[FF] The Name I Loved – 3

the name i loved2

Title : The Name I Loved

Author : Choi zuazua/choizuazua

Cast : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast : Kwon Yuri, Ny.Im, Tiffany Hwang

Genre : Romance, Angst, Sad, Family, Frienship

Rating : 16+

Poster : Berta yoonwonited/xoloveyoonwon

Warning !

Hanya sebuah imajinasi yg ku tuangkan dalam goresan tanganku, so don’t copy paste tanpa minta ijin, setidaknya hargailah sebuah karya yg kau nikmati !

Part 3

Monggo dibaca..

#bismillah..

****

Z
.
.
.

Suara alaram terdengar meraung-raung dalam sebuah kamar, dimana sang penghuni tersebut masih menikmati tidur nyenyaknya. Saling berpelukan berbagi kenyamanan.

Satu siluet berhasil terjaga berkat suara keras itu. Berkat rasa enggan untuk bangun, satu siluet itu membenahi letak posisinya.

Satu detik.. Ia berhasil menemukan kembali posisi nyamannya..

Dua detik.. Tangannya memeluk erat guling itu..

Tiga detik.. Dahinya mengernyit, manakala guling yang biasa ia peluk rasanya lebih keras..

Empat detik.. Matanya terbuka sempurna..

“KYAAAAAAAAAAAAA…!” ia berteriak keras, benar-benar terkejut!

Teriakan yang melebihi kerasnya alaram itu membangunkan satu siluet lagi yang juga berada dikamar tersebut. Oh.. Tidak ! Bukan hanya satu siluet itu saja yang tebangun, Yuri dan ibunya tergopoh-gopoh menghampiri kamarnya.

Situasi dikamar itu berubah menjadi menjengkelkan bagi Siwon. Telinganya harus rela berdengung akibat lengkingan suara Yoona, juga dengan tubuhnya harus rela membentur lantai.

“Sambutan pagi yang buruk !” pikirnya kesal.

“B-bagaimana.. Bagaimana kau bisa ada dikamarku ?” tanya Yoona bingung, tanpa sadar ia mengeratkan tangannya pada selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Bayangan-bayangan buruk dengan Siwon menerpanya !

“Mwo ?” Siwon bangun dengan rasa kesalnya, lalu menghampiri Yoona yang sedang duduk setengah tidur dengan wajah bingung bercampur takut.

Di akui Siwon, ia merasa geli melihat cara gadis itu mengeratkan pegangannya pada selimut. Ia berpikir untuk menggodanya !

“Apa..apa yang akan kau lakukan?”

“Aku ? Tentu saja mengulang kejadian semalam.”

“Memangnya kejadian apa ? Apa kita melakukan sesuatu?”

“Sakit sekali mendengar kau melupakannya begitu saja, Yoong.”

Siwon benar-benar calon aktor, terbukti wajah sedihnya a, membuat gadis belia itu semakin menggeliat gelisah.

“Apa kita benar-benar melakukannya seperti halnya didrama?” benaknya bertanya-tanya, namun tak ada satupun ingatan untuk menjawab pertanyaannya.

“Aku tidak mengingat apapun..”bisiknya.

Keduanya masih berada dalam posisi yang terbilang paling intim. Degup jantung mereka beriringan syahdu, saat kedua matanya saling bertemu. Deru nafas beraroma kegugupan kian tak membantu.

Siwon merasakannya lebih parah ! Hatinya tahu cinta menyapanya lebih dekat !

“Yoona-ya, apa kau baik-baik saja di dalam? Unnie mendengarmu berteriak !”

Suara keras Yuri menyentak keras kesadaran sepasang sahabat itu yang sempat terlena dengan pandangan satu sama lain. Karena kepanikan serta kegugupan begitu besar, membuat mereka bertindak bodoh.

Yoona, tanpa pikir panjang menyingkirkan tubuh Siwon begitu kuat, membuat tubuh indah Siwon kembali mendarat dilantai namun naasnya tangan Siwon juga menariknya tak kalah kuat.

BRUKKKKK !

“AWHHhhhhhh…”

“Im Yoona suara apa itu ! Buka pintunya !”

Suara keras Yuri dan suara knop pintu terdengar menakutkan bagi keduanya. Namun juga tak membuat mereka segera beranjak dari posisinya !

Mengapa sepasang sahabat itu masih sempat memandang pintu, lalu memandang satu sama lain saat situasi tak lagi terkondisikan setelah mendengar suara dingin ny. Im ?

“Yuri-ya kenapa kau sepanik ini ? Bukankah hal biasa jika anak itu berbuat onar dirumah ini !”

“Eomma, kenapa kau berbicara seperti itu?” tanya Yuri tak percaya.

“Yoona buka pintunya ! Kau mendengar unnie kan!”lanjutnya tetap bersisikeras membuka knop pintu itu.

“Yuri unnie, aku baik-baik saja. Jangan khawatir !” ucap Yoona cepat.

“Menyingkir dari tubuhku bodoh!” umpat Yoona pelan.

“Apa yang kau katakan.. Bodoh ? Aigoo.. Kau yang berada diatas tubuhku ! Seharusnya kau yang menyingkir !” bisik Siwon kesal.

Dengan malu yoona menyingkir diatas tubuh Siwon.

“Mengapa pagi ini aku sangat bodoh !”

“Yoona ! Apa yang kau lakukan, buka pintunya !”

“Siwon oppa, sembunyi ! Sembunyi !” panik Yoona sambil membangunkan Siwon.

