[Drable] Dear Mantan

 

Title : Dear ( Mantan )

Author : Choi zuazua/choizuazua

Cast : Im Yoona, Choi Siwon

Poster :Berta xoloveyoonwon

Semuanya diambil dari sudut pandang Yoona 😉

Haapy Reading..

Warning !

Absurd !
Typo bergentayangan !

****

Tak seharusnya..?
Kata itu terus saja mencekamku, tertanam kuat dalam kepalaku.

Tak seharusnya..?
Kata yang membuat dadaku akhir-akhir ini terasa sesak. Seakan tak ada pasokan udara untuk mengisi paru-paruku.

Tak seharusnya..?
Sekarang aku tahu kata inilah alasan mengapa aku merasakan sakit sedalam ini.

Aku tidak tahu mengapa aku begini. Begitu banyak hal yang ku pikirkan hingga rasanya kepalaku ingin pecah. Hahh.. Tidak sampai pecah, hanya saja semua pasti berujung menyesakkan sekaligus menyakitkan.

Bukan salah siapa dan kenapa ?
Bukan juga apa dan bagaimana ?

Hanya saja, entahlah..
Katakan saja aku idiot, untuk saat ini satu-satunya yang paling aku tahu adalah bahwa hatiku sangat tersiksa.

Ini mengenai aku dan dia yang bukan lagi menjadi kita. Tidak lagi ada Yoona dan Siwon yang menjadi YoonWon. Biarpun waktu sudah berlalu aku masih tetap terpaku disini. Bahkan dalam mimpiku, aku mencarinya, berharap semua kembali seperti dulu saat aku dan dia masih menjadi KITA. Ya, saat Yoona dan Siwon masih menjadi YoonWon.

Aku dan Siwon sudah berpisah hampir lama, status kita hanyalah sebatas mantan. Akan tetapi cerita aku dan Siwon yang memilih menjadi TEMAN, mengajarkanku arti kenyamanan. Hingga terjebak dalam Friendzone. Terperosok jauh disana, terkubur dalam-dalam hingga tak ada celah kekuatan untuk bangkit dari sana. Aku terlalu bodoh dan payah !

Melupakan sejenak dengan sebuah status. Tidak lagi melulu dalam konteks ‘pacaran’ , selama nyaman, perhatian serta merta pengertian juga kasih sayang itu masih ada. Terasa sangat kuat, begitu nyata untukku. Aku pikir bahwa sebuah status itu tidak penting. Seiring aku aku dan Siwon tidak ada yang berubah. Tapi, ternyata aku-Im Yoona, si gadis naif yang begitu bodoh !

Menengok awal hubungan kita dalam menjalin sebuah ikatan sepasang kekasih sungguh itu tidak mudah. Bahkan masih lekat dalam pikiranku berapa kali aku menolaknya, sebelum mengiyakan menjadi kekasihnya.

Alasan kenapa aku menolak karena aku mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya karena Siwon mantan temanku, Stella Kim.

Aku sendiri dan Stella adalah teman kecil, teman bermain dari sekolah kanak-kanak sampai sekolah dasar. Lewat Stella pula aku mengenal Siwon. Semua terjadi saat Stella dikabarkan menghilang, waktu itu Siwon menghubungiku dan juga temanku Sunny. Menanyakan keberadaan Stella, saat itu aku belum tahu jika Stella dijodohkan dengan lelaki lain. Singkat cerita entah apa yang terjadi Siwon dan Stella putus, karena Stella menikah dengan lelaki itu.

Aku tahu Siwon tidak bisa mempertahankannya karena dia masih terlalu muda untuk menikah, lagipula saat itu kita masihlah seorang pelajar sekolah menengah.

Masih berlanjut, hubungan aku dan Siwon tidak benar-benar dekat. Kita hanya bertukar pesan. Tidak ada yang spesial.

Hingga sampai dimana aku dan Siwon memilih menjadi sepasang kekasih. Aku tidak tahu alasannya apa ? kenapa dulu aku menerimanya, padahal kita tidak lagi bertemu. Karena aku di Busan sedangkan Siwon di Seoul. Aku pikir karena sebuah kenyamanan. Aku akui diriku ini sangat sulit untuk mengiyakan ajakan pacaran dari beberapa teman namja-ku. Dan juga karena waktu itu aku sudah lama sendiri, semenjak putus dengan Donghae. Tidak.. Aku tidak menjadikan Siwon sebagai pelampiasanku saja. Jujur saja rasa suka, nyaman itu ada namun belum dalam kadar cinta. Aku pikir seiring berjalannya waktu aku bisa mencintainya , oleh sebab itu aku menerima ajakannya sebagai kekasihnya. Bukankah cinta datang karena terbiasa ?

Walau aku harus dihantui rasa bersalah, merasa tidak enak kepada Stella. Jika dipikir ulang seutuhnya Stella sudah menjauh dalam kehidupan kita. Dia diboyong suaminya untuk tinggal di Jepang. Semenjak dia menikah aku tidak bisa menghubunginya. Aku benar-benar hilang komunikasi.

Kala itu seiring berjalannya waktu hubunganku dengan Siwon cukup berjalan baik. Biarpun kita LDR kita masih bisa bermesra-mesraan layakanya sepasang kekasih yang lain. Hanya saja bedanya kita hanya lewat sambungan telephon dan pesan.

Seiring berjalannya hubungan kita aku tahu rasa sayang itu semakin tumbuh, tapi aku tahu cintaku ke Siwon masihlah seumur jagung.

Aku termasuk tipikal seseorang yang suka merasa tak enak hati, terlebih itu kepada teman. Aku tidak berpikir bahwa aku egois atau tidak dengan meminta Siwon untuk menyembunyikan hubungan kita. Jangan sampai Stella ataupun Sunny tahu.

Waktu itu Siwon tentu saja tidak terima, dia marah-kurang setuju dengan keinginanku. Dia bahkan bersikukuh mengatakan bahwa aku tidak perlu merasa kurang enak hati. Toh, dia dengan Stella sudah benar-benar berakhir. Sudah tidak berkomunikasi lagi. Sedangkan hubungannya dengan Sunny hanya sebatas teman.

Tapi aku tetaplah Im Yoona, si gadis keras kepala. Aku tetap berpegang pada keinginanku. Beruntung Siwon mengiyakannya, sungguh rasa senang kala itu membanjiri hatiku.

Setiap hubungan pasti ada saja yang namanya masalah. Ya, tidak selamanya jalanan itu selalu mulus, terkadang ada satu batu kerikil ataupun lubang. Begitu juga dengan hubunganku dengan Siwon. Rasa kesal mulai hadir saat komunikasi kita tidak berjalan lancar. Ditambah kita tidak bisa pergi berkencan selayaknya sepasang kekasih remaja lainnya.

Aku yang mulai jenuh dengan hubungan kita dan orang ke tiga mulai hadir. Rasanya perpaduan yang sangat apik dalam menuju perpisahan.

Bukan alasan yang berarti, bukan pula alasan yang besar mengapa aku dan Siwon tak lagi saling komunikasi.

Kita berakhir tanpa mengucapkan kata putus ataupun selamat tinggal. Katakan waktu itu kita terlalu kecil, ataupun terlalu naif, egois dengan keangkuhan hati masing-masing.

Siwon tidak lagi mencoba menghubungi dan aku memilih membiarkan, memasrahkan kepada waktu.

Aku terlanjur kecewa karena sebelum kita tidak lagi saling menyapa entah itu lewat pesan ataupun sambungan telephon.

Ya, karena satu hal..

Satu hal itu adalah aku memintanya untuk kembali ke Busan, karena tepat pada saat itu tahun baru. Setidaknya kita bisa bertemu walau itu hanya satu tahun sekali. Tapi, Siwon tidak bisa.. Dia mengatakan tidak bisa pulang.

