[Ficlet] An Endless Waiting

 

 An Endless Waiting

Yoona Lim, Siwon Choi

Romance, Fiction, Sad

Storyline by: Haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

AEW2

h a a n e e f a h 2 0 1 6 p r e s e n t s

Aku ingat seseorang pernah bercerita, seseorang itu bercerita tentang seorang kakek tua yang setiap hari selalu datang ke laut. Kakek itu berdiri sepanjang hari, menatap lama ke gulungan-gulungan ombak di laut lepas. Kakek tua itu hanya diam. Walaupun tubuhnya sudah memasuki usia senja namun kakek tua itu tetap berdiri tegap sambil terus berharap istrinya yang dulu tewas terseret ombak akan kembali lagi. Anak, cucu kakek itu sudah berulang kali mengingatkan tentang kematian nenek mereka kepada kakek itu, namun kakek tua tersebut tak perduli. Ia masih percaya, suatu saat nanti istrinya pasti akan kembali.

Seseorang lagi pernah berkata, sebuah kesabaran dari penantian itu akan berujung manis. Mendapat hasil indah dari segala penantian entah kapan waktunya.

Entahlah, aku sedikit tidak setuju dengan perkataan seseorang itu. Karena setelah membandingkannya dengan kisah kakek tadi, aku tidak begitu yakin jadinya. Menurut ku tidak semua penantian itu membuahkan hasil, ada juga penantian yang berujung sia-sia.

Aku merapatkan long cardi merah maroon ku. Angin malam di luar sangat dingin. Aku sedang berdiri di balkon kamarku sambil menatap langit yang sepi tak bertabur bintang. Malam ini hanya ada bulan yang bersinar, sendirian di atas sana.

Klek…

Ku tolehkan kepalaku ke dalam. Siwon sudah pulang. Aku berjalan masuk meninggalkan balkon. Ku tutup rapat pintu yang menghubungkan kamar dengan balkon, agar angin malam tak mengikuti.

Siwon melepas dasinya lalu membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian melemparkannya asal ke lantai.

Aku berjalan mendekat ke arahnya. Ku lepas satu persatu kain yang membalut tubuh ku. Long cardi, kaus, celana training perlahan sudah jatuh ke lantai. Hanya bra dan celana dalam senada yang kini membalut tubuh ku malam ini.

Siwon menatap ku datar. Aku sudah sangat dekat dengannya. Ku kalungkan kedua tangan ku ke lehernya.

Aku berjinjit, lalu mencium lembut bibirnya. Bibir tebal yang selalu aku sukai. Bibir tebal yang menjadi candu untuk ku. Walaupun jarang sekali kata-kata manis keluar dari situ. Tapi aku tetap menyukainya.

Lama dalam posisi seperti ini, posisi yang masih sama sejak tadi. Hanya bibir ku yang menempel di bibirnya. Aku yang sudah hafal kebiasaan Siwon pun berinisiatif sendiri. Aku mulai menggerakan bibir ku di atas bibirnya. Melumat habis bibir tebal milik Siwon.

Siwon masih saja diam tak bergeming. Tak membalas semua perlakuanku. Harus aku yang memulai semuanya. Harus aku sendiri yang berinisiatif untuk membuatnya membalas ciuman ku.

Ku gigit bibir Siwon. Bibir itu perlahan terbuka. Tak ku sia-sia kan kesempatan ini. Ku masuki bibir itu dengan lembut namun penuh gairah. Lidah ku bermain di dalamnya. Bergerak ke sana ke mari berharap bertemu dengan lidah Siwon lalu lidah kami saling bertarung di dalamnya.

Siwon sepertinya sudah mulai terangsang. Siwon membalas permainan ku. Lidah kami saling bertarung, menjilati, melumat dan saling berbagi saliva. Bibir kami menempel sempurna.Kami melakukannya dengan lembut namun dengan napsu yang sudah melingkupi.

“Ah….”

