[FF] as Sweet as Swiss – 2

 

As Sweet As Swiss

Yoona Im , Siwon Choi

Storyline by: Haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

asas-21

h a a n e e f a a h 2 0 1 6 p r e s e n t s

As Sweet As Swiss
Bagian 2

Semangkuk kripik kentang, beberapa jenis kue kering, dan sebotol air mineral tersaji di atas meja. Yoona menyibukan dirinya dengan acara ngemil di pagi harinya, ditemani program televisi pagi itu. Televisi tersebut sedang menyiarkan program talkshow pagi yang sedang membahas bermacam-macam jenis  phobia. Dari mulai tryphophobia, yaitu ketakutan melihat lubang-lubang kecil yang ada disuatu permukaan benda maupun tubuh. Claustrophobia, ketakutan ketika berada diruangan sempit. Sampai Gamophobia, yaitu ketakutan untuk menikah.

Yoona kemudian teringat lagi tentang percakapan semalam. Ayahnya dengan mudahnya mengatakan kalau Siwon akan menikahinya. Baru juga beberapa jam Yoona berkenalan dengan Siwon. Itupun diwarnai dengan peristiwa yang sangat memalukan untuk diingat ataupun dikenang oleh Yoona. Rasanya Yoona ingin pergi ke laundry. Yoona ingin mencuci otaknya, agar ingatannya tentang acara tidih menindih itu hilang, terbawa sabun lalu masuk kedalam tanah dan terkubur di dalam tanah selama-lamanya.

Malam itu Yoona kaget bukan main. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja ayahnya mengatakan tentang pernikahan. Dan sayangnya membicarakan pernikahan dirinya dengan siapa lagi kalau bukan pria asing yang ikut makan malam dengan keluarga Yoona malam itu. Mungkin Siwon tidak terlalu asing untuk ayahnya. Tapi untuk Yoona, Siwon adalah pria asing yang benar-benar awam dalam hidupnya yang kemudian hadir dalam hidup Yoona setelah Yoona baru saja mengalami kegalauan hati. Jika tahu seperti ini, Yoona menyesal untuk pulang ke Luzern.

Yoona tidak akan terkejut jika orangtuanya bertanya ‘kapan nikah?’. Meskipun banyak orang yang tidak suka dengan pertanyaan itu. Mereka juga tidak tahu kapan akan menikah. Rencana Tuhan siapa yang tahu? Tapi ini ayahnya langsung membicarakan pernikahan dirinya dengan Siwon. Bukan berbasa-basi dulu. Menanyakan umur mu sekarang. Bagaimana pekerjaanmu. Tanpa tedeng aling-aling dan langsung masuk ke intinya.

Malam itu Yoona menatap ayahnya dengan pandangan tak tentu. Yoona bingung harus bereaksi apa. Sedangkan Tuan Im hanya tersenyum membalas tatapan Yoona. Wajah pria tua itu terlihat sumringah. Begitu juga dengan istrinya. Nyonya Im juga ikut tersenyum bersama suaminya. Lain halnya dengan Siwon. Sejujurnya, pria itu juga terkejut. Namun dia memilih untuk diam dan seakan dia tidak tergangu dengan ucapan Tuan Im. Jangan tanyakan tentang YoonJo. Pemuda itu sedang mati-matian menahan tawanya agar tidak tertawa keras. YoonJo tidak tahan melihat ekspresi kakaknya.

“Hahaha………..” Tawa YoonJo pecah. Ia tidak sanggup lagi untuk teratawa.

“Kakak…. Kakak….”

YoonJo memegangi perutnya karena tertawa keras. Matanya sampai mengeluarkan air mata saking hebohnya ia tertawa. This is the most fun in the family was able to laugh at them.

“Kakak mudah sekali ditipu ternyata. Heran aku dengan mu kak, sekolah di tempat terbaik di negara ini tapi mudah sekali tertipu. Percuma kak percuma.”

“Hahaha…”

Semuanya, kecuali Yoona. Tertawa keras mendengar olokan YoonJo kepada Yoona. Siwon yang semula diam, ia juga ikut tertawa tapi tidak sekeras YoonJo.

“Jadi papa bercanda?”

Yoona merasa dirinya sedang dibully habis-habisan oleh keluarganya. Hah! Benar kata adiknya. Percuma ia mengikuti jejak Einstein untuk sekolah di UTH:Zurich kalo pulang ke rumah akhirnya menjadi korban bully-an keluarganya. Ibarat menebar garam dilautan. Alias sia-sia.

“Memang kamu ingin papa serius dengan ucapan papa?”

Yoona menggeleng cepat.

“Kamu ini! Umur sudah 25 tahun tapi bisa-bisanya tertipu. Makanya kalau pulang itu jangan setahun sekali. Sepuluh tahun sekali kalau bisa. Biar sekalian kami cincang-cincang tubuhmu.” Omel Nyonya Im. Yoona selalu senang mendengar omelan ibunya. Baginya, One of the warm in your life is to listen to your mother make a run for it.

Tapi, bisa-bisanya juga Yoona tertipu. Mudah sekali keluarganya mempermainkannya.

Pluk…

Lamunan Yoona terhenti karena YoonJo melemparkan kacang atom tepat di kepalanya.

“YoonJo…” Geram Yoona, lalu tangannya melemparkan sebotol air mineral kearah YoonJo. Beruntungnya YoonJo dapat menghindar dengan cepat.

“Jahat banget jadi perempuan. Awas saja kalau nanti Siwon hyung tidak mau dengan mu.”

“Bodoh amat!”

“Ada yang marah nih soalnya kemaren batal dinikahin.”

Yoona memelototi adiknya. Yoona kemudian berdiri menghampiri YoonJo berniat untuk memukul tubuh adiknya itu. YoonJo yang tahu kebiasaan kakaknya yang senang sekali main tangan itu pun segera menghindar dan berlari masuk ke kamar nya lagi. Sebenarnya Yoona bukanlah orang yang suka kekerasan. Tetapi lingkungan sekolah dan kerjanya yang mayoritas didominasi oleh laki-laki membuat Yoona senang sekali memukul teman-temannya karena jika para teman laki-lakinya sedang berkumpul, mereka akan membicarakan banyak hal, mulai dari bola, film, sampai warna pakain dalam apa yang sedang dipakai oleh, Rebbeca, pegawai seksi di tempat Yoona bekerja.

Yoona berlari mengejar YoonJo ke kamarnya. Namun sayang, baru Yoona akan masuk ke kamar, tubuhnya menabrak tubuh Siwon yang saat itu akan keluar kamar.

Bruk…

Yoona terjatuh di lantai dengan pantatnya yang lebih dulu menyentuh lantai. Lagi-lagi Yoona terjatuh karena tubuh pria itu.

“Itu tubuh apa tembok berlin, keras banget.” Yoona mengusap-usap pantatnya yang sakit setelah menghujam lantai.

