[FF] My Yeoja – 23

 

MY18

Title : My Yeoja

Author : Choi Zuazua

Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Other Cast : Cho Kyuhyun, Xi Luhan, Oh Sehun, Jung Krystal, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Liu Wen

Genre : Romance, friendship, family

Poster : @xoloveyoonwon

Typo berhamburan !!!

Dilarang men-copy paste tanpa izin dari yang bersangkutan !!!

Jangan jadi readers yang nakal yach 

Part 23

Happy Reading

Czz_

..

Selepas kepergiannya Kyuhyun merasa buruk karena belum sempat menciptakan kenangan indah bersama. Seiring bergulirnya waktu sebercik benci tumbuh dalam hatinya, manakala ia mengetahui sebab dari kecelakaan yang menewaskan kembarannya. Muncul pikiran jahat, menaruh dendam kesumat pada orang-orang yang ia anggap sebagai dalang dari kecelakaan tersebut. Kemantapan hatinya untuk balas dendam membuatnya terbang dari China ke negara ibunya terlahir. Tapi siapa sangka saat ia mengetahui bagaimana rupa kekasih kembarannya hatinya terlebih dulu tertawan pada gadis cantik bermata rusa itu. Dendam  mulai ia lupakan, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya ia harus dekat dengan Yoona. Hatinya menuntunnya untuk lebih dekat dengan Yoona, selalu terbayang dalam benaknya indah senyum sejuta dollar atau betapa cantiknya paras Yoona. Mungkin itu salah satu alasan mengapa sang kembaran jatuh hati, dan ia sangat berharap bisa mengantikan posisi yang dulu pernah ditempati kembarannya dalam hati Yoona. Ia sangat tahu bahwa ia telah jatuh cinta pada kekasih orang, beribu pikiran menyuruhnya menghentikan cinta yang ia miliki akan tetapi apa daya ketika satu pikiran saja membuatnya tak kuasa menghentikan cintanya karena cinta telah menguasai hatinya. Kejar cintamu atau tidak sama sekali, toh mereka belum menikah. Masih banyak kemungkinan yang bisa ia jadikan mungkin selama ia mampu memperjuangkannya.

Dan kini sepucuk undangan pertunangan yang berada di atas meja seolah menghentikannya  paksa sebelum ia benar-benar memulai berjuang akan cintanya dan cinta sang kembaran. Mereka terlahir dari darah yang sama, hati yang sama juga cinta yang sama. Hanya saja cara mereka mencintai adalah beda. Itulah yang menimbulkan konflik baru dalam kisah ini. Sepertinya hidup tanpa konflik itu tidaklah mungkin,  cinta tanpa harus merasakan sakit itu juga mustahil.

Dendam yang dulu terlupakan kini mulai tumbuh kembali dalam kepalanya. Sepucuk undangan pertunangan itu menyulut api dendam Kyuhyun. Senyum bahagia Yoona menenggelamkan hatinya, untuk pertama kalinya ia tak menyukai senyum itu. Seandainya tidak ada Yoona dihadapannya, mungkin Kyuhyun sudah membakar undangan pertunangan tersebut.

“Aku mengharapkan kedatanganmu, oppa.” Yoona mengukir senyum di wajahnya ketika meminta Kyuhyun datang.

“Kau mencintai Siwon ?”

“Aku tidak akan bertunangan dengannya, jika aku tidak mencintainya.”

“Seberapa besar cintamu kepadanya, apa melebihi cintamu kepada hyung ?”

“Aku mencintai orang berbeda dan di waktu yang berbeda pula, tentu saja cinta itu tidak akan pernah sama. Yang kutahu sekarang, alasan mengapa aku bisa benar-benar tersenyum kembali setelah kepergian Jonghyun oppa adalah dia. Siwon oppa satu-satunya pria yang berhasil membuatku jatuh cinta lagi, dan hidup lebih berarti.”

“Yoona, apa kau sudah melupakan Jonghyun hyung ?”

“Aku tidak akan bertemu denganmu dan berada disini jika sudah melupakan Jonghyun oppa. Bagaimanapun Jonghyun oppa adalah cinta pertamaku, dan cinta pertama akan selalu dikenang. Jonghyun oppa adalah bagian masa laluku, yang memiliki arti tersendiri dalam hidupku. Aku tidak akan bisa menghapus masa lalu, itulah mengapa masa depan ada. Siwon oppa datang melukiskan sejarah baru yang menyembuhkan luka masa laluku.

“Aku pasti datang..” Kyuhyun tersenyum pura-pura ikut bahagia, Datang menjemputmu dari pertunangan neraka itu !

“Jujur saja aku tak menyangka bisa bertemu dengan kembaran Jonghyun oppa, kupikir dulu Jonghyun oppa membual tentang dia memiliki kembaran.” Yoona bernostalgia tentang masa lalunya, sesungguhnya ia masih tak menyangka semua ini. “Tapi melihat Kyuhyun oppa dihadapanku, sekarang aku percaya bahwa Jonghyun oppa tidak pernah berbohong.” Kyuhyun dapat melihat gurat kesedihan Yoona. Menggelitik hatinya, ingin tahu banyak.

“Jadi dulu kau tak sepenuhnya mempercayai, hyung ?”

“Aku menyesal dulu pernah tidak mempercayainya. Kesalahpahaman itu yang membuatku berpisah dengan Jonghyun oppa. Seandainya dulu aku bisa mengatasi kecemburuanku mungkin kecelakaan itu tidak pernah terjadi.”

“Kau salah Yoona.. Kecelakaan itu sudah direncanakan.” Ucap Kyuhyun dingin.

“Apa maksudmu ?” kebingungan Yoona membuat Kyuhyun menyeringai remeh.

“Kau terlalu polos untuk mengerti, Yoona.”

“Kalau begitu buat aku mengerti !”

“Lupakan saja, aku tidak ingin menyakitimu. Jonghyun hyung pasti tidak menyukainya.” Kyuhyun membuang mukanya, merasa kalah sebelum memulai. Kebingungan Yoona dengan wajah terlukanya ketika membahas Jonghyun membuat hatinya mengecil. Sial ! aku tidak seharusnya seperti ini, seandainya ingin mengagalkan pertunangan itu.Jika aku memberitahunya mungkin saja pertunangan itu akan batal, tapi bagaimana jika Yoona terluka ?

“Siapa yang merencanakan kecelakaan itu, oppa ?!” Kyuhyun tahu Yoona sedang dalam emosi yang tak baik, terlihat jelas dari getaran suaranya.

“Kita bisa membicarakan ini nanti, aku harus memeriksa pasienku.”  Sebelum benar-benar pergi meninggalkan ruangannya, Kyuhyun menoleh sebentar kearah Yoona yang masih duduk ditempatnya.

