[FF] An Investment Wedding – 5

aiw chap5a

An Investment Wedding

By: hanifah pr

Cast: Choi Siwon, Im Yoona

Genre: romance, fiction

 

 

 

 

An Investment Wedding – 5

 

 

 

 

Akhirnya setelah kurang lebih sebulan mereka habiskan untuk bekerja, datanglah waktu luang untuk mereka mengambil jatah cuti menikah yang Yoona dan Siwon miliki. Beberapa pekerjaan yang dirasa penting sudah diprioritaskan dan beberapa taken kerjasama sudah dibahas di awal.

 

Dengan mengendarai mobil sport putih nya sendiri, Siwon percaya diri untuk bisa sampai di tujuan tepat waktu. Sesuai planning mereka, acara bulan madu mereka akan dihabiskan untuk mengunjungi pondok Siwon di pulau Jeju setelahnya mereka akan pergi ke rumah orang tua Siwon di Incheon, setelah menghabiskan beberpa hari di Jeju.

 

Sebenarnnya, perjalanan Seoul – Jeju cukup jauh, mereka bisa saja menggunakan pesawat. Namun mereka lebih memilih perjalanan darat yang akan memakan waktu lebih lama. Siwon, ingin memberikan bulan madu yang mengesankan bagi Yoona. Lagipula menghabiskan waktu bersama Yoona bukanlah hal yang buruk, karena menurut Siwon, Yoona adalah sosok yang menyenangkan.

 

Saat ini adalah musim panas, dan hal ini tentu saja membantu mereka sekali karena jalanan yang lancar tak tertutup salju dan cuaca yang sangat cerah di siang hari. Karena, jika mereka berencana pergi ke pulau jeju ketika musim dingin, bukan hal yang meragukan lagi jika perjalanan mereka akan sedikit terganggu dengan adanya cuaca buruk yang sering kali hadir tanpa diduga.

 

Yoona bersenandung kecil di sepanjang perjalanan sambil memperhatikan pemandangan di sepanjang jalan yang mereka lewati. Beberapa kali Siwon menepikan mobil dan memperlambat laju mobilnya agar Yoona lebih bisa memperhatikan keindahan alam sekitar.

 

Yoona sangat bersemangat sekali, ini adalah perjalanan jauh nya yang kedua ke pulau jeju, setelah ia hanya pernah pergi jauh yaitu ketika ia pulang ke kampung halaman nya. Siwon sejak awal perjalanan sudah menceritakan keindahan pondoknya yang membuat Yoona tak sabar membuktikannya.

 

“Ini adalah perjalanan panjang kedua ku,”

 

Siwon menoleh lalu bertanya. “Apakah kau jarang bepergian jauh?”

 

“Aku hanya melakukannya ketika pulang ke rumah ku di Gwangju. Aku tidak terlalu sering berpergian, waktu luang ku lebih suka ku habiskan di rumah keluarga ku. Aku bahkan harus memaksa diriku sendiri untuk pergi dan kembali ke Seoul,”

 

“Sepertinya ada yang membuatmu nyaman di sana,”

 

“Tentu saja! Rumahku sangat tenang dan nyaman, disana banyak orang-orang yang menyenangkan, selain kerabat yang mau menjaga dan merawat rumah ku, ada juga seseorang yang merupakan tetangga ku yang sudah sangat akrab dengan ku, kami sering bermain dan menghabiskan waktu bersama sejak aku kecil. Dia sudah ku anggap seperti kakak laki-laki ku, dia menjaga ku dan selalu menghiburku,”

 

“Apakah orang itu spesial untukmu?”

 

“Ku pikir ia cukup untuk dikatakan sebagai orang yang spesial dalam hidupku karena aku jarang bergaul dengan orang lain dan masa kecil hingga remaja ku, sering ku habiskan dengan nya. Ia seseorang yang baik dan penyanyang. Ia bahkan lebih sering menemani ku ketimbang sodara kandung nya sendiri,” Yoona tersenyum menggingat kenangan masa lalunya.