“Ya?”

“Eh, enggak! Maksud ku ini lantainya keras banget. Hehe” Yoona tertawa garing. Bisa mati dirinya jika sampai Siwon mendengarnya.

“Makanya jangan suka main tabrak, apalagi sampai tindih-tindih. Kan bisa minta secara baik-baik.”

“Apa?”

Ingin rasanya Yoona memukul kepala Siwon. Tapi dia siapa. Kenal juga baru kemarin sudah main pukul-pukul segala. Tapi kemarin kan Yoona sudah main tindih-tindihan juga. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenapa ia harus mengingat itu lagi.

YoonJo kemudian muncul di tengah-tengah mereka. Dia sudah berganti pakaian tebal. Mantel hangat dan sepatu boots hitam.

“Ayo Siwon hyung, aku sudah siap.”

“Mau kemana?” Tanya Yoona yang sudah berdiri disamping Yoonjo.

“Jalan-jalan.”

“Ikut!”

“Biasanya juga kalo kesini cuma tidur terus makan. Keluar kalo ingin beli makan saja. Apa karena ada Siwon hyung disini?” Goda YoonJo.

“Tidak jadi.”

“Hahaha aku hanya bercanda kakak ku. Yasudah kalo tidak ikut. Hari ini kami akan ke mount Titlis.”

“Mount Titlis? Benarkah?” Tanya Yoona. Sudah lama sekali Yoona tidak pergi ke mount Titlis. Sebuah gunung di pegunungan Alpen di Swiss. Ketinggiannya mencapai 3.000 Meter Lebih. Gunung ini terkenal dengan salju abadinya, bahkan dimusim panas pun salju ini tetap ada, tak heran jika suhu di gunung tersebut mencapai 0 °C.

“Iya.”

“Ikut kalo gitu.”

“Katanya tidak jadi?”

“Aku sedang ingin.”

“Bilang aja kalau ingin jalan-jalan dengan Siwon hyung.”

Siwon yang sedari tadi disebut-sebut hanya diam melihat percakapan antara Yoona dan YoonJo. Sejujurnya dia bukanlah orang yang suka bicara, tidak juga irit bicara. Tapi dia nyaman dengan keributan di rumah ini. Entah kenapa, padahal Siwon akan kesal jika adiknya berbicara panjang lebar dirumah.

“Terserah apa kata mu. Aku ganti baju dulu.”

Yoona berjalan menuju kamarnya. Lalu mengambil mantel, syal, topi, sarung tangan dan kamera mirrorless yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Siapa tahu di setiap tempat yang Yoona kunjungi terdapat sesuatu yang menarik baginya. Lalu Yoona bisa membaginya di sosial media. Kemudian banyak yang suka dengan jepretan-jeperetannya. Dan followersnya bertambah. Yoona sebenarnya bukanlah orang yang gila followers, tapi dia suka saja melihat notification nya penuh karena dibanjiri followers.

Yoona turun dari lantai dua. Dia sudah siap untuk menyambangi dinginnya mount Titlis. Sweater tebal dibalut mantel cokelat dan syal yang  dililitkan di lehernya. Tak lupa boots hitam panjang. Style nya benar-benar seperti orang-orang yang sedang menikmati musim dingin. Bukan seperti orang yang akan pergi ke gunung. Yoona bahkan hanya membaw shoulder bag yang hanya berisi handphone, kamera dan dompet. Bukannya Carriel atau tas gunung yang berat nya bisa sampai berkilo-kilo.

Karena untuk mencapai puncak mount Titlis tidak dibutuhkan usaha keras dan tenaga. Cukup mempunyai selembar tiket untuk menaiki cable car dan puncak mount Titlis sudah berada di depan mata.
Wisatawan yang mau menuju puncak Mount Titlis pun tidak usah direpotkan untuk mendakinya. Ada fasilitas cable car di Mount Titlis yang siap membawa wisatawan langsung ke puncaknya tanpa bersusah payah. Cable car yang juga adalah yang pertama di dunia itu akan terlebih dulu melewati tiga tingkatan, Gerschnialp (1.262 m), Trubsee (1.796 m), dan Stand (2.428 m), sebelum sampai di puncaknya. Walaupun ngeri, tapi pemandangan dari cable car luar biasa indah.

Para wisatawan yang ingin ke puncak tidak perlu berjalan berkilo-kilo meter. Tak perlu berjalan di jalanan yang menanjak. Tidak perlu membawa carriel hingga 10 liter bahkan lebih. Dan peralatan lainnya. Lalu sampai dipuncak setelah 5 jam mendaki. Tapi untuk orang-orang tertentu, mendaki gunung adalah suatu kebahagian tersendiri. Climb mountain not so the world can see you but so you can see you.

“Sudah kak? Kami pikir kakak akan lama. Maklumlah namanya juga perempuan.”

“But isn’t deal for woman engineer.”

“Iya…iya. Oke semuanya sudah siap, ayo Siwon hyung kita berangkat.”

Mereka bertiga, Yoona, Siwon, YoonJo, kemudian pergi menaiki mobil milik Tuan Im. Siwon yang duduk dibangu kemudi. YoonJo disebelah Siwon. Dan Yoona berada di kursi belakang. Sebenarnya tadi YoonJo menawari Yoona untuk duduk disebelah Siwon. Tapi Yoona menolaknya.

Mobil yang mereka naikki berbelok ke arah stasiun Luzern. Kemudian mereka bertiga pergi dengan kereta Die ZentralBahn yang akan membawa mereka menuju Engelberg, kota kecil yang berada di kentinggian 1000 meter dari permukaan laut, kota kecil dibawah kaki mount Titlis.

YoonJo pergi sebentar ke tempat tourist information. YoonJo sebenarnya sudah tahu karena dia sering pergi ke mount Titlis, tapi YoonJo tetap memilih untuk ke tourist information. Katanya, ia takut ada perubahan mekanisme perjalanan. Ruangan Tourist Information ini cukup besar dan nyaman dengan beberapa meja petugas yang disusun seperti meja front desk office tanpa sekat sehingga memberikan kesan yang lebih ramah daripada petugas harus berada di dalam kotak kaca.

Yoona dan Siwon menunggu YoonJo di ruangan tunggu yang menyerupai perpustakaan mini dengan beberapa meja dan kursi baca. Cukup efektif untuk mengurangi kebosanan mengantri atau ketika bingung mencari informasi.

“Kamu engineer?”

Yoona mengangkat kepalanya dari novel yang sedang ia baca dan melihat Siwon sudah duduk di sebelahnya.

“Iya.”

“Aneh.”

“Kenapa?”

“Ya aneh saja.” Jawab Siwon mengangkat bahu.

Yoona menatap kesal ke arah Siwon. Yoona meninggalkan novel yang ia baca. Ia sudah tidak tertarik dengan novel itu lagi. Jawaban Siwon yang terdengar meremehkannya lah yang kini membuatnya tertarik.