“Yoona.. aku sama terlukanya sepertimu atas kepergiannya. Tapi , sekarang kau sudah bahagia dengan penggantinya, kan ? Alangkah baik kau tak perlu tahu, dan yeah… Sejujurnya aku merasa kasihan padamu,  Orang-orang disekitarmu begitu mengerikan.”

Ucapan Kyuhyun terus berputar-putar dalam kepalanya, hingga tanpa sadar Yoona menabrak seorang wanita berpenampilan sexy yang dulu pernah ia juluki ‘ahjumma berdada montok’. Keduanya jatuh meringis di koridor rumah sakit. Umpatan Liu Wen menyadarkan Yoona dari rasa terkejutnya, ia bangun terlebih dulu dan berniat membantu Liu Wen.

“Ahjumma, maafkan aku..” tepisan kasar Yoona terima dari Liu Wen.

“Ahjumma.. Kau !” Liu Wen tak menyangka akan bertemu kekasih pria yang dicintainya, Siwon. Tersadar dipanggil ahjumma ia langsung meneriaki Yoona. “YAA ! Kau bilang ahjumma ?”

“Sekali lagi maafkan aku..” Yoona membungkuk tak tertarik memiliki urusan dengan Liu Wen, ia hanya ingin pulang-memeluk Siwon ketika mood-nya buruk. Baru dua langkah ia berjalan, tangannya ditarik paksa berhenti Liu Wen.

“Gadis kecil ini, dimana rasa sopan-mu, hah !” suara keras Liu Wen mulai menarik orang-orang disekitar mereka.

“Ahjumma, sekali lagi maafkan aku.. lagipula kesalahan bukan hanya terletak di aku saja, ahjumma juga salah berjalan sambil menelphon hingga tidak melihat sekitar.”

“Berani sekali kau bicara, jelas-jelas kau yang salah !”

“Ahjumma lepaskan, ini sakit..”

“Kau bilang sakit ? aku yang jatuh, aku yang terluka !”

Bicara Liu Wen yang sedari awal sudah kasar memancing amarah Yoona juga, habis sudah kesabarannya.

“Ahjumma dimana rasa sopan santunmu ? aku mengaku salah dan aku sudah minta maaf, mengapa kau terus bicara kasar dan tidak mengakui kesalahanmu juga ! Lepaskan aku, ini sakit !”

“Gadis kecil ini benar-benar, apa orang tuamu mengajarkan melimpahkan kesalahan yang kau buat  pada orang lain. Tsk ! bagaimana bisa Siwon yang terhormat menjadikan gadis kecil tak beretika sepertimu sebagai kekasihnya !”

“Jika seorang pria tidak pernah mennginginkanmu jangan pernah menghina wanita yang dipilihnya. Lihatlah seharusnya kau tidak perlu menanyakan pertanyaan itu, jika kau ingin mendapatkan jawaban pertanyaanmu itu, berkacalah ahjumma !” mata Liu Wen membesar kaget, darahnya terasa panas mendengar balasan Yoona. “Dan sepertinya orang tua ahjumma lah yang mengajarkan melimpahkan kesalahan yang kau buat pada orang lain. Aku sudah minta maaf, bukan ? jika kau terluka, kau tidak mungkin berdiri, berbicara kasar juga berteriak. Tapi, jika kau benar-benar terluka aku bisa membawamu ke ruang UGD sekarang !” Yoona melepaskan sendiri tangan Liu Wen yang menyengkram tangannya, menghempaskannya begitu saja lalu memberinya senyum polos.

Krystal yang memang dari awal menlihat semuanya langsung menghampiri Yoona, ia tersenyum puas melihat sahabatnya berani melawan saingannya.

“Kajja, Luhan sudah menunggu kita !” ajak Krystal menggandeng tangan Yoona dan tak lupa member Liu Wen tatapan dingin.

“Astaga.. mengerikan sekali gadis itu.. Bagaimana bisa dia memiliki teman-teman yang mengerikan, aku harus berhati-hati.” Gumam Liu Wen bergidik ngeri.

….

Baru setengah perjalanan menuju mansion Kwon, Yoona sudah berada dalam alam mimpi. Luhan yang sibuk menyetir, merasa sedikit aneh akan perubahan  sikap Yoona yang lebih diam dari biasanya. Krystal pun sama, dan itu membuatnya bertanya-tanya , ada apa gerangan ?

“Soojungie..” panggil Luhan pelan.

“Hemmmm..” jawaban malas Krystal membuat Luhan mengerucutkan bibirnya imut, merasa kesal di acuhkan kekasihnya.

Chu !

Krystal mengecupnya pelan, membuat Luhan memerah telinganya.

“Kau hampir membuatku kehilangan kendali.. Agresif yeoja !”

“Tapi kau menyukainya, kan ?”

“Sangat suka ! Jangan lakukan itu dengan pria lain ! awas saja kau Jung, jika berani-..”

Krystal memotong ucapan Luhan dengan kecupan yang ia berikan pada pipi Luhan. “Aku baru melakukannya denganmu, hanya kamu tuan Xi..”

“Good Girl !” usap Luhan pada rambutnya.

“Yoona.. dia..”

“Ada apa dengan Yoona ?”

“Hannie, kau masih ingat dengan wanita yang diceritakan Yoona yang disebut-sebut ahjumma berdada montok ?”

“Aku mengingatnya, tapi tak pernah melihat bagaimana orangnya. Memangnya ada apa dengan ahjumma itu ?”

“Kau terlihat seperti sangat ingin bertemu dengan ahjumma berdada montok itu, kenapa ? kau pensaran dengan dada montoknya ?!”

“Dan kau terlihat sedang cemburu, Jungie..”

“Aishhhh..”

“Astaga kau ini.. aku sudah berjanji hanya akan melihat padamu, jadi kau tidak perlu khawatir. Okay Jungie ?”

“Okay . Love you.”

“Love you to.”

“Tadi  Yoona berselisih dengannya..”

“Bagaimana bisa ?”

“Mereka jalan tanpa melihat sekitar, mereka sama-sama jatuh setelah menabrak satu sama lain. Yoona sudah minta maaf, tapi ahjumma itu tidak terima dan berteriak. Yoona terpancing setelah ahjumma itu berbicara buruk tentang orang tuanya. Tapi, ku pikir bukan hanya gara-gara ahjumma itu yang merubah mood-nya.”

“Lalu apa ? bukankah dia bertemu dengan dokter Cho itu..”

“Ne, pasti telah terjadi sesuatu dengan mereka. Aku khawatir jika itu mengenai masa lalunya.”

“Gwaenchana Jungie, kita akan bertanya padanya nanti, eoh..”

Tidak perlu Yoona berbicara bahwa dirinya sedang tak baik-baik saja, Krystal sudah bisa menebak apa yang dirasakannya sahabat rusanya itu. Hanya melihat pancaran matanya saja ia sudah tahu.

..

