[FF] The Problem of Beauty – 1

Title : The Problem of Beauty

Author : Choi Zuazua ft.  Lawliet

Cast : Choi Siwon  , Im Yoona

Other Cast : Ji Changwook, Oh Sehun

Genre : Thriller, Action, Romance, Sad

Rating : 17+

Poster : @xoloveyoonwon

Typo berkeliaran !!!

Oh iya kemarin kan sudah dipost part satunya, nah ini part duanya.. tp aku jadiin satu dengan part satu yang kemarin, karena ada beberapa perubahan.. hihihi siapin cemilan yak, lumayan panjang soalnya..

 

Happy Reading

Czz-

Nafasnya memburu seperti sedang dikejar anjing gila, matanya berkilat penuh was-was. Ketakutan terlihat jelas pada wajah pucat pasinya. Keringat dingin membasahi tubuh gemetarnya. Taeyeon langsung berlari saat bayang hitam lebih dekat dibelakangnya. Dia merutuk dirinya sendiri mengapa tadi tak menerima ajakan pulang Baekhyun. Ponsel mewahnya pun tak membantu saat batreinya habis. Sdial ! Siapapun tolong aku !

“ AAAAAAAhmmmmmp-..” terdiaknya tertahan saat tangan besar membekap mulutnya. Sebelum kesadarannya hilang, dia sempat merasakan tusukan kecil pada lehernya.

..

 

Sayup-sayup dia mendengar suara dingin mengerikan. Kesadarannya kembali, namun sayang dia tidak bisa melihat apapun. Semuanya gelap, matanya ditutup, tangan dan kakinya terikat pada sebuah tiang.

“Apa yang kau rasakan ?!” Tanya sosok misterius bertopeng badut itu.

“Kau Siapa ? apa masalahmu denganku ?” teriaknya penuh ketakutan.

“Dalam kehidupan yang terlihat akan sebuah kehormatan,ketenaran, dan kekayaan. Para dewa-dewi dengan  ke tampanan dan ke anggunan  mereka terbawa dalam ke angkuhan dari langit. Mereka tertawa tanpa menengok ke bumi, kearah kami. Selakyanya mahkluk hidup di bumi seperti manusia,hewan dan tumbuhan.” Taeyeon merasa tersesat akan ucapan sosok misterius itu.

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan ? Lepaskan aku, tolong !!!”

“Sang dewi yang tak pernah memandang manusia seakan dia buta, dia tidak sadar akan dunia sekitar” suara yang terdengar seperi laki—laki semakin mendekati Taeyeon

Taeyeon  gugup dan takut dengan  apa yang akan terjadi, keringat dingin pun bercucuran bersamaan isak tangisnya. “Apa yang kau mau dariku ? Uang ? aku akan berikan berapapun yang kau minta.” dengan hati yang berdebar Taeyeon  di kagetkan dengan sebuah belaian tangan dingin  pada pipinya “Aku mohon kepadamu, tolong lepaskan aku.” dia tercekat akan sensasi mengerikan yang diberikan sosok lelaki misterius itu.

“Sang Dewi pun datang kebumi dengan membawa sebuah perjanjian yang memiiki maksud terselubung. Kami sebagai mahkluk bumi terpesona dengan wajah cantikannya. Banyak mahkluk bumi yang ingin mendekat dengannya. Manusia,hewan,tumbuhan, melakukan berbagai cara agar dapat mendapatkan hati sang dewi, sedangkan sang dewi sendiri seperti menikmati keadaan tersebut merasa bahwa dirinya special di antara yang lain.”

“Mengapa kau terus berbicara hal-hal aneh. Apa maumu sebenarnya ?” Taeyeon bingung dan takut berrcampur menjadi satu, namun dia dikagetkan akan bisikan dari laki-laki misterius itu. yang membuatnya membeku seketika.

”Kau mau tahu apa yang ku mau wahai sang dewi ? yang ku mau adalah mengambil keangkuhan yang kau miliki.”

“A-apa.. ???”

“Kau memiliki kecantikan selayaknya dewi di kayangan,namun kau menggunakannya untuk membodohi serta mempermaikan hati orang lain. Dengan paras dewi-mu, kau menipu para makhluk dibumi.” Taeyeon semakin bingung akan pembicaraan ini.

“Apa maksud orang-orang dibumi yang memiliki sifat manusia,hewan,tumbuhan???”

“Orang yang memiliki sifat manusia adalah orang yang berfikir layaknya manusia. Mereka beraktivitas dengan social sebagai kehidapan mereka. Orang yang memiliki sifat hewan adalah orang yang serahkah karena kehidupan yang dibutakan oleh dundiawi. Yang terfikirkan oleh hewan adalah makan dan makan. Sedangkan orang yang memiliki sifat tumbuhan adalah orang yang hidup seperti tak ada perpindahan dan hanya akan berdiam diri mereka memiliki social kehidupan namun hanya dalam kesunyiaan belaka.”

Taeyeon semakin bingung dan tak bisa menerka apa yang di maksud  orang misterius itu”Lalu apa hubungannya denganku?!”

“Sssstt…” jari menempel di bibir Taeyeon jangan kau berteriak dengan menangis, aku jadi tak menikmati momen ini”orang misterius itu berbicara lalu pergi meninggalkan sanderanya

“Yakkk ! Mau kemana, kau ? sial lepaskan aku !!! dasar Gila!” Taeyeon  berteriak terus sambil mengerakan tubuhknya tapi tertahan dengan ikatan di sekeliling tubuhnya

“hhhhmm… seorang dewi tak patut bicara kasar seperti itu, aku hanya pergi sebentar untuk mengambil hadiah sudah segitu kangennya kah kau denganku.” lelaki misterius itu berjalan sambil membawa beberapa alat

“Dasar Orang gila ! buka penutup mata ini agar aku dapat meludahimu!!!” ucap Taeyeon kesal.

“ohh ya ?  ya aku merasa tidak adil bila membiarkanmu tidak bisa melihat pesta ini” lelaki misterius itu pun melepas ikat mata sandera nya ,dengan mata yang masih samar samar Taeyeon  melihat sosok lelaki yang memakai pakadian mantel hitam dengan tudung dan wajah yang tertutupi topeng badut .

Cuih cuih cuih..

Taeyeon  meludah tak beraturan dan memaki pria misterius itu. Melihat Taeyeon banjir airmata, meraung-raung mohon ampun, minta dilepaskan membuat lelaki misterius itu sangat menikmatinya. Tawa penuh bahagia menggelegar membelah malam yang kelam. “Hahahaha…..whahahahah…hihihih…jhahahAHAHAHAHA..” Lelaki misterius itu berdiri dan melihat sandranya sambil memiringkan kepalanya, seolah-olah dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan pada boneknya itu.

“ Lets play to a game.” Bisiknya membuat Taeyeon bergidik ngeri.

“Wahai dewi kau begitu sempurna sehingga aku bingung harus ku ambil ke angkuhanmun dari mana dulu”lelaki misterius itu mengambil sesuatu di saku mantelnya ,sebuah kartu remi di keluarkanya “Aku ingin memainkan sebuah permainan dengan mu dan itu akan menentukan hasil dari tindakanku nanti” lelaki misterius itu berjalan menjauh beberapa langkah dari bonekanya

“Dasar GILAAAA!!!” dengan mengeluarkan tenaga dari suaranya yang semakin serak karena terkuras oleh terdiakan-terdiakannya

“Ssssstt…. Kamu focus saja dengan apa yang aku ucapkan, ok”lelaki misterius itu menyebar 13 kartu remi yang terdiri dari AS,2,3,4,5,6,7,8,9,10,J,K,Q.

“Baik begini permainannya, disiini ada 13 kartu remi. Kau pilih 1 nilai dan kau bayangkan,saat kau memilih nomor mu tambah 4 hasilnya sama dengan kali 2, setelah itu kurangi 6  lalu bagi 2 dan kurangi dengan angka yang kau pilih tadi.”

Dengan perasaan yang masih bingung, kepalanya terasa ringan. Dia menerka soal semacam itu, seseorang pasti akan tidak bisa berfikir. Lalu dengan keras dia menjawab ”DASAR ORANG TIDAK WARAAAAAAS!!!”

“Terima kasih atas pujianya ,tetapi aku sudah mengetahu jawaban nya dari nomor itu adalah 1.”

Taeyeon  terus berterdiak namun sang penyandra tetap cuek dan mengambil sesuatu di meja yang berada di sampingnya itu, seperti sebuah amplop kecil lalu di bukanya dan melihat isi dari amplop itu”hm nomor 1, baiklah kau beruntung”orang itu melihatkan isi dari amplop itu adalah bertuliskan, wajah.

Dengan was was Taeyeon tergagap.”Apa..apa yang akan kau lakukan ?  jangan mendekat aku bilang JANGAN!!” Taeyeon  terus berbicara seperti itu sambil menangis karena melihat orang misterius itu membawa sebuah pisau dapur berkarat yang di pegang di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang paku berukuran 10 cm.

Dengan nada senang lelaki mistrius itu berkata”Aku akan memulainya, pilihlah dibagian mana aku harus mengawaliya ? kiri atau  kanan, kau bebas memilih.”

“Pilihan apapun yang di pilih akan bernasib tidak baik untukku.”

Taeyeon seutuhnya tak mengerti, kepalanya pusing bukan main. Jantungnya bertalu-talu penuh ketakutan, hatinya berdebar tak karuan, keringat dingin membanjiri sekujur tubuhnya, nafasnya tersenggal, dia merasa dundianya akan segera berakhir.

“HUAAAAAAAA…HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”  terdiakan mengelegar  terjadi saat wajah Taeyeon  perlahan-lahan di sayat dengan pisau dan ujung paku yang berkarat itu, darah mengalir, membentuk sungai darah pada wajah dewinya. Seketika menjadi sebuah experiment menakutkan, tak bisa di lukisan dengan kata-kata. Lelaki misterius itu pun tertawa menikmati permainannya. Sangat senang, dia pun mengambil palu yang terletak diatas meja dan mengambil 5 paku lagi,

Suara teriakan itu meredam bersama pingsannya Taeyeon, tak menunggu lama pria misterius itu kembali lagi, melihat Taeyeon  pingsan membuat hatinya merasa sedih. Dia pun berniat mengakhiri game ini dengan palu dan paku berukuran 10 cm. Dia menancapkan paku 10 cm itu pada kepala Taeyeon. Menyentak kaget kesadaran Taeyeon, dengan satu ayunan karena paku yang menancap belum sepenuhnya masuk  Taeyeon berhasil menghalaunya. terbangun dan berteriak sejadi-jadinya “HAAAAAAA……………..UAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” raungan kesakitan tak ubahnya alunan music merdu ditelinga lelaki misterius itu. Dengan semangat lelaki misterius itu menancapkan paku  pada kepla Taeyeon  yang terus menggelengkan kepalanya, pada akhirnya diam karena sudah meninggal. Kepala yang menunduk di angkatnya supaya dia dapat menyelesaikan permainan terakhirnya

Pria  misterius itu berdiri menaruhkan sebuah kartu remi Q(queen)  di antara tangan yang berada di belakang ikatan Taeyeon   dan sebuah kertas yang bertuliskan “Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.”

Dibalik topeng badutnya, lelaki misterius bertubuh tinggi itu menyeringai penuh kepuasan. “Game over, next to the game.” Dia lalu melepas topeng badutnya, bibir tipisnya bergumam. “Terimakasih, Kim Taeyeon atas partisipasi pesta ini. Tunggulah di neraka, aku akan membawakanmu teman.”