Sejak saat itu kita benar-benar berakhir tanpa adanya ucapan putus.

Memasrahkan kepada waktu, aku rasa waktu sangat ikut andil dalam ceritaku dengan Siwon.

Hampir satu tahun lebih aku dengan Siwon hilang komunikasi. Tiba-tiba saja Siwon datang ke rumah Sunny. Berhubung rumahku dengan rumah Sunny bersebelahan, sudah pasti aku tahu.

Siwon memintaku untuk datang menemuinya, namun aku menolak. Aku belum sanggup bertemu dengannya. Hingga suatu hari lagi dia datang kembali ke rumah Sunny, kembali untuk kedua kalinya memintaku bertemu.

Rasanya saat itu aku tidak ingin menemuinya. Hatiku berdegup tak terkendali. Bayangkan saja saat kalian akan bertemu seseorang, dan seseorang itu adalah mantan kekasihmu. Sedangkan saat kalian masih menjalin hubungan, kalian tidak pernah bertemu. Namun saat hubungan kalian berstatus mantan, kalian akan bertemu untuk pertama kalinya setelah kandasnya hubungan kalian.

Canggung, malu, penasaran, kangen, kesal, sangat ingin bertemu menjadi satu saat itu. Rasanya aku ingin ditelan bumi saat itu juga. Saat tatapan kita bertemu satu sama lain. Saat tangan kita saling berjabat dan saat kita melempar senyum canggung satu sama lain.

Sesaat aku mampu menetralisir degup jantungku seiring suasana yang tak lagi canggung diantara kita ( aku, Siwon, Sunny ) khususnya untukku dan Siwon.

Untuk pertama kalinya aku mendengar tawa lepasnya lewat telingaku secara langsung. Untuk pertama kalinya pula aku kuwalahan menghadapi ke cerewetannya.

Lewat via telephon ataupun secara langsung. Aku selalu kalah, jika berdebat dengannya.

“Siwon, mantanku yang cerewet..
I miss u..”

Sejak pertemuan pertama, selalu ada kedua, ketiga dan seterusnya..

Hubunganku dan Siwon kembali menghangat. Kita saling bertukar pesan kembali, sesekali juga saling menghubungi.

Hingga pada saat itu, aku memberanikan diri untuk mengajaknya pergi. Ya, dengan dalih pergi bertemu temanku.. Kita benar-benar pergi berdua..

Saat pertemuan kedua itulah semua rasa ini kembali mengakar dalam hatiku.

“Maaf, aku telat.” ujarnya ketika baru sampai dihalaman rumahku.

“Kau selalu telat, Siwon..” godaku.

“Hey ini pertama kalinya kita pergi. Bagaimana bisa kau mengatakan aku selalu telat, Yoong.”

~kau telat kembali, Siwon-ah..

“Ckck tetap saja kau telat..”

“Salahkan saja kenapa tadi aku ketiduran.”

“Mwo ? Itu salahmu kenapa ketiduran.”

“Ne, suruh siapa aku mengantuk.”

“Arra, aku selalu kalah berdebat denganmu.”

Dia meringis, tersenyum menampilkan deretan giginya. Aigoo aku baru tahu senyumnya sangat manis, saat matanya menghilang.

..

Setelah dia meminta ijin kepada eomma-ku, kita langsung pergi. Suasana mendadak canggung.
Aku hanya duduk, diboncengkan olehnya. Bahkan tidak berani berpegangan dengannya.

Tanganku terulur memegang ujung jacketnya. Sekilas aku melihat Siwon tersenyum lewat kaca spion motornya.

“Kita akan kemana?” tanyanya.

“Bukankah aku sudah memberitahumu lewat pesan?”

“Haha ya, kenapa diam? Kemarin kau sangat cerewet sekali.”

~aku menikmati kebersamaan kita, Siwon-ah..

“Bagaimana kabarmu?”

~Yoona pabo ! Kenapa pertanyaan itu yang harus terlontar.

“Aku baik.. Sangat baik, Yoong.”

“Siwon, apa kau akan marah? Apa kau akan menyesal setelah pergi denganku?”

“Tidak ! Tentu saja tidak,Yoong. Aku senang bisa pergi denganmu.”

“Aku juga..”

Tak terasa sepanjang perjalanan, semua diisi canda dan tawa. Suasana yang awalnya canggung sudah mencair, menghangat !

Aku juga tidak tahu sejak kapan ke dua tanganku telah melingkar pada perutnya.

Saat satu tangannya membawa tanganku dalam genggamannya, saat itu pula kepalaku jatuh pada punggungnya.

Nyaman, hangat..
Menjalar dalam hatiku..

.

Aku pernah bilang bukan bahwa Siwon itu sangat cerewet, maka tidak cukup sulit bagi dia berinteraksi dengan orang baru, termasuk Sooyoung-temanku.

Kita bertiga bercerita banyak hal, sesekali Sooyoung menggodaku dengan Siwon. Hingga satu pesan dalam ponsel Sooyoung, bagaikan sebuah petir yang menyambar dadaku.

Ya, Sunny temanku dialah orangnya yang mengirimi pesan kepada Sooyoung.

Wae ?
Kenapa tidak langsung bertanya kepadaku atau kepada Siwon ?

Ya, Sunny bertanya apa aku dan Siwon pergi ke rumah Sooyoung ?

Ada apa ini ?
Ada apa sebenarnya antara Sunny dengan Siwon ?

“Sepertinya Sunny menyukaimu?” tanya Sooyoung kepada Siwon. Aku tahu Sooyoung menangkap kegelisahanku.

“Siapa yang tidak menyukai pria tampan sepertiku?” tanya Siwon dengan tawa.

Sungguh aku ingin melemparkan bantal yang berada dalam pangkuanku tepat pada mukanya.

Sooyoung tergelak..

~Siwon-ah kepercayaan diri mu sangat tinggi..

“Siwon apa kau pernah memiliki hubungan dengan Sunny?” tanyaku walau aku seperti mencekik leherku sendiri.

“Kau pasti memilikinya?” todong Sooyoung. Jantungku bahkan seperti dikejar seekor anjing galak berdetak tak karuan.

~katakan tidak, Siwon-ah..

“Aku pernah berkencan dengannya.”

“Kapan ?”

“Dulu saat aku masih di Seoul, Yoong. Sungguh itu sudah lama.”

“Lebih dulu aku atau Sunny ?”

“Sebelum denganmu.”

“Astaga Siwon apa yang kau mau, hah ?” aku benar-benar memukulinya dengan bantal.

Demi Tuhan aku sungguh sangat kesal dengan Siwon. Apa yang sebenarnya diinginkan Siwon ? Kenapa dia melakukan ini kepadaku?

Stella.. Sunny.. Yoona..
Ketiga teman kecil itu pernah menjadi kekasih Siwon ?

Bodohnya aku yang terlalu cuek.. Tidak mau tahu ini dan itu, aku memang tidak mau ikut campur dengan masalah temanku. Kecuali temanku sendiri yang menceritakannya.

Andai aku tahu jika Sunny juga mantan Siwon, mungkin aku tidak akan menerima ajakan kencannya.

“Yakk Yoong, appo..”teriaknya menghindari seranganku.

“Astaga… Astaga.. Kau benar-benar..” aku berhenti, kecewa itu ada.

“Yoong, aku hanya seminggu dengannya. Lagi pula aku hanya main-main, maksudku waktu itu dia ada saat aku lagi patah hati.”

“Jadi, dia hanya pelampiasanmu? Apa kau mencintainya?”

