Truth or Dare [YoonHun Ver] – 1

tod4

Title : Truth or Dare

Author : Choi Zuzua/@choizuazua

Cast : Oh Sehun, Im Yoona

Other Cast : Jung Soojung, Lee Taeyong, Park Chanyeol

Genre : Romance

Poster : @xoloveyoonwon/berta yoonwonited

Rating : 16+

Don’t copy paste without permission !

Typo berhamburan !

Ff ini saya buat dengan beberapa cast, jika ada yang menjumpai ff ini dengan cast lain saya bukan menjiplak, okay. Dari awal ff ini dibuat dengan cast YoonWon mengingat saya nited dari awal, dan sangat teramat menyukai YoonWon hhe

Tidak peduli seberapa banyaknya shipper Yoona dengan para cogan lainnya, selama doi belum menikah saya berharap Sehun yang menjadi pasangan hidup Yoona.. hihihi

Dan untuk cast YoonHun ini karena ada salah satu teman fb yang request, dan ternyata Yoona-Sehun shippernya udah menjamur ya.. wkwwk tapi menurutku mereka tuh real- realnya di Noona-Dongsaeng, hhhee *pease

.. heheh katakan saja sekali dayung dua pulai terlampaui lol

Pernah baca ff YoonHun sekuat apapun feelnya, sampai saat ini belum sedikitpun menggeser kekuatan jiwa shipper saya yaitu YoonWon 

Dan untuk Sehun oppa, bahkan sampai saat ini aku belum rela bila disandingkan dengan cewek lain, kecuali Yoong yah.. ini hati belum bisa nerima sekalipun itu dalam ff, jadi kalau baca ff cast utama Sehun oppa, saya hanya mencarinya dengan Yoona unnie.. hihi

Happy Reading..

Czz-

Seolah tidak ada kejadian, Sehun berlalu begitu saja setelah menabrak seorang wanita. Wine yang berada  ditangan wanita tersebut tumpah membasahi gaun malamnya. Biar tak sampai membuatnya basah kuyup, akan tetapi tetap saja sampai membuat wanita tersebut harus berganti pakaian.

Ditengah kerasnya musik yang dimainkan DJ bar elit itu, wanita tersebut mengumpati Sehun. Yang tidak diperdulikan pria berparas dewa yang memiliki senyum maut-memikat setiap wanita yang melihatnya. Dengan santai berjalan meninggalkan wanita tersebut, tanpa mengucapkan maaf sama sekali.

“Apa yang kau lakukan dengan wanita cantik itu ?” cecar Chanyeol, pria tampan berbola mata sendu yang sedari tadi memperhatikan Sehun.

“Aku tidak melakukan apapun.” Ucap Sehun kelewat santai, berhasil mencetak raut kesal pada wajah Chanyeol.

“Kau barusaja menabraknya, hyung !” beritahu Taeyong, si raja evil yang nyatanya ketampanannya mendustai julukannya selama ini, Setan !

“Dia tidak terluka sama sekali, kenapa kalian berdua sangat cerewet huh.” Decak Sehun, dihadiahi tamparan protes Soojung, si cantik bertubuh tiang.

“Wae, Soojungie ?!”

“Lihat wajah tak berdosamu setelah menabrak wanita hingga dirinya basah. Tsk ! kau bahkan tidak minta maaf.”

“Siapa perduli, dia yang berjalan tanpa hati-hati. Lagipula itu bagus, aku membantu kekasihnya basah terlebih dulu sebelum menyentuhnya.” Sehun meminum wine-nya sambil melihat wanita yang barusan ia tabrak, sedang berpelukan dengan pria keturunan China.

“Kau yang buru-buru, hyung !” Taeyong sungguh tak menyukai sahabatnya yang sekarang. Dirinya merindukan Sehun lima tahun yang lalu.

“Itu karena Soojung  terus menghubungiku, bodoh !” bela Sehun.

“Dan itu karena kita semua sudah muak dengan sikapmu yang semena-mena terhadap wanita. Jika Soojungie tak menghubungimu terus-menerus, aku berani bertaruh malam ini akan ada lagi korbanmu yang menangis patah hati keesokan harinya.” Sahut Chanyeol.

“Kau benar-benar  tak tertolong lagi. Aku harap suatu saat nanti akan ada seseorang yang bisa merubahmu, oppa.” ratap Soojung.

“Aigoo.. aku ikut bergabung bukan untuk mendengar ocehah murahan kalian. Ckck.. lagipula tidak ada yang perlu dirubah dari diriku. Lihat ! wajahku sudah tampan rupawan sejak lahir. Aku tidak ingin merusak ciptaan Tuhan paling sempurna ini, eoh..”

Ketiga sahabatnya sukses dibuat ternganga olehnya. Benar-benar tidak ada yang bisa menghentikan Sehun. Setidaknya tidak untuk saat ini.

30 menit kemudian.

“Ah.. aku bosan..” desah Soojung.

“Aku juga.. malam ini aku seperti tak punya gairah sama sekali. Aku merindukan Tiffany-ku, kapan kekasihku balik dari LA..” keluh Chanyeol merana akan rindu kepada sang pujaan hati.

“Kau ini drama king sekali, hyung. Tiffany noona bahkan baru terbang siang tadi.” Dengus Taeyong.

