[FF] An Investment Wedding – 4

aiw2a

udul: An Investment Wedding

By: Hanifah PR

Cast: Choi Siwon, Im Yoona

Genre: Romance, Fiksi

 

 

 

An Investment Wedding – 4

 

 

 

Yoona memandang pantulan dirinya di depan cermin. Gaun sutra tipis berwarna putih yang ia pakai sama sekali tak menutupi seluruh tubuhnya. Ia merasa seperti tak mengenakan apapun karena gaun sutra nya malam ini sangat tipis bahkan meski hanya disinari oleh cahaya remang-remang. Ini adalah malam pertamanya sebagai seorang istri. Yoona sangat gugup, ia beberapa kali ingin mengganti pakaian nya. Tapi hati kecilnya seakan menahannya untuk tetap seperti itu. Seberapa lama pun Yoona menatap dirinya di cermin, itu tak akan mengubah apapun. Ia harus keluar dari sini sekarang juga, karena percuma juga untuk menghindarinya.

 

Yoona keluar dari kamar mandi dengan langkah kecil menuju arah ranjang. Ranjang yang akan ia tempati terhitung cukup luas untuk ukuran king size, karena amat cukup bahkan masih ada space yang tersisa untuk menampung tubuh besar Siwon dan Yoona yang terhitung kecil. Dibawahnya terbentang karpet asal Turki yang terkenal akan keindahannya. Desain kamarnya pun memilih warna netral namun terlihat menawan. Beberapa perabot kayu dan besi juga tertata indah melengkapi isi ruangan.

 

Siwon dengan kacamata yang bertengger di hidungnya saat ini sedang membaca sebuah buku tebal. Ia setengah berbaring dan menyandar pada sandaran ranjang hanya dengan bertelanjang dada, namun selimut tebal menutupi tubuhnya hingga atas perut. Siwon mendengar pintu kamar mandi terbuka yang membutanya menoleh dan langsung terpukau dengan kehadiran Yoona. Segera dilepasnya kacamata dan juga buku lalu diletakannya kedua benda itu di meja kecil di samping ranjang.

 

“Hallo? Ada yang bisa ku bantu?” goda Siwon kemudian duduk. “Gaun tidur yang sangat indah!”

 

Ragu-ragu Yoona mendekat, ia menyadari tatapan Siwon yang menatap nya lekat dari atas hingga bawah yang membuat jatungnya berdetak lebih kencang.

 

“Kemarilah sayang!”

 

Siwon merentangkan tangannya menyambut Yoona untuk ikut bergabung di atas ranjang bersamanya. Dengan malu Yoona berbaring di samping Siwon. Pria itu kemudian bergerak mendekatinya, menatap dirinya dalam temaram cahaya lampu malam.

 

“Ah, sayang, betapa manisnya dirimu kalau tersipu begitu,” puji Siwon, mengangkat tangannya dan ujung jarinya menelusuri wajah Yoona, dari tulang pipinya, hidung, hingga ke bibir Yoona yang bergetar. Kemudian diciumnya bibir itu. Yoona merasakan panasnya bibir Siwon, dibukanya bibirnya menyambut ciuman Siwon yang bergelora, membuat lelaki itu semakin bergairah. Ciuman panjang dan lapar Siwon membuat Yoona merasa lemah dan bergetar. Dia mengalungkan lengannya ke leher Siwon dan secara insting melengkungkan badannya mendekati Siwon.

 

“Hmm… Yoona,” Siwon menatap mata Yoona cukup lama setelah melepas ciuman mereka. Kemudian tangannya bergerak membelai kulit putih istrinya, lalu diturunkannya tali gaun tidur Yoona perlahan.

 

“Siwon…”

 

“Benar, sayang, memang begitu seharusnya,” bisik Siwon.

 

Dengan tangannya Yoona menarik kepala Siwon menghadap ke wajahnya. “Siwon, bersikaplah lembut padaku. Ini pertama kalinya bagiku,” bisiknya parau.

 

Sejenak Siwon menatap penuh rasa syukur ke mata rusa milik Yoona yang seperti berkabut, hingga akhirnya dia lepas kendali dan merengkuh Yoona erat-erat karena ini juga pertama untuknya.

 

Beberapa saat kemudian, dengan nafas yang belum sepenuhnya tenang dan tubuh masih bergetar, Yoona membaringkan kepalanya di relung bahu Siwon.