“Aku tidak mencintainya. Kau bisa percaya padaku.”

“Jika kau tidak mencintainya, lalu kenapa kau mengajaknya berkencan ?”

“Sudah bilang aku hanya main-main !”

“Kau gila Siwon !”

“Ya, aku gila karenamu !”

“Astaga.. Siwon !”

“Hhehe.. Kau nampak cantik jika seperti itu..”

“Kau-..”

“Apa ? Aku tahu senyumku manis..”

“Menyebalkan..”

Meladeninya hanya menambah kekesalan. Demi kebaikan bersama, aku memilih diam. Menganggap tidak terjadi apa-apa. Menulikan telingaku, membungkam mulutku dan menutup mata.

Aku hanya ingin menikmati waktuku bersamanya tanpa adanya beban. Tidak, aku tidak akan membiarkan hatiku terbebani dengan sesuatu yang tak seharusnya ku ketahui.

Menjelang sore aku dan Siwon memilih pulang.

“Apa kau tidak ingin pergi ke suatu tempat lagi, Yoong ?”

“Kemana ?”

“Cukup jawab dan jangan balik bertanya !” dia terkekeh pelan, mengambil satu tanganku yang melingkar pada perutnya untuk digenggam.

“Kenapa hanya aku yang tidak boleh, sedangkan kamu sering seperti itu.” sebalku.

“Karena ini pasalku..”

“Yaakk ! Kau curang..”

“Katakan saja seperti itu. Jadi, apa kita benar-benar harus pulang sekarang?”

“Yang ku dengar kau seperti tidak mau pulang atau sama saja dengan kau masih ingin berdua denganku. Benar kan ?”

“Sudah ku bilang kau cukup menjawab, Yoong.”

“Aishhh.. Arraseo, kita pergi ke rumahnya Yoojin eonni saja, tak jauh dari sana ada pemandangan yang indah.. Kita bisa mampir kesana, otte ?”

“Siap boss.”

Sepanjang perjalanan aku memeluknya, waktu seakan berjalan mundur. Dan aku bersyukur akan itu.

Ini pertama kalinya kita pergi bersama dengan status kita yang hanya tinggal sebatas mantan. Namun kenangan hari ini akan terus tinggal dalam ingatan.

Inilah kencan yang penuh rasa, terlepas pada waktu yang sudah tak lagi menjadi kita. Bagiku tidak apa-apa, cukup bisa memiliki waktu berharga ini aku sudah sangat bersyukur.

Setelah kencan pertama yang dibilang berjalan sukses. Aku dan Siwon suka pergi menghabiskan waktu bersama. Kita selayaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk kasmaran, sehari saja tidak bertemu rasanya seperti terkubur dalam ladang rindu.

Perasaan nyaman kian berkembang luas dalam hatiku, membuatku buta mata tentang status kita.

Siwon selalu ada saat aku butuh.. Dia yang membangunkanku ketika ku terjatuh, dia yang menghampiriku dengan sejuta pengertian, hiburan dan motivasinya ketika aku sedang terpuruk.

“Siwon-ah, bisakah kau menjemputku ?”

“Dimana ?”

“Ditempat biasa..”

“Okay, tunggu aku disana !”

“Gomawo, hati-hati dijalan..”

“Aku mengerti, jangan menangis..”

*

“Hey, gwaenchana ?”

“Menyebalkan ! Mereka mempermainkanku ! Sudah satu bulan mengapa belum juga jadi, aku membutuhkan identitas itu !”

“Mungkin mereka ada kendala, Yoong. Sudahlah jangan cengeng seperti ini !”

“Aku tidak cengeng, hanya saja aku sangat kecewa. Aku harus pergi minggu depan, dan aku membutuhkan itu..”

“Masih ada waktu ‘kan ? Kita datang lagi besok. Aku akan membantumu. Belum apa-apa saja kau sudah cengeng seperti ini, bagaimana jika kau sudah jauh dari orangtuamu.”

“Aku tidak cengeng, Siwon-ah..”

“Lihat ! Apa yang kau lakukan sekarang ? Kau merengek, dan matamu mulai basah.”

“Aku selalu salah dimatamu.”

“Bukan begitu  Im Yoona. Maksudku jangan mudah menyerah seperti ini, hidup itu penuh perjuangan. Jika kau lemah dan mudah putus asa, selamanya kau akan kalah dengan yang namanya kehidupan, mengerti !”

*

Siwon, dia mantan terindahku..
Dia yang selalu memarahiku ketika bandel, seperti saat aku melawan ucapan eomma.. Dia secara terang-terangan memarahiku sekalipun itu didepan eommaku.. Menasehatiku selayaknya seorang appa menasehati putri nakalnya.

Dia yang tidak mau pergi jika aku tidak pamit dengan mencium tangan eomma, ku akui aku jarang melakukannya kecuali akan berpergian jauh.

Siwon, dia mantanku yang paling sopan dan ramah.. Aku suka caranya meminta ijin kepada eomma.. Aku suka sikap ramahnya kepada keluargaku.. Kepada temanku, tentu saja denganku meski itu hanya kadang-kadang. Ya, kita sering bertengkar ataupun berdebat mengenai hal-hal kecil, dengan berakhir aku yang selalu kalah, kesal dan marah. Jika sudah seperti itu Siwon akan minta maaf, dan menggodaku lagi dan lagi..

Dan aku lebih suka karena dia tidak merokok, tidak seperti kebanyakan namja lainnya. Ibadahnya juga sangat bagus, hanya saja terkadang aku pikir dia terlalu cerewet untuk ukuran namja.

Hhehe pernah sekali dia bertanya kepadaku. Apakah dia terlihat seperti banci jika tidak merokok, dia bahkan bercerita ketika ingin mencoba merokok, dia tersedak saat menghirupnya.. Benar-benar bukan perokok yang baik !

Hhaha..
Waktu itu aku sedikit menertawakannya. Mengoloknya berulang-ulang. Tentu saja itu hanya bercanda !

Mengasikkan bisa menggodanya seperti itu ! Sebelum dia marah aku memberikan jawaban mengenai pertanyaannya.

“Siwon, kau justru sangat manly. Sekalipun kau tidak bisa merokok. Lagipula merokok tidak akan memberikan dampak positif untuk tubuhmu. Jadi, untuk apa kau melakukan hal bodoh seperti itu. Cukup sekali saja kau mencoba, jangan pernah mencoba lagi. Aku takut kau akan mati setelahnya, hhaha..”

*

“Yoongie-ku.. Selamat pagi..” aku lupa sejak kapan Siwon mulai memanggilku seperti itu. Tapi, yang pasti aku sedikit merasa terbekati.

“Selamat pagi juga..”balasku riang.

“Heol, seharusnya kau juga menyapaku seperti ini.. ‘Selamat pagi juga Siwon-ku’..”

“Hhahaa.. Kenapa harus seperti itu?”

“Karena kau milikku dan aku milikmu..”

“Hey kau tidak bisa mengklaim diriku begitu saja ! Kau pikir aku barang..”

“Kenapa ? Apa tidak boleh ? Dan juga aku tidak pernah berpikir seperti itu, Yoongie-ku..”

“Itu menggelikan Siwon-ah..”

“Bukankah ‘Yoongie-ku’ terdengar sangat manis ?”

“Ya, Manis karena ada namaku..hihi..”

“Bukan karena namamu, tapi karena aku yang membuatnya.”

“Mwo ?”

“Apapun yang dikatakan orang tampan, pasti akan terdengar manis..”

“Ya.. Ya.. Kadar kepercayaan dirimu sungguh tak bisa diukur kembali,eoh..”

“Percaya diri itu harus !”

“Arraseo..”

“Hmmm.. Yoona ?”

“Ne,..”

