[2S] Sound of Your Heart

sound-of-your-heart1j

Title : Sound of Your Heart

Author : Choi Zuazua

Cast : Im Yoona-Choi Siwon

Other Cast : Ji Changwook, Jessica Jung, Park Bo Gum, Choi Sooyoung, Kim Soohyun, Yoo Seungho, Park Minyoung, Lee Sunny, Kwon Yuri.

Genre : Sad, Romance, friendship

Poster : Berta Xoloveyoonwon/xoloveyoonwon

Happy Reading..

*

Di ujung senja setetes airmata mengalir, di ufuk barat dia semakin tenggelam, di atas pasir putih dia merintih menahan sakit atas luka baru yang tertoreh dalam hatinya. Semua sesak memenuhi dadanya, mencekik lehernya. Dia sekarat bersama kasarnya gelombang ombak.

Hembusan angin dingin menerpa wajah basah gemetarnya. Aroma perpisahan menyeruak menusuk hidung merahnya. Dia tersengal, membutuhkan pasokan udara beraroma pertemuan. Dia membutuhkanya. Sangat butuh !

Luasnya biru laut tak seluas lukanya dihati. Derasnya derai gelombang tak sederas derai airmatanya dipipi. Sebelumnya dia pernah patah hati, namun sakitnya tak sesakit ini. Tersakiti karena sebuah pengkhianatan tak terpikiran olehnya. Dia tidak mengerti, mengapa Tuhan mengijinkannya merasakan semua ini.

Dia pernah menjalin kasih namun tak pernah satu kalipun dia mengkhianati kekasihnya. Ini pertamakalinya dia mendapatkan nanar dihati akibat perselingkuhan yang dilakukan kekasih yang dipujanya setengah mati. Baginya kepercayaan adalah diatas segala-galanya. Saat kepercayaan itu dimainkan, kekecewaan menikamnya begitu dalam.

Dia bukan tipikal gadis yang mudah jatuh cinta. Sekali dia sudah jatuh cinta, dia akan mencintainya menjadikan itu satu-satunya. Luka kemarin yang dulu pernah membekas, dia membutuhkan waktu dua tahun untuk menyembuhkannya berkat kehadirannya. Kehadirannya yang tak pernah dia mimpikan sebelumnya akan memberinya luka separah ini.

Kepercayaan yang dia berikan disia-siakan. Hati yang dia berikan dianggap mainan. Dan cinta yang dia berikan dianggap lelucon murahan.

Dia bernama cinta saat kepercayaan itu masih ada..
Dia bernama luka saat pengkhianatan itu terjadi..
Dan dia bernama Im Yoona..
Gadis malang yang barusaja diselingkuhi kekasih yang dicintainya sepenuh hati..

Choi Siwon, dialah tersangka utama dibalik pembunuhan hati milik Im Yoona..

Choi Siwon, pria tampan bertubuh sempurna menjadi satu-satunya alasan mengapa Yoona terluka begitu hebat. Siwon, tak hanya sempurna dalam segi wajah, Siwon juga sempurna dalam segi memberinya cinta dan luka di satu waktu.

Yoona semakin menyembunyikan wajah basahnya pada kedua lututnya yang sedang dia tekuk seerat mungkin kedalam rengkuhan kedua tangannya. Isakannya semakin menjadi ditengah bisingnya deburan ombak yang menghantam karang.

Bayang-bayang pengkhianatan itu berputar-putar dalam kepalanya ! Terlihat nyata dalam iris madunya !
Mengejeknya lewat desahan-desahan menjijikkan yang meraung-raung dalam gendang telinganya.

“Tolong berhenti !” Yoona menjerit parau. “Hikss.. Ini sakit oppa..” tangannya beralih menutup ke dua telinganya. Meskipun matanya terpejam, airmata itu masih saja mengalir.

“Rasanya sakit hiks.. Hikss..”

Seseorang terlihat mengepalkan kedua tangannya. Tangisan pilu itu mengundang amarahnya. Dia marah, melihat gadis yang masih menempati tempat spesial dalam hatinya itu menangis. Terlebih menangisi pria sialan itu. Pria sialan yang berhasil mengalahkannya memenangkan hati gadis itu. Terkutuklah pria sialan itu !!!!!

Dia membiarkan dirinya lima langkah dibelakang Yoona. Duduk di atas pasir putih dingin sambil terus mengamati Yoona. Tangannya yang mengepal dipukulkan berkali-kati pada pasir putih dingin, setiap kali racuan menyakitkan Yoona keluar.

Dia ingin berlari, menarik gadis malang itu kedalam pelukannya. Membisikkan, bahwa gadis malang itu tidak sendiri. Masih ada dirinya yang selalu disisi gadis malang itu.

Dia begitu dekat, namun sayang tak pernah terlihat oleh Yoona. Dia disana, menjaganya tanpa Yoona pernah sadari. Karena satu-satunya yang Yoona lihat adalah pria sialan itu !

Dia, Ji Changwook ingin rasanya menghentikan waktu. Melihat Yoona terluka dan menangis adalah hal terakhir yang diinginkannya saat ini.

Changwook menerawang jauh ke laut lepas. Mengingat hari dimana dia bertemu Yoona, lalu saat dimana mereka berdua mulai dekat. Dan kerenggangan mulai hadir, kosong kemudian mengisi lagi. Entah ada dan ketidakberadaan Yoona disetiap harinya, gadis cantik itu selalu lekat dalam hidupnya. Bagi Changwook Yoona tak lekang oleh waktu yang dimilikinya.

Flashback

Changwook tak pernah merasa bersalah seperti ini , dia merasa jahat karena tidak bersikap profesional dalam mengerjakan pekerjaannya. Terdengar kejam memang ketika seorang gadis yang terus saja bergerak gelisah, berkali-kali memandang jam tangannya dia malah mengulur pekerjaannya karena masih ingin berlama-lama memandang wajah kecil gadis itu yang terlihat sangat menggemaskan saat cemberut mengetahui mobilnya lama dibaiki.

“Apa ini masih lama ? Aku benar-benar telat..” ratap Yoona pelan. Semakin menambah rasa bersalah Changwook. “Apa nona harus pergi sekarang ?” Changwook bahkan gugup. Ini lucu.. XD

“Ada rapat yang harus aku datangi. Sica unnie pasti akan mencincangku setelah ini, seharusnya rapat sudah mulai 15 menit yang lalu.” Yoona menekuk wajahnya. Ugh.. Itu terlalu imut untuk Changwook. “Kau bisa memakai mobilku.” tawar Changwook guna menebus rasa bersalahnya.

“Terimakasih, mobilku sebagai jaminannya. Aku akan kembali sore nanti.” Tanpa pikir ulang Yoona menerima tawaran Changwook. Tidak peduli pria asing ini orang baik atau bukan. Dia hanya mencoba menyelamatkan diri dari amukan hellsica.

“Aku pasti menunggumu..” gumam Changwook tersenyum puas. Surga.. Tolonglah percepat waktu hari ini. Dia ingin sore tiba sangat cepat. Jika saja diizinkan hilangkanlah siang agar dapat mendatangkan sore sangat cepat.

..

“Hey, apa kau menungguku lama ?” sapa Yoona menghampiri Changwook yang sedang duduk diatas sebuah drum yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah kursi yang nyaman untuk diduduki.

“Tidak, aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku.” ‘satu jam yang lalu’ tambahnya dalam hati. Changwook lalu mempersilahkan Yoona duduk disampingnya. “Terimakasih.”balas Yoona tersenyum membuat Changwook tersesat sementara dalam lautan dugeun-dugeun.

