[FF] as Sweet as Swiss – 4

 

As Sweet As Swiss

Yoona Lim, Siwon Choi

Storyline by: haaneefah

Poster by: xoloveyoonwon

h a a n e e f a h 2 0 1 6 p r e s e n t s


asas4e1

As Sweet As Swiss – Bagian 4

Roda sebuah kursi bergeser ke kanan secenti lalu geser ke kiri secenti, geser ke kanan secenti lagi dan begitu seterusnya karena si empunya sedang giat-giatnya kerja siang itu.

Lembaran kertas-kertas hvs tergeletak rancu di atas meja kerjanya. Layar lcd komputer yang menyala ditambah suara kecil seperti ketukan dari mouse digengamannya juga semakin menunjukan betapa semangatnya ketika bekerja.

Yoona melirik ke sebuah dokumen bermap merah di depannya lalu melihat ke arah lcd lagi. Menelaah setiap detail di map merah kemudian menyocokannya dengan yang tertera di lcd komputernya.

Dua pekan waktu cuti yang Yoona ambil benar-benar menyenangkan untuk Yoona. Dengan waktu sedemikin itu, sejenak ia bisa melepas lelah dan penat dari rutinitas sehari-harinya, dan lebih dari itu, Yoona hanya ingin menenangkan dirinya dari masalah batin yang melanda.

Namun cuti selama itu, tak lantas membuat Yoona akan kembali ke kantor dengan tenang. Sederet tugas sudah menunggunya untuk segera diselesaikan. Dan itu adalah konsekuensinya sebagai seorang karyawan yang tunduk dan patuh terhadap konsensus perusahaan dan perintah atasan.

Waktu dua minggu kemarin entah mengapa membawa kesan tersendiri untuk Yoona. Bukan tentang rindunya yang tersalurkan untuk keluarganya. Bukan tentang kenangan indah di tempatnya tumbuh besar atau udara Luzern yang menyejukan.

Lebih dari itu, ada secercah rasa yang dengan sendirinya menyelinap kedalam benaknya. Seperti mawar yang tumbuh di atas sebentang padang pasir yang kemudian ada sebuah hujan yang menyirami, seperti itu lah yang Yoona rasakan, hatinya seperti terasa hidup kembali setelah sekian lama hanya sepi yang mendera.

Pertemuannya dengan Siwon seakan membawa angin segar dalam hidup Yoona. Laki-laki itu yang walaupun awalnya menyebalkan dan seringkali membuat Yoona kesal, namun seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan, seintens pula kedekatan mereka kemudian terjalin dengan sendirinya.

Seperti air yang mengalir, perasaan Yoona dengan sendirinya ikut mengalir terbawa. Meski 2 minggu terlalu singkat untuk menyimpulkan status hatinya ataupun memastikan rasa yang ada, Yoona cukup terbawa perasaanya ketika bersama Siwon.

Gayung bersambut, begitulah yang Yoona dapat ambil dari sikap Siwon terhadapnya. Meskipun tak secara terang-terangan mereka menjabarkan perasaan mereka, namun Yoona dapat merasakan bahwa Siwon juga ada rasa dengan dirinya.

Yoona yang awalnya sok-sokan menjaga image dan bertingkah jual mahal kepada Siwon, dengan perlahan akhirnya mau mengaku kalah namun tidak semudah itu ia menyerahkan dirinya. Yoona masih menjujung tinggi prinsipnya, bahwa wanita walaupun mau tapi harus tahu malu.

Seperti saat itu, ketika rumah lagi-lagi sedang sepi, entah memang disengaja atau memang semesta seolah ingin membiarkan mereka hanya berdua saja.

Ketika itu Yoona sedang merasa haus dan lapar, lalu ia berjalan menuju dapur dan betapa terkejutnya ia melihat Siwon sedang berada di dapur dan sedang berkutat diantara penggorengan dan sepatula.

Yoona berada tak jauh dari dapur memang dan bau aroma masakan tentu saja dengan cepat dapat menguar kemudian lewat sejenak di depan indra penciumannya.

Krucuk…krucuk…

“Kau lapar?”

Siwon menangkat dagunya yang dari tadi hanya berfokus pada pengorengan di depannya. Matanya menangkap Yoona yang sedang berdiri tak jauh darinya.