“Terimakasih atas tumpangannya, apa kalian tidak masuk dulu ?”

“Kita langsung balik saja, kau istirahatlah Yoong.” Ucap Krystal sambil memeluk Yoona, “Apapun yang kau pikirkan saat ini, Jangan terlalu dipikirkan dengan keras, hmm.. jika sudah siap, aku menunggumu bercerita.” Yoona hanya mengangguk setelah Krystal melepas pelukannya.

“Kau harus ingat, selalu ada aku dibelakangmu..”

“Gomawo, kau memang dewa penolongku. Luhan-ah, jangan pernah kecewakan Krystal.” Yoona melepas pelukan mereka.

“Tidak akan dan tidak akan pernah.”

Yoona melambaikan tangannya yang dilakukan Krystal juga. Baru sesudah mobil Luhan tak terlihat lagi dari pandangannya tangannya jatuh lunglai. Perasaannya tak menentu, ia kembali teringat ucapan Kyuhyun tentang orang-orang disekitarnya yang mengerikan.

“Aku butuh Siwon oppa, tapi Siwon oppa pasti sedang sibuk..” dengan cemberut ia masuk ke dalam rumahnya.

“Hey, ada apa dengan wajah cemberut itu ?” tanya Tiffany yang baru saja turun dari kamarnya.

“Unnie.. aku pikir Fany unnie berada di kantor.”

“Ada apa ? Yoongie ingin bicara ?” Tiffany mengikuti Yoona yang memasuki dapur, tiga maid yang berada disana langsung membungkuk hormat. Baru saja salah satu dari mereka hendak bertanya, Tiffany sudah menghentikan melalui gerakan tangannya. Mengisyaratkan mereka untuk keluar.

“Gomawo..” terimakasih Yoona ketika Tiffany memberinya segelas air.

“Sudah lebih baik ?” tanya Tiffany lembut.

“Sedikit..” Yoona menelungkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya. Haruskah ia bertanya ?

“Ada apa ? katakana pada, unnie..” Tiffany mengambil kedua tangan Yoona untuk digenggam.

“Mengenai kematian Jonghyun oppa, Fany unnie tahu sesuatu ?” tanya Yoona lemah, pada akhirnya. Ia merasa buruk ketika pikiran menuduh bersarang di kepalanya.

Meskipun terkejut, Tiffany berhasil menutupinya. Ia tersenyum seolah-olah semua baik-baik saja. “Apa ada sesuatu yang tidak unnie  ketahui ?”

“Seharusnya itu pertanyaanku, unnie..”

“Unnie tidak tahu apa yang kau bicarakan, Yoong.” Ucap Tiffany tetap tenang.

“Seseorang memberitahuku bahwa kecelakaan yang menimpaku bersama Jonghyun oppa sudah direncanakan, dan mereka yang merencanakannya adalah orang-orang disekitarku.” Yoona menunduk menahan tangis.

“Siapa yang berbicara omong kosong itu terhadapmu, Yoong ?!” Yoona semakin menyembunyikan wajahnya. Melihatnya Tiffany tahu sudah membuat adiknya takut, percuma saja ia sudah tak bisa bersikap tenang lagi.

“Maaf, unnie tidak bermaksud membentakmu. Kau harus percaya orang-orang disekitarmu terlebih keluargamu hanya ingin menjagamu, Yoong. Mereka tidak mungkin mencelakaimu. Unnie harus balik ke kantor. Istirahatlah, kau pasti lelah..” Tiffany menuntun Yoona menuju kamarnya. Pikirannya tidak lagi tenang, ia harus segera bertemu Yuri untuk membicarakan ini.

“Hallo, oppa..”

“Hallo, Yoong..”

“Siwon oppa kenapa baru di angkat ?” Yoona merajuk sambil memeluk boneka teddy bear yang dibelikan Siwon.

“Aigoo.. maafkan oppa sayang, oppa sangat sibuk.. Oppa sudah memberitahu, kan ?” Siwon tersenyum mendengar suara merajuk Yoona, itu sungguh mengobati lelahnya. Diam-diam ia merasa bersyukur memiliki Yoona.

“Jadi pekerjaan oppa lebih penting dari pada aku ?” Yoona tidak benar-benar marah ketika mengatakannya, ia merasa beruntung memiliki Siwon. Sesibuk apapun Siwon, kekasih tampannya itu selalu memberinya kabar.

“Tidak ada hal yang lebih penting darimu, sayang. Kau dimana , Yoong ?”

“Yoong selalu dihatimu, oppa aku merindukanmu..”

“Sayang, kau membuatku ingin memelukmu..”

“Anniyo.. Oppa tidak perlu kesini. Mendengar suara oppa cukup mengobati rinduku..”

“Jinjayo ? sejak kapan yeoja-ku dewasa seperti ini, hmm ?’’

“Oppaaaaaa..”

“Arraseo, aku juga merindukanmu sayang, rindu sekali padamu. Mendengar suaramu membuatku ingin melihatmu. .”

“Kalau begitu cepat selesaikan pekerjaan oppa, agar bisa melihat yeoja oppa yang paling cantik ini..”

“Oppa sudah selesai, oppa akan segera menemuimu..”

“Andwae.. aku tahu oppa bohong !”

“Oppa memang tidak pandai membohongimu, hemm..”

“Gomawo, aku mencintaimu oppa..”

“Ahh sayang.. oppa benar-benar ingin melihatmu sekarang..”

“Sungguh ?”

“Sungguh, sungguh-sungguh ingin melihatmu..”

“Tutup ponselmu, oppa..”

“Wae ? oppa masih ingin bicara denganmu, sayang-..” ucapan Siwon terpotong ketika Sekertaris park masuk ke dalam ruangannya.

“Maaf, presdir rapat akan segera dimulai !” beritahu sekertaris Park.

“Hyung, bisakah kita menundanya 1 Jam lagi..” disebrang sana Yoona tersenyum.

“Semua sudah menunggumu, Siwon.”

“Aishhh.. hyung tak melihat aku sedang apa ?” kali ini Yoona terkikik mendengar suara kesal kekasihnya.

“Kau sedang kesal pada, Hyung..”

“YAA !”

“Siwon oppa, aku mengantuk. Aku menunggumu nanti malam..”

“Sayang.. hey, tunggu-..’’

Tuttttt—

“Dasar gadis ini ! Tunggu saja nanti malam, aku akan membalas sikap semena-menanya kepadaku.”

Setiap hari aku begitu beruntung, aku ingin mengakui di dalam hatiku yang tersembunyi, aku mencintaimu, bibirku gemetar hatiku merindukanmu.. Im Yoona !

….

Terlihat Yoona sedang buru-buru menuruni tangga, ia bahkan melompati dua anak tangga sekaligus. Beberapa maid yang melihatnya hanya tersenyum gemas akan tingkah nona muda-nya, walaupun senyum itu terbalut rasa khawatir, takut-takut nona mudanya jatuh. Melukai dirinya sendiri.

