[FF]Sorry (The truth) – 1

   Sorry (The truth) – Part 1

 
Main cast: 
Im Yoona
Choi Siwon
Oh Sehun
Author : Pitri Lupy
 
Genre:?????
Sorry 1
Sebuah imajinasi yg datang yg ingin dituangkan daldm tulisan dan ingin ada orang yg membacanya
 
 
 
Happy Reading
.
 
.
 
.
 
.
.
.
 
Seoul,2018
 
“Dengar Tuan Choi Siwon semua tentang kita telah berakhir telah lama dan kuharap kau tak lagi datang dan hadir di kehidupanku lagi apa anda mengerti tuan?”Suara wanita yg terdengar dingin penuh penekanan dan terlihat menekan amarahnya juga terdengar di sebuah rumah yg cukup mewah itu terhadap seorang pria yg sedang duduk di hadapannya.
“Mungkin untukmu seperti itu tapi tidak bagiku Im Yoona.Persetan dengan keputusan pengadilan itu yg pasti kau adalah miliku dan selamnya pun akan seperti itu.Dan akan kupastikan bahwa kita akan kembali seperti dulu sekuat apapun kau menolaknya Yoona.”Suara balasan yg tak kalah terdengar dari pria yg bernama Choi Siwon itu terhadap wanita yg ia panggil Im Yoona.
“Terserah anda Tuan Choi menggangap apa semua ini tapi yg jelas semua sudah berakhir dan saat sesuatu dalam hidupku telah ada kata akhir maka tidak akan ada kembali untuk apapun.Dan ini sudah larut malam lebih baik anda pergi dari sini bukankah anda orang terhormat dan berpendidikan pasti anda tau sopan santunnya saat bertamu terlalu larut kerumah seorang wanita.”
Semua ucapan Yoona membuat amarah di hati Siwon hampir meledak tapi kini ia tak bisa mengeluarkan amarahnya karna jika ia meledak sekarang disini didepannya pasti Yoona tak akan mau lagi melihat wajahnya walaupun sedetik.Setelah mengontrol amarah Siwon putuskan untuk  membiarkan Yoona sendiri.
“Baiklah Yoona aku akan pergi tapi kau harus ingat kata kataku tadi walaupun barusan kau berkata seperti itu aku tau kau masih menyimpan nama ku dihatimu dan akan kupastikan kau tak akan menghapusnya apalagi menggantinya dg orang lain.Selamat Malam Yoona sayang.”
Wajah Yoona menampakan sedikit ketegangan mendengar penuturan pria yg dulu pernah mengisi seluruh reluang hatinya dan hingga kini ia tahu namanya masih mendominasi relung hati terdalamnya.
“Maaf untuk semuanya Siwon kau benar namamu masih kokoh dihati ini tapi sebuah keadaan memojokanku untuk bisa menghapusmu walau perlahan.Saat aku berhasil melakukannya ku yakin kau pun akan bisa melakukannya dan saat itu jika sesuatu terjadi tidak akan ada yg tersakiti lebih dalam lagi sekali lagi maaf.”
 
 
Keesokan harinya……
 
Suasana pagi hari yg cerah ditemani terpaan sinar mentari hangat menghiasi bumi Seoul.Orang berlalu lalang dentan kendaran masing masing,kendaraan umum dan ada juga yg berjalan kaki dan bersepeda.Sama seperti Siwon pria itu sedang mengendarai mobil mewahnya untuk menemui sang pujaan untuk menaklukan kembalu hatinya.Dia telah mengendarai mobilnya sampai depan rumah yg ia datangi kemarin malam yaitu rumah Im Yoona.
“Sekuat apapun ia menolak ia pasti akan kembali padamu Siwon.”
Ia meyakinkan diri kembali setelah keluar dari mobilnya membawa setaingkai bunga mawar.Belum selangkah ia melangkahkan kaki tapi didepannya sudah tersuguh adegan yg membuatnya terbakar amarah dan cemburu.Di depannya ia melihat Yoona yg baru keluar dari rumah tiba tiba datang seorang pria yg membawakannya seikat bunga dan sebuah ciuman.Siwon segera berlari penuh amarah dan menonjok pria yg baru saja mencium Yoona yg ia akui sebagai miliknya.
 