 

….

 

Selimut duka menyelimuti keluarga Kim saat putri sulungnya ditemukan tewas dengan keadaan yang mengenaskan. Kasus ini sedang didalami oleh kepolisdian Seoul, diduga pembunuhan ini dilakukan oleh pelaku yang sama mengingat cara pelaku membunuh korbannya adalah cara yang sama. Ini bisa menjadi kasus pembunuhan berantai.

Tangis pilu menyertai peti kematian Taeyeon ketika dimasukkan kedalam tanah. Tubuh ny. Kim tumbang setelah tak kuat lagi menahan kesedihan atas ketidakterimaan kematian putri sulungnya. Suasana menjadi gaduh saat putri bungsunya menjerit, menangis sejadi-jadinya. Hendak ikut menjatuhkan diri menemani sang kakak tercinta, Changwook  yang berada disisinya dengan sigap menahan tubuhnya.

“Taeyeon unnie.. lepaskan ! aku ingin bersama Taeyeon unnie, hikssss..” Dia terus meronta dalam dekapan Changwook.

“Kau harus ikhlas, tenangkan dirimu.”

“Taeyeon unnie.. unnie hiksssssss…” menyusul juga dia seperti ibunya, pingsan tak kuat lagi menahan tubuhnya.

 

“Orang macam apa pelaku ini, satu bulan terakhir sudah ada 9 orang yang dibunuh secara tragis, dan semuanya wanita cantik. Aigoo..” decak lelah detektif Park.

“Bagaimana dia tega membunuh wanita cantik-cantik itu, yang aku dengar Taeyeon adalah salah satu mahasiswi popular di Kyunghee. Bukan hanya karena berasal dari keluarga kaya raya, dia juga mempunyai paras cantik.” Timpal kepala Lee.

“Dia juga seorang play girl, bisa jadi pelakunya adalah salah satu mantan kekasihnya, atau pria yang pernah ditolaknya. Dia sakit hati lalu balas dendam.!” sahut detektif  Oh.

“Aku setuju dengan detektif  Oh, melihat surat-surat yang ditinggalkan pelaku. Tapi, bisa juga pelakunya seorang wanita yang iri dengan para korban.” Seohyun menatap penuh arti 9 selembar surat.

“Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.” Selembar surat yang ditinggalkan pada jasad Taeyeon.

“Maksudmu wanita jelek yang merasa iri dengan wanita cantik ? Tidak bisa dipercaya..” geleng Park Chanyeol. “Sejujurnya aku lebih berpikir bahwa yang membunuh adalah seseorang terdekat korban. Kim Seolhyun model majalah dewasa itu, dia salah satu teman Bora penari bar elit itu.”

“Kau telah menjalani kehidupan ini dengan bahagia namun kau mengecewakan arti kehidupanmu dengan hal-hal yang  kau lakukan akan  kecantikanmu, kau gunakan untuk mencari uang dengan cara yang kotor,  menjual tubuhmu,berfoya-foya tanpa mau berbagi,seperti dalam  film kau akan berakhir dengan sutradara yang mengatur hidup mu karena kau bagai model mata tua.” Mati dengan pose  model dewasa dengan wajah yang meleleh sebelah. Itu bagdian surat yang mereka dapatkan di jasad Seolhyun .

Dan ini surat yang ditinggalkan pada jasad Bora“Laksana penari topeng yang anggun,dia begitu tenang mengikuti iringan lagu di malam hari, seperti kupu kupu malam yang berada di sekitar danau dingin banyak sekali katak yang bersiul melihatnya menari. Wanita diciptakan dengan keindahannya namun banyak yang  salah menggunakannya.”Mati dengan tubuh berada dalam sebuah peti penuh kawat  yang meyayat sekujur tubuhnya, kehabisan darah.

“Tapi Taeyeon tidak ada hubungannya dengan mereka. Apa mereka berkelompok, maksudku ada beberapa pelaku disini.” Sanggah Seohyun.

“ Aku yakin pelakunya adalah orang yang sama. Dia psikopat !” geram Sehun.

“Cari tahu Siapa saja mantan-mantan Taeyeon, dan lacak nomor ponselnya. Dan dimana dia terakhir berada pada malam itu !” perintah Suho.

“Aku bersumpah akan menyeretmu dengan kedua tanganku sendiri.” Mata Sehun mengkilat sungguh-sungguh. Tatapnnya kembali jatuh pada surat-surat itu, satu-satunya petunjuk yang ada“Hewan buas pun tetap menyanyangi kelompoknya. Mereka mencari makan secara kelompok,karena mereka tahu kehidupan mereka lebih berarti bila bersama,walau mereka sering memburu mangsa yang sama namun mereka bersaing dengan sehat bukan dengan cara licik, lidahmu tak seindah dambaan senyuman bibirmu, demi mencapai apa yang kau inginkan kau menfitnah, bermain sandiwara kehidupan dengan keji dan tak tahu malu.”Kang Seulgi sang pengacara ternama yang bdiasa membela para koruptor, Mati dengan mulut terobek.

“Istrirahatlah dulu, kita bisa melanjutkannya nanti. Perut kosong tidak akan benar-benar membantu !” titah kepala Lee, tangannya dengan cekatan mengumpulkan berkas-berkas kasus yang mereka tangani.

“Kepala Lee, aku belum selesai membacanya !” renggut Sehun.

“Apa dengan kau membacanya seribu kali semua akan menjadi baik. Isi perutmu Sehun, kau bisa membacanya nanti. Jangan sakit !”

 

Satu tahun sejak kematian Taeyeon polisi masih belum menemukan Siapa pelakunya. Dan pembunuhan berantai itu seakan berakhir begitu saja, setidaknya belum ada korban lagi namun bukan berarti mereka menghentikan pencardian. Mereka masih melakukan penyelidikan secara diam-diam karena kasus Taeyeon telah ditutup sesuai keinginan ny. Kim.

 

 

Yoona  menatap langit hitam yang selayaknya hendak menyaingi hatinya dengan tatapan gusar. Dia tak membawa payung dan hujan akan segera turun sebentar lagi.  Baru saja dia khawatir, hujan sudah turun begitu derasnya. Menimang-nimang langkah apa yang harus dia pilih, menerobos hujan dan berakhir basah sekaligus kedinginan atau parahnya lagi dia akan jatuh sakit. Menunggu hujan reda sama juga kedinginan sampai bawahan ibunya menjemput, tidak ! itu bukan pilihan bagus. Sang ibu pasti akan mengomel bila tahu dia pergi sendirdian tanpa satu pengawal.

“Seandainya ada kau disisiku, pasti aku tak akan sebingung ini..”desahnya lirih, hujan membuatnya basah akan kenangan. Dia dingin, merindukan sebuah pelukan.

“Bukan ada atau tidak adanya dia disisimu kau bingung, tapi kau sendirilah yang membuatnya menjadi sulit. Jika tidak ingin bingung maka buatlah keputusan dengan yakin. Hilangkan rasa ragu-ragu tak berdasarmu. Seseorang yang sudah meninggal tak sepantasnya masih kau sesali kepergiannya.” Ucap lelaki bertubuh jangkung yang berdiri dibelakangnya.

Yoona  menyipitkan matanya ke arah lelaki yang sedang menatapnya sendu. Meskipun syal hampir menutupi setengah wajahnya namun Yoona  dapat mengetahui bahwa lelaki ini memiliki wajah tampan. “Kau siapa ? aku tidak bicara denganmu.”

“Kau baru saja berbicara denganku nona Yoona .” Mata Yoona  terbelalak, lelaki ini mengetahui namanya. Perasaan takut terhadap orang asing membuatnya melihat ke sekitar, syukurlah masih ada beberapa orang yang berada di halte bus tersebut.

“Lihat ekspressi takutmu, aigoo.. aku pikir kau tidak memilikinya selain wajah cantik..” lelaki itu tersinyum simpul. Kini Yoona  dapat melihat seutuhnya wajah tampan itu. Astaga belum pernah sebelumnya dia mengagumi lelaki lain, apalagi lelaki asing.

“Aku tidak mengenalmu tentu saja aku harus memiliki rasa takut. Cantik ataupun jeleknya seorang gadis, mereka pasti memiliki rasa takut.”

“Benarkah ?” tanyanya terdengar remeh ditelinga Yoona .

“Kau seorang lelaki mana mungkin tahu, sudahlah aku tak akan bicara lagi dengan orang asing.” Jawab Yoona  lalu berndiat menerobos hujan, akan tetapi sebelum tubuhnya semakin basah lelaki asing itu menarik tubuhnya kencang. Tubuhnya menabrak tubuh lelaki asing itu, wajahnya tenggelam dalam dada bidangnya.

Untuk beberapa ratusan tetes hujan mereka bertahan dalam posisi yang bila dilihat orang seperti sedang berpelukan. “Apa yang kau lakukan, kau..!’’ ucap Yoona  tergantung saat lelaki asing itu memakaikan mantel tebalnya pada tubuhnya.

“Wajah cantikmu tidak cocok bila harus berubah pucat jika kau sakit.”

“ Jika kau berpikir aku gadis semacam itu, kau salah besar ! Aku  tidak seperti mereka!” decaknya kasar “ Dasar mesum.” Gerutunya sambil melangkahkan kakinya cepat.

Lelaki asing itu terkekeh mendengar gerutuan Yoona , terdengar lucu saat Yoona  malah semakin merapatkan mantelnya. “Aku anggap itu ucapan terimakaasihmu.”

“Mengapa kau terus mengikutiku ?”

“Hey ini jalanan umum, aku bebas pergi kemana yang aku mau.”

“Tapi kau tidak diijinkan jalan dismpingku..”

“Kenapa ? apa ayahmu melarangmu jalan bersama orang asing ?” Yoona  berhenti sejenak membuat langkah lelaki asing itu berhenti juga. Mereka saling bertatapan sebentar, sebelum Yoona  melanjutkan langkahnya lagi.

“Sepertinya benar ayahmu melarang. Ayah yang protektif.”

“Ayahku sudah meninggal.” Kesedihan yang tersirat dari ucapan lirih Yoona  membuat lelaki asing itu tertegun untuk sesaat.

“Maaf, aku tidak tahu.”

“Jika kau tidak tahu apa-apa, berhenti melakukan apapun. Ketidaktahuanmu itu bisa saja membuat seseorang terluka.”

“Tapi aku tahu namamu, aku juga tahu ini bukan jalan menuju rumahmu.” Elak lelaki asing itu, hanya mencoba menutupi rasa tersinggungnya.

“Bagaimana kau tahu nama dan rumahku ?” Yoona  benar-benar menghentikan langkah kakinya, mereka saling berhadapan di tengah derasnya hujan yang membasahi tubuh.

“Kau sangat terkenal dikampus, namamu sangat popular. Tidakkah kau menyadari itu?  Wajah cantikmu sering dibicarakan, sifat tertutupmu juga. Kau yang hanya memiliki teman dari keluarga kaya. Perlakuan istimewa dari orang-orang kampus dan yang berada disekitarmu sangat tersohorr di penjuru kampus.”

“Kupikir aku tidak sepopuler itu.” Desah Yoona  lemah. “Terkadang apa yang kau dengar tak semuanya itu sebuah kebenaran.” Ucap Yoona  dingin, sedingin hujan yang turun. “Dan kau barusaja membuat hatiku terluka, karena ketidaktahuanmu itu.” Lajutnya menohok lelaki asing itu.

