[FF] as Sweet as Swiss – 3

 

As Sweet As Swiss

Yoona Im , Siwon Choi

Storyline by: Haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

ASAS3

h a a n e e f a a h 2 0 1 6 p r e s e n t s

As Sweet As Swiss

Bagian 3

 

 

Angin malam di Luzern berhembus pelan. Udara dingin begitu terasa di tubuh. Suhu malam disini bisa mencapai 3° Celcius. Tapi hal itu tidak menggurungkan niat Siwon dan Yoona untuk berada di luar rumah.

 

Yoona dan Siwon duduk di kursi kayu di balkon lantai dua rumah Yoona. Secangkir cokelat panas tersaji diantara mereka. Uap panas mengepul di atasnya. Sedikit banyak membuat Siwon dan Yoona cukup merasa hangat.

 

Keduanya masih terdiam. Masih engan untuk membuka suara. Mereka terlaut dalam pikiran masing-masing sambil memandangi lalu lalang orang-orang dari balkon.

 

“Dingin sekali.” Gumam Yoona.

 

Siwon menoleh ke arah Yoona, “Iya, tapi berada di dekat mu membuat hatiku menghangat.”

 

Yoona terkekeh pelan, “Hentikan rayuan-rayuan koin mu oppa.”

 

“Koin?”

 

“Iya, rayuan mu seperti uang koin oppa. Murahan sekali.”

 

Siwon tertawa, “Hahaha…”

 

“Kau benar-benar lucu Yoona.” Lanjut Siwon.

 

“Hahaha, rayuan apa lagi ini oppa?”

 

“Aku berkata sejujurnya.”

 

Blush. Pipi Yoona bersemu merah. Beberapa hari ini Yoona merasa ada yang salah dengan pipinya. Pipinya itu sering mengeluarkan rona merah setiap kali Siwon merayunya atau memuji Yoona. Sebenarnya Yoona sudah berkali-kali mengontrol laju peredaraan darah di pipinya agar tidak bersemu tiap kali Siwon merayunya. Tapi selalu gagal dan tidak sejalan dengan apa yang Yoona harapkan.

 

“Pipimu memerah lagi.” Goda Siwon.

 

“Aku sedang kedinginan oppa. Ini karena efek udara malam yang sangat dingin di sini.” Yoona mencoba beralibi.

 

“Kamu selain lucu, pintar mengarang cerita juga ya? Udara dingin itu membuat pipi bengkak bukannya memerah.”

 

Yoona mengerucutkan bibirnya. Sial! Lagi-lagi Siwon berhasil menjatuhkan dirinya.

 

“Muka mu tidak perlu ditekuk seperti itu. Aku tahu, kamu sebenarnya tidak sepintar yang orang-orang pikirkan hanya karena kau lulusan UTH:Zurich.”

 

Yoona melirik tajam kearah Siwon, “Tahu apa kau tentang aku, oppa?”

 

“Aku tahu semua tentang mu. Dari atas…” Siwon melirik kepala Yoona.

 

“Sampai bawah…” Siwon kemudian melanjutkan melirik Yoona dari atas sampai… Belum sampai bawah, Siwon menghentikan lirikannya di dada Yoona.

 

Yoona menyadari ke mana arah mata Siwon. Yoona langsung menyilangkan tangannya di depan dada, “Mesum” Desis Yoona.

 

Siwon tertawa lagi, “Hahaha…”

 

“Aku tahu tentang perasaan mu.”

 

“Perasaan ku?” Yoona menunjuk dirinya sendiri.

 

“Perasaan mu terhadap ku.” Ralat Siwon.

 

“Hahaha. Yang benar saja, oppa.” Yoona tertawa kecil.

 

“Aku tahu tentang perasaan mu terhadap ku. Kau sebenarnya ada rasa dengan ku kan?”

 

Yoona mengenyeritkan dahinya, “Apa?”

 

“Buktinya pipi mu selalu merah setiap ku goda.”

 

“Hahaha oppa…oppa.” Kini Yoona tertawa kencang.

 

“Ku pikir oppa benar-benar pintar. Pipi memerah itu tidak hanya karena malu. Bisa jadi karena faktor genetik ataupun karena sering terpapar sinar matahari.”

 

Yoona pikir, Siwon benar-benar pintar. Ternyata Siwon sama saja dengan dirinya.

 

“Faktor genetik itu hanya untuk orang ras Kaukasia dan Eropa Selatan karena kulit mereka yang sangat putih. Semakin putih dan pucat kulit seseorang semakin akan terlihat merah pada wajahnya. Sedangkan kau bukan golongan ras Kaukasia. Kau masih berdarah Asia, Yoona. Lagi pula di Swiss intensitas sinar mataharinya pun tidak terlalu tinggi. Tidak seperti Asia.” Siwon mengakhiri ucapannya dengan senyum mengembang di wajahnya. Puas sekali dirinya mengerjai Yoona.

 

“Iya iya.” Jawab Yoona pasrah.

 

Siwon kemudian meminum cokelat panasnya, “emm… Enak sekali.” Puji Siwon jujur.

 

“Aku tahu.” Yoona ikut meminum cokelat panas buatannya.

 

“Aku serius mengatakannya.”

 

Yoona meletakan cangkirnya kembali, “Aku tahu.”

 

“Ngomong-ngomong kamu kenapa memanggil paman dan bibi Im dengan sebutan papa mama?” Tanya Siwon setelah menghabiskan cokelat panas miliknya.

 

“Emm… Apa ya?” Yoona berpikir sejenak.