Sebuah desahan keluar dari bibir ku. Kami menghentikan ciuman kami, untuk mengirup udara sejenak. Lalu kembali berpangut satu sama lain.

Tangan siwon sudah berada di pinggang ku. Memegangnya kencang agar pagutan kami tak terlepas begitu saja.

Kami masih dibuai oleh ciuman memabukan. Walaupun setiap saat kami melakukannya. Namun rasa itu masih sama, masih sama membaukan untuk ku.

Enam bulan yang lalu, Siwon menikahi ku. Tidak ada fase pacaran dalam hubungan kami. Kami tidak pula dijodohkan. Ataupun karena sebuah tanggung jawab karena aku hamil anak Siwon.

Siwon adalah kakak kelas ku saat SMA. Aku menyukai Siwon sejak pertama kali melihatnya di SMA. Saat itu Siwon menjadi ketua MOS dan tentu saja aku sedang menjalani masa-masa MOS. Dari situlah mulai timbul rasa suka yang kemudian berubah menjadi sayang dan semakin lama berubah menjadi cinta.

Aku menicintai Siwon sudah lama. Kira-kira sudah tujuh tahun aku mencintainya. Kata orang, jika perasaan dipendam sendiri, lama-lama perasaan itu akan berubah menjadi beban. Maka dari itu, sesegeralah mengutarakannya agar tak berubah menjadi beban.

Namun aku tak melakukannya. Aku takut dan ragu untuk mengutarakannya. Hingga suatu saat Siwon lulus kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri. Semenjak itu aku tak melihatnya lagi. Ku dengar dari teman-teman ku, Siwon dan Yoonra, sepupu ku, pernah berpacaran. Namun mereka merahasiakan hubungan mereka.

Aku benar-benar terkejut saat itu. Aku merasa dibohongi oleh sepupuku. Sudah sejak kecil, kami dekat hingga menjadi sahabat. Namun ia menyembunyikan hubungan itu dari ku. Aku sangat kecewa, terlebih lagi aku mendengar hal tersebut dari mulut orang lain.

Hati ku sakit mendapati kenyataan tersebut. Salah ku juga tak berani mengungkapkannya. Aku kalah dengan ketakutanku. Tapi semua sudah terjadi dan tak mungkin untuk diulangi apalagi diperbaiki. Perlahan-lahan sejak saat itu aku mulai menggubur jauh-jauh perasaan ku. Biarlah Siwon pergi dengan cintanya meskipun itu bukan aku.

Kemudian aku lulus dari SMA dan aku melanjutkan studi ku di sini. Sedangkan Yoonra, ia pergi ke Australia, negara yang sama dengan Siwon ketika itu. Hati ku lagi-lagi sakit. Ternyata sudah sejauh itu hubungan mereka hingga memutuskan untuk sekolah di negara yang sama.

Bertahun-tahun sudah berlalu. Aku sudah bekerja di sebuah perusahaan bergengsi di negeri ini. Bertahun-tahun pula berlalu, rasa itu masih sama, masih ada dan tetap ada.

Aku sudah mencoba mengguburnya dalam-dalam. Aku sudah membuang jauh-jauh namun semuanya sama, Sia-sia.

Segala cara sudah ku coba, aku mulai membuka hati untuk orang lain. Satu persatu laki-laki pergi karena mereka tak bisa bertahan lama di hati. Sudah banyak laki-laki yang dekat dengan ku. Semuanya sama saja, tak ada yang bisa menggeser posisi Siwon di hati ku.

Hingga tiba juga saat itu, Siwon dan Yoonra kembali dari Australia. Dan yang lebih membuat ku terkejut adalah, mereka sudah menikah. Betapa hancurnya hati ku. Remuk redam sudah semuanya. Hati ku sakit bersama perasaan cinta yang ku punya.

Aku mencoba bangkit dan kembali menata hati ku. Namun masih sama, Siwon masih ada, di dalam hati ku dengan segala rasa yang justru semakin membesar.