“Namaku  Siwon, ikutlah denganku. Aku bersumpah kali ini kau tidak akan terluka atas pengetahuanku ini.” Ucap lelaki asing yang bernama  Siwon serius. Mengambil satu tangan Yoona  untuk digenggamnya. Berjalan cepat, lebih tepatnya menyeret Yoona . Matanya menatap awas, shit mereka mulai bergerak.

Yoona  tak membantunya sama sekali, dia malah menyentak keras tangan  Siwon hingga terlepas. Napasnya terengah, dasar lelaki gila. Pikirnya. “Kau akan menyesal jika melepas tanganku !” hardik  Siwon.

“Aku akan lebih menyesal jika membiarkanmu-..”

“Damn it ! tidak ada banyak waktu lagi. Mereka akan menculikmu !”

“Bukannya mereka tapi, Kau !”

“Baiklah, pergilah !”  Siwon berlalu begitu saja merasa jengkel pada Yoona  yang tak mendengar ucapannya. Dasar gadis keras kepala. Dan untuk apa aku repot-repot menolongnya, ini bukan seperti diriku. Hey.. mereka akan menyuliknya ! wajah menggemaskannya akan berubah ketakutan, gadis bodoh ! bagaimana jika mereka menyentunya, arghhh.. aku tidak bisa membdiarkannya. Tapi, apa peduliku ? dia bahkan tak mau mendengarkanku. Shit ! aku akan membunuh mereka.  Siwon kembali menyusul Yoona , baru 15 menit dia meninggalkannya, gadis itu sudah tak kelihatan batang hidungnya. Matanya mencari liar, samar-samar dia mendengar suara tangis, minta tolong. Itu Yoona  !

Berhasil menemukannya, Yoona  sedang duduk terpojok disudut gudang kosong dengan dikelilngi 2 paman mesum. Tangannya menampar tangan paman mesum yang hendak menyentuh wajahnya. PLAK, satu tamparan mendarat pada wajah cantiknya. Sudut bibirnya berdarah.

“Nikmati saja permainan ini sayang, jadilah gadis manis.” Serigadian mesum membuat tangis Yoona  pecah.

“Hey paman ! jangan memulai permainan tanpa aku !” terdiak  Siwon songong, Yoona  menatapnya. Selamatkan aku !  Siwon menyeringai lalu memberinya satu kedipan mata.

“Berandalan kecil ini berani sekali dia memerintah kita.” Ejek salah satu paman mesum yang perutnya buncit. Sedangkan 4 kawannya hanya tertawa mencemooh.

“Jika kau ingin kekasihmu hidup, serahkan seluruh isi dompetmu. Dan pergi beritahu ayahmu ataupun ayahnya untuk membawakan uang 1 milyar, hahaha !”

“Paman jika kalian ingin mendapatkan uang itu dari ayahnya, haruskah aku mengirim kalian ke surga ?!”

“Bedebah ! habisi berandalan itu !” suruh sang ketua.

“Bdiarkan aku saja, hyung.”

“Tunggu..”  Siwon memberikan tanda berhenti dengan tangannya. “Kenapa kalian tidak langsung maju semuanya, pasti permainan akan lebih  seru.” Smirk evil-nya semakin menyulut nafsu penculik itu untuk memusnahkan  Siwon.

Serangan demi serangan berhasil  Siwon tangkis, meskipun pelipis kanan terluka terkena hantaman kayu. Dia mengatur nafasnya sejenak setelah berhasil menumbangkan 2 orang penculik. Tersisa 3 orang penculik yang kini mulai mengeluarkan senjatanya, pisau lipat

“Bagus keluarkan semua yang kalian punya.”

Dengan gesit  Siwon mengindar setiap serangan, namun saat lengah lengannya tersayat. Entah kenapa saat darah mengucur keluar, hasratnya semakin terbakar untuk cepat menyelesaikan permainan ini. Senyum mengerikan terparti pada wajah babak belurnya, dan itu mampu membuat nyali para penculik menciut.

Seolah-olah binatang buas sedang merasukinya, menerkam mangsa tepat sasaran, merobek mangsanya sadis. Pisau lipat itu berpindah tangan, barusaja dia hendak menacakan pisau lipat itu kea rah jantung sang penculik Yoona  menghentikannya lebih dulu.

“Cukup…kau bisa membunuhnya.”  ucap Yoona  sambil memegang lengan  Siwon yang terluka.

Untuk sesaat  Siwon terpaku kearah tangan Yoona  yang memegang lengannya, lalu tatapannya beralih ke Yoona  yang sedang menatapnya khawatir. Seketika tatapan tajam  Siwon membuat pegangan Yoona  lepas. Rasa takut mendera,dia mundur beberapa langkah. Bermaksud menghindari tatapan  Siwon ,dia di kejutkan dengan darah yang berada di telapak tangannya.

Yoona  memekik keras. “Astaga! Lenganmu terluka, Siwon!.” Lalu mendekati  Siwon dan langsung membalut luka  Siwon dengan sapu tangannya. Siwon terpaku atas tindakan kecil itu, perasaan hangat menjalar kedalam ruang hatinya. Seumur hidupnya belum pernah ada seorang gadis yang memperlakukannya seperti itu. Untuk beberpa alasan lainnya, dirinya seperti terkendalikan oleh Yoona  hingga tanpa sadar dirinya sudah berada di luar gudang kosong tersebut.

“Apa yang kau lakukan ?”tanya  Siwon.

“Kita harus kerumah sakit sekarang.”

“Tidak perlu !”

“Tapi kau terluka.”

“Apa pedulimu ?.”

“Kau terluka karena aku, jelas saja aku peduli.”

“Jadi kau khawatir ?”

“Jangan terlalu senang aku hanya bertanggung jawab.”

“Jika hanya formalitas tidak perlu.”

“Apa aku terlihat seperti itu?”

“Ya..”

“Dasar menyebalkan.”umpat Yoona ,baru saja hendak meninggalkan  Siwon rasa nyeri di bagdian perut membuatnya mengaduh.”Awhhhhhh..”

Tanpa kata  Siwon langsung menggendong Yoona  ala bridal style.Terang saja perlakuan tiba-tiba itu menyuarakan protes Yoona .Namun sebelum benar-benar protes  Siwon membukamnya terlebih dulu.

“Diam. Jangan membuat ini semakin sulit.”

 

 

 

Changwook terlihat sedang mondar-mandir sambil memegang ponsel,terus mencoba menghubungi seseorang.Beberapa orang juga sama seperti Changwook. Raut wajah khawatir akan ketakutan karena belum ada satupun informasi yang menunjukan keberadaan seseorang yang terus dihubunginya.

“Nona muda tidak ada di kampusnya,salah satu temannya mengatakan bahwa nona muda sempat mengunjungi panti asuhan.Namun saat kita kesana nona muda sudah tidak ada lagi disana,dan ibu panti pun tidak tahu nona muda pergi kemana.” Lapor salah satu bodyguard sambil menunduk takut

“Lalu kenapa kau masih disini,cepat cari sampai ketemu!!!.”

“Changwook oppa,aku pulang.”

Suara familiar itu menyapa sepasang telinga yang ada di sana. Secara serentak menoleh kearah gerbang utama dimana suara itu berada, terlihat Yoona  sedang berada dalam gendongan seorang lelaki yang wajahnya babak belur. Setengah berlali Changwook menghampiri Yoona , lalu meraih tubuh Yoona  untuk menggendongnya.  Siwon langsung memekik saat beban di lengannya terangkat. Yoona  menoleh kearah  Siwon khawatir.

“Kau mau kemana ? kau tidak diizinkan pulang.” Yoona  tidak membiarkan  Siwon pergi begitu saja, terserah lelaki tampan itu suka atau tidak. “Bibi Cha,tolong bawa dia kedalam.”

“Baik..nona.”

 

 

 

“Ohh.. kau sudah bangun.” ucap Changwook terkejut saat masuk ke kamar Yoona , biasanya nona mudanya itu akan bangun jika jam 10, kecuali nona mudanya ada kelas pagi. Dan itu dia harus menggunakan tenaga ekstra untuk membangunkan nona mudanya.

“Hilangkan wajah terjutmu itu,kau terlihat menyebalkan oppa.” balas Yoona  sengit,menatap Changwook lewat cermin rias di hadapannya.

Changwook hanya terseyum kecil menanggapi itu. Kemudian dia memutar kursi yang diduduki  Yoona ,setelah itu jongkok di hadapan sang nona muda.”Kau baik-baik saja, kan?”tanya menuntut penuh kekhawatiran.

“Luka sekecil ini tidak akan membuatku mati.” jawab Yoona  sambil terseyum manis.

“Kau tidak pandai membuat lelucon.”  Changwook  membrengut tidak suka “Perutmu baik-baik saja kan ?”

“Tidak ada masalah yang perlu kau khawatirkan” Yoona  mengusap lembut  rambut Changwook.

“Aku mengerti..” Changwook setengah mengalah. “Tapi kau harus minum obatmu !” dia lalu berdiri “Kau ingin sarapan disini atau diluar?”

“Apa dia sudah bangun ?”

“Terakhir yang aku lihat belum.”

“Apa lukanya parah ?”

“Luka sekecil itu tidak akan membuatnya mati.”ketidaksukaan terlihat jelas

Yoona  menampar bahunya pelan,.”Aku akan melihatnya.”

Kemudian keduanya keluar bersama,ketika Changwook membuka pintu kamar Yoona . Siwon berada disana.”Apa yang kau lakukan disini?!” tatapan mengintimidasi Changwook tak berarti apa-apa bagi  Siwon.

“Aku hanya ingin pamit.” jawab  Siwon santai.Seakan-akan dia tidak melihat dan mendengar semuanya. Bukan maksudnya menguping,hanya saja saat dia hendak menemui Yoona  bodyguard itu menemuinya terlebih dulu. cih..bodyguard, tingkahnya saja bagaikan seorang kekasih.

Aku harus berhati-hati dengan orang ini. Pikir Changwook .

“Kau boleh pergi setelah sarapan.” ajak Yoona  meninggalkan dua lelaki yang saling bertatapan penuh selidik.

Merasa tidak ada yang mengikutinya Yoona  pun menoleh. ”Hey..ayo!”

Changwook berbisik pada  Siwon. ”Jaga sikapmu!”

Lalu ketiga menuju ruang makan bersama. Sesanpainya di tempat makan Changwook yang duduk di hadapan  Siwon, mereka mengambil makanan yang sudah di sdiapkan

“Siapa kau sebenarnya ?”

“Oppa..kau bisa bicara nanti setelah makan.”

Changwook menatapan penuh curiga pada  Siwon,yang dibalas tatapan santai  Siwon sambil menikmati makanannya. Baru setelahnya saat dia sudah menelan makanannya dia menjawab berani Changwook. “Namaku Choi Siwon  , kau tahu kan HDS group, aku pewaris tunggalnya. Kau sedang berusaha mengintrogasiku, kan ? tapi.. sayang sekali aku tidak memiliki banyak waktu. Jangan khawatir, kau bisa bertanya pada nona mudamu nanti alasan kenapa aku bisa bersamanya, terluka bersamanya!”

Yoona  tidak tahu bagaimana harus bersikap manakala kedua lelaki tampan dihadapannya saling beradu tatapan mengintimidasi. Suasana menjadi canggung, dan dia tidak menyukainya. Beruntung ketika adik sepupunya datang, merubah suasana itu menjadi sedikit hidup.