 

“Faktor lingkungan, mungkin. Aku tumbuh besar di Swiss, sudah 21 tahun aku tinggal di Swiss, di sini jarang sekali ada orang Korea seperti ku. Asmilasi begitu berpengaruh terhadap keluarga kami. Papa dan mama juga jarang menggunakan bahasa korea di Swiss. Papa bekerja di CERN, di sana jarang sekali ada orang Asian apalagi Korean seperti papa. Teman-teman mama disini juga mayoritas orang Swiss dan sebagian lagi adalah orang Jerman. Teman-teman ku sekolah juga sama. Sangat sulit mencari teman sepertiku di sini. Dan akhirnya… Seperti yang oppa lihat.” Jelas Yoona. Yoona selalu memanggil kedua orangtuanya dengan sebutan papa mama, bukan appa eomma. Lingkungan tempat Yoona tinggal benar-benar merubahnya. Sejak berumur 3 tahun, Yoona dan keluarganya sudah pindah ke Swiss. Tak heran jika asmiliasi budaya benar-benar merubah Yoona dan keluarganya. Meskipun sekarang sudah banyak orang korea yang ada di Swiss, entah karena sekolah, kerja ataupun hanya liburan saja.

 

“Tapi kau memanggil ku oppa.”

 

“Itu karena oppa sendiri yang minta.”

 

“Kenapa tidak memanggil nama ku saja?”

 

“Oppa tumbuh besar di Korea. Budaya Asia dan Eropa berbeda apalagi dengan Amerika. Ku pikir oppa tidak terbiasa dengan panggilan nama langsung. Aku pikir oppa akan tersinggung jika aku langsung memanggil nama oppa. Lagipula aku dan oppa tidak sepantaran.”

 

Siwon mengangguk-angguk kan kepalanya, “Jawaban mu kali ini, ku pikir cukup masuk akal.”

 

“Maksudnya? Oppa pikir aku menggarang lagi?” Tanya Yoona selidik.

 

Siwon mengedikan bahunya, “Ya bisa saja. Kau sendiri sangat pintar mengarang cerita.”

 

Yoona mendengus kesal. Lagi-lagi Siwon berhasil mempermainkannya.

 

 

Sederet pigura foto tersusun rapi di atas sebuah meja kayu. Deretan pigura itu seolah sedang mengambarkan metamorfosis Yoona dan YoonJo. Pigura-pigura itu memiliki dua warna berbeda yaitu biru dan hijau. Pigura biru berisi foto-foto Yoona, sedangkan hijau berisi foto-foto YoonJo.

 

Mata Siwon asyik memandangi pigura-pigura berwarna biru satu per satu. Matanya terus melihat dari ujung kiri ke ujung kanan. Menatap foto-foto Yoona mulai dari bayi hingga dewasa. Siwon tersenyum melihat senyuman Yoona. Menurutnya tak ada yang berubah sedikit pun dari Yoona.

 

Kadang Siwon ikut tertawa ketika melihat foto Yoona yang dikiranya lucu atau sedang berpose konyol. Seperti foto Yoona yang sedang menangis ketika berada digendongan badut berkostum monyet.

 

Siwon asyik dalam keheningan. Matanya asyik beradu pandang dengan mata Yoona. Sama sekali tak dihiraukannya foto-foto YoonJo. Seakan foto YoonJo itu unvisible alias tidak terlihat. Yang ada hanya Yoona, Yoona dan Yoona.

 

Beberapa hari ini, Siwon selalu terbayang-bayang tentang Yoona. Entah, wajahnya, senyumannya ataupun ekspresi Yoona ketika marah. Dan itu membuat Siwon sering senyum-senyum sendiri. Cinta benar-benar bisa membuat seseorang menjadi gila.

 

Setelah hari itu, hari dimana mereka pergi bersama ke mount Titlis, mereka berdua menjadi semakin dekat. Yoona dan Siwon sering mengobrol bersama. Lebih tepatnya Yoona. Siwon hanya menjadi pendengar yang baik. Yoona menceritakan semua yang ada di pikirannya. Yoona menceritakan tentang temannya yang sering membicarakan warna pakaian dalam Rebbeca, Yoona menceritakan tentang tetangganya di flat yang sering memberinya roti, Yoona menceritakan tentang pekerjaannya yang sering dipandang sebelah mata hanya karena ia perempuan, namun Yoona tidak menceritakan tentang ia dan Yuri.

 

“Hai Oppa?”

 

Sapa Yoona. Ia baru saja keluar dari kamarnya masih dengan piama tidur bermotif kartun Anna dan Elsa dalam film animasi Frozen. Film yang diangat dari novel Hans Christian Anderson yang awalnya berjudul The Snow Queen lalu diubah oleh tim disney non-pixar menjadi Frozen. Film animasi peraih piala oscar sebagai Best Animated Feature Film of the Year. Yoona sangat menyukai film ini. Yoona bahkan pernah menontonnya selama lebih kurang 50 kali setelah tanggal perilisan. Jika ditanya kenapa diumur Yoona yang akan menginjak angka 25 tahun ini, sangat menyukai film animasi yang identik dengan anak-anak. Maka jawaban Yoona adalah karena Yoona menyukai pangeran Hans yang jahat. Yoona sudah bosan dengan cerita-cerita tentang pangeran baik hati.

 

Yoona keluar dari kamar masih dengan muka bantal nya. Siwon tersenyum cerah melihat Yoona, muka bantal Yoona bagaikan vitamin C untuk Siwon. Jika wanita di luar sana akan merasa lebih cantik ketika bangun tidur dan akan mengabadikan muka bantal mereka dengan selfie, seakan mereka itu merasa sudah cantik atau cantik natural tanpa polesan make up sedikit pun, meskipun baru saja bangun tidur, padahal sebelum di upload, sudah diedit sana-sini dengan beragam aplikasi photo editor.