Aku hidup dalam kesedihan. Aku pura-pura kuat di depan semua orang. Yoonra sering melihat ku dengan tatapan selidik, ia tahu jika aku masih mencintai Siwon. Namun aku selalu menyangkalnya. Aku tak ingin merusak hubungan sepupu ku. Biarlah aku sendiri yang sakit, biarlah aku sendiri yang terluka.

Satu tahun berlalu, hubungan pernikahan Siwon dan Yoonra berakhir. Yoonra meninggal dunia karena kecelakaan. Siwon terlihat sangat sedih dan terpuruk begitu dalam. Tak ada lagi binar kebahagian di mata Siwon. Siwon berubah menjadi seseorang yang dingin dan tak tersentuh.

Kemudian satu tahun berlalu pula, Siwon sudah terlihat tegar. Dengan tiba-tiba Siwon kemudiam melamar ku. Tak ada lamaran romantis dari Siwon, aku tak perduli. Aku juga tak tahu alasan dibalik tujuannya melamarku. Yang ku tahu, aku hanya mencintainya, itu saja. Saat itu, ku rasa penantian panjang dan perasaan cinta ku selama bertahun-tahun akan mendaptkan jawaban.Aku yang sejak lama sudah mecintainya pun langsung menerima lamarannya. Kami menikah 1 minggu kemudian.

Aku benar-benar bahagia. Aku tak menyangka akan menikah dengan Siwon. Tapi kebahagiaan ku hanya sementara saat Siwon mengatakan perlihan pernikahan ini.

“Jangan libatkan hati mu dalam pernikahan ini. Aku tak bisa membalas mu.”

Aku hanya mengganguk saat itu. Lidah ku kelu hanya untuk mengucapkan kata, ya.

Jujur aku sangat sedih. Awalnya ku pikir Siwon bisa membuka hatinya untuk ku. Ternyata semua sama saja. Harapan-harapan kecil itu tak akan pernah terlaksana. Tapi aku bisa apa? Siwon mau menikahiku saja aku sudah bersyukur, lalu apalagi yang aku inginkan?

Aku tidak mengharapkan Siwon untuk mencintai ku, karena ku yakin masih ada Yoonra di hatinya. Setidaknya biarkan aku masuk ke dalam hatinya, meskipun aku masih harus menunggu lalu mengetuk pintu hatinya dan entah kapan Siwon mempersilahkan aku masuk ke dalamnya.

Semenjak peristiwa itu, kehidupan pernikahan ku tak ubahnya seperti nasi putih, hambar tak berasa dan biasa saja.

Aku dan Siwon jarang berinteraksi. Tak ada sapaan manis di pagi hari. Tak ada senyuman teduh di siang hari. Dan tak ada pelukan hangat di malam hari.

Di dalam pernikahan kami hanya hubungan di atas ranjanglah satu-satunya interaksi di antara aku dan Siwon. Aku bagaikan pemuas napsu duniawi Siwon. Jika Siwon ingin, dia akan mendatangi kamar ku. Tanpa berkata apapun tapi aku langsung mengetahui maksudnya. Siwon datang jika ia butuh, dan Siwon akan pergi jika ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.

Siwon tak pernah memulai untuk menyetuhku. Selalu aku dulu yang menyetuhnya. Bahkan dalam hubungan percintaan kami, Siwon tak pernah memandangi wajah ku. Hanya beberapa kali ia menatap dalam ke mata ku. Hal itu seakan menandakan bahwa Siwon takut akan kenyataan bahwa seseorang yang sedang begerumul dengannya bukanlah Yoonra tapi Yoona.

Lamunan ku terhenti. Ku lihat Siwon sudah membawa ku ke atas ranjang. Tanpa sadar, aku dan dirinya sudah sama-sama tak menggunakan sehelai benang pun. Siwon asyik dengan tubuhku. Ku biarkan saja Siwon bermain dan mengeksplornya. Ku nikmati segala sentuhannya.

