[FF] Sorry (The Truth) – 6

Sorry 1

Main Cast:
Im Yoona
Choi Siwon
Oh Sehun
Other Cast:
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
U-Know Yunho
Park Bo Gum
Author :
Pitri Lupy
Genre:????
Typo bertebaran hati hati!!!!!
Cerita ini fiksi yang maaf jika kalian semakin bingung saat membacanya hehehe
Happy reading……
Flashback…
Paris, Perancis….
“Suamiku tercinta hari ini kita pergi kemana?”
Suara manja Yoona terdengar saat mereka sedang tiduran di kamar hotel yang beberapa hari lalu mereka tempati. Kini keduanya sedang duduk dengan kursi yang cukup menampung keduanya dengan Yoona yang bersandar langsung di tubuh Siwon. Mereka menikmati pemandangan malam kota Paris yang suasananya romantis, Siwon yang sesekali mengelus dan mencium pucuk kepala Yoona dengan penuh kasih sayang.
“Kemanapun kau ingin pergi dan apapun yang ingin kau lakukan , kita akan melakukan semuanya sayang.”
Yoona yang mendengar hal itu tersenyum cerah dan dengan cepat mengecup bibir Siwon dan setelahnya memeluk Siwon erat yang membuat Siwon tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipinya.
Keesokan paginya…
Yoona yang kini telah bersiap dengan gaya kesualnya, kaos putih yang di tambah blezer  merah muda dengan celana pendek di atas lututnya  dan sebuah tas di bahu kirinya juga sepatu ketz putih yang terlihat cocok di kakinya. (Bayangin aja pas Yoona pake baju  sama pas dia dan member lain ke osaka buat sm town kemaren heheh)
Sementara itu Siwon juga memakai gaya yang juga kesual yang terlihat cocok dengan Yoona. Sebuah kaos biru yang membuat otot lengannya terlihat jelas di tambah celana jins putih juga kets hitam menghiasi kakinya.(kalo Siwon ini yang pas di strong heart dulu banget tapi ini bakal cocok apa ga aku juga bingung hehe)
“Kajja!!”
Dengan riang dan senyum cerah di wajah Yoona dan Siwon langsung berangkat menuju tempat yang di inginkan Yoona yaitu Wonderland dengan mobil sport yang terbaru yang di belikan ayah Siwon. (Apa di Paris ada wonderland?????? Ga tau aku ga pernah kesana sih hehe))
“Ooopppa…”
Mereka kini berada di dalam mobil dengan Yoona yang menyenderkan kepalanya pada bahu Siwon yang kini sedang fokus menyetir tapi dengan satu tangan menggenggam tangan Yoona dengan laju mobil yang cukup pelan. Yoona yang tadinya terdiam tiba tiba merengek dengan aegyonya pada Siwon dan Siwon yang mendengarnya tersenyum senang dan juga gemas mendengarnya.
“Oppa .”
“Ada apa hum?”
“Uhm bagaimana kalau kita sarapan dulu?”
“Lagi?”
Siwon menoleh sebentar kearah Yoona yang terlihat menggangguk menjawab pertanyaan Siwon. (Maaf jika bahasa aneh)
“Baiklah untuk isteriku tercinta kita akan cari restoran yang cocok buat kita sarapan hum?”
Dengan antusias Yoona menggangguk dan memeluk erat Siwon dan di balas Siwon dengan mengecup pucuk kepala Yoona sayang.
Setelah acara sarapan lagi? Keduanya kini tengah berada di sebuah wonderland yang sangat terkenal di Paris. Wajah ceria dan senyum menawannya tak pernah lepas dari wajah cantik Yoona setelah menaiki beberapa wahana yang cukup menantang dan hal itu membuat Siwon ikut tersenyum senang dengan menampakan senyum di wajahnya yang membuat lesung pipi nya terlihat. Mereka berdua bergandengan mesra seperti tak ingin terlepas satu sama lain dan melihat kemesraan keduanya membuat beberapa pengunjung lain yang melewati keduanya terlihat iri terhadap keduanya.