“Bisakah kita kembali ?”

“Kembali kemana ?”

“Kembali ke hubungan kita dulu.”

“Apa maksudmu, Siwon-ah ?”

“Aku mencintaimu..”

“Terimakasih..”

“……”

“Siwon-ah.. Jujur saja aku sangat nyaman denganmu. Aku tahu aku mulai mencintaimu, hanya saja aku tidak bisa Siwon-ah..”

“Wae ?”

“Karena jika kita bersama akan banyak hati yang terluka.”

“Omong kosong ! Kau memang tidak pernah peduli dengan hatiku.”

“Jika aku tidak peduli mana mungkin aku bertahan sampai saat ini.. Kau harus mengerti akan ada hati yang terluka Siwon-ah..”

“Kenapa aku harus mengerti ? Jika kau tidak bisa mengerti hatiku !”

“Sunny mencintaimu Siwon ! Dia bahkan mulai menjauhiku.. Mau bagaimanapun dia temanku ! Dia tetanggaku !”

“Aku tidak mencintainya ! Aku mencintaimu !”

“….”

“Aku mohon jangan mementingkan perasaan orang lain, pentingkan perasaan kita Im Yoona.”

“Egois..”

“Terserah.. Coba kau pikir, apa dia pernah mementingkan perasaanmu ! Kau yang seperti ini sama saja kau melukaiku, Yoona !”

“Mianhae..”

“Shit ! Katakan kau juga mencintaiku, Yoona !”

“Kau sudah tahu hatiku, Siwon-ah..”

“Ya, tapi aku mau mendengarnya..”

“Untuk apa ?”

“Katakan saja ! Palli !”

“Pemaksa..”

“Arraseo.. Kau mencintaiku ‘kan ? Kau nyaman bersamaku ‘kan ?”

“Ne..”

“Saranghaeyo..”

Tutttttt…

Aku mengakhiri panggilannya.. Aku tahu aku sangat mengecewakan.. Maafkan aku Siwon-ah, aku harap kau mengerti..

Meminta Siwon mengerti ternyata cukup sulit. Dia mulai cuek, dingin semenjak permintaan kembali bersama. Namun semua itu tak berlangsung lama. Kita sama-sama tahu bahwa kita sama-sama saling mencintai, saling nyaman satu sama lain. Meskipun hubungan ini tanpa status, nyatanya kita mampu bertahan hampir satu tahun lebih.

*

Dengan kebersamaan yang sering terjadi, membuatku mengacuhkan semua teman-teman namjaku. Aku hanya terfokus pada Siwon. Terlena dalam hubungan friendzone, hubungan yang membuatku bahagia dan sakit diwaktu yang hampir bersamaan.

Ya, saat aku hendak meresmikan hubungan kita sebagai sepasang kekasih, seperti ada sebuah jalan baru untuk mematahkan kehendakku.

Jika seseorang membohongi seseorang yang menyayanginya, ada saja kejadian ataupun apa itu namanya untuk membongkar kebohongan itu !

Siwon berbohong ! Dia menjalin hubungan dengan seseorang yang ku ketahui bernama Sooyoung sewaktu diSoul, dan hubungan itu masih berjalan.

Pantaskah aku mengatakan dia Selingkuh, ketika status kita hanyalah “friendzone” ???

Yang ku sesalkan mengapa aku mampu bertahan, disaat dia jelas-jelas menjadikanku selayaknya sebuah pelampiasaan selama dia Busan.

Brengsek, aku mulai menyadari kebrengsekannya !

Oh pantes saja selama ini, ada perasaan ganjal setiap kali aku ingin mengubah status hubungan kita. Mungkin inilah jawabannya.

Jujur saja aku belum bisa memaafkan Siwon, meskipun dia sudah berkali-kali minta maaf.

Aku hanya takut, dia tidak benar-benar minta maaf !

*

Setelah kejadian itu, hubungan kita tak hangat lagi. Kita mulai renggang, meskipun sekali-duakali saling tanya kabar masing-masing.

Aku memilih untuk membuka hati, dan memiliki hubungan baru bersama Suho.

Suho sendiri bukanlah orang baru, aku sudah cukup lama mengenalnya. Aku suka matanya, yang bisa membuat hatiku berdebar hanya karena menatapnya.

Meskipun dia sedikit dingin, tapi aku bisa merasakan kehangatannya setiap jemari kita saling bertautan. Apalagi ketika dia mencium keningku, hatiku yang sebelumnya beku kembali mencair.

..

Terkadang aku sedikit kesal mengapa Siwon tidak bisa benar-benar lepas dari hidupku. Dia kembali hadir dengan cerita cintanya yang berakhir ditinggal menikah lagi.

Sebagai mantan yang baik, aku mendengarkan curahan hatinya itu. Dan memberinya sedikit saran..

Aku menyuruhnya untuk mempertahankannya jika dia benar-benar mencintai Sooyoung. Memperjuangkan kekasihnya itu, bahkan aku menyuruhnya kawin lari saja !

Namun Siwon menolak, dia kembali kalah seperti dulu !

Dari sini aku tahu Siwon orang yang lebih memasrahkan keadaan tanpa adanya usaha keras untuk mempertahankan hubungannya !

Dia lebih mementingkan pekerjaannya dibandingkan kekasihnya !

Flashback end

Waktu terus bergulir  dan aku juga kembali sendiri setelah berakhirnya hubunganku dengan Suho. Hatiku kembali kosong, belum menemukan sosok baru yang dapat mengisinya.

Meskipun aku dekat dengan beberapa namja, seperti Luhan, Donghae dan Eunhyuk. Kedekatanku hanyalah sebatas Teman. Tidak kurang tak lebih, sekalipun dua diantara mereka menyatakan perasaannya kepadaku.

Aku menolak, karena tidak ada satupun dari mereka yang mampu mendebarkan hatiku seperti Suho dan Siwon.

Aigoo..
Apa aku baru saja mengingat mereka berdua ?

Berbicara soal Suho, kita tak lagi berkomunikasi. Kabar terakhir yang ku dengar tentang dia adalah dia sudah berkencan.

Lalu mengenai Siwon..?
Untuk dua bulan terakhir tanpa aku tahu penyebabnya hatiku sangat menginginkannya.

Ku akui, aku dengan gencar memberinya perhatian. Menunjukkan kasih sayangku lagi. Memberinya kode demi kode, menutup hati untuk namja lain, kecuali untuknya.

Mengapa aku seperti ini ? Aku bahkan tidak tahu, satu-satunya yang aku tahu adalah bahwa hatiku sangat menginginkannya !

Siwon meresponnya dengan baik, dan kita untuk kesekian kali kembali seperti dulu terjebak dalam hubungan tanpa status.

Tidak apa-apa jika kalian menganggapku bodoh !

Aku hanya mengikuti apa kata hatiku..

*

Deutgo innayo nae maeumeul
Bogo innayo nae nunmureul
I sesange hana oroji dan hana
Nan neoyeoyaman haneunde

Apakah kau mendengar suara hatiku? Apa kau melihat air mata yang mengalir di pipiku? Jika ada yang bertanya hal apa yang paling kuinginkan di dunia ini, kan kujawab, hanya kau seorang, hanya kau yang kubutuhkan, Sayang.

Wae jakku naegeseo domangchinayo
Wae jakku naegeseo meoreojinayo
Nae gyeote isseojwoyo nae soneul jabajwoyo
Nal saranghandamyeon

Apa kau benar-benar mencintaiku? Mengapa kau selalu menghindariku? Mengapa kau selalu menjauh dariku? Jika kau benar mencintaiku, kumohon tetaplah disisiku, jangan pergi dariku karena aku membutuhkanmu.