Bugh…
Pria itu jatuh tersungkur mendapat pukulan tiba tiba dari Siwon yg menyebabkan bibirnya sobek mengeluarkan darah.
“Akkhhhh.”
Pria itu meringis mengelap darah di bibirnya dan berdiri. Melihat pria itu masih bisa berdiri Siwon segera menarik kerah baju orang itu dan mencoba memukulnya lagi tapi sebelum sebuah tinjuan itu melayang kewajah pria itu seseorang telah menahan tangannya yaitu Yoona.
“Lepaskan tanganku Yoona b*j*n*an ini telah menciummu .”
“Hentikan Siwon apa yg kau lakukan padanya tidak berdasar dan soal itu,itu juga bukan urusanmu kau mengerti.”suara Yoona terngar sedikit meninggi melihat apa yg dilakukannya pada pria itu.Siwon makin di kuasai oleh amarah karna kata kata yg di ucapkannya.
“Stop mengatakan bahwa urusan itu bukan urusanku karna yg aku tau kau milikku jadi setiap urusanmu adalah urusanku juga.Dan dia berani beraninya menciummu sembarangan aku takkan menerima itu aku harus menghajarnya.”
Siwon siap melayangkan kembali pukulannya tapi tertahan karna Yoona melindungi pria itu dg memasang badannya menempatkannya di tengah tengah.
“Dia kekasihku Siwon jadi jika kau sedikit saja menyakitinya berarti kau juga telah menyakitiku lebih baik sekarang anda pergi dari sini.Ayo kita obati ini di dalam.”
Pernyataan Yoona membuat Siwon mematung hingga menyadari Yoona dan pria itu telah masuk kedalam rumah.
“Arghhhhh tidak Yoona tidak akan ada yg memilikimu selain aku.Im Yoona hanya untuk Choi Siwon seorang dari dulu dan selamanya kau harus mengerti itu Yoona.”
Dengan kekacauannya ia segera pergi dari rumah itu ia tak ingin memperparah keadaan yg mungkin membuat Yoona semakin menjauh.
 
 
 
“Para polisi telah mencium keberadaan kita sekarang ku harap kalian berhati hati mulai saat ini karna aku tak ingin slah satu  dari kalian tertangkap.”
Sebuah suara tegas terdengar di sebuah ruangan yg hampir gelap yg hanya bercahayakan sinar matahari dari celah gorden kayu di depan ruangan itu.
“Apakah kita akan melanjutkan rencana kita malam ini?”
“Tentu tapi kau harus berhati hati dalam memulainya setelah itu kau bawa dia ketempat yg telah ditentukan disana Tiffany dan Bo Gum yg akan mengatasi sisanya.”
Orang orang yg telah di tunjuk itu mengganguk setuju.
“Noona bagaimana denganku?” Salah satu dari mereka mempertanyakan tugasnya karna satu satunya orang yg tak di sebutkan namanya.
“Kau tau bukan kau harus menjaga dan memastikan adik ku baik baik saja itu tugasmu Oh Sehun.”
“Baiklah.”
 
