengusap pipi Yoona yang sedikit memucat itu.

“Siwon oppa tidak mendengarku?” tanya Yoona merajuk lagi, pertanyaannya belum dijawab Siwon.

“Arraseo, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Maafkan oppa, ne ?” sebisa mungkin Siwon memahami sikap Yoona yang mungkin akan terus merajuk itu. Ini bukan kali pertama Yoona sakit, jadi Siwon tidak heran lagi menghadapi kemanjaannya Yoona. Lagi pula ia sangat suka memanjakan yeoja-nya itu .

“Siwon oppa~..”

“Ne, baby makan dulu yah..”

“Aku tidak mau bubur..”Yoona menggeleng seraya menutup mulutnya.

“Tapi ini bubur spesial baby. Lihat tangan oppa sampai melempuh ketika membuatnya. Ayolah baby, kau harus makan terus minum obat.Bubur ini rasa cinta, aku membuatnya pakai hati, dibumbuin kasih sayang. Baby, masakan ala chef Choi ini sangat mahal. Baby harus merasakannya okay ?” rayu Siwon. Ia menatap Yoona penuh permohonan.

“Siwon oppa jangan menatapku seperti itu..” rajuk Yoona.

“Kau sungguh cantik, baby.” jawaban Siwon berhasil membuat pipi Yoona memerah.

“Sejak dalam kandungan aku sudah cantik. Emmh.. Siwon oppa apa semalam oppa tidak tidur?” tanya Yoona melihat adanya mata panda Siwon.

“Aku hanya bisa tidur setelah kau benar-benar sembuh, baby. Haa… ..” Siwon menyodorkan sendok yang berisi bubur kedepan bibir Yoona. Namun yeoja-nya itu menggelengkan kepalanya.

“Sedikit saja, jebal ! Setidaknya sampai kau bisa meminum obatmu, baby.” mohon Siwon.

“Aku tidak mau oppa.. Mulutku terasa pait..” tolak Yoona lemah, mempoutkan bibirnya. Ia bahkan menarik selimut hingga ujung kepalanya.

Penolakan mentah-mentah Yoona membuat Siwon menghela nafas. Ia menaruh kembali mangkuk itu ketempat semula. Tapi ia akan terus membujuk Yoona sampai Yoona menyerah, dan mau makan.

“Baby, aku akan biarkanmu mengenderai mobil sendiri. Dan menemanimu belanja selama kau mau jika kau mau makan, otte ?” tawar Siwon lembut, berharap Yoona menyetujui tawarannya.

“Aku tidak mau apa-apa, oppa. Aku hanya tidak ingin makan.” Yoona kembali menolak. Ia benar-benar tidak suka makanan orang sakit itu.
Mulutnya pun terasa pait, ia tidak bida menjamin apa bisa menelannya.

“Baby, bagaimana kau bisa sembuh. Jika makan saja tidak mau. Aku tidak melihatmu sakit, itu menyakitkan untukku.” Siwon bergerak menenggelamkan sisi kepalanya diperut Yoona. Mengambil tangan Yoona lalu dikecupnya lembut. Dan meletakkan dipipinya. Siwon memejamkan matanya sesaat. Berharap ia bisa bertukar posisi dengan Yoona. Sungguh itu lebih baik daripada melihat Yoona sakit.

Perlakuan lembut yang Siwon lakukan, meluluhkan hati Yoona. Selalu membuatnya tersentuh. Ia membuka selimutnya lalu menatap lekat mata Siwon yang sedang menatapnya. Ada raut kelelahan bercampur kecemasan disana. Melepaskan genggaman Siwon tangannya bergerak mengusap kepala Siwon.

“Mianhae..” Siwon bergerak semakin menenggelamkan kepalanya lebih dalam. Menikmati sentuhan lembut dari telapak tangan Yoona. Ia selalu nyaman dan merasa senang menghabiskan waktu bersama yeoja-nya. Seseorang yang dicintainya sampai mati. Namun bukan dalam keadaan Yoona sakit seperti itu.

“Siwon oppa harus tidur. Setelah aku makan, oppa harus tidur bersamaku.” Siwon segera beranjak dari zona nyamannya. Langsung mengambil mangkuk itu.