Sebuah pesan singkat dari Siwon yang memberitahukan bahwa tunangannya itu sudah berada di halaman rumahnya, membuatnya buru-buru keluar dari kamar. Sesampainya di ujung anak tangga, ia setengah berlari membuka pintu. Dan disanalah sang tunangan berada. Berdiri bersandar pada mobil Ferrari, salah satu dari koleksi mobil mewahnya. Dengan senyum merekah yang membuat tunangannya terlihat semakin tampan.

Senyum Yoona tak henti-hentinya memudar meskipun sekarang dirinya tlah berada dalam pelukan Siwon. Bau keringat yang bercampur dengan parfum Siwon, benar-benar menenangkan. Biarpun tunangannya belum mandi ia tak mempermasalahkannya sama sekali.

Begitu juga dengan Siwon tidak peduli seberapa lelahnya dirinya sehabis berkutat dengan berkas-berkas yang terkadang sangat menguras otaknya, tidak akan mengalahkan rindunya untuk berjumpa sang pujaan. Sehari saja tak melihat Yoona, rasanya hidupnya ada yang kurang. Hari-harinya tidak akan berjalan baik bila tiada yeoja-nya disisinya.

“Aku sangat merindukanmu, Yoong.” Bisik Siwon ditelinga Yoona, yeoja-nya itu lebih mengeratkan lagi pelukannya. Mereka bertahan sampai 15 menit kemudian.

“Nado, oppa..”

..

“Siwon oppa, kau mandi dulu atau langsung makan ?”

Yoona berteriak dari dapur, tidak tahu bahwa Siwon sudah berdiri tak jauh darinya. Menyandarkan dirinya pada pintu seraya melipat kedua tangannya di dada. Mengawasi yeoja-nya yang sedang memasakkan pasta untuknya. Ia tadi sudah melarangnya yeoja-nya memasak, namun yeoja-nya tetaplah Im Yoona, yang kadang-kadang keras kepalanya melebihi dirinya.

Lalu apa gunanya ada banyak pelayan dirumah ini ?! hatinya masih tak sepenuhnya mengizinkan. Ia hanya takut yeoja-nya terluka, itu saja. Terdengar berlebihan memang, hanya saja ia tidak akan pernah rela bela kulit mulus yeoja-nya tergores sedikitpun.

“Oppa.. Siwon oppa tak mendengarkanku, huh ?!”

“Aku mendengarkanmu, baby. Berhenti berteriak, atau aku yang membungkam mulutmu dengan mulutku.” Bisik Siwon yang kini sudah memeluk tubuh yeoja-nya dari belakang.

“Aishh.. oppa mengagetkanku !” wajahnya memerah, Siwon mencium dalam pipi merona itu.

“Badanku berkeringat aku ingin mandi, tapi aku juga lapar, baby..” manja Siwon, Yoona menyapukan satu tangannya untuk mengusap rambut Siwon.

“Tidak mungkin kan aku menyuapi oppa saat mandi.” Goda Yoona.

“Bagaimana kalau oppa memakanmu seraya mandi, hmm..” tantang Siwon yang dihadiahi sikutan ringan pada perutnya.

“Aishh.. pervert !”

“Tapi kau mencintaiku ‘kan ?”

“Tentu saja..” Yoona tertawa pelan mendapati wajah penasaran kekasihnya menunggu ucapannya. “Aku lebih mencintai pasta ini..” ia menjulurkan lidahnya menggoda Siwon.

“Huh..”

Chup !

Dikecupnya bibir kekasihnya yang memberengut itu. “Jeongmal saranghaeyo,oppa..” Tawa Siwon meledak, bahagia itu saat dirinya bersama Yoona. “Aigoo.. Yoongie-ku semakin bertambah manis, eoh..” ia mengelus sayang rambut Yoona. “Pergilah mandi, oppa..”

Chup !

“Oppa akan segera kembali, nado saranghae.” Setelah membalas kecupan kekasihnya, ia segera melesat menuju kamar Yoona.

“Omo.. maaf aku tidak tahu kalau oppa sudah selesai mandi.” Yoona hendak menaruh pakaian untuk kekasihnya, yang baru saja dikirimkan salah satu suruhan ny. Choi. Iya, ia yang meminta pada ibu mertuanya.

“Aigoo.. kau seperti dengan pria lain saja, baby.” Siwon mendekatinya.

Perut kotak-kotak Siwon benar-benar mencari masalah pada jantungnya, kekasihnya yang hampir naked hanya selembar handuk putih yang melilit dibagian pinggangnya, seakan membakar wajahnya. Oh.. tidak jangan lupakan jantungnya yang mulai berdetak liar, seliar pikirannya sekarang.

“Baby, mana pakaianku ?”

“Oh ! pakaian, ini oppa..” ia tidak bisa menyembunyikan lagi wajah memerahnya, pakaian Siwon ia sodorkan di depan wajahnya. Berharap sang keksih tak menyadari kegugupannya.

“Baby, gwaenchana ?” Siwon menyingkirkan pakaiannya.

“Gwaenchana, aku akan menunggu oppa dibawah.” Cepat-cepat Yoona memutar tubuhnya. Namun Siwon sudah menyadarinya terlibih dulu, ia menarik tangan Yoona kuat, sampai jatuh dalam dekapannya.

“Jangan sungkan jika kau ingin menyentuhnya, baby..” dengan sengaja Siwon mengambil tangan Yoona, untuk diletakkannya pada absnya lalu mengusapnya lembut.

Dingin-keras, kapan terakhir aku menyentuhnya ?! pikir Yoona nakal. Dan seringaian Siwon menyadarkannya, sial kuda pervert itu sengaja menggodanya

“Aishh oppa dingin, lekaskan berpakaian !” omel Yoona, sejujurnya ia hanya pura-pura dan berusaha menyelamatkan diri dari rasa malu.

“Kenapa tidak kau saja yang memakaikan baju untukku, baby.” Siwon semakin menikmati menggoda Yoona. Yeoja-nya benar-benar lucu.

“Oppa, berhenti menggodaku..” rajuknya, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menyembunyikan wajahnya pada bantal. Dan tawa Siwon pun kembali meledak, kian membakar wajah merah yeoja-nya.

“Arraseo.. arraseo oppa akan berganti baju.”

Menggoda Yoona nyatanya masih sangat menyenangkan seperti pertama kali Siwon melakukannya. Ia baru bisa berhenti saat keduanya sudah berada di ruang makan. Meskipun hanya sebuah pasta, tapi itu tetap masakan yeoja-nya. Tentu itu sangat special untuknya. Dengan begitu lahap ia menyantap pasta tersebut. Biarpun rasanya tak seenak masakan hotel bintang lima.

“Ahh.. kenyangnya..” desah Siwon seraya mengusap perutnya.

