[FF] Sorry (The Truth) – 5

Sorry 1

 Sorry (The Truth) V
Main cast:
Im Yoona
Choi Siwon
Other Cast:
Oh Sehun
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Park Bo Gum
U-Know Yunho
Genre:????????
Author:Pitri Lupy
Typo bertebaran!!!!!!!
Maaf jika updatenya lama soalnya ide lagi buntu dan maksih buat xoloveyoonwon yang mau post juga buat yang udah komen maaf jika bahasa dan cerita bikin bingung aku hanya ingin menunjukan bahwa seperti inilah tulisanku.
Sekali lagi makasih dan maaf.
Happy Reading.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Kenapa mereka tiba tiba memberikan ini semua pada kita setelah apa yang terjadi?”
Mereka berdua Yunho dan Siwon yang kini sedang berada di ruang kerja Siwon terlihat kebingungan karena tiba tiba ada seseorang yang mengirimkan dokumen yang mereka tahu adalah dokumen yang dicari ayah mereka dan juga paman mereka.
“Entahlah ini terlihat rumit dari yang ku bayangkan tapi kurasa mereka mengakhiri balas dendam mereka.”
“Ya semoga itu benar dan semua masalah selesai setelah ini.”
Tak lama suara dering handphone Yunho menginterupsi keduanya.
“Ada apa?”
“Ada orang yang melaporkan nona Kwon Yuri ke polisi kapten.”
Seketika wajah Yunho terlihat terkejut karena setelah mendengar perkataan Siwon tentang tak melaporkan pada polisi masalah ini ia telah memberi tahukan pihak kepolisian yang saat itu di tugaskan untuk menyelidiki ini dan mereka mengerti itu setelah ia jelaskan tapi kini Yunho bingung siapa yang melaporkan kasus ini pada polisi.
“Kenapa hal ini bisa terjadi bukankah saya sudah katakan tidak akan menggungat mereka?”
“Laporan ini dari seseorang yang bernama Choi Ki Jun yang tak lain paman anda kapten.”
Mendengar hal itu membuat Yunho kembali terkejut tak menyangka.
“Pa paman Ki Jun? Baiklah saya akan segera kesana dan apakah nona Kwon Yuri telah ditangkap?”
“Ya bersama dengan orang orang yang saat itu membantunya.”
“Baiklah terimakasih.”
Setelah menutup telpon itu Yunho segera memberitahu Siwon yang terlihat penasaran.
“Salah satu orang kepolisian memberitahuku bahwa nona Kwon Yuri dan teman temannya yang menyekap ayah sekarang di kantor polisi dan mereka bilang paman  Ki Jun yang melaporkannya.”
Raut wajah Siwon terlihat kaget dan setelah itu keduanya langsung bergegas ke kantor polisi.
Di kantor polisi kini Yoona menangis sesegukan setelah tadi ada polisi yang datang kerumahnya dan membawa kakaknya Yuri beserta Tiffany dan Bo Gum. Di sisi lain Yoona kini sangat marah pada Siwon karena ia mengira bahwa orang yang melaporkan kakaknya adalah Siwon. Sementara Sehun orang yang saat ini disamping Yoona menengkan Yoona yang sedang terisak walau ia pun menahan amarahnya pada orang yang melaporkan orang orang yang sudah di anggapnya keluarga sendiri.
Tak berselang lama Siwon dan Yunho datang dengan terburu-buru. Yoona yang melihatnya langsung berdiri menatap tajam Siwon dan Siwon langsung berdiri mematung karena ia sudah menduga kalo Yoona akan mengira dirinya lah yang melaporkan kakaknya. Sehun dengan cepat mencoba memukul Siwon tapi Yoona menahannya dengan menggenggam tangannya. Siwon yang melihat hal itu sedikit merasa cemburu tapi rasa cemasnya mengalahkan itu dan sekarang ia hanya ingin menjelaskan semuanya pada Yoona.
“Yoona dengar bukan….”
“Diam Siwon a aku tak ingin mendengar apapun dan jangan salahkan aku jika semua akan jadi semakin memburuk jika kau tak mencabut laporan itu dan membebaskan kakakku.”
Masih sedikit terisak Yoona mengatakan segalanya. Kekesalan dan kemarahan di hatinya ia tahan karena dalam hatinya juga mengatakan bahwa ada keyakinan bahwa bukan Siwon yang melakukannya.
“Pasti Yoona aku akan mengeluarkan kakakmu dan teman temannya tapi Yoona dengar bukan aku yang melaporkan kakakmu…..”
“TERSERAH SIAPA PUN YANG MELAPORKAN SIWON YANG KU INGIN HANYA BEBASKAN KAKAKKU.”
Amarah Yoona akhirnya keluar saat itu juga dengan berteriak tepat di depan Siwon.
“Yoona-a lebih baik kita pulang sekarang humm kita kembali besok dan menjemput Nona Yuri. Ingatkan apa yang dikatakan Nona Yuri tadi humm?”
“Maaf Nona saya akan menjamin bahwa besok kakak anda bebas jadi lebih baik anda pulang dan beristirahat.”