 

Tapi Yoona berbeda. Siwon merasa beruntung bisa melihat wajah polos Yoona ketika bangun tidur. Wajah tanpa makeup milik Yoona seperti kertas putih, begitu polos dan bersih.

“Jam segini baru bangun?”

 

“Ini masih pagi, oppa.”

 

“Lihat!” Siwon menunjuk jendela di belakangnya.

 

“Cerah seperti itu kau sebut masih pagi?” Tanya Siwon sinis.

 

“Bagiku ini masih pagi.”

 

Bagi Yoona jam 9 di Swiss masih bisa dibilang pagi. Karena matahari di Swiss tidak bersinar secerah di tempat lain. Swiss memiliki iklim Maritim dimana pada saat musim panas, area-area yang rendah menjadi sejuk dan sedikit berawan dan ketika musim salju menjadi lebih hangat dengan intensitas cahaya matahari yang cenderung sedikit.

 

“Wanita pemalas.”

 

Ah! Rasanya Siwon ingin memukul mulutnya ketika berada di dekat Yoona. Siwon sangat sulit untuk mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa bisa ia cegah. Siwon sejujurnya ingin terlihat manis di depan Yoona. Siwon ingin mengatakan sesuatu yang manis untuk didengar Yoona. Tapi selalu saja kata-kata menyindir, memojokan, merendahlah yang selalu Siwon ucapkan untuk Yoona.

 

Siwon selalu gagal terlihat baik di depan Yoona. Siwon bingung sendiri dengan dirinya. Di belakang Yoona, Siwon selalu memuji wanita itu. Di belakang Yoona, Siwon diam-diam selalu memikirkan Yoona. Tapi, di depan Yoona. Selalu image dingin dan kejamlah yang nampak di Siwon.

 

Ini jelas-jelas berbeda dengan Siwon yang dulu. Siwon yang dulu akan cuek bahkan tidak memperdulikan wanita yang mendekatinya. Siwon hanya diam dan hanya akan berbicara jika ditanya. Tapi sekarang, Siwon menjadi seorang pria cerewet. Siwon merasa menjadi dirinya sendiri dan ia menikmatinya.

 

‘The best love is the one that makes you a better person, without changing you into someone other than yourself.’

 

“Wanita pemalas?” Tanya Yoona memastikan.

 

“Bagaimana mungkin wanita pemalas seperti mu ingin membangun rumah tangga yang baik dan benar, jika bangun pagi saja sulit.”

 

Siwon ingat, kemarin Yoona bercerita tentang impian kecil Yoona tentang rumah tangga. Yoona ingin membangun keluarga kecilnya, dengan penuh kehangatan, kasih sayang dan cinta.

 

“Aku akan belajar pelan-pelan. Suami ku nanti juga akan memahaminya.”

 

“Pria mana yang ingin mempunyai istri pemalas seperti mu. Jam 9 baru bangun dan masih bisa mengatakan masih pagi. Aku bahkan tidak ingin menjadi suami mu.”

 

“Memangnya aku mau apa menjadi istrimu?”

 

“Tidak masalah. Lagi pula wanita mana yang bisa menolak seorang Choi Siwon?” Tanya Siwon percaya diri.

 

“Aku.” Yoona menepuk dadanya keras.

 

“Aku bahkan tidak melihat pesona yang kau maksud dalam dirimu, oppa” Lanjut Yoona.

 

“Bicara mu saja menyakitkan. Mana mungkin ada wanita yang tahan dengan ucapanmu. Yang ada mereka akan sakit hati dan cepat mati.”

 

Yoona tersenyum penuh kemenangan. Yoona puas sekali membalas perkataan Siwon. Sejauh ini, Siwon lah yang selalu menyudutkannya. Yoona bahkan tidak diberi kesempatan untuk mebalas ucapan-ucapan Siwon yang sadis terhadapnya.

 

“Buktinya kau tahan dengan semua ucapanku.”

 

Glek! Yoona menelan ludahnya sendiri. Siwon benar, dirinya sendiri pun tahan dengan semua ucapan Siwon.

 

Yoona ingat, tiga hari yang lalu, Siwon dengan mudahnya mengatakan, kalau Yoona ingin menjadi engineer hanya karena Yoona ingin dikelilingi oleh para pria. Yoona hanya ingin menjadi pusat perhatian mereka. Siwon mengatakan dengan entengnya kalau Yoona itu haus perhatian dari laki-laki. Dan Yoona tidak marah apalagi sakit hati.

 

“Bagaimana? Masih ingat? Kau bahkan tidak marah sama sekali.” Siwon tersenyum mengejek. Sial! Yoona kalah lagi.

 

“Itu….. Emm, itu… Aku sedang belajar mengontrol emosi.”

 

“Hahaha….. Alasan mu boleh juga.”

 

Siwon tertawa keras. Mengoda Yoona benar-benar menyenangkan untuknya. Jika dulu hobi Siwon adalah olahraga. Sekarang, mengoda Yoona adalah hal terindah yang ingin selalu Siwon lakukan.

 

“Tunggu!”

 

Siwon melangkah mendekat ke arah  Yoona. Dipandanginya wajah Yoona dengan seksama. Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Mata Siwon meneliti wajah Yoona dari atas hingga bawah. Pandangan Siwon jatuh ke bibir Yoona. Siwon semakin mendekatkan wajahnya ke arah itu.