“Hah?” Yoona gelagapan menjawabnya, ia merasa seperti maling yang tertangkap basah sedang mencuri.

“Kau lapar?” Ulang Siwon.

“Em..Tentu saja tidak, aku hanya haus,”

“Benarkah? Kupikir itu tadi suara yang berasala dari perutmu bukan tenggorokanmu,”

“Mungkin oppa salah dengar, suara perutku tidak seperti itu,”

“Ah…benarkah? Memang seperti apa suara perutmu?”

“Krincing.. Krincing,” Jawab Yoona asal.

“Kau sedang hamil anak kuda?”

Yoona menautkan kedua alisnya.

“Bunyi krincing-krincing seperti bunyi seekor kuda dengan gelang di kakinya,” Jelas Siwon kemudian.

“Enak saja, mana mungkin aku bisa hamil anak kuda! Memangnya suami ku manusia kuda?”

“Kau sudah bersuami?”

“Hah?”

Siwon menghembuskan nafasnya lalu mematikan kompor, “Sulit memang berbicara dengan orang yang sedang kelaparan, duduklah aku akan menyiapkan makan siang untuk kita,”

Kita? Batin Yoona berteriak kegirangan. Siwon menyebutkan kata kita? Siwon dan Yoona yang kemudian menjadi kita? Aaaa…

Yoona senyam-senyum sendiri dengan pemikirannya itu, namun sesudahnya ia menyadari sesuatu.

“Tidak perlu oppa! Lebih baik oppa duduk saja dan biarkan aku saja yang menyiapkannya. Sebenarnya aku tidak enak dengan oppa karena seharusnya yang membuat dan menyiapkan makan siang adalah aku sebagi tuan rumah bukan oppa yang seorang tamu, bukannya malah oppa yang di dapur dan membuat makan siang sendiri, seharusnya oppa memanggilku. Jangan sungkan oppa aku tentu saja akan senang sekali untuk menyiapkan makan siang, tapi semua nya sudah terlanjur, ya sudah jadi biarkan aku yang membawanya ke meja makan,”

Dan itulah maksud dibalik prinsip Yoona, bahwa wanita boleh saja mau tapi harus tahu malu.

Sedangkan Siwon hanya manggut-manggut saja, merasa bahwa penjelasaan Yoona terlalu panjang dan berbelit-belit. Siwon sebenarnya tahu bahwa ada sesuatu yang Yoona sembunyikan.

“Kau tidak bisa masak?”

Yoona hampir saja menjatuhkan dua tumpuk piring keramik di tangannya, tapi beruntungnya Yoona masih bisa mengendalikan dirinya.

“Aku? Ten..tu saja bisa!” Sedikit tidak yakin dengan yang Yoona ucapkan baru saja namun Yoona berhasil melaluinya dengan mimik wajahnya yang mendukung.

“Seperti itu? Baiklah mungkin kau bisa membuatku masakan,”

“Ah… Tentu saja, tapi tidak saat ini karena oppa sudah repot-repot memasaknya,” Jawab Yoona lalu melempar senyum meyakinkannya kepada Siwon.

Siwon mengedikan bahunya lalu menjauh dari dapur menuju ruang makan yang berada disebelah ruang dapur.

Beberapa saat kemudian Yoona datang membawa dua buah piring keramik, sebuah mangkuk yang berisi masakan Siwon dan dua gelas berisi air putih,

“Hanya ini?” Tanya Siwon.

“Ya, oppa hanya memasak ini saja,”

“Bukankah kau bilang bahwa kau bisa masak? Masaklah Yoona! Aku juga ingin merasakan masakanmu,”

“Tapi menu ini kurasa sudah cukup oppa, lagipula hanya ada kita disini,” Yoona sedikit menekan kata kita ketika mengatakannya.

“Kurasa aku sangat lapar hari ini, jadi masakan ini tidak mungkin cukup, selain itu kau makannya juga banyak sekali,”

Yoona membuang nafas dengan kasar, “Baiklah, baiklah! Aku akan memasak,”

Yoona berjalan balik ke dapur dan akan memulai kegiatan memasaknya. Sial! Begitulah yang Yoona rasakan, setiap Yoona ingin jual mahal di depan Siwon, selalu saja kesialan yang Yoona dapat. Seperti senjata makan tuan yang dengan sendirinya justru malah memakan Yoona sendiri.