 

“Apakah ia sudah menikah?”

 

“Belum,” Yoona tertawa lalu melanjutkan kata-katanya, “Tapi aku pernah memintanya untuk menikahi ku. Saat itu aku masih belum mengerti tentang apapun, karena ia sering bersama ku, sehingga ku pikir kami bisa menikah kemudian. Tapi ia menolak ku karena aku masih kecil dan belum mengerti apapun tentang hidup ini. Hingga aku lulus kuliah, aku pun memberanikan diri untuk memintanya untuk menikahi ku lagi, tapi ia juga menolaknya, katanya, desa bukanlah tempat ku, aku harus melanjutkan hidupku di kota dan merasakan hal-hal baru, ia ingin aku semakin mengembangkan bakat ku, padahal saat itu aku sudah siap untuk menjadi seorang guru seni di sekolah dasar di desa dan menjadi istrinya,”

 

“Hmm, cukup menarik. Apakah jika aku tidak menikahi mu terlebih dahulu, kau berfikir untuk menikah dengannya?”

 

“Mungkin saja,”

 

“Apakah ia patut ku anggap sebagai saingan ku?”

 

“Hahaha, kau bercanda? Dia tidak ada apa-apanya ketimbang dirimu,”

 

“Apa maksudmu? Apa aku lebih tampan dan hebat?”

 

“Eummm, mungkin!”

 

Perjalanan Seoul hingga ke pelabuhan yang akan menghantarkan mereka menuju pulau Jeju cukup jauh, tapi perjalanan kali ini tak terasa lama untuk Siwon karena ada seseorang yang menemaninya saat ini. Ini adalah perjalanan pertama mereka dan ini kali pertama bagi Siwon membawa seseorang menuju pondok nya, karena tidak satupun yang tahu akan hal ini kecuali dirinya sendiri.

 

Tak berapa lama, mobil yang Siwon kemudikan sudah sampai di pintu gerbang pelabuhan. Terlihat kapal feri yang sudah menepi di dermaga sudah dipenuhi oleh penumpang.

 

Yoona sedikit takut ketika mereka sudah duduk di kursi penumpang di kabin kapal. Ini juga kali pertama untuknya menaiki sebuah kapal. Ia juga tidak tahu apa ia akan mabuk nantinya, ia tidak ingin merepotkan Siwon karena hal ini. Yoona sampai tidak memikirkan hal ini karena saking senangnya ia ketika di mobil dan baru menyadari jika ingin berpergian ke pulau Jeju maka mereka harus menyebrang dengan kapal laut.

 

“Yoona, apa kau baik-baik saja?”

 

Yoona mengangguk tak yakin.

 

“Apa kau mabuk laut?”

 

“Aku tak yakin! Aku belum pernah naik kapal sebelumnya,”

 

“Tenanglah Yoona, semua akan baik-baik saja! Ada aku di sampingmu!”

 

Yoona memandang Siwon dengan tatapan haru. “Terimakasih,”

 

Siwon mengacak rambut Yoona gemas. “Tidak perlu berterimakasih, bukankah aku sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk menjagamu?”

 

“Hmm…” Pipi Yoona merona merah.

 

“Bagaimana kalau kita keluar dan melihat matahari terbenam karena perjalanan ini cukup singkat?”

 

“Aku takut Siwon,”

 

“Apa lagi yang kau takutkan sayang? Bukankah sudah aku katakan bahwa aku akan menjagamu?”

 

“Aku tidak tahu,”

 

Siwon tersenyum maklum, mungkin Yoona masih butuh waktu untuk menyesuaikan hal ini. Ia lalu mengengan tangan Yoona dan membingnya untuk keluar dari kabin menuju luar.