“Apa aku salah memasuki rumah, lihatlah tuan putri di rumah ini sudah bangkit dari singgasananya.” Sindir Sehun, tentu saja dia tahu pada jam berapa Yoona  bangun tidur.

“Ada apa dengan pagi ini mengapa orang-orang disini senang sekali mengejekku..” cemberutnya, mengundang tawa Sehun.

“Aigoo..berapa umurmu, noona ? kau menyerupai anak kecil jika merajuk seperti itu.” Tanpa minta izin Sehun duduk begitu saja disamping Changwook, lalu meminta maid mengambilkan piring untuknya.

“Sopan sekali dirimu.” Sindir Yoona .

“Hyung, kau baik-baik saja ?” tanya Sehun kepada Changwook yang masih menatap intens  Siwon.

“Ah- Ya.. bagaimana penyelidikanmu ?”

“Aku tidak ingin membahasnya sekarang.” Tolak Sehun halus, mengantisipasi adanya orang asing. Benar yang dia maksud adalah  Siwon. “Dan siapa hyung tampan ini, apa dia kekasihmu noona ?” tanyanya mempertanyakan  Siwon pada Yoona  yang langsung tersedak.

“Uhuk.. uhukk..” wajahnya memerah saat menerima minuman yang diberikan  Siwon. “Terimakasih..” dia melempar senyum malu-malu.

“Hyung,  kau benar-benar kekasih Yoona  noona ?” tanya Sehun semangat.

“Choi Siwon. Aku seniornya di kampus.” Jawabnya santai. “  , dan kau ?”

“Oh Sehun, adik sepupu Yoona  noona yang paling tampan.” Jawabnya membuat Yoona  dan Changwook memutar matanya bosan.

“Maaf aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan mentraktirmu minum kopi. Terimakasih untuk semalam Yoona , dan untuk sarapannya ini.”  Siwon membungkuk ke arah Yoona . Sikapnya sungguh sopan dan manis.Sepertinya Yoona  jatuh akan pesona  Siwon.

“Paman Kang, tolong antarkan dia pulang.”

“Tidak perlu..” tolak  Siwon.

“Aku memaksa, anggaplah ini ucapan terimakasihku.”

“Aku akan ikut !” seru Changwook.

“Tentu saja, aku merasa terhormat dikawal olehmu. Setidaknya aku tidak akan mati kebosanan selama perjalanan.” Sudah dua kali  Siwon merendahkan Changwook, bila tidak ada Yoona  mungkin saja dia sudah membalas ucapan itu.

Selepas kepergdian Changwook dan  Siwon, Sehun sdiap mengintrogasi Yoona . “Bagaimana semua itu bisa menimpamu?”

“Aku selesai..” ucap Yoona , tidak ingin pembicaraan mengenai apa yang dia alami kemarin berlanjut.

“Kau hutang penjelasan kepadaku, noona.” Ujar Sehun tegas.

 

Czz_

 

“Kau sudah menunggu lama ?” tanya  Siwon sembari menempatkan dirinya duduk disamping Yoona .

“Baru 15 menit.. Luka mu sudah kering, Oppa ?” tanya Yoona  sambil mengulum senyum malu, baru menyadari  telah memanggil  Siwon ‘Oppa’.

“Aigoo.. manisnya gadis ini..” meskipun sempat kaget,  Siwon mencoba menikmatinya. 2 minggu setelah kejadian itu membuat mereka lebih dekat.

“Aku tidak suka canggung, itulah mengapa aku memanggilmu Oppa. Bukankah oppa lebih tua dari aku?” tanya Yoona  kesal, bibirnya mempout imut. Dalam hati  Siwon terus bergumam, untuk lebih berhati-hati dengan gadis seperti Yoona . Masalahnya dia belum pernah berinteraksi dengan gadis akan sejuta ekspressi itu. Kadang-kadang Yoona  terlihat sangat cantik dengan senyum manisnya, terlihat pula dingin dengan sikap kehati-hatdiannya terhadap orang asing, terlihat juga menggemaskan ketika sedang kesal, cemberut bahkan marah. Dan semua itu berhasil membangunkan suatu dalam hati  Siwon yang sebelumnya tak pernah dipikirkan  ada.

“Terserah kau saja, Yoona.”

“Kau sama menyebalkannya dengan Changwook oppa dan Sehun.” Yoona  merenggut  lalu beranjak dari duduknya, sedari tadi moodnya buruk.

“Hey.. aku lebih tampan dari mereka.” Kejar  Siwon, menyamakan langkahnya disisi Yoona .

“Sejak kapan kau narsis?” Yoona  menghentikan langkahnya, berpaling ke arah  Siwon.

“Sejak mengenalmu.” Jawaban polos nan jujur  Siwon semakin membuat Yoona  mendecakkan lidahnya kesal.

“Aku bercanda,hmm..”  Siwon mengacak rambut Yoona , membuatnya tertawa saat Yoona  marah. Keduanya berjalan sambil  Siwon yang kadang-kadang mengacak rambut Yoona , bukan lagi marah karena kesal  Yoona  malah tertawa. Dundianya  tak lagi sendiri !

Seorang Pria bertubuh jangkung dengan paras tampannya melihat tak suka ke arah  Siwon dan Yoona  yang sedang bercanda menuju tempat parkir. Baru dua minggu dia membiarkan, keduanya terlihat semakin akrab. Apa dia telah lengah, sungguh ini diluar pikirannya ? dia tahu betul Siapa Yoona . Gadis cantik itu tak begitu mudah akrab dengan orang asing, semenjak kematian kakaknya  gadis bersurai hitam legam dengan poni depannya itu terlihat lebih menutup diri. Dia terus membuntuti mobil  Siwon yang melaju lumayan kencang, dan itu membuatnya sedikit takut. Lebih ke arah takut kehilanggan jejak Yoona . Beruntung dia sempat menaruh alat penyadap  di tas Yoona , tanpa sepengetahuan gadis cantik itu.

Sedangkan didalam mobil  Siwon, Yoona  tak henti-hentinya berbicara. Apapun yang dibicarakan Yoona  sebisa mungkin  Siwon dengarkan  karena bagaimanapun sebelum  mengenal Yoona , dia lebih suka akan ketenangan.

“ Dulu aku pernah berteman dengan seseorang yang berasal dari keluarga kurang berada, kita berteman saat masuk sekolah menengah ke atas. Kupikir dia tulus berteman denganku, tapi ternyata dia hanya menginginkan uangku. Suzy tidak benar-benar berteman denganku, dia hanya berteman dengan uangku saja. Setelah eomma tahu aku dimanfaatkan dia, eomma mulai membatasi pertemananku. Aku tahu bukan hanya karena faktor itu saja, eomma terlalu takut jika aku tidak bersama dengan yang eomma kenal, aku akan terluka.”

“Appa meninggal karena ditusuk rekan bisnisnya sendiri. Sewaktu itu appa pergi bersama supir baru keluarga kita, dan ternyata setelah penyelidikan polisi supir itu adalah anak buah rekan bisnis appa. Apalagi setelah kepergdian dia. Eomma, Changwook oppa hingga Sehun menjagaku lebih ketat lagi.”

“Sehun tidak akan berhenti menghubungiku sampai aku memberinya kabar, dimana dan sama Siapa aku sekarang.  Siwon Oppa tahu, itu sungguh terasa berlebihan untukku. Aku seorang mahasiswi bukan lagi pelajar SD, tapi mereka memperlakukan aku selayaknya balita.”

“Lihat ! kita bahkan baru membicarakannya, Sehun sudah menghubungiku 5 kali.”

“Angkatlah, jangan membuatnya khawatir.”

“Astaga noona.. Katakan kau dimana!?.”

“Aku sedang dimobil .”

“Mobil siapa noona ? jangan bercanda.. paman Kang bahkan berada dirumah. Imo akan marah besar jika tahu noona pergi tanpa pengawal lagi.”

“Eomma tidak akan tahu selama kau tidak mengadu, Sehun -ah..”

“Yoona  noona, pergi bersama Changwook hyung kan ?!”

“Anniya..”

“Mwo ?”

“Changwook sedang ada urusan, mungkin besok baru pulang.”

“Noona kenapa kau bandel sekali akhir-akhir ini. Aku akan menjemputmu !”

“Yaa jangan bercanda, ini masih jam kerjamu, Sehun .”

“Keselamatan Yoona  noona lebih penting dibanding pekerjaanku.”

“Hey, Oh Sehun.. Yoona  noona-mu aman bersamaku.”  Siwon mengambil alih ponsel Yoona .

“Tunggu.. kau siapa ?!”

“ Choi Siwon ..”

“Hyung..?”

“Ya.. jangan khawatir. Kepalaku sebagai jaminan seandainya Yoona  pulang tak baik-baik saja.”

“Aku pegang ucapanmu, noona.”

“Ya, kau bisa memegangnya. Datanglah ke SY café, kita makan sdiang bersama.”

“ Siwon hyung, aku mohon  menyetirlah dengan baik. Aku akan datang.”

 

“Oppa..”  panggil Yoona  seraya menerima ponselnya kembali.

“Yaa..”

“Bangadiamana dengan lukamu, kau belum menjawabnya.”

“Gwaenchana..”

“Sungguh ?”

“Sungguh.. Mau ke pantai ?” tanya  Siwon mengulas senyum tipis, tidak tahu efek senyum tipis itu berhasil mendebarkan hati Yoona . Apa cinta menghampirinya begitu cepat ?

“Ide yang bagus..” jawab Yoona  bersemangat, senyum cerahnya  mengembang ldiar selama perjalanan menuju pantai.

 

Siwon menggunakan kemejanya untuk alas duduk mereka agar pakadian Yoona  tidak kotor oleh pasir. Sisi gentle yang tidak pernah dia tunjukkan sama sekali dihadapan seorang gadis. Untuk sesuatu yang berdebar dalam hatinya setiap kali  berdekatan dengan Yoona , dia ingin merasakannya untuk waktu yang lebih lama. Jangan tanya kenapa, karena dia pun tidak tahu pasti alasannya.

“Kulitmu bisa terbakar, Oppa..”

“Jangan khawatirkan itu, Yoona..”

“Sekalipun kau seorang pria, kau harus tetap merawat tubuhmu.” Yoona  menyapukan body lotion pada ke dua tangan  Siwon.

“YAA ! Apa yang kau lakukan ?!”  Siwon menarik tangannya kembali.

“Aishhh.. diam, Oppa !” tatapan membunuh Yoona  membuat  Siwon diam tak berkutik. Dia lebih fokus menyusuri wajah Yoona , melihatnya lebih dekat seperti itu dia mengakui bahwa gadis ini benar-benar cantik. Jika ada kata yang lebih tinggi dari ‘cantik’ dia pasti akan memakainya.

“Selesai.. kau memiliki lengan yang kuat, apa kau memiliki alasan membentuknya ?”

“Ne.. alasan ?”

“Iya, alasan..”

“Emm.. aku tidak tahu..”

“Aishh..” Yoona  mendecak kesal, tidak puas akan jawaban  Siwon.

“Wae ?” tanya  Siwon bingung.

“Anniya.. mmh.. mengenai kejadian itu bagaimana  Siwon Oppa tahu jika mereka ingin menculikku ?” Yoona  menatap intens  wajah  Siwon dari samping. Benar-benar tampan !