“Apapun untukmu, baby.” ujarnya tersenyum lebar.

.

.

.

Berkat ketaletan Siwon membujuk dan menangani Yoona mangkuk itu sudah kosong isinya. Yoona juga sudah menimun susunya, meskipun hanya setengahnya saja.

Tangannya bergerak mengambil butiran-butiran obat untuk Yoona. Jika dulu Yoona menyuapi Siwon sandwich lewat mulutnya, sekarang cara itu diberlakukan Siwon ketika Siwon memberikan butiran-butiran obat itu ke Yoona. Cara paling efektif (?) agar Yoona tidak bisa menolak meminum obatnya. Cara paling efektif (?) untuk menetralisir rasa pait dari butiran-butiran obat itu. Butiran-butiran obat yang seharusnya terasa pait dimulut Yoona, mendadak terasa manis dengan campuran ciuman pagi.

“Morning kiss yang seru !” ujar Siwon senang sekaligus membantu Yoona meminum airmineralnya.

“Gomawo oppa..” Siwon hanya memberi wink andalannya yang langsung disambut Yoona gelak tawa.

****

Selama seharian penuh Yoona terus merengek tanpa henti. Meski itu melelahkan bagi Siwon dan sedikit membuatnya kuwalahan. Namun ia tetap menuruti segala keingan yeoja-nya yang manjanya tak bisa dikalahkan itu.

Siwon juga tidak masuk kantor. Ia berencana akan berlibur bekerja selama Yoona belum sembuh benar.

“Mianhae, karena membuat Siwon oppa lelah merawatku.” ujar Yoona sembari bermain dengan kancing kemeja Siwon.

“Anniya, berhentilah minta maaf baby. Kau hanya perlu sembuh. Tidurlah ini sudah malam, aku menyayangimu.”

“Nyanyikan aku sebuah lagu dulu, oppa..” Yoona kembali merengek meminta sesuatu ke Siwon. Siwon tentu saja tidak bisa menolaknya, setelah Yoona menutup matanya. Ia mulai menyenandungkan lagu.. Sesuai permintaan yeoja-nya.

..

Two People

Jiohin haruga gago dalbit arae du saram hanui yeurimja, Nun gameunyeon japhil deut alyeonhan haeng boki ajik jeogi itneunde..

~setelah melewati hari yang melelahkan, dibawah sinar rembulan dua orang menjadi satu bayang sebuah kebahagiaan yang ingin dicapai..

Salheo ibneun maeumeun neoui geuneunreul deuriwodo gleokhaejwo apudeoreok sarang haneun sarami gyeote itdaneun geol..

~samar-samar ada disana meski hatiku yang pecah penuh luka ini menebar bayang kedalam mimpimu Tolong ingatlah seseorang yang mencintaimu hingga terluka ada disampingmu..

_Yoona melingkarkan tangannya dipinggang ramping Siwon semakin erat. Membenamkan kepalanya dilekuk leher Siwon yang selalu memberinya kehangatan yang tiada duanya. Ia sangat nyaman disana..

Ddaeroneun igiri meolgeman boryeodo soegeulpeun maeume nunmuri heulleodo modeun iri chueoki dwil ddaekkaji uri du saram seoroui swil gosil deoeojuri doeeo..

~Meskipun jalan ini terasa panjang, meskipun kau menangis karena sedih hingga semua ini menjadi kenangan, mari kita menjadi peristirahatan satu sama lain..

_Siwon membalas rengkuhan Yoona lebih erat. Ia menepuk-nepuk pelan pantat Yoona berharap dengan begitu semakin membuat Yoona menuju alam bawah sadarnya.

Neowa hamkke georeul ddae eodiro gaya haiji giri boji anheul ddae Gieokhalge neo hanamaneuro nuni busideon geul narul sesangeul yeojeonhi seoteulgo ddo bujok hajiman eonjekkajina ne gyeote isseulke, Kkamkhamhan bam gireul ilgo hemaedo uri du saram seoriu deungbori doeeojuri Mon hutnal mujigae jeo neomeoe uriga chatdeon kkumgeoji eopda haedo, Geudaewa na hamkke bonaeneun jigeumi sigandeuri naegen geubodadeo sojunghangeol..