 

“Kuharap aku tidak terlalu menyakitimu, sayang,” bisiknya di telanga Yoona, menghirup wangi rambut dan leher Yoona.

 

Yoona menggeleng pelan, ia menolehkan wajahnya ke sisi lain asal itu bukan menghadap Siwon. Ia benar-benar tersipu malam ini, perbuatan intim mereka dan yang pertama bagi Yoona membuat nya melayang, seperti ada ribuan kupu-kupu yang bersarng di perutnya.

 

“Ah.. Yoona ku sayang yang ku kira manis dan lembut di luar ternyata mempunyai sisi nakal dan gairah yang mengebu di atas ranjang!” Siwon membeli lembut punggung Yoona.

 

“Terimakasih sudah menjaga nya untuk ku! Ini juga pengalaman pertama ku!”

 

Yoona terkejut, ia menoleh dan mencari kebohongan dimata Siwon. “Ku pikir ini adalah kali kesekiannya untuk mu!”

 

“Tidak sayang!” Siwon tersenyum meyakinkan. Dan kemudian untuk membuktikannya sekali lagi kepada Yoona, Siwon kembali merengkuh tubuh polos Yoona, menciumnya dengan segala gairah yang masih menggelora dan mereka pun kemudian sama-sama terhanyut dalam kenikmatan surgawi.

 

Setelah melewati malam yang panjang dan memabukan, dibawah temaram lampu kamar yang redup, dibawah seprei kusut yang membungkus tubuh polos mereka, kaki yang saling melilit dan juga tubuh yang berpelukan erat. Yoona mencium aroma tubuh Siwon dalam-dalam. Tangganya membeli punggung kekar Siwon. Lalu beralih ke otot lengan Siwon yang tak kalah kekarnya. Tangan Yoona mencubit-cubit otot itu dengan gemas. “Otot mu keras sekali!” gumam Yoona, sebenarnya ini bukanlah hal yang mengherankan karena ia tahu Siwon sangatalah rajin berolahraga terbukti dengan adanya ruangan khusus untuk berolahraga yang terletak di lantai tiga, selain itu Siwon juga memiliki kolam renang sendiri di rumahnya tak heran jika tubuh Siwon kekar seperti ini.

 

“Ini sudah malam, tidurlah sayang!”

 

“Hmm, kurasa begitu! Besok kita masih harus bekerja!”

 

“Kata siapa? Kerena kita akan memulai babak berikutnya!”

 

Dan berakhirlah mereka kembali saling memberi kepuasan. Malam ini adalah malam yang sangat berarti untuk mereka. Untuk kali pertamnya mereka saling menyalurkan hasrat satu sama lain.

 

 

“Hai?”

 

“Hai juga. Bagaimana hari mu?”

 

“Aku baik, kau?”

 

“Aku juga baik!”

 

Yoona dan Siwon saling menyapa canggung ketika berada di meja makan untuk makan malam. Keduanya merasa ini aneh dan lucu setelah semalam bercinta dengan begitu mengebu dan di keesokan harinya mereka justru merasa canggung.

 

Saat pagi tadi, mereka bangun cukup terlambat. Semuanya kemudian terasa kacau karena mereka sedang terburu-buru. Siwon yang paginya akan ada meeting dan Yoona yang juga ada jadwal untuk bertemu kliennya, merasa sudah tak banyak waktu lagi untuk bersiap-siap. Siwon yang hampir mencelakai dagu nya sendiri karena tergesa-gesa memakai pisau cukur. Yoona yang seharusnya menggambil shampoo justru malah mengambil sabun mandi cair untuk mencuci rambut. Bahkan saking merasa terburu-buru, Yoona harus balik lagi untuk menganti sepatu kerja nya karena salah mengambil pasangannya dan Siwon yang harus mengganti kemeja nya karena tak menemukan padanan dasi yang pas.

 

Kemudian mereka menuruni tangga dengan cepat dan melewatkan sesi sarapan mereka dan langsung menuju mobil masing-masing, saking terburunya mereka tidak menyadari bahwa mereka berada di bawah naungan perusahaan yang sama. Yang seharusnya pagi ini mereka berangkat bersama sebagai pasangan suami istri justru mereka lupa dan malah pergi ke kantor dengan mobil masing-masing.