 

Glek! Yoona menelan ludahnya. Bibirnya kelu. Yoona tidak bisa meneriaki Siwon saat ini. Tubuhnya begitu lemas. Yoona ingin sekali menendang Siwon tepat di selangkangannya tapi semua syarafnya kaku. Tidak bisa diajak kerjasama. Yoona takut, Yoona tidak bisa mencegah Siwon untuk…

 

“Apa ini? Menjijikan! ” Siwon mencolek bekas air liur di sebelah sudut bibir Yoona yang sudah kering.

 

“Seperti ini yang kau sebut wanita dewasa?”

 

“Sebaiknya sebelum keluar kamar, cuci muka mu dulu lalu berkaca sebelum bertemu dengan orang lain.”

 

“Arghhh…” Yoona mengeram kesal. Siwon benar-benar pandai mempermainkannya. Dengan mudahnya membuat Yoona panas dingin lalu dengan mudah pula Siwon membuat Yoona terbakar panas emosi yang sudah di ubun-ubun.

 

“Kenapa?”

 

Yoona memutar bola matanya kesal. Siwon masih bisa bertanya kenapa? Setelah membuat Yoona deg-degan karena Siwon akan…. Sudahlah. Batin Yoona.

 

“Kau berharap aku mencium mu?”

 

“…” Yoona membisu. Pertanyaan Siwon membuat Yoona terdiam. Benarkah Yoona berharap Siwon menciumnya?

 

“Sudah bilang saja. Aku tahu kau sebenarnya menginginkannya.” Yoona menatap Siwon kesal. Mudah sekali pria itu mempermainkannya.

 

“Menyebalkan…..” Teriak Yoona lalu berjalan masuk ke kamarnya lagi dengan kaki yang menghentak-hentak keras ke lantai.

 

Siwon tertawa “Hahaha……”

 

Brak…

Yoona menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Siwon yang sedang tertawa kemudian memegangi dadanya. Bisa mati muda jika seperti ini. Pikir Siwon.

 

Siwon tadi sebenarnya hampir kelepasan untuk mencium Yoona. Sejak awal Yoona keluar dari kamar, Siwon sudah memperhatikan bibir Yoona. Bukan air liur yang Siwon perhatikan. Tapi bibir ranum milik Yoona yang meskipun tidak menggunakan lipbalm sudah terlihat memikat. Tapi untuk hal ini, untungnya Siwon bisa menahan dirinya. Siwon sangat bersyukur, cukup mulutnya saja yang asal bicara. Jangan sampai karena Siwon mencium Yoona membuat jarak membentang diantara mereka setelah apa yang Siwon usahakan agar bisa sedekat ini dengan Yoona.

 

 

Celana jeans hitam panjang, kaos hitam bergambar salah satu band Inggris, jacket bomber hijau lumut yang sedang trend saat ini dan sepasang sneakers hitam. Yoona sudah siap dengan gayanya yang simple namun tetap terlihat modis. Yoona ingin jalan-jalan sekarang.  Kemudian, disapukannya bedak dan lipbalm pink di wajahnya. Tidak banyak makeup yang Yoona gunakan. Yoona bukan sejenis perempuan yang berlama-lama di depan cermin hanya untuk berias diri.

 

Pekerjaannya juga tidak selalu menuntut Yoona untuk selalu berdandan. Tidak menuntut untuk selalu menggunakan rok dan sepatu heels untuk menunjang penampilan. Tak heran jika Yoona kemana-mana sering memakai sneakers. Yoona hanya memiliki beberapa pasang heels, tapi untuk sneakers, jangan tanya lagi karena Yoona pernah mendeklarasikan dirinya sebagai sneakers girlfriend.

 

Yoona keluar dari kamarnya dengan wajah yang sudah kembali normal. Tak ada lagi air liur kering sialan di wajahnya. Tapi di hatinya, Yoona masih kesal kepada seseorang yang tadi mengejeknya sebagai wanita pemalas dan menjijikan. Yoona bahkan malas untuk menyebut nama pria itu. Pria yang beberapa hari ini menggisi hari-harinya. Membuat Yoona merasakan kembali arti dari sebuah kenyamanaan.

 

Diliriknya pria itu, yang sekarang sedang duduk bersandar pada sofa di ruang tengah sambil menonton acara tv dan memakan, Dark Nestle Crunch with Caramel. Tunggu sebentar! Dark Nestlé Crunch with Caramel?

 

“Yakkkk…” Teriak Yoona kencang. Yoona merebut segenggam candy bar dari tangan Siwon.

 

“Candy bar ku.” Lirih Yoona pasrah. Pasalnya candy bar itu tinggal seperempat bagian saja.

 

“Kau!” Desis Yoona menatap tajam kepada Siwon. Mata Yoona sudah menyalang-nyalang. Emosi sudah nampak dikedua mata Yoona.

 

“Siwon Oppa.” Jawab Siwon. Panggilan kau dari Yoona benar-benar tidak ingin Siwon dengar. Siwon sudah terlanjur suka dengan panggilan oppa dari Yoona. Hanya Yoona, bukan yang lain.

 

“Terserah!” Yoona memutar bola matanya kesal.

 

“Kau tau bagiamana candy bar yang kau makan ini aku dapatkan?” Tanya Yoona tajam.

 

“Siwon oppa.” Ulang siwon lagi.

 

Yoona menghela nafas kasar. Ia sedang tidak ingin berdebat tentang hal ini. Baiklah, Yoona akan mengalah kali ini.

 

“Oppa tahu tentang candy bar ini?” Yoona mengoyang-goyangkan sebungkus Dark Nestlé Crunch with Caramel di depan Siwon.