“Diam, kau setan. Kau tidak akan mengerti bagaimana susahnya menanggung rindu yang sudah mencapai puncaknya, kau kan tidak punya pacar.” umpat Chanyeol sekaligus mengejek.

“Haha.. itu karena aku tidak ingin punya saja, hyung. Ah ! bagaimana kalau kita main truth or dare ?” kerlingan menggoda Taeyong, tiba-tiba membuat perasaan Sehun tak enak.

“Ide yang brilliant oppa, ayo lakukan itu !” seru Soojung semangat.

“Siapa takut, itu lebih baik daripada aku bermain dengan wanita lain.” Timpal Chanyeol.

“Sangat buruk. Aku lebih baik bermain dengan wanitaku daripada bermain permainan konyol itu.” tolak Sehun, sedikit trauma pernah diberi tantangan Soojung makan ramen super duper pedas. Dampaknya ia harus bolak-balik kamar mandi dua hari dua malam.

“Kau tak asyik hyung, bilang saja kau takut.” olok Taeyong, ia tahu Sehun hanya perlu dorongan sedikit.Dan tahu betul siapapun tidak akan dibiarkan begitu saja menyakiti harga diri yang tingginya melebihi tubuh jangkungnya.

“Tidak ada yang aku takutkan didunia ini, ingat itu ! kajja.. kita mulai !”

Botol kosong wine tersebut mulai Sehun putar. Seketika Soojung mendecakkan lidahnya kesal, saat ujung botol itu mengarah kepadanya. Pertanda ia adalah korban pertama dalam permainan ini.

“Truth or Dare ?” tanya Sehun datar.

“Truth..” jawab Soojung lirih. Ia menggigit bibir bawahnya was-was saat melihat seringaian evil Taeyong ketika membisikkan sesuatu pada Sehun. Jantungnya berdetak liar mengantisipasi pertanyaan apa yang akan keluar dari bibir Sehun.

“Soojungie, apa kau pernah bercinta dengan kekasihmu ?” Soojung mengutuk  Taeyong ataupun Sehun yang mempertanyakan hal yang membuatnya terbakar malu.

“P..pe..pernah.” jawabnya terbata dan pasrah. Rona merah tergambar jelas pada wajahnya meledakkan tawa ketiga sahabat prianya. Terlebih sahabat setannya, siapa lagi kalau bukan Taeyong.

“Haha.. Park Chanyeol.. kau kalah taruhan. Uri Soojung tak sepolos yang kita kira.” Taeyong tertawa penuh kemenangan, melihat wajah nelangsa Chanyeol  dan wajah kepiting rebus Soojung.

“Aku sudah mentrasfer uangnya. Damn ! Jung Soojung.. aku pikir-kau..” Chanyeol lemas tak sanggup lagi mengatakannya. 10 juta won ia berikan sia-sia pada sahabat setan macam Taeyong.

“Jangan bicara seolah kau tidak pernah melakukannya dengan Tiffany, oppa.” Cela Soojung demi menutupi rasa malunya.

“Gomawo Soojung-ah, oppa mencintaimu.. oppa akan membelikanmu ice cream favoritmu,eoh.”Soojung menampik keras wajah Taeyong yang hendak melayangkan ciuman sayangnya.”Dan aku membencimu, oppa..”

“Gwaenchana, lagipula kau bukan tipeku.” Sehun tak kalah tertawa melihat kelakuan sahabatnya.

“Jika kekasihmu berani meninggalkanmu, kan kupatahkan kakinya sampai dia tak bisa berjalan lagi.” senyum penuh cinta ditunjukkan Soojung untuk Sehun.

“Gomawo, Sehun oppa yang terbaik.”

“Dan aku bersedia memotong juniornya bila dia berani berselingkuh dibelakangmu !” Soojung langsung melotot mendengar ucapan serius Chanyeol.

“Wae ? kau tak suka ?”

“Tentu saja Soojung tak suka hyung. Bagian itu pasti anggota favorit dari tubuh kekasihnya.” Mulut pedas Taeyong kadang-kadang membuat Soojung berpikir ulang, mengapa ia bisa bersahabat dengan setan tampan itu ?

“Shut up Lee ! Aku akan membalasmu !”

“Sebelum kekasihmu berniat meninggalkan atau menyelingkuhimu, aku yang lebih dulu memberinya hadia hingga dia harus berpikir setidaknya dua kali bila masih mempunyai niatan bodoh itu.” Dan inilah salah satu jawaban pertanyaan Soojung.

“Meskipun aku berterimakasih kepadamu, namun tetap takkan menyurutkan dendamku padamu Lee Taeyeong.”

Dewi fortuna berpihak kepada Soojung, botol yang barusaja ia putar berhenti di Taeyong. Seringaian kepuasan wajahnya atas balas dendam yang akan terlaksana, mewanti-wanti Taeyong.

“Dare..” daripada rahasia memalukannya terbongkar, Taeyong memilih menerima tantangan. Taeyong pikir Soojung akan memberinya tantangan serupa akan hal-hal yang berbau makanan. Seperti yang sudah-sudah.

“Kau lihat sekumpulan wanita sexy itu ?”

“Ya.. aku melihatnya.”

“Cium wanita yang duduknya paling ujung !”

Pasrah tak mempunyai kuasa untuk menolak Taeyong segera menghampiri 5 wanita yang sedang larut dalam obrolannya.