“Suamiku sayang aku mau ice cream boleh?”
Yoona bertanya dengan memandang Siwon dengan mata innocentnya dan siapapun yang melihatnya tak akan bisa menolak permintaannya apalagi Siwon yang tanpa ragu mengecup bibir Yoona sebagai jawabannya dan karena hal itu membuat Yoona menunduk malu karena beberapa saat pengunjung lain melihat ke arah mereka.
“Hei kenapa menunduk begitu hum ?”
Siwon yang sebenarnya tahu alasannya mencoba menggoda Yoona,mengangkat wajah Yoona dan menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan hal itu membuat kedua pipi Yoona semakin merona dengan segera Yoona memeluk Siwon dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Siwon.
“Aigo.. kau kenapa sayang? Lihatlah sekarang banyak orang yang memperhatikan kita.”
Siwon kembali menggoda Yoona yang di iringi kekehan setelahnya.
“Ish lebih baik kita pergi sekarang aku malu mereka memperhatikan kita.”
Yoona semakin menenggelamkan mukanya di dada Siwon.
“Baiklah ayo kita beli ice creamnya. Tapi lepas dulu pelukannya hum?”
Bukannya melepaskan Yoona malah semakin erat memeluk Siwon.
“Tidak mau,ayolah Oppa kita pergi ya?”
Wajah Yoona sedikit mendongkak keatas untuk melihat wajah Siwon. Wajah Yoona terlihat sangat menggemaskan di mata Siwon karena ia memperlihatkan aegyo andalannya.
“Baiklah tapi dengan 1 syarat.”
Wajah Yoona sedikit cemberut tapi setelah itu ia mengecup kilat bibir Siwon karena Yoona tahu apa yang diinginkan Siwon.
Senyum Siwon semakin mengembang dan Yoona semakin menenggelamkan wajahnya.
“Palli.”
“Arraseo kajja.”
Akhirnya mereka menuju stand(?) penjual ice cream dengan Yoona yang kini berjalan di samping Siwon tapi tetap menyembunyikan wajahnya.
Setelah membeli ice cream mereka kini duduk di salah satu bangku yang berada di tempat itu. Yoona terlihat terfokus menghabiskan ice creamnya seperti anak kecil yang membuat Siwon sedikit tercueki  tapi bukannya kesal Siwon malah tersenyum melihat tingkah Yoona.
“Isteriku sayang pelan pelan makan ice creamnya hum,tidak akan ada yang merebutnya darimu sayang.”
Siwon mengambil sapu tangannya dan membalikan wajah Yoona untuk menghadapnya dan setelahnya menghapus ice cream yang tersisa di sekitar mulut Yoona hati hati. Dan perlakuan itu membuat Yoona mematung dengan debaran jantung yang berdetak kencang juga membuat rona merah di pipinya.
“Aigoo kyeopta.”
Siwon mencubit pelan pipi merona Yoona dengan kedua tangannya.
“Appo.”
Yoona melepaskan tangan Siwon dan mengerucutkan bibirnya,merajuk.
“Odie appo?”
Siwon bertanya pura pura tak tahu  dengan mencoba mencari apa yang Yoona maksudkan.
“Aishh oppa..”
Yoona semakin mengerucutkan bibirnya kesal.
“Arasso,mianhae hum?”
“Sebagi hukumanya kita harus naik wahana yang paling aku inginkan disini,otte?”
Wajah Siwon sedikit berubah mendengar permintaan Yoona karena ia tahu apa yang akan di naiki Yoona karena dulu saat mereka pacaran Yoona pernah bilang ia sangat ingin naik wahana favoritnya bersama Siwon.
“Bu bukan roler…costerkan sayang?”
Siwon bertanya gugup berharap pemikirannya salah.
“Ani.”
Wajah Siwon seketika sumringah mendengarnya.