Pada saat  Siwon menolehkan wajahnya, pada saat itulah tatapan mereka bertemu untuk ke dua kalinya. Semilir angin pantai, iris rusa Yoona  yang bertemu iris elang  Siwon  mengguncang salah satu jantung mereka lebih cepat tak terkendali, sampai dimana Yoona  tak mampu lagi mengatasinya, dia memilih melarikan pandangannya ke laut lepas.

“Aku berada di halte itu jauh sebelum kau datang, dan mereka para komplotan penculik itu telah merencanakannya jauh-jauh hari.  Lebih tepatnya aku mendengar pembicaraan mereka pada saat salah satu dari mereka menyebut namamu.” Kini gantdian  Siwon yang melihat Yoona  dari arah samping, diketahuinya wajah cantik itu berubah menegang.

“Gwaenchana ?” tanyanya sembari memegang bahu Yoona .

“Aku ingin minum..”

“Tunggu sebentar, aku akan membelikanmu..”

Belum ada 5 menit  Siwon pergi, sekelompok remaja usil terlihat sedang menggoda Yoona .

“Noona kau sendirdian, eoh? mau aku temani ?” tanya menggoda Taeyong.

Yoona  hanya menggeleng, ketika hendak berdiri tangannya disentuh Johny yang langsung dia tepis kasar.

“Waow.. noona cantik ini galak sekali, eoh..” Johny terkejut “Aku semakin menyukainya !” serunya bersemangat yang disambut gelak tawa Yuta, Taeyong  dan Haechan.

“Noona, gadis cantik sepertimu tidak pantas bersikap kasar. Jadilah noona yang manis untukku.” Sahut Haechan lalu mendekati Yoona  yang langsung mundur. “Hyung, dia takut juga padaku..”

“Tenang noona kita hanya ingin menemanimu, Siapa namamu cantik ?” Yuta bahkan dengan berani mencekal tangan Yoona .

“Lepaskan aku, tolong !” mohon Yoona , memberontak. “ SIWON OPPA!” terdiaknya.

“Sttttt.. noona jangan berterdiak, kita hanya ingin mengajak noona main.”  Goda Taeyong.

“Hai bocah,bukan seperti itu caranya menggoda seorang gadis !” seru  Siwon membuat semua menoleh, “Oppa..”

“Hyung, kau kekasihnya noona cantik ini ?” tanya remeh Haechan .

“Ya, kau pikir kekasihku yang cantik itu mau dengan bocah ingusan seperti kaldian.” Dengan santai  Siwon mendekati mereka.

“Yaa ! lepaskan tanganmu dari kekasihku, atau kau akan menyesal !”  Siwon bahkan masih sempat meminum air mineralnya.

“Aaa… eomma aku takut ancamannya.. hahaha..”

“Cihh.. tangkap botol ini !” Johny spontan menangkap botol yang dilempar  Siwon, dia tak sdiap ketika  Siwon juga menyerangnya cepat tepat diperutnya. “awhh ..”  Siwon lalu menjagal kaki Taeyong hingga jatuh membentur pasir, Haechan yang melihat ke dua noonanya sudah tepar ditempat berndiat membalasnya. “YAAAA…”

Brukkkk

Tubuhnya terpelanting kebelakang ketika  Siwon berhasil membantingnya. Sedangkan Yuta langsung menyerang balik  Siwon, akan tetapi  Siwon begitu mudah mematahkan serangannya. “Awww… awwwhhh.. Sakitttttt,..” tangannya dipelintir  Siwon kebelakang.

“Jaga baik-baik tanganmu, arraseo !”

“Aaaaarraseo..” Yuta terbata-bata.

“Pergilah ! sebelum aku mem-..” sebelum  Siwon menyelesaikan ucapannya, mereka sudah lari terbirit-birit.

“Khahhh.. merepotkan sekali mereka.” Hela  Siwon malas sambil menengusap-membersihkan telapak tangannya.

“Yoona, Kau baik-baik saja? ini minumlah..”  Siwon terlebih dulu membuka tutup botol itu, Siapa kira bila Yoona  memlih memeluknya daripada menerima botol mineral itu. Saking terkejutnya dengan pelukan spontan Yoona ,  Siwon terpaku dengan air dalam botol itu sedikit keluar akibat  lonjakan dari pelukan Yoona .

“Gwaenchana.. mereka tidak akan menggangumu lagi.” Bisik  Siwon menenangkan, dia merasakan basah pada bajunya. Yoona  menangis !

“Aku disini bersamamu, Yoona . ”  Siwon lalu melepas lembut pelukan Yoona  lalu mengusap wajah basah itu.

“Aku tidak akan membdiarakan Siapapun menyakitimu. Itu  janjiku pada Sehun, dan sekarang padamu juga. Kau percaya, kan ?”

Yoona  mengangguk percaya, mengukir senyum  Siwon. “Kita kembali ke mobil, ya ?”

“Aku maasih ingin disini..”

“Tapi, Sehun.. dia menunggu kita..”

“Sebentar saja, Oppa..” wajah sdiap menangis itu membuat  Siwon tak berdaya untuk menolak.

“Wajahmu sangat jelek saat menangis..”  Siwon mengacak rambut Yoona  pelan,  berharap perasaan gadis berwajah dewi itu membaik. Anni, bahkan ketika menangispun dia tetap cantik !

 

 

..

 

 

Tidak jauh dari  Siwon dan Yoona  berada seseorang terlihat semakin tidak menyukai pemandangan yang menusuk hatinya itu. Yoona  terlihat sedang menyandarkan kepalanya pada bahu  Siwon. Itu tempatku, seharusnya aku yang ada disana.

“Yaa ! hyung! kenapa  tidak bilang jika noona cantik itu memiliki kekasih !” kesal Johny.

“Kekasihnya benar-benar menakutkan, beruntung kekasihnya itu melepaskan kita.” Racau Haechan.

“Pria itu bukan kekasihnya !” ucapnya dingin.

“Ah-sudahlah aku tidak peduli itu. Mana uangnya, hyung harus membayarnya lebih ! Tanganku sepertinya patah..” keluh Yuta.

“Tidak ada perjanjdian menyentuhnya, mengapa kau menyentuhnya, hah ?!”

“Astaga.. kita hanya melakukan bagaimana selayaknya menggoda gadis..”

“YAA !”

“Mianhae.. tapi noona itu benar-benar cantik, hyung. Tidak menggodaku saja aku sudah tergoda..hhehe” kepala Yuta dipukul Pria tampan itu dengan segebok uang.

“Tutup mulutmu, atau aku yang akan mematahkan tanganmu !”

 

 

 

 

“Apa yang kau lakukan sampai bocah-bocah itu mengganggumu ?” tanya  Siwon tetap fokus menatap birunya laut, namun jauh dilubuk hatinya dia penasaran akan jawaban Yoona  yang mungkin saja akan merubah sesuatu dalam dirinya.

“Aku tidak melakukan apapun, mereka tiba-tiba datang dan menggangguku.” Jawab Yoona  yang masih bersandar pada bahu  Siwon.

“Siapa tahu kau menggodanya..” Yoona  langsung menatap kepalanya dan menatap  Siwon tak suka.

“Apa aku terlihat gadis semacam itu dimatamu ?”

Siwon hanya menghendikkan bahunya dan menghindari tatapan Yoona .

“Jika benar aku gadis semacam itu, aku mungkin sudah menggodamu dan kita akan berakhir diatas ranjang. Kau kaya, dewasa dan juga tampan, jadi buat apa aku menggoda mereka yang masihlah seorang remaja.”  Siwon tersenyum miring mendengarnya.

“Mungkin karena kau cantik, itulah mengapa mereka para Pria suka sekali menggodamu.”

“Itu bukan sesuatu yang patut aku banggakan.”

“Pasti banyak sekali Pria yang tergila-gila padamu, kan ?”

“Aku tidak tahu..”

“Kau pura-pura bodoh atau apa ?”

“Kenapa? apa kau salah satu dari mereka ?” tanya Yoona  menatap dalam  Siwon.

“Jika iya, apa kau akan mengacuhkanku seperti kau mengacuhkan mereka ?”  Siwon tak kalah menatap dalam Yoona . “Ah.. aku lupa jika kau sudah mempunyai kekasih ?”  Siwon pura-pura mendesah.

“Dasar Pria sok tahu !” Yoona  membuang muka , merasa kesal.

“Aku benar, kan ?”

“ Siwon Oppa, kau jelas bukan bagdian dari mereka. Aku tidak akan berada disini bersamamu jika kau sama dengan mereka.”

“Jadi, kau sengaja mengacuhkan mereka yang memujamu begitu ?”

“Lalu, aku harus bagaimana jika hatiku tidak menginginkan satupun dari mereka ?”

“Sombong sekali ! mentang-mentang cantik !”

“Aku tidak pernah meminta terlahir cantik, Ini juga bukan bicara sombong atau ramahnya seseorang. Maaf, tapi aku bukan playgirl. Lebih baik aku disangka sombong, daripada ramah namun mempermainkan hati banyak orang. Perlu kau tahu, aku hanya ingin berkencan dengan seseorang yang kucintai .”

“Pria itu, apakah dia yang kau cintai ?”

“Siapa ?”

“Bodyguard-mu.”

“Aku menyayanginya, Changwook oppa dan aku hidup bersama sejak kecil. Dia sudah seperti kakak Pria untukku.”

“Lalu Siapa yang kau cintai ?”

“Memangnya kau Siapa, mengapa aku harus memberitahumu ?” tantang Yoona .

“Aku  jelas bukan bagdian dari mereka. Aku tidak akan berada disini bersamamu jika aku sama dengan mereka.” Bisik  Siwon ditelinga Yoona , kemudian dengan berani mencium pipi merona itu.

“Kajja ! hari sudah mulai sore. Astaga.. aku bahkan lupa memberimu makan.” Goda  Siwon berharap mencairkan suasana yang tiba-tiba canggung atas tindakan beraninya itu.

“ Siwon Oppa, aku bukan anak anjing..” merong Yoona  sambil meraih tangan  Siwon yang diulurkan untuknya.

“Yah benar.. Kau lebih menggemaskan dari anak anjing.” Senyum manis  Siwon menyertai tangan kirinya yang mengusap lembut rambut Yoona .

“Aku tahu.”

“Kau benar-benar gadis cantik yang sombong.”

“Gadis cantik yang sombong ini, yang kau suka kan Oppa.” Ucap Yoona  tersenyum manis “Kenapa ?  Siwon Oppa mau mengelak ?” tanyanya polos, lalu tersenyum lebar “Semua terlihat dari perlakuan manismu kepadaku. Jangan pikir aku tidak tahu bila selama ini  Siwon Oppa jarang sekali berdekatan dengan para gadis, ah.. bahkan terkesan dingin dengan mereka.”

“Darimana kau tahu ?”

“Sooyoung yang memberitahuku. Tenang saja, aku tidak menilai seseorang dari apa yang kudengar.  Siwon Oppa sejujurnya kau Pria yang hangat. Mereka yang menilaimu dingin, itu karena mereka tidak mengenal Oppa lebih dekat. Ku akui iris hitammu itu terlihat tajam-menakutkan nan dingin, tapi jika aku menatapmu seperti ini ..” Yoona  menatapnya dalam.

“Begitu teduh-indah nan hangat.” Yoona  mengakhirinya dengan buru-buru menuju mobil  Siwon “Dan membuat jantungku tak hentinya berdegup kencang.” Gumamnya didengar  Siwon.

“Kau memang berbeda Im Yoona, itulah mengapa aku mulai menyukaimu. Tidak.. kau satu-satunya gadis yang berhasil membangunkan hati ini untuk berdebar lagi. Kurasa hatiku mulai menginginkanmu.” Bisik  Siwon ditempat.