 
Next day
 
Hari cerah menerangi kota Seoul hari ini. Jam menunjukan pukul 3 sore banyak orang masih berkutat dengan pekerjaan mereka seperti di salah satu gedung mewah bertuliskan Hyundai Corp yg di pimpin oleh seorang Choi Siwon.
Ia terlihat serius membaca dokumen yg baru saja di berikan oleh salah seorang karyawannya.Wajah mengerut tak mengerti dan sedikit ada rasa kekesalan di raut wajahnya.
Tok….tok…
Seorang masuk kedalam ruangan yg berisikan Siwon.
“Ada apa dengan wajahmu,Siwon?”
Orang itu memperhatikan raut wajah Siwon dari tempat duduknya yg terlihat sedikit bingung melihat raut wajahnya.
“Hanya urusan kantor.Ada apa Hyung kemari?”Siwon mendekati orang yg ia panggil hyung itu dan duduk di sofa depan orang itu.
“Aku tau wajahmu itu seperti itu bukan hanya masalah kantor bukan tapi ada hubungannya dg Yoona?”
“Ya Yunho hyung benar saat tadi aku kerumahnya ia bersama seorang pria dan ia bilang pria itu kekasihnya.Tapi aku tak percaya sama sekali hyung aku yakin Yoona pun masih mencintaiku tapi saat mendengar ketegasan dari suara dan melihat keseriusannya mengatakan itu membuatku sedikit tak terima.”
Orang itu yg ia panggil Yunho adalah kakak laki laki Siwon yg bekerja di kepolisian Korea.Yunho tau jika sang adik Siwon sudah bersikap seperti itu berarti ia sangat mencintai orang tersebut yaitu Yoona.Yunho tidak pernah bertemu Yoona sebelumnya karna saat pernikahan Siwon dan Yoona ia sedang di tugaskan menangani pemberontakan di perbatasan. Ia pun tak menyangka pernikahan adiknya itu hanya bertahan setngah tahun dan sekarang ia melihat sang adik terlihat sangat mencintainya.
“Jika kau yakin bahwa dia masih mencintaimu perjuangkanlah dia sampai kau mendapatkannya kembali.Ku yakin jika cinta di antara kalian masih sama besarnya kalian pasti akan kembali,asal kau tidak mudah putus asa cuman gara gara ada seorang pria yg di dekatnya mengaku sebagai kekasihnya.Dan kurasa ia hanya ingin melihat seberapa keras kau memperjuangkannya kembali.”
Mendengar perkataan sang kakak semangat  Siwon bertambah.
“Tentu aku tak akan menyerah hyung kau pasti tau seperti apa aku jika mengginginkan sesuatu itu pasti harus menjadi milikku.Oh dan Hyung kenapa kemari apa kau memiliki masalah?”
“Tidak hanya saja ada sedikit masalah di kasus yg aku tangani kali ini.”
Raut wajah Yunho sedikit menunjukan kefrustasiannya terlihat dari kerut di dahinya.
“Tumben sekali kali ini hyung mengalami masalah biasanya tidak seperti itu kurasa?”
Kebingungan terlihat di wajah Siwon karna yg ia tahu sang kakak selalu melakukan tugasnya dengan sangat baik selama ini.
” Ini sebenarnya sebuah kasus yg sudah lama kutangani tapi akhir akhir ini orang orang itu kembali melakukan pergerakan dan kepala pimpinan ingin aku segera menangkap mereka semua.”
“Wah kuharap hyung bisa mengatasinya secepatnya.Semangat hyung.”
Drrrt…drrtt
“Hallo ada apa?”
“Baiklah saya akan kesana segera.”
Bip…
“Ada apa hyung apa ada masalah?”
“Tidak hanya orang kepercayaanku melihat  akan adanya pergerakan dari penjahat yg sedang kutanangani jadi aku harus pergi sekarang.Jaga kesehatanmu dan jangan terlalu banyak pikiran.”
“Tentu dan semoga berhasil hyung.”
Yunho meninggalkan ruangan Siwon setelah memberi semangat dg tepukan di pundak kanannya karna ia yakin adiknya ini sangat memerlukan semangat darinya.
“Tapi entah mengapa ada perasaan tak enak di hatiku dan kenapa jantung ini berdetak tak karuan setelah mendengar cerita Yunho hyung?”
Siwon berujar memegang dada kirinya merasakan detak jantungnya.
Di tempat lain…