Yoona bingung akan memasak apa. Persedian bahan makanan di kulkas memang sangat lengkap tapi Yoona tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Jangankan untuk memasak, menyentuh dapur di flat nya saja sangat jarang. Yoona menelan ludahnya kelu. Pandangan nanar ia lemparkan ke seluruh penjuru kukas milik ibunya. Bahkan bakat memasak ibunya tidak mengalir kedalamnya hanya paras cantik saja yang ibunya bagikan kepadanya.

“Kau pikir dengan menatap satu persatu bahan-bahan masakan itu, tiba-tiba mereka akan berubah menjadi makanan?”

Yoona tersentak kebelakang. Yoona terkejut dengan suara Siwon yang mengagetkannya, “Oppa membuat ku terkejut saja,”

“Bagaimana? Sudah jadi masakannya?”
“Ah itu…” Yoona menggaruk rambutnya yang tak gatal, “Aku tiba-tiba sedang tidak berselera makan karena bahan-bahan yang ada di kulkas tidak ada yang menarik,”

“Ck! Ada-ada saja alasan yang selalu kau buat,” Siwon tersenyum mengejek lalu mengacak-acak rambut Yoona. Walaupun begitu, Siwon tidak mengacak rambut Yoona dengan brutal tapi dengan rasa dan penuh kelembutan.

Seperti biasa, Yoona selalu menegang di tempatnya. Ada getaran aneh di dadanya. Siwon selalu mengacak, ah bukan tapi membelai kepalanya dengan pelan dan penuh perasaan, begitulah yang Yoona rasakan, setiap kali Yoona mengatakan alasan dibalik semua perkataannya.

Yoona menyukainya, Yoona menyukai seseorang yang membelai lembut kepalanya dan menyalurkan perasaan hangat disetiap usapan itu. Dan seseorang yang berhasil membelai lembut kepalanya dan menyalurkan rasa hangat itu adalah Siwon.

“Ah… Oppa merusak rambutku,” Yoona pura-pura kesal.

“Kau tetap cantik Yoona meskipun rambut mu acak-acakan nantinya,”

Pipi Yoona bersemu merah. Selalu seperti ini. Walaupun Siwon sangat menyebalkan menurut Yoona, namun sekali saja pria itu memujinya, seperti mengatakan jika ia cantik, Langit seakan runtuh saking tak kuasa menahan gejolak rasa senang bercampur malu yang menyatu.

Siwon memang menyebalkan namun selalu ada saja hal lain yang membuat hati Yoona tak karuan.

Tapi berbicara tentang prinsip, justru hal itu bagai senjata makan tuan untuk Yoona sendiri. Niat awal untuk bersikap tahu malu, namun justru yang didapat adalah semakin malu.

Selalu ada saja rencana dan pemikiran yang Yoona rancang dan susun dengan cukup baik untuk meningkatkan harga diri atau sekedar menujukan image sebagai wanita pintar di depan Siwon, yang sayangnya selalu akan berakhir dengan rasa malu.

Entah kenapa, Siwon mampu saja membalas Yoona. Memutar kembali omongan dan membuat Yoona mati kutu.

Bagi Yoona, dirinya itu sudah cukup untuk dikatakan pintar dan berwawasan luas. Namun mengapa Siwon bisa menjatuhkannya dengan mudah. Apa mungkin Siwon adalah seorang cenayang atau mind readers?

Seperti saat itu disuatu siang di akhir musim dingin, h-1 untuk kepulangan Yoona kembali ke Zurich, Yoona dan Siwon pergi bersama menjelajahi pusat kota Luzern di sore hari. Melewati jalan khusus pejalan kaki yang cukup ramai dengan deretan toko yang menjual beraneka ragam barang baik khas Luzern atau produk impor yang berderet di sepanjang jalanan.

Di sepanjang perjalanan mereka itu, Yoona tak henti-hentinya melihat ke arah toko-toko yang mereka lewati. Berbagai pakaian untuk season springΒ  sudah tersedia, sepatu running yang sedang marak-maraknya saat ini dengan berbagai model dan merk yang sudah mendunia terpajang cantik di etalase toko, aneka macam parfum kelas dunia, dan masih banyak lagi.