“Tidak sekarang maksudnya karena aku mau hotdog itu dulu setelahnya kita naik rolercoster sama sama hum?”
Dan detik selanjutnya wajah Siwon terlihat pucat karena sebenarnya Siwon sangat takut menaiki wahana itu. Dan Yoona yang menyadari wajah Siwon yang memucat terlihat khawatir karena yang ia tahu Siwon terlihat baik dan sehat sesaat lalu.
“Sayang kamu sakit? Kalo begitu kita pulang sekarang ya,kita istirahat saja di hotel.”
“Tidak sayang, oppa baik baik saja. Kajja.”
Siwon mencoba menarik tangan Yoona menuju penjual hotdog yang di tunjuk Yoona tadi tapi Yoona tetap terdiam di tempat membuat Siwon berhenti dan menoleh ke arah Yoona.
“Sayang ada apa?”
“Apa oppa sakit?”
Wajah khawatir Yoona masih terlihat membuat Siwon merasa bersalah.
“Aniya sayang,oppa baik baik saja hum jadi ayo katanya mau makan hotdog.”
“Ani. Kita tak jadi makannya kita pulang saja kehotel karena oppa harus istirahat.”
Yoona tetap kekeh pada pendiriannya karena ia takut Siwon sakit.
“Baiklah isteriku tercinta kita pulang hum?”
Yoona dengan segera mengangguk dan dengan begitu mereka berdua kembali ke hotel.
Hari telah malam saat mereka tiba di hotel.Setelah mereka sampai Yoona langsung menyuruh Siwon berbaring dan menyelimutnya dan segera keluar mencari obat dan bubur untuk di makan Siwon.
Secepatnya Yoona kembali dengan membawa nampan di tangannya yang beriisikan bubur dan obat. Dan mendekat ke arah Siwon dan Siwon mencoba bangkit dari tidurnya yang langsung Yoona bantu.
“Sayang aku tak apa apa.”
“Bagaimana yang tidak kalau wajahmu tadi tiba tiba pucat hum?”
Kekhawatiran jelas di tunjukan di wajah cantik Yoona. Siwon merasa bersalah karena itu,dan dengan segera ia menggengam kedua tangan Yoona yang duduk di sampingnya hingga menoleh menatap wajah Siwon
“Hey sayang oppa tidak apa apa tadi itu… hanya….aku… tak bisa….”
“Ada apa oppa apa ada yang….”
Ucapan Yoona langsung terpotong saat dengan cepat Siwon mengecup bibirnya.
“Isteriku sayang sebenarnya suamimu ini ….ah tapi jika aku bilang jangan di tertawakan oke?”
Yoona yang sangat penasaran hanya menganggukan kepalanya. Siwon sedikit menghela napas pelan dan mengeratkan genggamannya pada tangan Yoona.
“Aku …takut…naik roler coster.”
………
Tak ada jawaban apapun dari Yoona dan itu membuat Siwon bingung dalam benaknya bermunculan fikiran negatif tentang hal ini tapi tak lama pikiran itu hilang karena sepertinya Yoona telah sadar dan kini tertawa terbahak mendengarnya,membuat Siwon senang tapi pura pura kesal melihat reaksi Yoona.
Melihat wajah Siwon terlihat kesal dengan segera Yoona menghentikan tawanya.
“Maaf oppa aku tak bermaksud menertawakannya tapi ini sangat lucu mendengarnya hahaha….maaf.”
Siwon memasang wajah yang terlihat semakin kesal tetapi sesungguhnya ia hanya mengerjai isterinya saja .
“Oppa maafkan aku hum?…ah begini sebagai gantinya aku akan melakukan apapun yang oppa inginkan otte?”
Yoona membunjuk Siwon dengan sedikit menambahkan aegyonya agar Siwon luluh. Dan Siwon tentu saja langsung luluh apa lagi mendengar kata “melakukan apapun” keinginnya langsung terlihat seringai di wajah Siwon yang membuat Yoona yang melihat nya gugup.
“Apapun hum?”
“O oh tapi tidak yang macam macam oke?”
“Ini gak macam macam kok hanya 2 macam.”
