[Ficlet] Just For You

 

Just For You

Siwon Choi, Yoona Lim

Romance, Fiction

Storyline by: haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

JUST FOR YOU2B

h a a n e e f a h 2 0 1 6 p r e s e n t s

Harum semerbak aroma kopi  membaur menyatu dengan kepulan asap rokok yang memenuhi penjuru sudut-sudut sebuah ruangan free smoking dengan interior hitam putih bernuansa klasik namun masih relevan dengan zaman.

Lalu lalang mobil-mobil berhamburan tersaji sebagai view utama dengan background gedung-gedung besar menjulang tinggi yang dipisahkan dengan kaca sebagai pembatasnya.

Tampak di ujung sana, di atas sofa hitam dengan secangkir kopi dan asbak hitam lengkap dengan tiga putung rokok di atasnya tersaji di atas sebuah meja.

Seorang laki-laki kembali menyesap sebatang rokok di antara dua jarinya. Tubuhnya bersandar pada sofa hitam dengan kaki kanan disilangkan menumpu di atas kaki kirinya.

Siwon sangat menikmati aktivitasnya. Merokok bagai sebuah pola yang sudah menyatu dengan aspek kehidupannya. Dalam sejarah hidup Siwon, sehari tanpa rokok itu bagai sayur tanpa garam, seperti lautan tanpa gelombang. Dan sehari tanpa merokok itu adalah kehidupan yang amat memuakkan.

Ditemani secangkir kopi dan suasana syahdu coffe shop lalu diiringi alunan musik-musik akustik yang menentramkan jiwa, Siwon merasa berada di suatu tempat indah tapi bukan surga namanya, Siwon lebih suka menyebutnya-  tempat kecil di sebelah surga.

Siwon asyik dalam lamunannya masih dengan sebatang rokok di antara kedua jarinya, hingga kemudian muncul seseorang yang sudah ditunggunya sedari tadi, seseorang yang sudah ia nanti-nanti sebelum bibirnya yang hitam karena efek nikotin tapi tetap menggoda menyesap habis nikmatnya gulungan daun tembakau hingga tiga batang.

Siwon menegakkan punggungnya lalu menghujam kepala rokok di atas asbak guna mematikan bara api yang berkobar di ujungnya.

Siwon kemudian tersenyum hangat menyabut seseorang itu. Wanita cantik yang selalu memenuhi hati dan fikirannya. Wanita yang selalu menjadi candu untuknya, tentu saja setelah batangan nikotin yang menjadi favoritnya.

Karena dalam hidup Siwon hanya ada kata rokok, Yoona dan rokok.

“Oppa…”

Yoona mendudukan tubuhnya di sofa hitam di hadapan Siwon. Yoona memberengut kesal begitu melihat sudah ada empat putung rokok yang berhasil menjamah bibir Siwon, yang bagi Yoona bibir itu hanya miliknya dan hanya dirinya saja yang dapat menjamahnya.

“Ya, sayangku?”

“Oppa merokok lagi?”

“Kau kan sudah tahu kebiasaan oppa,”

“Sampai kapan?”

Siwon menaikkan alisnya bingung tak tahu harus menjawab apa. Hanya dua kata saja namun bisa membuatnya membisu. Sudah lama Yoona bertanya tentang hal ini dan Siwon sendiri tak tahu akan jawabannya.

“Oppa…”

Yoona menghela nafas kasar lalu menyandarkan punggungnya ke belakang. Yoona sebenarnya sudah jenggah sendiri dengan pertanyaan itu. Berulang kali sudah pertanyaan itu ia tanyakan. Berulang kali juga kebisuan yang didapatkannya.

Kedua matanya kemudian terpejam sejenak, pikirannya melalang buana  berpikir tentang cara untuk mengentikan kebiasaan buruk Siwon.

Siwon bukan pemain wanita. Siwon bukan pendusta. Siwon bukan pula pendosa. Siwon hanya perokok. Dan Yoona membencinya.

“Pelayan…”

Yoona memanggil seorang pelayan pria yang baru saja melewati mejanya.

“Ya, Nyonya? Ada yang bisa kami bantu?”

“Tolong panggilkan Manajer Kim!”

“Baik Nyonya,”

Selang beberapa menit, seorang pria kurus dengan name tag manager Kim terpasang di bajunya, kini berdiri di dekat meja Yoona dan Siwon.

“Anda memanggil saya Nyonya?”

“Ya, manajer Kim. Bisakah kau menolong ku?”

“Tentu saja Nyonya, apa yang bisa saya bantu untuk anda?”

“Bisakah kamu mengganti ruangan ini?”

Manajer Kim bingung dengan pertanyaan Yoona, “Ya?”