“Maksudmu?”

“Aku tidak bermaksud apapaun.”

“Dengar ya, em… enaknya ku panggil dengan sebutan apa ya? Kakak? Tidak tidak. Tuan? Terlalu formal. Bro? Jangan itu.” Yoona berbicara dengan dirinya, mencari panggilan yang tepat untuk Siwon.

“Oppa sepertinya bagus.”

“Oppa? Ah! Kenapa itu tidak terpikirkan sama sekali. Baiklah oppa kelihatannya bagus, karena kita sama-sama orang Korea.” Akhirnya Yoona memilih memanggil Siwon dengan panggilan oppa, Siwon oppa.

“Jadi Siwon oppa! Dengar ya, aku ini tidak bodoh. Buktinya aku bisa masuk ke UTH:Zurich, aku menggambil jurusan networking dan itu bukanlah jurusan yang bisa dipandang rendah. Lalu apa yang aneh dengan ku. Apa karena aku perempuan? Apa hanya laki-laki saja yang bisa menjadi engineer. Tapi tunggu, jangan bilang jika sebenarnya oppa ingin menjadi enginner, tapi gagal. Hahaha.”

“Aku tidak tertarik dengan dunia semacam itu.”

“Lalu maksud ucapan oppa tadi?”

“Menurutku aneh saja perempuan cantik seperti mu memilih menjadi engineer sedangkan di luar sana, banyak perempuan yang mengginginkan menjadi desaigner atau editor majalah fashion.”

Perempuan cantik? Ah, pipi Yoona memerah sekarang. Senyuman malu-malu ia sembunyikan dalam-dalam. Siwon mengatakannya cantik. Sebenarnya sudah sering kali Yoona dipuji cantik. Tapi entah kenapa pujian cantik yang keluar dari Siwon membuatnya salah tingkah seperti ini.

Bisa-bisanya Siwon membuatnya melayang, setelah sebelumnya Siwon mengatainya aneh. Tidak biasanya ucapan seseorang seperti ini. Merendahkan lalu membuatnya melayang. Biasanya orang akan membuatnya terbang baru setelah itu menjatuhkan dengan amat keras.

“Jangan salah paham. Menurutku semua perempuan itu cantik.”

Argh sialan!. Batin Yoona. Maksud pria ini sebenarnya apa? Yoona menarik lagi kata-katanya tentang Siwon yang memuji pria itu karena tidak seperti orang-orang kebanyakan. Ternyata Siwon sama saja. Baru juga Yoona menyanjung Siwon, sekarang pria itu justru menjatuhkannya setelah sesaat sebelumnya dibuat melayang. Semua orang ternyata sama saja.

Yoona, YoonJo dan Siwon menikmati perjalanan Luzern – Engelberg dengan kereta berjarak tempuh 35 km dengan pandangan takjub melihat ke arah luar jendela.

Para penumpang disuguhi pemandangan selama perjalanan kurang dari satu jam Luzern -Engelberg dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata dan raga. Hamparan rumput hijau dan bangunan rumah petani dan peternakan khas Swiss, sapi-sapi yang asyik merumput di latar belakangi pegunungan yang sebagian dilapisi salju putih.

Sedangkan di dalam kereta, ternyata banyak para wisatawan yang berasal dari India yang berduyun-duyun datang ke mount Titlis karena gunung ini adalah tempat syuting banyak film India yang terkenal, salah satunya yang dibintangi oleh Shahrukh Khan dan Aishwarya Rai.

Sejauh mata memandang, jejeran pegunungan Alphen begitu menyejukan mata. Yoona sedari tadi sibuk dengan kamera mirrorless yang ia bawa. Tak henti-hentinya tangan Yoona membidik tempat-tempat yang ia lihat dari dalam kereta. Sejauh ini bidikan yang Yoona dapat tidak mengecewakannya. Yoona bersyukur sekali. Setelah ini bersiap-siaplah untuk para followers nya, karena timeline kalian akan dipenuhi oleh foto-foto yang mengambarkan keindahan alam Engelberg.

Tak lupa, Yoona juga berselfie ria di dalam kereta. Dari mulai background interior kereta. Lalu background deretan pegunungan Alphen dan Yoona juga berselfie dengan YoonJo. Posisi duduk mereka berdua yang berhadapan dan Siwon yang berada di sebelah YoonJo, seakan tak dihiraukan oleh Yoona. Siwon bahkan tidak diajak Yoona untuk berselfie. Sebisa mungkin Yoona memposisikan kamera nya untuk tidak menangkap wajah Siwon. Beberapa kali Yoona kecewa dengan selfienya. Karena beberapa kali wajah Siwon tertangkap oleh kameranya. Meskipun hanya sedikit, Yoona langsung menghapusnya. Yoona masih kesal dengan Siwon ketika di stasiun tadi. Siwon pikir Yoona mudah untuk dipermainkan?

“Selfie lagi kak?” YoonJo sebenarnya lelah dengan ajakan Yoona untuk berselfie.

“Iya, dari tadi ngak ada yang bagus.”

“Yang itu tadi bagus kak. Kenapa dihapus?”

“Ada pemandangan yang menggangu.”

“Aku lihat background kita bagus, kak.”

“Bukan itu, tapi pria di sebelah mu.”

“Siwon hyung?”

“Aku kenapa?” Tanya Siwon. Sebenarnya Siwon menyadari kekesalan Yoona yang terus kecewa karena hasil selfienya terdapat wajahnya. Siwon memang sengaja melakukannya. Ia berpura-pura menggeser tubuhnya kesamping lalu melihat ke luar jendela lebih dekat. Padahal niatnya memang untuk mengacaukan selfie Yoona.

“Perusak. Lebih baik pindah kursi ke sebelah sana.” Balas Yoona kesal.

“Kak, ngak enak sama Siwon hyung. Siwon hyung di sini sebagai tamu kita.”

Siwon yang merasa dibela oleh YoonJo merasa ada di atas angin. Senyuman penuh kemenangan tercetak di wajah tampan Siwon.

“Lagian Siwon hyung melakukan kesalahan apa sih, kak? Sampai segitunya.” Tambah YoonJo.

Yoona menarik nafas kasar. Yoona merasa YoonJo bukan lagi adiknya, tapi adik Siwon. Mungkin karena mereka sama-sama laki-laki jadinya mereka mudah dekat dan jadilah adegan bela-belaan seperti tadi.

“Tadi di stasiun waktu lagi nunggu kamu, kakak mu marah karena aku mengatakan kalau semua perempuan itu cantik. Awalnya aku mengatakan kalau kakakmu adalah perempuan cantik yang mau-maunya menjadi engineer sedangkan banyak perempuan di luar sana jarang yang mau dengan pekerjaan itu. Tapi kakak mu mengira aku sedang memujinya, padahal semua perempuan memang cantik.” Jelas Siwon.