“Dimana?”

“Di Almari ! Ah tidak ! Kamar mandi.. ! Oh…Dibawah sini, oppa..!”

“Mwo ? Kau menyuruhku bersembunyi dibawah sini ?”

Suara bisik mereka samar-samar terdengar.

“Yoona, apa yang kau lakukan ? Apa kau ingin unnie mendobrak pintu ini !”

“Siwon oppa, palliwa !”

“Aku akan membukanya, unni..”

“Yuri jangan berlebihan ! Kau dengar sendiri , anak itu akan membukanya ! Merepotkan saja !”

“Aku perlu melihat adikku, eomma.”

“Kau bisa melihatnya nanti !”

“Adikku bahkan mengaduh, bagaimana bisa eomma menyuruhku melihatnya nanti !”

Ny. Im diliputi kemarahan lagi, selalu jika berhubungan dengan Yoona, ibu dua anak itu mudah sekali terpancing emosinya. Hingga menyuruh kepala pelayan mendobrak pintu itu.

Bersamaan pintu yang terbuka, akhirnya Siwon berhasil bersembunyi. Yoona terengah-engah, setelah membantu Siwon bersembunyi.

“Yoona.. Gwaenchana ?” Yuri menghampirinya cemas.

“Gwaenchana unnie..”

“Tapi kau berkeringat,Yoong. Unnie juga mendengarmu mengaduh ?”

“Emm.. Itu, itu karena aku bermimpi buruk. Lalu aku terjatuh dari ranjang..”

Yoona menunduk merasa bersalah, telah membohongi kakaknya. Meskipun ia tak sepenuhnya berbohong. Tangannya bergerak gelisah, takut-takut ibunya tahu.

“Apa kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Ny. Im curiga dengan tatapan tajamnya.

“Tidak, eomma..” jawab Yoona pelan.

“Lalu apa ini ? Ini bukan milikmu ! Kau berani menyusupkan lelaki dikamarmu !” hardik ny. Im sambil menunjuk tas ransel milik Siwon.

“Eomma, cukup..” mohon Yuri ketika melihat adiknya ketakutan.

“Jawab aku ! Mengapa kau berubah bisu sekarang ! Kau pasti melakukan kesalahan lagi ! Dasar anak sialan tak berguna !”

Kemarahan ny. Im sukses mengalirkan airmata putri bungsunya. Gadis belia itu kembali jatuh pada jurang kesakitan yang digali sendiri oleh ibunya.

Tidakkah cukup menyebut dirinya dengan anak sialan ?
Sekarang dirinya bahkan dianggap TAK BERGUNA oleh ibunya !

“Kepala pelayan periksa kamar ini! Aku tahu anak sia-..”

“Eomma, apa yang aku lakukan bahkan selalu salah dimatamu ! Apa aku harus menjawab, jika akhirnya pun sama ! Bahwa tidak ada satupun kebenaran dalam diriku dimata eomma !”

Ny. Im terserantak mendengarnya, ucapan lirih Yoona bagaikan sebuah senapan yang menembak tempat ulu hatinya. Baru kali ini pula Yoona berani memotong ucapannya !

“K-kau..!”

“Maafkan aku, eomma..” potong Yoona sekali lagi. Dengan berani ia menatap mata ibunya, yang jelas dapat ia ketahui adanya ketidakpercayaan.

Sedangkan ny. Im melihat sangat jelas betapa besar luka kesakitan putri bungsunya. Mendadak perasaan tak enak melingkupi benaknya. Dalam benaknya bisa merasakan kesakitan itu selama matanya bertemu pandang dengan mata redup putri bungsunya, sampai ia harus memalingkan wajahnya cepat. Tak ingin lama-lama jatuh pada putri bungsu yang selama ini ia anggap sialan.

Benar-benar pengecut ! Takut mengakui bahwa sesunggunya ia sudah kalah !

Airmata Yoona sukses keluar, hatinya nyeri tak terhingga, mengetahui ibunya enggan menatapnya berlama-lama.

Sebegitu burukkah aku, eomma ?
Buru-buru ia menghapus airmatanya.

“Aku tidak apa-apa, aku sudah merasa lebih baik. Ya, aku akan ke kamar mandi sekarang, Yuri unnie lekaslah mandi..”

Walaupun hatinya nyeri akan penolakan ibunya, Yoona masih saja menyempatkan diri menatap ibunya melalui ekor matanya. Berharap ibunya mau meliriknya, hanya melirik tidak untuk menatap. Namun tetap saja harapannya selalu berakhir menambah luas luka dalam hatinya.

Dengan membawa perasaan tak enak yang membuat benaknya gelisah, ny. Im meninggalkan kamar itu cepat. Ucapan Yoona terngiang ditelinganya, bagaikan sebuah lagu ballad yang berhasil menyayat hatinya.

“Eomma, apa yang aku lakukan bahkan selalu salah dimatamu ! Apa aku harus menjawab, jika akhirnya pun sama ! Bahwa tidak ada satupun kebenaran dalam diriku dimata eomma !”

Ny. Im menangis, menangisi sesuatu yang tak ia mengerti. Perasaan gelisah dan ucapan parau putri bungsunya membuat perasaannya menjadi sekarat. Rasanya bahkan lebih menyakitkan, ketika sang suami tercinta pergi untuk selama-lamanya.

