[FF] When The Wind Blows – 1

wtwb

[FF]  When The Wind Blows

By Hanifah PR

Cast: Siwon Choi & Yoona Lim

Genre: Romance, Fiction & Fantasy

 

 

 

Dikejar deadline, laporan harus segera dikirim ke atasan, jam 10 tepat ada meeting dan laporannya harus dipresentasikan sedangkan kemarin aku terserang flu berat yang mengharuskan ku untuk bedrest seharian penuh. Betapa menyebalkan dunia dewasa ku!

 

Seandainya aku mempunyai mesin waktu dan mengembalikan diriku ke waktu kecil dulu. Aku pasti bahagia dan bebas dari tekanan kerja yang melelahkan, juga membosankan.

 

Aku menyesal untuk segera tumbuh dewasa. Aku menyesal karena sangat menantikan proses pertumbuhan ku itu. Ku pikir menjadi dewasa akan sangat menarik.

 

Aku bisa keluar masuk club, minum-minum hingga pulang larut malam, atau berciuman dengan pasanganku.

 

Alih-alih melakukannya, aku justru tenggelam dalam rutinitas kantor yang seperti itu-itu saja. Berangkat pagi pulang malam, belum jika ada pekerjaan tambahan dari atasan. Lalu sabtu dan minggu habis untuk tidur di dalam kamar. Meski sesekali aku pergi keluar untuk berolahraga agar tubuhku tetap bergerak dan aku tidak terserang penyakit stroke di umur ku yang menjelang tigapuluhan. Tapi tetap saja, aku lelah.

 

Ketika remaja aku suka membayangkan bagaimana rasanya ciuman pertama, lalu kami having sex for the first time, kemudian menikah, mempunyai anak, dan hidup bahagia selama-lamanya seperti dalam dongeng sang putri dan pangeran berkudanya.

 

Tapi saat dewasa ini, justru apa yang terjadi? Pasangan pun aku tak punya,  jangankan itu, merasakan pacaran saja belum pernah karena aku terlalu sibuk mempersiapkan karir ku agar cemerlang. Aku ingat pesan bibi ku dulu, “jika kamu mau jodoh yang baik dan sesuai keinginanmu maka pantaskan lah dirimu terlebih dahulu,”. Itulah sebabnya aku selalu berusaha untuk memantaskan diriku sebelum nanti saatnya bertemu dengan jodohku. Namun saat kurasa karir ku sudah cukup bagus dan aku juga sudah berusaha memperbaiki diriku sendiri, kenyataannya jodoh seperti yang dijanjikan bibi belum juga aku temukan. Aku justru bertemu dengan para atasan pengantur dan suka memerintah.

 

Sekarang aku bekerja di perusahan tranding yang selalu bergerak cepat sehingga membuat ku harus selalu up to date dengan segala perkembangan berita baik bisnis, politik dan juga sosial ekonomi. Selain itu, dunia kerja ku juga didominasi oleh para pria dengan etos kerja sebelas duabelas dengan Jepang dan China. Mau tidak mau aku harus mengikuti cara bekerja mereka, kalau tidak aku akan tertinggal dan berakhir menjadi seonggok sampah di sudut pinggiran kota.

 

Aku tidak mau menjadi pecundang yang kalah dengan keadaan. Aku tidak mau ijasah dan gelar sarjana ku terbuang percuma. Aku ingin bekerja ditempat yang sesuai dengan kualitas yang aku miliki. Dan disinilah aku sekarang, duduk selama berjam-jam dengan layar monitor yang selalu menyala dengan banyak proposal dan laporan namun ketika awal bulan, semua pengabdian ku terbayar dengan masuknya digit angka di saldo rekening ku.

 

Ah, ketika mengingat uang yang masuk ke rekening ku, rasanya aku sangat mencintai pekerjaan ini. Baiklah, kau harus bekerja yang rajin Yoona, ingat minggu depan ada peluncuran produk baru untuk musim gugur di butik asal Paris yang harganya saja menghabiskan jumlah bonusan yang aku miliki selama dua bulan.

 

“Kau sudah mempersiapkan semuanya?”

 

Aku mendongakkan kepala ku melihat atasan ku yang sudah berdiri sambil melipat tangannya di depan kubikel ku.

 

“Sudah Sir!”

 

“Bagus! Sekarang waktunya presentasi!”

 

“Ya,”

 

“Kau sudah menguasi materi mu?”

 

“Tentu Sir!”

 

Great! Tidak sia-sia aku merekomendasikan mu sebagai manager project team 2, kau memang bisa diandalkan!”

 

“Terimakasih Sir!”

 

“Ayo cepat! Tepat waktu adalah salah satu syarat keberhasilan!”