~Saat aku berjalan denganmu, saat aku tak bisa melihat kemana aku harus pergi atau kemana aku harus melangkah aku akan mengingat dunia dihari itu ketika semua terpesona padamu, aku masih canggung dan penuh kekurangan, tapi aku akan berada disisimu Dimalam yang gelap, bahkan jika kita tersesat dan mengembara mari saling menjadi cahaya satu sama lain. Dihari mendatang, meski mimpi kita tidak terwujud waktu yang dihabiskan sekarang lebih berharga bagiku..

Mojin baramddo dasi boreowadouri du saram jeo geochin seowireul janagari..

~Tapi aku akan berada disisimu meski angin kejam kembali bertiup, kita akan menghadapinya bersama..

“Saranghaeyo..” Siwon mencium kening Yoona lama setelah menyelesaikan lagunya. Tiada kata bosan untuk mencium kening indah itu, selama matanya masih mampu terjaga Siwon akan terus melakukannya.

****

Dua hari kemudian kondisi Yoona sudah pulih. Tidak ada lagi wajah pucat yang ada hanya wajah cantik berseri-serinya. Selama dua hari itu pula Luhan dan Sehun dibuat uring-uringan karena Siwon tidak memperbolehkannya menjeguk Yoona.

Begitupula Yuri dan Tiffany, mereka kembali dipaksa menelan kekecewaan karena tidak bisa menemui Yoona dikampus.

Kyuhyun pun sama, rasa penasaran dan benih cintanya semakin memupuk dalam hatinya. Ia juga menyempatkan dirinya datang ketempat-tempat yang pernah ia bertemu Yoona  disana. Ia juga meminta Liu Wen mencari tahu tentang Siwon, terlebih Yoona. Liu Wen bahkan datang menghampiri kantor Siwon, namun sekali lagi keberuntungan belum berpihak kepadanya. Selama dua hari, ia tidak bisa menemukan batang hidung Siwon. Liu Wen juga sangat penasaran dengan hubungan Siwon dengan Yoona. Apa tidak ada kesempatan untuknya bersama Siwon..?

Yang masih beruntung diantara orang-orang diatas adalah Krystal. Ia masih bisa menemui Yoona terlepas dari waktu yang ditentukan Siwon. Seperti sekarang ia berada dalam apartement YoonWon, menyaksikan bagaimana overprotektifnya Siwon kepada sahabatnya sejak tadi ia berada disana. Tak terhitung berapa kali Krystal memutar matanya dan mendengus kesal. Mengenai sikap Siwon yang selalu berlebihan kepada Yoona. Bayangkan saja Yoona harus mati-matian menyakinkan Siwon ketika ingin melepas infusnya. Siwon bahkan ingin memanggilkan dokter untuk mengeceknya terlebih dulu.

Contoh lain ketika Yoona ingin kekamar mandi, Siwon dengan sigapnya langsung menggendong tubuh Yoona, seakan tak mengizinkan tubuh Yoona berjalan yang mungkin membuat Yoona akan kelelahan. Siwon selalu mempunyai alasan untuk membantah argument Krystal mengenai sikapnya itu.

“Krystal-ah, aku hanya memastikan Yoona baik-baik saja. Aku hanya takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika aku lengah menjaganya. Bagaimana jika Yoona kelelahan lalu tiba-tiba saja pingsan sewaktu ingin kekamar mandi.”

“Astaga Siwon oppa, kamar mandinya bahkan tidak terlalu jauh dari pandanganmu. Kau pikir kamar mandinya ada diAmerika, huh..” Siwon hanya mengangkat bahunya acuh. Lebih memilih membaca berkas-berkas yang barusaja diantar sekertaris Park tak jauh dari Yoona dan Krystal duduk disana. Sekali dayung dua pulau terlewati. Ia bisa mengerjakan pekerjaannya sekaligus mengawasi Yoona.