Ny. Im benci menjadi lemah seperti itu, ia benci harus menangis kembali setelah sekian lama tak menangis semenjak kematian suaminya. Ya, hal terakhir yang membuatnya menangis adalah ketika peti mati suaminya dimasukkan dalam liang lahat. Dan hanya karena benar-benar melihat tepat pada mata Yoona, serta mendengar ucapan parau Yoona, ia kembali menangis.

Anak sialan itu benar-benar merusak pertahanannya selama ini, ny. Im mengutuk itu ! Ia benci, harus kalah dengan perasaannya !

Sebesar-besarnya gunung didunia ini, tidak ada yang bisa menandingi besarnya ego ny. Im !

*

“Keluarlah Siwon ! Sebelum aku menarik kepalamu !” suruh Yuri ketika situasi sudah aman.

“Selamat pagi noona..” sapa Siwon penuh ceria.

“Tidak usah basa-basi, apa yang kau lakukan dikamar adikku sepagi ini ?”

“Terjatuh bersama dilantai, bukankah itu sangat manis..”

“Jawab yang jujur Siwon !”

“Aku bersamanya semalaman, tidur bersama, memeluknya, men-..appo..!!”

Yuri memukulnya cukup keras !

“Arraseo, aku merawatnya semalaman noona. Sampai tanpa sadar aku tertidur disampingnya.”

Pukulan Yuri melemah !

“Aku bahkan tidak berpikir sejauh itu.. Aku benar-benar unnie yang buruk untuknya.”

“Jangan merasa bersalah ! Yoona pasti tidak akan menyukainya ! Yuri noona sudah melakukannya dengan baik selama ini..”hibur Siwon.

“Terimakasih untuk selalu ada untuknya, Siwon..”

“Itu sudah tugasku noona, hhh.. Mmm.. aku harus pulang noona. Oh, iya.. Katakan pada Yoona, bahwa aku menunggunya ditempat biasa..”

“Ne, apa tidak apa-apa, kau lewat sini ?”

“Ini bukan hal sulit, noona..” Siwon meluncur kebawah, dengan sebuah tali yang sudah ia ikatkan pada balkon kamar Yoona.

*

Ceklek !

Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Yoona yang hanya memakai handuk kimononya. Matanya tidak menemukan keberadaan Siwon.

“Siwon sudah pulang, dia menunggumu di tempat biasa, Yoongie..”

“Yuri unnie ada apa dengan suaramu?” Yoona mendekat kearah kakaknya.

“Apa semalam sangat sakit?”

Yoona tersenyum menenangkan kakaknya. Ia mengambil tangan Yuri untuk di genggam.

“Yuri unnie lihat sekarang aku baik-baik saja. Jangan khawatir lagi, eoh.”

“Maaf Yoongie, seharusnya unnie memperhatikanmu lebih baik lagi..” Yuri merengkuh tubuh Yoona, seraya menggumamkan kata maafnya.

“Yuri unnie sudah melakukannya selama ini. Jangan minta maaf lagi..”

“Aku menyayangimu..”

keduanya tertawa saat mengatakannya bersamaan. Yuri kembali membawa Yoona dalam pelukannya, lalu mencium kening adiknya penuh sayang.

*

Sebuah jalan kecil yang minim akan cahaya Yoona terus berjalan melewatinya. Meskipun jalan itu sangat buruk, tak semulus paha member Red Velvet. Ia terus melangkahkan kakinya, sekalipun ia harus bertelanjang kaki ia akan tetap melakukannya.

Hidup adalah perjalanan, dimana kita di tuntut harus melangkah terlepas dari jalan yang mudah ataupun sulit demi menggapai apa yang kita inginkan.

Jika belum apa-apa kita sudah berhenti di tempat, kita akan kalah dengan lelah. Mati dengan sia-sia !

Yoona tak ingin berakhir seperti itu, ia percaya semua manusia mempunyai jalan masing-masing..

“Selamat pagi eomma.. Selamat pagi Yuri unnie.. Selamat pagi pelayan..” sapa Yoona riang kepada semua orang yang berada di ruang makan.

Gadis belia berseragam sekolah berada dalam suasana baik, terlepas dari suasana buruk yang menjeratnya satu jam lalu.

“Jika eomma membuatku sedih,  aku harus menyenangkan diriku sendiri !”

Sekiranya itulah yang tertanam kuat dalam kepala Yoona, itulah mengapa ia terlihat baik-baik saja..

Melihat Yuri kakaknya dan para pekerja di rumahnya tersenyum karena sikap riangnya, membawa kebahagiaan kecil untuknya. Dan itu membuatnya senang.

“Pagi juga Yoongie..”

“Selamat pagi juga nona Yoona..” -Semoga hari nona selalu menyenangkan seperti ini.. Do’a yang selalu di panjatkan untuk nona mudanya. Karena mereka tahu betapa besar nona mudanya tersakiti.

“Tidak apa-apa eomma tak membalas sapaanmu, Yoona. Itu hal biasa bukan. Masih ada hari esok !” suara malaikatnya menyemangatinya.

“Kau tidak boleh pergi !” Ny. Im memecah keheningan suasana sarapan mereka.

Yoona menghentikan kunyahannya, Yuri memandang ibunya penuh tanya.

Siapa yang dimaksud ibunya ?
Dirinya atau Yoona ?

Merasa kedua putrinya menuntut penjelasan, ny. Im melanjutkan ucapannya. Ia tak percaya bisa berbicara seperti itu. Ia hanya berpikir untuk menahan anak itu.