“Oh iya, apa kau membuka bengkel ini sampai malam ?” tanya Yoona, tidak ingin kecanggungan menguasai mereka. “Hanya kadang-kadang. Bagaimana apa rapatmu berjalan lancar ? Sepertinya Sica unnie-mu tidak mencincangmu..” balas Changwook memulai percakapan lebih panjang. Dia tidak tahu mengapa ingin sekali ngobrol bareng Yoona. Barangkali Ingin tahu lebih jauh.

“Aku terlalu cantik untuk dicincang.” Changwook tergelak mendengar jawaban Yoona. “Jadi nona cantik ini siapa namanya ?” Changwook bertingkah sebiasa mungkin. Tak ingin menunjukkan rasa ketertarikannya lebih jelas.

“Yoona.. Im Yoona. Ini kunci mobilmu dan berapa biaya mobilku ?” Changwook merasa kecewa Yoona tak menanyakan namanya. Mendekati Yoona tak segampang yang dia pikirkan.

“Yoona-ya kau ti-…”

Perkataan Changwook terhenti saat ponsel Yoona berdering. Dia membiarkan dirinya mengamati Yooma yang sedang menjawab panggilan masuk itu.

“Hallo, Yoong..?”

“Ya, hallo.. Ada apa ?” terdengar malas.

“Apa aku mengganggumu? I miss you, Yoong.”

“Sedikit.. Aku sedang bersama seorang teman, aku akan menghubungimu nanti. Bye~” memutus sepihak menimbulkan kekecewaan disebrang sana.

“Kau baik-baik saja?” tanya Changwook penasaran, melihat mood Yoona yang mudah berubah. “Ya..” respon apatis Yoona, sungguh Changwook menyukainya. “Ini.. Minumlah dulu..” Changwook memberinya sekaleng soda dingin yang sudah dibuka-kan tutupnya untuk Yoona. “Terimakasih.” Yoona langsung meminumnya.

“Apa sudah lebih baik ?” Yoona tertawa ringan mengetahui pria disampingnya itu, tipikal pria yang perhatian, banyak tanya. “Ya, berkat ini..” jawab Yoona sambil menggoyangkan sekaleng soda yang berada ditangannya.

“Ingin berbagi ?” tawar Changwook ramah. Yoona menoleh kearahnya cepat. Hey.. Kita bahkan tidak saling kenal ? “Bukankah aku ini temanmu, itu yang kau katakan bukan ?” goda Changwook.

Yoona menyukai kelakar Changwook. Dia pria asing yang baik.. Dia bahkan meminjamkan mobil untuknya.. Memberinya sekaleng soda dingin.. Dan barusaja menawarkan diri untuk menjadi pendengar ceritanya..
Ngomong-ngomong dia juga mempunyai wajah tampan dan manis secara bersamaan.. Ini mulai gila.. Kau tak seharusnya berada disana Yoona, apa yang kau lakukan ? Kau bahkan memujinya, tampan dan manis ? Kau bahkan tak tahu siapa namanya ?

Tapi, sepertinya dia adalah teman ngobrol yang asyik. Hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih..

Hey, ayolah Yoona ! itu pekerjaannya sudah sewajarnya dia memperbaiki mobilmu dan mungkin dia sudah biasa meminjamkan mobilnya untuk pelanggannya. Siapa tahu dia punya maksud tertentu untukmu, belum tentu niat baik ‘kan ?”

Yoona menjadi gamang dan paranoid sekarang. “Aku tidak merencakan hal buruk terhadapmu. Siapa tahu kita bisa menjadi teman.” pancaran mata Changwook menenangkan Yoona. Rasa takut yang sebelumnya hinggap terhadap pria asing kini terbang jauh ke ujung awan sana.

“Namanya Park Bogum. Dia kekasihku, 2 tahun yang lalu.”ucap Yoona akhirnya, menerima ajakan teman Changwook. “Kau belum bisa move on darinya ?” tebak Changwook melihat ‘kesakitan’ lewat pancaran iris madu Yoona. “Dulu iya, tapi sekarang tidak. Aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya.” ujar Yoona tegas.

“Lalu apa masalahnya ?” Yoona menarik nafasnya kasar. “Akhir-akhir ini dia bertingkah aneh. Maksudku, dia memintaku kembali saat semua tlah beda. Itu jelas menggangguku !”

“Rasanya sungguh kecewa, kenapa harus sekarang. Kenapa tidak 2 tahun yang lalu saat hatiku masih menggebu menginginkannya.”

“Kau tahu aku bukan tipikal gadis yang sulit jatuh cinta dan melupakan. Butuh waktu 2 tahun untuk membuatku terbiasa. Lalu dia hanya butuh waktu 2 hari datang dan merusak hatiku yang sudah terbiasa,  apa ini lelucon untuknya ?”

“Salah satu manusia paling bodoh didunia ini adalah dia yang masih tinggal dan hidup dalam sebuah harapan, meskipun dia tahu itu adalah harapan kosong. Dan akulah manusia bodoh yang melakukan itu selama 2 tahun. Benar-benar bodoh bukan ?”

“Jika kau sudah tahu, kenapa masih melakukannya ?” timpal Changwook.

“Karena waktu itu hatiku masih meneriakkan namanya. Aku tidak bisa berhenti selama hatiku masih menginginkannya. Aku pikir dengan aku berjuang, dia akan berubah. Tapi, ternyata aku salah. Semua hanya berakhir sia-sia. Karena dariawal hanya aku yang berjuang dalam hubungan ini.”

“Ini sangat menggelikan. Satu tahun kita menjalin kasih, lalu kita putus karena sebuah kesalahpahaman. Kita memilih kembali menjadi berteman seperti sebelumnya. Dan diwaktu masa pertemanan itu, dia memintaku kembali berpacaran namun saat itu aku menolaknya karena sudah terlanjur nyaman akan hubungan ‘teman. Selang 3bulan, entah mengapa hatiku menginginkannya menjadikan dia kekasihku. Tapi, dia tidak mengiyakan ataupun menolak. Dia hanya memperlakukanku seolah aku kekasihnya ketika dia ingin.”

“Kau membencinya ?”

“Benci namun tidak benar-benar benci.”

“Kau aneh, jika kau tidak menginginkannya lagi. Kau harus memberitahunya!”

“Aku sudah memberitahunya setiap kali dia memintaku kembali.”

“Jika seperti itu, kenapa kau tidak menjauhinya ?”

“Aku tidak bisa.. Dia pria dengan pribadi yang baik terlepas dari sikapnya yang pernah menyakitiku. Karena dia pernah menjadi sahabatku sebelum menjadi kekasihku.”

“Itulah mengapa dulu kau sangat mencintainya dan sekarang sangat kecewa kepadanya.”

“Sekecewa apapun aku terhadapnya, sebenci apapun aku terhadapnya dia tetaplah Park Bogum. Seorang pria yang usianya lebih muda dariku, tapi begitu dewasa saat bersamaku. Aku suka senyumannya, aku suka dia banyak bicara, terlebih karena dia rajin ibadah, tidak merokok dan minum, dan dia satu-satunya pria yang berhasil membuatku bertahan dalam sebuah hubungan yang lama.”

“Aku juga tidak merokok dan minum!” seru Changwook bersemangat. “Benarkah ?” tanya Yoona sedikit heran akan perubahan Changwook. “Ya, meskipun aku selalu diejek teman-temanku akan dua hal itu. Tapi, aku tidak peduli karena aku tahu semua itu tak ada baiknya untuk tubuhku.”

“Pemikiran yang bagus.” balas Yoona tersenyum. “Kau tahu, aku juga mempunyai riwayat waktu yang lama dalam setiap kencan. Maksudku, hubunganku selama ini selalu berada dalam hitungan tahun. Aku pernah menjalin kasih selama 4 tahun dan paling sebentar aku berpacaran yaitu 2 tahun.”