 

“Nah itu lebih baik.” Siwon tak memperdulikan pertanyaan Yoona. Ia justru lebih memperdulikan bagaimana Yoona memanggilnya.

 

“Oppa….” Jerit Yoona frustasi.

 

“Ya?”

 

Astaga! Sabar Yoona sabar. Ingat,pria di depanmu ini adalah salah satu jenis pria menyebalkan di muka bumi.

 

“Oppa tahu tentang candy bar ini?”

 

“Enak.”

 

“Choi Si… Ah tidak! Maksudku oppa.” Yoona meralat ucapannya. Ini akan menjadi rumit jika Yoona memanggil Siwon dengan namanya saja.

 

“Maksud ku tentang Dark Nestlé Crunch with Caramel?”

 

Siwon menggeleng.

 

“Itu hanya sebuah candy bar. Tapi namanya panjang sekali. Dark chocolate apa tadi?”

 

“Hanya?” Yoona menghela nafas lagi. Tolong katakan kepada Yoona, dimana ia bisa membeli rasa sabar sekarang.

 

“Iya, tapi rasanya enak sekali.”

 

“Wajar jika rasanya enak! Oppa tahu, candy bar yang baru saja oppa makan ini limited edition?”

 

Siwon menaikan alisnya, “Lalu?”

 

Rasanya Yoona ingin mencakar-cakar wajah Siwon. Pria itu tidak mengerti sama sekali dengan apa yang Yoona katakan?

 

“Oppa…..” Jerit Yoona frustasi. Yoona tidak tahu sampai mana batas kesabarannya saat ini.

 

“Iya?”

 

“Ya Tuhan!” Yoona mengacak rambutnya sendiri.

 

“Kau benar-benar menyebalkan. Oppa tahu candy bar ini limited edition alias edisi terbatas. Itu artinya tidak setiap hari ada. Dan tidak setiap hari juga aku bisa mendapatkannya.” Tubuh Yoona merosot ke sofa yang di duduki Siwon.

 

“Masa sih? Coba ku lihat!” Siwon mengambil bungkus Dark Nestlé Crunch with Caramel dari tangan Yoona.

 

“Nestlé? Bukannya itu ada di sekitar sini?” Tanya Siwon.

 

“Sama saja. Mau itu produksi Luzern pun kalau sudah ada tittle limited edition tetap saja susah dicari.”

 

Yoona benar-benar kesal kepada Siwon. Pria itu tidak tahu bagaimana Yoona bisa mendapatkan candy bar itu. Candy bar limited edition produksi Nestle, sebuah perusahaan multinternasional di Vevey, Swiss yang memproduksi makanan nutrisi dan minuman nutrisi seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat, dan lainis. Salah satunya adalah Dark Nestlé Crunch with Caramel yang terbuat dari campuran dark chocolate dan crisped rice yang mengandung caramel cair di tengahnya.

 

“Limited edition itu hanya trik pemasaran mereka.”

 

“Tidak! Ini benar-benar limited edition, awalnya aku pikir juga seperti itu. Tapi nyatanya itu sulit didapatkan. Aku bahkan terakhir memakannya sekitar tiga bulan yang lalu.” Yoona mendesah pasrah. Yoona pun sudah lupa bagaimana rasanya candy bar itu saking sulitnya didapat. Awalnya Yoona sendiri juga tak percaya akan sesulit ini untuk bisa mendapatkannya. Meskipun pabrik tempat produksi masih satu negara dengannya.

 

“Kau ingin merasakannya lagi?”

 

“Ya?”

 

“Maksud ku, ini?” Siwon mengoyangkan bungkusan Dark Nestlé Crunch with Caramel di depan Yoona.

 

“Benarkah?” Yoona berbalik menatap Siwon. Mata Yoona langsung berbinar begitu Siwon menawarinya Dark Nestlé Crunch with Caramel.

 

Siwon tersenyum. Lagi-lagi mata itu berbinar. Lagi-lagi Siwon bisa melihatnya. Mata Yoona yang berbinar terang memancarkan aura kebahagiaan. Bahkan bahagiamu pun sesederhana ini, Yoona. Batin Siwon.

 

Kemudian Siwon mengangguk, “Iya.”

 

“Mana?” Tanya Yoona, tangannya mengadah di depan Siwon.

 

“Tutup matamu.”

 

Yoona lalu menutup matanya. Senyuman tersunging di wajahnya. Yoona senang sekali, keinginannya untuk memakan Dark Nestlé Crunch with Caramel setelah tiga bulan akhirnya bisa terwujud.

 

“Buka mulutmu.” Perintah Siwon lagi.

 

Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Yoona kemudian membuka mulutnya.

 

Siwon lalu mendekatkan tubuhnya, mempersempit jarak antara dirinya dengan Yoona. Siwon lalu menundukan kepalanya di dekat bibir Yoona yang terbuka.

 

Cup….

 

Yoona merasa ada sesuatu yang kenyal di bibirnya. Matanya masih terpejam. Yoona berusaha mengenali rasa Dark Nestlé Crunch with Caramel. Seingatnya candy bar itu tidak sekenyal ini. Yoona kemudian mengulum dan menyesap sesuatu yang kenyal itu. Bibirnya bergerak-gerak menikmati rasa candy bar itu masih dengan mata terpejam. Kenapa candy bar bisa semanis ini? Batin Yoona.