“Yoong, apa kau tidak bosan dua hari dikurung..? Hey, tadi dikampus temannya Sica eonni mencarimu.” Yoona hanya mengangguk. Krystal terkejut karena tidak ada reaksi apapun.

“Sedikit bosan, beruntung ada Siwon oppa yang mengalihkan kebosananku.” ujar Yoona sambil melempar senyum kearah Siwon yang sedang menatapnya.

“Kalian berdua memang pasangan yang menyebalkan ! Mana ponselmu..?”

“Untuk apa ?”

“Berikan saja, Yoong.”

Yoona memberikan ponselnya ke Krystal. Krystal mengotak-atik sebentar ponsel Yoona.

“Cha selesai..” riang Krystal.

“Untuk apa nomor-nomor ini ?”tanya Yoona gugup, Krystal tersenyum. Ya, Krystal menambahkan nomor ponsel Yuri dan Tiffany dikontak ponsel Yoona. Sewaktu dikampus tadi, Krystal berbincang cukup banyak dengan Yuri dan Tiffany dan mereka saling bertukar nomor ponsel. Ada sedikit kecurigaan dalam benak Krystal setelah melihat, foto-foto kebersamaan Yoona dengan Yuri dan Tiffany. Juga dengan cerita yang ia dengar mengenai mengapa Yuri dan Tiffany bisa berpisah dengan Yoona. Hanya saja Krystal tetap berpura-pura bodoh-tidak tahu apa-apa didepan Yoona. Ia hanya ingin mendengar langsung alasan dibalik mengapa Yoona menyembunyikan keluarganya selama ini. Bagaimanapun juga Yoona adalah sahabatnya, yang mempunyai privasi sendiri. Ia memilih pelan-pelan atau menunggu sampai Yoona bercerita sendiri.

“Mereka ingin kau menghubunginya, hanya memastikan apa kau adiknya yang dicari atau bukan. Sebenarnya mereka tadi meminta nomor ponsel dan alamat tempat tinggalmu. Tapi, aku tidak memberikannya. Karena aku tahu kau pasti tidak suka jika aku tidak meminta ijin terlebih dulu denganmu. Gwaenchana?” jawab Krystal pelan berharap Siwon tidak mendengarnya.

“Benarkah ?” tanya Yoona tak menentu perasaannya. Haruskah ia menceritakan semuanya kepada Krystal.

“Ne, kau bisa berbagi apapun denganku.” Krystal mengambil tangan Yoona meremasnya pelan saat ia melihat kilat keraguan dalam manik mata sahabatnya itu.

“Aku butuh waktu.”

“Arraseo , aku mengerti.” Krystal mengangguk sembari tersenyum.

…..

Sepulangnya Krystal Yoona menjadi sedikit termenung, memikirkan semuanya. Ia menimang-nimang ponselnya, haruskah ia menghubungi Yuri atau Tiffany.

Pergulatan batin itu menyiksanya. Hingga panggilan Siwon tak dihiraukannya.

“Baby, kau melamun ? Dan siapa yang kau hubungi itu ?” Siwon menepuk pelan bahu Yoona dan itu membuat Yoona terperanjat.

“Oh.. Itu aku..” airmata tiba-tiba saja mengalir mengiringi dilema yang menyiksa batinnya.

“Baby mengapa menangis, eoh?”

Yoona masih menatap Siwon sayu belum menjawab apapun. Jantungnya nyaris meledak saat suara lembut itu kembali menyapanya.

“Yeobosseyo..”

“Yeobosseyo..”suara lembut itu milik Yuri. Panggilan Yoona benar-benar tersambung.

Tangan Yoona bergetar ponsel mahal itupun jatuh kebawah hingga berantakan. Melenyapkan suara lembut itu.

“Siwon oppa~..” parau Yoona langsung memeluk tubuh setengah telanjang Siwon, karena Siwon baru saja selesai mandi. Tubuhnya hanya terlilit sebuah handuk putih dibagian bawahnya.

“Baby, ada apa ?”bingung bercampur khawatir itulah yang Siwon rasakan.

“Siwon oppa aku takut. Hiks..”

“Apa yang kau takutkan baby?”

“Eonni..”

“Ne, eonni..? Nuguya ?”