Yunho yang melihat Siwon yang nampak berkaca kaca melihat keadaan Yoona saat ini membuatnya mencoba meyakinkan Yoona karena mungkin dengan itu setidaknya Yoona sedikit memberi maaf pada Siwon.
Setelah bebarapa menit terjadi keheningan yang hanya terdengar sedikit isakan dari mulut Yoona, Yoona bangkit dari duduknya.
“Ayo kita pergi Sehun dan kembali menjemput kakakku.”
Suara lirih Yoona membuat hati Sehun dan Siwon sakit mendengarnya. Setelah itu Yoona dan Sehun pergi meninggalkan Siwon yang langsung duduk sambil mengusap wajahnya frustasi.
“Tenanglah Hyung akan mencoba membebaskan dia. Jangan khawatir semua akan baik baik saja.”
Yunho mencoba menenangkan dengan sedikit menepuk nepuk punggung  Siwon.
Sementara di tempat lain…..
“Mereka semua telah dipenjara tuan.”
Seorang pria yang baru menghadap orang yang duduk di depannya langsung memberikan laporan yang langsung dibalas senyum sinis orang itu.
“Ya memang seharusnya mereka mendekam di penjara dia telah membunuh  adik ku dan mereka juga hampir merebut apa yang kupunya.”
“Tapi maaf tuan saya tak berhasil menemukan dokumen itu.”
Pria tadi melanjutkan laporannya dengan nada sedikit takut tuannya akan memarahinya karena tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
BRUKKKK…
“APA? JADI KAU TAK BERHASIL HUH?”
Dan benar saja ledakan amarah itu langsung keluar setelah mendengar perkataan pria tadi.
“Dokumen itu tak ada disana tuan.”
“Apa maksudmu?”
“Dok  …..”
Brukkk…
Suara pintu yang terbuka cukup keras yang langsung mengagetkan keduanya.
“Apa ini yang paman cari?”
Orang yang membuka pintu adalah Siwon yang sedang di hadang oleh salah satu karyawan . Siwon datang ketempat sang Paman Choi Ki Jun setelah beberapa menit ia berfikir di kantor polisi dan kini ia datang membawa apa yang di cari cari pamannya. Melihat yang datang Siwon dan juga ia membawa sebuah dokumen membuat sang paman menyuruh karyawan dan pria di hadapannya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kenapa paman melaporkan mereka?”
Siwon mencoba memperjelas segalanya pada sang paman karena di hatinya ada sesuatu yang masih mengganjal tentang semua ini.
“Apakah yang kau maksud adalah kakak dari orang yang kau cintai Siwon? Jika ya bukankah tindakan paman ini di benarkan dengan menjebloskan mereka ke penjara karena telah membunuh seseorang. Dan apakah karena mereka keluarga dari orang yang kau cintai jadi kau memaafkannya bahkan kenyataannya orang yang mereka bunuh ayahmu sendiri.”
Choi Ki Jun tersenyum sinis melihat adanya amarah di mata Siwon setelah mendengar kata katanya barusan. Dan benar Siwon mencoba menahan amarahnya karena ia masih menganggap dan menghormati pamannya itu.
“Itu bukan urusan paman jadi  lebih baik ku katakan pada intinya saja yaitu jika paman ingin dokumen ini paman harus menarik laporan yang paman buat untuk mereka dan juga ceritakan apa yang selama ini ayahku rahasiakan.”
Siwon meletakan dokumen itu tapi tetap memegangnya karena ia tak ingin pamannya merebut paksa dokumen itu sebelum semua yang ia mau terwujud.
“Jadi kau yang…..? Lupakan tapi baiklah aku akan menceritakan apa yang kau inginkan Siwon agar semua ini bisa selesai.”
Flashback.
Kini di sebuah ruangan di Hyundai Corp terdapat para pemegang saham dan juga ada dia antaraya Kwon Il Ho,Choi Ki Ho dan Choi Ki Jun.
“Kami meminta kalian berkumpul disini kami ingin memberitahukan beberapa hal penting bagi kalian tentang wasiat yang Tuan Besar Choi Ho Dong tulis tentang penerus dirinya yang akan saya bacakan.
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama: Choi Ho Dong
Pemilik: Hyundai Corp
Menyatakan kepemilikan saham saya yang keseluruhannya 80% di bagiakan kepada:
45% terhadap Kwon Il Ho
Dan sisanya pada kedua anakku Choi Ki Jun dan Choi Ki Ho.
Surat wasiat ini saya tulis dengan keadaan sadar tanpa pemaksaan dari siapapun dan pihak manapun.
Mendengar hal itu membuat semua pemegang saham berbisik bisik merasa aneh sementara ketiga orang yang di sebutkan dalam surat wasiat itu terlihat kaget bingung dan juga ada yang menahan amarah mereka. Tapi Choi Ki Jun cepat bereasksi dengan kemarahannnya.
“APA MAKSUD ANDA HUH KENAPA SAHAM ITU DI BERIKAN PADANYA DI BUKAN SIAPA SIAPA DI KELUARGA KAMI, DIA HANYA KARYAWAN BIASA DISINI?”