“Hebat.. Aku tidak menyangka itu.” puji Yoona. “Kau akan tidak  menyangka lagi jika tahu semua ceritaku.” Changwook memainkan matanya sombong. “Wah sepertinya aku perlu mengantisipasinya..” dan mereka berakhir saling tertawa, juga bertukar nomor ponsel. Tentu Changwook yang meminta kontak Yoona duluan.

..

Sepanjang hari Changwook memikirkannya. Dia bahkan tak konsen sedikitpun akan mobil yang dikerjakannya. Begitu menyebalkan saat apapun yang tertangkap kedua lensa matanya adalah Yoona. Lebih parahnya lagi, suara pelanggannya berubah menjadi suaranya Yoona. Ini gila.. Sejak pertemuan kemarin Yoona bahkan tak pernah beranjak dari pikirannya. Jantungnya yang mulai lelah berubah semangat perjuangan hanya ketika dia membayangkan senyum kecil Yoona.

Changwook berharap surga mendengarnya untuk mendatangkan sore lebih cepat. Dia sedang buru-buru ingin segera jumpa. Hatinya mendamba menggila akan sosok jelmaan dewi itu.

..

Ditempat kerja Yoona, salah satu cabang B&E yang berada dikawasan pusat kota sudah menempati jam istirahat.

“Yoong, pacar bayimu menunggumu dibawah !” beritahu Sooyoung. Itu terdengar sebuah ledekan untuk Yoona. “Sudah aku bilang dia bukan pacarku lagi. Lagipula dia hanya satu tahun lebih muda dariku.” balas Yoona jengah. “Tetap saja, kau tidak bisa memanggilnya ‘oppa’. Haha..” Sooyoung tertawa puas melihat wajah kesal Yoona. “Ya ! Pergi sana, jangan lupa isi mulut sialanmu itu !” teriak Yoona jengkel, semakin menggundang tawa Sooyoung.

“Terimakasih sudah mengingatkanku, sayang. Tapi, serius Bogum menunggumu dibawah. Jika kau tidak ingin menemuinya, aku bisa mengusirnya?” tawar Sooyoung. “Shit ! Lapar merubahmu menjadi kasar. Pergilah eonni, aku akan menemuinya sendiri.” ucap Yoona tersenyum. “Kau yakin ?” Yoona hanya mengangguk yakin. “Okay Fighting ! Jika kau membutuhkan bantuan kau bisa berteriak atau menghubungi polisi..” Yoona mengumpat pelan mendengarnya. “Dan menghubungiku, mengerti !” sambung Sooyoung.

..

Park Bogum menyambut Yoona dengan senyum khasnya. Senyum ringan menawan yang dulu menggetarkan hati Yoona. Anggukan ringan, balasan Yoona atas sapaan mantan kekasihnya terasa mengecewakan bagi Bogum.

Karena Bogum telah kehilangan senyum indah Yoona. Dia merasa bodoh telah merenggut senyum indah itu, lalu melenyapkannya tanpa sadar. Harus dia akui, beberapa bagian kecil anggota tubuhnya merindukan senyum indah itu. Teruntuk mata dan hatinya yang kini sedang merana, merindukan moment-moment mereka yang pernah tercipta.

“Ada apa menemuiku ?” tanya Yoona pelan, tak seperti dulu-semangat dan ceria. Bogum tersenyum miris. Apa dia benar-benar kehilangan Yoona ? “Aku ingin melihatmu.” menyiksa batin, saat sekarang dia tak lagi bebas menemui Yoona.

“Hahh..” Yoona menghela nafas pelan. Kalimat sederhana itu menghimpit dadanya. “Kau sudah melihatku, lalu apalagi yang kau inginkan ?”

“Jangan berubah !” Bogum menyambar cepat. “Jangan mengacuhkanku, Yoong. Disini sangat sakit.” tunjuk Bogum tepat dijantungnya. “Itulah yang kurasakan dulu.”bisik Yoona.

“Bogum-ah, aku hanya melakukan selayaknya apa yang harus aku lakukan. Tolong, jangan membuatnya semakin sulit.” mata rusanya memohon, menohok Bogum tepat diulu hatinya.

“Maaf, aku tidak bermaksud melakukannya. Tapi, kau mulai menghindariku, Yoong.” Yoona menatapnya sengit. “Itu karena kau bertingkah sangat aneh.” Bogum menggeleng tak mengerti. “Aku hanya ingin kau seperti dulu, itu saja.”

“Kau bercanda ? Setelah apa yang kau lakukan , kau memintaku seperti dulu ? Ckck.. Seiring berjalannya waktu manusia pasti berubah, Bogum-ah.” dan dia tak menyangka Yoona berubah sebanyak itu.

“Aku serius. Berikan aku satu kesempatan, Yoong !” Bogum menatapnya memohon, tersirat penyesalan atas luka masa lalu. Wajah lembutnya mengiba, meminta belas kasih Yoona untuk memberinya kesempatan. Yoona menarik matanya, membuangnya kesembarang arah. “2 tahun yang lalu aku bahkan memberimu banyak kesempatan, Bogum-ah. Dan kau membuang semua kesempatan itu, juga hatiku sekaligus. Perlu kau ketahui, aku tak lagi sedermawan dulu memberikan hati.” luka yang mati-matian dia kubur, tlah digali Bogum. Luka itu hidup dan menyebar ke segala penjuru hati Yoona. Airmata mengalir mewakili derita hatinya selama 2 tahun.

Park Bogum ikut meneteskan airmatanya, inilah puncak dari segala kesedihan yang ada.

Apa aku menyakitimu sedalam itu, Yoong-ah?? Hatinya menjerit pilu.

“Jadi, aku benar-benar kehilanganmu..”Bogum menundukkan kepalanya, tak sanggup lagi melihat Yoona. Hatinya hancur berantakan. “Tidak.” perlahan-lahan hati yang tadinya hancur, mulai merekat. “Kau masih memiliku sebagai teman” barusaja merekat, namun sebuah martil menghantamnya kuat. Tak sampai hancur, hanya saja retak-tidak utuh seperti sediakala.

“Bersikaplah selayaknya teman, mungkin kita tidak akan benar-benar kehilangan satu sama lain.” diam-diam senyum tulus yang hadir di wajah kecil Yoona, mengobati perasaan Bogum. “Baiklah, kita adalah teman. Asal, jangan pernah meninggalkanku, Yoong.”

“Bukankah seorang teman tidak akan meninggalkan temannya. Bukankah itu yang harus dilakukan seorang teman. Jadi, jangan khawatir Park Bogum.” ada kelegaan dalam diri Yoona dan Bogum. Sekarang Bogum lebih tahu diri lagi, bahwa dia tidak lagi pria spesial dihidup Yoona.

“Yoona noona ?” panggil Bogum manja. Dia ingin membiasakan diri, mengubur dalam-dalam perasaannya. Dia akan menebus atas luka yang dibuatnya dimasa lalu. “Apa ? Kau memanggilku noona?” kaget Yoona. Sudah lama sekali Bogum memanggilnya noona. Ini seperti saat pertama kali mereka kenal.

“Hey, ada apa dengan wajah kagetmu itu, noona ? Itu benar kan, aku lebih muda darimu. Jadi, tidak ada masalah ‘kan noona ?” Bogum tersenyum jail, lalu menarik Yoona menuju mobilnya. “Hey.. Hey.. Kau ingin membawaku kemana ?” protes Yoona. “Satu kali ini saja aku ingin kencan denganmu, noona. Tolong, jangan biarkan pria manis ini mati kelaparan, eoh.” aegyo Bogum membuatnya pasrah. “Kau masih saja menyebalkan !” bibirnya mengrucut imut.