“Bagaimana kalau kita bertaruh ?” ajak Chanyeol pada dua sahabatnya yang terus memperhatikan Taeyong yang sedang menghampiri sekumpulan wanita itu-Yoona,Yuri, Sunny, Seohyun dan Taeyeon.

“Sepertinya menarik..” gumam Sehun, matanya fokus kesalah satu wanita yang berpenampilan kasual dibanding empat teman lainnya yang menggunakan gaun malam. Wanita berkuncir kuda itu, terlihat manis dengan bibir merah ranumnya ketika tersenyum.

“Wanita itu, aku bertaruh akan memberi Taeyong sebuah tamparan dan siraman wine.” Evil Soojung, Chanyeol terkekeh.

“Dua tamparan ? 5 Juta won deal ?”

“Deal.. Sehun oppa, kau ?”

“ah.. aku ? mmm.. deal..” Sehun terkejut ketika Soojung menyenggol tangannya, ia sedari tadi berkelana menyusuri setiap permukaan wajah wanita berkuncir kuda itu dan gerak-geriknya.

“Apanya yang deal, oppa ?” Soojung memicingkan matanya.

“Mmm Taeyong akan baik-baik saja.” Ucap Sehun cepat. Sejujurnya ia tak mendengarkan kedua sahabatnya, terlalu larut mengamati wanita berkuncir kuda.

“OK. Deal !” seru Chanyeol semangat akan taruhan mereka.

“Permisi nona..”  Taeyong mengucapkannya seramah mungkin, menghentikan obrolan mereka.

“Ne, nugu ?” tanya Yoona tak kalah ramah.

“Aku.. aku bolehkah aku minta tolong ?” gugup Taeyong, bagaimana tidak ia tidak mengenal satupun dari mereka dan akan lancang mencium salah satu dari mereka. Apa yang akan dikatakan mereka mengenai dirinya ? Pria idiot ? aneh ? bahkan yang lebih parahnya pria cabul ?

“Apa yang bisa kita bantu ?” ketika teman-temannya saling pandang-aneh, hanya Yoona yang tersenyum kearahnya. Untuk sesaat Taeyong merasa terpana akan senyum tulus itu. “Mengapa aku harus melihatnya saat harus  mempermalukan diriku..” batinnya sesal.

“Dengan ini, maaf..” jawab Taeyong lirih seraya menarik lengan Taeyeon hingga berdiri, tanpa membuang waktu ia langsung menciumnya dan sedikit memberi lumatan kecil pada bibir wanita yang masih melebarkan matanya-shok !

“Mianhae..” sesal Taeyong setelah melepas ciumannya.

“Gwaenchana, kau sudah membantuku.” Taeyeon tersenyum tipis.

Taeyong benar-benar seperti orang idiot sekarang, ia membalikkan tubuhnya. Tampang cengo-nya  (?) belum lepas dari wajahnya meskipun ia sudah duduk bersama ketiga sahabatnya yang lain.

“Apa yang terjadi ?” tanya Soojung hampir tak yakin dengan apa yang dilihat. “Mengapa kau tidak mendapatkan tamparan  atau sekadar siraman wine?”

“Molla..” jawab Taeyong masih diambang ketidakpercayaannya.

“Aish.. apa yang terjadi dengan malam ini ? mengapa aku harus kalah dua kali ?” ratap Chanyeol, 5 juta won kembali ia buang cuma-cuma pada Sehun yang pada dasarnya lebih kaya dibanding dirinya.

“Selamat oppa, kau menang taruhan ini..” Sehun hanya tersenyum tipis, bukan menanggapi Soojung namun tersenyum akan tindakan kecil wanita berkuncir kuda itu yang sedang membrengut, mungkin digoda temannya yang lain.

“Kita mulai lagi, ok.” Taeyong mulai memutar botol wine itu, dan berhenti di Sehun.

“Hyung, truth or dare ?”

“Dare..” Taeyong tersenyum evil mendengar pilihan Sehun.

“Hyung kau lihat wanita berkuncir kuda itu kan ?” tunjuk Taeyong pada wanita dari salah satu teman wanita yang baru saja ia cium. Wanita berkuncir kuda itu adalah Yoona. Yang berhasil membuatnya terpana dengan senyum manisnya. Dan itu membuatnya penasaran akan sosok Yoona. Menjadikan Sehun sebagai jalannya.

“Ya, kau ingin aku menciumnya juga ?” tanya Sehun malas, well itu hanya pura-pura belaka.

“Anniya, jadikan dia kekasihmu dalam waktu 1 minggu.” tantang Taeyong, membuat Soojung dan Chanyeol tergelak bukan main. Itu tantangan yang cukup sulit, mengingat Sehun tidak mengenalnya sama sekali. Siapa namanya, dan dimana wanita berkucir kuda itu tinggal ?

“Taeyong oppa, kau gila.. Sehun oppa bahkan tidak tahu apapun mengenai wanita itu. Lihat ! mereka bahkan mulai pergi dari sini.” Taeyong hanya menghendikkan bahunya menanggapi Soojung.

“Tapi ini akan menarik, kita akan tahu sejauh mana kemampuan Sehun menaklukkan wanita.”

“Jika aku berhasil apa yang kudapat ?”

“Ferrari-ku, itu bisa menjadi milikmu hyung. Tapi jika hyung kalah..?”