 

Sorenya, Yoona pulang lebih awal dari Siwon. Kemudian ia mulai membicarakan masalah domestik dengan bibi Park. Mereka berbincang tentang segala hal yang berurusan dengan rumah. Mulai dari anggaran hingga pengeluaran. Yoona senang karena bibi Park adalah seorang yang hangat dan keibuan. Sambil menunggu kepulangan Siwon, Yoona menghabiskan waktunya untuk melanjutkan lagi pekerjaan nya di meja makan karena ia tak punya meja kerjanya sendiri di rumah ini.

 

Dan sekarang, mereka berdua tengah duduk berhadapan di ruang makan. Saling menatap canggung satu sama lain. Siwon pikir Yoona tidak baik-baik saja dengan status pernikahan mereka. Yoona juga berpikiran demikian, bahwa Siwon tidak merasa baik dengan pernikahan mereka.

 

“Sebentar lagi makan malam, aku akan menyiapkannya dan kau bisa mandi terlebih dahulu!” kata Yoona memecah keheningan.

 

“Baiklah,”

 

Siwon membawa tasnya menuju kamar. Baru tiga anak tangga yang ia tapakai, Siwon berhenti dan berbalik. “Yoona?”

 

Siwon langsung melempar tas kerjanya sembarangan dan secepat kilat ia sudah menghampiri Yoona dan memeluknya erat. Siwon lalu mencium istrinya dengan membabi buta.

 

“Aku hampir gila! Ku pikir kau menyesal dengan pernikahan kita sayang!”

 

“Kau bercanda? Aku takut jika di hari pertama pernikahan kita kau ingin meninggalkan ku Siwon!”

 

Siwon menghela nafas lega dan kembali mencubu Yoona. Pria itu tersenyum senang, ia bisa bernafas lega sekarang. Setelah ia pikir bahwa Yoona menyesali pernikahan ini, ia bahkan tak berkonsentrasi pada pekerjaan nya hanya karena memikirkan hal ini. Sungguh, Yoona sudah mengambil separuh pikirannya. Ciuman mereka berlangsung mengebu dan lama. Tangan mereka saling merangkul erat satu sama lain seolah tak ingin ciuman mereka berakhir. Bahkan suara gonggongan Bugsy yang merindukan majikannya pun tak mereka perdulikan. Seolah waktu berhenti dan hanya mereka yang melaju.

 

“Jadi kau tak menyesal telah menikahi ku?” tanya Yoona ragu. Mereka masih berpelukan, Siwon membelai tengkuk leher Yoona dengan jarinya membuat Yoona sedikit mendesah.

 

“Apa kau menyesal sayang?” Siwon melepas pelukannya. Ditatapnya mata Yoona dengan sungguh. Yoona menggeleng yakin.

 

“Itu pertanyaan yang bodoh Yoona! Mari kita ulangi dari awal!”

 

Siwon menghirup oksigen dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan tenang. “Hai? Bagaimana hari mu?”

 

“Hai, baik! Kau?”

 

“Tidak cukup baik!”

 

“Kenapa?”

 

“Aku memikirkan mu sepanjang hari. Aku tidak bisa fokus pada meeting. Aku hampir menumpahkan kopi di kemeja ku. Aku hampir menerobos lampu merah dan aku hampir takut tidak menemukan mu berada di rumah karena ku pikir kau menyesal dan langsung kabur!”

 

Yoona tertawa pelan, tidak mungkin Siwon begitu memikirkannya. Tapi mendengar dari nada bicaranya, Yoona yakin dengan perkataan suaminya itu. Ada desiran aneh yang kemudian menghujam jantungnya. Apa ini? Apa itu berarti Siwon mulai mencintainya? Ah tidak Yoona! Lupakan tentang khayalan mu itu, sudah cukup baik Siwon tidak menyesal menikah dengan mu!

 

“Ada yang salah?”

 

“Ah… Tidak!” Yoona buru-buru mengumpulkan kesadarannya. “Baiklah ku rasa kau harus segera pergi mandi dan aku akan segera menyiapkan makan malam kita!”

 

“Bolehkah aku merequest satu menu?”

 

“Silahkan,”

 

“Aku ingin dirimu sayang!”

 

“Hentikan omong kosongmu dan cepatlah naik.  Kita akan segera makan malam Choi Siwon!”

 

“Ah… Aku lupa jika di rumah, istriku adalah wanita yang bermulut tajam!” Siwon tersenyum mengoda. “Omong-omong, aku suka ketika kau menyebut nama lengkap ku! Apalagi ketika kau sedang mendesah dan meneriaki nama Choi Siwon ah Choi Siwon aku ingin …”

 

Yoona segera menutup mulut Siwon dengan tangannya. “Diam! Dan cepat naik!”