Anak itu ialah Yoona..
Mengapa..?
Ny. Im tidak tahu, ia hanya berusaha mengobati perasaannya yang tak nyaman setelah mencuri dengar pembicaraan antara Yuri dengan Siwon mengenai Yoona yang semalaman demam.

Menahan Yoona untuk tak pergi sekolah adalah satu-satunya yang ny. Im pikirkan.

“Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, itulah mengapa aku perlu menghukummu. Setelah ini kembalilah ke kamar !”

“Kenapa eomma ?”

“Kau harus berada disana satu hari ini, dengan kata lain aku tak mengijinkanmu keluar !”

“Tapi.. Eooma, kenapa ?”

“Jangan banyak bertanya, cukup lakukan apa yang aku suruh !”

Yoona menggeleng tak mengerti dengan ibunya. Ia hanya ingin ke sekolah, lalu mengapa kali ini ibunya melarangnya.

“Aku pergi untuk belajar, eomma tidak bisa melarangku untuk itu. Maaf jika aku lancang, tapi hari ini aku ada ujian.”

Percayalah sekejam-kejamnya ny. Im, ia tak mungkin melarang Yoona untuk pergi sekolah. Ia hanya merasa perlu menahan Yoona, agar anak itu bisa beristirahat di kamarnya.

Benarkah ada kekhawatiran akan kondisi putri bungsunya ?

Ny. Im tentu saja akan menyangkalnya, ia hanya tak ingin ada orang sakit di rumahnya !

Benarkah seperti itu ?

Mollayo..
Ny. Im tak mengerti dengan dirinya pagi itu.

“Lakukan apa yang kau inginkan ! AKU TIDAK AKAN PERNAH PEDULI !”

Kebingungan ketara jelas pada wajah Yoona. Ia tidak mengerti mengapa ibunya melarangnya keluar rumah. Jika dilihat sikap ibunya pagi ini sangat berbeda.

Satu..
Ibunya melenggang begitu saja setelah Yoona memotong pembicaraannya. Tak ada teriakan amarah mengenai sikap lancangnya.

Dua..
Ibunya bersikap biasa saja menanggapi sapaan pagi Yoona, tak ada tatapan tajam atau bahkan ucapan dingin setiap dirinya muncul paling akhir dimeja makan.

Tiga..
Ibunya memberikan hukuman yang menurut Yoona tak pernah terfikirkan sebelumnya yaitu dikurung dalam kamar. Perlu diketahui hukuman-hukuman yang ia terima selama ini selalu menguras tenaga bahkan melukai batinnya.

Jinjaa..
Bukankah selama ini ibunya memang tidak pernah peduli dengan dirinya..

“Ada kalanya sesuatu yang sudah aku ketahui tidak perlu diperjelas lagi, itu hanya akan melipatgandakan rasa sakit ini.”

Pengakuan Yoona menyayat hati siapa saja yang mendengar di ruang makan itu. Perlahan suasana berubah kelabu. Atmosfer kesakitan terasa begitu kental. Siapapun disana tidak bisa menolak rasa sakit yang tiba-tiba menyerang.

Benarkah semenyedihkan itu ?

Yoona tertawa pelan, merutukki ucapannya barusan. Sialnya, tawa itu semakin mengiris hati mereka semua !

“Aigoo.. Aku harus pergi sekarang, Siwon oppa pasti sudah menungguku, Yuri unnie tahu kan betapa mengerikannya ketika Siwon oppa mengomel..”

Buru-buru Yoona menandaskan segelas susunya. Itu membuatnya tersedak, kenyataannya ia tak pernah berhasil menyelamatkan dirinya dari rasa sakit itu.

“Uhukkk.. Uhukkkk.. Aku baik-baik saja, Unnie. Jangan khawatirkan apapun tentangku !”

“Kau jelas tidak baik-baik saja, Yoong ! Maafkan unnie..” Yuri bergumam lirih sambil menatap punggung Yoona.

“Aku juga pergi eomma, aku harap eomma tidak baik-baik saja seperti Yoona.”

Yuri meninggalkan ibunya yang masih membeku ditempat !

“Kau benar Yuri-ya, eomma tidak akan bisa baik-baik saja mulai saat ini.” ny. Im menangis dalam diamnya. Suara-suara Yoona terdengar menyakitkan ditelinganya, bayangan wajah putrinya yang menyatakan dirinya baik-baik saja terlihat menyedihkan dimatanya.

Sesuatu yang tidak dimengerti, perlahan mulai masuk lewat celah hatinya menyebar luka yang sebelumnya tak pernah dirasa sesakit ini. Bagian kecil sudut sanubarinya bersuara, bahwa mulai sekarang perasaan itu mulai berbeda.

*

“Kau tahu mengapa pagi ini terlihat mendung, Yoong ?” suara Siwon menyamarkan kesunyian diantara mereka. Pasalnya sedari tadi, mereka berboncengan sepeda tanpa terlibat pembicaraan.

Siwon boleh saja terlahir dari keluarga kaya raya, namun ia tidak pernah sedikitpun menunjukkannya. Seperti sekarang, tak jarang ia menggunakan sepeda untuk berangkat sekolah. Setidaknya ini sangat nyaman untuk mereka. Terlebih untuk Siwon, karena apa ?

Baginya berboncengan bersama Yoona, membuat waktunya terasa begitu lama. Paling tidak, ia bisa menikmati pagi itu lebih lama dibandingkan mereka diantar sopir menggunakan mobil. Apapun itu, jika bersama Yoona semua terasa berjalan begitu cepat. Mungkin ia terlalu menikmati waktunya bersama Yoona.