“ Siwon Oppa, palli ! perutku minta diisi !” terdiak Yoona  menggerakkannya berlari menyusul Yoona  yang sudah di mobil.

“Lihat, bahkan dengan senang hati aku menuruti perintahmu..” gumamnya seraya tersenyum aneh.

 

 

 

“Lihat saja aku tidak akan tinggal diam. Sesungguhnya akus selalu mengawasimu dari dekat.” Geram seseorang yang sedari tadi mengintai  Siwon dan Yoona .

 

 

 

 

..

 

 

“Kita sudah sampai..” ucap  Siwon saat sudah berhenti dihalaman rumah Yoona .

“Cepat sekali, aku masih belum ingin pulang.” Desah Yoona , maklum saja baru-baru ini dia bisa bebas jalan-jalan keluar rumah tanpa satupun yang mengikuti. Dia hanya tidak tahu saja kemanapun kakinya melangkah selalu ada sepasang mata yang mengawasi.

“Ini sudah malam Yoona, kau harus istirahat.”  Siwon merasa kasihan akan tipisnya kebebasan gadis cantik  ini. “Besok, sepulang dari kampus mau ikut bersamaku ?”

“Kemana ?”

“Kau pasti menyukainya.. Masuklah eomma-mu pasti telah menunggu.”

“Eomma masih di Jepang. Mmmm Oppa tidak ingin masuk dulu ?”

“Maaf, lain kali saja.”

“Lain kali terus kapan bisanya ?”

“Aigoo.. jangan merajuk seperti ini.”  Siwon memainkan gemas pipi gembul Yoona . “Ada pekerjaan yang harus  kulakukan, hm..”

“Pekerjaan penting ?” tanya Yoona  ingin tahu, seketika gerakan tangan  Siwon yang sedang melepas seatbelt Yoona  berhenti.

“Tentu saja penting.” Dia menjentikan tangannya pada hidung Yoona , sebelum melanjutkan pekerjaan kecilnya melepas seatbelt.

“Terimakasih untuk hari ini, Fighting Oppa..” ucap Yoona  memberinya semangat lalu keluar mobil.  Siwon hanya mengangguk  dan melempar senyum tipis.  “Sampaikan permintaan maafku pada Sehun .” Baru setelah Yoona  masuk ke dalam rumah, dia menjalankan mobilnya.

 

“Masih ingat rumah,.” sindir Sehun yang sedang duduk manis sambil memainkan game di ponselnya.

“Astaga kau mengagetkanku !” ekspressi kaget Yoona  yang dibuat-buat membuat Sehun mendecih.  Berlebihan !

“Noona terlalu memikirkan  Siwon hyung sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku.” Dengus Sehun, Yoona  tertawa mendengarnya. Sepupunyayang paling tampan itu sedang merajuk.

“Bagaimana kau bisa memiliki kekasih, bila sifatku saja masih seperti anak kecil.” Yoona  mendekatinya-duduk disebelahnya. “Aigoo.. lihat Siapa yang bicara, seperti noona sudah mempunyai kekasih saja.” dengan senang hati Sehun  langsung menjatuhkan kepalanya pada paha Yoona . “Ah.. nyaman sekali.”

Yoona  tersenyum mendengarnya.”Bagaimana aku mempunyai kekasih, jika ada Pria yang dekat denganku kau dan Changwook oppa tidak pernah menyukainya. Kau masih ingat Seung Gi Oppa, sampai sekarang dia bahkan tidak berani membalas sapaanku.” Yoona  ingat betul bagaimana reaksi Sehun dan Changwook ketika mengenalkan Seunggi ke mereka, kekasihnya pada masa itu. Hubungan mereka bahkan masih seumur jagung dan kandas setelah Seung Gi bertemu mereka. Entah apa yang dilakukan mereka pada mantan kekasihnya hingga sampai sekarang tak berani membalas sapaannya.

“Berarti dia cukup pintar mengerti dengan apa yang kita ucapkan. Huh.. Ketiga mantan noona, Kyuhyun, Donghae dan Seung Gi,semua tidak ada yang beres. Ckckck.. tapi sepertinya  Siwon hyung, aku menyukainya. Aku sudah mencari profilnya, dia sangat bersih dan pintar. Dia juga berasal dari keluarga terpandang, hanya saja..”Sehun  menggantung ucapannya, katakan atau tidak ?

“Hanya saja..?”

“Eommanya meninggal saat dia baru berusdia 8 tahun, ada yang bilang eommanya mati bunuh diri ada juga yang bilang eommanya dibunuh.  Tapi, ini masih rumor belum ada konfrimasi dari pihak keluarga.”

“Dia sama kesepiannya sepertiku..” bisik Yoona  sedih.“Kau sudah makan ?” Sehun hanya mengangguk, terlalu menikmati sapuan tangan Yoona  pada rambutnya. “Bagaimana harimu ?”

“Tidak semenyenangkan harimu. Hari ini tim kami dibuat kuwalahan oleh tikus-tikus itu, beruntunglah di tim ada aku, jadi semuanya bisa teratasi.” Senyum sombong yang terukir diwajah Sehun menuai pukulan ringan dari Yoona . “Yaakk, sakit noona..” dia lalu bangun.

“Sehun-ah, apa sudah ada kemajuan mengenai kasus Taeyeon unnie?”

“Percayalah, aku akan menangkap banjingan itu dengan kedua tanganku sendiri.” Sehun menggenggam tangan Yoona , lalu mengusap dengan ibu jarinya. “Tunggulah sebentar lagi, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal !”

“Aku percaya padamu detektif  Oh.” Yoona  menepuk pelan tangan Sehun yang menggenggam tangannya. “Aku mandi dulu.”

 

Sehun menatap iba punggung Yoona , noona kesayangannya itu sering kali ditinggal orang-orang terdekatnya dengan cara sadis. Dimulai saat baru berusdia 10 tahun ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dimana Yoona  noona-nya juga termasuk salah satu korbannya. Semenjak saat itu Yoona  noona-nya mulai menyendiri, hidup seperti d idundianya sendiri. Disetiap tidurnya selalu dihantui bayang-bayang kecelakaan itu. Hingga 3 tahun kemudian ayahnya menikah kembali dengan Kim Yujin, seorang janda beranak satu yaitu Kim Taeyeon. Kehadiran mereka lah yang perlahan-lahan mengobati kesedihan Yoona  noona-nya. Senyum dan tawanya mulai kembali sejak 3 tahun menghilang, dia dan Changwook merasa senang dengan perubahan baik tersebut.

Namun hidup tidak selamanya bisa bersama orang-orang tercinta, Im Jaebum presdir IM Group yang tak lain dan tak bukan adalah ayah kandung Yoona  noonanya. Meninggal dalam perjalanan bisnisnya, meorehkan luka baru dalam hati Yoona  noona-nya yang baru berusdia 17 tahun. Dia bersyukur karena Yoona  noona-nya tidak sedepresi dulu ketika ditinggal sang ibu. Berkat Taeyeon dan ibu tirinya lah, Yoona  noona-nya bisa menjadi kuat. Ketiga wanita hebat itu, kembali menjalani hidupnya dengan baik.  Baru saat Yoona  noona-nya akan menginjak usia 23 tahun, Taeyeon noona-nya ditemukan tewas. Dibunuh secara sadis. Meskipun hanya saudar tiri keduanya saling menyayangi selayaknya seorang kakak-adik kandung. Dia menjadi seorang detektif juga bukan tanpa alasan, Yoona  noona-nya lah alasan terkuat dibalik dia bekerja keras mewujudkan cita-citanya, hingga dia berhasil menjadi seorang detektif di usia muda.

 

Sehun menyusul Yoona  yang dia pikir sedang mandi seperti yang diucapkannya, tapi apa yang dilihat. Yoona  noona-nya sedang berbaring diranjangnya sambil senyum-senyum tidak jelas memegang ponselnya.

“Noona, bukankah kau bilang ingin mandi ?” tanya Sehun sembari membaringkan tubuhnya disamping Yoona . Mencuri lihat pesan yang dia tebak pengirimnya adalah  Siwon.

“Oppa baru mengerjakan setengahnya, Oppa janji setelah semua pekerjaan selesai, Oppa akan langsung tidur.”

“Good Oppa, aku senang Oppa mendengarku tidak seperti seseorang yang sedang mencuri lihat pesanku ” Sehun terbelalak membacanya, dia langsung mengunci tubuh Yoona  gemas.

“Yaaa ! lepas, bodoh !”

“Aishh.. noona menghancurkan reputasiku.”

Ting !

“Oppa hanya akan mendengarkanmu. Siapa ? kau bersama orang lain, ”

“Dia bukan orang lain, cemburu  ?”

“Sangat   ”

“Dia, Sehun. happy ?”

“Very happy   pergilah mandi, lalu matikan ponselmu dan pergi tidur, arra.”

“Arraseo  ”

“Good night, Yoona.”

 

“Noona menyukainya ?”

“Menurutmu ?” seringaian Yoona  membuat Sehun terperangah, dia tahu jawabannya apa.

“Lalu bagaimana dengan Changwook hyung ?” tanyanya menyerupai bisikan.

“Apanya yang bagaimana ? Changwook oppa sudah seperti suadara Pria-ku sendiri,sama sepertimu.”

“Tapi, Changwook hyung terlihat menyukaimu noona ?”

“Itu karena noonamu ini sangat cantik.” Ucap Yoona  sombong seraya menuju kamar mandinya.

“Narsis ! tapi memang benar dia sangat cantik sih..”

“hahaha..” tawa Yoona  meledak, “Sehun-ah, mau noona beri tahu rahasia besar ?”

“Mwo ?”

“Sejujurnya Changwook  oppa pernah menjalin hubungan dengan Taeyeon unnie. Kau ditipu mengenai Changwook oppa  yang belum pernah pacaran.”

Blamm ! Yoona  segera menutup pintu kamar mandinya, mengetahui Sehun ingin penjelasan lebih. Dia sangat suka menjahili Sehun, tidak banyak kesempatan yang dapat dia lakukan untuk membalas setiap kejahilan Sehun yang dilakukan padanya. haha

 

 

15 menit berselang, Yoona  keluar dari kamar mandinya dan tidak mendapati Yoona  dalam kamarnya.”Kemana perginya bocah itu ?!” secarik kertas yang berada diatas meja riasnya menjadi jawaban.

-Yoona  noona aku harus pergi. Sepertinya bajingan itu membuat ulah kembali. Tetaplah dirumah sebentar lagi Changwook hyung datang, hyung sudah dalam perjalanan pulang.-

“Taeyeon unnie, penjahat itu sudah kembali. Sebentar lagi unnie.. tunggulah sebentar lagi.”

 

Czz-

..

 

15 menit sebelum kejadian Seoul .

 

Dentingan besi menyadarkan Suzy dari pingsannya. Samar, dia melihat seseorang berprawakan tinggi sedang memainkan dua bilah pisau dapur ditangannya. Rasa pusing, perih pada lebam di wajahnya membuatnya takut setengah mati. Bunyi dentingan besi yang berasal dari dua bilah pisau dapur berkarat itu terdengar mengerikan. Seakan menggundang kematiannya.

“Hey-kau sudah bangun ?!” suara Pria misterius itu membuat Suzy menyeret tubuhnya kebelakang. Seharusnya dia berada disebuah club malam, bukan disebuah kountener gelap berbau amis seperti ini. Dia tidak mengerti apa salahnya, mengapa tiba-tiba Pria misterius itu menculiknya lalu memukulinya membabi buta, melenyapkan kesadarannya.