Michige mandeureo niga
Nal ulge mandeureo niga
Gakkai sone japhil deutae jabeumyeon meoreojineun baramcheoreom

Kau telah membuatku tergila-gila padamu. Kau membuat hatiku berbunga-bunga. Tapi kau juga membuatku menangis karena cinta. Cinta yang tertahan karenamu. Kadang rasanya kau begitu dekat hingga bisa kugapai hatimu, meski hanya seolah-olah saja. Tapi jika aku melakukannya, berusaha menggapai hatimu, kau akan mulai menjauh dariku. Oh, alangkah mengesalkan sekali, tapi sekaligus mendebarkan.

Honjaseo haneun ge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang

Sepertinya cintaku padamu ini hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Cinta yang keindahannya hanya kurasakan sendirian. Kadang kumerasa menumbuhkan cinta ini begitu sia-sia, begitu bodoh. Tapi apalah daya, cinta ini telah menguasai hatiku.

Hanbeonman geudaereul anado doenayo
Majimak insareul na haedo doenayo
Saranghaetdeon chueogeul haengbokhaetdeon gieogeul itji marayo

Kasih, jika nanti pada akhirnya aku menyerah pada rasa ini, bolehkah aku memohon sesuatu padamu? Demi sesuatu yang kita lakukan bersama, demi segala kebersamaan yang pernah kita jalani. Meski bagimu aku bukanlah siapa-siapa. Tapi, bolehkah aku memelukmu untuk sekali saja? Akankah kau memberiku kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan? Kumohon, kelak, jangan lupakan aku. Jangan lupakan kenangan kebersamaan kita. Ya?

Michige mandeureo niga
Nal ulge mandeureo niga
Gakkai sone japhil deutae jabeumyeon meoreojineun baramcheoreom

Kumohon, berhentilah seolah mendekat padaku, jika yang akan kau lakukan padaku hanyalah menjauhiku saat aku berusaha lebih dekat padamu.

Honjaseo haneunge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang

Cinta yang hanya kurasakan sendirian, cinta yang tak berbalas, cinta yang bodoh dan sia-sia.

Eonjenga uri dasi mannaneun geunal
Geuttae uri heeojiji mayo

Saat kita berjumpa lagi kemudian hari, kuharap tak ada salam perpisahan yang terucapkan.

Gaseumi haneun mal saranghae
Nunmuri haneun mal mianhae
Amuri juwodamgo damabwado ssodajyeobeorineun malcheoreom

Meski hatiku selalu merapalkan ‘aku mencintaimu’, tapi hanya bisa tertuang lewat air mataku. Air mata yang mewakili kata-kata, permintaan maafku karena telah lancang mencintaimu. Kata-kata itu, pada akhirnya tersembur juga meski telah kutahan-tahan dan kusembunyikan rapat-rapat. Pada akhirnya, akulah yang mengatakan kalau aku mencintaimu, meski kuekori dengan permohonan maaf berulang-ulang. Maafkan aku karena mencintaimu.

Honjaseo haneun ge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang

Biarkanlah saja aku mencintaimu. Cinta yang kan kutanggung sendiri, cinta yang tak terbalas. Cinta yang begitu bodoh dan sia-sia. Biarkanlah saja, karena dengan begitu hatiku tak terasa dingin dan sepi..

*

“Selamat pagi mantan..”

“Itu panggilan yang menyesakkan, bodoh !”

“Kau mantanku, dan aku mantanmu.. Dimana letak menyesakkan itu ?”

“Letak menyesakkannya adalah MANTAN, Siwon-ah..”

“Ohh.. Jangan lupa sarapan dan bahagia, Yoona-ya.. Love you.”

“Kamu juga, aku bahagia kok bersamamu.. Love yo to..”

“Aku juga, mantanku..”

Itulah sapaan pagi yang mengisi hari-hari setiap paginya. Aku pikir Siwon berada diatas angin, dia sangat lama membalas pesanku, setiap kali aku yang mengawali chat kita. Kode-kode yang ku layangkan, bagaikan tersesat ditengah jalan.

Siwon berpura-pura tidak peka, atau apa aku bahkan tak mengerti !

Setiap menerima kode-ku, dia akan mendekat namun saat aku mendekatinya satu langkah, dia akan menjauh.

Jujur saja aku lelah, tapi selama hatiku masih berdebar untuknya aku tidak bisa berhenti.

“Memikirkanmu adalah hobiku saat ini, kau yang mampu membuat hati ini berdebar begitu saja hanya karena mendengar namamu. Aku tahu cinta itu masih tersisa..”

“I Love you, Yoong..”

” I love you to..”

“Tapi maaf aku tidak bisa. Kau gadis cantik, Yoona-ya. Kau pasti bisa mendapatkan lebih dibandingkan diriku..”

“Apa itu caramu mendorongku pergi? Aku tidak minta apa-apa, Siwon-ah.. Aku hanya ingin kau tahu, itu saja !”

“Bukan seperti itu maksudku, Yoong. Bukankah banyak yang menyukaimu..”

“Ya, tapi aku menyukaimu..”

“Kau pasti bisa mendapatkan seseorang yang lebih mencintaimu daripada aku, maaf untuk saat ini aku ingin fokus ke karir, dan membahagiakan kedua orang tuaku.

“Gwaenchana, aku mengerti !”

“Maaf, aku yakin kau akan mendapatkan yang lebih baik, Yoong.”

“Berhenti mengatakan itu Siwon ! Kau tidak perlu mengingatkannya berulang-ulang.. Aku mohon berhenti ! Biarkan aku bertahan semampuku, Siwon ! Karena dengan mencintaimu hatiku tak sepi dan dingin lagi.”

Aku baik-baik saja, hingga aku harus membiasakan diri ini. Saking biasanya, aku tak lagi menghubunginya lagi. Dan dia pun sama ! Ini terjadi untuk beberapa hari..

*

Jadi sosok dirimu yang sebenarnya ternyata begitu tampan. Bodohnya aku baru menyadari ketika kau pergi melepas hatiku.

Sebuah hal kecil yang tak seharusnya penting merusak semuanya. Aku dengan semua amarah dan prasangkaku, dan kau dengan semua lelah dah pasrahmu membuat kita merasa seperti tak saling kenal satu sama lain.

Apa yang sebenarnya terjadi ?
Kenapa malam ini begitu menyakitkan berkali-kali lipat !
Menengok hari kemarin rasanya kita barusaja saling bertukar senyum. Tapi malam ini jangankan bertukar senyum, bertukar kabar saja tidak.
Heuh..

Aku merindukanmu !
Hatiku sakit ketika airmata ini perlahan jatuh.Saat penyesalan demi penyesal berubah menjadi ribuan jarum bersarang dalam hatiku, menusukku satu demi satu hingga membentuk lubang menganga.

Aku baru menyadarinya ketika melihatmu pergi. Semua terlambat tapi maafkan aku yang tidak menyadari betapa baiknya dirimu.

Aku, si gadis bodoh !
Jangan tinggalkan aku, meskipun aku tahu kau sudah mendorongku pergi.

Aku, si gadis bodoh !
Maafkan aku yang tlah membuatmu terluka bahkan pernah kecewa.
Aku merindukanmu, Siwon..

Hari-hari yang ku lalui sekarang sangat menyebalkan. Karena tidak ada kau didalamnya. Tertinggal angan dalam penyesalan. Setiap detiknya hanya sakit yang membara.
Choi Siwon, Apa yang kau lakukan padaku empat hari ini adalah JAHAT!!!

Apa ini caramu membalasku yang dulu pernah mendorongmu pergi ?
Apa ini arti semua yang telah terjadi diantara kita?
Ini membingungkan Siwon, sangat membingungkan !