“Dan masih saja menyenangkan, iya kan noona ? Hey, dimohon untuk mengkondisikan bibir itu, jika tak ingin aku menciumnya..” goda Bogum lagi. “Teman tidak mencium bibir.” Yoona menyeringai saat Bogum mendengus kesal. Sebelum mencium pipinya cepat. “Tapi, seorang teman masih boleh mencium pipi.” kerlingan mata itu, membuat Yoona kesal. “Aku membencimu, Bogum-ah !” “Dan aku menyukaimu, Yoong. Kita benar-bebar teman yang saling melengkapi.” akhirnya Yoona memilih diam mengalah persis dulu.

*

“Terimakasih untuk makan siangnya, Yoong. Rasanya sudah lama aku tidak makan senikmat tadi..” suara Bogum membelah derasnya hujan. Menggundang Yoona menoleh kearahnya. Tatapan sendu Bogum-derasnya hujan-kerasnya petir-dinginnya angin tak menolong sama sekali.

Senyap menyelimuti mereka, hanya terdengar rintikan hujan dan deru mesin mobil. Untuk beberapa menit mereka terperangkap tatapan masing-masing. Terbawa suasana atau memang keinginan Bogum, perlahan dia mendekatkan wajahnya. Matanya teralihkan pada bibir merah ranum Yoona yang terbuka sedikit. Tersisa begitu tipis jarak diantara mereka, sebelum jarak itu menghilang tangan Yoona mendorongnya terlebih dulu. Mengikis jarak mereka, menjauh.

“Lihat lampunya sudah berganti hijau, Bogum-ah..” Yoona merasa bodoh sempat terbuai akan suasana. Beruntung dia sadar terlebih dulu. “Bogum-ah..”

“Oh-ne.. ?” Bogum terperanjat lalu melajukan mobilnya. Sesekali dia menoleh ke arah Yoona yang sedang menatap ke arah kaca mobilnya. Apa yang dia pikirkan ? Apa dia marah kepadaku ? Bodoh ! Seharusnya aku tak merusaknya ! Bagaimana jika dia membatalkan pertemanan mereka ?

“Terimakasih atas traktirannya, dan mengatarkanku kembali.” ucapan Yoona membangunkan Bogum dari pertanyaan-pertanyaan gilanya. “Setelah ini kita masih berteman ‘kan ?” Yoona memiringkan kepalanya bingung dengan pertanyaan aneh Bogum. “Tentu, apa yang kau pikirkan ?” Bogum tertawa konyol. “Tidak ada..”

“Apa kau salah makan tadi ? Kau terlihat aneh..” Bogum cemberut. “Aku hanya takut kehilanganmu, Yoong..” kali ini Yoona yang tertawa. “Noona tak setega itu, jadilah dongsaeng yang baik, mengerti.. Hmm aku harus masuk..” Yoona mengacak pelan rambut Bogum, memperlakukannya selayaknya adik.

“Tunggu..” Bogum mencegah Yoona membuka pintu mobilnya. “Ada apa ?” Yoona melihat Bogum melepas Jas kerjanya. “Pakai ini ! aku tidak ingin kau semakin basah dan jangan pernah memanggilku dongsaeng.”

“Kenapa ? Bukankah aku noona-mu?” Yoona menggodanya. “Aishh.. Ingatkan aku untuk tak memanggilmu noona. Yoona-ya, bisakah kau tinggal 2 menit saja ?” Yoona ingin menghindar, namun Bogum terlebih dulu meraih ke dua tangannya.

“Jika kau tak bisa mendengarkanku sebagai pria-mu, setidaknya dengarkan aku sebagai teman pria-mu, jangan sekalipun kau mencoba mendengarkanku sebagai dongsaeng-mu.” ucapan sekaligus sorot matanya sangat serius. “Apa?” tanya Yoona pelan.

“Aku sungguh minta maaf atas apa yang aku lakukan 2 tahun yang lalu. Mungkin sikapku waktu itu tak termaafkan, tapi aku ingin kau mendengar alasan dibaliknya.” Bogum mengusap lembut punggung tangan Yoona. “Aku sudah memaafkanmu, aku harus kembali.” Yoona tak mau mendengarnya, dia merasa setelah ini dia akan menangisi pria dihadapannya lagi.

..

My pride, my ego, my needs and my selfish ways

Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku

Caused a good strong woman like you to walk out my life

Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku

Now I’ll never, never get to clean out the mess I’m in

Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini

And it haunts me every time I close my eyes

Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata

It all just sounds like uh, uh, uh, uh

Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh, uh

“Aku salah, aku bodoh dan aku egois. Waktu itu sangat terobsesi akan karirku, hingga membuatku buta akan segalanya tak terkecuali kau. Aku hanya hidup akan karir.. Karir.. Dan karir, sampai aku lupa aku memilikimu, Yoong.” suaranya berat penyesalan. Yoona termangu tak tahu harus apa. “Sungguh tidak ada gadis lain didalamnya. Aku hanya berpikir belum bisa menjalin sebuah hubungan lagi. Aku tidak ingin memiliki kekasih dulu, aku ingin fokus dengan karirku.”

“Mengapa waktu itu kau tak mengatakannya ? Mengapa kau bersikap seolah kau bisa menerimaku ? Mengapa kau membiarkanku hidup dalam harapan kosongmu ?” suaranya dingin, tatapannya menusuk Bogum.”Itu.. Karena.. Aku.. Aku tidak rela kau pergi dariku, Yoong. Aku takut fokusku terbagi antara kau dan karirku. Aku hanya ingin karirku aman terlebih dulu baru setelah itu aku bisa memilikimu.”

“Tidak. Itulah yang kau rasakan sesungguhnya Bogum-ah. Karena itu sekarang kau kehilangan gadismu.” Airmata Bogum mengalir begitu saja, mata merahnya bertemu mata basah Yoona. “Tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Semua sudah berakhir, aku dan perasaanmu tak lagi sama. Marilah kita berteman dengan bijak tanpa ada penyesalan.” seketika Bogum memeluk erat Yoona. “Saranghae.. Saranghae.. Saranghae, Im Yoona..” Airmatanya mengalir, bersama cinta yang datang terlambat. Dia mencintai gadis ini, sangat mencintainya samapi dia terlambat baru menyadarinya.

..

though it hurts

Meski sakit rasanya

I’ll be the first to say that I was wrong

Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah

Oh, I know I’m probably much too late

Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku

To try and apologize for my mistakes

Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku

But I just want you to know

Tapi aku hanya ingin kau tahu

I hope he buys you flowers,

Kuharap dia membelikanmu bunga,

I hope he holds yours hands

Kuharap dia menggenggam tanganmu

Give you all his hours when he has the chance

Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan

Take you to every party

Mengajakmu ke semua pesta

Cause I remember how much you loved to dance

Karena kuingat betapa kau senang berdansa

Do all the things I should have done

Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan

When I was your man!

Saat aku masih jadi kekasihmu

..

“Maafkan aku, setelah ini berbahagialah Yoong. Berbahagialah.. Kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik..” Bogum melepas pelukannya, lalu menghapus airmatanya.

“Aku akan pergi.. Aku mempunyai pekerjaan di Jepang, mungkin karirku akan semakin pesat disana.. jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa bahagia..” Bogum menanamkan bibirnya pada kening Yoona. Sangat lama, berharap mampu menyerap semua rasa yang ada dan menyimpan dalam memorinya. “Jangan sungkan untuk menghubungiku jika terjadi sesuatu.. Aku menyayangimu.”

Bogum memayungi Yoona dengan jas kerjanya. Mengantarkan Yoona sampai lobi kantor.

“Aku pergi, jangan lupa bahagia..” Bogum berjalan mundur dengan perlahan. Tersenyum haru, dia mungkin akan lama atau bahkan tidak bisa berjumpa lagi dengan Yoona.