“Mungkin karena sudah waktunya mendung, oppa..” sebelah tangan Yoona memeluk pinggang Siwon. Kepalanya ia jatuhkan pada punggung lebar Siwon. Mengingat Siwon memakai tasnya didepan, selalu jika mereka berboncengan Siwon tidak pernah memakai tasnya pada punggungnya. Alasannya, karena ia ingin punggungnya ada untuk Yoona ketika gadis belianya lelah, membutuhkan tumpuan.

“Langit tidak selamanya cerah. Bisa diartikan hidup juga seperti itu. Ada saat dimana harus mendung, hujan bahkan badai. Namun kau harus ingat masih ada pelangi, untuk membuatnya kembali menjadi indah.”

“Pelangi, apa itu juga berlaku untukku ?”

“Tentu, berlaku untuk semua orang, Yoong. Termasuk kau..”

“Benarkah? Tapi, mengapa sampai saat ini pelangi itu belum muncul oppa ?”

“Karena belum waktunya, Yoong. Tidak perlu merasa takut, hmm.. Aku akan selalu bersamamu sampai waktu itu tiba, Yoong.” Siwon mengambil tangan Yoona, untuk menautkan jemari mereka.

Seperti itu, Yoona merasa tak sendiri lagi. Seperti itu, Yoona merasa tak perlu takut lagi.

Siwon ada untuknya..
Siwon ada menenangkannya..
Dan Siwon ada menguatkannya..

“Gomawo, oppa..”

Sisa perjalanan menuju ke sekolah, langit mendadak berubah cerah. Mungkin karena senyum sepasang remaja itu yang tak berhenti merekah.

*

“Yoona-ya, kau datang bersama Siwon ?” tanya Tiffany bersemangat, dia salah satu pelajar putri yang menyukai Siwon. Yoona terkadang pusing menghadapi jiwa fangirl temannya yang satu ini. Jika sudah berada dalam mode on.

“Bukankah kau melihatnya, Tiff..”

“Oh my gosh.. Bisakah satu hari saja aku menggantikan dirimu, hidupmu benar-benar beruntung, Yoong !”

“Sayangnya aku tak seberuntung itu, Tiff. Jika bisa, aku akan dengan senang hati bertukar hidup denganmu, aku juga iri setiap melihat kebersamaanmu dengan ibumu..” batin Yoona pedih.

Hidup memang adil bukan, mereka sama-sama merasa iri akan kehidupan satu sama lain..

“Namun tak seberuntung dirimu, Tiff..” Yoona mencepatkan langkah kakinya, ketika Tiffany mulai gila hanya karena menatap punggung Siwon.

“Yoona-ya ! Jangan tinggalkan aku !” seru Tiffany sembari mengejar Yoona.

“Kau jauh lebih beruntung dibandingkan diriku Yoong. Kau mempunyai eomma yang hebat, Yuri unni yang keren, dan menjadi satu-satunya gadis yang sangat dekat dengan Siwon.” ucap Tiffany ketika sudah menempatkan pantatnya disebelah Yoona.

Yoona hanya tersenyum miris, namun Tiffany tak peka akan itu karena dirinya mulai tenggelam mengamati wajah Siwon yang tersenyum ketika menanggapi candaan temannya yang lain.

“Aigoo.. Mengapa dia begitu tampan! Senyumannya membuat hatiku meleleh..”

“Ckck.. Berhenti memasang wajah bodoh seperti itu, Tiff !”

“Kenapa ? Bukankah dia memang tampan, Yoong ?”

“Aigoo.. Anak ini !” decak Yoona sebal.

Ketika guru Han datang, membagikan kertas-kertas ujian mereka. Semua pelajar berubah menjadi tenang. Mengingat guru Han salah satu guru paling menyeramkan, luar biasa galaknya.

“Fighthing !” sebelumnya Siwon memberikan semangat untuk Yoona. Itu kebiasaannya, yang tak pernah Siwon ingin tinggalkan.

“Ne, Fighthing !” Yoona juga selalu membalasnya dengan serupa.

“Aish aku sungguh iri.. Sebenarnya Yoona, Kau pura-pura bodoh atau memang tidak menyadarinya ?” bisik Tiffany.

“Apa ?” bisik Yoona menimpali.

“Siwom men-..”

“Ehemmmm.. Jika kalian masih ingin bicara kalian boleh meninggalkan ruangan ini !”

“Kami minta maaf, seosangnim.”

*

“Apa aku boleh bergabung disini, nona?” tanya Siwon menghampiri meja Yoona.

“Sekalipun aku bilang jangan, kau akan tetap melakukannya !” jawab Yoona sekenanya.

Siwon tertawa pelan, lalu menaruh makanannya didepan Yoona. Tak lupa, tangannya mengacak rambut Yoona. Tindakan kecil itu, membuat mereka harus mengigit jari karena iri-ingin juga diperlakukan seperti itu.

“Aishh.. Kau semakin membuat mereka ingin membunuhku, Siwon !” Yoona menatapnya kesal.

“Siapa peduli..” jawab Siwon cuek.

“Jika aku benar-benar mati. Aku adalah orang pertama yang akan menghantuimu..”

“Tentu saja aku tidak akan mengijinkan kau mati ! Lagi pula siapa yang berani mengusik nona muda Im disini ?”

“Apa itu pujian ?”