“Bagaimana tidak kenyang, oppa bahkan memakan setengah milikku.” Cibir Yoona, seraya menaruh piring kotor mereka. Ia hanya menaruhnya saja, terlalu malas untuk mencucinya.

“Jangan salahkan oppa, sayang. Itu karena pastamu sangat meggoda lidahku.”

“Aishh.. mau nonton ?”

“Ide yang bagus..”

“Apapun itu jika itu milikmu selalu dan terlalu menggoda untukku..” bisik Siwon.

Belum ada 30 menit film yang mereka putar, Siwon sudah terlelap lebih dulu dengan berbantalan paha Yoona. Bohong, bila dirinya tidak lelah. Meskipun ia sudah mati-matian menahan kantuknya, pada akhirnya ia tumbang juga. Terimakasih atas sapuan lembut jemari Yoona pada rambutnya yang mengirimkan sejuta rasa nyaman dan menghantarkannya cepat menuju alam mimpi. Mimpi yang tak kalah indah dari real momemt malam ini.

Yoona mengecilkan volume dvd-nya. Ia tak fokus lagi pada film yang mereka tonton. Lebih fokus pada wajah damai kekasihnya. Entah apapun yang mengganggu pikirannya, saat ia diam-diam memandang wajah tidur Siwon seperti itu, dirinya merasa lebih baik. Seakan ketakutan yang mendera memudar entah kemana.

“Yul, apa kita harus memberi tahu Yoona ?”

“Entahlah, aku takut itu menyakitinya Fany-ah..”

“Tapi, kita tanpa sadar sudah menyakitinya Yul.”

“Aku tahu, dan aku menyesal menyembunyikan itu.” Mereka sama-sama mendesah lelah, ketakutan akan melihat Yoona terluka kembali membayanginya semenjak adik manisnya mempertanyakan kecelakaan itu. Terlebih ada seseorang yang mengetahui kecelakaan itu, bagaimana bisa ? itulah yang terus berputar dalam kepalanya.

“Kita harus memberitahunya terlebih dulu, jangan sampai orang itu yang memberitahunya.” Yuri menatap ragu Tiffany.

“Haruskah ?”

Meskipun mengangguk akan tetapi tetap ada keraguan yang membayangi mereka. “Aku akan mencari tahu mengenai siapa orang itu yang memberitahu Yoona.”

Kemudian mereka segera turun dari mobil ketika sudah tiba dihalaman rumah. Melihat ada mobil Ferrari, bisa mereka tebak orang itu adalah miik Siwon.

“Hey, adik ipar bangunlah..” Tiffany membangunkan Siwon yang tiduran dipangkuan Yoona setelah mematikan dvd yang sebelumnya ditonton Siwon dan Yoona, sedangkan adik manisnya itu tertidur dengan kepala bersandaran sofa.

Siwon mengerang pelan sebelum bangun dan beranjak duduk. Ia tersenyum sekilas mendapati yeojanya masih tidur. Membuat Yuri berdecak, baru tahu kelakuan rekan bisnisnya yang nyatanya sangat jauh dari kelakuan Siwon diluar sana. Arogan, dingin, dan cool. Namun ada rasa syukur dalam hatinya, Siwon bisa seperti itu karena Yoona. Ia tidak perlu mengkhawatirkan lagi adik manisnya kekurangan perhatian, cinta dan kasih sayang. Bicara mengenai kehangatan, tentu saja Yuri malas membicarakannya, itu hanya akan berpusat dimana adik manisnya dan rekan bisnisnya sudah berbagi kehangatan itu diatas ranjang pula.

“Siwon, pindahkan Yoona ke kamar dan kau bisa pulang.” Setelah mengatakan itu, Yuri lalu menuju kamarnya.

“Aku harap kau mengerti adik ipar, ah.. sebenarnya aku ingin bicara denganmu tapi mataku sudah teramat berat.”

“Kita bisa bicara besok, Tiff. Tidurlah.. aku akan memindahkan Yoona ke kamarnya dan pulang.”

“Aigoo.. kau terlihat manis ketika menuruti kakak iparmu.”

“Aku hanya belajar menjadi adik ipar yang baik untuk kalian.”

Tiffany tergelak mendengarnya, dan Siwon tertawa pelan. “Ah.. Yoona bertambah berat dari terakhir kali aku menggendongnya.”

“Kau seperti terlatih menggendong adikku, huh.” Tiffany mendengus melihat Siwon tak canggung, tak keberatan sama sekali menggendong Yoona selayaknya pengantin baru menaiki tangga.

“Tentu, itu keahlian adik iparmu yang manis ini, Tiff..” canda Siwon pelan, membuat Tiffany tergelak kembali. Jujur, ia nyaman bicara dengan Siwon.

“Yoona-ya, apa unnie nanti bisa bicara sebentar denganmu ?” tanya Yuri memecah keheningan sarapan pagi mereka.

Yoona menelan terlebih dulu makanannya, kemudian menatap kakaknya yang terlihat murung persis tak jauh beda dengan wajah Tiffany.”Unnie, Gwaenchana ?”

“Ne, Gwaenchana..” Yuri tersenyum simpul, merasa buruk bahkan sebelum ia memulai memberitahu sesuatu yang mungkin tidak akan disukai adiknya.

“Jinja ?”

“Ne, jinja..”

“Yuri unnie ingin bicara apa ?”

“Habiskan dulu sarapanmu, kita bicara nanti setelah selesai.”

“Aishh.. membuat penasaran saja.” Yuri sekali lagi hanya mengulum senyum. Tiffany diam-diam menepuk pahanya pelan. Membuatnya menoleh, matanya Tiffany seolah berbicara “Apa ini waktu yang tepat ?” Ia hanya mengangguk seraya tersenyum yakin.

“Oh iya unnie..” Yoona teringat sesuatu yang kemarin sempat mengganjal pikirannya.

“Ada apa, Yoong ?” Tiffany menjadi was-was.

“Itu mengenai pembicaraan kemarin..” Kedua kakaknya tanpa ia sadari sedang menyiapkan diri atas kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi.

“Aku memilih tidak ingin membicarakannya lagi. Itu hanya masa lalu yang tak seharusnya diungkit kembali. Apalagi yang dikatakan Kyuhyun oppa, kurasa keluarga kita tidak mungkin ada yang seperti itu.”

“Kyuhyun ?” Yuri mengernyitkan dahinya. “Siapa dia, Yoong ?” tanyanya menuntut.

“Kembaran Jonghyun oppa..”

“Jadi karena Kyuhyun kau meragukan keluargamu, Yoong. Ceritakan pada unnie apa saja yang kau ketahui mengenai kecelakaan itu dari Kyuhyun !” suruh Tiffany.

“Anniya unnie, aku..” Yoona menunduk takut melihat tatapan marah Tiffany. Tidak ada kelembutan sama sekali, itu seperti bukan Tiffany unnie yang ia kagumi.