Terlihat Yoona sedang duduk bersma pria yg bersamanya tdi di sebuah coffe shop.
“Maaf atas kelakuan Siwon terhadapmu Sehun.”
Pria itu yg Yoona panggil Sehun tersenyum tipis ia tau Yoona merasa bersalah karna membuatnya dipukul oleh Siwon yg notabene mantan suaminya yg Sehun baru tau beberapa hari belakangan.
“Aku mengerti dan aku tau bagaimana perasaannya tapi yg jelas kau tak perlu merasa bersalah atasnya dan untuk kata maaf kurasa dia yg harusnya minta maaf bukan kau Yoona.Jadi singkirkan perasaan bersalahmu itu Yoona.”
“Terimakasih Sehun kau mau mengerti itu.”Yoona tersenyum pada Sehun sebagai ucapan terimakasihnya itu dan dibalas Sehun dg menggenggam satu tangan Yoona yg berada di atas meja.
“Tak perlu berterimakasih Yoona kau tau bukan aku akan melakukan apapun untuk melindungimu dengan nyawaku sekalipun.”
“Ya dan untuk itulah aku berterimakasih dan aku senang kau masih mau menerima dan menjagaku walau kau tau seperti apa aku sekarang.”
“Sudahlah Yoona aku tak ingin membahas itu lebih baik kita pergi sekarang hari mulai gelap.”
Tanpa bantahan Yoonapun mengikuti langkah Sehun pergi dari tempat itu.
Malam tiba…
“Ku mohon padamu hati hati dalam menjalankan rencana kali ini andai aku bisa menggantikan posisimu aku akan melakukannya.”
“Siap boss tenang saja lebih baik sekarang pikirkan kesembuhanmu dulu lagian ada Sehun yg akan menjagaku.”
Terlihat dua orang yg sedang mengobrol di sebuah parkiran salah satu dari merka terlihat duduk di kursi rodanya.
“Dasar anak nakal tapi kau harus tetap berhati hati walau ada Sehun di dekatmu.”
“Tentu ya sudah sekarang aku pergi dulu karna aku tak mau target kita mengetahui rencana ini dan kabur.”
Salah satu dari mereka pergi menggunakan mobil sementara yg satunya diam memperhatikan mobil itu hingga tak terlihat dengan sebuah senyuman getir dan kekhawatiran di wajahnya.
“Semoga berhasil adikku.Ayo kita pergi sekarang.”
Terlihat di sebuah restoran mewah di satu ruangan ada dua orang yg sedang duduk berhadapan berbeda gender sedang dalam pembicaraan serius.
“Nona Kwon saya harap anda mau menerima tawaran ini bukankah ini sangat menggiurkan?”
Suara pria itu terdengar berharap bahwa wanita dihadapanya mau menerima tawaran yg di ajukannya.
“Benar Tuan Park ini sangat menggiurkan dan kurasa tidak ada salahnya aku menerimanya bukan?”
Wanita itu terlihat sedikit bermain main dg melakukan percakapan basa basinya.
“Ya dan kuharap demikian Nona Kwon yg cantik.”
“Baiklah aku setuju dan ini sebagai buktinya ini.Jika anda ingin membacanya silahkan dan jika ada hal yg tidak disetujui anda bisa….”
“Tidak perlu aku akan menandatanganinya  karna aku percaya padamu Nona Kwonku.”
Tanpa pikir panjang dan membacanya pria itu segera menandatangani sebuah dokumen yg di sodorkan padanya. Sedangkan wanita di hadapannya tersenyum sinis karna pria itu telah jatuh kedalam perangkap pesonanya.Setelah menandatanganinya wanita itu segera memasukannya kedalam tas di hadapannya.
“Terimakasih Tuan Park ku.”
Sebuah senyum maut ia berikan kepada pria dihadapannya yg membuat pria itu makin terjatuh dalam pesonanya.
“Tentu Nona Kwon sayang.”
“Cheers?”
Wanita itu mengangkat minumannya untuk minum bersama dg pria di hadapannya.
“Cheers!”
Dalam hitungan detik pria dihadapannya langsung tak sadarkan diri.Dan setelah itu masuk pria dan wanita bersetelan baju hitam keruangan itu.Yg merupakan rekannya.
“Dia mungkin sudah mati tapi pastikan kembali sebelum pergi dan juga pastikan pastikan sekali lagi tugas kalian benar benar bersih tanpa jejak sedikitpun.”