“Hati-hati, Bogum-ah.. Aku pasti bahagia..” Yoona tersenyum sambil melambaikan tangannya. Sampai punggung Bogum tak terlihat lagi. Dia senang sekaligus sedih secara bersamaan.

“Alasan mengapa aku tidak bisa kembali, karena aku tidak pernah menjadi yang pertama untukmu, Bogum-ah. Aku hanya pilihan terakhir setelah karirmu..”

..

“Hey, apa yang kau lakukan disini, Yoong ?” tanya Jessica selaku bossnya.

“Sica eonni.. Aku-..”

“Gwaenchana ? Jas siapa yang kau pakai ?”

“Ne, astaga.. Ini milik Bogum, aku harus mengembalikannya.”

“Ku pikir dia sudah pergi, aku berpapasan dengan mobilnya tadi. Apa kalian tadi pergi bersama ?”

Yoona termenung, terlihat memikirkan sesuatu. Jessica kesal, merasa diacuhkan Yoona, tangannya menarik Yoona ke dalam ruangannya.

“Yoona.. Katakan sesuatu, please..” Jessica menepuk bahu Yoona, setelah 1 menit yang lalu Yoona masih terkurung dalam lamunannya.

“Aku-..” ucapan Yoona terpotong ketika asisten Jessica membawakan dua cangkir coffe hangat untuk mereka. Jessica yang memintanya. Boss yang perhatian. Sebenarnya hubungan mereka melebihi seorang rekan kerja, mereka sudah seperti saudara sedarah alias kakak-adik.

Mereka bersahabat terbilang cukup lama, 6 tahun. Meskipun pada awalnya Yoona hanyalah seorang adik kelas Jessica, hubungan mereka semakin dekat saat mereka sama-sama terlibat dalam sebuah acara bakti sekolah. Sampai dimana Yoona memilih membantu Jessica membesarkan B&E, daripada mengikuti jejak ayah dan kakak perempuanya yang berprofesi dokter. Bicara soal ibu, Yoona sudah kehilangannya semenjak dia belum genap berusia 2 tahun. Sampai sekarang dia bahkan tidak tahu alasan apa dibalik perceraian orangtuanya. Setiap dia bertanya pada ayah maupun kakaknya, hanya wajah muram penuh kesedihan yang dia dapatkan. Melihat sorot mata ayahnya memancarkan kesakitan, setiap kali dia memaksa menuntut jawaban adalah hal terakhir yang diinginkannya saat itu. Itulah mengapa Yoona memilih berhenti bertanya dan mencari tahu seperti apa rupa ibunya.

“Minumlah, ini akan menghangatkanmu Yoong..” Yoona menerimanya. “Gomawo..” keduanya lalu sama-sama menyesap coffe mereka. Lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.

“Yoona..”

“Ya, unnie..”

“Ceritakan apa yang terjadi ?” Jessica menyerongkan duduknya ke arah Yoona. “Tak ada hal spesial yang bisa ku bagi..” jawab Yoona sekenanya. “Tsk. Bagaimana perasaanmu ? Kau menikmati kencanmu, huh !” Yoona mendelik kesal, mendengarnya.

“Tidak ada kencan yang terjadi, unnie. Dan aku baik-baik saja, okay.” suaranya penuh penekanan.
“Benarkah?” mata Jessica menyipit, mencari kebenaran atas ucapan Yoona. “Sica unnie tidak mempercaiku, huh ?” Jessica menepuk pelan kepala Yoona. “Kau tahu apa maksudku, Yoong.” tatapan tajam membuat Yoona tak berdaya untuk menceritakan semuanya.

“Bogum menemuiku, lalu kita bicara sebentar dan pergi makan siang, puas ?” Jessica menyeringai, lalu alisnya terangkat satu. Meminta jawaban lebih. “Bogum memintaku kembali..” wajah tak percaya Jessica membuat Yoona tertawa. “Lagi ?” Yoona mengangguk. “Bocah itu, astaga.. Dia benar-benar keras kepala !”

“Aku menolaknya, dan akhirnya dia bisa mengerti. Kita berteman sekarang.” Kerutan ketidakpercayaan hadir di jidat jenong Jessica. “Tumben ?”

“Sica unnie, Bogum akan pindah ke Jepang.” beritahu Yoona. “Karena patah hati kau tolak berulangkali atau pergi mengejar karirnya ?” tanya Jessica mengejek.

“Entahlah, tapi mungkin yang terakhir.” Jawab Yoona setahunya. “Oh, pria egois !” umpat Jessica. “Haha.. Cinta ini sungguh lucu ‘kan ? Saat dulu dia memintaku kembali, aku tidak mau. Lalu setelah aku mau, dan memintanya kembali dia malah menggantungku. Kemudian saat sekarang aku tidak menginginkannya lagi, dia memintaku kembali.” Yoona tertawa lagi. “Yang perlu kau ingat, jangan pernah lagi mengulanginya atau selamanya kalian tidak pernah bahagia. Jujur Yoona, aku masih saja tidak menyukainya bila dia bersamamu.” Yoona mengangguk paham.

Jessica salah satu orang terdekatnya yang dari awal menentang hubungannya dengan Park Bogum bersama kakak kandungnya, Im Yoojin. Alasannya sederhana yaitu usia Park Bogum yang satu tahun dibawahnya. Kakaknya-Yoojin menginginkan Yoona berkencan dengan pria yang usianya lebih diatasnya, agar bisa mengayominya. Waktu itu Yoona dengan lantang menyangkal ketakutan-ketakutan kakaknya jika berhubungan dengan yang lebih muda. ‘Usia tak menjamin seseorang untuk dewasa dan merasa nyaman disampingnya’

“Seharusnya dari awal kau mendengarkanku dan Yoojin unnie, mungkin kisah cintamu tak semenyedihkan ini..” kesal Jessica namun juga merasa prihatin. Dua tahun bukan waktu singkat melihat Yoona disia-siakan, memperjuangkan orang yang tak pantas diperjuangkan. “Siapa yang tahu kalau akhirnya seperti ini, unnie.”

“Yoong, kau bisa mencobanya dengan Soohyun oppa..” saran Jessica semangat. “Aku tak ingin menjadikannya pelarian, unnie..” Jessica mendengus. “Ckck.. Cobalah membuka hatimu untuknya, dia tulus mencintaimu, Yoong. Jika tidak, mana mungkin dia masih bertahan setelah kau menolaknya empat kali.” Jessica selalu semangat menyuruh Yoona berkencan dengan pria bernama Kim Soohyun, menurutnya Soohyun adalah pria yang baik dan tidak pernah berbuat aneh-aneh.

“Aku sudah mencobanya, unnie. Namun tetap saja hatiku tak bisa bersamanya. Aku juga tak memintanya bertahan, aku menghargai perasaannya itulah mengapa aku tak ingin memaksakan diri berkencan dengannya. Lagipula dia terlalu pendiam untukku.” salah satu Yoona sulit menerima Soohyun adalah dia terlalu pendiam untuk Yoona.

“Soohyun oppa, orang yang pemalu Yoong.” Yoona memutar matanya kesal. “Okay, aku mengerti. Tapi, seenggaknya dia harus sedikit gentle sebagai seorang pria.”