“Apartementku yang berada di Gangnam menjadi milikmu.” Sahut Sehun santai.

“Deal..” Taeyong tersenyum puas.

“Kuharap kau tidak akan mendapatkan karmanya, oppa. Bagaimanapun ini mengenai hati.”

“Gwaenchana, Soojung-ah. Aku sudah terlatih menjaga hatiku,eoh. Aku akan membuatnya cinta mati kepadaku.” Sehun menyeringai, otaknya sudah terpenuhi rencana apa saja yang akan ia gunakan.

Hari ke 1..

Sejak kejadian kemarin malam Sehun menyuruh orang-orangnya mencari tahu siapa wanita berkuncir kuda itu. Tapi tidak ada satupun infromasi yang berhasil didapatkan. Dan malam ini, ia bahkan datang lebih awal ke bar elit tersebut, berharap wanita berkuncir kuda itu datang juga. Tiga jam terlewati dengan sia-sia, wanita berkuncir kuda itu belum kelihatan juga batang hidungnya. Ingin rasanya ia mengumpat sialan, dirinya bahkan membatalkan pertemuannya dengan relasi bisnisnya yang datang dari Inggris malam ini. Ia juga menolak habis-habisan semua wanita yang mengumpankan dirinya secara cuma-cuma padanya. Berbicara mengenai wanita berkuncir kuda itu, rasanya belum mengenal apa-apa perasaannya sudah terjungkir balik seperti ini. Dan sejak kapan mood sangat berpengaruh pada pria, seperti dirinya ?

“Aku hanya melihatnya tadi malam. Sepertinya mereka pengunjung baru, tuan.” Beritahu bartender itu yang kini sedang melayani Sehun.

“Jika teman-temannya yang lain ?”

“Hanya beberapa yang pernah datang, tapi aku tidak tahu satupun dari mereka.” Sehun meneguk segelas tequiela-nya kasar.

Siapa dirimu sebenarnya mengapa aku begitu sulit mencarimu ?

“Yeo-..”

“Sehun, kau dimana ?”

“Aku sedang diluar appa, aku akan men-..”

“Cepatlah ke rumah sakit, eomma-..”

“Aku akan kesena appa.”

Tutt-tutt..

Sehun seperti orang kesetanan mengendarai mobilnya, tadi pagi ibunya memang sedang tak enak badan. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada sang ibu, sampai ibunya harus dilarikan kerumah sakit.

Sesampainya dihalaman parkir rumah sakit Haesung Sehun segera bergegas turun dari mobilnya. Ayahnya terlebih dulu menunggunya di lobi rumah sakit tersebut.

“Sehun-ah, kemari..”

“Appa.. eomma odiega ?”

“Eomma-mu sedang di UGD..”

“Mwo ? bagaimana bisa ? apa yang terjadi ?”

“Dengarkan dulu appa bicara. Eomma-mu baik-baik saja, hanya saja gadis itu dia masih ditangani dokter.” Mendengar perkataan sang ayah tak membantu Sehun dari kebingungannya.

“Siapa gadis itu ?”

“Appa juga tidak tahu..”

“Lalu mengapa appa tidak mencari tahu ?”

“Kenapa tidak kau saja, Sehun-ah ?”

Sehun menatap ayahnya tak percaya, sedangkan tn. Oh hanya mengedikkan bahunya saja. Kemudia kedua lelaki memesona yang beda usia itu menghampiri wanita  tercintanya siapa lagi kalau bukan ny. Oh.

“Eomma, gwaenchana ?” Sehun menyentuh bahu sang ibu yang sedang memejamkan mata, beliau sedang berdoa. Ia lalu duduk disamping sang ibu, diikuti  sang ayah yang duduk disisi lainnya. Membuat wanita yang masih cantik diusianya yang tak lagi muda itu berada ditengah-tengah diantara putra dan suaminya.

“Sehun-ah, gadis itu.. mengapa dokter lama sekali memeriksanya ?” tanya ibunya parau. Kekhawatiran akan gadis itu membuatnya sedikit kalut.

“Yeobo, ini bahkan belum ada 10 menit.” ucap tn.Oh menenangkan istrinya.

“Siapa gadis itu, eomma ?” sekali lagi Sehun bertanya mengenai prihal siapa gadis itu.

“Kau tidak mengerti bagaimana kalutnya diriku, yeobo. Sebenarnya apa yang dilakukan mereka ? Yoona pasti sedang kesakitan didalam, eottokhae yeobo ? ini salahku.. seharusnya.. seharusnya aku tidak memaksanya ikut bersamaku.” racau ny. Oh dengan deraian airmata.

“Yoona ? siapa gadis itu ?” untuk ketiga kalinya Sehun mempertanyakan hal yang sama. Akankah ia mendapatkan piring cantik setelah ini ? aishh.. jinjaa.

“Yeobo, tenangkan dirimu. Yoona pasti baik-baik saja, hm..” tn. Oh memeluk istrinya, member ketenangan.

“Dia calon menantuku, calon istrimu Sehun-ah.”

“APA ?” spontan Sehun memekik hebat, telinganya tak salah dengar kan ? ok, ibunya mungkin mengucapkannya dengan sedikit parau akibat isak tangisnya tetapi dirinya dan sang ayah pun masih cukup baik menangkap suara ibunya.