“Saya harap anda menenangkan diri anda tuan Choi Ki Jun dan untuk semuanya saya juga harap tenang karena keputusan ini benar benar telah di pikirkan matang matang oleh Tuan Choi Ho Dong sebelum ia meninggal dunia. Dan jika ada yang keberatan maka kalian semua tau apa yang akan terjadi selanjutnya bukan? Jika begitu anda semua bisa kembali. Terimakasih.”
Para pemegang saham lain satu persatu keluar ruangan itu walaupun masih belum mengerti keadaan yang sebenarnya. Dan kini ruangan itu hanya tersisa 4orang seorang pengacara,Choi Ki Jun yang sedang mencoba menahan amarahnya,Choi Ki Ho yang masih mencoba mempercayai apa yang di dengarnya, dan Kwon Il Ho yang terdiam tak berucap sedikitpun.
“Bagaimana mungkin ayah saya memberikan saham yang sangat besar padanya itu sama saja memberikan perusahan ini jatuh di tangan orang yang salah.”
Choi Ki Jun memulai pembicaraan mereka dengan penuh emosi dan penekanan.
“Maaf tuan tapi sebenarnya saham 80% itu adalah milik ayah anda dan tuan Im Ju Hyung dan karena Im JuHyung telah tiada maka ayah anda memberikan sahamnya 5% pada Kwon Il Ho yang merupakan anak menantu tuan Im dan jika anda tak mematuhinya anda bisa keluar dari perusahaan ini.”
“ARRRRRGGGGHHHH.”
Choi Ki Jun segera keluar dari rungan itu dengan bantingan pintu yang cukup keras. Kini ruangan itu hanya tersisa tiga orang dengan ketengangan yang masih terasa.
“Selamat Il Ho kau mendapatkannya.”
Choi Ki Ho yang dari tadi terus terdiam membuka suaranya tapi setelah itu ia bangkit pergi dari tempat itu.
“Tuan Kim apa maksud ini semua?”
Kwon Il Ho yang terlihat bingung langsung menanyakan apa yang sekarang terlintas di otaknya pada pengacara itu.
“Maksud ini adalah bahwa andalah sekarang pemimimpin perusahan ini menggantikan almarhum tuan Choi.”
Wajah Kwon Il Ho masih terlihat bingung.
“T tapi bagaimana…..”
“Seperti yang ku jelaskan tadi bahwa tuan Choi ingin memberikan sesuatu yang sebelumnya belum ia berikan pada ayah mertua anda selama mereka merintis perusahaan ini. Dan karena beliau mengetahui anda anak menantu dari tuan Im Juhyung dan dari kinareja anda selama ini ia semakin yakin memberikan jabatan pimpinan pada anda,jadi saya harap anda akan melaksanakan wasiat ini.”
“Tapi bagaimana dengan pemegang saham lain dan ……”
Pengacara itu terlihat tersenyum tipis mengerti kegelisahan yang mendara Kwon Il Ho dan untuk itu ia segera mengeluarkan sebuah dokumen dari tasnya memperlihatkan padanya.
“Anda tak usah khawatir soal itu para pemegang saham akan setuju setelah saya mengatakan bahwa anda memiliki daftar penggelapan data yang mereka lakuakan dan juga tentang kedua putra tuan Choi anda juga tak usah khawatir karena dalam dokumen ini juga tertulis jika mereka menolak mereka akan di keluarkan dari perusahaan ini dan memblok segala yang mereka punya.”
Keterkejutan di wajah tuan Kwon Il Ho ketara saat mendengar perkataan akhir sang pengacara.
“Se sejauh itu?”
“Ya.”
Tanpa mereka sadari salah seorang karyawan menguping semua ucapan kedua orang di dalam dan setelah mendengar semuanya orang itu segera pergi dan memasuki sebuah ruangan yang berada tak jauh dari ruangan sebelumnya.
Karyawan itu menjelaskan secara detail apa yang di dengarnya dan orang yang berada di dalam ruangan itu terlihat terkejut dan menahan amarah mereka.
“SIALAN KAU KWON IL HO…..ARRRRRGGGGHHH.”
Orang itu Choi Ki Jun meluapkan amarahnya dan membanting apa yang ada di mejanya.
“Jika aku tak bisa memiliki perusahaan ini dengan baik baik maka aku akan menggambilnya secara paksa.”
Choi Ki Ho yang juga disana terkejut mendengar perkataan sang kakak.
“Hyung apa maksudmu?”
“Kau tenang saja Ki Ho semua akan kembali pada kita kau hanya perlu menyetujui semua rencanaku.”
Choi Ki Ho hanya menggangukan kepalanya melihat sang kakak.
Seseorang kini terlihat mengikuti gerak gerik Kwon Il Ho dari kejauhan mulai dari ia yang menjemput sang isteri yang sedang bekerja di sebuah kafe kemudian menjemput sang anak yang pulang kuliah.
Dan saat berada di jalan sepi orang yang mengikuti itu menancap gasnya cepat dan dengan sengaja menyelip mobil yang di tumpangi Kwon Il Ho dan keluarganya yang menyebabkan mobil itu membanting stir karena rasa kaget yang mendera Kwon Il Ho dan mobil itu jatuh terguling di sebuah jurang yang tak tidak terlalu dalam di sisian jalan itu.