“Dia sudah mengajakmu berkencan, apa itu kurang gentle ?” Mendengar pembelaan Jessica, Yoona merasa siap berdebat. “Astaga Sica eonni.. Bukan hanya itu maksudku. Apa Sica unnie tahu betapa sulitnya aku mengajaknya berbicara enak dan nyaman. Sica unnie belum pernah berduaan saja dengannya. Soohyun oppa terlalu tertutup, unnie. Maksudku, dia hanya berbicara jika aku bertanya. Jika aku mulai diam, dia akan diam juga. Dia juga sangat jarang membuka percakapan saat bersama denganku, sampai aku kehabisan topik apa yang harus aku bicarakan. Padahal jika dia bersama teman-temannya dia bisa berubah menjadi orang yang banyak bicara, lalu kenapa bersamaku tidak ? Okay, mungkin untuk awal-awal kita kenal aku mengerti tapi ini sudah berjalan hampir 4 bulan, unnie. Bagaimana aku bisa berkencan dengan seorang pria seperti itu ?” jelas Yoona panjang-lebar, beruntung kali ini Jessica tidak lola-loading lama.

“Maaf, unnie tidak tahu kalau kau tersiksa seperti itu. Tapi, dia lebih mengutamakanmu daripada Bogum, Yoong.”

“Aku tahu.. Soohyun oppa pria yang baik, aku yakin dia bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Sica unnie, juga tahu ‘kan hati tidak bisa dipaksa kepada siapa kita jatuh cinta.”

“Sayang sekali padahal dia cukup tampan dan mapan..”

“Tsk ! Lalu kenapa unnie tidak berkencan saja dengannya..”

“Kau lupa, aku sudah memiliki Tyler..”

“Ahjussi itu.. Bagaimana kabarnya ? Apa perutnya semakin buncit ? Kkeke..”

“Kekasihku tak setua itu, Yoong.” bela Jessica cemberut. “Tyler oppa semakin sibuk..”

“Meskipun begitu, saat Kalian berjalan berdua.. Unnie terlihat seperti keponakaannya.. Hhaha” suasana hati Yoona berubah membaik.

“Setidaknya Tyler oppa kaya raya ..”

“Tsk ! Sica unnie bahkan masih bisa hidup mewah meskipun tanpanya..”

“Kau mulai menyebalkan, Yoong.”

“Serius unnie, sebenarnya aku masih penasaran..”

“Apa ?”

“Mengapa Sica unnie lebih memilih berkencan dengan Tyler ahjussi, dibandingkan dengan pria-pria tampan diluar sana yang mengharapkanmu, unnie ?”

“Aku bosan dengan pria-pria tampan, Yoong.”

“Heol, tak bisa dipercaya..”

“Karena mereka yang tampan lebih sering menyakiti-ku..”

“Tapi, tidak semua pria tampan sering menyakitiki unnie..”

“Lalu, bagaimana dengan Park Bogum, Xi Luhan ? Mereka menyakitimu ‘kan ?”

“Tapi, Oh Sehun tidak.. Dia pria tampan namun tidak menyakitiku. Kita berpisah dengan baik..”

“Itu berlaku untukmu, tapi tidak berlaku untukku. Donghae, Jaejoong, Kris , mereka mengkhianatiku, Yoong.”

“Sica unnie ingat Lee Seung Gi ?”

“Lee Seung Gi, Ketua osis yang kau pacari ?”

“Ya, wajahnya biasa saja, tidak tampan sama sekali. Tapi dia menjadikanku taruhannya ? Apa unnie pikir itu tidak menyakitiku ?”

“Ku pikir kau biasa saja putus dengannya..”

“Setiap perpisahan pasti ada yang merasa terluka dan tersakiti..”

“Terus apa masalahnya ?”

“Apa Sica unnie yakin Kwon Tyler tidak akan menyakitimu ?”

“Aku tidak tahu, Setidaknya sampai saat ini tidak..”

“Siapa yang tahu, semoga saja tidak akan pernah..”

“Yang terpenting kau memiliku dan aku memilikimu, Yoong..” Yoona tersenyum lalu memeluknya.

Tampan dan cantik atau bahkan jelek sekalipun tidak menjamin seseorang untuk tidak menyakiti..

Apa yang menurut kita baik belum tentu baik juga untuk sahabat kita..
Yang perlu dilakukan seorang sahabat adalah selalu berada disisinya, dikala senang maupun sedih. Mendukung kebahagiaannya, bukan malah menghancurkan apa yang dibanggakannya..

*

Dibawah rintikan hujan sore itu, Soohyun berdiri disana menjemput bidadarinya dengan tatapan memuja. Yoona sedang berjalan sambil bergurau bersama dua gadis lainnya, Jessica-Sooyoung.

Satu yang baru Soohyun tahu, jika tertawa mulut Yoona akan terbuka sangat lebar-mulut buaya, Soohyun tertawa dalam pikirannya menilai seperti itu. Oh dear, kemana saja dia selama 4 bulan ini ? Kenapa dia baru mengetahuinya sekarang ? Martil raksasa baru saja menghantam dadanya, ketika dia mengingat bahwa Yoona tidak pernah tertawa selepas itu saat bersamanya.

Yoona seperti bukan Yoona saat bersamanya. Tawa Yoona tak pernah selepas itu. Mungkinkah selama ini Yoona tak pernah nyaman berada didekatnya ?

Oh itu benar, itulah mengapa Yoona selalu menolaknya. 4 bulan baru kenal, Yoona bahkan sudah menolaknya 4 kali, sial ! dia terlalu bodoh untuk mengungkapkannya lebih cepat. Ughhh.. Kepalanya pening, penolakan halus Yoona 1 minggu yang lalu tetap saja menimbulkan semacam rasa sakit dan kecewa-cintanya bertepuk sebelah tangan.

Angin surga menerpa wajahnya, rasa pening, sakit dan kecewa itu menguar-hilang rasanya. Berkat tawa lepas, senyum ceria, wajah berseri-seri semangat, tangan jail Yoona terpampang nyata masuk ke dalam kedua kornea matanya. Dia, Kim Soohyun kembali terperosok akan sosok itu.

Dari sisa-sisanya tawanya Yoona menghentikan langkahnya. Tiga langkah dibelakang Jessica dan Sooyoung yang masih meredam tawanya akan lawakan Sooyoung.

“Soohyun oppa..” cicitan Yoona membuat Jessica dan Sooyoung berhenti. Berhenti dari tawa serta langkah kakinya. Mengikuti arah pandang Yoona.

Kim Soohyun disana dengan setelan rapi-nya. Celana kain yang distrika licin, kemeja putih dilapisi jas hitamnya dan jangan lupakan sebuah kacamata bening yang bertengger dihidung mungilnya. Soohyun sedang menatap lurus ke arah sahabatnya, Yoona yang masih saja terpaku ditempat.

“Soohyun oppa..” Sapa Jessica riang. Dengan kaku Soohyun melambaikan tangannya, membalas sapaan Jessica. “Hai Jess, Soo.. Yoong..” Sooyoung juga membalasnya “Hai oppa.. Kau sangat rapi..” Soohyun tersenyum malu ketika Yoona datang mendekat.

“Apa yang membawa Soohyun oppa kemari ?” tatapan tajam Jessica membuat Yoona sadar akan ucapannya yang memang terdengar kasar. “Maksudku Soohyun oppa bahkan tak mengabariku dulu. Aku.. Aku sedikit terkejut oppa datang.” Yoona tak berpikir sebelumnya akan bertemu Soohyun secepat ini.

“Aku berniat menjemputmu, Yoona.” jawab Soohyun pelan. Yoona menegang, tanpa sadar mencengkram kuat tangan Jessica. Ketidaksetujuaanya akan niatan Soohyun. “Ponselmu mati bukan ?” Soohyun melempar pertanyaan untuk Yoona dengan senyum tipisnya. “Aku tidak tahu.. Ku pikir iya.” Soohyun nampak kecewa. “Pria yang malang.” gumam Soohyun prihatin. Jessica menatapnya nyalang. “Maksudku pria itu ! Lihat ban mobilnya pecah !” seru Sooyoung menyelamatkan diri dari hellsica. Terimakasih untuk pria yang ban mobilnya pecah disebrang sana.