Siwon.. Siwon.. Siwon dan Siwon !
Selalu namamu yang diteriakkan hatiku, tidak peduli berapa banyak nama baru yang mendekat. Hanya Siwon yang mampu singgah . Hanya namamu, sayang !

Aku.. Sungguh menyedihkan. Cinta baru aku sadari sekarang. Airmata baru mengalir sekarang. Dan kenapa aku baru menyadarimu sekarang ?
Siwon, tidak peduli betapa sakitnya ini aku tetap menunggumu. Meski kau datang dan pergi sesukamu, sungguh tidak apa-apa. Karena aku tahu dulu kau pun merasakan apa yang ku rasakan saat ini.
Kini aku tahu bahwa dulu aku tlah menyakitimu, seperti caramu saat ini. Ya, akhirnya aku merasakan apa yang kau rasakan dulu. Jadi, Siwon bukankah ini sudah adil dan setimpal ?

Bagaimana kabarmu sekarang setelah pertengkaran sore itu, Siwon ? Apa kau sama sepertiku merasakan terluka ?
Apa kau mencoba menghubungiku seperti aku yang mencoba menghubungimu meski harus gagal,Kalah dengan ego sendiri ?
Berapa lama kita saling diam ?

Jika rindu semakin menyiksa ?
Dibawah langit yang sama, ditempat yang berbeda.. Aku tersiksa akan diam ini. Aku bersembunyi karena aku tidak cukup baik mengatasi perpisahan didepan mata.
Siwon, benarkah kau menginginkan perpisahan sekejam ini ?

Ini baru empat hari tapi aku seperti terhukum mati tak melewati waktuku tanpa kau didalamnya.
Ini menyedihkan Siwon !

Karena ini pertama kalinya aku merasa setakut ini akan CINTA !
Jalan cinta kita begitu terjal..
Sungguh aku tidak bisa berpegang pada sesuatu yang rumit sebelumnya. Namun berbeda jika itu menyangkut aku dan kamu. Hubungan serumit inipun aku masih mampu bertahan.

Bodohnya aku baru menyadari genggaman tangan hangatmu, pelukan nyaman tubuhmu, damainya tenggelam dalam kedua bola matamu, aku terus saja memikirkanmu, senyummu dan kau yang melihatku dulu !

Jadi, Siwon jika kamu pergi aku masih disini, sayang. Jangan khawatir aku akan menjadi rumahmu untuk berpulang.

Selama keyakinan cinta itu masih ada, aku membiarkanmu menyakitiku, sepuas yang kau mau !

Hoamm….
Panggilan tidur sudah terdeteksi. Yeah, aku akan pergi tidur. Tapi kau jangan khawatir Siwon. Bahkan dalam mimpiku aku akan terus mencarimu. Setidaknya dalam mimpi kita bisa bertemu, bercengkrama seperti dulu.

Shit !
Baru beberapa menit aku mencoba memejamkan mata, ponselku terus meraung-raung tak tahu aturan.
Orang gila macam apa yang menelphon pada waktu dimana seharusnya semua manusia sudah terlelap nyenyak ?

Tanpa membuka mata, sedikit malas aku menggeser layar hijau pada ponselku.

“Hallo..” suara disebrang sana sepertinya aku mengenalinya. Suara itu tak begitu asing ditelingaku.

“….”

“Hallo.. Apa kau sudah tidur?”

“Hallo.. Siapa?” setengah mengerang akhirnya aku menjawab. Aku benar-benar mengantuk.

“Ini aku..” jeda itu membuatku membuka mata.

“Yoong, apa kau masih disana?”

Deg !

Mataku terbuka sempurna. Jantungku berdetak kuat. Rasa kantuk yang sebelumnya menderaku hilang entah kemana.

“Yoong, ini aku..” seperti orang idiot aku hanya diam terpaku. Menatap ponselku yang tertera kata “Mantan”.

Jangan tanyakan bagaimana keadaan jantungku sekarang setelah mendengar suara yang empat hari ini aku rindukan.
Siwon, dia menghubungiku setelah pertengkaran sore itu. Setelah hubungan kita akhir-akhir ini tidak baik.

Bahagia..
Tentu aku bahagia..
Saking bahagianya aku tak membalas sapaannya.

“Aku Siwon, Yoong..” aku tahu !

“Ya.. S-si..won..” suaraku serak, ah tidak mungkin terdengar parau.

“Yoong, apa kau menangis?”

“Tidak ! Aku hanya mengantuk !”

“Oh..” jeda kembali membuatku hanya mengutuk diri. Tak seharusnya aku mengatakan itu.
Im Yoona, pabo-ya !

“Istirahatlah, selamat tidur Yoong..”

“Ya, selamat tidur juga..”

“Jangan lupa mimpikan aku, Yoong..”

Tutttt…

Tanpa kau minta aku akan memimpikanmu, Siwon. Terimakasih untuk menghubungiku dan membuatku semakin tak menentu dengan perasaan ini.
Sepanjang malam yang terjadi aku hanya terus tersenyum. Dadaku penuh dengan sinar rembulan dan bintang. Aku merasakannya lagi, bahwa kupu-kupu sedang berterbangan dalam perutku.

Siwon, kau membuatku gila.
Ya , aku gila oleh mu..
Benar-benar gila dengan perasaan ini.. Untuk kesekian kalinya aku membiarkan diriku terjebak dalam huhungan rumit ini. Karena aku gila olehmu, itulah sebabnya aku membiarkan diriku bodoh seperti ini.. Terperangkap dengan hubungan tanpa status !

Siwon, aku mencintaimu..

Mencoba kembali memejamkan mata rasanya sulit. Sesulit untukku kembali kepadanya, heol sepertinya aku terlampau sering BAPER !

“Ada apa?” aku mengirim pesan untuknya pengganti yang tadi karena tak sempat bertanya mengapa dia tiba-tiba menghubungiku ?

Ting !
Satu balasan dengan cepat ku terima.

“Tidak ada apa-apa kok, Ya sudah kamu tidur lagi sana..”

“Okay, kamu juga..”

“Iya, kamu tidur sana. Buruan !”

“Tidak bisa tidur ! Kamu harus tanggung jawab mataku tidak bisa terpejam !”

“Apa ? Kenapa bisa seperti itu?”
Belum sempat aku membalas pesannya, satu pesan kembsli ku terima.

“Haha.. Tidak bisa terpejam atau pengen smsan sih?” rasanya sudah lama sejak lama dia menggodaku.
Siwon.. Aku merindukanmu yang seperti ini..

“Dua-duanya, Siwon-ah..”

“Yoona-ya, kamu bisa saja menggombal, eoh..”

“Tsk ! Hanya satu yang tidak bisa Siwon-ah..”

“Apa itu yang tidak bisa, Yoong..?”

“Kamu pengen tahu?”

“Kalau tidak, aku tak mungkin bertanya,Yoong..”

“Benar-benar ingin tahu?”

“Ayolah, kita sedang tidak bermain tebak-tebakan.”

“Baiklah..”

“Lalu apa?”

“Satuhal yang tidak bisa yaitu bertemu Jin BTS, Xi Luhan dan kamu.. Kkeke, aku baik ‘kan nyempilin kamu dalam list yang tidak bisa?”

“Heol, kalau ketemu aku ‘kan bisa?”

“Kkeeke, tapi masih lama..”

“Tinggal 28 hari lagi ‘kan !”

“4 minggu itu lama Choi Siwon !”

“Itu bentar Im Yoona !”

“Lama !”

“Bentar !”

“Arra, lumayan lama..”

“Kalau tidak mau menunggu ya.. Tidak ketemu..”

“Always waiting for You..”