Yoona berkali-kali menelan ludahnya sendiri. Yoona adalah seorang shopaholic dan tentu saja toko-toko seperti itu bagai magnet yang ingin menarik dirinya untuk masuk dan membeli satu atau lebih dari toko tersebut. Namun jika Yoona menuruti hawa shopaholicnya, bisa-bisa Yoona dicap sebagai wanita boros oleh Siwon. Dan ia tidak ingin imagenya runtuh.

Maka dengan menekan dalam-dalam napsu belanjanya, Yoona mengalihkan itu semua dengan bidikan lensa dari kamera mirrorless yang selalu ia bawa jika berpergian. Membidik setiap objek yang menurutnya unik, indah dan tentu saja instagramable.

“Kalau mau belanja ya belanja aja,”

Yoona yang sedang fokus dengan kameranya untuk membidik sekumpulan aktivis lingkungan yang sedang membagikan bibit bunga lavender, tiba-tiba saja menghentikan aktifitasnya.

“Pura-pura sibuk dengan kamera padahal sangat ingin belanja,”

Yoona menoleh ke samping, di mana Siwon sudah tersenyum mengejek kepadanya.

“Bilangnya suka kejujuran, tapi malah berbohong dengan dirinya sendiri,” Lanjut Siwon santai.

Yoona memeloti Siwon dengan tajam.

“Apa?” Tantang Siwon.

“Tidak! Kau tampan oppa,” Jawab Yoona dengan senyuman, “Tapi menyebalkan,”Lanjut Yoona kemudian menghentakkan kakinya keras-keras lalu berjalan menuju ke arah toko pakaian. Peduli amat saat itu dengan anggapan Siwon, Yoona tidak perduli. Yoona hanya ingin melampiaskan kekesalannya kepada belanja.

Siwon sialan, umpat Yoona membatin. Bagaimana tidak? Kekesalan Yoona yang dilimpahkan kepada aktifitas belanja justru membuat biaya yang harus dibayar di kasir menjadi naik dua kali lipat dari kebiasaanya ia belanja.

“Wow saking senangnya dengan shopping, kau jadi kalap sendiri karena sejak tadi hanya menahan dirimu,” Cibir Siwon ikut menenteng tas belanja dengan beraneka brand-brand yang sudah mneglobal.

Yoona hanya diam, lelah juga lama-lama jika ia menanggapi cibiran Siwon. Biarlah pria itu berkata apa, karena seberapapun Yoona menjunjung harga dirinya pasti akan dengan mudahnya Siwon runtuhkan.

“Makanya, lebih baik jadi diri sendiri. Aku suka orang yang menjadi dirinya sendiri tanpa harus menjaga imagenya di depan ku,”

“Memangnya aku tidak seperti itu?”

“Apa aku perlu menjawabnya?”

Yoona menghela nafas jengah, “Ya, ya, ya baiklah akupun sudah tau jawabannya,”

“Bagus,” Siwon tersenyum lalu mengacak rambut Yoona.

Mereka kembali berjalan menyusuri jalanan dengan salju yang sudah tak terlihat lagi namun masih meninggalkan jejaknya. Yoona berjalan perlahan di samping Siwon, tubuh mereka berdekatan namun masih ada sela diantara mereka.

Kemudian, mereka berdua berhenti disebuah kursi kayu di dekat sungai yang di atasnya dinaungi oleh Caple Bridge, sebuah jembatan tertua di Swiss yang dibangun sekitar pertengahan abad ke-14.

Dengan langit yang biru kejinggaan, sekumpulan merpati yang hilir mudik berterbangan, angin sejuk khas pegunungan, dan riak air sungai yang tenang, menambah syahdu senja saat itu.

Yoona dan Siwon sibuk dalam lamunan mereka ditemani keheningan diantara mereka. Esok Yoona akan kembali lagi ke Zurich , melanjutkan lagi rutinitasnya dan siap untuk menghadapi semuanya.

Sedang Siwon, entahlah pria itu akan kembali ke tempatnya lagi atau akan singgah lama di Luzern. Pria itu tidak mau menjawab atau mengatakan maksud tujuannya ke Luzern.