“Hahaha…” YoonJo tertawa memdengar penjelasan Siwon. Perempuan memang sangat semsitif jika sudah membahas kecantikan dan berat badan.

“Sudahlah. Mungkin aku saja yang mudah termakan pujianmu, oppa.”

“Oppa?” YoonJo menaikan alisnya.

“Manis sekali bukan?” Tanya Siwon kepada YoonJo. Siwon senyum-senyum sendiri mendengar jawaban Yoona, walaupun masih kesal dengannya tapi Yoona masih memanggilnya oppa. Entah kenapa kata oppa yang Yoona ucapkan benar-benar terdengar merdu di telinganya. Padahal banyak perempuan-perempuan yang memanggilnya oppa tapi justru membuat Siwon risih.

Siwon tidak merasakan apapun, lebih tepatnya belum dengan Yoona. Tapi Siwon senang mengoda Yoona. He like the way she laugh, his eyes like exude happiness to people who see it.

Sepanjang perjalanan ini, Siwon diam-diam memperhatikan Yoona yang sedang asik dengan kameranya. Siwon diam-diam ikut tersenyum ketika melihat Yoona tersenyum melihat hasil bidikannya. Siwon seperti terhipnotis dengan senyuman Yoona. Ini bukan pertama kalinya Siwon melihat senyuman Yoona.

Saat pertama kali berkunjung ke rumah keluarga Im. Siwon melihat foto keluarga Im yang terpasang di ruangan tamu. Awalnya Siwon tertarik dengan foto tersebut karena ukurannya yang cukup besar. Siwon melihat foto anggota keluarag Im satu persatu. Hingga pandangannya saat itu terpaku ketika melihat mata indah Yoona yang terlihat bersinar di mata Siwon. Senyuman Yoona yang begitu cantik dari bibir tipisnya, membuat Siwon juga ikut menarik senyuman di wajahnya.

Rata-rata wanita jatuh cinta pada percakapan pertama. Wanita menyukai bagaimana cara pria  berbicara dengannya. Bagaimana pria tersebut menyebut namanya. Sedangkan, 95% pria jatuh cinta pada pandangan pertama. Pria menyukai tatapan mata yang bersemangat penuh kebahagian dari wanita. Pria menyukai bagaimana wanita tersebut menatap mereka.

Entah menyadari atau tidak, cara Siwon menatap foto Yoona,  cara Siwon menatap tatapan mata Yoona yang hangat, seolah-olah sudah memberi tahu bahwa Siwon jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Yoona.

“Kamu kenapa?” Tanya Yoona memecah lamunan Siwon.

“Kamu?” Tiba-tiba Siwon merasa asing dengan kata kamu yang keluar dari bibir Yoona.

“Emkh…” Yoona berdehem sebentar.

“Oppa kenapa senyum-senyum sendiri?” Yoona menghembuskan nafas lega. Rasanya saat ini mengatakan kata oppa benar-benar menguras energinya.

“Kamu Lucu.”

Siwon tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutnya barusan. Kata itu refleks keluar tanpa harus dipikirkan olehnya. Siwon merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya Siwon seperti ini dengan perempuan. Kemana perginya Siwon yang dingin kepada para wanita?

“Hah… Aku tidak akan pernah termakan pujianmu, oppa.”

Yoona harus mengingatkan dirinya untuk tidak pernah lagi termakan pujian Siwon atau orang lain. Even salt looks like sugar.

Kemudian suara intercom dari speaker memberi tahu bahwa kereta yang mereka tumpangi sudah sampai di stasiun Engelberg. Para penumpang bergegas turun dari kereta. Di depan stasiun Engelberg sudah ada bus besar seperti bus transit antar terminal di bandara yang tak memiliki tempat duduk.

Sepanjang perjalan menuju Titlis cable car station, banyak desa kecil yang tenang dan lumayan sepi di Engelberg. Ada beberapa bangunan hotel bertingkat di jalan utama dan selebihnya rumah tempat tinggal penduduk, rumah villa, lapangan hijau yang luas yang di musim semi akan ditumbuhi aneka bunga.

Sesampainya di stasiun cable car, Yoona, YoonJo dan Siwon mengantri untuk menaiki cable car yang muat untuk di isi 4-6 orang. Vegetasi yang mereka lewati pertama kali naik cable car dari Engelberg ini adalah deretan pohon cemara dan lapangan rumput hijau di bukit yang kian menanjak, sampai ada suatu lahan peternakan besar dimana banyak sapi-sapi yang memakai bel di leher mereka, tengah asyik memakan rumput hijau yang tumbuh subur. Saking banyaknya sapi yang ada, dengan bel yang terkalung di leher, suara denting bel sapi-sapi itu bergema bersahutan memenuhi lereng bukit hijau. Bahkan suara belnya terdengar sampai ke dalam cable car. Suasana yang tergambar dari desa Engelberg sungguh Indah dan harmonis khas suasana pedesaan.

Cable car dari Gerschnialp terus menanjak naik, hingga tibalah mereka di stasiun berikutnya, Trübsee. Dari statsiun ini, terlihat beberapa permukaan tanah mulai ditutupi salju dan kabut tebal mulai turun. Kemudian mereka berganti dengan cable car yang lebih besar berbentuk box dengan kapasitas beban mencapai 1600 KG dan dapat memuat 40-60 orang peumpang sekali jalan.

Setelah cable car meninggalkan stasiun Trübsee, kabut semakin tebal dan setelah melewati  ketinggian 1800 meter, banyak penumpang di dalam cable car mengeluarkan suara kekaguman. Salah satunya adalah Yoona, mereka terlihat kagum melihat batuan pegunungan salju yang diselimuti awan salju putih.

Tapi ada seorang pria yang terus saja menatap Yoona. Pria itu tidak seperti para penumpang yang lain yang menatap takjub pemandangan sekitar yang sangat cantik dengan latar pegunungan bersaju yang menjadi backgroundnya. Pria itu Siwon, justru lebih memfokuskan pandangannya pada Yoona yang sedari hanya mengumamkan kata wow, lalu kembali membidik pemandangan indah di depan matanya. Siwon tak bisa melepaskan barang sedikitpun pandangannya pada Yoona. Seakan, melihat Yoona sudah menjadi kebiasaannya sekarang.

Siwon heran dengan dirinya sendiri. Kenapa dia menjadi seperti ini. Kagum dengan seseorang hanya karena terperangkap dalam tatapan hangat seorang wanita yang dilihatnya di foto. Sejauh ini Siwon belum pernah sedemikian sering menatap seseorang. Tapi kini Siwon sering kali menatap seseorang, dan seseorang itu adalah Yoona. Wanita yang baru dikenalnya kemarin. Wanita yang membuatnya terpaku hanya karena melihat kedua matanya.