Seringai di wajah Siwon semakin terlihat mengerikan bagi Yoona.
“Pertama tama mendekatlah kesini.”
Yoona yang tak bisa menolak mendekat dengan gugup.
“Dan ini….”
Dan seperti perkiraan Yoona sebelumnya ini akan menjadi malam mereka yang panjang walaupun pada awalnya Yoona masih gugup saat melakukan hal intim ini dengan Siwon.
Pagi yang cerah menyapa kedua insan yang masih terbaring dalam tidur nyenyak mereka. Tak lama setelahnya sang pria yang tak lain Siwon membuka matanya perlahan, ia tersenyum mendapati sang isteri Yoona masih terlelap dalam tidurnya tapi karena hari ini ia mempunyai rencana untuk menebus kesalahannya kemarin ia mencoba membangunkan Yoona.
“Sayangku ayo bangun.”
Siwon mencoba membangunkan dengan mengecup kedua mata Yoona. Tapi Yoona masih tak bergerak dengan ulahnya itu.
“Isteriku tercinta ayo bangun hum….”
Sekali lagi Siwon mencium Yoona di keningnya dan hal ini cukup berhasil karena Yoona menggeliat dalam tidurnya walau masih menutup matanya.
“Op…pa biarkan aku tidur sebentar lagi hum?”
Siwon yang kasihan melihat Yoona terlihat kelelahan, menyerah dan membiarkannya tetap tidur.
“Arasso kalau begitu aku mandi dulu ya. Tapi beri aku morning kiss dulu otte?”
Yoona hanya menurut membuka sedikit matanya dan mengecup bibir Yoona yang langsung kembali tertidur. Setelahnya Siwon bangkit dan memakai bajunya dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Beberapa saat setelah Siwon mandi ia keluar hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain. Tapi saat ia keluar ia melihat Yoona telah bangun dan berpakaian sambil memegangi handphonenya di dekat telinganya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Siwon yang melihatnya sangat kaget dan langsung menghampiri Yoona.
“Sayang ada apa? Kenapa kau menagis seperti ini hum?”
Kekhawatiran jelas tergambar dari wajah Siwon yang sedang menatap wajah Yoona dan sesekali menghapus air matanya yang turun dengan kedua tangannya. Dan Yoona menyadari kekhawatiran Siwon segera menghapus air matanya dan memeluk erat Siwon.
“Aku tidak apa apa.”
Setelah itu Yoona melepas pelukannya,mengusap air mata yang ada di wajahnya dan menatap Siwon.
“Bisakah kita kembali ke Seoul sekarang juga? Kumohon..”
“O o oh baiklah kita kembali sekarang.”
“Gomawo oppa gomawo.”
Akhirnya mereka kembali ke Seoul dengan jet pribadi milik keluarganya. Dan sesampainya di Seoul, Yoona yang terlihat terburu meminta izin pada Siwon untuk pergi dan dengan terpaksa Siwon mengijinkannya setelah Yoona berjanji akan cepat kembali dan menceritakan apa yang terjadi.
Flashback off
“Yoona-a apakah kau benar benar sudah melupakan kenangan kita dan juga cinta kita?”
Siwon kini terduduk sendiri di ruang tamu rumah yang dulu ia tinggali bersama Yoona sambil memandangi figura foto dirinya dan Yoona sat di Paris dulu.
Dan saat ia berkeliling melihat setiap ruangan kenangan itu datang.
Dapur
“Tara…. nasi goreng kimchi dan telor smile karya chef Yoona.” Yoona menunjukan hasil masakannya dengan senyum cerah pada Siwon.
Saat itu pertama kalinya Yoona memasak untuknya walaupun saat itu ia baru belajar memasak dan rasanya memang kurang tapi Siwon tetap menghabiskannya.
Dan saat Siwon mengingatnya senyum sedikit terlihat di wajahnya.
“Hum oppa sangat merindukan masakanmu Yoona-a.”