Yoona sebenarnya dibuat sedikit banyak penasaran dengan sosok Siwon. Walaupun pria itu dari luar terlihat tenang namun pria itu mempunyai selera humor yang lumayan juga. Namun ada kala pria itu memperlihatkan sosoknya yang tiba-tiba terlihat dingin. Yoona beberapa kali menangkap raut dingin pada Siwon. Meskipun saat di berada di dekat Yoona, Siwon tidak pernah memperlihatkan raut dingin itu. Tapi tetap saja Yoona penasaran.

“Oppa?”

“Hmmm…”

Yoona menarik nafasnya, “Besok aku akan pulang,”

“Aku sudah siap menghadapi semuanya, aku sudah berdamai dengan diriku sendiri, tapi aku tidak tahu apakah aku juga sudah berdamai dengan Yuri,” Cerita Yoona.

“Lalu?” Tanya Siwon.

Yoona menoleh ke arah Siwon, “Oppa tidak akan merindukanku?”

“Hmmm…”

“Kau pasti akan merindukan ku,” lanjut Siwon dengan percaya diri.

“Kau juga pasti akan merindukan wanita cantik ini,oppa!”

Siwon tersenyum sekilas namun nampak samar, “hmmm…”

Setelah itu, suasana menjadi sunyi kembali. Matahari sepertinya siap untuk berganti tugas dengan si empunya malam dan akan memulai untuk menyinari bagian bumi yang lain.

“Aku pasti akan merindukan kota ini,” Kata Siwon memecah kebisuan diantara mereka.

Yoona menoleh lalu menengadah ke atas langit yang sudah berwarna biru dengan semburat jingga, “Aku juga,”

“Aku menyukai kota ini,” Siwon ikut menengadah keatas meihat sekumpulan awan yang terbentang.

Dalam satu kali tarikan, Siwon mengirup udara sekitar, “Dan juga kamu, Yoona,” Kata Siwon membatin.

“Daniie… Selamat ulang tahun,”

Malam ini Yoona dan team nya sedang mengadakan acara makam malam bersama dalam rangka ulang tahun salah satu teman se-team mereka yang bernama Daniie di salah satu restaurant bergaya urban.

“Aku benar-benar menunggu acara-acara seperti ini,”

“Siapa yang merekomendasikan tempat ini, restaurantnya sangat keren,”

“Kita sepertinya sudah jarang kumpul seperti ini,”

Riuh para teman-teman Yoona sembari menunggu pesanan mereka datang. Yoona hanya ikut mendengarkan, tak ikut dalam kubangan percakapan diantara teman-temannya.

Yoona mengaduk-aduk sedotan dalam gelas strawberry blush miliknya. Matanya menerawang tentang kilasan memori empat minggu yang lalu, ketika dirinya berada di Luzern. Yoona merindukannya kembali, bukan tentang Luzern karena seminggu kemarin ia kembali ke rumah orang tuanya. Namun dalam kepulangannya itu terselip harapan untuk bisa bertemu lagi dengan Siwon. Tapi sayang, pria itu sudah tidak ada lagi disana.

Ketika Yoona bertanya kepada ayahnya tentang kepergian Siwon, ayahnya hanya mengatakan bahwa Siwon sudah pulang tiga hari kemudian setelah kepulangan Yoona dari sana.

Yoona sempat beberapa kali mengirim pesan kepada Siwon. Namun tidak pernah mendapat balasan apapun. Dan juga adiknya, Yoonjo, yang justru menggodanya.

Kemana pria itu sekarang? Yoona menghela nafasnya tak tahu.

“Ini dia yang ditunggu-tunggu,” Teriak salah satu temannya ketika hidangan sudah tersaji di hadapan mereka.

Yoona kembali dari lamunannya dan pikirannya yang mempertanyakan keberadaan pria itu. Lalu mulai untuk menikmati makanan yang tadi sudah ia pesan.

Sepiring Γ„lplermagronen, yaitu lapisan kentang yang dimasak dengan makaroni, krim dan keju yang dipanggang dalam oven dan disajikan dengan onion ring goreng dan saus apel rebus di atasnya, sejenak mampu mengalihkan fokus pikiran Yoona tentang Siwon.