 

Di sisi lain Siwon membelakan matanya tak percaya. Yoona justru mengulum bibirnya lembut, tenang dan sangat menikmatinya. Siwon yang masih terkejut kemudian membalas apa yang Yoona lakukan. Siwon lalu mengimbangi gerakan bibir Yoona. Siwon balik mengulum dan menyesap bibir kenyal Yoona dengan lembut.

 

Yoona merasa ada yang aneh dengan candy bar yang sedang ia makan. Kenapa candy bar bisa jadi senikmat ini? Yoona lalu membuka matanya perlahan, seketika pula Yoona membelakan matanya.

 

Dengan kasar Yoona melepaskan pagutan bibirnya dari Siwon.

 

“Oppa…” Jerit Yoona lalu memukul tubuh Siwon dengan brutal.

 

“Yak…” Siwon hanya pasrah menerima semua pukulan Yoona pada tubuhnya. Walau tidak seberapa namun cukup membuat Siwon meringgis kesakitan. Siwon setidaknya pantas bersyukur, kejadian ini tidak menciptakan jarak di antara mereka. Namun menciptakan memar merah di tubuhnya.

 

“Apa maksudmu?” Yoona masih memukuli tubuh Siwon.

 

“Aku hanya ingin membagi rasa candy bar itu dengan mu.”

 

“Modus.” Pukulan masih dilayangkan Yoona pada tubuh Siwon  mulai dari punggung, lengan sampai dada Siwon.

 

“Siapa? Aku? Hahaha…” Siwon tertawa.

 

“Sepertinya kau lupa Yoona, kau justru membalas ku. Kau balik mencium ku dan… menyesapi bibirku.” Lanjut Siwon.

 

“Mesum!” Yoona berteriak kencang tepat di telinga kanan Siwon. Tangannya masih mukul Siwon dan sekarang justru semakin kencang.

 

“Aduh… Sakit Yoona.” Ringgis Siwon. Sakit sudah tubuhnya sekarang. Yoona benar-benar kuat sampai berhasil membuat Siwon kesakitan. Padahal jika dilihat-lihat, tangan Yoona tidak apa-apanya dengan Siwon.

 

“Rasakan!”

 

“Yoona… tolong hentikan.”

 

“Tidak akan.”

 

“Aku minta maaf.”

 

“Tidak akan.”

 

“Cukup Yoona, tubuh ku sudah remuk sekarang.”

 

“Aku tidak perduli.”

 

“Hentikan atau aku akan…”

 

Yoona menghentikan pukulannya, “akan apa?” Tantang Yoona.

 

“Menciu…”

 

Dugh….

 

Yoona kembali melayangkan pukulannya ke perut Siwon.

 

“Aduh…” Ringis Yoona kesakitan. Tangannya sakit sekali. Yoona salah memukul Siwon. Seharusnya ia memukul Siwon di wajahnya bukan di perutnya. Yoona masih ingat betapa kekarnya otot-otot perut Siwon karena beberapa kali Yoona pernah melihat Siwon bertelanjang dada.

 

“Kenapa?” Tanya Siwon cemas.

 

“Tangan ku… Sakit.”

 

Siwon tertawa, “Hahaha…”

 

“Oppa…” Yoona mengerucutkan bibirnya. Bukannya kasihan tapi Siwon justru menertawainya. Sungguh kejam sekali Siwon, berani-beraninya ia tertawa di atas penderitaan orang lain.

 

“Ekhm…” Siwon mengentikan tawanya setelah mendapat tatapan mematikan dari Yoona.

 

Siwon memegang tangan Yoona. Melihat tangan Yoona demgan teliti. Kemudian Siwon memijit tangan Yoona lembut.

 

“Bagaimana?”

 

“Sudah lebih baik.” Jawab Yoona. Siwon kemudian menghentikan pijitannya pada tangan Yoona.

 

“Aduh…” Yoona meringis lagi.

 

“Kenapa lagi?”

 

“Tangan ku sakit lagi oppa.” Yoona menyerahkan tangannya lagi kepada Siwon.

 

“Modus.”

 

“Oppa juga sering modus kepada ku.”

 

“Tapi kau menikmatinya.”

 

“Oppa juga menikmatinya kan?”

 

Yoona tersenyum puas dengan jawabannya. Rasakan! Memang enak. Dasar senjata makan tuan. Hahaha. Yoona tertawa dalam hati.

 

Glek! Siwon menelan ludahnya. Benar Siwon menikmatinya. Memikmati setiap hal yang ia lewati dengan Yoona. Menikmati setiap hal yang terjadi bersama Yoona. Menikmati setiap detik, menit dan jam yang ia habiskan untuk mengoda Yoona, merayu Yoona dan memikirkan Yoona.

 

‘If Siwon had a dollar for every time he thought of Yoona, Siwon had have one dollar because Yoona never leave his mind.’

 

Siwon nyaman berada di dekat Yoona. Siwon seperti menemukan sosok dirinya yang sesungguhnya, yang sebelumnya tak pernah terlihat karena sikapnya yang dingin terhadap para wanita. Tapi, sampai saat ini, Siwon sendiri belum bisa memastikan perasaannya terhadap Yoona. Apakah Siwon jatuh cinta atau hanya jatuh hati kepada Yoona.

 

To be continued

 

Haaneefah notes:

 

Halooo semuanyaaa…..

Aku datang lagi!

 

Semoga part YW kali ini cukup manis ya teman-teman.

Soalnya kemaren ada yang komentar gini, “semoga ceritanya semanis judulnya.”

Beh….. Rasanya itu kek ada jleb-jlebnya gitu. Semoga sudah ya? Hehehe. Pikiran orang juga beda-beda. Yang satu mikir udah yang satu belum. Dan seterusnya~

 

Terus untuk yang komentar tentang cara Yoona memanggil ortu mereka. Kenapa sih malah pake papa mama bukan eomma appa.

