[Drable] The Bottle

The Bottle

Siwon Choi, Yoona Lim

Fiction, Mystery

Storyline by: haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

TB3

h a a n e e f a h 2 0 1 6 p r e s e n t s

Pagi itu sekitar jam 11.00 KST, terlambat memang jika harus dikatakan masih pagi. Peredaran matahari sudah hampir sempurna berada di tengah-tengah antara garis lintang dan garis bujur. Dimana intensitas cahaya yang memancar semakin menjadi-jadi.

Yoona menyingkap selimut tebal yang semalam menaunginya. Rasa kantuk sudah tak seberapa lagi, karena waktu tidurnya dirasa sudah cukup banyak setelah apa yang ia lewati kemarin malam.

Disenderkannya punggungnya ke belakang, menempel dengan papan ranjang yang ia tempati. Yoona melirik tubuh seorang pria yang masih terlentang di sampingnya.

“Sepertinya nyenyak sekali tidur mu ,Oppa,”

Lalu Yoona diam sejenak. Melihat Siwon yang masih nyenyak dalam tidurnya membuat Yoona seperti terkena dampak radiasi dari kenyenyakan tidur Siwon- suaminya.

Akhirnya tanpa berpikir lama, Yoona kembali membaringkan tubuhnya lagi.

Brakkk…

Seperti suara dentuman, begitulah suara ketika Yoona menghempaskan tubuhnya ke atas tubuh Siwon. Membuat si pemilik tubuh sedikit terkejut namun seolah tak terganggu.

“Yoona…” Lirih Siwon, “Apa yang kau lakukan?” Lanjut Siwon samar.

“Oppa membuatku ingin tidur lagi,”

“Hmmm…” Siwon bergumam tak jelas, masih dengan matanya yang tertutup rapat.

“Tapi, kau membuatku ingin bermain lagi,”

“Aku hanya ingin tidur oppa,”

Membuka kedua matanya, Siwon kemudian menatap Yoona yang tidur diatasnya dengan posisi tengkurap di atas dadanya, “Tapi aku hanya ingin dirimu, sayang,”

“Lagipula kita sudah terlalu banyak tidur, sayang,” Lanjut Siwon

“…”

Yoona tidak menyahutinya, ia lebih memilih untuk memejamkan matanya dan mencoba tidur kembali. Setidaknya ia mencoba tidak mengubris perkataan Siwon. Yoona sebenarnya lelah untuk bermain lagi dengan suaminya, tapi tidak mungkinkan ia mengatakannya langsung. Bukankah menolak permintaan suami itu dosa?

“Aku tahu kau hanya sedang pura-pura tertidur,”

“…”

“Baiklah jika ini maumu, sayang.”

Siwon mengeluarkan kedua tangannya dari dalam kurungan selimut lalu tanggannya dengan cekatan menggelitik pinggang Yoona yang rasanya pas sekali berada di tangannya.

“Oppa…”

Yoona menggeliat menahan rasa geli akibat pinggangnya yang digelitik oleh Siwon. Jika sudah seperti ini Yoona hanya bisa pasrah karena memang ini lah titik kelemahannya.

“Kau benar-benar tahu kelemahan ku, oppa,”

“Tentu saja,”

Siwon masih setia menggelitiki Yoona, tapi tanganya tidak lagi bermain di pingang ramping istrinya, namun sudah mulai menjalar kemana-mana.

“Oppa…”

Yoona berkata dengan manja, tatkala jari jemari siwon sangat lihai menggelitik perutnya. Bukan dari luar tapi tangan suaminya itu sudah masuk kedalam gaun tidur yang ia kenakan.

Sudah kebiasaan Yoona memang untuk selalu menggenakan gaun tidurnya ketika tidur. Tak perduli seberapa malam lamanya mereka berdua bermain, dan tak perduli seberapa lelahnya tubuh mereka, Yoona akan selalu mengais gaun malamnya yang terlempar entah kemana.

“Katakan kau bersedia bermain lagi, dan ini akan berakhir,”

“Aku mencintaimu,” Balas Yoona masih dalam rasa kegelian yang sangat besar.

“Aku tahu Yoona, tapi bukan itu,”

“Aku mencintaimu oppa,”

“Aku tahu Yoona, aku tahu, tapi bukan itu,”

“Aku mencintaimu Choi Siwon,”

Siwon menghentikan pergerakan jarinya dari perut Yoona, lalu menghembuskan nafasnya agak berat. Ditatapnya mata milik Yoona yang selalu saja berhasil menghipnotisnya.

“Aku lebih mencintaimu Choi Yoona,”

Di pegangnya kepala Yoona lalu mengarahkan kepala Yoona maju kearahnya, kemudian mencium bibir Yoona yang lagi lagi seperti candu untuk Siwon.

Yoona tersenyum, mendapat perlakuan manis dari suaminya. Yoona merasa seperti wanita paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkan suami seperti pria di hadapannya kini.