Setelah dari stasiun Trübsee, sampai lah cable car yang mereka tumpangi di stasiun Stand. Para penumpang sekali lagi harus berganti cable car. Mereka menaiki cable car yang pertama kali ada di mount Titlis, yaitu  Rotair Titlis Cable Car. Lantai Rotair dapat berputar 360 derajat, sehingga penumpang yang ada di dalamnya berkesempatan melihat ke segala penjuru. Selama perjalanan dari stasiun Stand ke stasiun Klein Titlis,  penumpang cable car di bawa mengarungi awan putih salju. Seruan kagum dari para penumpang mengisi ruang di dalam Rotair, ada banyak bahasa terdengar, Italy, Jerman, Perancis, India, Inggris dan Indonesia!

Setelah itu tibalah mereka di stasiun terkahir di Klein Titlis, disana terdapat gedung tingkat berlantai 5 yang merupakan pusat kegiatan wisata di gunung salju ini. Ada  restaurant, tempat penjualan souvenir. Dibagian luar ada Glacier cave, Ice Flyer, Jembatan suspensi atau Titlis Cliff walk.

Yoona begitu bersemangat setelah keluar dari cable car terakhir yang sudah menghatarkan para wisatawan ke puncak mount Titlis. YoonJo dan Siwon hanya menggelengkan kepala mereka karena heran dengan Yoona. Yoona itu lahir di Korea, di sana juga ada salju. Dan Yoona tumbuh besar di Swiss yang juga terdapat salju. Tapi setelah melihat tingkah kegirangan Yoona, Mereka berdua heran. Yoona sebenarnya berasal dari mana.

“Kakak ini kaya ngak pernah lihat salju.”

“Ini keren banget tahu dek! Kakak berasa lagi di deket istananya Elsa.”

Yoona menatap hamparan salju di depannya. Sejauh mata memandang hanya warna putihlah yang mendominasi. Jika di Arab sana ada padang pasir. Di Swiss ada padang salju.

“Eh dek, main salju yuk! Kamu jadi Anna, aku jadi Elsa nya, terus nanti kita nyanyi lagu Do You Want To Build A Snowman.”

“Aku ini laki-laki, kak.”

“Lalu apa masalahnya? Yaudah,  kamu jadi Jack gimana?”

YoonJo memutar matanya kesal. Ia merasa mempunyai seorang kakak  yang masih berumur 10 tahun. Yoonjo juga heran dengan Yoona yang masih sering nonton film-film kartun diumurnya yang sebentar lagi akan menginjak ke umur 26 tahun.

“Ke Glaciar cave aja yuk kak?” Tanya YoonJo.

“Yasudah.” Jawab Yoona pasrah.

Yoona dan YoonJo berjalan bersama menuju Glaciar cave, yaitu gua dengan dinding salju, di dalamnya terdapat banyak pahatan-pahatan yang berasal dari salju. Dan Siwon mengekori mereka berdua. Tanpa ingin berjalan di samping kakak beradik itu. Karena dari belakanglah Siwon bisa melihat Yoona tanpa harus sembunyi-sembunyi. Dan,Siwon juga menyukai cara berjalan Yoona. He likes everything from her.

Setelah itu, mereka melakukan aktivitas outdoor di puncak Titlis, yang jaraknya dekat dengan matahari karena berada di puncak gunung. Meskipun dingin, sinar mataharinya cukup terik.

Mereka bertiga bermain ice skating bersama. Jalan di tempat bersaju memang tidak mudah, karena sangat licin. Yoona yang hanya menggunakan sepatu boots akhirnya  terjatuh karena terpelesat. Seharusnya Yoona ke sini menggunakan heels. Karena heels nya justru akan menancap pada salju, sehingga tidak licin ketika berjalan.

“Aww….”

“Perlu bantuan?”

Yoona mendongakan kepalanya. Siwon tengah berlutut dihadapannya sambil menawarkan bantuan.

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

Yoona celingukan mencari keberadaan adiknya, dan sialnya  adiknya tidak berada disekitarnya.

“YoonJo sedang bermain snowboard. Kebetulan tadi ia bertemu dengan salah seorang temannya.”

Siwon seakan mengetahui pikiran Yoona yang mencari keberadaan YoonJo. Yoona tidak peduli dengan ucapan Siwon. Kemudian Yoona mencoba berdiri sendiri. Tapi lagi-lagi Yoona terjatuh lagi.

“Perlu bantuan nona?” Tanya Siwon lagi. Masih berlutut. Siwon kemudian mengulurkan tangannya ke arah Yoona.

Yoona lagi-lagi tidak perduli dan mencoba untuk bangkit lagi dengan usahanya sendiri. Tapi lagi-lagi Yoona kembali terjatuh.

“Masih mau menolak? Belajarlah dari kesalahan jangan malah menggulanginya.” Siwon kemudian berdiri. Dan melihat Yoona yang sedang mengusap-usap tangannya untuk menghalau dingin. Siwon kemudian mengulurkan tangannya kepada Yoona lagi.

Akhirnya Yoona menerima uluran tangan Siwon. Yoona mati-matian menekan egonya dalam-dalam demi menerima bantuan Siwon. Lalu Yoona menarik tangan Siwon. Namun sepertinya Yoona terlalu keras menarik tangan Siwon. Hingga Siwon terjatuh dan berakhir menindih tubuh Yoona.

Dada Yoona menempel tepat di dada Siwon. Tubuh mereka terjerembam ke dalam salju. Dan pipi Siwon berada tepat di atas bibir merah ranum Yoona.

Pipi keduanya memerah. Bukan karena kedinginan tapi situasi mereka saat ini saling berdekatan membuat jantung mereka berdetak tak karuan yang membuat pipi mereka kepanasan.

Siwon melirik Yoona dan sayangnya Yoona juga sedang melihat Siwon. Jadilah mereka saling menatap satu sama lain.

1
2
3

Siwon jatuh kedalam tatapan mata Yoona. Tatapan mata Yoona yang membuat jantungnya berdetak cepat tak tentu. Mata penuh kehangatan yang Siwon suka. Siwon merasa berada di belahan dunia lain jika melihat ke dalam mata yang telah berhasil menghipnotisnya itu. Membuatnya tidak bergerak dan terpaku hanya karena mata itu.

“Oppa.” Cicit Yoona.

Siwon mengerjapkan kedua matanya. Wajahnya langsung panik begitu mendapati wajah pucat pasi Yoona. Bibir Yoona kini berwarna putih karena kedinginan.

Siwon segera bangkit dan langsung meraih tubuh Yoona yang sudah lemas ke dalam gendongannya. Siwon mengedong Yoona di depan. Siwon berlari ke arah gedung. Untung saja tadi Siwon sempat mengganti sepatu nya dengan safety shoes sehingga Siwon bisa berlari dengan mudah. Siwon pun segera menuju klinik kesehatan yang berada di dalam gedung.