 

“Baik,”

 

Aku kemudian membereskan laptop dan beberapa file yang aku butuhkan untuk presentasi lalu menyusul langkah atasanku menuju ruang meeting di lantai lima.

 

—-

 

Hah… Berdiri selama dua jam untuk menjelaskan progres dari proyek kerjasama perusahaan kami dengan salah satu perusahaan tambang besar dari Timur Tengah sangat menyita pikiran dan tenaga ku. Beruntungnya aku dikelilingi dengan anggota team yang solid dan juga berintegritas. Sehingga kami sukses dalam presentasi ini.

 

Sekarang waktunya istirahat makan siang. Aku memilih untuk keluar sejenak dari bangunan tinggi yang menjadi gedung tempat kerja ku.

 

Dengan sekantung plastik susu pisang dan juga mie hitam yang aku beli tadi, aku menikmati waktu dua jam ku di sebuah taman di dekat kantor.

 

Suasana disini cukup ramai walau tidak mengganggu. Rata-rata yang berkumpul disini adalah karyawan kantor. Sepertinya mereka sama seperti diriku, terjebak dalam tubuh dewasa dengan rutinitas sehari-hari yang berulang terus menerus hingga entah kapan akhirnya.

 

Aku kemudian sibuk menghabiskan mangkuk ketiga mie hitam ku ketika saat itu tiba-tiba aku merasakan keheningan disekitar sini.

 

Tempat yang semula ramai mendadak sepi seperti tak berpenghuni. Aku hanya mendengar suara cictan burung dan juga merasakan semilir angin bertiup, juga beberapa daun yang berguguran.

 

Lalu awan berubah mejadi hitam, angin bertiup sangat kencang dan hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras. Beberapa kali terdengar suara petir yang memekakkan telinga.

 

Aku harus segera beranjak pergi, sangat berbahaya jika berada dibawah pohon besar saat kondisi hujan lebat dengan petir menyambar. Aku tidak mau mati muda disaat karirku sedang cemerlang dan mati dalam kondisi perawan hanya karena tersambar petir.

 

Aku pun segera berlari menuju gedung disana yang berjarak 10 meter dari tempat ku sekarang. Saat di setengah jalan yang aku lalui, tiba-tiba ada kubangan air yang cukup besar dan dalam menghadang ku. Aku tidak bisa mengontrol tubuhku karena setelannya aku terjatuh dan masuk kedalam kubangan tersebut.

 

“Aaaaaa…… ”

 

 

“Hah……..”

 

“Hah………”

 

“Hah………”

 

Aku mengatur nafas ku dengan hati-hati. Jantung ku berdetak tak karuan seperti sedang melakukan lari maraton.

 

Pikiranku masih memikirkan kejadian yang terjadi baru saja. Masuk kedalam kubangan air lalu terperosok jauh kedalamnya kemudian aku tiba-tiba keluar dari sebuah danau.

 

“Apa? Danau?” Teriak ku sangat kencang.

 

Aku baru menyadari jika aku tidak bisa berenang. Dan apa? Bagaimana aku bisa berada disini dan mengapa aku juga tidak tenggelam? Ah, aku ingat! Aku memang tidak pandai berenang tapi aku tahu bagaimana caranya terapung diatas air.

 

“Kau siapa?”

 

Aku membalikan badanku ketika ku dengar ada seseorang yang sepertinya bertanya kepada ku. Tapi kemudian aku lupa caranya mengapung sehingga aku pun tenggelam ke dasar air sedang tangan ku melambai-lambai diatas danau.

 

“To…hlep…long… To…hlep…long”

 

Setelahnya aku merasa semuanya gelap dan tubuhku berhenti bergerak. Apa aku mati?

 

 

“Bagaimana keadaannya?”

 

Sayup-sayup aku mendengar suara disekelilingku. Tunggu! Aku bisa mendengar sebuah suara. Berarti aku tidak jadi mati?

 

Aku masih tidak percaya. Aku lalu mencoba membuka kedua mataku perlahan-lahan. Seketika aku bisa melihat cahaya kembali.

 

“Hah syukurlah aku masih hidup,” gumamku.

 

Aku baru menyadari jika aku tidak sendiri disini. Aku menolehkan wajahku kesamping dan menemukan tatapan banyak orang yang tertuju padaku.

 

“Bagaimana keadaan mu ratuku?”

 

Seorang pria asing menatapku dengan kekhawatiran di kedua matanya.

 

“Ratu ku?”

 

Aku menatap pria asing itu dengan kedua alis ku yang menyatu.

 

Tunggu! Aku kemudian menatap ruangan disekelilingku.