“Kau boleh menganggapnya seperti itu, ngomong-ngomong dimana Tiffany ? Mengapa kau makan sendiri ?”

“Apa kau merindukanku, Siwon-ah ?” sahut Tiffany cepat sudah berada disamping Yoona.

Siwon tersedak, merasa kaget dengan kemunculan Tiffany ! Yoona segera memberikan minumannya, untuk Siwon.

“Gomawo..” Siwon dengan senang hati menerima dan meminumnya.

Tiffany tidak bisa menyembunyikan kesenangannya. Ia terus saja mengamati wajah Siwon yang sedang makan. Yoona memutar matanya bosan, selalu saja teman sebangkunya itu bersikap bodoh jika berada dekat dengan Siwon.

“Tiffany, apa ada yang salah dengan wajahku ?”

“Tidak sama sekali !”

“Lalu mengapa kau menatapku terus ? Wajahku tak seperti kimchi ‘kan ?”

“Ah.. Tentu saja bukan, wajahmu sungguh sempurna.”

“Kalau begitu berhenti menatapnya seolah wajahnya kimchi yang siap kau santap. Makan makananmu, Tiff !” Yoona bersuara..

“Bilang saja kau cemburu, Yoong.”

“Uhukkk.. “

Siwon segera memberikan minumannya.

“Gomawo..” Yoona dengan senang hati menerima dan meminumnya. Tiffany membrengut merasa terabaikan.

“Yaa ! Apa kalian benar-benar tidak saling mencintai ?”

“Uhukk.. Uhukkk…” keduanya tersedak bersamaan. Tiffany, bergerak memberikan minumannya ke arah Siwon.

“Gomawo..” akan tetapi Siwon lebih memilih memberikannya ke Yoona. Alhasil, Yoona yang meminumnya lebih dulu, lalu tak lupa ia memberikannya kembali ke Siwon. Dengan senyum manisnya, Siwon meminumnya.

“Berhenti tersenyum atau kau akan tersedak lagi, Siwon !” sungut Tiffany kesal.

“Bilang saja kau cemburu, Tiff !” goda Yoona.

“Kalian benar-benar membuatku iri..” gerutu Tiffany seraya memakan makanannya.

“Hhaha.. Hahaha..” Siwon dan Yoona tak tahan untuk tidak memecahkan tawanya.

Melihat cara tertawa Yoona, Siwon menghentikan tawanya. Ia terus melihatnya, hatinya berdesir menginginkan selalu melihat pemandangan indah itu.

*

“Bisakah kita pergi membeli ice cream, oppa ?” tanya Yoona memohon.

“Manis sekali memanggilku ‘oppa’..”

“Ayolah oppa, berikan aku ice cream..”

“Baiklah, asal kau yang metraktir okay ?”

“Okay, palli kajja !”

Siwon kemudian mengayuh sepedanya lebih cepat. Menuju kedai ice cream, tempat favorit mereka. Sesampainya disana, Siwon memarkirkan sepedanya. Lalu menggandeng tangan Yoona masuk ke dalam. Banyak pasang mata menatap sepasang remaja berseragam itu. Banyak disana penggunjung dari kalangan mahasiswa, bahkan karyawan.

Mereka mengangumi bagaimana Siwon begitu tampan dan gentle menggandeng tangan Yoona. Memesankan ice cream untuk mereka. Bagaimana Yoona begitu cantik dan manis mengikuti langkah kaki Siwon. Tak banyak pula yang mencibir, “kecil-kecil sudah pacaran” Katakanlah seglintir orang-orang itu hanya iri semata.

Tidak perlu lama untuk mendapatkan ice cream vanilla untuknya dan ice cream strawberry untuk Yoona.

“Ini uangnya, oppa..”

“Simpan saja, Yoong. Tadi aku hanya bercanda..”

“Biarkan kali ini aku yang mentraktir, oppa..”

“Tidak usah cerewet, arraseo !” Ya, selama mereka pergi bersama Siwon tidak pernah membiarkan Yoona mengeluarkan uangnya.

Setelah membayar ice creamnya. Siwon lalu menggandeng Yoona kembali, membawanya menuju salah satu tempat kosong disana.

“Mashita..” girang Yoona setelah menyendok besar ice creamnya.

“Dasar shikshin !”

“Aku masih mendengarnya kuda !”

“Hey apa kau hanya memanggilku ‘oppa’ jika kau mau sesuatu dariku ?”

“Apa aku perlu menjawab lagi ?”

“Malang sekali nasipku diperalat rusa cenggeng sepertimu..” Siwon pura-pura mengasihani nasipnya.

“Arrayo..” Yoona tak kalah pura-pura mengasihani nasip Siwon.

“Sepertinya punyamu enak ?” tanpa minta ijin, Siwon mengambil penuh ice cream Yoona.

“Siwon oppa kau mencuri ice cream-ku !” sedih Yoona ketika ice cream-nya diambil.

“Aigoo.. Rusa cenggeng ini, pelit sekali..” Yoona masih memasang wajah sedihnya. Benar-benar calon aktris, terbukti dengan Siwon yang memberikan mangkuk ice creamnya.

“Jangan menangis.. Kau bisa memakan ice cream-ku, Yoong.”

“Jinjayo ?” wajah itu terlihat berbinar-binar.

“Jinjaa.. Pelan-pelan makannya, kau bisa tersedak !”

Yoona hanya mengangguk patuh.