“Eonniku, mereka ada disini oppa. Mereka mencariku, apa yang harus aku lakukan?”

“Eonnimu.. Keluargamu ada diKorea? Bukankah itu bangus, kau bisa berkumpul bersama lagi. Apa yang kau takutkan, hmm?” Siwon melepas pelukan Yoona lalu menghapus airmata itu dengan ibu jarinya.

“Entah, aku bingung oppa. Bagaimana jika eonni marah ? Maksudku dengan kehidupanku selama disini ? Aku pernah menjadi penari bar itu hal memalukan untuk keluargaku, oppa. Aku belum siap bertemu dengan mereka, rasanya masih sakit saat mengingat eonni-ku mengusirku.”

“Baby, jika kau belum siap terus kau akan selamanya menjadi pecundang. Jangan takut, aku akan terus bersamamu. Jika kau terus bersembunyi, bagaimana dengan keluarga besarmu yang terus mencarimu ? Apa kau tidak kasihan dengan mereka ? Baby, sekecewa-kecewanya keluarga dengan kita mereka akan tetap memaafkan. Darah lebih kental daripada air. Percayalah hanya keluarga yang akan membuka tangannya menerima kita disaat dunia sedang memusuhi kita.”

“Baby, kau masih sakit disaat mengingat pengusiran yang dilakukan eonnimu. Lalu bagaimana dengan perasaan eonnimu, aku yakin eonnimu jauh lebih sakit kau tinggalkan selama ini. Mereka mencarimu, Yoong itu berarti mereka sangat merindukanmu. Kalian saling menyayangi, untuk apa kalian saling menyakiti, hmm. Jika kau butuh waktu, aku harap itu tidak lama. Jangan takut baby, ada aku disisimu. Apa kau mengerti?” Yoona mengangguk kembali memeluk Siwon.Tidak hanya sebagai kekasih. Siwon bisa menjadi apapun untuk Yoona.

“Gomawo oppa, aku semakin mencintaimu Tn.Choi.. Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti. Saranghaeoyo Choi Siwon, pangeran kudaku.”

“Nado saranghaeyo, Ny.Choi..”

Bibir yang hampir dua hari hanya bertemu sekedar menempel ataupun mengecup sekilas. Kali ini bertemu sangat lama. Meresapi setiap pergesekan bibir itu. Rasanya selalu saja manis, meletup-letup dalam setiap aliran darahnya.

Sensasi panas memabukkan selalu saja terasa, detak jantung yang tak semestinya berdetak secara normal selalu saja terjadi setiap kali kulit mereka bersinggungan.

Seiring dengan bergulirnya detik pasokan udara mulai menipis. Paru-parunya mulai membrontak membutuhkan asupan lebih namun Siwon dan Yoona belum mau berhenti.

Sekali dorongan Yoona sudah jatuh kebelakang, Siwon menindihnya dengan masih mencium bibir yang menjadi untuknya itu.

Kaki Yoona bergerak gelisah, saat ciuman Siwon turun kedagu dan merayap kelehernya. Akibat gesekan kaki Yoona membuat handuk yang melilit ditubuh bagian bawahnya terlepas. Siwon full naked dengan miliknya yang mengenai milik Yoona. Siwon masih menciumi leher jenjang Yoona sambil menggesekkan miliknya dan itu sukses membuat Yoona mendesah serta miliknya yang mulai berereksi.

“Kyaaa Siwon oppa handukmu terlepas..”lengkingan Yoona sukses membuat telinga Siwon berdengung.

Cepat-cepat Yoona menjauhkan tubuh Siwon. Dan menutup matanya dengan kedua tangannya. Ia bertingkah seolah-olah belum pernah melihat tubuh telanjang Siwon.

“Siwon oppa cepat ganti bajumu !”

“Aigoo baby.. Kau Seperti tidak pernah melihatnya saja.”

“Yaaa.. Jangan bicara sefrontal itu. Tetap saja aku malu.”

Chu !

Siwon mencuri ciuman dibibir yang mempout itu. Yoona melepas tangannya ingin marah tapi kembali memekik dan menutup matanya kembali saat melihat milik Siwon yang terbangun.