Sedangkan Siwon, begitu melihat senyuman Yoona, ia seperti sudah mendapatkan apa yang ia tunggu tadi. Siwon menyimpulkan bahwa senyuman Yoona adalah isyarat bahwa Yoona ingin mengajaknya bermain lagi.

“Ku anggap senyumanmu adalah- Ya,”

Yoona menaikan alisnya bingung, “maksudnya?”

Bukannya menjawab, Siwon justru tersenyum manis kepada Yoona. Dan kemudian tangan Siwon …

tok, tok, tok…

“Appa, Eomma,”

Ketukan dari pintu luar kamar mereka, membuat Siwon tidak sempat melakukan apapun untuk memulai permainanya.

“Ya sayang,”

Yoona menjauhkan dirinya dari atas tubuh Siwon kemudian berjalan ke arah pintu yang selalu terkunci di malam hari, karena ya, jika sudah menjelang malam, Siwon akan melepaskan segala kain yang bertengger ditubuhnya dan hanya tubuh berselimut saja pada pagi harinya. Itulah mengapa mereka selalu mengunci pintu kamar mereka, takut anak-anaknya nanti akan melihat hal yang seharusnya tidak pantas untuk di lihat oleh anak-anak.

“Selamat pagi, anak eomma yang cantik dan tampan,” Sapa Yoona kepada kedua buah hatinya yang berdiri tegak di depan pintu.

“Ini bahkan sudah siang, Eomma,” Jawab seorang anak perempuan yang merupakan anak Yoona dan Siwon yang paling tua, usianya baru 5 tahun tapi ia sudah cukup pintar diumurnya.

“Maafkan Eomma sayang,”

“Kami lapar,” Kata NaYoon dan WonYoo bersamaan.

Yoona menepuk keningnya, “Ah…”

“Eomma benar-benar minta maaf oke? Baiklah kalian ingin makan apa?”

“Pasta,” Teriak NaYoon dan WoonYo semangat.

Yoona menganggukan kepalanya setuju lalu berjalan menjauh untuk menuju dapur.

ting tong ting tong

Baru beberapa langkah yoona dapat, tiba-tiba ada suara bel dari luar rumahnya. Yoona segera saja membelokkan langkahnya menuju pintu utama yang terletak di depan.

Cklek…

Yoona menarik gagang pintu rumahnya dan nampaklah seorang pria berbaju seragam dengan logo sebuah agent jasa penggiriman barang tebgah berdiri tegak di depannya.

“Dengan kediamaan Choi Siwon?”

“Ya, saya istrinya,”

“Ada paket untuk suami anda dari DaHyun Choi, silahkan tanda tangan di sini,”

Pria itu lalu menyerahkan sebuah paketan berbentuk kubus dengan bungkus kertas kado berwarna coklat dan selembar kertas untuk di tanda tangani oleh Yoona.

“Terimakasih,” Kata Yooona begitu selesai memberi tanda tangannya.

“Terimakasih kembali Nyonya, saya permisi,”

“Ya,”

Yoona kemudian membawa paketan itu ke dalam rumahnya. Lalu meletakannya di atas meja di dekat dapur.

“Dari siapa?” Tanya Siwon, pria itu sudah kelihatan segar, sepertinya Siwon baru saja menyegarkan tubuhnya.

“Gomo DaHyun,”

“Oh, apa isinya?”

“Tidak tahu, buka saja Oppa,”

Bungkusan berbentuk kubus itu lalu di buka oleh Siwon. Dan ternyata di dalamnya terdapat plastik gelembung yang membungkus sebuah botol kaca.

“Sebuah botol,” Siwon menunjukan botol kaca kepada Yoona.

Mata Yoona terbelalak lalu berlari menghampiri Siwon, “Ah… Gomo DaHyun baik sekali. Aku dulu sempat meminta resep makanan western kepadanya tapi sekarang gomo justru memberi bumbu,” Ujar Yoona ketika menatap isi botol kaca tersebut yang berisi bubuk berwarna putih seperti bumbu-bumbu dapur yang sudah dihaluskan.

“Aku harus mencobanya sekarang,”

Yoona membawa botol kaca tersebut ke dapur. Yoona lalu sibuk dengan urusan memasaknya dan saat tumisan bawang bombay nya sudah tercium harum, Yoona memasukan pasta yang sudah selesai di rebus lalu mencampurnya dan kemudian di tambahkannya bubuk putih dari botol kaca kiriman bibi nya tadi.

“Hmm….”

Aroma masakan pasta agilo olioe menguar ke sekeliling ruangan dapur. Baunya harum sekali dan Yoona merasa masakannya kali ini seperti pasta agilo olioe buatan chef-chef handal yang bekerja di restoran-restoran besar italia. Karena adanya tambahan bumbu dari bibinya yang juga merupakan seorang chef yang cukup terkenal.