“Mungkin kau bisa mengganti ruangan free smoking ini dengan.tempat yang nyaman untuk menikmati sepiring makanan. Ah, sepertinya menu pasta cocok dengan image cafe ini. Aku ingin kau mengganti tempat ini dengan nuansa vintage tapi sedikit sentuhan warna pastel, dan tambahkan juga pendingin ruangan disini, dan juga bersihkan seluruh sudutnya sampai ke bagian terkecilnya, jangan sampai ada bau rokok tertinggal sedikitpun,”

“Apa?”

Yoona menolehkan kepalanya ke arah Siwon lalu menatapnya garang, “Diam kau oppa!”

Siwon menelan ludahnya. Bagaimana mungkin sosok Siwon yang manly bisa menciut begitu ditatap seperti tadi oleh Yoona?

Yoona melihat ke arah manajer Kim lagi, “Bagaimana menurutmu manajer Kim?”

“Eh… itu tergantung persetujuan dari tuan Choi, Nyonya,”

“Kau tidak tahu siapa aku, manajer Kim?”

“Maafkan saya Nyonya, tapi itu semua adalah keputusan tuan Choi,”

“Aku tidak mau tahu! Kau mau ku pecat?”

Manajer Kim seketika langsung menggeleng, “Tidak Nyonya,”

“Tenang saja manajer Kim, istriku ini tidak akan memecat mu. Dan bisa kau tinggalkan kami berdua?”

“Baik Tuan,” Manajer Kim kemudian berjalan menjauh dari meja mereka.

“Apa-apan ini oppa?”

“Kau yang apa-apaan Yoona?”

“Aku ingin ruangan ini diubah, aku benci dengan apapun tentang rokok,”

“Bohong,”

“Aku mengatakan yang sesungguhnya,”

“Buktinya kau menyukai ku,”

“Kau bukan rokok, oppa,”

“Tapi aku perokok,”

“Baiklah aku juga membencimu!”

Siwon menatap Yoona berniat mencari candaan di balik perkataannya tadi, tapi Siwon tak menemukannya. Ada apa ini? Batin Siwon.

“Bisa kau ulangi Im Yoona?”

“Aku membencimu!”

“Sekali lagi?”

“Aku membencimu!”

“Sekali…”

“Aku membencimu Choi Siwon! Puas kau?”

Siwon mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya memerah dipenuhi dengan amarah yang rupanya sedang melingkupi dirinya. Baru saat ini didengarnya kata demi kata yang membuatnya emosi. Baru kali ini pula Yoona mengatakannya.

“YOONA!”

Yoona terbelalak. Tidak pernah satu haripun Siwon meneriakkinya ataupun membentaknya. Ada ruangan kecil di hati Yoona yang merasakan sakit akibat teriakan itu. Siwon selalu memperlakukannya lembut, tak pernah sekalipun Siwon berkata dengan nada tinggi seperti tadi kepadanya. Yoona kecewa.

“Oppa…” Lirih Yoona. Setetes air kemudian keluar dari mata Yoona.

“Kau bukan Siwon oppa yang aku kenal dulu. Kau sekarang berubah oppa!”

Yoona menghirup nafasnya sejenak mengisi udara di ruang hatinya agar tidak terlalu sesak dengan rasa sakit, “Aku tidak ingin anak ku mempunyai seorang ayah perokok dan kasar seperti mu,” Lanjut Yoona kemudian.

“Anak? Maksudmu kau hamil sayang?”

“Jangan memanggil ku sayang dengan mulut kejam mu itu,”

“Ma…maafkan oppa sayang,”

Siwon kemudian bangkit lalu berpindah duduk di samping Yoona.

“Maafkan oppa Yoona, oppa tidak bermaksud membentak mu, oppa hanya emosi,” Siwon meraih tangan Yoona lalu menangkupkannya dengan tangannya sendiri.

“…”

“Yoona-ya?”

“…”

“Katakan sesuatu sayang,”

“…”

“Sayang?”

“…”

Siwon menghela nafas pasrah, “Baiklah oppa akan berhenti merokok untuk mu dan untuk anak kita,”

Sangat berat bagi Siwon untuk mengatakan ini. Sepuluh tahun sudah hidupnya ia habiskan untuk bercumbu dengan gulungan daun tembakau itu. Hari-harinya terasa lebih nikmat setelah menghisap lima sampai sepuluh batang setiap harinya.

Namun sekarang, Siwon harus rela mengentikan semua itu. Siwon tahu, rokok itu pelan-pelan mengikis jarak antara dirinya dengan kematian, tapi Siwon tahu juga kenikmataan apa yang ada disetiap hisapannya. Bagai buah simalakama, begitulah rokok yang selalu Siwon jamah.

Siwon tahu ini akan berat. Tiba-tiba berhenti dan memutuskan untuk menyudahi semuanya. Tapi Siwon akan berusaha untuk Yoona, anaknya dan juga kesehatannya.

Berbeda dengan Siwon yang sepertinya terlihat berat dan belum rela dengan keputusan yang ia pilih,wajah Yoona justru berbinar penuh dengan rona kebahagiaan.