Flashback end
“Dan saat itu mereka meninggal di tempat tapi tidak untuk sang anak dia selamat walau harus koma beberapa tahun dan karena kami tak menemukan dokumen itu kami tak membunuh anak itu dan menunggunya terbangun karwna kami yakin anak itu tahu dimana dokumen itu.”
Wajah Siwon sangat terlihat frustasi sedih kesal marah dan merasa bersalah juga sakit hati. Karena apa yang di lakukan ayah dan pamannya sangat keterlaluan hanya karena ingin memiliki perusahaan mereka bertidak jauh hingga menghilangkan nyawa juga yang membuatnya sakit hati adalah orang itu adalah orang tua dari Yoona wanita yang teramat ia cintai sampai sekarang.
“Kenapa paman melakukan itu semua?”
“Aku tahu kau mengerti seperti apa pamanmu ini bukan Siwon?”
“Baiklah aku mengerti paman dan kini apa yang paman inginkan ada di tanganku jadi tolong bebaskan mereka semua dan jangan ganggu lagi mereka.”
“APA MAKSUDMU SIWON?”
Ki Jun sangat marah mendengar permintaan Siwon karena jika menginginkan hal itu berarti ia tak peduli pada ayahnya yang di bunuh mereka.
“Ayah tak menginginkan hal ini terjadi paman tapi karena semua terlanjur terjadi biarlah ayah tenang di atas sana tidak perlu ada lagi balas dendam paman karena jika paman mau mengabulkannya pamanpun bisa mendapatkan apa yang paman inginkan atau tidak sama sekali.”
Siwon mencoba sedikit mengancam sang paman dengan pura pura akan merobek dokumen itu Ki Jun yang melihatnya sedikit terkejut.
“Baiklah terserah apa mau mu Siwon asal kau tak merobek itu.”
“Jika begitu tolong paman tanda tangani perjanjian ini perjanjian bahwa paman akan mengeluarkan mereka dan tak akan pernah menggangu mereka lagi.”
Setelah pembicaraan itu akhirnya Ki Jun menyerah dan menandatangani surat itu dan Siwon memberikan dokumen yang diinginkan pamannya itu dan segera pergi dari sana.
Sementara itu Yoona kini terdiam memandangi foto dirinya dan kakaknya saat semuanya belum terjadi seperti sekarang.
Flashback
Hari ini adalah hari paling di tunggu Yoona ia akan segera pulang ke tanah kelahirannya,Korea setelah bertahun tahun ia menetap di London bersama sang nenek yang sangat terpukul setelah kematian kakeknya.
Drrrtt….drrrttt
Hp Yoona berbunyi saat ia sedang duduk di pesawat sebelum lepas landas.
“Yobseo?”
“Yoona-a oenni sangat merindukanmu. Akhirnya kamu akan pulang sayang,oenni sangaat ingin cepat bertemu denganmu.”
Dan si penelpon adalah Yuri,sang kakak yang langsung membuat Yoona tersenyum mendengar kerinduan sang kakak yang padahal baru 2 minggu lalu menggunjunginya.
“Nado oenni. Aku juga sangat senang bisa kembali ke Korea dan bertemu kalian,apalagi masakan oemma aku sanggaaat merundukannya.”
“Dasar shikshin,tapi tak apa oenni akan bilang pada oemma untuk memasak semua kesukaan kamu,oette?”
“Yey  Yuri oennni Jjang.”
Perhatian bagi para penumpang di mohon untuk mematikan telpon anda sekalian,dan memasang sabuk pengaman karena pesawat menuju Korea selatan akan segera lepas landas. Terima kasih.(maaf author ngarang soalnya gak pernah naik pesawat jadi gak tahu)
“Oenni sudah dulu ya,pesawatnya akan segera berangkat. See you di Seoul.”
Pesawat Yoona akhirnya lepas landas menuju Seoul Korea Selatan. Setelah beberapa jam akhirnya Yoona tiba di Incheon airport senyum di wajah Yoona terus terlihat tapi ads perasaan tak enak di hatinya tapi ia mencoba mengabaikannya karena ia akan segera bertemu keluarganya.
Yoona yang baru keluar dari pintu kedatangan luar negeri segera mencari cari keluarganya tapi setelah di lihat ia tak menemukan keberadaan mereka.
“Apa mereka terjebak macet ya? Ah lebih baik aku menunggu mereka siapa tahu mereka akan segera datang.”
Yoona pun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang ada di bandara itu. Tiba tiba HP Yoona bergetar dan di layarnya tertulis nama sang kakak Yuri senyum terkembang langsung di wajahnya tapi hatinya merasakan sesuatu yang berbeda tapi coba di tepisnya.
“Yobseo Yuri Oenni,sekarang oenni dimana?”
“Yobseo maaf apakah ini keluarga dari pemilik handphone ini?”