“Ah…”

Aku mendesah lagi. Siwon benar-benar tahu dimana titik kenikmatan ku.

“Aku menginginkan mu.”

Siwon mengucapkannya dengan suara seksinya yang selalu ku sukai. Ia berbisik di telinggaku membuat bulu kuduku merinding dibuatnya.

Siwon lalu mencium bibirku dengan kasar. Siwon melumatnya dengan rakus. Beberapa kali Siwon menggitnya agar aku segera membalasnya. Pertarungan lidah kami dimuali lagi. Kami kembali saling bertukar saliva dan kenikmatan.

“Aku benar-benar menginginkan mu Yoonra.”

Deg!

Jantung ku rasanya berhenti berdetak saat itu. Ucapan terakhir yang keluar dari bibirnya membuatku terdiam. Rasa sakit itu kembali datang mengujam jantungku seperti ada ribuan anak panah yang tepat mengenai sasarannya.

Ini adalah pertama kalinya Siwon menyebut nama itu setelah enam bulan pernikahan kami, dan selama hubungan intim yang kami lakukan.

Siwon masih saja menggingat nama itu. Tidakkah Siwon sadar, jika perempuan yang sedang bersamanya dan berbagi kenikmatan bukanlah Yoonra tapi Yoona?

Aku menanggis dalam diam, aku menanggis dalam rengkuhan tubuh kekar milik Siwon, aku menanggis dalam pagutan bibir kami yang belum terlepas.

Apakah penantianku selama ini tak akan berujung? Apakah kesabaran ku sama sekali tak membuah kan hasil manis? Apakah aku akan bernasib sama seperti apa yang didapatkan oleh kakek tua itu?

Kekecewaan
Kesedihan
Dan
Sia-sia

Haruskah aku menunggu, bersabar dan menanti lagi?

—–END—–

Haaneefah notes:

Hai semuanya?
Aku ngak tahu ini berapa kata, soalnya aku buatnya di hp. Mau ku tulis OS tapi kurang panjang. Di tulis drabble juga kependekan.

Kali ini lagi pengen nulis yang menye-menye. Lagi pengen galau. Bosen seneng terus hahaha.

Maafkan jika adegan nya kurang hot. Aku masih kecil qaqa. Maafkeun. Sebenarnya pengen tak bikin yang rrr sampe ranjangnya jebok kalo bisa sampe lantai nya retak hahaha. Engaklah, aku masih polos lagian. Tapi yang lebih ku pikirkan adalah para readers yang masih di bawah umur. Bahkan aku sering bolak balik hapus soalnya terlalu errr menurut ku hehehe

Terimakasih untuk waktunya buat baca cerita gajelas ku. Tolong keluarkan sedikit waktunya lagi untuk berkomentar.

Apapun itu tolong tulis tapi dengan cara yang baik dan sopan.
Mari jadi pembaca yang cerdas.

Dan sekali lagi aku ngak terima komentar tentang narasi yang kepanjangan lah, dialognya mana nih!
Pffft dari kemaren kan aku udah bilang, aku itu kalo nulis ya gini.
Suka atau ngak suka ya terserah hahaha

Sekian cuapcuap dari ku.
Terimakasih~

Peluk dan cium dari ku untuk kalian semuanya.
Luvluvluv

Advertisements

78 thoughts on “[Ficlet] An Endless Waiting

  1. yoona, nyesek bgt jd dia..
    wah wah wah.. wonnpa parah bgt nih.. masa manggil yoonra pd saat melakukan itu, wanita mna yg gk sakit hati ???

    jd apa ff ini gk ada sequelnya hehe

    ayolah jgn berakhir seprti itu, mauny hhhehe

    tp keren. feelny bkin tersayat ni hati..