“Yoong, kamu habis makan keju?”
“Apa hubungannya ? Aku tidak makan apa-apa..”

“Hihi, kok tumben pake bahasa inggris.. Hey sudah malam tidur sana !”

“Menyebalkan ! Meskipun sedikit aku tahu ! Pas banget ponselku batreinya habis.”

“Iya percaya, tapi tetap tahu sedikit bangga, haha..”

“Itu harus, dari pada tidak sama sekali !”

“Okay, kamu tidur sana.. Sekarang !”

“Kamu juga, jangan lupa mimpiin aku..”

“Iya, Night muachh..”

Dengan berakhirnya pesan ini, sepertinya aku harus segera tidur !
Terimakasih untuk malam ini Siwon.. Kau sangat pintar membutku gila oleh mu..

*

*

Entah karena emosiku yang memuncak, atau karena kelelahan menghadapi dirinya. Aku mulai memberi diriku waktu untuk beristirahat. Ya, pernah satu hari aku berusaha keras mengabaikannya, dan itu berhasil. Akan tetapi sialnya, Siwon berhasil meluluhlantahkan kerja kerasku hanya lewat sebuah poto yang dia kirim.

Siwon-ku terlihat sedikit kurus, dan aku menyesal tidak memperhatikannya lebih baik lagi. Lewat poto itu pula, kasih sayangku kembali memuncak.

Peduliku keterlaluan, sampai Siwon bersikap seolah tidak pernah ada kejadian !

Ini menyakitkan !

Kenyataan yang benar-benar ku benci adalah ketika Siwon berpura-pura menjadi orang lain untukku. Orang lain untuk menghiburku saat aku sedang terluka dengan tingkahnya yang semena-mena dengan hatiku.

Orang lain yang menasehatiku ketika aku sedang marah dengannya. Orang lain yang mengetes cintaku yang hanya untukknya. Orang lain yang bahkan menyuruhku mencari penggantinya, saat Siwon sendiri sering kali menyuruhku percaya dengannya !

Dia memintaku untuk saling percaya, namun juga dia membohongiku disatu waktu.

Ya, dia benar-benar mengajari arti kepercayaan dan pengkhianatan dalam satu waktu !

Begitu hebatnya dia, hingga membuat hatiku hancur berkeping-keping.

Mengapa mencintainya sesakit ini ?

Siwon begitu hebat memainkan perannya ! Membawaku terbang keangkasa dengan sejuta mulut manisnya, lalu menghempaskanku tanpa perasaan, hingga hatiku remuk tak tersisa berkat harapan kosong itu !

*

*

“Siwon, aku berhenti dengan semua permainan gilamu. Aku tidak mengerti apa maumu, kenapa kau begitu jahat kepadaku Choi Siwon !”

“Ne, sekarang kau sudah tahu kan aku bagaimana dan seperti apa, aku pembohong..”

“Ya..”

“Jadi hilangkanlah perasaanmu kepadaku. Tidak mungkin kan kamu suka sama pembohong. Jadi, biasakan perasaan kamu, ya ! Inilah aku sebenarnya yang belum kamu kenali dari diri aku.”

“Terimakasih..”

“Terimakasih kau telah mencintaiku..”

“Ya..”

*

Itu adalah bagian kecil dari rasa sakitku karena mencintainya. Aku tidak bisa membaginya lebih banyak, karena itu sama saja membuka luka lamaku.

Begitu banyak harapan yang Siwon berikan, begitu banyak pula cara Siwon mematahkan harapan itu.

Dia satu-satunya yang meremukkan hatiku separah ini ! Ini pertama kalinya aku mencintai seseorang sedalam ini, dan untuk pertama kalinya pula aku patah hati semenyedihkan ini !

Tak pernah ku berpikir sebelumnya, setelah hilangnya lost kontak Siwon datang kerumah tepat pada ‘hari perayaan’.

Dirumahku cukup ramai karena ada ahjumma-ahjussi dan juga keponakan kecilku.

“Siwon datang, Yoona-ya !” ucap eomma.

“Bohong, aku tidak mau bertemu dengannya !”suaraku meninggi, sampai ahjussi menegurku.

Aku diam, rasanya ingin melarikan diri. Namun semua terlambat, Siwon sudah berada disini. Memberikan salam kepada kedua orangtuaku dan juga ahjumma-ahjussi serta keponakan kecilku.

Senyumnya memudar saat dia mengulurkan tangannya kepadaku, begitu juga denganku aku hanya menerima uluran tangannya sebentar saja.

“Siwon-ah, kenapa tidak beristirahat dulu.” ucap eomma.

“Maaf, aku harus segera pulang bu.”

Sebelum Siwon benar-benar pergi meninggalkan rumahku, dia mengangguk dan melempar senyum kecil ke arahku yang berdiri melihat kepergiaannya.

Aku pun melakukan hal sama..
Mengangguk dan tersenyum kecil..

“Hati-hati..”bisikku.

Setidaknya dia masih mengingat kedua orangtuaku..

*

Hari kedua perayaan !

(Lebaran)

“Yoona-ya, kau mendapatkan pesan!” seru Hyoyeon.

“Dari siapa?” tanyaku malas.

“Siwon !”pekik Hyoyeon seraya memberikan ponselku. Ya, Hyoyeon tahu ceritaku dengannya.

#Pesan..

“Kau dirumah, Yoong?”

“Ya, kenapa?”balasku

“Kerumah Seohyun yuk..”

“Okay, jam berapa ?”

“Nanti sore, tunggu saja dirumah !”

“Okay !”

Aku sadar senyumku hanya mengundang tanya Hyoyeon dan kekasihnya. Aku hanya tertawa pelan dan mengatakan dengan jujur.

“Kau harus mengajaknya kerumahku, Yoong !”

“Itu bisa diatur..” aku tertawa lagi.

Kenapa aku masih mau pergi dengannya setelah apa yang Siwon buat kepadaku ? Jawabannya hanya satu alasan. Aku ingin memastikan apa hatiku masih berdebar untuknya atau tidak !

Benar, aku ingin memastikan perasaanku kepadanya !

Seperti yang dijanjikan Siwon, dia menjemputku sore hari, ah tidak lebih tepatnya menjelang malam.

Aku hanya duduk kaku diboncengkan olehnya, tiada pelukan sama seperti yang dulu pernah aku lakukan. Aku hanya memegang ujung kemejanya sampai dia memecah keheningan yang menyelimuti kita.

“Bolehkah aku menitipkan kemejaku ini dalam tasmu, Yoong ?”

“Boleh..”

Dia memberhentikan montornya, lalu membuka kemejanya. Sekarang dia hanya memakai kaos berwarna hitam.

Selama perjalanan menuju rumah Seohyun, kita hanya bicara seadanya. Benar-benar canggung !

Seohyun sendiri juga temanku, dia cukup tahu sedikit mengenai ceritaku dengan Siwon. Semenjak aku memperkenalkan Siwon dengan Seohyun, mereka berdua cukup akrab. Bahkan terkadang saling berdebat, setiap kali kita bersama.

Sindiran demi sindiran, kita layangkan untuk Siwon. Entah itu tentang akun sosmedku yang dia hapus dari daftar pertemanannya.

Karena Seohyun pun mengalaminya jadi dia tahu perasaanku. Terkadang aku juga kesal sendiri ketika Seohyun menggodaku dengan Siwon.

Sepulang dari rumah Seohyun aku mengajaknya kerumah Hyoyeon. Siwon sempat menolak, takut pulangnya kemalaman. Tapi, aku tetap memaksanya sampai dia mau.

Karena Siwon dihubungi kakaknya bermain futsal, aku menunggunya dirumah Hyoyeon semua itu juga berkat Hyoyeon yang menyakinkannya untuk membuatku tinggal.