Seluas senyum terpatri di wajah Yoona. Kata-kata yang sudah lama ia tunggu akhirnya berhasil ia dengar. Akhirnya Siwon berhenti merokok demi anaknya dan demi dirinya.

‘Terimakasih Tuhan untuk titipan yang Kau titipkan di hidup kami. Terimakasih juga anakku karena kehadiran mu, appa mu akhirnya berhenti mencumbu batangan nikotin yang sangat eomma benci,’ batin Yoona sambil mengelus perutnya yang masih rata.

“Aku mencintaimu oppa,” Yoona mencium pipi Siwon.

“Aku juga mencintaimu sayang,” Siwon membalas mencium pipi Yoona.

“Aku sangat mencintaimu Choi Siwon,”

Siwon tersenyum, “Mana ciuman untukku?”

“Itu tadi,”

“Aku maunya di sini,” Siwon mengerucutkan bibirnya ke arah Yoona.

“Tidak mau. Mulutmu kotor,”

“Maka dari itu, tolong bersihkan,”

“Baiklah suami ku, calon appa untuk anak-anakku,”

Yoona membalikkan tubuhnya hingga menghadap Siwon dan mulai mencium bibir Siwon lembut. Yoona melumat bibir Siwon tanpa henti seolah sedang menyalurkan rasa terimakasihnya kepada Siwon atas keputusannya untuk berhenti merokok. Lama mereka dalam posisi itu, Siwon sepertinya sudah tak tahan lagi, maka segera dibalasnya lumatan bibir Yoona. Baru sebentar bibir mereka saling berpagut, Yoona kemudian melepaskan ciumannya. Yoona merasa sungkan untuk membagi keintimannya di tempat umum.

“Ah… cepat sekali,” Siwon menggerutu kesal namun sebenernya ia senang.

“Mereka melihat kita oppa,”

“Lalu? Inikan cafe milikku,”

“Tetap saja aku malu, oppa!”

“Baiklah mari kita pulang sayang dan melanjutkannya di rumah,”

“Ngomong-ngomong terimakasih untuk ciumannya, calon eomma dari anak-anak ku,”

“Sama-sama, calon appa untuk anak-anak ku,”

Akan ada saat dimana seorang traveller berhenti menjelajah. Akan ada saat dimana seorang atlet berhenti berlari, Dan karena itulah Yoona percaya akan tiba juga waktu dimana Siwon berhenti. Menghentikan kebiasaan buruknya, merokok. Setelah ini hanya akan ada saat dimana hanya nafas murni Siwon sajalah yang hanya akan ia hirup. Tanpa rasa tembakau dan racun nikotin yang terasa.

Bagi Siwon zona nyamannya selama ini adalah hidupnya yang terus berotasi ditemani kepulan asap dari sebatang rokok yang rajin ia hisap.

Dan bagi Yoona, pilihan Siwon untuk berhenti merokok adalah sebuah pengorbanan yang Siwon lakukan hanya untuknya. Just for Yoona.

Karena, tak selamanya pengorbanan itu sebatas tentang harta, benda dan nyawa. Berhenti dan keluar dari zona nyaman itu juga pengorbanan. Karena ada sesuatu yang dikorbankan yaitu kenyamanan itu sendiri.

E.N.D

Haaneefah notes:

Hai semuanya?
Aku kembali lagi
Judulnya klise banget ya, pasaran kek cabe
Endingnya juga absurd banget

Kali ini episodenya happy ending ya
Buat yang kemaren minta sequel, maap ya sist, cerita ku cuma sampe segitu. Ngak ada lanjutannya. Biarkan Yoona seperti itu. Biarkan Yoona berjuang lagi hahaha

Ditunggu komentarnya
Budayakan komen setelah membaca. Yang gak baca tak doain semoga bbmnya cuman di read doang sama orang lain hahaha

Terimakasih untuk waktu nya
Sampai jumpa di cerita yang lain

Peluk dan cium untuk kalian semua :*

Advertisements

62 thoughts on “[Ficlet] Just For You

  1. Woahh..daebak eoni..tumben aku baca Ff nya yoonwon yg siwon oppa perokok,,ceritanya menarik buat dibaca eon..teruskan karya* mu eoni.

    Like

  2. suka sama ide ceritanya, fress idenya.
    pengorbanan memang gak hanya berkisar mengenai harta, benda, benar kata penulis pengorbanan juga mengenai perbuatan yang mana seperti sikap dan kebiasaan ato yang kalo penulis bilang comfort zone.
    siwon daebak mau berhenti merokok demi yoona and calon anaknya.

    Like

  3. Eeeaaa….emg enak wonpa diomelin sm yoona!!
    Lbh penting mana,rokok ato cinta?? hihihi…

    Makasih author cerita keren’y sekaligus pesan yg luar biasa yg tersalurkan d ff ini!!
    Daeeebbaaaakkk!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s