Ketika Yoona digendong oleh Siwon masuk ke dalam gedung,hal itu membuat Yoona semakin lemas dan pusing. Karena udara di luar yang begitu dingin berbanding terbalik dengan udara di dalam gedung yang hangat. Dan saraf Yoona belum siap untuk perubahan yang cepat itu,membuat Yoona tak kuasa menahan rasa pusing di kepalanya. Yoona kemudian menyenderkan kepalanya di dada bidang Siwon. Saat itu Siwon mengenakan sweater tebal yang membuat Yoona semakin nyaman. Entah sweater atau dada Siwon yang membuat Yoona nyaman. Yoona tidak sempat berfikir, yang penting Yoona sudah menemukan tempat yang hangat yaitu berada di pelukan Siwon.

Di puncak mount Titlis sungguh banyak kejutan yang membuat banyak orang terpesona. Selain bisa menikmati hamparan padang salju, bermain ski, snow board atau hanya membuat manusia salju. Di sini juga terdapat poster Sharukan karena aktor terkenal asal India itu pernah melakukan syuting di tempat ini. Selain itu banyak pula film-film Bollywood yang sering mengambil lokasi syuting di tempat ini. Tak heran jika di sini akan bertemu dengan tourist asal India.

Di puncak mount Titlis juga terdapat sebuah bar tertinggi di Eropa. Bar itu bernama Oven Bar. Tempat ini menjual makanan khas Bavarian seperti sosis berukuran besar yang menggugah selera.

Yoona asyik menyantap makanannya dengan lahap. Ada 4 piring makanan di hadapannya. 1 milik Siwon dan sisanya milik Yoona. Setelah dibawa ke klinik tadi dan diperiksa ternyata Yoona kelelahan dan lapar. Siwon yang saat itu sangat panik, tertawa renyah. Dia pikir Yoona mengalami hipotermia atau apa. Ternyata hanya kelelahan dan lapar. Lansung saja setelah dari klinik, mereka berjalan keluar mencari makan.

Sesampainya di bar. Yoona tak tanggung-tanggung langsung memesan 3 menu makanan yang berbeda. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jika di luar sana para wanita akan sekuat tenaga membatasi porsi makan agar memdapatkan bentuk tubuh yang ideal. Berbeda dengan Yoona yang sama sekali tidak memikirkan tentang berat badannya.

Sepiring lasagna sudah habis dalam hitungan menit. Kini Yoona beralih ke piring selanjutnya, seporsi daging sapi yang dimasak dengan bumbu barbeque. Sedangkan Siwon sudah selesai makan dan kini sedang memperhatikan cara Yoona menikmati makannanya. Bahkan di saat Yoona makan pun, Yoona tetap cantik. Dan lagi-lagi Siwon terperangkap dalam kurungan mata Yoona yang memandang makanan seperti memandang sekarung berlian. People who love to eat are always the best people.

“Mau lagi oppa?”

“Aku kenyang.”

“Lalu kenapa oppa melihat ku seperti itu? Ku pikir oppa mau makan lagi.”

“Tidak.”

“Emm, makasih ya oppa tadi sudah menolong ku. Jika tidak mungkin aku sudah mati karena kelaparan. Lagian bisa-bisanya juga aku kelaparan seperti tadi. Padahal aku selalu makan tepat waktu.” Yoona mengatakannya dengan mulut penuh makanan.

“Pelan-pelan Yoona. Kalau sedang makan ya makan aja. Ngak usah ngomong. Satu lagi, jangan mengatakan kata mati semudah itu. Memang kamu mau beneran mati?”

Yoona tertegun. Bukannya sedih mendengar kata-kata Siwon. Hati Yoona justru menghangat. Baru kali ini ada seorang pria yang perhatian kepada nya dengan cara yang berbeda. Biasanya pria-pria yang dulu pernah mendekatinya, akan mengatakan sesuatu yang manis kepadanya. Seperti; pelan-pelan saja makannya, aku takut kamu kenapa-kenapa.  Tidak seperti Siwon yang justru mengomelinya. Tapi Yoona justru menyukainya. Omelan Siwon masuk ke dalam list omelan yang akan ia rindukan setelah ibunya. Tunggu, akan Yoona rindukan?

Jangan katakan kalau Yoona sedang terpesona dengan kata-kata Siwon. Apa mungkin Yoona masuk kedalam sekelompok wanita yang jatuh cinta kepada pria karena perkatan pria itu?

Yoona dan Siwon kembali menikmati keindahan mount Titlis berdua. YoonJo masih bermain snow board sepertinya. Dan hal ini membuat Siwon bersyukur. Setidaknya dia mempunyai waktu berdua dengan Yoona. Siwon masih ingin menguji detak jantungnya jika berada di sekitar Yoona. Apakah jantungya akan berdetak tak karuan terus atau akan kembali normal seperti biasanya.

Siwon sendiri juga heran. Yoona adalah wanita asing yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Yoona memang hanya anak teman ayahnya. Tapi itu tidak berarti apapun. Yang Siwon herankan adalah, ada apa dengan jantungnya yang tiba-tiba menjadi seperti ini. Ketika Yoona tersenyum, hatinya menghangat. Ketika Yoona memanggilnya oppa, syaraf-syaraf tubuhnya seakan mati rasa. Ketika melihat Yoona, jantungnya berdetak sangat cepat.

‘Ketika kamu melihat orang yang disuka atau hati kamu menaruh cinta kepadanya, jantung akan berdetak lebih cepat dari biasanya. Hal ini terjadi karena hormon adrenailin di dalam tubuh keluar,’

Seperti yang dilansir oleh edition.cnn, ketika seseorang bertemu orang yang disukai, hormon yang dilepasakan dari otak akan mengalir melalui darah dan menyebabkan jantung berebar lebih kuat. Mungkin inilah yang membuat jantung seseorang selalu merasa deg-degan jika berhadapan dengan orang yang disukai. Tak hanya itu, lutut pun kadang terasa lemas dan tak mampu berbicara.

Tapi tidak semua jantung yang berdebar adalah tanda jatuh cinta.  Untuk sebagian orang ini bisa jadi tanda orang yang sedang jatuh cinta. Namun untuk sebagian orang hal ini bisa jadi hanya rasa kagum.

Entahlah, Siwon sendiri belum bisa memastikannya. Apakah ia telah jatuh cinta kepada Yoona atau hanya kagum dengan Yoona?

To be continued

Haaneefah notes:

Halooo semuanyaaa…..
Terimakasih untuk responnya kemaren.

Untuk para silent readers yang masih aja hidup. Apa kabar?
Siap-siap aja ya, karena akan ada part yang aku protect. Dan hanya readers yang memberi komentar dari bagian 1 lah yang akan mendapatkannya. Hahaha

Hargai aku yang udah bikin. Riset data sana sini. Cari info sana sini. Buka tutup google chrome. Lanjut nulis. Buka chrome lagi. Nulis lagi.
Kalian cuman tinggal buka web, duduk terus baca 🙂

Untuk teman-teman yang sudah berkomentar, aku tidak menerima komentar seperti, next thor, lanjut, etc. Berkomentarlah yang panjang ya teman-teman. Saya senang membaca komentar kalian 🙂

Btw, jangan panggil author.
Im just professional readers and amateur writers.