“Mianhae, aku akan menceritakannya unnie..”

#flasback

“Aku mengharapkan kedatanganmu, oppa.” Yoona mengukir senyum di wajahnya ketika meminta Kyuhyun datang.

“Kau mencintai Siwon ?”

“Aku tidak akan bertunangan dengannya, jika aku tidak mencintainya.”

“Seberapa besar cintamu kepadanya, apa melebihi cintamu kepada hyung ?”

“Aku mencintai orang berbeda dan di waktu yang berbeda pula, tentu saja cinta itu tidak akan pernah sama. Yang kutahu sekarang, alasan mengapa aku bisa benar-benar tersenyum kembali setelah kepergian Jonghyun oppa adalah dia. Siwon oppa satu-satunya pria yang berhasil membuatku jatuh cinta lagi, dan hidup lebih berarti.”

“Yoona, apa kau sudah melupakan Jonghyun hyung ?”

“Aku tidak akan bertemu denganmu dan berada disini jika sudah melupakan Jonghyun oppa. Bagaimanapun Jonghyun oppa adalah cinta pertamaku, dan cinta pertama akan selalu dikenang. Jonghyun oppa adalah bagian masa laluku, yang memiliki arti tersendiri dalam hidupku. Aku tidak akan bisa menghapus masa lalu, itulah mengapa masa depan ada. Siwon oppa datang melukiskan sejarah baru yang menyembuhkan luka masa laluku.

“Aku pasti datang..” Kyuhyun tersenyum pura-pura ikut bahagia, Datang menjemputmu dari pertunangan neraka itu !

“Jujur saja aku tak menyangka bisa bertemu dengan kembaran Jonghyun oppa, kupikir dulu Jonghyun oppa membual tentang dia memiliki kembaran.” Yoona bernostalgia tentang masa lalunya, sesungguhnya ia masih tak menyangka semua ini. “Tapi melihat Kyuhyun oppa dihadapanku, sekarang aku percaya bahwa Jonghyun oppa tidak pernah berbohong.” Kyuhyun dapat melihat gurat kesedihan Yoona. Menggelitik hatinya, ingin tahu banyak.

“Jadi dulu kau tak sepenuhnya mempercayai, hyung ?”

“Aku menyesal dulu pernah tidak mempercayainya. Kesalahpahaman itu yang membuatku berpisah dengan Jonghyun oppa. Seandainya dulu aku bisa mengatasi kecemburuanku mungkin kecelakaan itu tidak pernah terjadi.”

“Kau salah Yoona.. Kecelakaan itu sudah direncanakan.” Ucap Kyuhyun dingin.

“Apa maksudmu ?” kebingungan Yoona membuat Kyuhyun menyeringai remeh.

“Kau terlalu polos untuk mengerti, Yoona.”

“Kalau begitu buat aku mengerti !”

“Lupakan saja, aku tidak ingin menyakitimu. Jonghyun hyung pasti tidak menyukainya.” Kyuhyun membuang mukanya, merasa kalah sebelum memulai. Kebingungan Yoona dengan wajah terlukanya ketika membahas Jonghyun membuat hatinya mengecil. Sial ! aku tidak seharusnya seperti ini, seandainya ingin mengagalkan pertunangan itu.Jika aku memberitahunya mungkin saja pertunangan itu akan batal, tapi bagaimana jika Yoona terluka ?

“Siapa yang merencanakan kecelakaan itu, oppa ?!” Kyuhyun tahu Yoona sedang dalam emosi yang tak baik, terlihat jelas dari getaran suaranya.

“Kita bisa membicarakan ini nanti, aku harus memeriksa pasienku.”  Sebelum benar-benar pergi meninggalkan ruangannya, Kyuhyun menoleh sebentar kearah Yoona yang masih duduk ditempatnya.

“Yoona.. aku sama terlukanya sepertimu atas kepergiannya. Tapi , sekarang kau sudah bahagia dengan penggantinya, kan ? Alangkah baik kau tak perlu tahu, dan yeah… Sejujurnya aku merasa kasihan padamu,  Orang-orang disekitarmu begitu mengerikan.”

#flashbackend

“Jauhi Kyuhyun mulai sekarang, unnie tidak ingin kau berdekatan dengannya !”

“Kenapa ?”

“Jangan membantah unnie, ini demi kebaikanmu !” ucap Yuri tegas, jika sudah seperti itu tak ada lagi keberanian Yoona untuk menolak. Terlepas dari jutaan pertanyaan yang menuntutnya untuk bertanya ‘kenapa’ ?

“Yoong, bukankah kau memilih untuk tidak membicarakannya lagi, hm.. Yang hanya perlu kau ketahui adalah kita semua, keluargamu tidak mungkin mencelekaimu. Kita hanya melindungimu, dan tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu.” Ujar Tiffany lembut, tidak ada kemarahan lagi dalam pancaran matanya.

“Tapi.. Mmm lalu apa yang Yuri unnie ingin bicarakan kepadaku ?”

“Yoona-ya, dua hari Siwan oppa datang. Kau harus menjemputnya dibandara, eoh..” Tiffany seketika menoleh ke arahya. Mengapa kau tidak memberitahunya langsung, Yuri-ah ?

“Jinjaa ?”

Yuri hanya mengangguk seraya tersenyum melihat raut senang hadir pada paras adik manisnya yang tadi sempat mendung. “Pastikan kau tidak telat menjemputnya, eoh..”

“Siap, aku akan selalu mengingatnya.”

“Annyeong Yoona noona..” sapa Sehun riang, ia sedang menunggu Yoona tiga puluh menit yang lalu. Ia tak mengenakan seragam sekolah, hanya celana jeans robek dibagian lututnya dengan atasan kaos putih polos, dan topi hitamnya yang menutupi rambut pirangnya.

“Sehun.. apa yang kau lakukan disini ?” kaget, tentu saja Yoona kaget. Apalagi dengan perubahan rambut Sehun. Ia melihat dan mengakui bahwa Sehun adalah pemuda yang tampan. Fisiknya yang katakanlah masih remaja sudah bagus seperti ini, apalagi nanti jika Sehun sudah berada diusia matang. Oh, jangan ragukan lagi betapa menawannya pemuda itu kelak.

“Sehun-ah, kau terlihat wow..” puji Yoona membuat Sehun tersenyum malu. “Daebak.. kau terlihat dewasa dengan penampilanmu sekarang.” Sehun semakin tersenyum lebar, “Apa Yoona noona mau mempertimbangkan aku menjadi kekasihmu sekarang ? Aku tak kalah menawan kan dari Siwon hyung ?” ia lalu membukakan pintu mobilnya untuk sang noona tercinta.