Yoona mengernyit aneh karena orang yang berbicara itu bukan lah kakaknya melainkan orang lain dan kini Yoona sedikit meyakini perasaan tak enaknya benar.
“I iya tapi kenapa handphone kakak saya di anda?”
“Maaf tapi orang pemilik handphone ini mengalami kecelakaan bersama kedua orang tuanya yang sekarang di bawa kerumah sakit dekat bandara Incheon…”
Braaaakkk
Handphone yang di pegang Yoona akhirnya terjatuh seperti air mata Yoona yang tak terbendung setelah mendengar perkataan bahwa kedua orangtuanya dan kakaknya mengalami kecelakaan. Dengan setengah kesadaraan Yoona segera berlari keluar meninggalkan bandara menaiki taksi untuk segera ke rumah sakit.
“Tidak oemma appa oenni jangan tinggalkan Yoona sendiri, jebal oemma hikz.”
Setelah beberapa menit taksi yang di tumpangi Yoona berhenti di depan rumah sakit dengan terburu ia segera masuk ke dalam mencari keberadaan kedua orangtuanya dan kakaknya.
“Sus dimana orangtua saya dan kakak saya sus dimana?”
Dengan berderai air mata Yoona menanyakan itu pada seorang suster yang lewat.
“Apakah anda keluarga pasien yang mengalami kecelakaan barusan?”
“Y ya sa saya keluarganya sus dimana mereka sekarang?”
“Mereka sedang menjalani operasi mari saya antar.”
Yoona akhirnya mengikuti kemana suster itu pergi. Dan saat tiba disana kebetulan salah seorang dokter keluar dari ruang operasi dan Yoona langsung mendekatinya dan bertanya.
“Dok dokter sa saya keluarga pasien di didalam apa apa mereka baik baik saja?”
Dengan terisak Yoona bertanya dan dokter itu menunjukan wajah sedihnya seketika.
“Nona Kwon Yuri dia selamat dan telah melalui masa keritisnya tapi sepertinya nona Kwon mengalami koma karena benturan keras di kepalanya.”
Yoona semakin terisak mendengar perkataan dokter itu tentang kakaknya.
“Ba bagaimana dengan oemma appa saya dok?”
“Mereka masih menjalani proses operasinya,anda tunggu saja sebentar lagi dokter yang menangani mereka akan segera keluar.”
Setelah mengatakan itu dokter tersebut meninggalkan Yoona yang langsung limbung,menyandarkan badan lemahnya di dinding yang akhirnya merosot seiring derasnya air mata yang keluar.
“Oemma, Appa jangan tinggalkan Yoona kumohon. Bukankah kalian telah berjanji saat aku kembali ke Korea kalian akan membawaku menggelilingi Seoul dan menggabulkan apa yang ku inginkan…..Sekarang aku disini oemma appa,sekarang aku tak lagi ingin menggelilingi Seoul karena yang paling ku inginkan sekarang….hanya ….melihat ….kalian …..disini …memeluk dan menciumku. Ya Tuhan selamatkan kedua orang tua ku,aku belum siap mereka tinggalkan.”
Yoona masih menangis hingga dua orang dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang operasi.
“Ba bagaimana keadaan orangtua saya dok?”
Wajah dokter itu memperlihatkan gurat kesedihan dan kasihan terhadap Yoona dan Yoona yang menyadari raut wajah dokter itu membuatnya kembali menangis sejadinya dan tak lama kegelapan merenggut kesadarannya.
Beberapa jam kemudian Yoona yang di bawa ke tempat perawatan membuka matanya ia masih belum menyadari apa yang terjadi pada kedua orangtuanya.
Hingga seorang perawat masuk keruanggannya dan menyadari Yoona yang telah sadar.
“Syukurlah anda sudah sadar nona,saya sangat khawatir anda pingsan terlalu lama.”
“Mak maksud anda?”
Dan akhirnya Yoona menyadari apa yang terjadi padanya dan keluarganya. Air mata itu kembali meluncur dari mata Yoona tapi tak terdengar isakan dari mulutnya.
Setelah beberapa menit menangis dan merenungi apa yang terjadi Yoona mencoba mengiklaskan apa yang terjadi. Sehari sesudah kejadian itu kedua orang tuanya di makamkan,hati Yoona sangat sakit dan sedih saat melihat kedua orangtuanya terbujur di peti mati ingin rasanya Yoona menyusul keduanya tapi mengingat kini ia masih memiliki kakaknya Yuri yang membutuhkannya ia mencoba menguatkan diri. Tanpa kepastian akan bangunnya sang kakak Yuri membuat Yoona tak ingin hanya berleha leha ia mencoba bekerja part time untuk memandirikan dirinya agar tak tergantung pada uang yang di tinggalkan orangtuanya.
Flashback end
“Oenni kenapa saat kita telah kembali bersama malah semuanya menjadi seperti ini dan kenapa semua ini berhubungan dengannya juga oenni?”