 

Yoona berdiri dengan tubuh yang bergetar ketika mereka sudah sampai di luar kabin kapal. Ombak yang selalu menabrak kapal membuatnya takut di tambah dengan desiran angin laut yang cukup kencang. Siwon sedikit khawatir melihat Yoona seperti itu, tapi melihat matahari terbit berdua diatas kapal tentulah tak ingin ia lewatkan. Siwon langsung saja memeluk Yoona dari belakang. Membiarkan Yoona bersandar di tubuhnya dan membiarkan tubuh mereka saling merasakan satu sama lain. Sedang Yoona memejamkan matanya ketika tiba-tiba tubuhnya bersandar pada tubuh Siwon. Yoona seperti menemukan sandaran untuknya berdiri menghadapi ketakutan nya ini.

 

“Bukalah matamu sayang! Sebentar lagi matahari akan tenggelam,” bisik Siwon.

 

Yoona lalu membuka matanya dan benar semburat merah sudah hampir mencapai pusat tenggelamnya. Yoona memandang nya dengan takjub, ini adalah sunset terindah yang pernah ia lihat, melihat matahari tenggelam di atas laut, sepoi-sepoi angin yang menerpa dan pelukan hangat yang menenangkan.

 

“Indah sekali,”

 

“Hmm…”

 

Siwon semakin mempererat pelukannya pada Yoona.

 

 

Setelah menempuh perjalanan darat dan laut kemudian dilanjutkan lagi dengan mengendarai mobil karena lokasi pondok milik Siwon cukup jauh dan berada diantara perbukitan. Akhirnya sampailah mereka di Seongeup folk village, sebuah kawasan desa di lereng perbukitan yang semuanya masih berupa desa dengan rumah-rumah tradisional. Seongeup folk village Berada di kaki gunung Halla, Seongeup Folk Village memberikan ketenangan batin luar biasa. Udaranya yang bersih dengan pemandangan indah serta semua ornamen desa yang serba kuno. Disini berdiri rumah tinggal, kuil konfusius, sekolah, kantor pemerintah, reruntuhan benteng yang arsitektur bangunannya masih bergaya tradisional. Ada sekitar 3000 rumah dengan atap jerami dan dinding dari batu dan tanah liat.

 

“Perjalanan yang sangat jauh dan juga melelahkan!” ungkap Yoona ketika masih berada di dalam mobil. “Ku pikir hanya situasi berat yang dengan gilanya membuatku untuk mengemudi sendiri hingga kesini, aku bahkan tidak siap jika harus kehabisan bahan bakar atau ban mobil yang bermasalah!” lanjutnya kemudian.

 

Siwon mengajak Yoona untuk turun dan segera masuk untuk beristirahat ketika ia sudah memakirkan mobilnya di halaman. Pondok Siwon cukup jauh dari rumah-rumah penduduk sekitar. Pondoknya walau terlihat kecil namun cukup mewah untuk ukuran villa yang hanya digunakan untuk berlibur. Desain dan semua interiornya masih mempertahankan rumah adat seperti dahulu hanya saja pondok ini sudah dilengkapi dengan peralatan elektronik yang cangih. Seperti pendingin ruangan, kulkas, kompor elektrik, tv dan kamar mandi yang modern namun pada bagian bak mandinya masih menggunakan bak mandi kayu seperti zaman kerajaan dulu.

 

“Ada seseorang yang selalu menjaga dan merawatnya untuk ku, mereka adalah pasangan Jang yang tinggal tak jauh dari sini,”

 

“Kau beruntung, karena rumah ini nampak luar biasa,”

 

“Ya, mereka melakukan yang terbaik untuk menjaga pondok ini. Sebelumnya aku sudah memberi tahu mereka bahwa aku akan kemari bersamamu dan mereka sangat tidak sabar untuk bertemu dengan mu,”

 

Rupanya paman dan bibi Jang sudah menunggu mereka, terbukti karena sesaat kemudian bibi Jang sudah membuka pintu depan.

 

“Biasanya mereka akan meninggalkan kunci rumah di kotak itu, tapi mereka datang sendiri kali ini karena ingin menyambut nyonya baru sepertinya,”

 

Siwon mengajak Yoona untuk menghampiri pasangan Jang.

 

“Anyyeonghaseyo?” sapa Yoona ramah.