“Gadis itu, gadis yang berada didalam sana yang mungkin sedang kesakitan dia adalah Yoona. Calon menantuku, Yoona.. dia adalah calon istrimu Sehun-ah.”

Kenyataan koncol macam apa ini ? Sehun bertanya-tanya penuh kebingungan. Calon istri ? Gila.. apa ibunya diam-diam menjodohkan dirinya ? Astaga..astaga.. apa yang akan dikatakan sahabat-sahabatnya bila tahu dirinya telah dijodohkan tanpa sepengetahuannya ? Ini benar-benar gila !

“Jangan bicara konyol, eomma. Lebih baik aku pergi sekarang.” belum sempat ia beranjak, ibunya terlebih dulu menggenggam erat tangannya.

“Yoona terluka karena menyelamatkan eomma-mu, Sehun. Seandainya eomma-mu tidak memaksanya ikut pergi, mungkin dia tidak akan berada disini. Eomma langsung menyukainya saat pertama kali eomma melihatnya. Eomma bahkan mulai mendekatinya dengan mendatangi butiknya tiap hari, sampai kita menjadi kenal satu sama lain. Seiring kebersamaan eomma bersamanya kurasa eomma mulai menyayanginya, dan berniat menjodohkanmu dengannya. Kau mungkin tidak suka, tapi eomma mohon tetaplah disini sampai dia sadar. Setidaknya tunjukkan rasa berterimakasihmu dari putra eomma yang baru diselamatkannya.” Oh jadi Yoona alasan mengapa ibunya kerap kali belanja tiga bulan terakhir ini. Jujur saja ada rasa penasaran mengenai sosok gadis itu yang berhasil memenangkan hati ibunya. Akan tetapi, tetap saja ia tidak menyukai fakta bahwa dirinya akan dijodohkan. Meskipun itu baru rencana.

Melihat tatapan ibunya yang redup-penuh kesedihan beserta deraian airmata membuatnya tak tega. Dan ayahnya pun hanya mengangguk, kembali membuatnya tak berdaya menolak permintaan ibunya.

Dan disitulah Sehun berada, didalam ruang inap gadis itu yang diketahui bernama Yoona. Masih dengan rasa ketidakpercayaan. Yoona, jadi namanya Im Yoona. Seseorang yang ia cari setengah mati, yang ia tunggu berjam-jam di bar. Dan ibunya mengenalnya, lebih mengherankan lagi untuknya adalah dia akan dijodohkan dengan gadis yang ia pertaruhkan dalam taruhannya dengan Taeyong.

Jika beberapa saat lalu Sehun menyebut kenyataan ini adalah konyol, maka sekarang ia menyebutnya bahwa ini adalah takdir keberuntungan untuknya. Satu langkah menuju kemenangan dalam taruhan itu telah dimulai, dan ia sangat yakin ia tidak akan kehilangan apartement mewahnya.

“Oh, sayang kau sudah bangun ? kau benar-benar baik-baik saja, kan ? katakan dimana yang sakit ?” ny. Oh mendekat ke arah Yoona yang mulai sadar. Dan langsung membrondonginya dengan banyak pertanyaan.

“Yeobo.. Yoona baru sadar..” tn. Oh mempringati istrinya.

“Ahjumma.. aku..”

“Apa yang kau butuhkan sayang ?” tanyanya lembut penuh kasih sayang, Sehun melihatnya sangat jelas.

“Aku haus..” ny. Oh langsung mengambilkan minum dan membantu Yoona meminumnya.

“Mana yang sakit, Yoong ?” Sehun mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan ayahnya. Tidak, itu bukan karena pertanyaan sederhana itu. Melainkan cara ayahnya memanggil gadis yang diketahui ibunya bernama Yoona. Sebegitu dekatkah mereka ? mengapa tadi ayahnya bersikap seolah-olah tidak tahu apapun ?

“Gwaenchana, ahjussi.” Lihat senyum tipis itu yang terbalut dalam wajah pucatnya, mengapa masih terlihat cantik dimatanya. Sehun merasa dirinya mulai gila.

“Appa-mu akan mengambil penerbangan besok pagi, dan unnie-mu sedang dalam perjalanan kemari. Malam ini biarkan putra kami yang menjagamu, eoh.” Sebenarnya apa saja yang disembunyikan ayahnya ? mengapa Sehun merasa menjadi orang paling bodoh diantara mereka.

Yoona langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sehun, ia baru menyadari kehadiran orang lain diantara mereka bertiga-dirinya, ny. Oh dan tn. Oh. Hatinya tersentak, ia memang belum bertemu secara langsung mengenai sosok putra keluarga Choi tersebut. Ia hanya pernah mendengar dari cerita-cerita ny. Oh. Bukan, bukan cerita buruk. Dan ia menyetujuinya satu hal yang dari sekian banyaknya cerita baik tersebut. Ny. Oh memiliki seorang putra yang berparas tampan rupawan. Sekalipun dalam kondisi yang kurang baik, tentu ia masih sangat baik dalam hal melihat paras dewa itu.

“Sehun-ah, perkenalkan dirimu..” bisik ny. Oh pada putranya yang sekarang sedang beradu pandang dengan gadis yang ia sebut-sebut calon menantunya.