Wanita itu memperingati keduanya karna ia tak ingin ada polisi yg dapat melacakbya atau menemukan barang bukti ia terlibat.
“Tentu Nona muda kami tidak akan ceroboh dalam hal ini.”
Mendengar hal itu segera ia pergi darisana  ia tak ingin mengganggu rekannya yg sedang menjalankan tugas mereka.
Setelah wanita itu pergi keduanya mekakukan sesuai perintah.
“Disini hanya ada satu sidik jari Nona muda kurasa ia telah memperhitungkan segala halnya.”
Si wanita berujar setelah memeriksaan barang yg ada di meja itu.Ia terus memperhatikan satu gelas yg wanita tadi pegang.
“Ya Nona muda orang yg sangat teliti lebih dari siapapun untuk itu kita harus pastikan  takkan ada bukti dan jejaknya disini.”
Si pria dengan hati hati mengganti gelas berisi minuman beracun yg tadi diminum sang pria dg yg baru dan sedikit menuangkan kembali minuman baru kedalamnya.
“Perfect.”
“Ya dan sekarang kita pergi dari sini.”
Mereka berdua bergegas pergi dari sana setelah memastikan semua beres sekali lagi.
“Semua sudah selesai tinggal Tiffany dan Bo Gum yg menyelesaikannya.”
“Tidak,aku baik baik saja tak perlu menghawatirkan aku.”
“Yasudah ya oenni aku sedang menetir pulang.”
Bip….
Sebuah percakapan via telpon terjadi di sebuah mobil yg melaju cukup kencang karna jalanan mulai sepi mengingat hari sudah tengah malam hanya beberapa mobil yg lewat.Setelah mengerjakan tugasnya ia memilih segera pulang kerumahnya tapi firasatnya mengatakan ada sebuah mobil hitam yg mengikutinya daritadi.Tak mau terjadi hal buruk ia melajukan mobilnya lebih kencang dan ternyata benar dugaannya karna mobil dibelakangnya juga mempercepat laju mobilnya.
“Sehun ada yg mengikutiku sekarang.”
“Mereka memakai sedan hitam.”
“Aku sedang berada dijalan yg menuju rumahku.”
Bip…
Ia dengan segera meminta bantuan Sehun untuk melepaskan diri dari pengejaran ini dan semoga Sehun bisa mengatasi ini menginggat hanya sebuah mobil yg mengejarnya.
Tak lama terlihat sebuah bus melintas pelan di depannya ia tau itu Sehun dengan segera ia mempercepat mobilnya melewati busnya dan berhasil tapi orang yg mengejarnya terjebak karna terhalang bus yg berhenti tepat di depannya.
Sehun yg berpura pura menjadi supir turun untuk meminta maaf pada mobil yg berhenti karna busnya yg berada di tengah jalan.
“Sial.”
Orang yg di mobil itu memukul stirnya kesal karna hampir ia mendapatkan salah satu orang mungkin terlibat dalam kasusnya.
Disisi lain…
“Akhh.”
Sebuah ringisan terdengar dari mulut seorang wanita yg baru saja terantuk pintu menyebabkan dahinya sedikit memar.
“Pintu s*alan.”
Tok… tok…
Suara pintu terdengar di ketuk dari luar segera ia berjalan menuju pintu itu dan membukanya.
“Masuklah.”
Orang itu mengikutinya masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
“Ada apa dengan dahimu Yoona kenapa memar seperti itu?”
Raut khawatir terlihat di wajah orang itu terhadap Yoona.
“Tak apa hanya tadi kurang hati hati saat ke dapur.Kau tak perlu khawatir Sehun. Lebih baik sekarang kita tidur karna aku tak ingin kesiangan besok ada hal yg harus kulakukan .”
“Baiklah kalau begitu.Selamat malam Yoona.”
Sehun menghadiahi sebuah kecupan di memaran Yoona dg hati hati berharap akan segera sembuh dengan melakukan itu.
“Terimakasih Sehun dan selamat malam juga.”
Keduanya tersenyum dan berjalan menuju kamar masing masing dimana kamar Yoona ada di atas sedang kamar Sehun di bawah.
Tbc
Selamat puasa bagi yg menjalankan semoga semuanya di lancarkan
Amin

Makasih dan maaf repotin

▶ Tampilkan kutipan teks
Advertisements

54 thoughts on “[FF]Sorry (The truth) – 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s