Siwon berkata saat ia melihat figura besar yang segaja ia dan Yoona pajang di tengah tengah ruang tamu mereka.
Siwon berdiri dan berjalan mengelilingi setiap ruangan di rumah itu.
Ruang tamu
Siwon tiba tiba menutup mata Yoona dari belakang saat Yoona terlihat serius menonton drama kesukaannya.
“Aissshhhh oppa lepas aku sedang menonton.”
“Arraso.”
Suara kesal Yoona terdengar yang membuat Siwon terkikik mendengarnya. Dan Siwon pun melepaskan tangannya dan duduk di samping Yoona yang langsung di sambut Yoona merangkul tangannya dan menyenderkan kepalanya
Langkah Siwon terus berjalan menikmati dan mengenang kenangannya dan Yoona.
Ruang baca yang hanya tertutup rak buku dari ruang tamu.
Siwon yang sedang serius membaca di ruangan itu tak menyadari Yoona yang tiba tiba datang dengan wajah kesalnya.
“YAH CHOI SIWON KENAPA KAU MASIH SAJA MEMBACA HAH.”
Suara Yoona mengagetkan Siwon yang langsung menutup buku dan mengusap dadanya.
“Astaga sayang ada apa kenapa kau berteriak seperti itu sayang?”
Siwon yang melihat wajah Yoona yang terlihat kesal langsung mendekat kearah Yoona yang di sambut wajah mengerikan dan tangan yang di silangkannya di dadanya.
“Wae?”
“Jam berapa sekarang?”
Ekspresi Yoona tak berubah sedikit pun walupun Siwon sudah menurunkan tanggannnya dan menggenggamnya.
“Ini masih jam….”
Siwon sepertinya mulai menyadari kesalahannya saat ia melirik ke arah arloji di tangannya hadiah dari Yoona.
“Mianhae Yoona-a tadi oppa terlalu terbawa jadinya seperti ini hum mianhae?”
Yoona menghela nafas setelah mendengar permintaan maaf Siwon.
“Arrasso tapi…..oppa tetap harus dapat hukuman.”
“Hukuman ?”
Wajah bingung menghias di wajah Siwon.
“Ne. Sekarang oppa ikut aku.”
“Odie?”
Tanpa menjawab Yoona berjalan menuju kamar mereka dan Siwon yang melihatnya mengeluarkan evil smirk nya.
Siwon mencoba mengikuti bayangannya dulu menuju kamar utama di rumah itu.
Kamar utama
“Yah sayang apa yang kamu lakukan?”
Siwon yang menerima hukuman kini memakai baju aneh yang entah dari mana asalnya. Yoona yang melihatnya mencoba menahan tawanya dan memasang ekspresi kesalnya sebisa mungkin.
“Ini hukuman jadi tidak ada protes atau oppa mau tidur diluar selama seminggu hum?”
Mendengar ancaman Yoona mata Siwon melebar seketika.
“MWO? Andweyo oh oppa akan melakukan apapun untukmu oh?”
“Kalau begitu oppa harus menari sekarang.”
“Me menari?”
“Hum ayo mulai.”
Yoona memutarkan music yang telah ia pilihkan sebelumnya yaitu Cheer Up- Twice.(maaf nih kalo ada yang ga suka dengan pemilihan lagu ini author cuma bayangin gimana cutenya Siwon Oppa dance lagu ini,ga ada maksud lain kok)
“Yoona-a oppa tak bisa,bagaimana kalau…..”
“Mulai atau…..”
Mendengar nada ancaman Yoona mau tak mau Siwon melakukannya dan seketika itu  tawa Yoona meledak.
Siwon yang mengingat hal itu tersenyum tipis.
“Andai waktu itu bisa kurasakan kembali bersamamu Yoona-a aku akan melakukan hal itu berjuta kali untukmu untuk melihat tawamu menghiasi hariku untuk melihat wajah bahagiamu setiap harinya Yoona-a. Saranghae Im Yoona.”
Wajah Siwon terlihat mencoba menyembunyikan kesedihannya mendapati apa yang ia harapkan berbeda
dengan kenyatan yang ada.