 

“Annyeonghaseyo, kau rupanya sangat cantik Yoona-ssi tak heran jika Siwon memilih mu,”

 

“Ah terimakasih bibi,”

 

“Pilihan yang sempurna nak!” paman Jang menepuk punggung Siwon.

 

“Ku rasa begitu,” jawab Siwon yakin.

 

“Baiklah, silahkan beristirahat! Jika kalian lapar, aku sudah mempersiapkan makan malam di meja dan juga kulkas sudah ku isi dengan bahan-bahan makanan,”

 

Setelah pasangan Jang pamit pulang, tinggalah mereka berdua di dalam pondok. Siwon mengajak Yoona untuk melihat tiap bagian pondok. Siwon menunjukan satu-satunya kamar tidur di pondok nya. Seperti halnya rumah tradisional Korea pada umumnya, pada bagian kamar tidur tidak ada ranjang kayu namun hanya kasur beralaskan tikar tapi cukup besar dan hangat. Kemudian disebelah kamar tidur, ada sebuah kamar mandi yang cukup luas.

 

“Aku tidak sabar untuk mengajakmu berendam didalamnya,” kata Siwon ketika mereka menginspeksi kamar mandi lalu menunjukan sudut kamar mandi yang terdapat sebuah bak mandi kayu yang cukup besar.

 

Di pondok ini hanya ada satu kamar tidur dan kamar mandi, sebuah dapur dan ruang makan, juga ruang tamu dan sebuah perapian tradisional juga gudang di dekat garasi mobil yang digunakan untuk tempat penyimpanan kayu dan juga ada beberapa botol anggur kegemaran Siwon. Cukup mewah untuk sebuah pondok liburan.

 

“Apa kau suka?” tanya Siwon ketika mereka sudah berbaring dalam posisi mereka masing-masing dan menatap langit-langit kamar.

 

“Tentu saja Siwon, ini pondok yang hangat dan nyaman,”

 

“Baguslah jika kau menyukainya, maka sekarang tunjukkan kehangatan itu sayang!”

 

Mereka kemudian menghabiskan malam dengan bersemangat dan panas. Tak memperdulikan rasa lelah yang sejak turun dari kapal sudah menghinggapi. Suara jeritan mereka yang saling meneriakan nama masing-masing bahkan terdengar cukup keras hingga luar kamar, beruntungnya karena lokasi pondok ini yang paling tinggi ketimbang yang lain sehingga tak ada satupun yang mendenggar terlebih ini sudah cukup larut.

 

Cukup lama setelahnya, ketika itu hampir pagi mereka berdua keluar kamar masih dengan nafas yang memburu. Mereka berjalan menuju ruang makan dan menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Nyonya Jang. Untung saja makanan itu masih enak dan tidak bau untuk di makan. Baru kemudian mereka melanjutkan acara tidur mereka, tidur yang sebenarnya.

 

Siang harinya mereka baru bangun dengan wajah dan tubuh yang lebih segar. Yoona sangat menyesal karena ia tidak bangun saat masih pagi. Ia melewatkan pagi pertamanya di pondok ini. Rencananya Yoona ingin melihat matahari terbit di balik bukit namun ia terlambat karena ia bangun di siang hari. Siwon kemudian menghiburnya bahwa masih ada hari esok dan ia pun kemudian berjanji untuk membawa Yoona berkeliling. Yoona dengan semangat mengganguk dan mengatakan bahwa ia sangat bersemangat untuk berkeliling.

 

Seperti janjinya, Siwon kemudian mengajak Yoona meliht-lihat Seongeup. Mulai dari berjalan memasuki hutan kecil di sekitar desa, mendaki bukit yang cukup landai, sampai berkunjung ke rumah warga sekitar. Seongeup tak layaknya sebuah pemukiman zaman dahulu namun sekarang lebih tertata dan lebih indah. Banyak wisatawan yang berkunjung namun lokasi ini tak sepopuler desa wisata yang lain karena tempat ini cukup jauh.

 

Di Seongeup terdapat sebuah kantor pemerintahan dengan bangunan yang sangat tua bernama Hangkyo dan kompleks pemakaman bernama Tolharubang.