“Mungkin, bila kau terlahir terlebih dulu sebelum Siwon oppa, Noona mungkin akan mempertimbangkannya ?” Sehun membrengut mendengar godaan Yoona, sebelum kembali tersenyum cerah setelah mendapatkan ciuman dipipinya. “Gomawo..” terimakasih Yoona.

“Jadi, apa yang membawamu kemari ? Kupikir ada yang membolos disini..” Sehun hanya menunjukkan deretan giginya.

“Aku sengaja mewarnai rambutku supaya tak ketahuan jika aku masihlah seorang pelajar. Tapi, sepertinya sia-sia Yoona noona mengetahuinya lebih cepat.”

“Ahjussi.. antarkan kita kesalon Q-..”

“Andwae ! kita ketempat yang sudah aku sewa, ahjussi.” Potong Sehun pada ahjussi sopirnya. “Yoona noona, kumohon jangan hancurkan rencanaku hari ini. Jebal.” Ia memasang wajah memohonnya.

“Apa alasanmu, Sehun-ah. Kau tahu bukan noona tak suka melihatmu membolos.”

“Satu kali ini saja, jebal. Aku ingin melakukan kencan bersama Yoona noona untuk merayakan atas  keberhasilanku.”

“Keberhasilan apa ?”

“Aku diterima SM, mulai minggu depan aku akan menjalani trining. Aku ingin menghabiskan waktu bersama Yoona noona, sebelum menjalani hari-hari beratku nanti. Jika aku sudah menjalani training, sudah pasti waktuku akan tersita dengan latihan dan latihan. Aku pasti tak memiliki banyak waktu untukmu, noona.”

“Arraseo.. hari ini noona milikmu.” Yoona memainkan gemas pipi Sehun.

“Sehun-ah, berapa banyak uang yang akan kita habiskan tempat ini ?” tanya Yoona ketika sampai di Lotte World Korea.

“Tak sebanyak kebahagiaan yang kudapat dari Yoona noona.” Jawab Sehun dengan senyum imutnya.

“Aishh.. kita pakai uang noona saja, Sehun-ah.”

“Gwaenchana.. tabunganku takkan habis meskipun kita bermaian seharian disini. Kajja kita bermain itu.” Sehun langsung menarik tangan Yoona tak ingin mendengar omelan lebih panjang lagi.

“Lama-lama kau menyerupai Siwon oppa..” Yoona teringat sikap Siwon yang tidak pernah mempermasalahkan uang.

“Tapi aku tidak galak seperti hyung..”  Yoona tertawa menyetujui.

Setelah puas memainkan banyak wahana, dari yang biasa saja sampai yang ekstrim. Mereka terlihat sedang duduk disalah satu lestoran. Menunggu pesanan mereka. Yoona sesekali mendecih kesal manakala sekumpulan gadis menatap genit Sehun. Ada tatapan kagum disana, entah kenapa Yoona risih melihatnya.

“Sehun-ah.. bisakah kau pindah disampingku ?”

“Tentu.. apapun Sehun lakukan untuk noona..” angguk Sehun dengan senyum imutnya. Jeritan langsung terdengar dari sekumpulan gadis itu. “Awhhhh ! imut sekali senyumnya.. aigoo hatiku meleleh..”

“Dan berhenti tersenyum imut seperti itu !” Sehun yang sudah berada disamping Yoona terang saja kaget dengan nada judes itu.

“Wae ?” wajah bingungnya benar-benar lucu, jadi jangan salahkan sekolompok gadis itu bila makin jatuh hati pada calon idol tersebut.

“Jika ku sudah menjadi seorang idol ataupun aktor, noona mohon jangan terlalu menebar senyum imut-mu itu Sehun-ah. Kau hanya boleh melakukannya ketika pekerjaanmu yang menuntut, arraseo ?!”

Sehun mengulum senyum menawannya, ia mulai tahu mengapa Yoona noonanya berubah judes kepadanya ketika mengikuti arah mata Yoona noona-nya yang menatap tajam sekumpulan gadis yang sejak tadi bisik-bisik tentang dirinya. Mendadak ia merasa bangga akan dirinya.

“Aku mengerti, Yoona noona tidak perlu khawatir senyum imutku hanya untuk Yoona noona seorang.” Sehun mengusap lembut rambut Yoona, kali ini sekumpulan gadis itu menjerit iri dan Yoona tersenyum puas melihatnya.

Ketika pelayan sedang menyajikan pesanan mereka Yoona nampak berbinar melihatnya, sedangkan Sehun pun terlihat sama penuh binar, hanya saja berbinar melihat Yoona noonanya. Kemudian tanpa membuang waktu mereka langsung menyantap pesanannya.

“Rasanya menyenangkan melihat orang yang kita sayang makan dengan lahap, terlebih makannya bersama kita.”

Siwon sedang uring-uringan didalam ruangannya, seharian ini Yoona tidak bisa ia hubungi. Krystal dan Luhan bahkan tidak tahu sedang dimana yeoja-nya berada. Ia ingin bertanya pada Yuri ataupun Tiffany, tapi ia takut membuat keduanya khawatir. Ia menghentikan pekerjaannya, lalu menyambar jas dan kunci mobilnya.

Bergerak, menyusuri jalanan kota. Mendatangi tempat-tempat yang mungkin didatangi Yoona. Kecewa untuk kesekian kali, disaat tempat ke tujuh yang ia datangi tidak ada Yoona juga.

“Kau dimana baby ?” bisiknya khawatir.

Drrtttt…

Sebuah pesan disertai poto bagai menyambar jantungnya sekarang. Ia menggeleng tidak percaya. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Tangannya mencengkram kuat ponselnya. Matanya menajam dengan rahang mengeras memperhatikan poto tersebut. Poto yang berhasil menyebar sakit pada hatinya.

“Tidak mungkin..” gumamnya tak percaya.

Membanting ponselnya sampai mati. Ia lalu membelokkan mobilnya secara kasar. Memutar arah, menuju tempat tujuannya menemukan Yoona.

“Im Yoona.. apa yang sedang coba kau lakukan ?”

Tbc

Alhamdulillah, nyampai juga di part 23.. semoga kalian tidak bosan yak, aku memilih memposting sekarang, daripada disembunyiin di draf  dan akan menambah 2/3 part lagi.. mengingat ini #SpesialYoonaDay hhehe sebenarnya My Yeoja udah berada di draf selama hampir 3 minggu wkwkk

Seperti tahun lalu di ulang tahun Yoona unnie, ada 3 ff update sekligus..