Dua pasang mata itu seakan sedang tenggelam dalam tatapan satu-sama lain. Sehun merasa tertarik masuk dalam beningnya mata rusa itu. Begitu juga dengan yang dirasakan Yoona. Dipengujung penantian yang melelahkan, hati meneriakkan keinginan untuk segera memiliki.

“Sehun-ah..” Ny. Oh menyikut putranya, manakala melihat adanya semburat merah yang timbul pada wajah Yoona. Terasa menyenangkan, apakah calon menantunya sedang tersipu tatapan putranya ?

“Oh Sehun.. Dan kau ?” ucap Sehun kikuk, kemana perginya Sehun si penakluk wanita ?

Yoona tertawa pelan melihat kegugupan itu. Tawanya menggelitik telinga Sehun, memang terlalu dini bila dirinya menginginkan untuk mendengarnya lagi.

“Aku tahu..” seakan tahu Sehun ingin bertanya, Yoona langsung menimpali ucapannya “Ahjumma sering menyebut namamu. Im Yoona, kau bisa memanggilku Yoona atau Yoong seperti ahjussi.”

“Aku baru tahu appaku sangat dekat denganmu.” sindir Sehun pada ayahnya, yang hanya ditanggapi dengan tawa.

“Itu karena kau sangat jarang pulang kerumah.” bela tn. Oh.

“Jangan lupakan appa yang memberiku banyak pekerjaan.” Tidak bisa bohong, Yoona merasa hangat diantara keluarga Oh.

“Mulai besok kau terbebas dari pekerjaanmu, Sehun-ah. Kau hanya perlu menjaga uri Yoona, benarkan yeobo ?” tn. Oh mengangguk membenarkan ucapan istrinya.

“Anniya.. Sehun-ssi tidak perlu menjagaku.” tolak Yoona halus, entah kenapa Sehun merasa tak suka dengan panggilan itu.

“Aigoo.. panggilan apa itu, Yoongie-ah. Panggil putraku ‘oppa’.. Sehun oppa, itu baru panggilan bagus.”   dan entah kenapa untuk yang satu ini Sehun menyukainya.

“Nne.. Sehun op-pa..?”

“Itu terdengar lebih baik, Y-yoong..” orang tua Sehun larut dalam kegembiraannya, melewatkan senyum malu-malu yang terlukis pada wajah Sehun dan Yoona. Keduanya benar-benar salah tingkah akan panggilan masing-masing.

Tanpa mereka sadari satu langkah itu berlalu begitu cepat.

Hari ke 2..

“Hai.. Selamat pagi Im Yoona..” sapa Sehun seraya mengukir senyum hangatnya. Setidaknya hangat bagi Yoona dipagi yang dingin itu.

“Selamat pagi juga Oh Sehun..” sapa balik Yoona dengan senyum manisnya. Ia meletakkan majalah yang tadi dibaca. “Kupikir kau tidak datang, oppa.”

“Kau memikirkanku ?” Sehun menyeringai membuat Yoona gelagapan.

“Anniya.. maksudku semalaman oppa sudah menjagaku,dan yeah.. kau juga membutuhkan istirahat.”

“Apa kau sedang mengkhawatirkanku ? aigoo.. menyenangkan sekali mendengarnya.” Yoona memasang wajah sebalnya. Ia tidak menyangka Sehun yang terlihat cool, begitu suka menggodanya. What ? apa ia baru saja merasa Sehun menggodanya ? oh my gosh ! wajahnya terasa panas sekarang !

“Aku akan menjagamu sampai kau sembuh, jadi kuharap kau tidak keberatan jika aku mengunjungimu setiap hari, Yoong.”

“Sampai aku sembuh ? apa jika aku sudah sembuh, oppa tidak akan melakukannya lagi ?” Yoona sungguh merasa aneh, ia tidak biasanya cepat akrab dengan seseorang. Namun beda, ketika ia mengenal Sehun. Hanya membutuhkan waktu semalaman mereka sudah bisa menyesuaikan diri menjadi akrab.

“Tergantung..’’

“Mwo ?”

“Kau menginginkan aku menjagamu apa tidak ?”

“Kupikir aku menginginkannya.”

Meninggakan ribuan kata yang semestinya membuatnya lebih jelas, mereka tidak membutuhkannya. Karena mata mereka yang saling bicara. Apapun itu, mereka saling menginginkan satu sama lain.

“Akupun sama, Yoong..”

Sehun mengusap sayang rambut Yoona. Tangannya bertahan disana lebih lama dengan mata yang saling memuja. Waktu seakan berhenti berputar, mereka terpaku satu sama lain. Berada di dunia yang tercipta oleh sentuhan ringan oleh mata yang bertemu pandang. Benar-benar melupakan kehadiran teman-teman Yoona yang sudah berada dalam ruangan tersebut dari 10 menit yang lalu.

Dunia baru Sehun dan Yoona dihancurkan paksa oleh sebuah suara ledakan yang berasal dari mulut Taeyeon. Teman Yoona yang bertubuh mungil itu dengan senang hati menggunakan suara mengagumkannya untuk mengeluarkan paksa Sehun dan Yoona dari dunia mereka sendiri. Terkejut, tentu teman-teman Yoona melihat ada seorang pria yang bersama dengan Yoona. Terlebih sedang beradegan manis selayaknya drama  yang mereka tonton semalam. Apa mereka telah melewatkan cerita dari Yoona ?