 

“Rumah sakit model apa ini? Kenapa ada rumah sakit bergaya dinasti Joeseon di zaman secanggih sekarang?”

 

“Apa yang sedang kau bicarakan Ratu ku?”

 

Pria asing disamping ku kembali mengeluarkan suara.

 

Astaga! Orang-orang ini juga berpakaian sama seperti di dinasti Joseon. Mereka ini doktor yang sedang melakukan cosplay atau aku sedang bermain drama sejarah sekarang?

 

“Jam berapa sekarang?”

 

Aku bertanya kepada pria itu.

 

“Jam?” pria asing itu balik bertanya.

 

Aku memutar kedua bola mata ku.

 

“Tolong tinggalkan kami berdua!” kata pria itu tanpa menoleh. Kupikir itu untuk orang-orang yang berada dibelakangnya. Dan benar, para pria yang berpakaian jubah hijau itu kemudian keluar. Kini tinggallah kami berdua disini.

 

“Sepertinya dia berperan sebagai Raja,” batin ku.

 

“Apa yang sedang kau pikirkan Ratu ku?”

 

“Mmm, apa kita sedang syuting drama?” Tanyaku pelan.

 

“Syuting? Apa itu?” dia kembali bertanya.

 

“Hah!” aku menghela nafas kasar. “Kau benar-benar berakting atau memang tidak tahu?”

 

Pria asing itu kemudian diam sambil menatap ku dengan pandangan tak suka.

 

“Tidak baik bangsawan terhormat seperti mu menghela nafas kasar dan berkata dengan nada seperti tadi! Apalagi ini didepan Raja mu, suami mu!” katanya tegas.

 

Aku memejamkan mataku sambil berdoa jika ini hanya mimpi. Aku kemudian mencubit tangan ku yang berada dibalik selimut.

 

“Aww…”

 

“Apa yang terjadi Ratu ku? Apa kau merasa kesakitan?”

 

Dia, pria asing itu mendekat kearah ku sambil menggenggam tangan kanan ku.

 

“Tunggu, aku akan memanggilkan tabib!” lanjutnya.

 

“Tidak perlu yang mulia!”

 

Kataku seperti adegan di drama-drama sejarah yang pernah ku lihat. Ku pikir jika aku mengikuti permainan ini, adegan drama ini akan berakhir.

 

“Kau yakin Ratu ku? Aku takut terjadi sesuatu dengan mu? Aku takut kau menghilang lagi!”

 

Pria asing itu menatap ku dengan binar kesedihan didalamnya. Sepertinya cerita di drama ini sangat pelik. Ah kenapa sutradara tidak mengatakan ‘cut’ dan menyudahi syuting ini. Aku harus kembali ke kantor, ku rasa ini sudah lebih dari jam istirahat ku. Bagaiman ini?

 

“Yang mulia?” tanyaku lembut.

 

“Ya?”

 

“Bisakah kau meninggalkan ku sendirian?”

 

Pria yang berperan sebagai Raja itu kembali menatap ku dengan ragu.

 

“Tidak Ratu ku!”

 

“Ku mohon! Aku hanya ingin beristirahat,”

 

Aku tersenyum kepadanya. Senyum yang sangat manis, manis sekali.

 

Raja jadi-jadian itu pun ikut tersenyum.

 

Astaga! Senyumannya! Aka kabar dengan hatiku?  Kenapa berdetak sekencang ini?

 

Aku bahkan tidak seperti ini ketika melihat senyuman Park Bo Geum di drama Moonlight Drawn By The Clouds, atau Kim Soo Hyun di The Moon That Embraces The Sun.

 

Ngomong-ngomong aku sedang beradu akting dengan siapa disini?  Kenapa aku tidak pernah melihat wajah aktor ini? Apa dia aktor yang tidak terkenal?

 

“Baiklah, aku akan membiarkanmu beristirahat. Mungkin setelah kondisi mu membaik kau bisa menceritakan kepadaku apa yang terjadi. Tidurlah Ratu ku, selamat siang!”

 

Raja jadi-jadian itu menarik selimut yang menutupi tubuhku keatas. Lalu tersenyum hangat sebelum akhirnya dia pergi.

 

Aku menurunkan selimut tebal ini. Dan, hanbok? Aku memakai hanbok? Dimana setelan kerja ku? Handphone ku? Jam ku?

 

Tunggu! Bukankah jika ini drama maka ada banyak kru disekeliling ruangan ini. Tapi mengapa tidak ada. Apa mereka merekamnya menggunakan cctv? Tapi itu sangat tidak mungkin, kecuali jika ini drama porno.

 

Aku mengecek satu persatu sudut ruangan ini. Aku tak menemukan apapun, seperti halnya kamera kecil yang diletakan di bagian-bagian tersembunyi.