“Astaga!”

Yoona memegang dadanya karena terkejut ketika tubuhnya berbalik untuk menggambil piring dari lemari, karena Siwon dan anak-anaknya sudah berdiri di belakangnya sekarang.

“Kalian mengejutkan ku,”

“Baunya sampai ruang tengah,” Jelas Siwon.

“Baunya juga harum sekali,” Puji NaYoon kemudian.

“Aku sudah sangat lapar Eomma,” Kini giliran anaknya yang paling kecil yang mengatakannya dengan tegas.

“Baiklah, silahkan menuju ruang makan anak-anak dan juga suamiku sayang,” Titah Yoona.

“Siap Eomma,” Kata Siwon, NaYoon dan WonYoo bersama.

Yoona tersenyum lalu mulai memindah pasta agilo olioe nya kedalam piring berdiameter besar dan membawanya ke ruang makan yang sudah ada keluarga kecilnya yang tengah menanti.

“Pasta agilo olioe ala Chef Yoona sudah siap,” Kata Yoona begitu meletakan piring berisi pasta agilo olioe itu di hadapan suami dan anak-anaknya.

Kemudian mereka berempat makan dengan tenang diselingi candaan dari NaYoon dan WonYoo di ruang makan.

kring…kring…kring…

Itu suara deringan telephone rumah mereka yang berasal dari ruang tengah. Yoona kemudian bangkit dari tempatnya untuk mengangkat panggilan dari telephone tersebut.

Yoona mengangkat gagang telephone di ruang tengah lalu menempelkan bagian atasnya ke anak kuping sebelah kanannya, “Halo?”

“…”

“Iya Gomo,”

“…”

“Apa?” Teriak Yoona, secara refleks tangannya melepaskan gengamannya pada gagang telephone itu hingga membentur lantai dan menimbulkan suara yang cukup keras.

Siwon yang berada di ruang makan langsung ikut kaget kemudian menghampiri Yoona yang berdiri dengan pandangan kosong di kedua matanya.

“Ada apa?” Tanya Siwon memegang bahu Yoona.

“…”

“Yoona, tolong katakan ada apa?”

“Oppa…” Lirih Yoona hampir tak terdengar.

“Iya sayang, tolong katakan apa yang terjadi sehingga membuatmu berteriak seperti tadi!”

“Bo..tol..ka..ca..itu..se..be..nar..nya..”

“Katakan dengan jelas, sayang,”

Yoona lalu menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan omongannya, “Botol kaca dari gomo DaHyun itu isinya bukan bumbu masakan, tapi itu adalah abu jenazah samchon JinGyu yang baru saja selesai di kremasi,”

Siwon seperti menahan nafas setelahnya. Kata-kata Yoona baru saja seperti membuat jiwanya hilang entah kemana.

Jadi makanan yang baru saja ia santap adalah…

Siwon benar-benar tidak berani untuk membayangkannya.

E.N.D

Haaneefah notes:

Halooo aku balik lagi
Hahaha gimana gimana?
Sumpah aku ngakak ya waktu nulis ini
Dan cerita ini tercipta karena sekarang aku lagi seneng baca cerita horor dan tangan ku pun jadi gatel buat nulis cerita dengan pemain YoonWon

Ini sebenarnya creepypasta yang aku kemas dengam sedikit bumbu keromantisan YoonWon

Mungkin sudah ada yang pernah baca creepypasta seperti itu, karena memang dasarnya creepypasta adalah sebutan untuk cerpen horor di internet yang beredar di forum-forum dan beberapa situs untuk menakut-nakuti para pembaca (dan juga untuk melepas stres— dan mengganti rasa stres itu dengan ketakutan). (Cr: welcometoneverland.blogspot.com)

Walaupun ini masih tergolong tidak menyeramkan dan tidak berhasil untuk menakuti pembaca

Ditunggu komentarnya ya….
Mari jadi pembaca yang cerdas

Peluk dan cium dari ku untuk kalian semua :*

haaneefah 💕💕💕

Advertisements

57 thoughts on “[Drable] The Bottle

  1. HAHAHAHA…………baca awal masih biasa aja. pas ending eng-i-eng…. ngakak abis. yoona juga asal nyampur aja. eh, tahunya abu jenazah. hahaha

    Like

  2. HAHAHAHA…………baca awal masih biasa aja. pas ending eng-i-eng…. ngakak abis. yoona juga asal nyampur aja. eh, tahunya abu jenazah. hahaha…..

    Like

  3. HAHAHAHA…………baca awal masih biasa aja. pas ending eng-i-eng…. ngakak abis. yoona juga asal nyampur aja. eh, tahunya abu jenazah. hadech!

    Like

  4. antara lucu sedih sama ngeri yaakk akhir’y…
    kog iso abu jenazah dibuat jd bumbu,harum lg kt’y bau’y!
    hahahaha…keluarga choi dbest pokok’y…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s