“YAA ! IM YOONA ! AKU TAHU KAU SEDANG SAKIT, TAPI TIDKKAH KAU MENYADARI KEHADIRAN TEMAN-TEMANMU ?!”

“Omo..” kaget Yoona, Sehun menarik tangannya lalu mundur tiga langkah.

“Ah ! mianhae aku mengejutkanmu, tuan.” Sesal Taeyeon.

“Oh Sehun, kau bisa memanggilku Sehun. Tuan terkesan tua untukku.”

“Kau memang sudah tua Choi !” celetuk Yoona.

“Diam, kau Im !” balas Sehun.

“Aigoo.. apa kita melewatkan sesuatu. Yoona-ya, apa kau tidak ingin memperkenalkan kita ?”

“Hmm.. Sehun oppa perkenalkan dia Seohyun, yang barusan berteriak tadi Kim Taeyeon, dan yang paling bogel ini Lee Sunny, sedangkan yang paling hitam ini Kwon Yuri.”

“Yaa ! perkenalan macam apa itu..” bila tak sedang sakit, Yuri mungkin akan senang hati menyumpal mulut kurang ajar Yoona dengan kaos kakinya.

“ahaha.. salah siapa baru menjengukku. Semalam kalian kemana saja, huh.”

“Mianhae, unnie.. kita memang sengaja menjenguk unnie bersama-sama. Semalam Sunny dan Taeyeon unnie lembur.” Ucap Seohun penuh sesal.

“Dan kau ! apa yang kau lakukan sampai mencelakai dirimu sendiri ?” tanya Sunny.

“Aku hanya menyebrang bersama ahjumma, tapi tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat cepat kearah kami. Dan berakhir seperti yang kalian lihat sekarang.”

“Dasar ceroboh !” jitak Taeyeon pelan.

“Taeyeon unnie appo…”

“Mianhae Taeyeon-ssi, Yoona sedang terluka..” ujar Sehun memberi peringatan Taeyeon.

“ah.. ne..” gugup Taeyeon akan tatapan tajam Sehun.

“Yoona-ya, aku akan keluar sebentar. Kau bisa menikmati waktumu bersama sahabatmu. Jika terjadi sesuatu, cepat hubungi aku. Mengerti ?!” Yoona mengangguk patuh.

“Sehun-ssi, kita tidak mungkin mencelakai Yoona..”

“Tapi, Taeyeon-ssi barusaja membuat Yoona mengaduh sakit..”

“Berlebihan sekali.”

“Terserah, tapi aku tidak ingin melihat calon istriku terluka.”

“Mwo ?!” terjadilah paduan suara dengan kata “APA” yang dilakukan sahabat-sahabat Yoona. Sehun buru-buru keluar setelah sadar telah menyebut Yoona, sebagai calon istrinya.

Yoona pun sama terkejutnya dengan sahabatnya yang lain. Calon istri.. Sehun barusaja menyebut dirinya sebagai calon istrinya ? oh.. adakah yang lebih mendebarkan daripada itu ? Yoona merasa hatinya berdebar-menggila.

“Yoona.. aku tidak salah dengar kan ? telingaku masih sehat kan ?”

“Yuri unnie, telinga unnie masih sehat dan unnie juga tidak salah dengar. Sehun-ssi memang menyebut Yoona unnie sebagai calon istrinya.”

“Yoona-ya, apa berarti kau dengan pria itu..?”  Sunny menggantung ucapannya. Merasa tersendat dengan ingatannya yang malang. Tidak mungkin ! ia menggeleng kuat. Tapi ucapan Yoona kali ini melemaskan lutut mereka. Mendadak berubah seperti jelly.

“Kurasa begitu..” jawab Yoona dengan senyum sejuta dollarnya.

“ANDWAE !” jerit Yuri, Taeyeon, Sunny dan Seohyun.

Hari ke 3..

“Hai.. kau tidak lelah, eoh ?” sapa Sehun, mendekati Yoona seraya menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.

“Sehun oppa lama sekali perginya..” cemberut Yoona, seperginya SehunYoona memang sendirian.

“Kau pikir oppa pergi karena siapa,hmm.”

“Sehun oppa mendapatkannya ? jinjaa ?” binar mata Yoona, menghapus lelah Sehun ketika berdiri hampir 2 jam, demi mengantri sesuatu yang diinginkan Yoona.

“Ne jinjaa.. kau ingin memakannya langsung ?” Sehun menyerahkan bungkusan yang berisi satu   kotak ice cream strawberry.

“Gomawo, Sehun oppa yang terbaik. Aku akan langsung memakannya, tapi..” wajahnya tiba-tiba membrengut.

“Tapi apa Yoona-ya ?”

“Aku ingin memakannya di taman, boleh kan oppa ?” Yoona memasang aegyonya.

“Sebentar lagi malam.. angin malam tak baik untukmu, Yoona-ya..”

“Sehun oppa.. Yoong sungguh ingin ?” tanyanya sekali lagi dengan aegyonya.

“Baiklah.. aku akan mengambil kursi roda untukmu.”

“Tidak perlu oppa, aku masih sanggup berjalan.”

“Tapi..?”

“Gwaenchana oppa, aku akan berpegangan dengan oppa..”

“Baiklah..”