“Dasar anak kecil.. Masih saja belepotan !” ucap Siwon sambil membersihkan sisa ice cream yang menempel di sudut bibir Yoona.

Yoona hanya memamerkan giginya, sebagai balasan ucapan dan tindakan Siwon.

“Katakan A….” Yoona menyodorkan sesendok ice cream vanilla itu ke mulut Siwon. Tentu saja Siwon dengan suka hati menurutinya.

Siwon tahu Yoona terkadang memunculkan sifat evil-nya, akan tetapi ia tidak berpikiran bahwa dirinya menjadi korbannya kali ini. Ya , bukannya memasukkan ice cream itu ke mulut Siwon, melainkan ke hidung Siwon.

“Hhaha.. Kau seperti badut, oppa..”

“Gadis nakal ini, awas saja aku akan membalasmu !”

Sebelum Siwon berhasil membalasnya, Yoona terlebih dulu melarikan diri. Jadilah sepasang remaja itu berlarian diiringi tawa khas Yoona, serta murkanya Siwon memintanya berhenti.

Bukannya merasa terganggu, semua penggunjung disana malahan sangat menikmati moment kekanakan itu. Sampai ahjumma pemilik kedai itu pun, tak merasa keberatan sekalipun kedai berubah menjadi berisik. Ahjumma itu cukup dekat dengan Yoona dan Siwon, mengingat mereka pelanggan tetap disana.

Yoona yang sudah berada diluar kedai masih belum bisa menghentikan tawanya. Sesekali ia harus mengusap airmatanya yang keluar.

“Ya ! Kena kau, gadis nakal !” Siwon memeluknya dari belakang. Yoona meronta, masih dengan tertawa.

“Hhaha lepaskan aku badut Choi..”

“Kau masih berani mengejekku ! Rasakan ini !”

“Kyaaa.. Hhaaha.. Ini geli, oppa !”

Deg.. Deg.. Deg..

Siwon berhenti, ia melapaskan Yoona disaat jantungnya bertalu-talu. Matanya menatap lekat Yoona, bukannya tenang, akan tetapi semakin membuat jantungnya ingin meledak.

“Siwon oppa..kenapa ?”

“Ah.. Itu, Em ayo pulang, Yoong !”

Siwon lalu menaiki sepedanya, memilih menghindari Yoona. Ia tahu Yoona pasti merasa aneh.

“Ayo, cepat !”

Yoona memilih melupakan dengan sikap aneh Siwon barusan, langsung duduk dibelakang Siwon.

“Siwon oppa, ayo !”

“Ah iya.. Berpeganglah Yoong !”

“Dasar aneh !” gumam Yoona pelan namun tetap menuruti perintah Siwon.

Tak berselang lama keduanya kembali menikmati perjalanannya. Hebat untuk Siwon, karena bisa cepat menggendalikan diri dan perasaannya ! Membuat susana bersepeda mereka begitu indah, penuh tawa dan canda.

*

Tbc

Hallo readers..
Masih ingat kan dg ff ini..

Oiyaa buat yang nunggu ff YOONWON, rasanya kok begitu sulit mengakhirinya ya pdhl tnggl W-O-N..

Dan untuk ff My Yeoja..
Maaf yah itu bukannya fin, tp seharusnya TBC.. aku baru tahu saat ada readers yg tnya dibbm apa My Yeoja udh selesai, tentu saja tidak ! Ngga pp kan kalo masih lanjut tuh My Yeoja, karena udh terlanjur munculin Kyuhyun-Liu Wen jadi ya krg greget kalo gk terlalu mainin tokoh-tokoh itu.. Hhehe

Aku harap gk bosan ya bacanya..

Untuk semua pasword My Yeoja saya kasih bantuan disini.. Mengingat aku ngga bisa bles chatnya.. Yg satu ini saya minta maaf ya..

PW Part 19 adalah salah satu member ASTRO !

PW part 20..

Clue !

1. Pemeran utama lelaki di Ff My Yeoja ?

2. Idol cewek tertampan SM ?

3. Pemeran utama Wanita di Ff My Yeoja ?

4. Sebutan untuk Liu Wen ?

5. Marga Baekhyun ?

6. Apa judul lagu Super Junior yang terdiri satu huruf ? *huruf Vocal

7. Member EXO yang pertama kali keluar ?

8. Member FX yang suka manggil Krystal ‘princess’ sedagkan Krystal suka memanggilnya ‘stupid’?

9. Renjun, Jeno, Mark member group apa ?

10. Apa singkatan ‘Silent Readers ?”

Cara penulisan pw :

-Ditulis menggunakan huruf kecil semua tanpa spasi !

– jawaban nomor 1-9 diambil huruf depannya saja hingga membentuk dua kata ! (Sehun berarti ‘s)

-khusus nomor 10 dijawab lengkap singkatannya.. Contoh : Jomblo Ngenes menjadi :jones’..

Yang terakhir

Aku mau tanya, pw part brapa yg sulit untuk dipecahkan ?