 

Berjalan mengelilingi Seongeup Folk Village, rasanya seperti sedang kembali ke masa lalu. Selain itu desa ini juga dianugerahi dengan kesuburan tanah yang kemudian dimanfaatkan benar oleh para warga Seongeup Folk Village dengan bercocok tanam sayur dan buah-buahan. Panorama hijau ini berpadu dengan lanskap alam Jeju yang dinaungi oleh gunung Halla. Benar-benar nuansa pedesaan yang khas.

 

Tidak hanya bangunannya yang memesona, pedesaan ini juga menampilkan cara penduduk desa hidup dan bagaimana mereka bekerja. Di sini, setiap rumah mempunyai pagar yang khas karena tingginya hanya selutut orang dewasa. Pagar ini hanya digunakan untuk mencegah hewan ternak masuk, bukan untuk menghalau pencuri. Disinilah terlihat bahwa kehidupan warga Seongeup Folk Village masih sangat arif. Antar tetangga saling mempercayai sehingga kasus kejahatan hampir tidak pernah ditemui.

 

Mereka kemudian mampir disebuah kedai makan tradisional yang menjual menu makanan tradisional khas zaman kerajaan dahulu. Meski Yoona sedikit kecewa karena ia ingin menunjukan kemampuan memasaknya di depan Siwon tapi ia berfikir karena ia masih punya dua minggu lagi untuk melakukannya. Lagi pula hidangan khas kerajaan seperti ini sudah cukup jarang di temui, jikalau pun ada itu pun sudah tak seasli seperti dahulu.

 

Setelah makan siang, mereka lalu melanjutkan untuk berkeliling desa lagi. Siwon mengajak Yoona untuk pergi ke Yongduam Rock atau Karang Kepala Naga. Yongduam Rock adalah salah satu dari keunikan alam yang dapat dinikmati di Pulau Jeju. Yongduam terbentuk dari erupsi vulkanik yang terjadi lebih dari dua juta tahun yang lalu, dan ditambah dengan hembusan angin yang sangat kencang disertai hempasan ombak secara terus menerus selama ribuan tahun. Di balik penampilannya ini, Yongduam menyimpan banyak cerita dan legenda yang diturunkan dari generasi ke generasi. Salah satu legenda menceritakan bahwa ada seekor naga yang mencuri giok hijau yang sangat berharga dari Gunung Halla. Naga itu kemudian dipanah oleh dewa yang melindungi Gunung Halla. Ketika naga itu jatuh, naga itu terhempas di laut. Tubuhnya seketika tenggelam di lautan dan kepalanya segera membeku ketika sang naga sedang menatap ke langit. Maka dari itu tempat ini dinamakan Yongduam, dimana kata Yong yang bearti naga, Du berarti kepala, dan Am yang berarti karang.

 

Dari Yongduam, Yoona dan Siwon dapat melihat para penyelam perempuan atau Haeneo yang sedang berusaha menangkap binatang-binatang laut yang nantinya akan mereka masak mejadi masakan laut. Masakan-masakan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Yongduam karena cita rasa masakannya yang lezat. Yoona pun tak ingin ikut ketinggalan mencicipinya, menyantap makanan laut langsung dari sumbernya, tentulah sangat nikmat. Setelah merasa puas berkeliling, mereka kemudian pulang ke pondok.

 

“Apakah ada orang lain yang pernah datang ke pondok mu?”

 

“Jika yang kau maksud adalah wanita, aku tak pernah membawanya. Keluargaku bahkan tak mengetahuinya,”

 

“Kenapa?”

 

“Aku hanya menginginkan sebuah tempat yng sangat privasi untuk ku! Ketika aku lelah dan stress aku butuh sendiri, menenangkan pikiran dan merenung. Aku tidak ingin ada orang lain yang menggangu!”

 

“Tapi saat ini kau membawa ku kemari!”

 

“Itu karena kau istimewa,”

 

Yoona menghentikan langkahnya lalu menatap Siwon. “Ada apa?” tanya Siwon.