1. Truth or Dare-YoonWon

2. Truth or Dare-YoonHun

3. My Yeoja part 23

Terimakasih berta unnie udah beredia update, dan terimkasih untuk readers yang sudah setia menunggu My Yeoja.. tidak apa part 22 kemarin antusias readers menurun, semoga aku bisa menyelesaikan semua ff yang sudah aku buat yah.. biar tidak menggantung. Yang menunggu The Problem of Beauty masih dalam pengetikan, yang nunggu My Naughty Goddess, The Name I loved, Love and Obsession dan YOONWON jangan terlalu berharap banyak ke aku yah, maaf.. Jika ide dan mood selaras dengan baik, insya Allah aku kelarin. Yah walaupun dengan end yang kurang memuaskan.. wkwk

#Yoongphroditeday #GoddessYoonaDay #HappyYoonaDay #530

Paipai

xoxo

Advertisements

24 thoughts on “[FF] My Yeoja – 23

  1. haha siwon kebakaran niih, sabar yaa oppa yoona cuman maen doang ko sama sehun sbentar, hati yoona cuman buat siwon😍, smoga siwon marahnya ga serius, marahnya dibikin gokil aja kaya anak tk😂😂

    Like

  2. Semangat kak 🙂 cerita” kakak keren” semua .. Ow berharap part selanjutnya yoonwon menikah aja biar ga ada yg ganggu hubungan mreka,, suka jg kalo siwon uring”an krna ulah yoona,ehh mlah tbc

    Like

  3. Hoho.. Akhirx nongol jga nih ff. Ah kyu jgn ngancurin hub. Yoonwon dong.
    Yoonwon so sweet.
    Tu wonpa liat fto yoong ngpain ya sampe buat wonpa marah gtu? Penasaran dg klanjutanx

    Like

  4. seruu bngt cerita nyaa .. aduuhh jangan sampe si kyuhyun merusak smua hubungan yang sudah baik baik saj menjadi kehacurann … lucuu dehh liat wonppa cemburuuu …

    Like

  5. makin seru ceritanya..
    sebenernya yuri sama tiffany ada hubungan nya sama kecelakaan jonghyun apa ngga’ ?
    siapa yg ngirim foto ke siwon ? apakah kyuhyun atau liuwen ?
    semoga ngga’ terjadi kesalahpahaman yg panjang antara siwon dan yoona..
    ngga’ sabar pengen lihat yoonwon tunangan terus nikah..

    Like

  6. Moment yoonwon y kurang bnyak dan feel y gk dapet d nich chapter.. Mianhae.. 😔 mungkin krna pngulangan dan kbnyakan flashback jga cikh mknnya crta y jd gk add feel n d bkin bingung n terlalu ngulur wktu buat ngebongkar rahasia d blik kclakaan jonghyun.. Mngkin buat next chapter bz jauh lbh bnyak feel klo mau bkin nyesek readers dr pd nanggung kya gini nyesek nya… 😉✌ buat author y jeongmal gomawo udd berusaha utk ngelanjutin nich ff , semngat dech buat cmua usha n karya y… 💪💪😘

    Like

  7. Waduh masih ada aja rahasia dlm masa lalu yoona semoga cepet selesai deh biar gak ada rahasia lagi… duh siwon cemburu berat nih tau yoona kencan ama sehun… tahan amarahmu ya oppa sampai dengar penjelasan dari yoona… ditunggu lanjutanx ya min…

    Like

  8. Yeyeeee…akhirnya d publish juga my yeoja part 23 pas d hari spesial lagi
    Mulai rumit juga masalah ny,,apa mungki yg ngerencanain kecelakaan ny jonghyun itu yuri&tiffany yhaa..tpi apakah mungkin??mereka kan kluarga yoona juga,,hadeuhhh
    Wonpa knpa tegang gtu,,aduh yoongie krimi foto apa sih ke wonpa smpek wonpa jdi marah gtu..moga gk ada apa2,,keren eonni ff ny,gk ngebosenin

    Like

  9. Sebenarnya apa sih yng d sembunyikan yuri n tiffany eonni,,semoga bukan mereka yng merencanakan kecelakaan jonghyun oppa,,
    won oppa liat foto apa sih smpai emosi kayak gitu,,?? Apa foto yoona eonni sma sehun,,???

    Like

  10. Semoga yoona bnr” gx akan ngungkit masa lalunya lgi, tp gimna klo yoona tau kbnrnany tentang kclakaan di masa lalunya?
    Waah siwon kayanya marah besar nih tp terliht lucu kalo siwon sudh cemburu 😂😂😂

    Like

  11. Lama nya baru Baca ff in lagi Aisha konflik nya masih panjang ya rahasia apalagi yg disembunyikan Yuri nih Siwon cemburu nih marah hak nih mudahan gk sampe berantem mereka ya

    Like

  12. Jangan bilang nanti siwon salah paham liat foto yg dikirim buat dy yg mungkin foto itu yoong ama sehun lantaran sehun baru warnain rambutnya dan nyangkanya itu ama namja lain.
    Btw yul ama fany tau apa ya tentang kecelakaan mantannya yoong..

    Like

  13. finally ksmpaian jga bca smpai akhir,,kmren2 agak rgu bcanya coz awalnya sma dg part 22.
    jjur aku rsa di part 23 ini,udh gk ada lgi ya yg prlu dikrtik,bingung mo bhas apa.critanya dh psti bgus,alurnya seru.cuma sdkit iri dg moment Yoonhun,aplgi Yoona smpai nyium pipi sehun,sbgai YW team daku tuh tk trima thor…heheehe.
    next partnya jngn lma2 ya thor.

    Like

  14. amh meleleh bacanya sweet bgt huu wonpa kpn plng wamil sih jd kangen moment yw 😂😘
    wah³ sehun ttp usaha y 😱😀😀😀
    yultif ak yakin pasti tau ttng kematiannya jhyunpa 😱
    semga itu gk mempengaruhi hubungannya yw 😏🙏
    Fighting kakak😘😚😍

    Like

  15. Sebenernya ada hubungan apa yul tif atas kematian jonghyun
    Kyuhyun ngerencanain hal jahat apalagi ini
    Ngk sabar liat yoonwon nikah hahaha

    Like

  16. Ntalah thor mau komen apa, ni ff yoonwon paling aku suka selama baca ff yoonwon yg lainnya Sumpah. Semoga author smangt terus lanjutin ceritany , readers selalu menantimu hehe tp jgn lama” yaaaa^^

    Like

  17. kyaaaa aku telat bacanya thor hehehe
    masak sih YulTiff terlibat ama kecelakaannya jonghyun ato cma akal2an si kyuhyun aja
    waduh siwon masih aja cemburu ama sehun nih
    makin penasaran ama lanjutannya
    ditunggu yaa

    Like

  18. Maaf baru sempet baca…..duh siwon dikasih photonya sm siapa ya?
    Duh….yoona cemburu tuh ma fansnya sehun…..ditinggu cerita yg bikin jonghyun celaka.msh banyak konflik ya….?dilanjut

    Like

  19. foto apa yang diterima siwn, mpe buat siwon marah kayak gitu?
    trus siapa orang dibalik kecelakaan jonghyun?
    jadi penasaran ma teka-teki ini..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s