Dan, buat yang komentar tentang ceritanya agar lebih dipermanis/diperhalus. Sebelumnya terimakasih untuk kritiknya 🙂

Tapi, niatan awal aku buat nulis emang sengaja menggunakan gaya penulisan seperti ini. So enjoy until end or go now 🙂

Ditunggu komentar, kritik dan saran yang membangun.
Jadilah pembaca cerdas 🙂

Untuk yang sudah baca notes abal-abal ini, makasih juga.

Last, see you in next chapter.
Peluk cium untuk kalian semua :*

Advertisements

99 thoughts on “[FF] as Sweet as Swiss – 2

  1. ffx keren abiss smua tmpat yg didtangin yw dan adik yoona dijasin sedetail mngkin… Daebbakk👍👍

    Cielah yg mlai tmbuh benih” cinta niehh, smoga ja siwon bisa myakinkan hatinya kalo dia emang bnar” udah jtuh cinta ama yoona dan bkan hanya sekedar kagum aja… Btw disini aku blum trlalu tau latar blakang siwon sperti apa.. Apa cmn aku aja ya yg ngarasa kek gitu?? Ato aku yg kurang paham dgn ceritanya?? Duh! Parah! -__-‘

    Ok, ditunggu bagian 3nya!!😁😉

    Like

  2. Msh lom terbiasa sih dengan tata bahasa ny ada indo dan Korea nya kaya yoonjo manggil yoona kakak tapi manggil siwon hyung tapi semua kembali ke gaya penulis author sendiri sih, seneng liat yoonwon dah mulai deket apalagi siwon jg begitu perhatian dengan yoona tapi sadis bgt yoona, siwon gak diajak selfie ma dia..

    Like

  3. Aku kira siwon dan Yoona serius di jodohkan..
    Part ini bener2 sweet moment bgt…
    Diam2 Siwon mulai memperhatikan Yoona..
    Jadi penasaran part selanjutnya..

    Like

  4. Aihhh.. Kirain beneran yoona dijodohin ma siwon. Taunya cmn becandaan doang 😂 ciee..cie..ciee yg udh mulai jtuh cinta
    Moment dimna waktu mereka berdua jtuh itu sweet abiss .. Huahhahaa 😂😍 butuh sweet moment yg bnyakan lgi thor. Eeh si yoonjo gk bosen2 main snowboard dri tdi ampek gk ikut mkn brng kakaknya.. Kasian 😂 tempt2nya djelasin secara jelas dan detail bgt. Bisa buat tmbahan klo liburann 😃

    Like

  5. Eh , .yg kta’a siw0n mau nikahin yoona itu cuma g0mbalan tn.im aja? Kyaaa. . .aq kira bneran tau. . Aduh . . .yoongie, kta” sma2 ktipu. .wkwkwk
    aq ngakak, pas yuna brpikir mau panggil siw0n apa , .bhakks . . .
    YoonWon makin dket aja , ecie. .
    Wah .Wonpa kya’a emg udh suka yoongie dr awal. . . .
    Yoonjo. . . Bisa” ngg0da kakak’a trus . . . .

    Ff nya mkin keren , bikin ngakak..
    NEXT eon>>
    kalo bsa jgn lama” yawh :-* :-*

    Like

  6. Aku kira beneran kalo yoonwon mau nikah…
    Eh ternyata cuma dikerjain ortu sma adiknya aja…
    Dan siwon jga knapa jadi pendiem hehhehe 😁😁😁😁😁😄
    Gk kayak biasanya
    Aku seneng ternyata siwon menyimpan rasa sma yoona, tpi dia maih bingung sma perasaan itu…
    Benar itu jatuh cinta apa hanya sekedar kagum…
    Eon di part selanjutnya buat siwon sadar ya eon…
    Dan dekatkan mereka berdua..
    Okk

    Like

  7. Oalah……jd itu akal2an ortunya yoona ntuk nggodain anak gadisnya😀😀
    Tp kyknya siwon udah punya rs nih sm yoona. Trims ya author udah nggambarin swiss scr detil jd kt yg bc serasa ada d swiss jg. Next partnya smg hub yoonwon smkn berkembang.

    Like

  8. huaahhhh makin seru aja ceritanya
    ciyee siwon oppa udah mulai jatuh cinta yahh sm yoona 😀
    jangan d sangkal” terus perasaannya oppa
    yoona jg udah mulai jatuh hati sm siwon oppa
    mudah” emg d jodohin mereka, knp cuma bercanda sih thor jodohin nya *hahaha
    ku tunggu kelanjutannya 😉

    Like

  9. Ternyata cuma becanda kirain beneran yang yoona mau dinikahin sama siwon..😒
    Tapi gpp pasti ntar jadi kan ya bukan karna perjodohan tapi karna saling suka #Amiiinnn..🙏
    Siwon nya udah ga pelit bicara lagi dan juga ga pelit senyum malah sekarang bisa ketawa liat tingkah yoona yang ajaib..😄😄
    Udah mulai iseng juga pake nebeng-nebeng difoto yoona segala lagi..😄😄
    Tapi langsung tertarik ya ama yoona ampe langsung khawatir gitu pas yoona nya pingsan tapi abis itu malah diketawain gara-gara alesan pingsan nya ternyata karna kelaparan..😄😄

    Ditunggu kelanjutan nya ya..😊
    Btw jadi tau nama banyak tempat yang ada di situ nih berkat ff ini..😊

    Like

  10. Sepertinya sudah mulai tumbuh benih2 cinta di antara siwon dan yoona
    Chingu banyakin yw momentnya ne n next partnya blh buat konflik biar buat seru trus mereka jdnya nyatain perasaannya

    Like

  11. aku kira beneran yoona sama siwon dijodohin eh ternyata cuma bercanda
    keren thor kita bisa bayangin swiss dari cerita ini
    jangan lama lama dilanjutnya ok👌

    Like

  12. ternyata cuma becanda doank tuh disuruh nikah ama siwon hehehe
    tpi kliatannya siwon udah beneran jatuh cinta nih…moga2 aja yoona jga 🙂
    penasaran ama kelanjutannya nih..ditunggu lanjutannya ya

    Like

  13. Cieee.. Siwon mulai ada rasaa… Cuwit cuwit :D:D:D
    dan tentang Siwon mau nglamar Yoona itu cuma guyon doang? kirain Siwon itu udah cinta sm Yoona dr dulu -_-
    Yoona jg kirain beneran kena hipertemia trnyata cuma kelaparan -_-
    bener2 tak terduga 😀

    ini ff Good Job thor, setiap tempat dijelasin secara detail, jd lebih mudah bayanginnya 😀
    ditunggu next partnya 🙂

    Like

  14. Agak aneh waktu bacanya yg adiknya yoona manggil yoona dg kakak kayaknya agak aneh aja trus bahasanya juga agak gimana gitu.. tapi bagus kok.. di tunggu kelanjutan ceritanya..