“Bagaimana ?” tanya Sehun setelah menyuapi Yoona ice cream. Mereka sedang duduk dikursi taman rumah sakit.

“Mashhita.. Sehun oppa harus mencobanya. !” jawab Yoona girang.

“Kau saja yang makan, oppa tidak suka ice cream.” Tolak Sehun halus.

“Sedikit saja oppa, rasanya sungguh enak.. sungguh..” Yoona mengambil alih sendok yang berada ditangan Sehun. Lalu menyodorkannya ke mulut Sehun.

“Sehun oppa, palli buka mulutmu..”

Sehun menggeleng, ia bahkan menutup mulutnya dengan tangan.

“Sehun oppa.. oppa tidak akan menyesal sungguh..”

“Jinjaa ?”

“Jinjayo oppa..” dalam hati Yoona tertawa melihat wajah Sehun yang seperti tengah dipaksa makan racun.

“Baiklah oppa akan mencobanya..’’ Yoona tersenyum puas setelah berhasil memaksa Sehun.

“Enak kan oppa ?” Yoona memakan ice creamnya lagi, ia bahkan mengemut sendoknya.

“Tapi oppa rasa lebih enak ice cream yang tertinggal dibibirmu, Yoong.” Sehun menjilat  sisa ice cream yang berada disudut bibir Yoona. Tindakan kecilnya itu membuat Yoona mematung. Hanya jantungnya yang berdegup cepat.

Detik demi detik, waktu terus bergulir. Terdiam dalam keheningan malam. Selalu bertanya harus melakukan apa setelah tindakan kecil Sehun yang membuat mereka salah tingkah, kemudian berganti canggung. Dan Sehun menjadi orang pertama yang memecah keheningan mereka.

“Yoona-ya..”

“Ne, oppa..”

“Kau kedingingan ?”

“Anniya oppa..” jawab Yoona masih terus menunduk. Sehun tertawa kecil, mengetahui Yoona bohong.

“Begini lebih baik kan ?” tanya Sehun setelah menyelimuti Yoona dengan jasnya.

“Ne, oppa..”

“Sudah hangat ?” Sehun masih berusaha mengubah kecanggungan mereka. Ketika dirasa Yoona masih gugup. Hanya menjawabnya iya/tidak.

“Ne, oppa..”

“Kau gugup ?”

“Huh.. Anni..”

“Mianhae..”

“Mwo ?”

“Oppa sudah lancing lagi..”

“Gwaenchana oppa..”

“Mmm.. apa berarti oppa boleh melakukannya lagi ?”

“Yaa ! pervert !” Sehun tertawa mendengarnya begitu juga dengan Yoona, ia bahkan tanpa sungkan menjatuhkan kepalanya pada bahu lebar Sehun. Kecanggungan itu hilang seiring tangan mereka yang saling menggenggam satu sama lain.

“Sehun oppa..’

“Ne..”

“Bintangnya indah..”

“Tapi dimata oppa kau lebih indah dari bintang-bintang disana..”

“Aku tahu..” bisik Yoona seraya mengulas senyum manis. Matanya mulai terpejam, meresapi kehangatan yang tiba-tiba mulai menyeruak. Tak dapat dipungkiri nyaman itu ada saat Sehun berada didekatnya.

“Yoona-ya, would you be mine ?”

Tbc

HBD My Girl 

Meskipun belum ada 10 tahun aku menjadi fans-mu, meskipun aku tidak mengenalmu sejak dihari debut-mu, tapi rasa suka dan sayangku melebihi besarnya angka itu, hihi

Hanya seorang Im Yoona, satu-satunya idol cewek yang membuatku seperti ini, ini lebih dari sekedar rasa suka, entahlah yang tahu perasaan itu adalah aku 

Tidak peduli seberapa keras orang lain ingin menjatuhkanmu, tidak peduli seberapa banyak idol muda mulai menjamur, disini.. dinegaraku Indonesia aku senantiasa mendukungmu, mengikuti setiap jejak karyamu dengan cinta yang terus bertambah.. Happy birthday Yoona unnie, Saranghae 

Siapapun jodohmu kelak, aku akan mendukungnya.. hehehe syukur-syukur itu Siwon oppa lol

#YoongphroditeDay #GoddessYoonaDay #HappyYoonaDay #530

Ngomong-ngomong tahun lalu pas ultahnya Yoona unnie aku bisa bikin 3 ff, dan berta unnie sanggup post dalam satu hari hhe, *Daebak Gomawo Berta unnie 

nah tahun ini ditanggal dan bulan yang sama tapi ditahun yang beda, setelah melihat kenangan 1 tahun difb, aku memutuskan untuk post ff ini yang aku remake juga dalam cast YoonHun.. Seandainya nanti siang bisa nyelesain My Yeoja, insya Allah bila berta unnie sanggup post lagi, biar bisa kayak tahun lalu 3 ff sekaligus special Yoona day.. wkwkwk jangan bosen-bosen mampir dirumah ini yakkk..

Oh iya yang punya wattpad bisa baca ff-ku di @choizuazua

Terimakasih banyak 

paipai

Advertisements

2 thoughts on “Truth or Dare [YoonHun Ver] – 1

  1. Author sorry, ada typonya walo begitu gw suka ama ff nya tp mudah2an aja hubungan mereka baik2 aja n sehun ga lanjutin taruhannya ama yg lain

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s