Samapi satu jam kemudian Siwon kembali kerumah Hyoyeon. Tubuhnya bermandikan keringat. Dan dengan jahilnya dia menyapukan tangannya diwajahku setelah aku mengejeknya karena bau.

Terang saja tingkah jailnya itu membuatku berteriak kesal. Sedangkan dia hanya tersenyum tanpa dosa !

“Minumlah..” ucapku sambil memberinya segelas air.

“Gomawo..”

“Siwon, jika kau mau mandi ! Kau bisa melakukannya disana !”ujar Hyoyeon sambil membawa dua cangkir kopi.

“Tidak, aku mandi dirumah saja. Ayoo kita pulang !”

“Kau harus minum kopi buatanku dulu !” seru Hyoyeon kesal.

“Tapi ini sudah malam, nanti Yoona dimarahi ibunya.”

“Ibunya sudah tahu kalau Yoona dirumahku..”

“Sebentar saja Siwon, apa kau yakin tidak mau minum ini ?” sahutku sambil mengangkat secangkir kopi ini.

Aku meniupnya pelan, sebelum menyeruputnya. Rasa pahit membasahi tenggorokanku.

“Apa kau tidak memberinya gula, Hyo?”

“Ini kopi kemasan, sudah ada gula didalamnya.” aku mendengus, lalu mengambil gula sendiri.

Siwon dan Hyoyeon terlibat pembicaraan kecil. Dimana Hyoyeon masih menyakinkan Siwon untuk tidak mengajakku cepat pulang.

Oh, Hyoyeon temanku..
Siwon bukan tandinganmu jika kau mengajaknya berdebat !

Hyoyeon yang kalah berbicara dengan Siwon, melampiaskan kekesalannya dengan menyindirnya tentang harapan kosongnya !

Sebelum suasana menjadi canggung, aku segera menghampiri mereka berdua.

Siwon menarik cangkirku, mengaduknya sebentar sebelum menyesapnya perlahan.

“Yaa.. Itu punyaku..”

Siwon hanya menyeringai lalu menuangkan kopi itu kedalam piring kecil.

“Begini lebih baik.. Minumlah !” dia memberikan piring kecilku kepdaku.

“Bagaimana?”

“Manis..”

“Tentu saja, karena senyumku manis, kopi yang ku minum pun ikut manis..”

Hyoyeon tergelak mendengarnya, sedangkan aku hanya tersenyum. Sudah kebal dengan tingkat narsisnya.

“Apa ?” tanyaku setelah Siwon melihatku seperti itu. Dia masih menatapku dan tersenyum.

“Kau mau ini ?” tanyaku sambil menyodorkan biskuit yang habis ku makan.

Dia hanya mengangguk.

Aku mengambilkannya satu kaleng sekaligus. Dia menerimanya sambil membrengut.

“Dasar ! Tidak sopan !” umpatnya.

*

“Yoong, sudah malam ayo aku antar pulang..”

“Siwon cobalah rasanya manis !” aku tahu Hyoyeon mengalihkan Siwon.

Siwon menurutinya, lalu membuka bungkus cokelat itu lalu membaginya menjadi dua. Setengah bagian dia makan , setengah bagiannya lagi dia berikan kepadaku.

“Gomawo..”

~Dalam perjalanan pulang..

“Yoona-ya..”

“Ada apa, Siwon-ah..” aku membiarkan diriku memeluknya. Aku pikir ini terakhir kali kita berada sedekat ini.

“Aku mau minta maaf kepadamu..”

“Untuk apa ?”

“Untuk semuanya..”

“Tidak apa-apa kok, semua sudah terjadi. Dan aku sudah biasa saja ! Aku juga minta maaf kepadamu.”

“Tidak, aku lah yang harusnya minta maaf. Aku hanya ingin fokus ke karirku dulu, tidak ingin berurusan dengan percintaan..”

“Aku mengerti, semoga kau selalu sukses..”

“Terimakasih..”

Siwon lalu pulang setelah pamit pada ibuku. Aku dan dia melupakan kemejanya yang masih berada dalam tasku.

“Siwon, kemejamu tertinggal. Kau bisa mengambilnya besok pagi atau siang.”

“Aku besok sudah kembali, Yoong. Kenapa tidak kau saja yang mengembalikan, sekalian bertemu ibuku.”

“Perginya kan sore, kau masih punya waktu dari pagi sampai siang. Titipkan salamku untuk ibumu,eoh..”

“Aku tidak mau, datanglah kerumah !”

“Kalau tidak mau ya sudah, tidak apa-apa kok.”

“Bilang saja kau mau menyimpan kemejaku, Yoong. Hh..”

“Heol.. Jika aku ingin menyimpannya, tidak mungkin aku menyuruhmu mengambilnya.”

“Baiklah, simpan saja. Aku akan mengambilnya nanti..”

“Okay, aku akan menyimpannya kalau begitu..!”

*

Sejak malam itu kini aku tahu, hatiku tak lagi berdebar untuknya. Dan aku tidak akan membiarkan Siwon menyakitiku lagi, karena setelah pertemuan terakhir kita sebelum dia kembali ke Seoul. Dia kembali menghubungiku lagi, dan mengatakan jika dia sayang kepadaku serta memintaku untuk tetap menjaga kesehatan.

.

Choi Siwon kau adalah mantan terindah dan terjahat yang pernah ku miliki. Kau berhasil membuatku jatuh cinta dan jatuh sakit karenamu dalam bersamaan.

Selama keyakinan cinta itu masih ada, aku membiarkanmu menyakitiku, sepuas yang kau mau !

Tapi, sekarang kau perlu ingat Siwon-ah.. Keyakinan cinta itu sudah mati, jadi aku tidak akan membiarkanmu menyakitiku lagi !!!!

Apapun itu, jika kita ditakdirkan bertemu lagi aku berharap kita sudah memiliki kebahagiaan masing-masing.

*amin

“Jangan memperjuangkan seseorang yang tidak mau memperjuangkan kita !!!”

” Melupakan mantan yang kita sayang emang sulit, tapi jika kamu ingat bagaimana sakitnya mencintai dia pasti kita bisa merelakan tanpa penyesalan”

Fin

Advertisements

17 thoughts on “[Drable] Dear Mantan

  1. thor ini curhatanmu ya? ini kisah cintamu ya?? Hahahah.. *peace 😀
    itu hubungan mrk rumit amat sih sama2 saling mencintai knp gk balikan aja, sampe greget sndiri bacanya, masih mesra2an pula -_-
    nice thor.. ditunggu kelanjutan ff MY dan TNIL dan ff yg lainnya 😀

    Like

  2. Kayanya ini kisah nyata author ya hihihi 😀 jujur aku gatau kalo punya mantan itu lebih sakit kyk gini haha.. Yaudh utk author semangatt yaa bwt menulisnya, smoga kalian ditakdirkan bersama jikalau kalian saling mencintai pertahankan perasaanmu author 🙂 hihihi

    Like

  3. ini cerita unik,tapiii kok yaa nyebelein yakk!! hehehe…
    Seperti para pemeran’y yang ga jelas,hubungan’y pun ikutan ga jelas.
    Si yoona cinta sayang sm wonpa,tp ogah balikan.
    Si wonpa.jg cinta sayang,tp yaa semua tmn yoona jg d embat. Semua “dicoba” sm wonpa.
    Mgkn klo ada lanjutan’y,hyoyeon+seohyun jg d deketin x sm wonpa.
    Hahaha…

    Mo lanjut baca my yeoja lg,terakhir ketahan d my yeoja part 15.
    Dilanjutkan terus yaa author cerita’y,semangaattt…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s