“Kenapa ? apa kau takut sekarang ?!” bentak Pria misterius berpakaian serba hitam dengan mantel panjang yang ada tudungnya menutupi kepala. Apalagi topeng badut menyeramkan itu, sudah seperti malaikat kematian untuknya.

“Aku.. aku mohon jangan bunuh aku !” suara Suzy gemetar, wajah melasnya penuh deradian airmata membuat Pria misterius itu tertawa senang.

“Makanya jangan bertingkah !” ucap Pria misterius itu dingin.

Jlebb !

“Awwwhhhhhhhh..” pekik Suzy kesakitan saat pisau dapur berkarat itu menancap pada  pahanya, darah mengucur keluar saat Pria misterius itu semakin menekan pisau dapurnya. “Awwhhhhhhhh.. A-aaampun.” Raungan kesakitan Suzy bagaikan nyanydian merdu di telinga Pria misterius itu, membuatnya ketagihan ingin mendengarnya lagi dan lagi.

“Aku rasa tidak adil bila hanya sebelah kanan saja yang terluka”

Jlebb !

Satu tusukan pisau dapur pada paha kiri dirasakannya Suzy kembali, tidak peduli seberapa keras raungan kesakitannya Pria misterius itu seakan tidak bisa berhenti memainkan pisaunya. “Nghhhh..” mata Suzy terpejam merasakan kesakitan  luar biasa hebat.

“A-aa..p-a sa-lahku ?” menahan mati-matian akhirnya suaranya keluar juga.

“AKKHHHHH !  Sakitttttttt.” Ketika Pria misterius itu mencabut pisau dapur secara santai lalu menusuknya kembali, seperti jantungnya dicopot secara paksa. Dia mulai di ambang kesadaran, hanya bisa mengalirkan airmatanya saja.

“Tanyakan apa saja yang telah kau perbuat di masa lalu ?!” dinginnya pisau itu yang menyusuri rahangnya  serta dinginnya suara Pria misterius itu berbicara menipiskan pasokan udara. Nafas Suzy tersengal, wajahnya ikut mendongak tatkala ujung  pisau itu mencekal dagunya.

“Mengapah.. itu sangat penting-Nghhh..” suaranya terputus saat Pria misterius itu menusukkan pisaunya pada perutnya.

Jlebb ! Jlebb ! Jlebb !

“Uuuuun..tukmu-AKKHHHHHHH..” pekikan keras mengakhiri hidupnya.

JLEBB !

Tusukan terakhir tepat di arahkan pada Jantung Suzy. “Karena dia adalah Im Yoona, gadis yang kucintai. Aku akan membayar semua kesakitan masa lalunya dengan kedua tanganku sendiri. Tidak akan kubiarkan wajah cantiknya berubah mendung hanya karena mengingat manusia tidak berharga sepertimu.”

Tangannya dengan lihai mengiris mulut Suzy dari kiri-kanan dan atas bawah,  sampai putus memperlihatkan gigi  putihnya.  Tersenyum puas dia kembali menusukkan pisau dapur berkarat itu ke jantung Suzy sembari meninggalkan sebuah surat.

” Orang yang melanggar aturan memang disebut sampah,tapi orang yang tidak menghargai temannya lebih rendah dari sampah.” (Uchiha Obito/Naruto)

Dengan santai pria misterius itu lalu menyeret mayat Suzy menuju mobilnya, dan ditaruhnya dalam bagasi. Kemudian melajukan mobilnya menuju tempat pembuangan sampah. Dia membiarkan mayat Suzy berbaur bersama sampah-sampah itu. “Game over, next to the game.”

 

 

Tok..Tok..

“Agashi..” seorang maid terlihat mengetuk pintu kamar Yoona .

“Ada apa ?”

“Maafkan saya, tapi tuan  Choi sedang menunggu agashi diluar ?’’ maid tersebut tak enak hati sudah mengganggu noona mudanya. Terlihat jelas, karena noona mudanya masih mengenakan handuk kimononya.

“ Siwon Oppa ?”

“Ya, agashi.” Jawab maid tersebut sambil menunduk.

“Tolong, katakan padanya untuk menunggu. Aku akan bersiap.”

Sebelum maidnya menjawab Yoona  sudah menutup pintunya, secara cepat berganti pakaian. Dia sangat bersemangat bertemu  Siwon dan tidak ingin membuat  Siwon menunggu lama.

Untuk beberapa alasan indahnya bintang-bintang dilangit,  Siwon menemukan satu alasan mengapa Yoona  lebih indah dari bintang-bintang dilangit. Wajah polos itu, senyum malunya adalah keindahan yang tak bisa didustai.

“Oppa..”

“Yeppeo..”

“Ne..?!”

“Anni..”

Yoona  mengangguk mengerti, lalu mengajak  Siwon ke taman belakang rumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diliputi senyap, dengan malu-malu Yoona  mengambil tangan  Siwon untuk dikaitkan dengan jemarinya. Rona merah tiba-tiba menghdiasi wajahnya,  Siwon tersenyum simpul melihatnya. Tak bisa mereka pungkiri bahwa perasaan hangat itu selalu ada ketika kulit mereka bersentuhan.

“Yoona , maaf.. aku pasti menganggumu.” ucap  Siwon, mereka sedang duduk dikursi dekat air mancur.

“Anniya..  Siwon Oppa , Oppa terlihat dewasa dan keren memakai setelan jas ini. Apa Oppa langsung kemari setelah menyelesaikan pekerjaan Oppa ?” mata Yoona  menatap penuh kagum melihat tampilan baru  Siwon yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Bila biasanya  Siwon terlihat keren dengan pakadian kasualnya, tampan serta ada kesan manis dengan rambut poni. Sekarang, malam ini saat dia melihatnya  Siwon terlihat keren, tampan sekaligus dewasa dengan setelan jas merah maroon yang membalut tubuh indahnya. Rambutnya ditata begitu rapi, menurutnya  Siwon seperti CEO muda idaman semua wanita.

“Jadi, aku hanya dewasa bila memakai setelan jas, eoh ?”

“Anniya !” suaranya sedikit melengking, takut bila ucapannya menyinggung  Siwon. Dia tidak tahu saja bahwa  Siwon hanya sedikit menggodanya.

“Kau sungguh gadis imut, Yoona ..”  Siwon terkekeh melihat Yoona  yang menunduk malu. “Aku langsung kesini setelah menyelesaikan pekerjaanku. Ada sesuatu milikku yang tertinggal.”

“Ah.. barang apa itu ? aku akan membantu Oppa mencarinya.”

“Hatiku, Yoona .”

“Apa ?!” seketika Yoona  menoleh dengan mata melebar, dia kaget. Jantungnya berdegup cepat !

“Aku bilang hatiku, hatiku tertinggal dikamu.”

“Oppa..”

“Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul, yang kutahu semakin kesini hati ini selalu menuntunku datang padamu. Aku menyukai debaran ini yang selalu datang setiap kali kau berada disampingku. Aku menyukaimu, Yoona .”

“Oppa..”

“Semenjak mengenal dirimu, hidupku tidak sehitam dulu. Hari-hariku penuh warna berkat kehadiranmu. Terlebih aku bisa tersenyum bahkan tertawa, dua hal yang sangat sulit aku lakukan setelah meninggalnya eomma. Kau menghidupkan sisi hangatku yang kupikir tlah lama hilang lewat senyummu. Terlebihnya lagi kehdiranmu dalam hidupku , membantuku menemukan ‘sesuatu’ dalam diriku yang tak pernah kupikir ada. Sesuatu itu adalah cinta, dan cinta adalah dirimu, Yoona .”

“Oppa..” ketiga kalinya  Siwon memotong ucapan Yoona , dia menoleh menatap lekat kedua iris rusa itu.

“Jangan pernah kembalikan hatiku, karena aku ingin selalu datang padamu Yoona .  Untuk berada disisimu, menjagamu dan mencintaimu.”  Siwon mengatakannya dengan satu tarikan nafas.

“ Siwon Oppa,  kurasa aku juga mencintaimu.” Senyum manis Yoona  menggembang liar. Begitu juga dengan senyum tampan  Siwon. Mereka larut dalam tatapan penuh cinta satu sama lain. Sampai dimana  Siwon mulai memajukan wajahnya dan disambut Yoona  dengan kedua matanya yang mulai terpejam.

Dibawah sinar rembulan yang terang benderang, kedua hati yang saling mendamba cinta menyatu dalam sebuah ciuman lembut.  Ciuman pertama bagi keduanya. Mengirimkan milyaran kupu-kupu yang mulai bertebaran dalam perutnya.

Dirasa membutuhkan pasokan oksigen ketika sang paru-paru mulai mendesak-ingin meledak.  Siwon melepas tautan bibirnya. Mata Yoona  perlahan terbuka yang langsung disambut tatapan berlumur cinta dari kedua iris elang  Siwon. Dan mulai terpejam kembali saat  Siwon atau mulai sekarang dia bisa menyebut ‘kekasihnya’ membenamkan bibirnya pada kening kekasihnya.

“Semua yang ada pada dirimu adalah milikku, jangan pernah membaginya dengan Siapapun. Arraseo ?!” itu bukanlah sesuatu yang dapat Yoona  katakan TIDAK. Dan lagipula dia pun tidak berniat membaginya, hanya untuk  Siwon. Seseorang yang selalu mengirimkan kupu-kupu dalam perutnya.

“Arraseo. Dan  Choi Siwon juga hanya milik Im Yoona, arra !”

“Aku, tubuhku, hatiku bahkan nyawaku adalah milikmu. Semua yang kumiliki adalah milikmu, Im Yoona.”

“Jinjaa ?”

Siwon mengangguk, serius. Sangat menyenangkan hati Yoona ,  lalu dia dengan malu-malu membringsut kedalam pelukan  Siwon.

“Apa yang kalian lakukan ?!” suara keras Changwook merusak moment manis itu. Yoona  segera menyingkir dari  Siwon, kegugupan terlihat jelas. Berbeda dengan  Siwon yang tetap tenang dengan wajah datarnya. Mendadak benci dengan kemunculan Changwook ! Pernahkah sekali saja dia suka  ? belum pernah dan tidak akan pernah ! Barangkali cemburu mengingat kebersamaan Changwook dengan Yoona  lebih lama dibandingkan dengan kebersamaanya

 

“Ah ! Oppa ! kapan Oppa pulang ?”

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini ?” bukannya menanggapi ucapan Yoona , Changwook malah melempar pertanyaan lain ke  Siwon.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan malam-malam begin sampaii bajumu berlumuran darah?”

“Hah ?! darimana kau tahu kalau ini noda darah ?!”

“Tskkkk ! kau bodoh atau apa, lihat ada noda merah di kemejamu. Dari baunya saja anak kecil bisa mengetahuinya, kalau itu darah !”

“Changwook oppa, kau terluka ?” Yoona  mendekati Changwook, dia baru menyadari keadaan Changwook.

“Gwaenchana, aku tidak terluka sama sekali.”

“Tapi, Oppa berdarah.”

“Hey, ini hanya darah anjing.”

“Huh ? anjing ?”

“Aku terburu-buru setelah Sehun menghubungiku, di jalan aku tidak sengaja menanbrak anjing.” Tatapan menyelidik Yoona  membuatnya sedikit gugup, apa dia ketahuan berbohong ?