Dua hari setelah Yuri keluar dari penjara Yoona menjadi adik yang sangat perhatian kepada sang kakak dan menuruti apapun keinginan sang kakak seperti hari ini ia disuruh membeli baju untuk ia kenakan saat pertungaannnya bersama Sehun yang telah di tetapkan 2 Hari lagi. Walaupun pada awalnya sang kakak ingin ia langsung menikah dengan Sehun tapi dengan usahanya membujuk dan meyakinkan sang kakak dan juga Sehun untuk bertunangan terlebih dahulu. Ya walupun tak seluruhnya sesuai keinginan karena ada beberapa syarat yang harus di penuhi Yoona seperti hal nya sekarang.
Sekarang ia sang kakak Yuri juga Tiffany berada di butik yang cukup terkenal memilih gaun yang cocok untuknya.
Stelah beberapa kali mencoba gaun yang di pilihkan sang kakak dan Tiffany tentunya kini Yoona memakai gaun terakhir yang di pilihnya.
(Bayangin aja pas Yoona oenni jadi guest di acara tiongkok “Are you normal”)
Saat Yoona keluar ruang ganti mata Yuri dan Tiffany tak berkedip melihat penampilan Yoona yang sangat cantik walaupun hanya memakai gaun putih sederhana yang membuatnya sangat amat cantik.
“Wow Yoona-a kau sangat sangat cantik aku yakin Sehun makin kleper kleper padamu.”
Komentar Tiffany di sertai tepuk tangannnya dan senyum indahnya yang membuat Yoona tersenyum walau masih terlihat terpaksakan saat mendengar semua ini akan di tunjukannya pada Sehun. Yuri yang menyadari itu mendekat dengan kursi  rodanya dan menggenggam tangan Yoona dengan kedua tangannya.
“Kau sangat cantik Yoona-a oenni jadi tak sabar melihatmu berdampingan dengan Sehun nantinya ku yakin dia tak akan meninggalkanmu.”
Yoona menampakan senyum palsunya kembali dan menggenggam balik tangan Yuri.
“Gomawo oenni-a.”
“Nona Park kami ambil yang ini ya.”
Setelah membeli gaun kini mereka pergi jalan jalan di sebuah taman tak jauh dari butik.
“Wah ternyata taman ini indah sekali…”
Tiffany berjalan dengan ceria mengitari taman yang di tumbuhi beberapa bunga dengan rumput hijau yang cukup luas.
Sementara Yoona berada di belakang kursi roda mendorong sang kakak dan mendekati salah satu bangku atas keinginan Yuri.
“Sudahlah Yoona-a jangan mendorong terus lebih baik sekarang kau duduk hum istirahat.”
Yuri menghentikan kursi rodanya dengan menahan rodanya.
“Gwenchana oenni-a.”
Yoona berniat mendorong kembali kursi rodanya tapi di tahan oleh Yuri.
“Yoona-a oenni cape dan oenni rasa kau juga cape jadi istirahat saja disini biarkan saja Tiffany dia akan kembali kau tahu kita tidak ada hum.”
Keheningan melanda keduanya dan hal ini membuat keduanya juga merasa tak nyaman dan merasa aneh karena walau bagaimanpun selama mereka bersaudara dan jauh satu sama lain mereka masih bisa akrab tapi kini suasana menjadi aneh karena masalah yang cukup rumit.
“Yoona-a”
Yuri yang tak tahan memecah keheningan dan menatap wajah Yoona.
“Ada apa oenni? Apa oenni butuh sesuatu?”
“Aniya Yoona-a,oenni minta maaf padamu tentang ini,oenni lakukan ini untuk kebaikanmu dan kita dan juga kurasa Sehun adalah pria yang bisa menjagamu jika oenni pergi. Jadi Yoona-a cobalah sedikit membuka hatimu untuk Sehun hum oenni akan sangat senang jika kau mau melakukannya.”
Yuri menggenggam tangan Yoona erat ia melihat kini mata Yoona berair setelah mendengar permintaannya tadi. Yoona hanya diam tak bisa menjawab Yuri.