“Selamat malam…” Sapa seorang pegawai restaurant ketika ada pelanggan yang memasuki restaurant. Suara pelayan itu cukup keras dan hampir memenuhi seisi ruangan.

“Bukankah itu Yuri?” Tanya Criss yang duduk di samping Yoona.

Yoona kemudian mengangkat kepalanya dan mengikuti arah pandangan Criss.

Deg…

Sedetik kemudian, Yoona terdiam melihat apa yang ada di depannya saat ini. Benar, itu adalah Yuri. Tapi bukan itu yang membuat Yoona diam.

Di sana, tepat di sebelah Yuri saat itu, berdiri seorang pria yang bebarapa minggu ini menghiasi alam pikirannya. Pria yang baru beberapa menit tadi Yoona pertanyakan keberadaannya.

Pria itu adalah Siwon.

Sederet pertanyaan kemudian melintas dalam pikiran Yoona.

Mengapa Yuri bisa bersama pria itu?
Apakah ini karma untuk Yoona?
Dan mengapa cepat sekali datangnya?

TBC

Haaneefah’s notes:

Hallo semuanyaaaaaaaaaaaa πŸ™Œ
Apa kabar?
Aku kembali lagi setelah beberapa hari yang lalu ditanyain sama mbak Bertha tentang kelanjutan ff ini

Hehehe maaf ya, aku lagi sibuk sama urusan aku dan aku minta doanya ya teman-teman, semoga aku bisa diterima di kampus yang selama ini aku impikan πŸ˜„

Terimakasih untuk kalian yang sudah menantikan cerita ini 😚
Terimakasih untuk kalian juga yang ngak pernah nagih cerita ini karena aku jadi ngak merasa punya hutang ff 😜

Sekian dari aku…..
Dan semoga kalian ngak nunggu lagi kelanjutannya, karena ff ini emang ngak pantes untuk ditunggu

Peluk dan cium untuk kalian semua 😚😚😚
Mwahhh…….

-haaneefah-

Advertisements

45 thoughts on “[FF] as Sweet as Swiss – 4

  1. Waduuuhhh ada apa yaaa kira2 antra siwon dan yuri??? Dan bgaimna klnjutan dngan hbngan yoonwon???
    Makin d buat pnsran dngan cerita nyaaa.dtunggu klnjutannya πŸ™‚

    Like

  2. Wah ff ini akhirnya di update juga,ada hubungan apa ya yuri dan siwon oppa/trus kelanjutan hubungan yoonwon kaya gimna? mudah2an segera di update ya thor,

    Like

  3. Jadii??? Tambah BiNGUNG πŸ˜‚
    Ada hbungan apa antara Yul dan Wonppa??
    Sdara atau teman?
    Sbnarnya Wonppa tuh tnggalnya d Korea atau d Swiss?? Lupa πŸ˜‚
    Hhehehe,
    okelah dtunggu aja klnjutannya!!
    FIGHTING!!!

    Like

  4. Duh! Tbc lagi..
    Aigoo sbenarnya ada hubungan apa antara siwon dan yuri? Gk mungkin ka ln jadian kan yuri uadah punya pacar…kasihan yoona

    Thor dilanjut ya jgn pake lama lho πŸ™‚

    Like

  5. itu siwon suka sama yoona tapi kok kayak nyembunyiin sesuatu yaaa,,,, di saat yoona udah bisa move on..eehh..malah liat yuri jalan sama siwon,,,hoho sebenernya ada hubungan apa di antara mereka?? makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,,ditunggu next chapternya segera πŸ˜€

    Like

  6. Cieee yoona kangen sama siwon hahaha.
    Itu siwon juga suka yoona. Tapi siwon juga malu malu kucing.
    Loh itu yuri sama siwon kok bisa?? Teman atau apa??
    Ini ff aku tungguin kelanjutannya. Akhirnya ada juga. Soalnya biasanya nge postnya gak lama lama eh ini lama. Makanya kangen hahaa
    Ditunggu ya kelanjutannya
    Semoga setelah selesai dengan aktivitas kamu. Ff ini kembali lagiii. Aku suka ceritanya.
    Nexttttttt
    Fightinggg