Yoona terus berbicara sambil menatap foto dirinya dan Yuri tanpa sadar meneteskan airmatanya.
“Oenni ingin rasanya aku kembali di waktu dimana kita tertawa dan bersenang senang bersama oemma appa. Dan seandainya waktu itu aku tak kembali ke negara ini mungkin semua akan baik baik saja bukan? Tapi itu tak mungkin kulakukan bukan? Dan kini setelah semuanya menjadi seperti ini, apa yang harus ku lakukan oenni? Aku sangaat menyayangimu dan akan kulakukan apapun agar oenni bahagia.”
Setelah mencurahkan apa yang di si hatinya Yoona membuka frame foto itu dan mengeluarkan foto itu dan di balik foto itu tersimpan foto dirinya dan Siwon saat melakukan pre wedding. Melihat foto itu air mata Yoona semakin keluar membasahi kedua pipinya.
“Kenapa kita sekarang menjadi musuh Siwon kenapa? Apa yang harus kulakukan sekarang dalam hati ini masih mencintaimu sangat tapi kini ada rasa benci juga mulai muncul di hatiku Siwon. Semoga kau menghentikan ini segera Siwon sebelum aku benar benar membencimu melebihi cinta ini.”
Yoona yang yerus menitikan air matanya yang sesekali ia usap dengan tangannya terlihat lelah yang akhirnya ia tertidur dengan mendekap foto foto itu.
Pagi menyapa Yoona masih dalam kamarnya tertidur tapi terlihat gelisah dalam tidurnya walupun terdengar ketukan pintu di luar.
Tok… tokkk…
“Yoona apa kau masih tidur?Yoona-a?”
Orang yang mengetuk adalah Sehun ada perasaan tak enak di hatinya karena ia tanpa sengaja mendengar tangisan Yoona semalam dan apa yang ada di hatinya kini. Dan kini saat Yoona,orang yang biasanya bangun sangat pagi tapi tak terlihat dari tadi hingga saat ini ia mengetuk pintu kamarnya sudah beberapa kali.
“Yoona tolong buka pintunya jangan membuatku cemas.”
Sehun yang semakin khawatir mencoba mendobrak pintu itu dan dalam dobrakan ke tiga dan dengan seketika wajah Sehun terlihat panik melihat tubuh Yoona kini terlihat bergetar diselimuti selimutnya yang hampir menutupi tubuhnya.
Dengan segera Sehun menghampiri tubuh Yoona.
“Yoona kau kenapa?”
Yoona yang mendengar suara Sehun mulai membuka matanya walaupun terlihat sayu dan dengan cepat Sehun mengecek suhu tubuh Yoona dengan menempelkan punggung tangannya di dahi Yoona dan langsung terkejut mendapati tubuh Yoona terasa sangat panas.
“Astaga Yoona kau demam? Ayo kita ke rumah sakit.”
Saat Sehun akan bergerak menggendong tubuh Yoona,Yoona menghentikan gerakan Sehun dengan memegang tangan Sehun yang hampir mencapai tubuhnya.
“Tidak Sehun….aku tak perlu ke rumah sakit….dan ini hanya demam biasa dan saat aku beristirahat lagi sebentar demamnya akan turun lagipula kau taukan aku membenci tempat itu.”
Dengan suara paraunya Yoona menolak ajakan Sehun ke rumah sakit. Dan Sehun yang mendengar kata kata itu mengerti karena ia tahu saat dimana kedua orangtuanya meninggal dan kakaknya koma ia menjadi membenci ke rumah sakit apapun alasannya walaupun dulu saat Yuri masih koma ia masih sering kesana hanya untuk menengok kakaknya itu. Sehun akhirnya menyerah ia tak jadi membawa Yoona ke rumah sakit karena ia juga tak ingin melihat Yoona kembali mengenang kejadian menyedihkan itu.
Dan setelah beberapa kali bujukan agar Yoona mau di periksa dokter dari Sehun akhirnya Yoona menyetujuinya karena tak tega melihat Sehun yang terlihat sangat mencemaskannya.
Dan kini Sehun dengan telaten menyuapi bubur buatannya pada Yoona walau dengan susah payah karena jika sudah sakit Yoona akan susah makan berbeda dengan saat ia masih sehat bugar.
“Tidak Sehun ini sudah cukup aku sudah kenyang.”
Yoona mencoba menjauhkan diri saat Sehun akan menyuapinya lagi.
“Baiklah kalau begitu sekarang minum obat ini agar kau cepat sembuh Yoona.”
Sehun menyondorkan beberapa butir obat ke hadapan Yoona dengan wajah memelasnya yang dengan begitu Yoona sulit untuk menolak dan akhirnya dengan cepat Yoona menelan butiran obat yang telah Sehun berikan dengan sekali telan dan langsung menggambil minuman yang telah disodorkan Sehun yang langsung ia habiskan.
“Aku benci obat obat pahit ini rasanya sangat pahit.”
Yoona langsung cemberut dan menggerutu saat merasakan rasa pahit dari obat yang diminumnya. Dan ekspresi yang di tunjukan Yoona membuat Sehun terkekeh.