“Yoona, sungguh..” ucap Changwook menyakinkan ketika Yoona  masih menyipitkan matanya. “Jika tidak percaya kau bisa melihat mayat anjing itu, aku belum sempat menguburnya. Aku akan menceritakan padamu nanti seusai mandi.” Sebelum pergi Changwook mengelus rambut Yoona , hal bdiasa yang selalu dia lakukan.

“Cih, apa-apan itu !” decih  Siwon selepas kepergian Changwook.

“Kenapa ? Oppa cemburu ?”

“Tidak !” Yoona  tertawa melihat ekspressi masam  Siwon. “Yang benar saja, aku tidak mempunyai alasan cemburu dengan dia.”

“Mengaku saja Oppa, aku tidak masalah kok.” Goda Yoona  sembari mengalungkan tangannya pada lengan  Siwon. “Benarkah tidak cemburu, kupikir Oppa mencintaiku ?”

“Aku membencimu sekarang.” Yoona  hanya tertawa, apa yang diucapkan  Siwon tak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lihatlah, kekasihnya mengatakan membencinya, tapi apa yang dilakukan,  Siwon malah mendekpnya erat dan menghujami  rambut Yoona  yang disentuh Changwook dengan ciuman.

“Yoona , pastikan kau ikut mengubur anjing itu.”

“Ada apa ?”

“Sepertinya ada yang aneh dengan bodyguardmu itu !”

“Kurasa juga begitu, Oppa.”

“Ah,sepertinnya waktu sudah semakin malam,aku harus pulang,besok aku akan menjemputmu.”

Yoona  mengangguk paham lalu mengantar  Siwon sampai kepintu depan.

Czz-

 

 

 

Tbc..

Jangan lupa komen, jangan jadi readers yang nackal 

Sampai bertemu dengan kuda pervert yak.. My Yeoja part 23 siap meluncur, wkwkwk

Paipai

Salam ganteng Taeyeong, hhehe

 

xoxo

Advertisements

40 thoughts on “[FF] The Problem of Beauty – 1

  1. keren thor… ak suka bgt ff y… udh gtu panjang bgt… puas ak baca y… makin penasaran dgn pembunuh misterius… mantan yoona kh at chanwook? kljtn y jgn lma2 thor..

    Like

  2. Pertama curiga smaa siwon tapi jadi curiga sama chang wook. Trus curiga sama chen.. ekh chen gax ada ya 😂😂😂😂

    Seru makin manis yoonwon nya.. the name i lovednya dong.. di tunguu bget

    Like

  3. awalnya curiga ama siwon tpi koq jadi curiga ama changwook…
    smoga aja yoona ga ikut jdi korban 😦
    makin bikin penasaran nih ama lanjutannya..tpi jangan lama2 yaa hehe

    Like

  4. Wow misteeius banget ceritanya dan suka banget sama yoonwon moment, konfliknya kren bahasa nya bagus hingga pembca berasa ikut terlibat dlam cerita mantap thor!@

    Like

  5. ada nct disini haha😁, manis amat sih yoonwon ya ampun, aku bacanya ampe senyam senyum sndiri gtu😍, siwon raja gombal haha😂, siapa yg ngintai yoona? apa changwook? trus siapa yg pembunuh itu? bkn changwook kan? soalnya baju changwook ada darah nya, wktu nya sama kaya pembunuhan suzy, kereen nextnya jgn terlalu lama yaa hehe😁😊💪😀 fighting!!!!

    Like

  6. Tebakan ku sosok misterius itu si Chang Wook, atau Siwon?…brrr.. entahlah ditunggu sj drpd penasaran.author-nim keep writing, tank you!

    Like

  7. Hoho cerita nya bikin tegang, siapa psycho itu? Kebanyakan nebak nya siwon atau chang-wook tp kok kalo mereka rasa-rasanya terlalu mudah banget. Mungkin ada sosok lain gitu yg sudah lama mengawasi yoona yg menjelma juga jd psycho.
    Berharap yg terbaik untuk bias tercinta, yoona, semoga tidak dalam bahaya dan selalu dalam lindungan siwon wkwk

    Like

  8. Keren critax, crita yg misterius. Yoonwon so sweet banget.
    Cpa sbnerx yg bunuhin wanita” cantik, tae+suzy.? Bodyguardx yoona kah.!? Cz agak” mncurigakan gearak-gerikx.

    Like

  9. berawal dari pertemuan di halte, lama kelamaan semakin dekat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih
    seneng lihat kebersamaan siwon dan yoona, semoga chapter berikutnya lebih banyak lagi momen mesra mereka 😊
    apakah pembunuh misterius itu changwook ?
    kalau benar kenapa dia melakukannya dan membunuh gadis2 itu ? apa karena dia ngga’ suka dengan gadis2 yg ngga’ bener & untuk membalaskan perbuatan gadis yg pernah mengganggu yoona ?

    Like

  10. Makin Penasaran apakah changwok pria misterius itu??ato mlah siwon?ah jgn smpai siwon ,,, sweetttt yoona siwon jd kekasih 😀 ditunggu kelanjutannya kak 🙂

    Like

  11. Aku takut bener klo yg pembunuh itu siwon… tpi sekarang kevurigaan itu jatuh ke changwook…
    Semoga ad yg baik dri semua ini..
    Dan jangan sampek itu siwon
    Ditunggu next chapter

    Like

  12. Awalnyq aku jira siwin oppa yg jahat alias pembunuh tapi kok petunjuknya mengarah ke changwook yaa… apalagi yg dibunuh taeyeon mantannya dia trus suzy.. jangan” yg selalu mata”in yoona eonnie sama siwon oppa itu changwook?? Tapi kenapa?? Ditunggu kelanjutannya

    Like

  13. Pertama Baca Curiga nya sama siwon tapi yg terakhir Curiga nya malah sama changwook 2 orang yg misterius Cara pembunuhan nya ngerti bnget sampai gk berani bayang, in but Carita nya menarik bikin penasaran + Spot jantung ,,, Di tunggu next chapter nya kk 😊

    Like

  14. hallo kak..
    aq pndatang baru 😊
    suka sama ceritany kk.. pngen tw yg bunuh suzy spa y kira2..
    siwon oppa atau changwook oppa 👈👈
    semangat ya thor lnjut critanya…

    Like

  15. Daebak..bikin konfliknya keren..kok aku merasa kalau si pembunuh itu adalah changwook..lalu apa kesalahan taeyeon sama yoona sehingga changwook membunuhnya ya,??hmmmmmm…kepo tingkat dewa..next chapter jangan lama2 yaa…😀

    Like

  16. Wachh ceritanya baru lagi dengan genre yg beda dari sebelumnya, aku suka 🙂
    Seneng akhirnya hubungan yoonwon sekarang sudah resmi
    Sedikit takut juga dengan psikopat ini dan masih bingung siapa sebenarnya pria itu apa siwon atau changwook yach
    Hmmmm jadi penasaran banget nich
    Ditunggu ajach dech lanjutannya
    Fighting 😉

    Like

  17. Sebenarnya takut pas baca part awalnya,,serem dan tegang banget soalnya,tpi seruuu apalagi d lanjut ceritanya,,hehe
    Gx nyangka klw yoonwon bisa langsung dekat gitu lngsung jadian lagi,,
    Siapa sih c pembunuh misterius itu,awalnya aq nyangka klw dia siwon oppa tpi skrang mlh tertuju sma chang wook oppa,,terus siapa lagi yng mata2in yoong eonni,,??
    Btw aq senang kata2 dlm naruto ada d ff ini,,
    D tunggu kelanjutan nya yach,,

    Like

  18. ngeri bacanya..pasti kan sakit d sayat pisau,,misterius banget
    aku jdi yakin klo pelaku pembunuhan itu pasti changwook,udah ketara bgt soalnya,,
    chiee yg lgi kasmaran,moga gk terjadi apa2 sma mreka berdua&cpet keungkap plaku pembunuha sadis itu.

    Like

  19. wahh,,akhirnya update juga nih ff,critanya bner2 misterius bgt awalny aku kira yg jahat itu wonpa,tpi mkin ke sini aku jdi naruh curiga sma changwook,apa mungkin dia yha??kliatannya sih emank iyhaa,btw yoonwon udah mulai dekat nih,di tunggu klanjutannya moga mkin bagus&semangat klo bkin ff ny

    Like

  20. Sebenarnya agak ga kuat baca ff ni karna imajinasi gw kelewat besar karna baca itu kayak lagi nonton film buat gw 😂
    Mana pas bagian taeng, agak gw cepetin saking ga kuatnya 😭
    Curiga ama changwook tp ga nutup kemungkinan pelakunya malah orang lain

    Like

  21. bagus banget thor, btw aku new reader :’D
    panjang banget ceritanya, jadi makin puas bacanya.
    gk sabar liat lanjutannya, misteri banget ini
    semangat authornim 💪

    Like

  22. Ceritany seru, penuh misteri. Pas bca bagian awal aku smpt curiga sma wonppa, aplgi waktu yoong eonni nanya sepenting apa kerjaan wonppa, kn wonppa lngsung berhenti bukain seatbelt yoong eonni, aplgi waktu bca waktu suzy di bunuh kn pembunuh misterius itu bilang klo dia bls suzy krna kelakuannya d msa lalu sma yoong eonni scr kn yoong eonni ceritany sma wonppa, tpi waktu bag akhir changwook oppa agk gugup gitu waktu jwb klo yg da di kmejany darah anjing trus stlh aku pikir2 lgi, mungkin aja changwook oppa yg bunuh suzy krena masa lalu sma yoong eonni secara kn da yg pasang alat penyadap gtu, klo aku pikir yg intai yoonwon sma yg psang penyadap itu changwook oppa tpi itu cmn pemikiran aku ja utk buat aku gk tmbh penasarn di tunggu chap selanjtnya kak author sma ff my naughty goddes, truth and dare ny y. Ah panjang bgt komen gue y, bru kli ini gue komenny panjang utk menuruti jari aku yg udh cpek ni, aku sdhin smpe di sni y cuap2 nya

    Like

  23. Ini cerita bikin penasaran bgt bgt
    Siapa pmbunuh brantai itu, kirain siwon, trus ada trsangka bru,tpi lupa namanya.yg ngkutin yoonwon ke pantai, yg nyuruh ank2 SMA godain yoona.dan skrang changwook pun kaya yg jdi trsangku pembunuhan berantai itu
    Ah pkok nya d buat pnsaran siapa pelaku pmbunuhan itu.dtunggu kelanjutannya

    Like

  24. Tadinya curiga antara siwon dan changwook yang jadi pembunuh misterius nya 🤔
    Tapi pas sudah mau akhir nya di kasih clue kalau changwook yang bunuh 🙄
    Semoga aja beneran , karena gak rela kalau wonpa yang jd penjahat nya 😅
    Next thor, ff nya keren

    Like

  25. hmm penasaran sama siapa yang jadi psikopat…
    siwon oppa apa changwook oppa?
    saat tragedi nya suzy seingetku yang tau ceritanya itu siwon oppa jadi aku punya presepsi kalo siwon oppa pelakunya tapi eh tapi…..
    changwook oppa pulang dengan keadaan baju yang berlumur darah dan sikap ambigu yang ditunjukan chanwook opa jadi disini mikirnya chanwook oppa pelakunya
    tapi entah lah liat saja part selanjutnya nantinya bagaimana
    sebelum itu cukhae atas jadiannya na eonni sama siwon oppa ❤
    next chapter ne eonni :*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s