    Like

  2. kasihan yoona.. siwon tega bgt… sequel dong thor… msi ganjel bgt… bkn yoona bahagia dgn at tanpa siwon… bkn siwon nyesel….

    Like

  3. Nyeseeeek…..apalagi pas siwon nyebut nama yoonra, jleb bgt ituuuh….lanjut donk chingu, jangan biarkan gantung…kasian yoona na…lagian pnasaran jg c, knp tiba2 siwon ngelamar yoona? Dtggu yah sequel na..hehe…fiiightiiiing…

    Like

  4. Auuuthooooorr boleh minta sequel ga?jujur deh ini baru aja dapet sedihnya, baru aja ancang ancang mau nangis. Eeeeh malah diend kaya gini yaampun author 😢 boleh ya minta sequel lagi….
    Keren deh, parah nyakitin banget alurnya. Apalagi awalannya itu keren. Aku tunggu yaa sequelnya! Selamat berkarya dan terimakasih udah mau buat ff ini thooor

    Like

  5. Sad ending…..author,bikin squel donk…..kasihan bgt yoona yg harus jd pemuas nafsu orang yg dicintainya yg tak pernah melihatnya dan bikin happy ending donk…jangan sad ending trus……bikin kecewa,,,,,lanjut

    Like

  6. NYESEK BGT BGT
    Ih yoonra jahatt dia harusnya tau ding kali yoona suka sama siwon tapi kenapa malah ISH!! Untung udh meninggal tuh dia. Tapi teteo aja ngesekin. Kasian yoona eonnie. Siwon oppanya juga gimana sih ah-_-

    Eon bikin sequelnya dong pleasee one shoot aja ngga papa. Tapi bikin siwon oppa sadar gitu dan sempet byesel berat sama yoona eonnie. Jebal eonn

    Like

  7. Kasihan bgt sama nasib yoona dia tulus bgt suka sama siwon bahkan udah nunggu siwon selama itu tapi ternyata siwon belum bisa ngelupain istrinya yg udah meninggal.. jd terharu waktu bacanya tapi keren kok.. di tunggu cerita yg lainnya..

    Like

  8. Sebenarnya klo udh ada kata sad di genre mles baca. Tp ngeliat komen2 jadi penasaran.
    Asli kebwa perasaan ngerasain skitnya yoona.. Apa siwon gbsa buka hati utk yoona? Jgn jadiin pelampiasan dong.. Ngomong2 ada sequel ga? Pengen gitu siwon ngerasa gabisa hidup tanpa yoona.
    Selebihnya top dah.. kalo aku pribadi lbh suka byk narasi drpada dialog. Kebanyakan dialog malahan garing..
    Fighting

    Like

  9. Ya ampun kasihan yoona,,,, siwon tega amat, dingin lagi ama yoona,,, sakit tuh ati yoona dipanggil yonra, udahlah siwon lupain yonra dan hidup bahagia am yoona

    Like

  10. hadech,,,, nyesek banget pas baca bagian tengah mpe ending.,
    menjawab pertanyaan yoona, mungkin sebaiknya berhentilah menunggu. mngkin dengan kau berhenti menunggu siwon akan menyadari bagaimana perasannya kalo dia masih punya perasaan. kan lelah menunggu sesuatu yang tak pasti.
    kalo ada sequrlnya makin bagus nich. hehe~

    Like

  11. Ngegantung thor endingnya huhuhu 😩😩 tolong bikin sequelnya karna sedih aja ngeliat yoong kaya gitu 😭 bikin siwon nyesel karna udah nyakitin yoona

    Like

  12. Jleeebbb!!! bunuh aja hayati bang,tega’y dikau lg “begituan” nyebut perempuan lain!! hiks hiks…

    ini ada lanjutan’y ga yaa??? hihihi…
    Msh tanda tnya loh author,d akhir dksh caption “apkh nasib’y akn seperti kakek tua?” berarti kn msh bersambung thor! #plaaakkk #banyakmaunya
    hihihihi…^^v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s