“Semua obat memang pahit Yoona kalau tak pahit sirup namanya Yoona. Dan jika kau tak mau minum obat pahit ini lagi maka jadi jangan sakit lagi humm.”
Sehun tersenyum melihat wajah Yoona masih cemberut dan dengan refleks mengelus pucuk rambut Yoona dan hal itu membuat Yoona terdiam terkejut.
“Se Sehun.”
Yoona tergugup merasakan tangan Sehun dan Sehun yang menyadarinya langsung menarik tangannya salah tingkah.
“Ma maaf Yoona. Aku tak bermaksud…”
“Se..hun apakah ada kabar tentang Yuri Oenni?”
Yoona mencoba mengalihkan pembicaraannya untuk kembali mencairkan pembicaraan mereka.
“O o oh belum Yoona tapi aku yakin setelah ini ia akan bebas jadi kau tenang saja Yoona dan sekarang lebih baik kau kembali beristirahat agar cepat sembuh dan menjemput Nona Yuri dan ku yakin Nona Yuri akan sangat sedih melihat kau sakit dan dia juga akan memukulku karena tak menjagamu dengan baik Yoona.”
Wajah Sehun yang terlihat seolah ketakutan setelah mengatakan kata terakhirnya membuat Yoona terbahak.
Dan hal itu juga membuat Sehun tersenyum senang karena melihat Yoona kini telah tersenyum bahkan terbahak bahak seperti sekarang yang membuat hatinya semakin menghangat melihatnya.
Sementara itu Siwon yang dengan segera datang ke kantor polisi untuk membebaskan kakak Yoona dengan wajah cerah. Dan setelah menyerahkan surat pencopotan laporan itu Siwon menemui Yuri di luar sell. Yuri yang melihat keberadaan Siwon dan tahu apa yang Siwon lakukan membuat Yuri mendekatkan kursi rodanya di dekat meja yang membuat ia berhadapan langsung dengan Siwon yang hanya terpisah meja.
Walau beberapa saat terdiam Yuri mencoba membuka pembicaraan mereka.
“Terimkasih Tuan Choi.”
“Ya.”
Siwon hanya menjawab singkat tanpa tau harus berkata apa padahal dalam otaknya masih banyak pertanyaan tentang wanita di hadapannya ini.
“Semua itu kulakukan demi masa depan adikku …..Yoona.”
Siwon terus terdiam walupun ada sedikit keterkejutan di wajahnya tentang apa yang di ungkapkan Yuri.
“Semua ini hanya untuk satu alasan agar kau menjauhi dia karena aku tak ingin dia kembali padamu karena aku telah menjodohkannya pada seseorang yang sangat bisa di percaya menjaga dan mencintainya serta tak membuatnya terluka. Jadi dengan itu tolong jangan pernah muncul di hadapannya lagi tuan Choi Siwon yang terhormat.”
Siwon terdiam membeku mendengar keinginan wanita di hadapannya yang notabene kakak dari wanita yang di cintainya yang ingin pergi meninggalkannya. Sementara melihat Siwon yang terdiam Yuri segera mendorong kursu rodanya untuk pergi tapi saat akan sampai pintu keluar ia terhenti dengan pernyataan dari mulut Siwon.
“Maaf bukan aku bermaksud tak tahu diri atau tak sopan tapi maaf aku tak akan mengabulkan itu tapi bukankah sebagai kakak kau akan membiarkan adikmu bahagia dengan orang yang di cintainya dan mencintainya.”
Yuri tersenyim sinis mendengar kata kata Siwon tentang ‘cintanya’.
“Dan ku yakin dia akan mendengarkanku karena pilihanku adalah yang terbaik untuknya.”
Setelah berkata seperti itu Yuri segera pergi dan diluar telah berdiri Yoona,Sehun, Tiffany dan juga Bo Gum. Yoona yang melihat hal itu segera berlari memeluk sang kakak dengan derai air mata.
“Oenni Yoona sangat merindukan mu hiks..”
Yuri melonggarkan pelukannya dan mengangkat wajah Yoona untuk menatapnya, Yuri yang melihat air mata di pipi Yoona segera menghapusnya dengan kedua tangannya.
“Aish kenapa adikku ini jadi cengeng humm sudahlah ayo kita pulang oenni sudah lelah.”
Yoona yang mendengar itu tersenyum walu masih ada sisa airmata di pipinya.
“Oh kajja.”
Mereka semua segera meninggalkan kantor polisi itu menuju rumah Yoona. Di sisi lain Siwon yang dari tadi melihat keadaan yang mengharukan antara kakak adik di depannya membuat sedikit keyakinannya berkurang untuk mendapatkan Yoona karena dari apa yang di lihatnya Yoona pasti akan menuruti apa yang di inginkan sang kakak.
To
Be
Continue……..
Maaf jika terlalu lama menunggu sekarang mood nulis lagi berkurang lagi seneng nonton drakor….
Thanks buat yang mau nunggu dan mau komen nantinya.
Dan untuk part lanjutannya ga tau kapan ya hehe
Thanks baget juga buat xoloveyoonwon yang masih mau menerima ff abal ini
Dan maaf jika kalian makin bingung….
Advertisements