 

“Ah… Tidak,” Yoona lalu melanjutkan langkahnya. Siwon menyusulnya dan menggandeng tangan Yoona. Mereka berjalan bersama menuju pondok. Ini masih sangat jauh tapi tak seberapa melelahkan karena jalanan yang cukup landai dan pemandangan di sepanjang jalan yang menawan.

 

 

Hari demi hari berganti. Siwon dan Yoona menghabiskan hari dengan senang. Setiap harinya mereka akan kembali berkeliling desa dan kadang pergi ke pantai menggunakan mobil. Yoona seperti menemukan sosok Siwon yang berbeda disini. Pria itu akan bangun pagi sekali lalu keluar pondok dan berjalan-jalan sebentar sebelum akhirnya ikut bergabung kembali dengannya dan bermain dibawah selimut.

 

Siwon yang dijumpainya di pondok ini sangat lah terlihat manusiawi seperti kebanyakan penduduk sekitar. Siwon akan memotong kayu dan membawanya ke perapian. Siwon yang ikut membersihkan lantai-lantai. Siwon yang mencucui piring. Siwon yang sedang memotong rumput. Dan kadang Siwon yang membantu warga sekitar ketika menjumpai seorang paman tua yang kesusahan membawa kayu bakarnya.

 

Ini benar-benar berbeda dengan Siwon yang ia lihat di kantor, sosok tegas dan berwibawa yang membuat bawahannya segan. Yoona beberapa kali memastikan bahwa Siwon baik-baik saja, karena ia sendiri masih tak yakin dengan apa yang dilihatnya itu.

 

“Tenanglah sayang, kau hanya perlu memahami dan mengenali ku lebih dalam lagi. Ini hanya masalah waktu oke?”

 

Seperti saat ini ketika Siwon sedang mencuci mobilnya sendiri sedang Yoona hanya duduk diam mengamati di teras pondok karena pria itu tidak mengizinkan Yoona untuk membantunya meski hanya menyemprotkan air dari kran. Siwon mengatakan bahwa mencuci mobil adalah pekerjaan pria. Karena bosan menunggu, Yoona memilih untuk membuat minuman segar untuk Siwon, pria itu pasti lelah setelah memotong rumput lalu melanjutkan pekerjaanya dengan mencuci mobil.

 

Yoona membawa nampan minuman dan sebuah tas plastik dari dalam. Sembari menunggu Siwon, Yoona mengeluarkan peralatan merajutnya yang pernah ia beli ketika di desa. Ia sebenarnya tak terlalu suka hal-hal klasik seperti ini tapi ia ingin mencobanya dan ingin membuat sebuah sweater rajut untuk Siwon.

 

“Apa yang sedang kau buat?”

 

Yoona mendongakkan kepalanya melihat Siwon yang rupanya sudah selesai mencuci mobil dan saat ini sedang melihatnya sambil meminum minuman dari gelas yang tadi ia buat. “Ah… Kau sudah selesai?”

 

“Ya,” Siwon ikut duduk di sebelah Yoona.

 

“Kau sedang membuat apa?” tanya Siwon lalu berbaring di lantai dengan kaki Yoona sebagai bantalan nya.

 

“Sweater,”

 

“Untukku?”

 

“Mungkin,”

 

“Kau selalu nenjawab pertanyaanku dengan kata mungkin Yoona-ya,”

 

“Iya, ini untuk mu!”

 

“Itu lebih baik. Terimakasih,”

 

Mereka larut dalam keheningan yang mereka ciptakan kemudian. Siwon yang rupanya tertidur dan Yoona yang melanjutkan rajutannya. Beberapa kali Yoona menghentikan rajutannya dan melihat Siwon dengan tersenyum, jari-jarinya ia gerakan untuk menelusuri wajah suaminya dari alis tebalnya lalu hidung yang mancung dan bibir yang selalu membuatnya kecanduan.