Dan tiba tiba Tiffany datang dengan Sehun yang mengikutinya dari belakang.
Tiffany kaget saat melihat Yoona yang terlihat berkaca kaca dan saat keduanya melihat Tiffany dengan segera Yoona menghapus air matanya.
“Yoona-a waegerae?”
“Gwencana oenni tadi aku kelilipan bulu mata yakan Yuri oenni?”
Yuri hanya mengangguk dan tersenyum masam.
“Kajja kita pulang langit mulai mendung aku tak mau kalian kehujanan dan sakit oke?”
Sehun memecah kecanggungan di antara ketiga wanita di depannya.
“Oh kajja.”
Mereka pun berjalan menuju parkiran yang cukup jauh di seberang taman. Tiffany yang berinisiatif dengan cepat mendorong kursi roda Yuri dan membuat dirinya dan Yuri tertinggal beberapa jarak dari Yoona dan Sehun yang berjalan di depan mereka dalam diam.
“Em Yoona-a?”
Sehun mencoba memecah keheningan dan kecanggungan yang tercipta di antara keduanya karena sejak Yuri menyatakan perjodohan keduanya Yoona terlihat tak nyaman berada di dekat Sehun dan hal itu membuat Sehun merasa sedih.
“Humm.”
Tanpa menolehkan wajahnya kearah Sehun,Yoona hanya menjawab Sehun seadanya.
“Mianhae.”
Dan kata itu membuat Yoona terhenti dan menatap wajah Sehun.
“Apa maksudmu?”
“Mian atas semua ini dan bukannya aku tak menghargai dan mengerti perasaanmu sekarang tapi kumohon Yoona-a cobalah menerima dan membuka kembali hatimu untukku seperti saat dulu sebelum ia datang Yoona-a.”
Yoona berbalik dan kembali berjalan sambil menundukan wajahnya. Sehun mencoba mengejar Yoona dan dengan segera mengenggam kedua tangan Yoona yang membuat Yoona terhenti lagi dengan wajah kagetnya dengan keberanian Sehun.
“Ku mohon Yoona-a beri aku kesempatan untuk membuka kembali hatimu untukku.”
Tanpa berkata kembali Yoona berbalik berjalan dan membiarkan Sehun menggengam tangannya dan hal ini membuat sedikit senyum tergambar di wajah Sehun dan mengikuti Yoona.
Tanpa mereka sadari senyum senang tergambar di wajah Yuri dan Tiffany walauada sedikit kegetiran. Tanpa di sadari siapapun tak jauh dari sana di dalam sebuah mobil BMW hitam ada seseorang yang sedang memperhatikan keempatnya yang tak lain adalah Siwon. Siwon melihat Yoona dan seorang pria bergandengan tangan mendekati sebuah mobil yang di susul dua orang wanita di belakangnya. Siwon memperhatikan gerak gerik Yoona sampai ia masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu.
“Jadi benar jika kau telah melupakan segala tentang kita Yoona-a? Apakah memang tak akan ada lagi kesempatan untukku dan kita Yoona-a?”
To Be Continue
Maaf jika kelamaan updatenya…..
Dan kalo kalian masih bingung aku juga sama bingung gimana akhirnya mau sad ending ato happy ending?, mau tambah konflik ato langsung tamat?.
Dan kalian tenang aja karena ini adalah ff Yoonwon jadi pasti akhirnya akan bersama tapi entah dalam keadaan apa?,
Dan jika mau tambah Yoonwon momentnya aku bingung soalnya di otak ku kurang untuk berfikir sesuatu yang romantis.
Dan soal tata bahasa ato pemilihan bahasa yang jelas maaf kayaknya aku ga bisa rubah soalnya udah nyaman dengan bahasa seperti itu.maaf jika bikin bingung
Thanks buat yang mau baca apalagi komen tapi maaf kalo ga bisa di jawab semua pertanyannya.
Semoga masih ada yang nunggu kelanjutannya
Dan buat lanjutannya TBC/END?????
di GEMBOK ATO JANGAN???????
Advertisements