 

Yoona berlalu dan pergi menuju dapur, ia menghentakan kakinya kesal. Ia berdoa semoga bibi dan paman Park tidak melihat mereka. Siwon justru tertawa senang karena berhasil mengoda istrinya. Rasanya ia ingin membatalkan makan malam dan segera ingin menyantap istrinya itu.

 

Setelah makan malam usai, mereka terlihat asyik dengan dunia masing-masing di ruangan kerja milik Siwon. Yoona yang memang hobi membaca kini tengah terlarut dalam bacaan yang sedang ia pegang sambil tiduran di sofa di ruang kerja Siwon. Sedang Siwon sendiri sedang fokus mempelajari data-data anggaran yang tadi dikirim oleh asistennya. Beberapa kali Siwon terlihat gagal untuk memfokuskan pikiran dan pandangannya hanya pada angka-angka rumit yang ditampilkan oleh layar komputer. Karena matanya itu sering kali melirik Yoona yang tengah tiduran di sofa. Astaga bahkan ketika wanita itu sedang membaca, kenapa ia terlihat mengairahkan? Hingga perlahan Siwon tak bisa lagi berkonsentrasi pada pekerjaanya, ia lalu berdiri dan menghampiri istrinya. Ditebutnya novel itu dari tanggan Yoona. “Aku akan merasa berdosa jika membiarkan istriku bercinta dengan novelnya!” setelah kalimat itu, mereka kembali melebur bersama sesaat setelah Siwon menggendong Yoona dan memindahkannya ke atas ranjang.

 

 

Siwon dan Yoona semakin hari semakin giat bekerja. Memprioritaskan pekerjaan diatas segalanya agar mereka bisa sesegera mungkin mengambil cuti. Siwon sudah tidak sabar untuk pergi berbulan madu. Ia ingin mengajak Yoona ke pondok miliknya di pulau Jeju. Maka dari itu tak jarang mereka lembur hingga larut malam.

 

Tak jarang juga, Siwon sedikit banyak meluangkan waktunya untuk pergi kencan bersama Yoona. Seperti pergi nonton, makan malam atau apapun seperti yang dilakukan oleh pasangan lain. Tapi dari semua kegiatan-kegiatan itu, Siwon paling suka ketika menghabiskan malamnya di atas ranjang lalu berbincang tentang apapun bersama Yoona yang memeluknya.

 

Di suatu hari diantara hari-hari menyibukkan, Siwon mengajak Yoona untuk bertemu dengan akuntan pribadi Siwon. Mereka membahas tentang uang tunjangan yang akan Yoona dapatkan sebagai seorang istri Choi Siwon. Ketika mengetahui jumlah yang akan Yoona terima, Yoona mencoba untuk tenang dan tak menunjukan keterkejutan nya. Walau di dalam hatinya, wanita itu sempat berdecak tak percaya karena nominal uang tunjangannya lebih besar ketimbang uang gaji nya selama sebulan. Sebenarnya Yoona bisa saja tidak kembali bekerja dan menjadi ibu rumah tangga, tapi hati kecilnya lagi-lagi menolak. Itu bukan dirinya, Yoona sejak dulu selalu mandiri dan tak bergantung dengan orang lain. Lagi pula gajinya selama ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhanya.

 

Selain itu, mereka juga membahas segala hal tentang anggaran untuk aset-aset yang Siwon miliki, seperti perawatan mobil, rumah dan lain-lain, dimana hal tersebut akan diambil alih oleh Yoona. Lagi-lagi hal ini juga membuat Yoona terperangah, karena anggarannya sangat besar hanya untuk perawatan aset. Tapi sebagai wanita logis dan tenang, Yoona sangat pandai menujukan ekspresinya. Ia sangat tenang dan santai membicarakan hal ini. Membuat Siwon terkejut dan mengungkapkan nya ketika berada di dalam mobil.

 

“Kau sangat tenang Yoona!”

 

“Hmm…”

 

Siwon menoleh, “Ada yang salah?”

 

“Tidak!”

 

“Apa kau marah Yoona?”