 

Btw itu udah dijawab ama bebeb Yoona. Gini deh, walaupun main castnya org korea tapi kan kita harus realistis juga. Ibaratnya nih kalian itu orang jawa terus kalian pindah nih ke jakarta. Lama-kelamaan bahasa ibu kalian hilang kan? Dulunya kalo manggil temen pake aku kamu, begitu tinggal lama di Jakarta pake lu gw.

 

Terus lagi, kemaren ada yang bilang “kok ngak kaya ff yang lain sih?”

 

Ff yang lain yang gimana ya? Kalo menurut kamu ff itu identik dengan korea yang harus manggil dengan bahasa korea atau bahkan setting cerita yang harus di korea juga. Btw, kamu salah sist 🙂 fanfiction itu ngak melulu identik dengan korea. Buka di google deh.

 

Dan buat temen-temen yang malas baca narasi yang panjang-panjang. Bisa kok berhenti buat baca ceritaku. Ceritaku itu kebanyakan isinya narasi. Dialognya jarang.

 

Lagi pula dari awal kan aku udah bilang.

Enjoy my strory and read until end or go now.

 

Dan untuk para silent readers. Segera bertaubat lah nak.

Ingat: ‘Barang siapa berkomentar dari awal sampai akhir maka orang tersebut masuk ke dalam golongan orang beruntung untuk dapet password,’

 

Hahaha

Sekian cuap-cuap dari ku 🙂

 

Ditunggu komentar, kritik dan saran yang membangun

Jadilah pembaca cerdas 🙂

 

Untuk yang sudah baca notes abal-abal ini, makasih juga.

 

Last, see you in next chapter.

Peluk cium untuk kalian semua :*

 

 

Advertisements

86 thoughts on “[FF] as Sweet as Swiss – 3

  1. bener2 sweet deh momen yoonwonnya…ga ada yg laen pokoknya 🙂
    seneng banget siwon godain yoona..
    udah sama2 suka nih kayaknya
    penasaran nih ama kelanjutan critanya..ditunggu yaa

    Like

  2. Oh ya ampun mereka so swet banget….
    Aku sempet heran sma yoona sampek2 siwon cium dia malh dikira nestle…
    Ya ampunn…
    Itu polos apa oon ya hehhehehe
    Eon ini menurut aku kurang panjang hhehee
    Dan semoga yoonwon tambah romantis ya

    Like

  3. Baru kali nemu cerita yang beda thor, latar belakang juga buka korea , penasaran banget untung aj nemiu ff ini belum kejauhan rilisenya , baca part 1 dan 2 dulu penasaran gmna awal ketemunya yoona saam siwon 🙂 salam kenal thor~

    Like

  4. Aaaakhhh!!! Yoonwon moment, full dri awal ampek akhirr 😍😚😊 mereka sweet bgt sihh.. Tpi syng msih sling mnyembunyikn perasaan. Eh bkn mnyembunyikn sih, lbih tptnya blm mnyadariii perasaan msing2 ahayyy sotoy bgt syanya *mohon dimaafkan thor🙏* awawaw kpn jdiannya ? Pgn bgt liat mereka setlh jadian😅. Siwon lu itu udh jatuh hti + jatuh cinta ma yoona cmn blm nyadar aja! 😁 udh itu ajaa. Ffnya sukses buat gua senyum2 sendri, apa lgi bgian kissnyaa bikin gue teriak2 gk jls😁😂 but ada yg kurng thor.. Kurang pnjang 😂 heheheh ditunggu nextnya! Mau ngucpn Terima kasih untuk author yg udh bikin ff inii 😊

    Like

  5. sweettttt bingittttts
    klw bc ni ff senyam senyum sendiri wlpn blum tahu awalnya gmn
    klihatan bngt nih pnlis nya punya tanggung jwb bngt atas apa yg ia tlis.

    Like

  6. Daebak…. makin sweet moment yoonwon nya hahaha 😀
    hayo..hayo.. yoona siwon oppa jgn menyangkal perasaan masing” :p
    yoona polos bgt sihh masa permen di samain sm bibir siwon oppa 😀
    Siwon oppa kesempatan dlm kesempitan itu cium” yoona eoni hahaha:D
    d tunggu kelanjutan nya 😉

    Like

  7. Cie yoonwon sweet banget, langsung jadian aja udah, itu apa yoona terlalu polos atau gimana ya,he wonppa jadi ambil kesempatan, ngomong” gimana kabar yuri ya..

    Like

  8. Kyaakk maniss bangett full yoonwon moment..senyum”sndiri gue baca’a…
    Siwon jdy hobi nich godain yoona wkwkwk :v :v Udah, siwon pasti udah jtuh cinta tuch sama yoona*So Tau*-__-!

    Ditunggu Next chapter’a…🙆

    Like

  9. Baca ff ini bikin senyum2 sendiri karna latar ceritanya bukan dikorea jadi nambah spesial,kayanya tempat disana dicerita ini romantis sekali,uuh yoonwon makin malu2 mau ini,moment yoonwon nya sweet banget.