21 thoughts on “[FF] Sorry (The Truth) – 6

  1. flashbacknya yoonwon bahagia banget
    tpi koq masalahnya makin rumit aja
    moga2 bsa cepet slesai n yoonwon bsa bersama lagi
    ditunggu lanjutannya ya thor

    Like

  2. Makin rumit aja hub yoonwon nya.. happy ending dong… kcian dari awal certa sedih truz masa end juga sedih cie…
    yg egois itu yuri.. low yuri ngerestuin yoonwon pasty yoona blik lgi ma wonpa…

    Like

  3. Yoona menerima pertunangan dengan sehun karna nurut sama kakaknya aja tapi dr lubuk hati yg paling dalam masih mencintai siwon….ditunggu nextnya…..

    Like

  4. Kyaaaa,,,d lnjut juga….
    Aq suka sweet moment nya yoon won …..yoona memang adik yng penurut yach saking nurut nya dia sampai menghianati perasaan nya sendiri…
    Semoga happy ending ….
    Aq tunggu klanjutan nya….

    Like

  5. yuri egois, walaupun tujuannya baik tapi setidaknya dia jg harus mempertimbangkan gimana perasaan yoona..
    siwon jangan nyerah buat dapatin yoona lagi

    Like

  6. Ishhhh makin rumit ajach hubungan yoonwon
    Apalagi dengan sikap yoona yg sekarang dan pemikiran siwon tentang yoona sekarang akan semakin sulit buat mereka bersama 😦
    Kenapa juga sich dari semua permintaan yg yuri hal ini tidak bisa ditolak, bingung mau salahin siapa dua – duanya punya cara berpikir yg berbeda walaupun tahu pilihan itu, pilihan yg paling menyakitkan 😦
    Berharap secepatnya hubungan yoonwon bisa kembali baik
    Ditunggu lanjutannya
    Fightinggg 🙂

    Like

  7. waktu baca bagian flasback yw bahagia. tapi setelah flasback rasanya nyesek banget.
    yuri, kalo emang kamu mikirin kebaikan dan kebahagian yoona mestinya kamu nggak egois gitu. maksain yoona ma sehun. padahal udah jelas kalo hatinya yoona ada pada siwon. dan kenapa semua orang bersikap egois????

    moga semua berakhir bahagia. ditunggu kelanjutannya.

    Like

  8. flashbacknya bikin baper banget 😭
    yoona mh hebat, rela nyekitin perasaannya sendiri demi kakaknya 👍
    semoga yoona dapat membuka hatinya untuk sehun (eh jangan deh kasian siwon oppa nya 💔)

    Like

  9. Baca bagian flashback nya bikin senyum-senyum sendiri, Yoona eonni manja banget dan Wonppa selalu nurutin semua kemauan Yoona eonni.
    Semoga Yoona eonni gak jadi tunangan sama Sehun dan Yuri mengijinkan Yoona eonni untuk kembali lagi dengan Wonppa.

    Like

  10. Au ah sebel aku perasaan siwon dibuat menderita amat yoona juga apaan nurut banget terus aja gitu sakitin siwon gue bawa kabur siwon baru tau rasa lo..😡

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s