 

Yoona diam dan engan menjawabnya. Ia marah dengan ucapan Siwon tadi ketika pria itu memintanya untuk berhenti bekerja. Padahal ketika Siwon meminta Yoona menikah dengannya, bukankah pria itu yang mengatakan sendiri bahwa mereka akan menghormati pekerjaan masing-masing dan tidak ikut campur? Tapi justru pria itu menginginkan Yoona untuk berhenti. Apa pria itu lupa dengan ucapannya sendiri?

 

“Aku tahu gaji ku tidak ada apa-apanya ketimbang uang tunjangan yang kau berikan padaku! Tapi bukan seperti itu caranya Siwon! Kau seakan memandang rendah pekerjaan ku! Memang ku akui posisi ku tak berarti ketimbang posisi mu, tapi aku hidup dari situ. Aku hidup karena gambaran ku! Kau enak meskipun tidak bekerja kau masih punya aset-aset yang nominalnya pun sangat banyak, kau masih ada orang tua yang ku yakin mereka masih sangat bisa mencukupi kehidupan mu!”

 

Siwon menepikan mobilnya, menghela nafas lalu memegang pundak Yoona dan matanya meminta mata Yoona untuk melihatnya. “Sayang, sungguh aku tidak berpikiran seperti itu! Maaf jika permintaanku menyinggung mu tapi aku sama sekali tidak menghina pekerjaan mu. Kau wanita yang hebat dan mandiri, aku sangat tahu itu! Aku hanya menginginkan kau berhenti bekerja dan menjadi istri ku seutuhnya!”

 

Taka ada balasan dari Yoona.

 

“Yoona? Sayang?”

 

“Kau tau kan aku tidak suka hanya berdiam diri. Menggambar adalah hidupku, aku ingin melakukan apapun yang aku inginkan. Apa kau lupa dengan ucapan mu sendiri bahwa kita tak akan mengganggu pekerjaan masing-masing?”

 

“Tidak sayang! Aku masih ingat, aku hanya ingin kau lebih santai dan tidak terjebak dalam deadline yang kadang membuat mu tak tidur semalaman! Aku kesepian ketika kau tidak tidur di sebelah ku!”

 

“Apa kau juga lupa Siwon? Kau lah yang lebih sering pulang malam dan membiarkan aku tidur sangat larut karena menunggu mu pulang! Apa aku pernah protes padamu?”

 

Siwon diam, benar memang bahwa dirinya lah yang sering meninggalkan Yoona sendiri tapi istrinya itu tidak pernah merajuk padanya.

 

“Karena kau tidak pernah mengatakannya padaku, Yoona!”

 

“Apa? Hah…” Yoona membuang nafas kesal, “Aku berusaha untuk tidak ikut campur dengan pekerjaan mu sebagaimana yang kau harapkan pada pasangan mu!”

 

“Baiklah aku salah sayang! Aku egois karena hanya memikirkan diri ku sendiri, maaf telah menyakiti mu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, kau mungkin bisa mempertimbangkan untuk bekerja di workshop milik ku, di sana … ”

 

Yoona memperingati Siwon dengan tatapan tajam.

 

“Iya sayang, maafkan aku!” Siwon memandang Yoona dengan tatapan memohon, bibirnya mengerucut seperti anak kecil yang memohon pada ibunya agar di belikan mainan. Mukanya sangat lucu dan sangat tidak cocok dengan tubuhnya yang besar dan kekar.

 

Yoona tak tahan untuk tertawa melihat ekspresi memohon Siwon. “Hahaha… Konyol sekali,”

 

“Kenapa? Aneh ya?”

 

“Sangat aneh! Tidak cocok dengan kepribadianmu yang selalu berwajah dingin dan terkesan keras,”

 

Siwon menggaruk rambutnya yang tak gatal.

 

“Sebaiknya kita harus segera pulang, dan melanjutkannya di rumah!”

 

“Apa?”

 

“Seperti yang sering kita lakukan sayang!”

 

“Apa hanya bercinta yang berada di kepalamu itu? Apa kau hanya menjadikan ku sebagai alat pemuas mu saja?”

 

“Astaga sayang!” Siwon menarik rambutnya frustrasi. “Bukan seperti itu!”

 

“Lalu seperti apa?”

 

“Bukankah itu wajar karena kita adalah suami istri? Baiklah kita akan segera pulang dan aku akan menghukumu karena sudah berpikiran yang tidak masuk akal!”

 

“Hukuman seperti apa yang akan ku dapat?”

 

“Kau menantang ku sayang?”

 

“Tidak, aku hanya bertanya!”