 

Tanpa Yoona sadari, Siwon menggengam tangan Yoona dan menciumnya. Saat itulah untuk pertama kalinya Yoona menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Siwon. Mata mereka kemudian bertemu dan saling pandang dengan tatapan memuja. Yoona tersenyum lalu menundukkan kepalanya dan mencium Siwon yang langsung dibalas pria itu dengan semangat.

 

Siwon lalu bangkit dan menggendong Yoona menuju ke dalam kamar dan membaringkannya di atas kasur. Mereka kemudian bermain bersama untuk yang kesekian kalinya. Namun saat ini, Yoona merasakan ada sesuatu yang berbeda untuk pertama kalinya dalam hatinya. Ia merasa saat ini Siwon memperlakukan nya sangat lembut dan penuh cinta yang membuat Yoona meneteskan air mata.

 

“Ada apa Yoona? Apa aku menyakitimu?”

 

“Tidak Siwon, aku hanya merasa senang!”

 

Siwon menatapa tajam kedua mata Yoona. Ia melihat seperti ada yang ingin Yoona katakan kepadanya. Demikian juga Siwon yang ingin membuka mulut dan mengatakan sesuatu namun urung dilakukannya. Siwon kemudian menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut dan memilih untuk memeluk Yoona kemudian mereka berdua sama-sama tidur.

 

 

 

 

 

 

To Be Continued

 

 

 

—-

 

 

 

Hallo semuanya?

Maaf ya kalo cerita ini terkesan datar dan nga ada konflik yang berarti. Tapi, allhamdulilah dan terimakasih buat kalian yang tetep setia nungguin kelanjutannya :*

 

Selamat hari raya idul fitri untuk semuanya. Mohon maaf lahir dan batin yaa^^

 

Sebagai THR dari aku, maka aku persembahkan part 5 yang lebih panjang dari biasanya untuk semuanya. Udah panjang kan?

 

Yang nunggu adanya debay, kayaknya harus gigit jari deh :p

 

Oke sampai jumpa lagi!

Ditunggu komentar dan pendapatnya ^^

Sekali lagi aku nga nerima komentar seperti next thor, lanjut, bla bla bla.

Aku akan lebih menghargai kalian yang mau berpendapat setelah membaca cerita ini!

 

 

Sampai jumpa^^

 

 

-hanifah pr-

 

 

 

Advertisements

122 thoughts on “[FF] An Investment Wedding – 5

  1. kalo seperti ini sih mereka sudah saling jatuh cintaaa, cepet juga yaa mereka hihihi,
    iyasih memang terkesan datar di chapter ini tapi banyak moment2 sweet mereka nyaa,udah lah tinggal nunggu baby mereka aja hehe.. semngat terus authoorrr

    Like

  2. Aduhhhh yoonwon makin romantis ajaaaa semoga dg adanya bulan madu ini mereka bisa ngungkapin perasaan mereka lah yaa habih ngungkapin tumbuhlah baby diperut yoongunnie wkwkwk

    Like

  3. astaga.. kenapa kalimat cinta ngk mau keluar dri mulut mereka..
    mereka sebenarnya malu kh mengungkapnya atau apa.. jelas mreka udah saling cinta tpi ngk ada yg mau ungkapinn..
    sejujurnya aku suka ff yw tanpa adanya konflik yg berat… krna mu ngk mau ikut mewek lihat yw .. hehe
    fighting!!

    Like

  4. Memang terkesan datar tp menurutku justru yg kaya gini yg lbh bisa dinalar dan juga terkesan real. Krn yg aku tau gk semua konflik rumah tangga itu krn orang ketiga dll.

    Ngomong2 aku udah dm minta pw blm dibales loh author

    Like

  5. mereka sweet banget siihhh
    tinggal bilang ‘saranghae’ kelar daaahh wkwkwk
    gk sabar pengen baca next chap thoorr tpi di protect:((((

    Like

  6. Mereka kok makin hari makin romatis aja bikin iri
    Kayaknya mereka udah mulai saling mencintai tapi masih ragu untuk mengungkapkan, ohhh pasti kalau mereka udah saling terbuka pasti bakalan romantis banget 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s