    Like

  7. Ohhhh akhirnya update juga lanjutannya πŸ™‚
    Cie cie yoona sangat merindukan siwon yach sampai – sampai tiap minggu selalu pulang kerumah orang tua nya
    Tapi jadi kaget juga kenapa siwon bisa bareng yuri ?
    Ohhh mudah -mudahan hubungan yuri dan siwon hanya sebatas teman atau sepupu gitu
    Ditunggu lanjutannya πŸ˜‰

    Like

  8. Udh lama jga ff ini gk dilanjut lanjut
    Akhirnya dateng jga hahaha
    Aku seneng sma moment2 yoonwon selama yoona berlibur
    Tpi aku jga penasaran knapa yuri sma siwon???
    Padahal yoona udh kyk cewek ngejer2 cowok sms sin siwon terus
    Tpi aku bingung sma yg tdi
    Dan jga padahal kan siwon udh suka sma yoona???
    Ditunggu kelanjutannya

    Like

  9. Cie ciee yg lg kangenn =D uhh, so sweet amat eohh πŸ™‚ jadi seneng bacanya πŸ˜€ Siwon disini ceritanya ngga banyak bicara yaa, tapi apa bener Siwon punya kemampuan seperti cenayang ? Atau memang siwon sbenernya jg pengen belanja ? =D Trus kok bisa Yuri bareng sm Siwon ? Apa mereka bersaudara ? Teman ? Sahabat ? Atau kekasih ? Ahh ngga mungkin, Yuri kan sm Alex. Tapi kok bisa Yuri sm Siwon ? Ahh ntahlah semoga YulWon ngga ada hubungan khusus πŸ˜€ BTW, Yoona, bisa ngga bisa masak yaa… Hhuhu, knp ngga jujur ajh sm Siwon ? Yah, mmng bnr, wlpun mau tapi harus tau malu. Tpi bkn berarti harus sok”an bisa masak juga sih. Kan Siwon udh bilang, dia lebih suka orang yg menjadi dirinya sendiri. Gomawo author untuk FFnya dan Pighting untuk terus berkarya πŸ˜‰

    Like

  10. waduhh ada hubungan apa yuri sm siwon oppa?😞
    kasihan yoona eoni bakal parah hati lg😒
    apa ini cuma pembalasan yuri d masa lalu?
    tp kan waktu itu yuri udah ngerebut alex cowok yg d suka sm yoona😞
    yaaahh masa mau ngulangin kejadian itu lg
    kan bkn salah yoona klo banyak pria yg suka
    mudah”an yuri siwon cuma sahabat atau tmn
    D tunggu kelanjutannyaπŸ˜‰

    Like

  11. Wahh Sweet YoonWon: D tapi koo Siwon bisa ama Yuri?? Moga Siwon ga ada apa apa dg Yuri… Yoongie mulai jatuh cinta πŸ˜€

    Like

  12. lucu deh momen yoonwon nya..slalu aja siwon suka banget fodain yoona
    eh kira2 siwon ama yuri ada hubungan apa ya..jangan sampek nih yoona disakitin ama yuri 😦
    ditunggu next chapternya πŸ™‚

    Like

  13. wadoch ko jadi gini! siwon punya hubungan apa ma yuri? moga cuma temen ato sodara. kan kasihan yoona kalo mpe siwon ma yuri punya hubungan yang lebih dari sekedar teman ato sodara.
    makin penasaran ma part selanjutnya. so update terus dong ff ini. #maksa

    Like

  14. Ettt dah ya ahh kenapa disaat yoona udah bisa lupain cowo yg dy suka sebelumnya ampe mutusin utk cuti n berakhir jadi suka ama siwon sekarang malah muncul yuri ama siwon.maksudnya apa coba itu yuri grrr
    Author gw pusing ama pw my yeoja 14,please kasih jawabannya karna gimanapun gw mikir ampe keras tetep aja gw ga ngerti.ga kaya pw yg sebelumnya.please banget

    Like

  15. Wah mkin seru deh apa hubungan yuri n siwon ntu ya? Yoong jd kaget gtu ngeliat wonppa ama yuri cz yoong kan dah ada rasa ama wonppa moga aja wonppa bukan pacarx yuri keren deh….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s