“Gwaenchana, aku mengerti kebiasaanmu itu.” ucap Soohyun seolah-olah itu hal biasa. “Maaf. Soohyun oppa sebenarnya kita bertiga hen-..” tergantung begitu saja saat Soohyun memotongnya cepat.

“Yoona-ya, bisakah kita pergi makan kue beras sekarang ?” , “Ide yang bagus, oppa. Aku setuju !” timpal Sooyoung heboh. “Ide yang buruk.”runtuk Jessica menyesal.

“Tapi, jika boleh jujur sebenarnya aku ingin pergi berdua dengan Yoona.” ujar Soohyun pelan. “Oh jadi Soohyun oppa ingin menggagalkan rencana kita. Asal Soohyun oppa tahu, kita hendak pergi bertiga sendiri ! Jika Soohyun oppa masih berniat pergi bersama Yoona, kau juga harus mengajak kita berdua.” dumel Sooyoung. Dia gagal makan gratis ! Sejujurnya dia tahu sahabatnya tidak ingin pergi bersama Soohyun.

“Sebelum mendapatkan hatinya, alangkah baik kau mendapatkan dulu hati para sahabatnya.” saran Sooyoung kesal. “Soo, aku mendengarnya..” desis Yoona.

“Baiklah, kita bisa pergi bersama.” Soohyun merasa tak enak kena semprot Sooyoung. “Yoona, Kau bisa satu mobil denganku !” ajak Jessica mendahului.

*

Kim Soohyun dan Im Yoona duduk berhadapan. Sedangkan Jessica dan Soohyun duduk tak jauh beda dari meja Yoona.

“Yoona, apa kau tidak senang ?” tanya Soohyun pelan. Yoona hanya menggeleng, lalu memaksakan diri tersenyum kaku. Perasaan bersalah, menghantuinya. Apa yang harus dia lakukan untuk membuat pria ini berhenti mengharapkannya ?

“Soohyun oppa, apa oppa tidak lelah?”

“Apa maksudmu ?”

“Jujur, aku lelah dengan semua ini. Jangan menjadikanku gadis jahat disini, oppa.”

“Yoona, kau tahu aku tidak pernah berniat seperti itu. Aku menyukaimu Yoona dan aku menginginkanmu menjadi kekasihku ? Apa itu salah ?”

“Salah bila kau terus memaksaku, oppa. Aku sudah berjuang untuk membuka hatiku. Tapi cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.”

“….”

“Disini bukan hanya Soohyun oppa yang terluka. Tapi, aku juga oppa. Aku selalu merasa bersalah setiap kali menolakmu. Aku bingung, tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuatmu mengerti. Jika kau terus begini, kau akan menyakiti dirimu sendiri dan menyakitiku juga.”

“…..”

“Aku bukannya membencimu, aku hanya tidak bisa mempunyai perasaan yang sama terhadapmu. Maaf, tapi aku mohon katakanlah sesuatu kepada Seohyun untuk tidak terus memintaku berkencan denganmu.”

“…..”

“Mungkin ini terdengar kasar dan aku meminta maaf untuk itu. Jika kau tidak ingin berteman denganku. Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi. Mungkin pilihan terbaik disini adalah aku menjauhimu sebelum kita tersakiti lebih dalam lagi. Selamat tinggal.”

“Aku hanya ingin dekat denganmu. Berteman tanpa melibatkan perasaan, aku akan mencobanya. Tapi, kau tidak boleh menjauhiku.”

..

Keesokan harinya Yoona bangun pagi-pagi sekali. Ini hari minggu, jadi dia berniat lari disekitar kompleks Apartementnya. Kemarin adalah hari yang lelah untuk hatinya. Menolak dua pria sekaligus dalam satu hari sungguh memfotsir tenaga hatinya.

Mau bagaimana lagi, Park Bogum dan Kim Soohyun tak bisa menggerakkan hatinya untuk menerima. Rasa berdebar-debar yang biasanya dia rasakan saat jatuh cinta bahkan tidak dia dapatkan dari Bogum dan Soohyun. Lalu, bagaimana bisa dia berkencan dengan mereka ? Dia tak sepicik itu untuk memainkan cinta. Dia hanya berkencan bila hatinya yang menginginkan. Dia bilang naif pun silahkan. Toh, dia yang merasakan dan menjalaninya.

Satu jam berselang keringat membanjiri sekujur tubuhnya. Yoona yang merasa haus membawa langkah kakinya ke sebuah mini market. Sebotol air mineral dingin ditangannya, yang sebelumnya dia minum setengah.

Naas sewaktu dia hendak membayar dikasir, dia melupakan bahwa dirinya tak membawa dompet . Setengah mati dia berdoa agar mendapatkan keajaiban dari kantong trining-nya. Berharap ada uang didalamnya.

“Dasar bodoh ! Apa yang harus aku lakukan sekarang ? Ya Tuhan tolong selamatkan wajah maluku ini..” Yoona menunduk mengutuk dirinya sendiri dan berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya. Dan Tuhan seperti mendengarkan do’anya. Seorang pria berbadan kekar membayarkan minumannya.

“Ambil saja kembaliannya nona.” Yoona masih menatap pria berbadan kekar itu. Pria itu memakai kaos hitam yang begitu sempurna membalut tubuh bagian atasnya. Dengan bawahan trining berwarna senada. Memakai sepatu olahraga koleksi Puma.

“Kajja ! Kita pergi..” meskipun tangan itu besar rasanya tetap nyaman saat menggenggam tangannya.

“Aku melihatmu sedang tak membawa uang, dan aku juga sedang buru-buru. Itu alasan mengapa aku membayar minumanmu juga.” tatapannya, membuat Yoona terpana.

“Choi Siwon.. Jika kau ingin berterimakasih itu namaku.” Yoona masih bergeming menikmati ciptaan Tuhan paling rupawan ini.

Rambut basahnya yang bermandikan keringat. Kedua alis hitam legamnya, sepasang iris cokelatnya , hidung mancung dan bibir tipis sexy-nya. Demi Surga.. Pria ini sungguh tampan.

“Nona, apa kau baik-baik saja?” tepukan Siwon dibahunya membuat Yoona terlonjak.

“Maaf, aku tidak bermaksud mengagetkanmu.”

“Gwaenchana.. Terimakasih Cho-..”

“Choi Siwon. Aku harus segera kembali. Sampai jumpa, nona.”

“Terimakasih Siwon-ssi.. Aku Im Yoona. Lain kali aku akan mengganti uangmu.” teriak Yoona.

Siwon tersenyum penuh arti, sambil terus berjalan menuju mobilnya.

“Im Yoona, tanpa kau sebut pun aku sudah tahu namamu.” suara hati Siwon membawanya menoleh kebelakang. Sial ! Senyum manis Yoona menggugah sesuatu dalam dirinya untuk tak kuasa membalas senyum manis itu dengan senyum mautnya. Dan sial-nya senyum maut itu juga menggugah sesuatu yang ada dalam diri Yoona.

Tbc…

Eaaaaaa…
Dilarang protes dan haus akan moment YoonWon dan YooWook yah.. 😀

Ini berjalan bertahap, okay..
Jadi nikmati dulu alur dan pairing yang ada.. Hhehe

Part selanjutnya yaitu part end, akan menceritakan hubungan YoonWon dan YooWook bersama kisah cinta persahabatan Yoona-Jessica-Sooyoung yang berakhir sama..