 

Aku kembali mencubit tanganku dengan sangat kuat. Ini sakit.

 

Aku kemudian melakukan gerakan pernapasan untuk menenangkan pikiran dan hati selama beberapa kali.

 

Jadi, ini nyata?

 

Seketika kepala ku terasa berat. Dan bayangan hitam kembali menyerang ku.

 

 

TBC

 

Else

 

END

 

 

Ehehehehehe

 

Halo halo halo

Apa kabar?

 

Ini buat kelen semua yang minta ff baru ke aku.

 

Aku kembali lagi setelah bingung mau ngapain. Semoga ff gaje ini bisa mengobati sedikit kerinduan kalian sama ff yoonwon atau masalah hidup yang sedang kalian hadapi^^

 

Kali ini, aku datang dengan ff gaje bergenre fantasy aka time travel yang sebenarnya udah pasaran.

 

Pengen aja coba, sedikit lawak juga semoga ngak garing yaa.

 

Ditunggu responnya

 

Terimakasih

 

-hanifah pr-

 

Advertisements

81 thoughts on “[FF] When The Wind Blows – 1

  1. Waahhh…mau cerita apa aja asal pemerannya yoonwon itu selalu bagus..penasaran dengan kisah time travel versi yoonwon..hehehehe..izin baca ya

    Like

  2. ahhhhhh new ffff yoonwoooooooonnnnnn girang banget sumpah, lama banget hiatus ini dari dunia baca membaca.. sumpah seneng banget pas baca setting nya kerajaan ini ala ala moon lovers gitu yah thor.. bakalan rame ratu konyol sama raja bijaksana

    Like

  3. Anyeong author udah lama nggak baca ff yoonwon ehh nemu ff baru seneng nya akhirnya ada ff yoonwon lagi
    Btw ceritanya ala-ala kerajaan gitu tapi kok yoona eonni nya bingung gitu dan raja nya itu siwon oppa kah

    Like

  4. Akhirnya nemu ff nya yoonwon lagi. Sekarang susah banget buat baca ff yoonwon. Dan menurutku cerita ini bagus. Aku suka semua genre asalkan yw 😆😆.

    Like

  5. Aku bru buka wp.nya unnie trnayat banyak ff bru😍😍

    Cerita pas di awal td kirain yoona kerja di kantor.a siwon oppa
    Taaapii malah ada yg lebih seruuu ff jaman joseon😆😆
    Aku bru baca yoonwon era joseon😍

    Like

  6. Baruu bacaa ini ff, ijin bacaa yak kak ^^

    Maaf baru bisa komen kak, ff nya kerenn jarang banget ada ff tema kerajaan.. kak kalo boleh aku minta part yg di pw dong.. mau baca pliss ya kak..

    Like

  7. baru pertama kali baca ff yoonwon kaya gini,daebak eonni.
    pas baca kalo yoona eonni kerja kantoran kira in siwon oppa nya jadi bos nya,ah pokok nya keren banget ceritanya.
    #thank eonni.

    Like

  8. Halo aku reader baru, ngubek2 blog yw buat nyari ff baru, eh ternyata nyantol disini, seneng deh nemu author/blog yg masih buat ff yw😆sebelumnya izin baca ff nya ya hehe😸
    Ini konsepnya critanya sejenis drama nya IU eon sama junki oppa yg judulnya moon apa gitu aku lupa hehe, hmm menarik, aku suka🙌
    Izin lanjut baca ya author^^

    Liked by 1 person

  9. Suka banget baca ff yang pemerannya yoonwon..

    Diawal cerita awalnya ngira yoonwon ditempatin di satu kerjaan yang sama. Yoona sebagai pegawai. Dan siwon yg jadi boosnya. Dan ternyata sih siwon disini sepertinya malah jd seorang raja..

    Seruu.. tapi endingnya takut sedih…

    Like

  10. Pas lagi gabut2nya dan nemu ff yoonwon itu rasanya bahagia sekaleeee
    Sedih ff yoonwon sudah mulai menurun
    Izin baca dulu ya thor dan selalu semangat untuk melanjutkan perffan yoonwon

    Like

  11. Aaaaa udah lama gak baca ff yoonwon. Dulu sering banget padahal nongkrong-nongkrong web ini buat nunggu update 😂.
    Sedih sih sekarang sedikit banget ff tentang yoonwon ga se tenar duluu

    Like

  12. Aaaaa udah lama gak baca ff yoonwon. Dulu sering banget padahal nongkrongin web ini buat nunggu update 😂.
    Sedih sih sekarang sedikit banget ff tentang yoonwon ga se tenar duluu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s