    Like

  15. Uda sempet degdegkan kirain bakalan nikah duluan omggg. Ciaelah siwon kayanyaa uda mulai jatuh cintaa its okay semogaa hubungannya cepet dilanjut😁

    Like

  16. Yah ternyata gak serius dijodohin,ya,uuh,tapi yoonwon malu2 mau gimana,gitu,mudah2an siwon oppa bisa mengobati patah hatinya yoona unnie ya,dan sampe part ini belum ada konflik buat yoonwon,mudah2an tar konfliknya gak bakal buat aku nangis bombay,ya,hehehe,selalu ditunggu kelanjutan ff ini.

    Like

  17. Ternyata cuma bohongan ya perjodohannya wk, ortunya yoona jahil juga. Suka sama karakter yoona disini pokoknya :* konyolnya waktu dikira sakit ternyata cuma laper 😀 semangat terus nulis kelanjutannya ya buat authornya :*

    Like

  18. Seperti Lusi a.k.a readers yg sllu nongol di wp ini, aku pun sama 😀 hhe kurang terbiasa sama gaya bhasanya khusus dlm panggilan kakak( eonni ) adekk (saeng/dongsaeng) hihi tp terlepas dr smw itu aq suka alurnya, ide ceritanya bagus .. Terimakasih sdh membuat crita sebagus ini, detail bgt penjabarannya..

    Moment yoonwon sllu ditunggu lbh bnyk lg, haha ternyata yoona kena tipu.. Aigoo
    Ehemm cie cie ada aroma jatuh cinta nih *lirikYoonWon

    Yoonjo ini aktor, idol or oc ???
    Hhaha kudet.

    Like

  19. semakin bagus ceritanya…
    cieee… si daddy lagi dilanda kasmaran niii…
    haha… emang yah pesonanya mommy gga terkalahkan…
    mudah2an daddy sadar kalo udah jatuh cinta sama mommy dan cepat ungkapin perasaannya… jangan dipendam.. jadimya sakit sendiri seperti aku… *kyaa*abaikan*
    .

    Like

  20. Anyeong!!!…
    Keren bgt alur cerita ffnya. Tp thor, saran dari aku yg bukan siapa2 alias penggemar /sering baca Ff sebaiknya atau enaknya pakai bhs indo yg baku aja, biar kyk yg dinovel2 terjemahan gitu, didrama2 korea yg ditranslate jg lbih nyaman klw pake bhs indo baku. Cerita udah keren kok!! Jangan marah ya thor! Ini cuma saran saja…

    Like

  21. Part 2 keren thor~ gak sabar pingin baca part 4 , ini bener bner yaaa ceritanya , banyak pengetahuannya di negara swiss, bacnay juga jadi seru sama tingkah yoona yang kayak anak kecil, luca banget , dan juga siwon kerenn, diam diam udah suka sam ayoona lewat fotonya 🙂 ditunggu thor part 4nya 🙂

    Like

  22. Aisss ternyata yoona di tipu 😊 ehh tp beneran juga gpp kali… Yaampun siwon ga bisa berpaling dari yoona nih cieciecie… Yoona lebih menarik dari pada pemandangan yg ada 😁

    Like

  23. Hiiiiii……perjodohan na cuma becandaan??? Owemji…tidaaaak….knp ga bnrn ajah??? Cerita na bagus, ngalir penggambaran latar cerita na pun detail, tp auh masi blum biasa sama bahasa na yg non formal (ga baku). Walopun begitu ttp menikmati cerita na kok… Deuh, yg udah ada something toeing…toeing…hehe… Pnasaran sama lanjutan na… Dtggu lnjtn na…fightiiiing….

    Like

  24. Hi authornim Aku reader baru disini Ff nya bagus Semangat yah ,kalau bukan author dipanggilnya siapa? Yoonwon moment nya banyak gomawo….

    Like

  25. Siwon udh mulai ada rasa nih sama yoona hihiihii yoona gmna ya?
    Msih penasaran sama tujuan siwon dteng ke swiss..
    Aahhh kerja keras bgt kaa brrti smpe searching google ya hiihi semangaatt kaa tp sebanding laahh jd cerita mu makin bagus dan menarik.. good job 😀
    Btw sedih bgt knpa yaa komentar ku di part 1 ga muncul 😦 pdhal di wordpress yg lain bsa kaa.. knpa ya 😦

    Like

  26. Kalimatnya bagus bangey author nim jalan critannya juga bikin melt . Apalagi waktu baca yoonwon momentnya oh my god gwiyowo bacanya sampek ketawa cengengesan guliling2 dikasur sendiri :v :v author nim faighting

    Like

  27. Tempat yg didatengin yoona,siwon,yoonjo di tulis detail jd gampang ngebayangin tempatt.tapi knenapa bahasanya gitu ya?aku kurang suka aja si jd kadang aku ganti pake opini akuuu hehe

    Like

  28. pertama, mendengar curhatan penulis ff ini menurutku tata bahasa yang kamu gunakan bagus. aku suka dengan gaya penulisanmu. bisa di bilang baku tapi juga santai, malah mempermudah pembaca buat mengerti makna dan maksud yang ingin penulis sampaikan. gaya bahasamu mudah dipahami dan dimengerti.

    kedua, aku suka dengan alur yang di tunjukan dimana siwon dan yoona mulai menyadari akan perasaan yang dimiliki. lebih menyenangkan alur yang seperti ini daripada alur yang berbelit belit.

    ketiga, suka dengan karakter tiap tokohnya. apalagi karakter yoona yang aku tangkap menjadi wanita cerdas tapi bodoh, konyol karna memiliki imajinasi yang liar, ceroboh. siwon kesan yang aku tangkap bersikap dingin tapi hatinya hangat, ada kesan kaku karakternya unik.

    udah ah segitu aja, kayaknya juga udah kepanjangan. intinya ff nya bagus. ditunggu next chapnya. aku harap segera di posting ya!

    Like

  29. Ciee kayaknya dua2nya sama2 saling kepincut nih 😆
    Kayaknya view yg author keren deh jadi pengen kesana
    Ayo siwon bikin yoong klepek2

    Like

  30. Wah ternyata yoong hanya dkerjain ama kluargax tentang perjodohan ntu toh,,, wah wonppa sneng bnget deh liatin yoong terus tuh keren n seru deh …..

    Like

  31. Aku pikir penulisnya udah pernah ke Swiss langsung. Soalnya detil banget jelasinnya. Pembawaannya aku kurang nyaman. Soalnya biasa baca yang pake formal. Tapi, keseluruhan udah bagus kok. Tinggal perbaiki typo-nya aja. Ditunggu kelanjutannya 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s