Paipai

~XoXo

Advertisements

32 thoughts on “[FF] The Name I Loved – 3

  1. Ibu Yoonyul tetep egois Gk mau menyayangi Yoona sepenuh hati.
    Mudah” an ibu Yoonyul sudah mau menerima Yoona dan menyayanginya.
    Yoonwon so sweet. 😀😍
    Chayoo tuk next cepter. ✊😀

    Like

  2. Keren thorr
    Akhirnya nyonya im sadar sama sikapnya ke yoona
    Mudah”an yoona ngk selalu tersiksa lagi
    Mudah”an juga yoonwon cepat bersatu

    Like

  3. Akhirnya ny . Im sedikit luluh , ea walaupun dya msh bgtu gengsi buat ngakuin itu cmua … ciyee yoonwon happy bgt mkn ice cream y sampe lari” kya gtu ..😀
    . Thank you bepz udd d update ff y n d tggu next my yeoja y …😉😘😘

    Like

  4. Akhirnya ni ff di lnjut juga….
    makin seru aja
    . Moga ibunya yoona cepet sadar n menyesal udah gituin yoona

    Yoonwon so sweet bget… lnjut chingu

    Like

  5. Semoga siwon akan selalu ada untuk yoona,dan mdah2an cinta diantara mereka bsa tumbuh dan saling mngakui….untuk ny.im mdah2an cpet berubah bisa nrima dan mnyayangi yoong.lanjut….

    Like

  6. Haii annyeong…aq nungguin terus kelanjutan ff nie,,akhirnya lanjut juga,,,
    Wah daebak…banyak kata2 indah d chpter nie…
    Kayaknya ny.im udah mulai luluh ya…??
    Yoonwon so sweet banget…:-) 🙂
    D tunggu kelanjutan nya yach..semangattt..!!!

    Like

  7. baru begitu aja ny im udah sedih gimana yuna yg tiap hari di hukum terus…

    seperti nya siwon emang cinta sama yuna deh…

    tiffany cukup jadi temen aja yaa jngn jdi pihak ke3,buat siwon & yuna menyadari cinta mereka

    Like

  8. Akhirnya tergugah jg eommanya yoona…mudah2n kedepannya bs menyayangi yoona sbg anak kandung dah… wah sungguh romantis mereka b2..iri saya hheehehhehe… siwon oppa dah berasa dag dig dug ya…nyatain aja oppa sblm terlambat..next…

    Fighting n gomawo

    Like

  9. Sepertinya hati Ny.Im mulai luluh *Yeey :-*
    sdih bnget kalo liat scene Im.Family 😦
    Ah , . .senengnya liat m0ment manies pasangan muda ,YOONWON ❤ ❤

    Dtunggu kelanjutannya Unnie~
    FIGHTING :-*

    Like

  10. Waah ny. Im udh mulai melunak nih sama yoona, cuma belum menyadari perasaan nya aja…
    Cieeee yoonwon sosweet banget dah, Buru2 jadianlah tar diambil orang 😀
    Ditunggu next chapternya thor 😊

    Like

  11. Kyax Ny.I’m udh mulai ad rasa” Bersalah tu dg yoona,krn sikap dy k’yoona slama ini.mudh”n aja Ny.I’m Bener” BruBah+menyayangi yoona dg tulus.
    Yoonwon udh jadian aja deh mendingan

    Like

  12. och…..
    akhirnya ny im mulai sadar juga dengan apa yang udah dia lakuin ke yoona. cepatlah sadar sebelum kau menyesal ny. im.
    sedikit sebel juga ma pasangan ini. padahal saling suka kenapa nggak jujur aja sich.
    ditunggu kelanjutannya. jangan lama lama post next chap nya.

    Like

  13. Kayaknya eommanya yoona mulai sadar sama kesalahannya n menyesal karna memperlakukan yoona kayak gitu.. kenapa yoonanya gak peka kalo siwon itu suka sama dia.. di tunggu kelanjutan ceritanya..

    Like

  14. Kayaknya ibu yoona udah mulai luluh hatinya…nyatanya melarang yoona sekolah karna mengkwatirkan keadaan yoona…siwon kenapa nggak nyatain perasaannya sama yoona kenapa harus dipendam.siapa tahu yoona juga cinta sm siwon.makin penasaran sama kelanjutannya…..ditunggu nextnya…..

    Like

  15. konyol banget siwon & yoona pagi2 udah jatuh dari tempat tidur hahaha
    kyk nya nyonya Im udah mulai berubah & merasa bersalah ke yoona
    semoga siwon selalu menjaga dan mencintai yoona..

    Like

  16. Ny. Im mulai pduli sma Yoong,, yeayyy
    and,, Wonnpa I love you 😘
    Pngen dong cwo kya Wonppa stuuuu aja gppa 😂 Ska bnget dia sllu ada buat Yoong.. Tpi, kyanya Wonppa trllu nyaman sma statusnya sma Yoong yg skarang,, ahh g tkut ddhului orang kah??
    Okelah dtunggu aja klnjutannya!!
    FIGHTING!!!

    Like

  17. Masih selalu sedih melihat sikap nyo.im yg masih tetap sama ke yoona
    Tapi paling nggak sekarang kayaknya udah mulai berubah hanya saja masih terlalu ngengsi untuk memperlihatkan nya
    Hmmm semoga ajach ny.im bisa berubah sikap nya ke yoona
    Selalu seneng dengan moment yoonwon, kayaknya ada yg mulai jatuh cinta nich 😉
    Ditunggu lanjutannya
    Fightinggg 😉

    Like

  18. Ny im udh mulai sadar kyanya…walopun kata”nya msh saja mnyakiti yoong eon…slalu senyum geje mliht moment yoonwon 😂
    Di tunggu lanjutanya

    Like

  19. akhirnya ny im sadar jga walaupun ngga mau mengakui itu
    seneng dech liat mereka bahagia terutama yoona
    ditunggu kelanjutannya
    semangat!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s