    Like

  10. Wah ini manis nya udah kelewatan thor lebih manis dari gula jawa.. 😄😄
    Seneng banget ssma siwon yang selalu godain yoona rasanya ga bosen-bosen baca bagian siwon yang selalu ga pernah capek godain yoona setiap saat,,😃😃
    Seneng juga sama keributan lucuy yang dibuat mereka saat udah bersama ..😄😄
    Mereka mah kalo udah berdua udah ga peduli lagi sama orang lain serasa ada mereka aja didunia..😍😘
    Setelah siwon bisa ngontrol dirinya agar ga nyium yoona akhirnya dia kelepasan juga ga bisa nahan diri lagi,,😊😊
    Tapi malah ga sama kaya yang dibayangin siwon bukan malah ada jarak diantara mereka malahan mereka makin akrab aja..☺☺

    Nex nya ditunggu makin seru ff nya..😊😊
    Dan ntah kenapa menurut aku chap 3 malah makin bagus,,
    Enak banget dinikmatin tulisan nya.. 🙂
    Good job..👍👍

    Like

  11. Siwon sm yoona udah makin deket aja nih.. Ihhsiwon udah kaya org gila aja senyum senyum liat foto yoona 😁 😆 ehh coklat nya yoona panjang bgt namanya smp lupa apaan 😮 yaampun kejadian yoona siwon kiss 😱 ga kuat… Udah pasti keduanya suka sm suka
    Lanjut ya thor 🙌

    Like

  12. full moment yoonwon nya sumpah sweet bgt…saling nenggoda lgi haha apalgi pas bgian akhir yoona modusin siwon bnr” lucu 😀 di tunggu next nya

    Like

  13. wahhhhhhh,,,author daebakkkk critanya tambah greget..jd sll pengen baca nih,,ayooooo author tmbah semangat yah qt sll mendukungmu..>_<klo bs ampe marriage life<<<

    Like

  14. W.O.W. Mreka makin dkt…seperti na siwon mmg sudah bnr2 jatuh sama pesona yoona…ampe yoon jo aja tak terlihat (futu na) haha… Owemji…ituh siwon bnr2 cari kesempatan deh…yoona na lg polos…haha… Tinggal tunggu mreka deklarasi aja neh…tp kayak na dibikin yakin dlu deh sama prasaan mreka masing2, siwon aja masi ragu udah jatuh cinta apa jatuh hati, hehe…mungkin dengan hadir na org ketiga yg bikin kesalah pahaman bakalan bisa bikin mreka sadar, ato mungkin jarak yg bisa bikin mreka sadar..hm…pnasaran ma lnjtn na…dtggu lanjtn na….fightiiiing….
    Apakah aquh sudah termasuk org yg bakalaan dpt pewe…?? Hehe…

    Like

  15. Yoonwon moment nya sweet banget seru, Keren,jadi senyum senyum sendiri bacanya Semangat yah ditunggu kelanjutannya penasaran sama cerita selanjutnya ,,,

    Like

  16. jinjaaa ini sungguh manis , aigoo yoonwon klo moment2 kyk gini tuh yg baca jd ikut senyum2.., daebak !!!!!

    jgn lma2 ya lnjutnya, pgn yg lbh mnis lg.. tp yg lbh nyesek juga mau, hhhaha

    kebayang deh gmna sakitny yoonwon nanti, misalnya pd mendem prasaannya, maksudku pd gengsi ngutarain perasaanny..

    oh iya apa yuri gk bkl mncul lg ???
    apa nnti cwo yg prnh ditaksir yoona. nanti muncul stlh yoonwon jdian, atau lbh dkat ???y

    Like

  17. Hahahha kocak banegt masa yoona ga nyadar kalo itu bukan candy bar hihihi kalo candy bar nya kayak gitu aku juga mau donggggg *uppss wkkwkw XD
    .
    Komen ku kali ini muncul ga ya? Aku udh komen dr part 1 tp ga muncul2 bete deh 😦

    Suasana nya baru suka banget sama latar nya jd ga trlalu korea banget hihi jd berasa bcaa story dr novel2 🙂 semangaatt kaaa gasabar pengen tau hub yw slanjutnya…
    😀

    Like

  18. Yoona eonni samaswion oppa sumpah deh bikin gemes , waktu pagi udah ati2 supaya gk nyium eh malah ternyata :v tapi tuh keluarganya yoona eonni kok kagak ada yg nongol dr part 2 . Tuh rumah isini cuma kyk siwon oppa sama yoona eonni . Author nim faighting next next next chptrnya jgan lama2 juseyo :*

    Like

  19. kalo mereka jadian bakal jadi pasangan gokil.
    lucu dan manis banget ceritanya.
    ck,,, siwon seneng banget godain yoona. udah gitu pinter banget cari kesempatan, dasar modusnya ada ada aja.
    udah cepet segera bikin jadian aja, apalagi siwon ma yoona kayaknya sama sama tertarik. ya walaupun siwon belum yakin ma perasaannya sendiri.
    ditunggu chap selanjutnya!

    Like

  20. Bibir siwon disangka candy bar hahahahha boleh juga alasannya buat ngebalas ngulum bibirnya siwon 😂
    Udahlahh thor biarkan aja readers lain ngomong apa tentang ff selama masih ada readers lain yg masih ngehargai ff u.
    Btw bikin siwon nyadarin perasaannya klo dy jatuh cinta ama yoong,kayaknya bakal keren itu

    Like

  21. Wah yoonwon so sweet bnget gokil deh,,, haha wonppa ada2 aja deh agar yoong dpat merasakan candy bar jga yoong mlah dicium gtu ama wonppa n jdix mereka ciuman deh keren n seru….

    Like

  22. Ini tuh… bingung sendiri jadinya mau komen apa. Cheesy tapi gak alay. Apa yah kata yang tepatnya? So sweet, tapi gak berlebihan.

    Serasa baca novel ini mah. Cuma namanya aja yang pake nama idol-nya langsung.

    Ditunggu kelanjutannya. 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s