“Oppa…!!!”

“Wae wae wae ? Dia terbangun untukmu baby.” ujar Siwon sambil terkekeh pelan. “Enghhh baby tolong aku..” Siwon sengaja melenguh sexy, menikmati reaksi malu-malu Yoona.

“Tolong apa ?”

“Pijamkan tanganmu.” Dengan nakalnya Siwon mengambil tangan Yoona dan menaruh tangan itu memegang imiliknya.

“Choi Siwon apa yang kau lakukan ! Dasar kuda pervert !”

“Haha..Kau harus bertanggung jawab, baby.”

“Siwon I hate You.. Kau menjebakku, huh..”

“Haha I Love yo to Yoona.. Itu karena aku merindukanmu, baby.” Siwon kembali menindih Yoona seraya menebar ciumannya diseluruh wajah Yoona.

“Bersiaplah terbang, baby..”

Sekali pervert tetap pervert !

****

Tbc

#yoonwonday

Gimana..? Gimana..?

Gimana dengan part ini ??

Haha sudah senang belum dengan moment yoonwon+ moment camernya Yoongie..?

Buat eonni yang kemarin minta full moment dibbm dan buat readers yg minta moment yoonwon , apa part ini sudah cukup membayar part 11..

*semoga Cukup..

Author baik kan ? 😉
Dapet moment camernya Yoongie lagi.. Haha

Buat yang nunggu2 kpn yoonyultif bertemu, sabar yah author masih bingung mau milih pertemuan yg gmna ?

*ada saran ???

Kebnyakan ide jd dilema deuh.. Hhe *bohong bgt 😀

Apa kyk drama2 yg banjir airmata ??

Next time ngga bisa lanjut cepet..

Oh ya.. Kemarin yang cari mantannya Yoona itu memang bener ada loh Di part 10.. Lha wong author yang nulis, author yg bikin clue pw mana mungkin author maen asal pake nama mantan Yoona jadi pw ..

Kuncinya hanya satu yaitu TELITI !
teliti dalam membacanya.. Jangan berpacu pd nama2 mantan Yoona yang terpampang nyata kkeke..

Mntnny Yoongie ada discane flashback sewaktu YoonWon disebuah salon.. Dimana disitu Yoona bertemu dr adik mantannya itu yang meminta Yoona menjenguk oppa-nya yg lagi sakit, jika perlu balikan lg sama oppa-nya itu..

Gg percaya ???

Baca ulang dehh.. Hhehe

pai pai 😉

Advertisements

132 thoughts on “[FF] My Yeoja – 12

  1. siwon oppa perhatian bgt sm yoona saat dia sakit
    wahh yuri sm tiffany udah tau, bahwa tmn krytal itu asiknya
    tp dia tau ngk yahh siwon oppa itu kekasih adiknya
    lucu liat ortu siwon oppa saling memberikan pendapat klo calon menantu yg mereka sukai adalah yg terbaik, padahal itu dia org yg sm😃
    next chap😉

    Like

  2. Siwon itu cowok idaman kok
    Yeojanya sakit dia bener2 ngrawat sampe sembuh
    Ahh. Mauuuuu hahaha
    Yoona msh g mau yaa ketemu sama eonninya pdahal nnt klo ketemu bisa ketemuan sama orang tua siwon

    Like

  3. nyesek sendiri, yuri nggak ketemu ketemu juga sama yoona trus yoona masih terbayang sang cinta pertama. palak

    semoga nggak ada drama yang bikin insomnia aja

    Like

  4. ckckck… omma dan appa siwon malah ngrebutin orang yang sama buat jadi menantu mereka. padahal yoong dan yoongie kan orang yang sama alias tidak lain tidak bukan dia itu yoona. nggak tahu gimana ceritanya appa siwon ketemu ma yoona, soalnya belum dapet pw part 10 jadi belom bisa mecahin clue pw part 11.
    enaknya punya pacar kaya siwon perhatian poul. yoona juga manja banget. hadech!