 

“Baiklah, kau tunggu saja sampai kita sampai di rumah dan aku akan dengan senang hati memberi mu hukuman!”

 

“Sepertinya menarik, apakah ini pertengkaran pertama kita sebagai suami istri?”

 

“Ku rasa begitu! Dan tolonglah Yoona jangan mengganggu konsentrasi ku ketika sedang menyetir atau aku akan berbelok ke hotel di depan itu dan segera menghukumu!

 

“Coba saja kalau berani!”

 

“Siapa takut! Aku akan membuatmu tidak bisa berjalan esoknya!”

 

“Tapi aku harus bekerja!”

 

“Aku akan memberi mu libur selamanya!

 

“Jangan mulai lagi Choi Siwon!”

 

Siwon tersenyum penuh kemenangan sambil mengemudikan mobilnya dengan cepat namun tenang. Setelah itu mereka tak bicara dan memilih untuk diam dan menikmati perjalanan. Rasanya, setelah perdebatan mereka baru saja, Yoona seperti menemukan dirinya lebih hidup. Ada seseorang yang berhasil membuatnya kesal, marah dan tentu saja bahagia. Tapi apa Siwon juga merasakan yang sama seperti halnya dirinya? Yoona lagi-lagi berpikiran macam-macam. Sudah cukup baginya karena Siwon nyaman dengan pernikahan mereka. Lagi pula Yoona juga belum mencintai pria itu, meskipun tanpa Yoona sadari, pelan-pelan Siwon sudah berhasil masuk ke hatinya dan menyita hampir sebagian pikirannya.

 

 

 

 

To Be Continued

 

 

 

 

Hallo semuanya?

 

Chap 4 aku post sekarang, padahal niatnya habis lebaran wkwk. Tapi karena habis lebaran nanti aku mudik dan sinyalnya disana juga jelek maka aku post sekarang aja. Banyak yang udah nungu juga, katanya hehe

 

Oh ya kenapa, part 4 nga jadi aku privat?

Karena nga ada yang hot seperti yg kelen tunggu2 :p

Btw, ini part ini aku revisi habis-habisan :p

 

Terimkasih buat yang dari part awal sampe part ini masih konsisten untuk memberikan pendapatnya. Buat yang diem-diem baca, atau yang komen karena biar dapet password, bertobatlah…

 

Oke see ya di part selanjutnya.

 

Byeee

Thmksmch^^

 

-Hanifah PR-

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

66 thoughts on “[FF] An Investment Wedding – 4

  1. Udah sah juga akhirnya. Semoga cepet kasih anak ya. Chapter ini full sweet dan momennya yoonwon, semoga next chapternya juga dan gk ada orang ketiga. Ditunggu next chap nya jangan lama2 ya hehe plis

    Like

  2. Seneng aja liat yoonwon mesra gtu apalagi ketika Siwon minta maaf ke Yoona gara2 Yoona gak mau berhenti kerja dan pertengkaran pertama mreka sebagai suami istri, ditunggu part lanjut ny dan moga yoonwon cepet punya baby

    Like

  3. So sweet eeyy,,,smga next chap mrka akan trus sprti ini.jujur ya msh pnsaran sbnarnya prasaan Siwon ke Yoona itu gmna.

    Like

  4. Ahhhhh sweet banget sih mereka ini, semoga tetap selalu seperti ini walaupun nanti masalah datang. Tapi jujur penasaran banget sama perasaan Siwon ke Yoona itu sebenernya gimana?? Hmmm. Cant wait for every chapt, seru banget soalnya!!

    Like

  5. Yoona untung salah ambil shampo nya bukan sabun colek kalo ga kan bisa berabe bakal jadi ijuk itu rambut..😅😅
    Ish siwon mesum amat ternyata ,,😄
    Lucu ya siwon pas nikah ga berkutik ama istriya kaya suami suami takut istri..

    Like

  6. Eon baru nikah gak ada cuti kerja gitu heheh, aku ketar ketir nih romantis banget heheh, biasanya kan yg selalu romantis masalahnya ribet heheh, semoga nggak ya eon 😊
    Keep writing, xx

    Like

  7. maaf ya kalo aku langsung komen di part ini, karna emang baru part ini yang aku baca.
    ceritanya menarik, seru,,,
    bahasanya mudah dipahami.,
    ditunggu part selanjutnya.
    dan ijin baca part lainnya ya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s