Buat jaga2 bila dipw, syarat untuk mendapatkan pw part end-nya adalah dengan membaca part ini dan meninggalkan jejak.. Situ bukan tuyul kan yang datang dan pergi tak terlihat dirumah ini, hoohoo

Full moment YoonWon adanya di songfict Surat Cinta untuk Yoona.. Yang gak suka manis2 bin lebay gk usAh baca takutnya muntah.. Wkwk

Pai pai

Salam ganteng Taeyong, :*

▶ Tampilkan kutipan teks
Advertisements

33 thoughts on “[2S] Sound of Your Heart

  1. Wah ksihan yoona ya dikhianati siwon.. tpi knp bsa siwon mengkhianati yoona ya trs gmn tu dgn changwook… apa dia nanti yg akn jdi pelipur hati yoona… yahh jgn sad ending sonk plisss..

    Like

  2. Daebak….yg main casting oke2 semua…mungkinkah siwon jatuh cinta sama yoona ketika bayarin minumannya yoona…terus akhirnya mereka jadian ….terus kenapa siwon mengkhianati yoona?udah yoona jangan sedih berlarut2 lupakan siwon dan carilah pria yg bener2 mencintaimu dan setia .misalkan ji cangwook…jd penasaran deh sm kelanjutannya..ditunggu nextnya….

    Like

  3. Akhirnya ada ff yoonwon jg
    Tp yoonwon moment nya dikit bgt😌
    Itu bener siwon oppa ngehianati yoona
    Kasihan bgt yoona😢
    Changwool jd pengobat luka bgt buat yoona
    Tetep ending maunya yoonwon
    D tunggu kisah selanjutnya yg buat oppa menghianati yoona😉

    Like

  4. kasian nih yoona slalu aja gagal ama cintanya
    udag gtu dikhianati siwon pula 😦
    penasaran nih ama endingnya kira2 yoona ama siapa??

    Like

  5. kenapa siwon harus selingkuh?? berharap yoona bisa dapetin cinta yg lebih baik, dan gak gagal lagi dalam hubungannya. semoga bukan sad ending

    Like

  6. Sebner nya q kurang dpt feel d ff nich , coz crta y bikin baper n nyesek d buat y… 😢 knf wonppa bgtu tega n kejam smpe hti mngkhianati perasaaan yoong yg bgtu tulus.. 😭

    Like

  7. Aduhhh itu yoona unni direbutin kaya semut gitu wkwkwk .
    Tp kok di awal2 wonpa membuat hati yoona unni hancur kenapa . Aii klw kaya gitu wonpa jahat lah . Tp ko pas pertemuan pertama sama wonpa . Wonpa udh kenal . Hayoo makin buat penasaran . Dan momentnya dikitttttt bgttt autorr…
    Ditunggu kelanjutannya …

    Like

  8. akh ini kebalikanx yg songfic.x 😀 maybe :D..
    ini campur sedih seneng persahabatan cinta memperjuangkan cinta mendapatkan perselingkuhan akh gk sabar next chapt.
    aslix mau komplen moment yoonwon tp udah diingetin jd gk jd :D..
    suka bgt ama persahabatanx yoongsicsoo akh kangen mereka :*
    moga yoonwon ttp bersatu tp kasihan yoona unnie knp harus diselingkuhin emangx wonpa tega??:(..
    akh moga aj semuax dpt pasangan ne kasihan mantan/namja yg ngejar yoongunnie kalo gk dpt pasangan 😀 kalo sahabatx yoona unnie pengen baca jg kisahx jd gk sabr nunggu next chapt. selalu suka ama penggunaan bhs yg chomel ahai suka bikin senyum² 🙂
    akh pingin cpt baca next chapt. bisa nggk kalo dipercepat :D..
    Fighting unnie jgn lupa ttp jaga kesehatan ;)!!

    Like

  9. suka bngt ma FF ini. yoona di kelilingi oleh2 COGAN hehehe.
    momen yoonwon dsni sedkit pi mungkin part selanjut mebahana.
    oy q jga suka pas momentx yoona N ji chang wook rsax pas g2 ja
    q tunggu part selanjutx thor

    Like

  10. Yeayyyyyyy akhirnya ada juga ff diblog ini, kirain authornya udah lupa dengan nich blog 😉
    Kenapa sich muncul – muncul siwon nya dibuat selingkuh harusnya tuch siwon nya dibuat yg manis2 bukan malah gini 😦
    Tapi sudahlah cukup seneng dengan kembali nya kamu ke blog ini
    Ditunggu ajach dech lanjutan nya, nggak mau koment dulu abis nya part ini siwon dibuat selingkuh
    Pokoknya part terakhir yoonwon happy ending, kalau tidakkkkkkk…. yach kau tahu lach resiko nyn kan.. ? 😉

    Ditunggu lanjutan nya 😉

    Like

  11. Akhirnya muncul jga ff yoonwon, setelah sekian lama. Aq rindu ff yoonwon
    Bnyakin moment yoonwon nya dong. Tpi tolong endingnya yoonwon jga ya. Plisssssss thorr

    Like

  12. Agak bingung dikit sama jalan ceritanya thor,ya mungkin ni masih part awal kali yah,,,
    Sebenarnya aq kurang suka kenapa won oppa harus berselingkuh sih,kan kasihan yoona eonni,,
    Aq tunggu sama klanjutan nya,,,

    Like

  13. wahh ternyata masih ada kim soohyun yg jadi fanboy yoona jg ..
    btw siwon sudah tw yoona ya .. semacem secret admir gtu kah? tapi klo siwon suka sama yoona duluan kenapa malah siwon jg yg hianatin yoona?

    Like

  14. Yoona nya kesian bgt sih disini, kira kira yoona emnag diselingkuhin ni ama siwon apa ad kesalahpahaman lg kayak ama bogum nih, semoga next yoonwon nya lebih bayak moment fsn semoga yoonwon cuman saalah paham gak rela klo siwon selingkuh, tp kayam nya ad yg aneh dipertemuan pertama siwon kayak udah tau yoona ya tp yoona gak kenal nih aihs penasaran banget.

    Like

  15. pnasaran klanjutannya brharap happy end buat yoonwon mskipun wonppa mngkhianati yoongeon pnasaran sebesar apa pngkhianatan wonppa apa yg d lakukannya n dngan siapa? brharap sich cuma salahpaham yoongeon memaafknnya n mmberi wonppa kesempatan jngan ma changwook gk suka hehe

    Like

  16. kasihan yoona yg kisah cintanya selalu berakhir dengan tidak baik
    apalagi siwon juga ninggalin yoona gitu aja,, apa siwon emg beneran menghianati yoona ?
    semoga changwook bisa bantuin yoona ngobatin patah hati nya..
    berharap siwon nyesel udah menghianati yoona dan berjuang kembali untuk mendapatkan hatinya lagi..

    Like

  17. Bagaimana ceritanya Siwon oppa udah tau namanya Yoona eonni? Apakah dia secret admirer atau dia disuruh untuk nyakitin Yoona eonni? Maksud dari persahabatan yoona-jessica-sooyoung berakhir sama itu gimana? Siwon oppa selingkuh sama siapa? Apa dia cuma mempermainkan Yoona eonni? Next author. Semangat nulisnya.

    Like

  18. Siwon, changwook, bogum, soohyun sederet pria2 yg sangat ganteng 😍
    Dan seperti biasa cowo2 ganteng itu kepincut berat ama yoong gw hohoho

    Like

  19. bingung mau komen apa. jujur aku masih belum ngerti ma jalan cerita ff ini. awalnya yoona sedih karna siwon, tapi kenapa malah scene yoona ma bogeum yang dijelaskan. trus di ending sebelum tbc, yoona malah baru kenalan ma siwon. au ahhh… ditunggu next partnya. moga nanti dapet pencerahan di part itu. hehehe… emang lagi agak lemot, makanya gak bisa nangkep ceritanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s