    Like

  5. wonpa sweet bgt perhatian bgt jd pengen :D#plak
    lucu bgt appa & umma.x wonpa ngerebutin ornh yg aslinya sama haha gk bisa bayangin kalo mereka tau 😀
    selalu suka ama sikap overprotectifx wonpa :* seru baca setiap part² ini ff 🙂
    aish padahal bentar lagi itu ketemu huft gagal maning gagal maning 😦 😀
    knp kyupa & ahjuma dada mentok nyariin yw ya ?? semoga tdk membahayakan..
    aish gk kuat scane sblm tbc hahah kocak stlh gegana langsung kocak 😀
    unnie keren semangat ya :)!!

    Like

  6. aku senang banget lihat keluarganya siwon suka lihat yoona meskipun terjadi salah paham mengenai siapa yoong dan yoongie hehehe. yoonwon daebak senang kalau lihat kemesraan mereka. dilanjut ya author

    Like

  7. Bener kok clue nya u thor hahaha
    Sumpah lucu ngeliat ortunya siwon berantem cuma gara2 orang yg sama wkwkwkw
    Walo overprotective tp siwon sangat mencintai yoong
    Hmm mudah2an aja next chap itu nc hahaha

    Like

  8. Haha ortux wonppa rebutan calon menantu gtu pdahal yg drebutin orang yg sama jd penasaran ama reaksi mereka lo bertemu lagi dg yoong psti bakal seru lagi nih,,, dsar si wonppa pervert skali mesum tetap aja mesum… lalu akankah yoona mau bertemu dg yuri ya??? Keren n mkin seru deh….

    Like

  9. Authooorrr….. *Nangiskejer
    Sungguh,3hr ini aku ngutek2 nyari pw chap 11 & ttp ga kebuka. sampe akhir’y aku terpaksa loncat dulu k chap 12. Dan author mmbrikan clue d akhir cerita ini.
    Oke,aku akan coba kembali!! *maafcurhat *flashbackchap10

    Yoong?? Yoongie??
    Appa Oemma…itu orang yg sama,nama’y aja hmpr sm. hihihihi…
    Tenang,menantu idaman xan akn segera ditunjukkan.

    Baper bapeeerrr…pny cowok kog yak baik bgt yaa. Biarkata pervert jg kagak knp2 dah klo masa depan udh djamin sm org yg sama.

    “Percayalah hanya keluarga yang akan
    membuka tangannya menerima kita disaat dunia
    sedang memusuhi kita.” Dan aku sangat percaya… *iloveit :*

    Like

  10. jdi gk saba menungu momen yoona brtemu kedua bersaudaranya,yoonwon momen nya daebak swit…. siwon oppa nakal,buat aq senyum2 sendiri karna tingkah siwon yg suka godain yoona

    Like

  11. Ngakak lihat Mr. Dan Mrs. Choi ributin soal Yoong sama Yoongie padahal itu orang yang sama lol. Semoga Siwon Yoona tetap sama” deh apapun yang terjadi. Part 10 dan part 11 di protect, ga bisa dibuka passwordnya lupa 😦

    Like

  12. Lucu ngeliat ny&tn choi yg memperbutkan yokng&yoongie pdhl mereka orang yg sama penasaran bagaimana kalau mereka bertiga ketemu langsung
    Seneng byk moment yoonwonnya
    Suka klw siwon protektiff banget am yoona

    Like

  13. ada ga sisain satu buat aku cowo ky siwon oppa *mupeng hahaha goals bgt mereka 😁. betapa bahagianya yoona milikin siwon begitupun sebaliknya huhuu part ini kenyang sm moment sweet mereka. bagian akhir prevert siwon mode on wkwk

    Like

  14. Tuh kan siwon bener bener dah, masak luhan cuma mau nengok aja dilarang padahal dia yg nemuin yoona di bar.
    Hahahaha lucu juga pas ayah dan ibu siwon rebutan siapa yg cocok menjadi menantu pdahal mereka membahas org yg sama

    Like

  15. haha ya ampun ayah dan ibu siwon ngeributin siapa pacarnya siwon yg sebenernya antara yoong atau yoongie, padahal mereka orng yg sama😀, smoga kyuhyun ga jdi pnghalang antara yoonwon

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s