29 thoughts on “[FF] Sorry (The Truth) – 5

  1. makin ribet aja nih masalah nya
    q si berharap siwon jngn nyerah buat dapeti yuna dan yakinin yuri…

    ihh paman nya siwon rese nih
    seperti nya yunho suka deh sama yuri…

    Like

  2. Aku pengen lihat bagaimana nanti setelah ini hubungan yoonwon. Secara kaka yuri ga suka bgt klw yoona deket2 sma wonpa grrrrrre kenapa sih segitu wonpa baiknya ko ga disetujuin ajh mereka bersama. Ga sabar pengen lihat nexxtnyaaaaaaaa. Smngtt autor ditunggu heehe 😊👍👍👍

    Like

  3. Kasihan bgt yoonwon yg saling cinta tp terhalang karena dendam kakaknya yoong,aduh kpan nih yoonwon bersatu kembali,lanjut,,,,,

    Like

  4. Kasian banget yoonwon d satu sisi ada dendam tapi d sisi lain ada cinta
    Knp critanya menyedihkan gni sih kan jdi nangis kalo bayangin itu semua hikhikhiks 😢

    Like

  5. terhura eh terharu bacanya, ikut emosi juga ah pokoknya bisa terbawa suasana di dalam cerita ini. Semoga yoona sama siwon bisa kembali bersama. Tapi yoona sehun juga gpp karna aku juga suka couple yoonhun ^^
    daebak author, lanjutt~

    Like

  6. makin rumit aja nih masalahnya…
    kasian banget ama yoonwon 😦
    smoga aja yuri udah ga bikin rencana balas dendam lagi
    penasaran ama nasib yoonwon nih..ditunggu lanjutannya

    Like

  7. Jadi itu yg terjadi pada keluarga yoona dan keluarga siwon hanya karna perusahaan bisa dengan tega mengambil nyawa orang lain
    Jadi kasian dengan siwon yg harus nerima tuduhan yoona padahal yg lakukan itu semua pamannya, makin rumit ajach
    Ditunggu lanjutannya 🙂

    Like

  8. terlalu banyak rintangan untuk hubungan siwon dan yoona
    semoga siwon ttp memperjuangkan cintanya pada yoona dan mereka bisa kembalu bersama..

    Like

  9. aech….. kesel ma yuri. siwon udah baik gitu masih aja., apa sich sebenernya maunya dia?
    ouch kapan yw bersatunya?
    ayolah, udah gak sabar tahu!
    ditunggu segera next chap, thank!

    Like

  10. Ternyata seperti itu masa lalu keluarga Wonppa dan Yoona eonni. Sebenarnya Yoona eonni dan Wonppa masih saling mencintai tapi diantara mereka masih ada balas dendam.
    Semoga mereka berdua bisa bersatu.

    Like

  11. Sebelumnya mau minta maaf baru baca, baca ff ini nyesek banget thor please happy ending buat yoonwon ya thor.penasaran apa yoona unnie akan ninggalin siwon buat nurutin kata2 yuri unnie

    Like

  12. Ga tau kenapa tapi aku ga suka yuri apaan lagi pake acara misahin yoona dan siwon..
    Yoona juga ga bisa apa liat ketulusan siwon sedikit aja jangan terlalu burut ama kkny..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s